PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Kepulauan Solomon
    Buku Kegiatan 1992
    • Kepulauan Solomon

      TERBENTANG bagaikan dua untaian mutiara berharga di perairan berwarna biru kehijau-hijauan di Pasifik terletaklah Kepulauan Solomon dari bangsa Melanesia, yang dengan rasa sayang disebut ”Pulau-Pulau Bahagia”. Rantai berganda dari pulau-pulau vulkanik dan atol ini dimulai dengan Atol Ontong Jawa tepat di selatan Khatulistiwa, berbatasan dengan Papua Nugini di sebelah barat, dan membentang sejauh 1500 kilometer ke arah tenggara hingga ke Kepulauan Santa Cruz, yang meliputi pulau-pulau karang, tidak jauh dari tetangganya di sebelah selatan, Vanuatu. Hutan yang lebat, rimbun menutupi kebanyakan pulau-pulau di Kepulauan Solomon dan bukit-bukit yang runcing, sempit dan tegak menjulang membentuk daerah-daerah pegunungan, di sela-selanya terdapat lembah-lembah yang dalam dan sempit. Dengan luas tanah berjumlah 27.500 kilometer persegi, negeri yang terpencil ini merupakan nomor dua terbesar setelah Papua Nugini di antara bangsa-bangsa dari Kepulauan Pasifik Selatan.

      Yang pertama dari para penjelajah Eropa yang menjejakkan kakinya di pantai-pantai berpasir putih ini adalah pelaut Spanyol, Álvaro de Mendaña, pada tahun 1568. Dia sedang mencari tambang emas yang hilang dari Raja Salomo yang legendaris; sebaliknya ia menemukan apa yang dia sebut Kepulauan Solomon, namun tidak ada emas yang diperoleh melainkan hanya endapan emas dalam sungai-sungai di Guadalcanal.

      Sekelompok Orang-Orang dengan Kepentingan-Kepentingan Serupa

      Kepulauan ini merupakan tempat kediaman dari sekitar 300.000 orang yang beragam warna kulitnya mulai dari hitam kebiru-biruan, sampai coklat muda, dengan rambut yang beragam dari yang pirang keriting dan dijalin kuat, hingga kemerah-merahan dari banyak orang Melanesia, yang merupakan perpaduan menarik dengan rambut hitam licin lurus dari orang-orang Polinesia. Komunikasi merupakan gabungan berbagai bahasa di Kepulauan Solomon, karena ada lebih dari 90 bahasa daerah dan dialek yang digunakan. Akan tetapi, kebanyakan orang menggunakan bahasa Inggris atau bahasa Inggris Pidgin Melanesia sewaktu bercakap-cakap dengan tetangga dari pulau-pulau lain dan kelompok-kelompok suku yang lain.

      Orang-orang Polinesia tinggal di pulau-pulau terpencil, Ontong Jawa, Rennell, Bellona, Sikaiana di Kepulauan Stewart, dan Tikopia dan Anuta di Kepulauan Santa Cruz. Kelompok-kelompok besar dari orang-orang Mikronesia dari Kiribati telah berkumpul dan menetap di pulau-pulau Wagina dan Gizo di bagian barat Kepulauan Solomon, maupun di Honiara, ibu kotanya, di Guadalcanal.

  • Kepulauan Solomon
    Buku Kegiatan 1992
    • [Kotak]

      KEPULAUAN SOLOMON

      Ibu Kota: Honiara, Guadalcanal

      Bahasa-Bahasa Resmi: Pidgin Kepulauan Solomon dan Inggris

      Agama Utama: Anglikan

      Jumlah Penduduk: 328.723

      Kantor Cabang: Honiara

  • Kepulauan Solomon
    Buku Kegiatan 1992
    • [Gambar di hlm. 210]

      Pelabuhan Honiara di pantai sebelah utara Guadalcanal

      Anak-Anak dari Kepulauan Solomon

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan