PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Spiritisme​—Mengapa Minat kepadanya Makin Bertambah?
    Menara Pengawal—1987 (Seri 40) | Menara Pengawal—1987 (Seri 40)
    • Ya, spiritisme dan ilmu gaib—dalam bentuk astrologi (ilmu nujum), hipnotisme, para psikologi, extrasensory perception (tanggapan di luar pancaindra), ilmu sihir, tafsiran mimpi-mimpi, dan sebagainya—menarik perhatian orang-orang dari semua tingkat kehidupan. Mengapa?

      Antara lain, ada dari gereja-gereja Susunan Kristen yang menyetujui dan bahkan mendukung spiritisme. Mereka berpendapat bahwa berhubungan dengan roh-roh hanyalah suatu cara lain untuk lebih mendekat kepada Allah.

      Sebagai contoh ialah Izaak Amelo, seorang pedagang berumur 70 tahun di Suriname. Selama tujuh tahun ia menjadi anggota majelis gereja yang terhormat dan pada waktu yang sama ia seorang cenayang yang terkenal. Ia ingat, ”Setiap hari Sabtu seluruh majelis gereja kami berkumpul di luar desa untuk meminta nasihat kepada roh-roh. Hal itu berlangsung sepanjang malam. Menjelang esok pagi, diaken terus melihat arlojinya, dan kira-kira jam lima, ia memberi tanda kepada kami untuk berhenti. Kami kemudian mandi, ganti pakaian, dan pergi ke gereja—tepat pada waktunya untuk ibadat hari Minggu pagi. Selama tahun-tahun tersebut pastor tidak pernah mengucapkan sepatah kata pun bahwa ia tidak setuju.”

      Setelah mempelajari hubungan antara spiritisme dan gereja-gereja di Suriname, seorang profesor Belanda R. van Lier menegaskan bahwa banyak orang memandang spiritisme sebagai suatu ”agama tambahan”. Dalam suatu penelitian yang baru-baru ini diterbitkan oleh Universitas Leiden, ia juga mengatakan bahwa spiritisme diakui sebagai ”bagian dari suatu lembaga agama yang luas yang berdiri berdampingan dengan Kekristenan”.

  • Spiritisme​—Bagaimana Pandangan Allah?
    Menara Pengawal—1987 (Seri 40) | Menara Pengawal—1987 (Seri 40)
    • Tenung, Gangguan, dan Kematian

      Asamaja Amelia, seorang wanita setengah baya di Suriname, berumur 17 tahun ketika ia pertama kali terlibat dalam tenung, atau ilmu meramal, suatu bentuk spiritisme. Karena ramalan-ramalannya benar-benar terjadi dan orang-orang yang bertanya mendapat manfaat dari nasihatnya, ia sangat dihormati di masyarakat. (Bandingkan Kisah 16:16.) Tetapi ada satu hal yang mengganggunya.

      ”Roh-roh yang berbicara melalui saya berlaku baik kepada orang-orang yang meminta bantuan mereka,” katanya, ”tetapi pada waktu yang sama mereka membuat kehidupan saya sengsara. Tiap kali setelah meramal, saya merasa lelah sekali dan hampir-hampir tidak dapat bergerak. Bila malam tiba, saya ingin beristirahat, tetapi roh-roh itu tidak mendiamkan saya. Mereka terus mengganggu saya, berbicara kepada saya, dan membuat saya terus bangun. Dan hal-hal yang mereka katakan!” Ia menarik napas dan memandang ke bawah, menggeleng-gelengkan kepala dengan perasaan jijik. ”Mereka senang berbicara tentang seks dan mendesak untuk mengadakan hubungan dengan saya. Hal itu sangat mengejutkan. Saya sudah menikah. Saya tidak ingin berlaku tidak setia dan telah mengatakan hal itu kepada mereka. Tetapi sia-sia. Pernah suatu kekuatan yang tidak kelihatan menyergap saya, menyentuh dan menekan tubuh saya, dan bahkan menggigit saya. Saya merasa sedih sekali.”

      ’Roh-roh menganjurkan imoralitas seks? Itu tidak masuk akal!’ mungkin saudara berkata. Apakah roh-roh itu benar-benar sehina itu?

      ”Mereka bahkan lebih buruk lagi!” kata Izaak, yang disebutkan sebelumnya. ”Pada suatu malam kami dipanggil untuk membantu seorang wanita yang sakit karena diganggu oleh suatu roh. Pemimpin kelompok—dukun dari roh yang lebih kuat—berusaha untuk mengusir roh itu. Sepanjang hari kami memohonkan bantuan dari roh yang dihubungi dukun itu. Kami menari dan memukul gendang, dan sedikit demi sedikit wanita itu menjadi lebih baik. Ia memerintahkan agar roh dalam diri wanita itu keluar, dan ini berhasil. ’Kami menang,’ kata pemimpin itu dengan berseri-seri. Kemudian kami duduk dan beristirahat.”

      Lengan Izaak yang digerak-gerakkan diam sebentar ketika ia berhenti untuk berpikir. Kemudian ia melanjutkan, ”Untuk sementara semua nampaknya berjalan dengan baik, tetapi kemudian suatu jeritan memecah kesunyian. Kami segera lari ke rumah dari mana jeritan itu berasal dan melihat istri pemimpin itu. Ia menangis histeris. Di dalam rumah kami menemukan anak perempuannya yang masih kecil—kepalanya menghadap ke belakang! Suatu kekuatan telah memutar dan mematahkan lehernya, membunuhnya seperti seekor ayam —rupanya, pembalasan dari roh yang diusir itu. Memuakkan! Roh-roh itu adalah pembunuh-pembunuh yang sadis.”

      Spiritisme dan ”Perbuatan Daging”

      Kenajisan, imoralitas seks, dan pembunuhan—yang muncul dalam kedua pengalaman dengan spiritisme tersebut—merupakan ciri-ciri yang sangat bertentangan dengan kepribadian Allah. Dan hal itu membantu kita mengenali siapa sebenarnya roh-roh tersebut. Mereka mungkin pura-pura menjadi utusan Allah, tetapi perbuatan mereka yang imoral dan suka membunuh menyingkapkan bahwa mereka adalah peniru-peniru dari musuh Allah dan pembunuh pertama dalam sejarah, Setan si Iblis. (Yohanes 8:44) Ia adalah pemimpin mereka. Mereka adalah pembantu-pembantunya—malaikat-malaikat yang jahat atau hantu-hantu.—Lukas 11:15-20.

      Tetapi saudara mungkin bertanya: ’Apakah ciri-ciri yang jahat ini hanya jarang saja nampak dalam spiritisme? Dapatkah spiritisme pada umumnya membuat saya berhubungan dengan roh-roh baik yang akan membantu saya lebih dekat kepada Allah?’ Tidak, Alkitab menyebutkan ”sihir” bersama dengan ”perbuatan daging” lain yang langsung bertentangan dengan sifat-sifat Kristen.—Galatia 5:19-21.

      Di Wahyu 21:8 ”tukang-tukang sihir” (”mereka yang bercakap-cakap dengan hantu-hantu,” The Living Bible) disebutkan dalam kelompok yang sama seperti ”orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal . . . penyembah-penyembah berhala, dan semua pendusta.”

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan