PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Kepulauan Solomon
    Buku Kegiatan 1992
    • Pengawas-pengawas wilayah dan distrik akan tiba dalam waktu tiga minggu untuk menyelenggarakan kebaktian wilayah pertama sekali di Kepulauan Santa Cruz. Akan tetapi, ada suatu masalah besar; mereka tidak memiliki tempat kebaktian. Segera upaya dilakukan agar memperoleh sebidang tanah untuk Balai Kerajaan. Namun di mana? Meskipun ada banyak peminat di Nemba, ada tentangan kuat dari Gereja Anglikan. Sayangnya, para pemilik tanah tradisional semuanya merupakan anggota gereja dan menentang didirikannya Balai Kerajaan di daerah mereka. Maka keputusannya adalah untuk membangun di kampung asal John Mealue, di Pulau Malu’u, tiga jam mengayuh sampan dari Nemba.

      Sewaktu para perintis menghampiri John dengan cara ini, ia menjawab, ”Inilah apa yang saya inginkan sejak dahulu.” Maka pada hari itu juga, pembangunan dimulai dengan kecepatan tinggi. Pada waktu pembangunan sedang berjalan, pengawas wilayah tiba untuk kunjungan yang biasa ke sidang, maka ia pun ikut serta dalam pekerjaan pembangunan. Tepat pada waktunya, sebuah balai yang rapi, dibangun dengan baik dari daun-daun rumbia, dengan atap, panggung dan tiga sisi yang terbuka, berdiri dan siap untuk menampung orang banyak guna menghadiri acara kebaktian.

  • Kepulauan Solomon
    Buku Kegiatan 1992
    • Baru-baru ini, suatu kebaktian wilayah di Belamna, dihadiri oleh hampir 200 orang. Perkembangan lebih lanjut kelihatannya bisa diharapkan.

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan