-
Yehuwa—Allah yang MengajarMenara Pengawal—1995 | 1 Agustus
-
-
Yehuwa—Allah yang Mengajar
”Mereka semua akan diajar oleh Yehuwa.”—YOHANES 6:45.
1. Apa yang kini Yesus lakukan di Kapernaum?
YESUS KRISTUS baru saja mengadakan mukjizat-mukjizat dan kini tampak sedang mengajar di sebuah sinagoge di Kapernaum, di dekat Laut Galilea. (Yohanes 6:1-21, 59) Banyak orang menyatakan ketidakpercayaan sewaktu ia mengatakan, ”Aku telah turun dari surga.” Mereka menggerutu, ”Bukankah ini Yesus putra Yusuf, yang bapak dan ibunya kita kenal? Bagaimana ia sekarang mengatakan, ’Aku telah turun dari surga’?” (Yohanes 6:38, 42) Ketika menghardik mereka, Yesus mengumumkan, ”Tidak seorang pun dapat datang kepadaku jika Bapak, yang telah mengutus aku, tidak menariknya; dan aku akan membangkitkannya pada hari terakhir.”—Yohanes 6:44.
2. Apa dasar yang ada untuk mempercayai janji Yesus tentang kebangkitan?
2 Sungguh suatu janji yang menakjubkan—dibangkitkan pada hari terakhir, sewaktu Kerajaan Allah memerintah! Kita dapat mempercayai janji ini karena hal itu dijamin oleh sang Bapak, Allah Yehuwa. (Ayub 14:13-15; Yesaya 26:19) Memang, Yehuwa, yang mengajarkan bahwa orang-orang mati akan dibangkitkan, adalah ”guru terbesar di antara semua”. (Ayub 36:22, Today’s English Version) Dengan mengarahkan perhatian kepada pengajaran Bapaknya, Yesus kemudian mengatakan, ”Ada tertulis dalam Para Nabi, ’Dan mereka semua akan diajar oleh Yehuwa.’”—Yohanes 6:45.
3. Pertanyaan-pertanyaan apa akan kita bahas?
3 Tentu saja, adalah suatu hak istimewa untuk berada di antara orang-orang yang mengenai mereka nabi Yesaya menulis, ”Semua anakmu [”putramu”, NW] akan menjadi murid [Yehuwa].” (Yesaya 54:13) Apakah kita juga dapat? Siapa yang seperti putra-putra bagi-Nya dan telah menerima pengajaran-Nya? Apa pengajaran yang penting dari Yehuwa yang harus kita ketahui dan bertindak selaras dengannya untuk menerima berkat-berkat-Nya? Bagaimana Yehuwa mengajar di masa lalu, dan apakah Ia mengajar dengan cara yang sama dewasa ini? Ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang akan kita bahas.
Bapak, Guru, Suami
4. Siapa yang pertama di antara putra-putra Yehuwa yang akan menerima pengajaran-Nya?
4 Yehuwa pertama-tama menjadi Bapak maupun Guru sewaktu Ia menciptakan Putra satu-satunya yang diperanakkan-Nya, pramanusia Yesus. Pribadi ini disebut ”Firman” karena ia adalah Juru Bicara Utama dari Yehuwa. (Yohanes 1:1, 14; 3:16) Firman ini melayani ”di sebelah [sang Bapak] sebagai pekerja ahli”, dan ia belajar dengan baik dari pengajaran Bapaknya. (Amsal 8:22, 30, NW) Sebenarnya, ia menjadi Wakil, atau alat, yang melaluinya sang Bapak menciptakan segala perkara lain, termasuk ’putra-putra rohani Allah’. Pasti betapa bersukacitanya mereka diajar oleh Allah! (Ayub 1:6; 2:1; 38:7, NW; Kolose 1:15-17) Belakangan, manusia pertama, Adam, diciptakan. Ia juga adalah ”putra Allah”, dan Alkitab menyingkapkan bahwa Yehuwa mengajar dia.—Lukas 3:38; Kejadian 2:7, 16, 17.
5. Hak istimewa berharga apa yang dihilangkan oleh Adam, namun siapa yang Yehuwa ajar, dan mengapa?
5 Sayang sekali, Adam, karena dengan sengaja telah berlaku tidak taat, kehilangan hak istimewa untuk terus menjadi putra Allah. Oleh karena itu, keturunannya tidak dapat mengaku memiliki hubungan sebagai putra-putra Allah hanya atas dasar kelahiran. Namun, Yehuwa mengajar manusia yang tidak sempurna yang mencari bimbingan-Nya. Nuh, misalnya, terbukti sebagai ”seorang yang benar” yang ”hidup bergaul dengan Allah”, dan demikianlah Yehuwa mengajar Nuh. (Kejadian 6:9, 13–7:5) Dengan ketaatannya, Abraham membuktikan diri menjadi ”sahabat Yehuwa”, dan dengan demikian ia juga diajar oleh Yehuwa.—Yakobus 2:23; Kejadian 12:1-4; 15:1-8; 22:1, 2.
6. Siapa yang Yehuwa pandang sebagai ”putra”-Nya, dan Ia menjadi guru macam apa bagi mereka?
6 Lama berselang setelah itu, selama zaman Musa, Yehuwa memasuki suatu hubungan perjanjian dengan bangsa Israel. Sebagai hasilnya, bangsa tersebut menjadi umat pilihan-Nya dan dipandang sebagai ”putra”-Nya. Allah mengatakan, ”Israel ialah putra-Ku.” (Keluaran 4:22, 23, NW; 19:3-6; Ulangan 14:1, 2) Didasarkan atas hubungan perjanjian itu, orang-orang Israel dapat mengatakan, seperti yang dicatat oleh nabi Yesaya, ”Ya [Yehuwa], Engkau sendiri Bapa kami.” (Yesaya 63:16) Yehuwa memikul tanggung jawab-Nya sebagai ayah dan dengan penuh kasih mengajar anak-anak-Nya, Israel. (Mazmur 71:17; Yesaya 48:17, 18) Sebenarnya, sewaktu mereka menjadi tidak setia, Ia dengan penuh belas kasihan memohon kepada mereka, ”Kembalilah, hai anak-anak [”putra-putra”, NW] yang murtad.”—Yeremia 3:14.
7. Hubungan apa dimiliki Israel dengan Yehuwa?
7 Sebagai hasil dari hubungan perjanjian dengan Israel, Yehuwa juga secara kiasan menjadi Suami dari bangsa tersebut, dan bangsa itu menjadi istri kiasan-Nya. Tentang Israel nabi Yesaya menulis, ”Yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau, [Yehuwa] semesta alam nama-Nya.” (Yesaya 54:5; Yeremia 31:32) Meskipun Yehuwa memenuhi peranan-Nya dengan penuh hormat sebagai Suami, bangsa Israel menjadi istri yang tidak setia. ”Seperti seorang isteri tidak setia terhadap temannya,” kata Yehuwa, ”demikianlah kamu tidak setia terhadap Aku, hai kaum Israel.” (Yeremia 3:20) Yehuwa terus memohon kepada putra-putra dari istri-Nya yang tidak beriman ini; Ia terus menjadi ”Instruktur Agung” mereka.—Yesaya 30:20, NW; 2 Tawarikh 36:15.
8. Meskipun Israel sebagai suatu bangsa ditolak oleh Yehuwa, istri kiasan yang merupakan imbangan apa yang masih akan Ia miliki?
8 Sewaktu Israel menolak dan membunuh Putra-Nya, Yesus Kristus, Allah pada akhirnya menolak Israel. Maka bangsa Yahudi tersebut tidak lagi menjadi istri kiasan bagi Dia, Ia juga tidak lagi menjadi Bapak dan Guru dari putra-putra bangsa itu yang suka melawan. (Matius 23:37, 38) Akan tetapi, Israel hanyalah istri gambaran, atau simbolis. Rasul Paulus mengutip Yesaya 54:1 (NW), yang berbicara tentang ”wanita mandul” yang lain dan yang berbeda dari ”wanita dengan pemilik sebagai suami”, bangsa Israel jasmani. Paulus menyingkapkan bahwa orang-orang Kristen terurap ini adalah anak-anak dari ”wanita mandul”, yang ia sebut ”Yerusalem yang di atas”. Wanita kiasan yang merupakan imbangan ini terdiri dari organisasi surgawi Allah dari makhluk-makhluk roh.—Galatia 4:26, 27.
9. (a) Siapa yang Yesus maksudkan ketika ia berbicara tentang ’putramu akan menjadi murid Yehuwa’? (b) Atas dasar apa orang-orang menjadi putra-putra rohani Allah?
9 Maka, di sinagoge Kapernaum, sewaktu Yesus mengutip nubuat Yesaya, ”Semua anakmu [”putramu”, NW] akan menjadi murid [Yehuwa]”, ia berbicara tentang orang-orang yang akan menjadi ”putra-putra” dari ”Yerusalem yang di atas”, organisasi Allah di surga yang seperti istri. Dengan menerima pengajaran wakil Allah dari surga, Yesus Kristus, para pendengar Yahudi tersebut dapat menjadi anak-anak dari wanita surgawi Allah yang dahulunya mandul dan menjadi ”bangsa yang kudus”, ”Israel milik Allah” secara rohani. (1 Petrus 2:9, 10; Galatia 6:16) Ketika melukiskan kesempatan menakjubkan yang Yesus sediakan untuk menjadi putra-putra rohani Allah, rasul Yohanes menulis, ”Ia datang ke rumahnya sendiri, tetapi orang-orangnya sendiri tidak menerimanya. Akan tetapi, seberapa banyak yang menerimanya, kepada mereka ia memberikan wewenang untuk menjadi anak-anak Allah, karena mereka menjalankan iman kepada namanya.”—Yohanes 1:11, 12.
Pengajaran yang Penting dari Yehuwa
10. Segera setelah pemberontakan di Eden, apa yang Yehuwa ajarkan sehubungan dengan ”benih”, dan siapa yang terbukti menjadi Benih ini?
10 Yehuwa, sebagai Bapak yang penuh kasih, memberi tahu anak-anak-Nya tentang maksud-tujuan-Nya. Maka, sewaktu seorang malaikat yang memberontak membujuk pasangan manusia pertama agar tidak taat, Yehuwa segera memberi tahu tentang apa yang Ia akan lakukan untuk memenuhi maksud-tujuan-Nya untuk menjadikan bumi suatu firdaus. Ia mengatakan bahwa Ia akan menaruh kebencian antara ”ular yang semula”, yang adalah Setan si Iblis, ”dan wanita itu”. Ia kemudian menjelaskan bahwa ”benih” dari wanita tersebut akan secara fatal melukai Setan, ”di kepala”. (Kejadian 3:1-6, 15 NW; Penyingkapan 12:9; 20:9, 10) Seperti yang telah kita perhatikan, wanita ini—yang belakangan diidentifikasi sebagai ”Yerusalem yang di atas”—adalah organisasi surgawi Allah dari makhluk-makhluk roh. Tetapi siapakah ”benih”-nya? Ia adalah Putra Allah, Yesus Kristus, pribadi yang diutus dari surga dan pribadi yang pada akhirnya akan membinasakan Setan.—Galatia 4:4; Ibrani 2:14; 1 Yohanes 3:8.
11, 12. Bagaimana Yehuwa memperluas pengajaran-Nya yang penting sehubungan dengan ”benih”?
11 Yehuwa memperluas pengajaran penting sehubungan dengan ”benih” ini sewaktu Ia berjanji kepada Abraham, ”Aku akan . . . membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit . . . Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat.” (Kejadian 22:17, 18) Yehuwa menggunakan rasul Paulus untuk menjelaskan bahwa Yesus Kristus adalah Benih Abraham yang dijanjikan namun bahwa yang lain-lain juga akan menjadi bagian dari ”benih” tersebut. ”Jika kamu milik Kristus,” tulis Paulus, ”kamu benar-benar benih Abraham, ahli-ahli waris sehubungan dengan suatu janji.”—Galatia 3:16, 29.
12 Yehuwa juga menyingkapkan bahwa Kristus, sang Benih, akan datang dari garis dinasti Yehuda dan bahwa kepadanya ’bangsa-bangsa akan takluk’. (Kejadian 49:10) Sehubungan dengan Raja Daud dari suku Yehuda, Yehuwa berjanji, ”Aku menjamin akan adanya anak cucunya [”benihnya”, NW] sampai selama-lamanya, dan takhtanya seumur langit. Anak cucunya [”benihnya”, NW] akan ada untuk selama-lamanya, dan takhtanya seperti matahari di depan mata-Ku.” (Mazmur 89:4, 5, 30, 37) Sewaktu malaikat Gabriel mengumumkan kelahiran Yesus, ia menjelaskan bahwa anak ini adalah Penguasa yang dilantik Allah, Benih dari Daud. ”Pribadi ini akan menjadi besar dan akan disebut Putra Yang Mahatinggi,” kata Gabriel, ”dan Allah Yehuwa akan memberinya takhta Daud bapaknya, . . . dan kerajaannya tidak akan berakhir.”—Lukas 1:32, 33; Yesaya 9:5, 6; Daniel 7:13, 14.
13. Untuk menerima berkat Yehuwa, bagaimana kita harus menanggapi pengajaran-Nya?
13 Agar dapat menerima berkat Yehuwa, kita harus mengetahui dan bertindak selaras dengan pengajaran penting tentang Kerajaan Allah ini. Kita harus percaya bahwa Yesus datang dari surga, bahwa ia adalah Raja yang dilantik Allah—Benih raja yang akan mengawasi pemulihan Firdaus di bumi—dan bahwa ia akan membangkitkan orang-orang mati. (Lukas 23:42, 43; Yohanes 18:33-37) Di Kapernaum sewaktu Yesus berbicara tentang membangkitkan orang mati, seharusnya jelas bagi orang-orang Yahudi bahwa ia berbicara kebenaran. Ya, hanya beberapa minggu sebelumnya, barangkali di Kapernaum itu juga, ia telah membangkitkan anak perempuan berusia 12 tahun dari seorang petugas-ketua sinagoge! (Lukas 8:49-56) Tentu saja kita juga memiliki banyak alasan untuk percaya dan bertindak selaras dengan pengajaran Yehuwa yang menimbulkan harapan sehubungan dengan Kerajaan-Nya!
14, 15. (a) Seberapa penting Kerajaan Yehuwa bagi Yesus? (b) Apa yang kita butuhkan untuk memahami dan dapat menjelaskan tentang Kerajaan Yehuwa?
14 Yesus membaktikan kehidupannya di bumi untuk mengajarkan tentang Kerajaan Yehuwa. Ia menjadikan hal itu tema dari pelayanannya, dan ia bahkan mengajar para pengikutnya untuk mendoakannya. (Matius 6:9, 10; Lukas 4:43) Orang-orang Yahudi jasmani bakal menjadi ”putra-putra kerajaan”, tetapi karena kurangnya iman, kebanyakan dari mereka gagal memperoleh hak istimewa tersebut. (Matius 8:12; 21:43) Yesus menyingkapkan bahwa hanya suatu ”kawanan kecil” menerima hak istimewa untuk menjadi ”putra-putra kerajaan”. ”Putra-putra” ini menjadi ”sesama ahli waris bersama Kristus” di Kerajaan surgawinya.—Lukas 12:32; Matius 13:38; Roma 8:14-17; Yakobus 2:5.
15 Berapa banyak ahli waris kerajaan akan diambil Kristus ke surga untuk memerintah bersamanya atas bumi? Hanya 144.000, menurut Alkitab. (Yohanes 14:2, 3; 2 Timotius 2:12; Penyingkapan 5:10; 14:1-3; 20:4) Tetapi Yesus mengatakan bahwa ia memiliki ”domba-domba lain”, yang akan menjadi rakyat di bumi dari pemerintahan Kerajaan tersebut. Mereka akan menikmati kesehatan yang sempurna dan perdamaian selama-lamanya di bumi firdaus. (Yohanes 10:16; Mazmur 37:29; Penyingkapan 21:3, 4) Kita perlu memahami dan dapat menjelaskan pengajaran Yehuwa tentang Kerajaan ini.
16. Pengajaran penting apa dari Yehuwa yang perlu kita pelajari dan praktekkan?
16 Rasul Paulus mengidentifikasi pengajaran penting lain dari Yehuwa. Ia mengatakan, ”Kamu sendiri diajar Allah untuk saling mengasihi.” (1 Tesalonika 4:9) Untuk menyenangkan Yehuwa, kita perlu mempertunjukkan kasih demikian. ”Allah adalah kasih,” kata Alkitab, dan kita harus meniru teladan-Nya dalam memperlihatkan kasih. (1 Yohanes 4:8; Efesus 5:1, 2) Sayang sekali, kebanyakan orang secara menyedihkan telah gagal untuk belajar mengasihi sesama manusia mereka seperti yang diajarkan Allah agar kita lakukan. Bagaimana dengan kita? Apakah kita telah menanggapi pengajaran Yehuwa ini?
17. Sikap siapa yang hendaknya kita tiru?
17 Adalah penting agar kita menyambut semua pengajaran Yehuwa. Semoga sikap kita seperti sikap dari pemazmur Alkitab yang menulis, ”Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya [Yehuwa], tunjukkanlah itu kepadaku. Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku.” ”Ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku. Ajarkanlah kepadaku kebijaksanaan dan pengetahuan yang baik . . . Ajarkanlah hukum-hukum-Mu kepadaku.” (Mazmur 25:4, 5; 119:12, 66, 108) Jika perasaan saudara sama seperti perasaan dari pemazmur, saudara dapat berada di antara kumpulan besar yang diajar oleh Yehuwa.
Kumpulan Besar dari Orang-Orang yang Diajar
18. Apa yang nabi Yesaya nubuatkan akan terjadi di zaman kita?
18 Nabi Yesaya menubuatkan apa yang akan terjadi di zaman kita, ”Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah [Yehuwa] akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung . . . Dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: ’Mari, kita naik ke gunung [Yehuwa], ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya.’” (Yesaya 2:2, 3; Mikha 4:2) Siapakah orang-orang yang diajar oleh Yehuwa ini?
19. Siapa dewasa ini termasuk di antara orang-orang yang diajar oleh Yehuwa?
19 Mereka termasuk orang-orang lain selain orang-orang yang akan memerintah di surga bersama Kristus. Seperti yang ditulis sebelumnya, Yesus mengatakan bahwa ia memiliki ”domba-domba lain”—rakyat dari Kerajaan ini di bumi—sebagai tambahan kepada ”kawanan kecil” dari para ahli waris Kerajaan. (Yohanes 10:16; Lukas 12:32) ”Kumpulan besar”, yang selamat dari ”kesengsaraan besar”, adalah dari golongan domba-domba lain, dan mereka menikmati kedudukan yang diperkenan di hadapan Yehuwa atas dasar iman mereka akan darah Yesus yang dicurahkan. (Penyingkapan 7:9, 14) Bahkan meskipun domba-domba lain tidak secara langsung dimasukkan di antara ”putra-putra” yang disebutkan di Yesaya 54:13 (NW), mereka diberkati dengan diajar oleh Yehuwa. Oleh karena itu, mereka layak menyapa Allah sebagai ”Bapak” karena Ia, seolah-olah, akan menjadi Kakek mereka melalui ”Bapa yang Kekal”, Yesus Kristus.—Matius 6:9; Yesaya 9:5.
Bagaimana Yehuwa Mengajar
20. Dalam cara-cara apa Yehuwa mengajar?
20 Yehuwa mengajar dalam banyak cara. Misalnya, Ia berbuat demikian melalui pekerjaan penciptaan-Nya, yang membuktikan eksistensi-Nya dan juga hikmat-Nya yang besar. (Ayub 12:7-9; Mazmur 19:2, 3; Roma 1:20) Selain itu, Ia mengajar dengan komunikasi langsung, seperti yang Ia lakukan dalam mengajar pramanusia Yesus. Demikian pula, dalam tiga peristiwa yang dicatat, Ia berbicara langsung dari surga kepada orang-orang di bumi.—Matius 3:17; 17:5; Yohanes 12:28.
21. Malaikat apa yang khususnya Yehuwa gunakan sebagai wakil-Nya, namun bagaimana kita mengetahui bahwa malaikat-malaikat lain juga digunakan?
21 Yehuwa juga menggunakan wakil-wakil yaitu para malaikat untuk mengajar, termasuk Putra sulung-Nya, ”Firman”. (Yohanes 1:1-3) Meskipun Yehuwa bisa saja berbicara langsung kepada putra manusia yang sempurna, Adam, di taman Eden, kemungkinan Ia menggunakan pramanusia Yesus untuk berbicara bagi-Nya. (Kejadian 2:16, 17) Pribadi ini kemungkinan adalah ”Malaikat Allah, yang tadinya berjalan di depan tentara Israel” dan yang mengenai dia Yehuwa memerintahkan, ”Dengarkanlah perkataannya.” (Keluaran 14:19; 23:20, 21) Tidak heran pramanusia Yesus juga menjadi ”Panglima Balatentara [Yehuwa]” yang muncul di hadapan Yosua untuk menguatkan dia. (Yosua 5:14, 15) Yehuwa juga menggunakan malaikat-malaikat lain untuk menanamkan pengajaran-Nya, seperti yang Ia gunakan untuk menyampaikan Hukum kepada Musa.—Keluaran 20:1; Galatia 3:19; Ibrani 2:2, 3.
22. (a) Siapa di bumi yang Yehuwa gunakan untuk mengajar? (b) Apa cara-cara utama yang Yehuwa gunakan untuk mengajar umat manusia dewasa ini?
22 Selain itu, Allah Yehuwa menggunakan wakil-wakil manusia untuk mengajar. Orang-tua di Israel harus mengajar anak-anak mereka; nabi-nabi, para imam, pangeran, dan orang-orang Lewi mengajarkan Hukum Yehuwa kepada bangsa ini. (Ulangan 11:18-21; 1 Samuel 12:20-25; 2 Tawarikh 17:7-9) Yesus adalah Juru Bicara Allah yang utama di bumi. (Ibrani 1:1, 2) Yesus sering mengatakan bahwa apa yang ia ajarkan adalah tepat seperti yang ia pelajari dari Bapaknya, maka para pendengarnya, seolah-olah, sedang diajar oleh Yehuwa. (Yohanes 7:16; 8:28; 12:49; 14:9, 10) Yehuwa telah membuat perkataan-Nya dicatat, dan di zaman kita Ia mengajar umat manusia terutama melalui Alkitab yang terilham ini.—Roma 15:4; 2 Timotius 3:16.
23. Pertanyaan-pertanyaan apa yang akan dibahas di artikel berikut?
23 Kita sekarang hidup dalam masa yang penting, karena janji Alkitab bahwa ’pada hari-hari yang terakhir [masa kita hidup sekarang] banyak orang akan diajar jalan-jalan Yehuwa’. (Yesaya 2:2, 3) Bagaimana pengajaran ini disediakan? Apa yang harus kita lakukan untuk mendapat manfaat dari, serta juga ambil bagian dalam, program pengajaran yang agung dari Yehuwa yang kini sedang berlangsung? Kita akan membahas pertanyaan-pertanyaan tersebut dalam artikel berikut.
