-
Kepulauan SolomonBuku Kegiatan 1992
-
-
Elson Site, dulunya pengawas wilayah dan kini seorang perintis istimewa dengan keluarga yang terdiri dari delapan anak, menjelaskan bagaimana keadaan di beberapa daerah, ”Merupakan kebiasaan di antara suku-suku itu untuk mengenakan sedikit pakaian atau tidak memakai pakaian sama sekali, dan siapa pun yang mengenakan pakaian yang mengunjungi kampung tersebut dipandang dengan rasa curiga dan sering kali dihalangi untuk memasuki kampung itu.”
Bagaimana mereka akan menanggulangi situasi yang peka ini? Elson melanjutkan, ”Di suatu ketika sekelompok saudara-saudara dari sebuah sidang kecil tiba di sebuah kampung untuk memberitakan dan kepala kampung menentang karena saudara-saudara dan saudari-saudari mengenakan pakaian sewaktu berada di kampung itu. Saudara-saudara menjelaskan bahwa bukan merupakan suatu kebiasaan Kristen untuk telanjang. Karena mereka telah menempuh perjalanan demikian jauh untuk menyampaikan keterangan yang penting ini dari Firman Allah, mereka ingin sekali untuk menanggulangi problem kecil ini yang menghalangi orang-orang ini untuk mendengarkan kabar baik. Kepala kampung berunding dengan orang-orang tua dari kampung itu dalam waktu yang lama dan akhirnya memutuskan bahwa tidak mungkin bagi saudara-saudara untuk memberitakan kepada orang-orang kampung pada hari itu. Namun penyelenggaraan-penyelenggaraan dibuat agar kunjungan selanjutnya lebih berhasil. Orang-orang kampung itu berjanji membangun sebuah rumah dari daun rumbia tepat di luar batas kampung sehingga saudara-saudara dan saudari-saudari berpakaian lengkap dapat menggunakan rumah itu untuk menemui siapa pun dari orang kampung itu yang ingin berkunjung untuk mendengarkan apa yang diajarkan Alkitab. Sistem ini berjalan lancar, karena orang-orang kampung senang berbicara tentang hal-hal rohani.”
-
-
Kepulauan SolomonBuku Kegiatan 1992
-
-
[Gambar di hlm. 233]
Elson Site, seorang perintis istimewa, dan keluarganya
-