-
-
Diajar oleh Yehuwa Terus Sampai Hari IniMenara Pengawal—1995 | 1 Agustus
-
-
Diajar oleh Yehuwa Terus Sampai Hari Ini
”Tuhan ALLAH [”Yehuwa”, ”NW”] telah memberikan kepadaku lidah seorang murid [”orang-orang yang diajar”, ”NW”].”—YESAYA 50:4.
1, 2. (a) Untuk apa Yehuwa mempersiapkan murid favorit-Nya, dan apa hasilnya? (b) Bagaimana Yesus mengakui Sumber dari pengajarannya?
ALLAH YEHUWA berperan sebagai Guru sudah sejak Ia menjadi Bapak. Suatu ketika setelah ada yang memberontak di antara anak-anak-Nya, Ia mempersiapkan murid favorit-Nya, Anak Sulung-Nya, untuk suatu pelayanan di bumi. (Amsal 8:30) Yesaya pasal 50 secara nubuat memperkenalkan murid ini dengan mengatakan, ”Tuhan ALLAH [”Yehuwa”, NW] telah memberikan kepadaku lidah seorang murid [”orang-orang yang diajar”, NW], supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu [”lelah”, NW].” (Yesaya 50:4) Sebagai hasil menerapkan pengajaran Bapaknya sewaktu berada di bumi, Yesus menjadi sumber penyegaran kepada semua yang ”lelah dan mempunyai tanggungan berat”.—Matius 11:28-30.
2 Yesus melakukan banyak pekerjaan penuh kuasa selama abad pertama. Ia mencelikkan mata orang-orang buta dan bahkan membangkitkan orang-orang mati, namun ia terutama dikenal oleh orang-orang pada zamannya sebagai seorang guru. Para pengikutnya serta para penentangnya menyebutnya demikian. (Matius 8:19; 9:11; 12:38; 19:16; Yohanes 3:2) Yesus tidak pernah mencari pujian bagi dirinya atas apa yang ia telah ajarkan namun dengan rendah hati mengakui, ”Apa yang aku ajarkan bukanlah milikku, melainkan milik dia yang telah mengutus aku.” ”Tepat seperti yang telah diajarkan Bapak kepadaku aku berbicara hal-hal ini.”—Yohanes 7:16; 8:28; 12:49.
Hubungan Guru-Murid yang Ideal
3. Bagaimana nubuat Yesaya memperlihatkan minat Yehuwa terhadap orang-orang yang Ia ajar?
3 Seorang guru yang sangat baik memperlihatkan minat pribadi yang penuh perhatian dan kasih terhadap murid-muridnya. Yesaya pasal 50 menyingkapkan bahwa Allah Yehuwa memiliki minat semacam itu terhadap orang-orang yang Ia ajar. ”Setiap pagi”, nubuat ini menulis, ”Ia mempertajam pendengaranku [”membangunkan telingaku”, NW] untuk mendengar seperti seorang murid [”orang-orang yang diajar”, NW].” (Yesaya 50:4) Bahasanya di sini menyiratkan tentang seorang guru yang membangunkan murid-muridnya pada pagi-pagi buta untuk mengajar mereka. Mengomentari penerapan dari nubuat ini, seorang sarjana Alkitab menulis, ”Yang dimaksud ialah, bahwa sang Penebus adalah . . . seorang yang, secara kiasan, berada di sekolah Allah; dan yang akan memenuhi syarat untuk menanamkan pengajaran kepada orang-orang lain. . . . Sang Mesias sangat memenuhi syarat, melalui pengajaran Ilahi, untuk menjadi instruktur bagi umat manusia.”
4. Bagaimana Yesus menanggapi pengajaran Bapaknya?
4 Idealnya, murid-murid menanggapi pengajaran dari instruktur mereka. Bagaimana Yesus menanggapi pengajaran Bapaknya? Tanggapannya selaras dengan apa yang kita baca di Yesaya 50:5, ”Tuhan ALLAH [”Yehuwa”, NW] telah membuka telingaku, dan aku tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang.” Ya, Yesus sangat berminat untuk belajar. Ia senang dan sangat berhasrat untuk mendengarkan. Lebih daripada itu, ia bersedia melakukan apa pun yang Bapaknya minta darinya. Ia tidak bersikap memberontak; sebaliknya, ia mengatakan, ”Biarlah, bukan kehendakku, melainkan kehendakmu yang terjadi.”—Lukas 22:42.
5. (a) Apa yang memperlihatkan bahwa Yesus mengetahui jauh di muka tentang cobaan-cobaan yang akan ia derita di bumi? (b) Bagaimana nubuat di Yesaya 50:6 digenapi?
5 Nubuat ini menunjukkan bahwa sang Putra mengetahui konsekuensi yang bisa terjadi karena ia melakukan kehendak Allah. Hal ini diperlihatkan oleh apa yang dikatakan seorang yang diajar, ”Aku memberi punggungku kepada orang-orang yang memukul aku, dan pipiku kepada orang-orang yang mencabut janggutku. Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai dan diludahi.” (Yesaya 50:6) Seperti yang ditunjukkan oleh nubuat ini, Yesus diperlakukan dengan kejam di bumi. ”Mereka meludahi mukanya,” tulis rasul Matius. ”Yang lain-lain menampar mukanya.” (Matius 26:67) Hal ini terjadi di tangan para pemimpin agama pada malam Paskah tahun 33 M. Hari berikutnya Yesus memberikan punggungnya kepada orang-orang yang memukulnya, karena prajurit-prajurit Roma menyesahnya tanpa kenal belas kasihan sebelum menggantung dia pada tiang sampai mati.—Yohanes 19:1-3, 16-23.
6. Apa yang memperlihatkan bahwa Yesus tidak pernah kehilangan kepercayaan kepada Gurunya, dan bagaimana kepercayaannya mendapat imbalan?
6 Sang Putra, yang sebelumnya sudah mendapat pelajaran yang baik, tidak pernah hilang kepercayaan kepada Gurunya. Hal ini diperlihatkan oleh apa yang ia selanjutnya katakan menurut nubuat ini, ”Tuhan ALLAH [”Yehuwa”, NW] menolong aku; sebab itu aku tidak mendapat noda.” (Yesaya 50:7) Kepercayaan Yesus akan bantuan dari Gurunya mendapat imbalan yang limpah. Bapaknya meninggikan dia, memberkati dia dengan kedudukan yang tinggi di atas semua hamba Allah yang lain. (Filipi 2:5-11) Berkat-berkat mulia tersedia bagi kita jika kita dengan taat berpaut kepada pengajaran Yehuwa dan tidak ”berpaling ke belakang”. Mari kita lihat bagaimana pengajaran tersebut telah tersedia terus sampai ke zaman kita.
Suatu Program Pengajaran yang Meluas
7. Bagaimana Yehuwa telah menyampaikan pengajaran-Nya di bumi?
7 Seperti yang kita telah bahas sebelumnya, Yehuwa menggunakan Wakil-Nya di bumi, Yesus Kristus, untuk menjalankan pengajaran ilahi selama abad pertama. (Yohanes 16:27, 28) Yesus senantiasa menunjuk kepada Firman Allah sebagai wewenang bagi pengajarannya, menyediakan contoh bagi orang-orang yang ia ajar. (Matius 4:4, 7, 10; 21:13; 26:24, 31) Setelah itu, pengajaran Yehuwa terus disampaikan di bumi melalui pelayanan dari orang-orang yang telah diajar tersebut. Ingatlah bahwa Yesus memerintahkan mereka, ”Karena itu pergilah dan jadikanlah murid-murid dari orang-orang segala bangsa, . . . mengajar mereka untuk menjalankan semua perkara yang aku perintahkan kepadamu.” (Matius 28:19, 20) Sewaktu murid-murid dijadikan, mereka menjadi bagian dari ”rumah tangga Allah, . . . sidang jemaat dari Allah yang hidup”. (1 Timotius 3:15) Mereka juga dibentuk menjadi sidang-sidang tersendiri tempat mereka diajar oleh Yehuwa. (Kisah 14:23; 15:41; 16:5; 1 Korintus 11:16) Apakah pengajaran ilahi dengan cara itu berlangsung terus sampai zaman kita?
8. Bagaimana Yesus menunjukkan bahwa pekerjaan pemberitaan akan dipimpin di atas bumi sebelum akhir itu tiba?
8 Ya, memang demikian! Tiga hari sebelum kematiannya, Yesus menubuatkan bahwa sebelum akhir dari sistem ini, akan ada pekerjaan pengabaran yang besar. ”Kabar baik kerajaan ini akan diberitakan di seluruh bumi yang berpenduduk untuk suatu kesaksian kepada semua bangsa,” katanya, ”dan kemudian akhir itu akan datang.” Yesus selanjutnya menggambarkan sarana yang digunakan untuk memimpin program pengabaran dan pengajaran di seluas dunia ini. Ia berbicara tentang ”budak yang setia dan bijaksana” yang akan melayani sebagai suatu saluran, atau alat, untuk menyediakan makanan rohani bagi hamba-hamba-Nya. (Matius 24:14, 45-47) Allah Yehuwa telah menggunakan ”budak” ini untuk mengawasi kepentingan Kerajaan di seluas bumi.
9. Siapa yang membentuk budak yang setia dan bijaksana?
9 Dewasa ini, budak yang setia dan bijaksana terdiri dari kaum sisa dari para ahli waris Kerajaan. Mereka adalah orang-orang Kristen terurap, orang-orang yang masih berada di bumi dari 144.000, yang adalah ”milik Kristus” dan yang adalah bagian dari ”benih Abraham”. (Galatia 3:16, 29; Penyingkapan 14:1-3) Bagaimana saudara dapat mengidentifikasi budak yang setia dan bijaksana? Khususnya melalui pekerjaan yang mereka lakukan dan melalui ketaatan mereka yang sungguh-sungguh kepada Firman Allah, Alkitab.
10. Alat-alat apa telah digunakan oleh golongan budak untuk mempromosikan pengajaran Yehuwa?
10 Yehuwa menggunakan ”budak” ini sebagai sarana-Nya untuk mengajar orang-orang dewasa ini. Mereka dari golongan budak ini menerima nama Saksi-Saksi Yehuwa pada tahun 1931. Sejak saat itu jutaan telah bergabung dengan mereka dan telah menerima nama tersebut dan turut serta memberitakan Kerajaan Allah. Majalah ini, Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa, adalah alat utama yang digunakan oleh ”budak” ini dalam pekerjaan pengajaran. Akan tetapi, publikasi lain juga digunakan, termasuk buku, buku kecil, brosur, risalah, dan majalah Sedarlah!.
11. Sekolah-sekolah apa telah disponsori oleh ”budak”, dan apa tujuan yang dipenuhi oleh masing-masing sekolah ini?
11 Selain itu, ”budak” tersebut mensponsori berbagai sekolah. Ini termasuk Sekolah Alkitab Gilead Menara Pengawal, yang merupakan kursus lima bulan yang mempersiapkan para rohaniwan muda untuk dinas utusan injil di negeri-negeri lain, dan kursus Sekolah Pelatihan Pelayanan dua bulan, yang melatih para penatua dan pelayan sidang lajang untuk penugasan-penugasan teokratis khusus. Juga terdapat Sekolah Pelayanan Kerajaan, yang secara berkala melatih para penatua dan pelayan sidang Kristen mengenai tanggung jawab sidang mereka, dan Sekolah Dinas Perintis yang memperlengkapi para penginjil sepenuh waktu untuk menjadi lebih efektif dalam kegiatan pengabaran mereka.
12. Apa corak mingguan dari program pengajaran?
12 Corak lain dari program pengajaran ini adalah lima perhimpunan mingguan yang diadakan di lebih dari 75.500 sidang umat Yehuwa di seluas dunia. Apakah saudara mengambil manfaat sebanyak mungkin dari perhimpunan-perhimpunan ini? Dari sikap saudara yang penuh perhatian kepada instruksi yang diberikan, apakah saudara memperlihatkan bahwa saudara benar-benar percaya bahwa saudara, seolah-olah, berada di sekolah Allah? Apakah kemajuan rohani saudara membuatnya jelas kepada orang-orang lain bahwa saudara memiliki ”lidah seorang murid [”orang-orang yang diajar”, NW]?—Yesaya 50:4; 1 Timotius 4:15, 16.
Diajar Pada Perhimpunan-Perhimpunan Sidang
13. (a) Apa suatu cara penting yang Yehuwa gunakan untuk mengajar umat-Nya dewasa ini? (b) Bagaimana kita dapat memperlihatkan penghargaan kita terhadap Menara Pengawal?
13 Yehuwa khususnya mengajar umat-Nya melalui suatu pelajaran Alkitab mingguan, dengan menggunakan Menara Pengawal sebagai alat bantu pengajaran. Apakah saudara memandang perhimpunan ini sebagai tempat saudara dapat diajar oleh Yehuwa? Meskipun Yesaya 50:4 khususnya berlaku kepada Yesus, hal ini dapat juga berlaku kepada semua orang yang mengambil manfaat dari persediaan-persediaan Allah untuk menerima ”lidah orang-orang yang diajar” (NW). Satu cara saudara dapat memperlihatkan bahwa saudara menghargai Menara Pengawal adalah dengan membaca setiap terbitannya segera setelah saudara menerimanya. Kemudian, sewaktu Menara Pengawal dipelajari di perhimpunan, saudara dapat memperlihatkan penghargaan saudara kepada Yehuwa dengan hadir di sana dan juga dengan siap membuat pernyataan tentang harapan saudara di hadapan umum.—Ibrani 10:23.
14. (a) Mengapa memberi komentar di perhimpunan benar-benar hak istimewa yang penting? (b) Komentar macam apa dari anak-anak muda yang paling membina?
14 Apakah saudara menyadari bahwa melalui komentar-komentar saudara di perhimpunan, saudara dapat ambil bagian dalam program pengajaran yang agung dari Yehuwa? Tentu saja, memberi komentar di perhimpunan adalah cara yang penting agar kita dapat menggerakkan satu sama lain ”kepada kasih dan pekerjaan baik”. (Ibrani 10:24, 25) Apakah anak-anak dapat juga ambil bagian dalam program pengajaran ini? Ya, mereka dapat. Komentar-komentar yang tulus dari anak-anak muda sering kali menganjurkan orang-orang yang lebih tua. Kadang-kadang, orang-orang yang masih baru di perhimpunan kita, dimotivasi untuk memberi perhatian yang lebih serius kepada kebenaran Alkitab melalui komentar dari anak-anak. Beberapa anak muda membuat kebiasaan untuk membaca komentar-komentar langsung dari paragraf atau mengucapkannya kembali setelah seorang dewasa membisikkannya di telinga mereka. Akan tetapi, yang paling menganjurkan adalah bila komentar mereka dipersiapkan dengan baik. Cara memberi komentar demikian benar-benar membawa kehormatan kepada Instruktur Agung kita dan program pendidikan-Nya yang ditinggikan.—Yesaya 30:20, 21.
15. Apa yang dapat orang-tua lakukan untuk membantu anak-anak memberi komentar dengan lebih efektif?
15 Adalah suatu sukacita untuk melihat anak-anak ingin ambil bagian dalam memuji Allah kita. Yesus menghargai pernyataan pujian dari anak-anak muda. (Matius 21:15, 16) Seorang penatua Kristen mengatakan, ”Sewaktu saya masih kecil, saya ingin memberi komentar pada Pelajaran Menara Pengawal. Setelah membantu saya mempersiapkan sebuah komentar, ayah saya akan menyuruh saya melatih komentar tersebut sedikitnya tujuh kali.” Mungkin selama pelajaran Alkitab keluarga saudara, kalian orang-tua dapat membantu anak-anak saudara untuk mempersiapkan komentar dengan kata-kata mereka sendiri atas paragraf-paragraf yang sudah dipilih dari Menara Pengawal. Bantu mereka menghargai hak istimewa besar yang mereka miliki dalam berperan serta pada program pengajaran Yehuwa.
16. Apa yang telah menjadi manfaat dari Sekolah Pelayanan Teokratis, dan siapa yang boleh mendaftar di sekolah ini?
16 Pengajaran pada perhimpunan Kristen lainnya harus juga diberi perhatian yang serius, baik oleh orang-orang yang mendapat hak istimewa untuk menyampaikan keterangan maupun oleh orang-orang yang mendengarkan instruksi yang disampaikan. Kini selama lebih dari 50 tahun, Yehuwa telah menggunakan Sekolah Pelayanan Teokratis mingguan untuk melatih jutaan pria dan wanita untuk menyampaikan berita Kerajaan dengan lebih efektif. Orang-orang yang dengan aktif bergabung dengan sidang dapat mendaftar, termasuk orang-orang yang baru saja mulai menghadiri perhimpunan, asalkan mereka menempuh kehidupan yang selaras dengan prinsip-prinsip Kristen.
17. (a) Untuk tujuan khusus apa Perhimpunan Umum diadakan? (b) Hal-hal apa yang hendaknya diingat oleh seorang pembicara umum?
17 Suatu corak lain dari program pengajaran yang sudah berlangsung lama adalah Perhimpunan Umum. Seperti yang diperlihatkan oleh namanya, perhimpunan ini diadakan khususnya untuk memperkenalkan pengajaran dasar Alkitab kepada orang-orang non-Saksi. Oleh karena itu, orang yang memberikan khotbah perlu menyampaikan keterangannya sedemikian rupa sehingga dapat dimengerti oleh orang-orang yang mendengar berita ini untuk pertama kali. Ini berarti menjelaskan istilah-istilah seperti ”domba-domba lain”, ”saudara-saudara”, dan ”kaum sisa”, istilah-istilah yang mungkin tidak dipahami oleh orang-orang non-Saksi. Karena orang-orang yang menghadiri Perhimpunan Umum mungkin memiliki kepercayaan atau gaya hidup yang sangat berbeda dengan Alkitab—meskipun diterima oleh masyarakat dewasa ini—sang pembicara hendaknya selalu bijaksana dan tidak pernah mencemooh kepercayaan dan gaya hidup demikian.—Bandingkan 1 Korintus 9:19-23.
18. Perhimpunan sidang mingguan apa lagi diadakan, dan apa tujuan-tujuan yang dipenuhinya?
18 Pada Perhimpunan Buku Sidang, publikasi-publikasi yang dipersiapkan di bawah pengarahan dari budak yang setia dan bijaksana dipelajari setiap minggu bersama dengan Alkitab. Buku Wahyu—Klimaksnya yang Menakjubkan Sudah Dekat! adalah buku yang sekarang ini sedang dipelajari di banyak negeri. Perhimpunan Dinas dirancang untuk memperlengkapi umat Yehuwa agar mempunyai bagian sepenuhnya dalam memberitakan kabar baik Kerajaan dan menjadikan murid.—Matius 28:19, 20; Markus 13:10.
Diajar di Perhimpunan-Perhimpunan yang Lebih Besar
19. Pertemuan-pertemuan yang lebih besar apa diselenggarakan oleh ”budak” setiap tahun?
19 Selama lebih dari seratus tahun, ”budak yang setia” telah menyelenggarakan kebaktian-kebaktian untuk pengajaran dan anjuran istimewa bagi orang-orang Kristen sejati. Tiga perhimpunan yang lebih besar semacam itu kini diadakan setiap tahun. Ada kebaktian satu hari yang dihadiri oleh sekelompok sidang yang membentuk satu wilayah. Selama tahun itu, setiap wilayah juga mengadakan pertemuan selama dua hari yang disebut kebaktian wilayah. Selain itu, ada sebuah pertemuan yang disebut kebaktian distrik, yang dihadiri oleh sejumlah wilayah. Secara berkala terdapat kebaktian-kebaktian internasional. Pertemuan-pertemuan yang besar yang dihadiri oleh para tamu Saksi-Saksi dari banyak negeri ini benar-benar menjadi penguat iman bagi umat Yehuwa!—Bandingkan Ulangan 16:16.
20. Apa yang secara konsisten ditekankan di pertemuan-pertemuan yang lebih besar dari Saksi-Saksi Yehuwa?
20 Pada tahun 1922, ketika kira-kira 10.000 orang berkumpul di Cedar Point, Ohio, AS, delegasi-delegasi merasa tergugah oleh anjuran dari pembicara, ”Inilah hari yang paling penting. Lihat sang Raja memerintah! Kalian adalah pemberita-pemberitanya. Karena itu umumkan, umumkan, umumkan, Raja dan kerajaannya.” Kebaktian besar demikian telah secara konsisten menekankan pekerjaan pengabaran. Misalnya, pada kebaktian internasional di New York City pada tahun 1953, pengumuman disampaikan tentang dibentuknya program pelatihan dari rumah ke rumah di semua sidang. Pelaksanaannya memiliki pengaruh yang sangat positif atas pengabaran Kerajaan di banyak negeri.
Diajar Oleh Yehuwa untuk Mengajar
21. Hak istimewa apa yang ingin kita terima dan tidak sampai gagal mencapai tujuannya?
21 Tentu saja, Yehuwa memiliki program pengajaran yang menakjubkan di bumi dewasa ini! Semua orang yang mengambil manfaat darinya dapat diajar oleh Allah, ya, dapat berada di antara orang-orang yang diberi ”lidah orang-orang yang diajar” (NW). Sungguh suatu hak istimewa untuk, seolah-olah, berada di sekolah Allah! Namun, sewaktu menerima hak istimewa ini, kita jangan sampai gagal mencapai tujuannya. Yehuwa mengajar Yesus sehingga ia dapat mengajar orang-orang lain, dan Yesus mengajar para muridnya sehingga mereka dapat melakukan pekerjaan yang sama seperti yang ia lakukan namun dalam skala yang bahkan lebih besar. Demikian pula, kita sedang dilatih dalam program pengajaran Yehuwa yang besar dengan tujuan mengajar orang-orang lain.—Yohanes 6:45; 14:12; 2 Korintus 5:20, 21; 6:1; 2 Timotius 2:2.
22. (a) Problem apa yang dimiliki Musa dan Yeremia, namun bagaimana hal ini diatasi? (b) Jaminan apa yang dapat kita miliki bahwa Allah akan memastikan agar pemberitaan Kerajaan akan terlaksana?
22 Apakah saudara mengatakan, seperti halnya Musa, ”Aku ini tidak pandai bicara”, atau seperti Yeremia, ”Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara”? Yehuwa akan membantu saudara sebagaimana Ia telah membantu mereka. ”Aku akan menyertai lidahmu,” Ia memberi tahu Musa. Dan kepada Yeremia Ia mengatakan, ”Janganlah takut . . . Aku menyertai engkau.” (Keluaran 4:10-12; Yeremia 1:6-8) Sewaktu para pemimpin agama ingin membungkamkan murid-muridnya, Yesus mengatakan, ”Jika mereka tetap diam, batu-batu ini yang akan berteriak.” (Lukas 19:40) Namun batu-batu itu tidak perlu berteriak pada saat itu, dan sekarang juga tidak perlu karena Yehuwa menggunakan lidah dari orang-orang yang Ia ajar untuk menyampaikan berita Kerajaan-Nya.
-