-
Pengajaran Ilahi BerkemenanganMenara Pengawal—1994 | 1 Februari
-
-
Pengajaran Ilahi Berkemenangan
”Matamu akan terus melihat Dia [”Instruktur Yang Agung”, ”NW”], dan telingamu akan mendengar perkataan ini dari belakangmu: ’Inilah jalan, berjalanlah mengikutinya.’”—YESAYA 30:20, 21.
1. Mengapa instruksi Yehuwa dengan tepat dapat disebut pengajaran ilahi?
ALLAH YEHUWA adalah Sumber pengajaran terbaik bagi siapa pun. Jika kita mendengarkan pada waktu Ia berbicara, khususnya melalui Firman-Nya yang Suci, Ia akan menjadi Instruktur Agung kita. (Yesaya 30:20, NW) Teks Alkitab Ibrani juga menyebut Dia ”Pribadi Ilahi”. (Mazmur 50:1, NW) Dengan demikian, instruksi Yehuwa adalah pengajaran ilahi.
2. Dalam arti apa terbukti benar bahwa Allah sajalah yang berhikmat?
2 Dunia membanggakan banyak lembaga pendidikannya, namun tak satu pun dari antaranya menyampaikan pengajaran ilahi. Ya, segala hikmat duniawi yang dihimpun selama berabad-abad hanya kecil saja bila dibandingkan dengan instruksi ilahi yang didasarkan atas hikmat Yehuwa yang tiada batasnya. Roma 16:27 mengatakan bahwa Allah sajalah yang berhikmat, dan hal ini benar dalam arti bahwa hanya Yehuwa yang memiliki hikmat yang mutlak.
3. Mengapa Yesus Kristus adalah guru terbesar yang pernah hidup di bumi?
3 Putra Allah, Yesus Kristus, adalah teladan sempurna dari hikmat dan adalah guru terbesar yang pernah hidup di bumi. Tidak mengherankan! Selama berabad-abad, Yehuwa telah menjadi Gurunya di surga. Kenyataannya, pengajaran ilahi dimulai ketika Allah mulai memberi instruksi kepada ciptaan-Nya yang pertama, Putra tunggal-Nya. Karena itu, Yesus dapat berkata, ”Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepadaKu.” (Yohanes 8:28; Amsal 8:22, 30) Kata-kata Kristus sendiri yang tercatat dalam Alkitab banyak menambah pengetahuan kita berkenaan pengajaran ilahi. Dengan mengajarkan apa yang Yesus ajarkan, orang-orang Kristen terurap menaati Instruktur Agung mereka, yang kehendak-Nya adalah agar ”pelbagai ragam hikmat Allah” disebarluaskan melalui sidang.—Efesus 3:10, 11; 5:1; Lukas 6:40.
Pencarian akan Hikmat
4. Apa yang dapat dikatakan tentang kapasitas otak?
4 Memperoleh hikmat yang dihasilkan pengajaran ilahi menuntut upaya yang sungguh-sungguh untuk menggunakan kesanggupan berpikir kita yang diberikan Allah. Hal ini dimungkinkan karena otak manusia memiliki potensi yang luar biasa. Buku The Incredible Machine mengatakan, ”Bahkan komputer paling canggih yang dapat kita bayangkan masih sederhana dibanding dengan rumitnya dan lentuknya otak manusia yang hampir tiada batasnya—sifat-sifat yang dimungkinkan oleh sistem isyarat-isyarat elektrokimia yang telah dikalibrasi dan rumit. . . . Jutaan isyarat yang setiap saat melintas dalam otak membawa luar biasa banyak keterangan. Mereka membawa berita tentang lingkungan di dalam dan di luar tubuh saudara: tentang kejang otot di jari kaki saudara, atau aroma kopi, atau komentar yang lucu dari seorang teman. Seraya isyarat-isyarat lain memproses dan menganalisis keterangan, mereka menghasilkan emosi, kenangan, buah pikiran, atau rencana-rencana tertentu yang membawa kepada suatu keputusan. Hampir dalam sekejap, isyarat-isyarat dari otak memberi tahu bagian-bagian lain dari tubuh saudara apa yang harus dilakukan: menggerak-gerakkan jari kaki saudara, meminum kopi, tertawa, atau mungkin menimpali dengan jawaban yang jenaka. Sementara itu tanpa saudara sadari otak juga memantau pernapasan saudara, susunan kimia dalam darah, suhu, dan proses-proses penting lain. Ia mengirimkan perintah yang menjaga tubuh saudara tetap seimbang dan bekerja dengan lancar meskipun lingkungan di sekitar saudara terus berubah. Ia juga mempersiapkan kebutuhan mendatang.”—Halaman 326.
5. Menurut makna Alkitab, apakah hikmat itu?
5 Meskipun otak manusia tak diragukan lagi memiliki kapasitas yang menakjubkan, bagaimana kita dapat menggunakan pikiran dengan cara terbaik? Bukan dengan menyibukkan diri semata-mata dengan penelitian yang melelahkan dalam bidang bahasa, sejarah, sains, atau perbandingan agama. Kita hendaknya menggunakan kesanggupan berpikir terutama untuk menerima pengajaran ilahi. Hanya itu saja yang menghasilkan hikmat yang sesungguhnya. Tetapi, apakah hikmat yang sejati itu? Dalam makna Alkitab, hikmat menandaskan penilaian yang masuk akal yang didasarkan atas pengetahuan yang saksama dan pengertian yang sesungguhnya. Hikmat memungkinkan kita menggunakan pengetahuan dan pengertian dengan sukses untuk memecahkan masalah, untuk menghindari atau mencegah bahaya, untuk membantu orang-orang lain, dan untuk mencapai tujuan. Menarik sekali, Alkitab mempertentangkan hikmat dengan sifat bebal dan kebodohan—perangai-perangai yang pasti ingin kita hindari.—Ulangan 32:6; Amsal 11:29; Pengkhotbah 6:8.
Buku Pelajaran yang Agung dari Yehuwa
6. Jika kita ingin memperlihatkan hikmat sejati, apa yang hendaknya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya?
6 Ada banyak hikmat duniawi di sekeliling kita. (1 Korintus 3:18, 19) Ya, dunia ini penuh dengan sekolah dan perpustakaan yang berisi jutaan buku! Banyak di antaranya adalah buku pelajaran yang memberikan pengajaran mengenai bahasa, matematika, sains, dan bidang-bidang ilmu lainnya. Namun, Instruktur Agung telah menyediakan buku pelajaran yang mengungguli semua buku lainnya—Firman-Nya yang terilham, Alkitab. (2 Timotius 3:16, 17) Buku itu akurat bukan saja bila menyinggung pokok-pokok seperti sejarah, geografi, dan botani melainkan juga bila meramalkan masa depan. Lagi pula, buku itu membantu kita menempuh kehidupan yang paling berbahagia dan paling produktif sekarang ini juga. Tentu saja, sebagaimana siswa-siswa di sekolah duniawi perlu menggunakan buku-buku mereka, kita pun harus mengenal baik Buku Pelajaran yang agung dari Allah jika kita ingin memperlihatkan hikmat sejati sebagai orang-orang yang ”diajar oleh Allah [”Yehuwa”, NW]”.—Yohanes 6:45.
7. Mengapa saudara akan mengatakan bahwa pengenalan intelektual akan isi Alkitab tidak cukup?
7 Namun, pengenalan intelektual akan Alkitab tidak sama dengan hikmat sejati dan penerapan pengajaran ilahi. Sebagai gambaran: Pada abad ke-17 M, seorang pria Katolik bernama Cornelius van der Steen berupaya menjadi seorang Yesuit namun ditolak karena tubuhnya terlalu pendek. Manfred Barthel berkata dalam bukunya The Jesuits—History & Legend of the Society of Jesus, ”Komite memberi tahu van der Steen bahwa mereka bersedia mengabaikan persyaratan tinggi badan, namun hanya dengan syarat bahwa ia harus belajar menghafalkan seluruh isi Alkitab. Kisahnya tidak ada gunanya untuk diceritakan seandainya van der Steen ternyata tidak memenuhi permohonan yang agak lancang ini.” Betapa besar upaya yang dikerahkannya untuk menghafal seluruh Alkitab! Akan tetapi, pasti jauh lebih penting untuk memahami Firman Allah daripada sekadar menghafalnya.
8. Apa yang akan membantu kita dalam mengambil manfaat dari pengajaran ilahi dan memperlihatkan hikmat sejati?
8 Jika kita ingin mengambil manfaat sepenuhnya dari pengajaran ilahi dan memperlihatkan hikmat sejati, kita membutuhkan pengetahuan yang saksama dari Alkitab. Kita juga harus dibimbing oleh roh kudus, atau tenaga aktif Yehuwa. Ini akan memungkinkan kita mempelajari kebenaran yang dalam, ”hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah”. (1 Korintus 2:10) Oleh karena itu, marilah kita dengan rajin mempelajari Buku Pelajaran yang agung dari Yehuwa dan berdoa memohon bimbingan-Nya melalui roh kudus. Selaras Amsal 2:1-6, marilah kita memberi perhatian kepada hikmat, mencenderungkan hati kita kepada pemahaman, dan berseru meminta pengertian. Kita perlu melakukan ini seolah-olah kita sedang mencari harta tersembunyi, sebab hanya dengan cara demikian kita akan ”memperoleh pengertian tentang takut akan [Yehuwa] dan mendapat pengenalan akan Allah”. Mempertimbangkan beberapa kemenangan dan manfaat pengajaran ilahi akan meningkatkan penghargaan kita atas hikmat yang diberikan Allah.
Pengertian yang Progresif
9, 10. Apa yang Allah katakan sebagaimana dicatat di Kejadian 3:15, dan apa pengertian yang tepat dari kata-kata tersebut?
9 Pengajaran ilahi berkemenangan karena menyampaikan kepada umat Yehuwa pengertian yang progresif akan Firman Allah. Misalnya, kita telah belajar bahwa Setan si Iblislah yang berbicara melalui seekor ular di Eden dan dengan palsu menuduh Allah berdusta sewaktu Ia menyatakan bahwa kematian akan menjadi hukuman akibat memakan buah terlarang. Meskipun demikian, kita melihat bahwa ketidaktaatan kepada Allah Yehuwa memang mendatangkan kematian ke atas seluruh umat manusia. (Kejadian 3:1-6; Roma 5:12) Namun, Allah memberikan harapan kepada umat manusia sewaktu Ia mengatakan kepada ular, dengan demikian kepada Setan, ”Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu [”benihmu”, NW] dan keturunannya [”benihnya”, NW]; keturunannya [”benihnya”, NW] akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.”—Kejadian 3:15.
10 Kata-kata tersebut mengandung suatu rahasia yang telah disingkapkan secara progresif melalui pengajaran ilahi. Yehuwa telah mengajar umat-Nya bahwa tema Alkitab yang paling utama adalah pembenaran kedaulatan-Nya dengan perantaraan Benih, seorang keturunan Abraham dan Daud yang memiliki hak yang sah atas pemerintahan Kerajaan. (Kejadian 22:15-18; 2 Samuel 7:12, 13; Yehezkiel 21:25-27) Instruktur Agung kita telah mengajarkan kepada kita bahwa Yesus Kristus adalah Benih utama dari ”perempuan” itu, organisasi universal Allah. (Galatia 3:16) Meskipun Setan mendatangkan berbagai ujian ke atasnya, Yesus memelihara integritas—bahkan sampai mati, diremukkannya tumit sang Benih. Kita juga telah belajar bahwa 144.000 rekan pewaris Kerajaan dari antara umat manusia akan turut bersama Kristus dalam meremukkan kepala Setan, ”si ular tua”. (Wahyu 14:1-4; 20:2; Roma 16:20; Galatia 3:29; Efesus 3:4-6) Betapa kita hargai pengetahuan demikian dari Firman Allah!
Kepada Terang Allah yang Ajaib
11. Mengapa dapat dikatakan bahwa pengajaran ilahi berkemenangan karena membawa orang-orang kepada terang rohani?
11 Pengajaran ilahi berkemenangan karena membawa orang-orang kepada terang rohani. Orang-orang Kristen terurap telah memiliki pengalaman tersebut sebagai penggenapan 1 Petrus 2:9, ”Kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terangNya yang ajaib.” Dewasa ini, terang pemberian Allah juga dinikmati oleh ”suatu kumpulan besar” yang akan hidup kekal di bumi firdaus. (Wahyu 7:9; Lukas 23:43) Seraya Allah mengajar umat-Nya, Amsal 4:18 terbukti benar, ”Jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari.” Proses belajar yang progresif ini memurnikan pengertian kita akan pengajaran ilahi, sebagaimana siswa-siswa membuat kemajuan karena bantuan yang bagus dari sang guru seraya mereka mempelajari tata bahasa, sejarah, atau mata pelajaran lainnya.
12, 13. Terhadap doktrin-doktrin berbahaya apa pengajaran ilahi telah melindungi umat Yehuwa?
12 Kemenangan lain dari pengajaran ilahi adalah bahwa ia melindungi si penerimanya yang rendah hati dari ”ajaran setan-setan”. (1 Timotius 4:1) Di lain pihak, lihatlah Susunan Kristen! Pada tahun 1878, uskup Katolik Roma John Henry Newman menulis, ”Maka dengan yakin akan kuasa kekristenan untuk menolak penularan kejahatan, dan untuk mengubah alat dan embel-embel yang berhubungan dengan penyembahan kepada setan menjadi alat untuk penginjilan, . . . para penguasa Gereja masa awal telah siap sedia, andaikan timbul kesempatan, untuk mengadopsi, atau meniru, atau mengesahkan upacara dan tradisi yang ada di masyarakat, maupun filsafat dari golongan berpendidikan.” Newman menambahkan bahwa perkara-perkara seperti air suci, jubah kependetaan, dan patung-patung ”semuanya memiliki asal-usul kafir, dan disucikan dengan diadopsinya hal-hal itu ke dalam Gereja”. Umat Allah benar-benar bersyukur bahwa pengajaran ilahi melindungi mereka terhadap kemurtadan demikian. Pengajaran ilahi unggul atas segala bentuk demonisme.—Kisah 19:20.
13 Pengajaran ilahi berkemenangan atas kekeliruan religius dalam segala hal. Sebagai orang-orang yang diajar Allah, misalnya, kita tidak percaya akan Tritunggal melainkan mengakui bahwa Yehuwa adalah Yang Maha Tinggi, Yesus adalah Putra-Nya, dan roh kudus adalah tenaga aktif Allah. Kita tidak takut api neraka, karena kita menyadari bahwa neraka menurut Alkitab adalah kuburan umum umat manusia. Dan sementara para penganut agama palsu mengatakan bahwa jiwa manusia tidak berkematian, kita tahu bahwa orang mati sama sekali tidak tahu apa-apa. Dan masih banyak lagi kebenaran yang diperoleh dari pengajaran ilahi. Sungguh suatu berkat untuk bebas dari belenggu rohani Babilon Besar, imperium agama palsu sedunia!—Yohanes 8:31, 32; Wahyu 18:2, 4, 5.
14. Mengapa hamba-hamba Allah dapat terus berjalan dalam terang rohani?
14 Karena pengajaran ilahi berkemenangan atas kekeliruan agama, hal ini memungkinkan hamba-hamba Allah berjalan dalam terang rohani. Sebenarnya, mereka mendengar perkataan di belakang mereka, ”Inilah jalan, berjalanlah mengikutinya”. (Yesaya 30:21) Pengajaran Allah juga melindungi hamba-hamba-Nya dari penalaran yang salah. Sewaktu ”rasul-rasul palsu” menimbulkan masalah dalam sidang di Korintus, rasul Paulus menulis, ”Senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng. Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus.” (2 Korintus 10:4, 5; 11:13-15) Penalaran yang bertentangan dengan pengajaran ilahi dikalahkan oleh pengajaran yang diberikan dengan kelembutan di sidang dan melalui pemberitaan kabar baik kepada orang-orang luar.—2 Timotius 2:24-26.
Menyembah dalam Roh dan Kebenaran
15, 16. Apa artinya menyembah Yehuwa dalam roh dan kebenaran?
15 Seraya pekerjaan pemberitaan Kerajaan terus maju, pengajaran ilahi berkemenangan dalam menunjukkan kepada orang-orang yang rendah hati caranya menyembah Allah ”dalam roh dan kebenaran”. Di sumur Yakub dekat kota Sikhar, Yesus memberi tahu seorang wanita Samaria bahwa ia dapat menyediakan air yang memberikan kehidupan kekal. Ia menambahkan, mengacu kepada orang-orang Samaria, ”Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, . . . Saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.” (Yohanes 4:7-15, 21-23) Yesus kemudian memperkenalkan dirinya sendiri sebagai Mesias.
16 Namun bagaimana kita dapat menyembah Allah dalam roh? Dengan mempersembahkan ibadat yang murni dari hati yang penuh syukur, yang dipenuhi kasih akan Allah berdasarkan pengetahuan yang saksama akan Firman-Nya. Kita dapat menyembah Dia dalam kebenaran dengan menolak kepalsuan agama dan dengan melakukan kehendak ilahi, sebagaimana disingkapkan dalam Buku Pelajaran yang agung dari Yehuwa.
Berkemenangan atas Cobaan-Cobaan dan Dunia
17. Bagaimana saudara dapat membuktikan bahwa pengajaran ilahi telah membantu hamba-hamba Yehuwa dalam menghadapi cobaan-cobaan?
17 Sewaktu umat Allah menghadapi cobaan, pengajaran ilahi berulang kali berkemenangan. Pertimbangkan hal ini: Pada permulaan Perang Dunia II, pada bulan September 1939, hamba-hamba Yehuwa membutuhkan pemahaman khusus akan Buku Pelajaran yang agung ini. Salah satu bantuan yang besar adalah artikel dalam The Watchtower, 1 November 1939, yang dengan jelas menyajikan pengajaran ilahi berkenaan masalah kenetralan Kristen. (Yohanes 17:16) Serupa dengan itu, pada awal tahun 1960-an, artikel-artikel Menara Pengawal berkenaan ketundukan yang relatif kepada kalangan berwenang ”yang lebih tinggi” dalam pemerintah membantu umat Allah untuk mematuhi pengajaran ilahi dalam menghadapi pergolakan sosial.—Roma 13:1-7; Kisah 5:29.
18. Bagaimana orang-orang yang mengaku Kristen pada abad kedua dan ketiga M memandang hiburan yang merendahkan moral, dan dewasa ini, bantuan apa diberikan pengajaran ilahi dalam hal itu?
18 Pengajaran ilahi membantu kita menang atas godaan, seperti godaan untuk mencari hiburan yang merendahkan moral. Perhatikan apa yang dikatakan oleh orang-orang yang mengaku Kristen pada abad kedua dan ketiga Tarikh Masehi. Tertullian menulis, ”Kami tidak mengambil bagian apa-apa, dalam membicarakan, melihat, maupun mendengar, sirkus yang gila-gilaan, teater yang tidak tahu malu, arena yang biadab.” Seorang penulis lain pada masa tersebut mengajukan pertanyaan, ”Apa yang dilakukan seorang Kristen yang setia berkenaan perkara-perkara semacam ini, mengingat ia bahkan tidak boleh memikirkan kejahatan? Mengapa ia mencari kesenangan dalam perwujudan nafsu rendah?” Meskipun penulis-penulis ini hidup beberapa tahun sesudah umat Kristen abad pertama, mereka mengutuk hiburan yang merendahkan moral. Dewasa ini, pengajaran ilahi memberi kita hikmat untuk menjauhkan diri dari hiburan yang cabul, amoral, dan menonjolkan kekerasan.
19. Bagaimana pengajaran ilahi membantu kita berkemenangan atas dunia ini?
19 Mematuhi pengajaran ilahi memungkinkan kita menang atas dunia itu sendiri. Ya, menerapkan pengajaran dari Instruktur Agung kita membuat kita berkemenangan atas pengaruh-pengaruh jahat dari dunia ini yang berada di bawah kuasa Setan. (2 Korintus 4:4; 1 Yohanes 5:19) Efesus 2:1-3 mengatakan bahwa Allah telah menghidupkan kita meskipun kita dahulu mati dalam pelanggaran dan dosa tatkala kita berjalan mengikuti penguasa yang berwenang di angkasa. Kita bersyukur kepada Yehuwa bahwa pengajaran ilahi membantu kita berkemenangan atas keinginan-keinginan duniawi dan atas semangat yang berasal dari musuh-Nya dan musuh kita—penyesat utama, Setan si Iblis!
20. Pertanyaan-pertanyaan apa patut dipertimbangkan lebih lanjut?
20 Maka, jelaslah, pengajaran ilahi berkemenangan dalam banyak segi. Sebenarnya, tampaknya mustahil untuk menyebutkan semua kemenangannya. Pengajaran ilahi mempengaruhi orang-orang di seluruh dunia. Namun apakah hal itu bermanfaat bagi saudara? Bagaimana pengajaran ilahi mempengaruhi kehidupan saudara?
-
-
Nikmatilah Manfaat Pengajaran IlahiMenara Pengawal—1994 | 1 Februari
-
-
Nikmatilah Manfaat Pengajaran Ilahi
”Akulah [Yehuwa], Allahmu, yang mengajar engkau tentang apa yang memberi faedah.”—YESAYA 48:17.
1. Bagaimana keadaan kita dicukupi jika kita menerapkan pengajaran ilahi dalam kehidupan kita?
ALLAH YEHUWA mengetahui apa yang paling baik. Tidak seorang pun dapat menandingi Dia dalam pikiran, perkataan, atau tindakan. Sebagai Pencipta kita, Ia tanggap akan kebutuhan-kebutuhan kita dan menyediakannya dengan limpah. Ia pasti tahu cara mengajar kita. Dan jika kita menerapkan pengajaran ilahi, kita sendiri akan mendapat manfaat dan menikmati kebahagiaan sejati.
2, 3. (a) Bagaimana umat Allah di zaman dahulu mendapat manfaat seandainya mereka menaati perintah-perintah-Nya? (b) Apa yang akan terjadi jika kita menerapkan pengajaran ilahi dalam kehidupan kita dewasa ini?
2 Pengajaran ilahi menyingkapkan keinginan yang sungguh-sungguh dari Allah agar hamba-hamba-Nya terhindar dari malapetaka dan menikmati kehidupan dengan menaati hukum dan prinsip-Nya. Seandainya umat Yehuwa di zaman dahulu mendengarkan Dia, mereka pasti telah menikmati berkat yang limpah, karena Ia telah memberitahukan mereka, ”Akulah [Yehuwa], Allahmu, yang mengajar engkau tentang apa yang memberi faedah, yang menuntun engkau di jalan yang harus kautempuh. Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintahKu, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu [”keadilbenaranmu”, NW] akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti.”—Yesaya 48:17, 18.
3 Umat Allah di zaman dahulu pasti telah memperoleh manfaat seandainya mereka memperhatikan perintah dan instruksi-Nya. Sebaliknya daripada mengalami kehancuran di tangan orang-orang Babilon, mereka pasti telah menikmati kedamaian dan kemakmuran seperti sungai yang penuh, dalam, dan tidak pernah berhenti. Selain itu, perbuatan mereka yang adil-benar pasti telah tidak terhitung seperti gelombang-gelombang laut. Demikian pula, jika kita menerapkan pengajaran ilahi dalam kehidupan kita, kita dapat menikmati banyak sekali manfaat. Apa beberapa di antaranya?
Pengajaran Itu Mengubah Kehidupan
4. Bagaimana pengajaran ilahi telah mempengaruhi kehidupan banyak orang?
4 Pengajaran ilahi telah memberi manfaat kepada banyak orang dengan mengubah kehidupan mereka menjadi lebih baik. Orang-orang yang menerapkan instruksi Yehuwa meninggalkan ”perbuatan daging”, seperti tingkah laku yang tidak senonoh, penyembahan berhala, spiritisme, perselisihan, dan iri hati. Sebaliknya, mereka memperlihatkan buah-buah roh yaitu kasih, sukacita, kedamaian, panjang sabar, kebaikan hati, kebaikan, iman, kelemahlembutan, dan pengendalian diri. (Galatia 5:19-26, NW) Mereka juga mengindahkan nasihat di Efesus 4:17-24, yang didalamnya Paulus mendesak rekan-rekan seimannya untuk tidak berjalan menurut cara bangsa-bangsa, dengan pikiran mereka yang sia-sia dan dalam kegelapan mental, terasing dari kehidupan yang menjadi milik Allah. Karena tidak dibimbing oleh hati yang tidak peka, orang-orang yang meniru Kristus ’menyingkirkan kepribadian lama sesuai dengan haluan tingkah laku yang lama dan dijadikan baru dalam kekuatan yang menggerakkan pikiran mereka’. Mereka ’mengenakan kepribadian baru yang dirancang sesuai kehendak Allah dalam keadilbenaran dan loyalitas sejati’.
5. Bagaimana pengajaran ilahi mempengaruhi cara orang berjalan?
5 Manfaat bagus dari menerapkan pengajaran ilahi adalah bahwa hal itu menunjukkan kepada kita cara berjalan dengan Allah. Jika kita berjalan dengan Yehuwa, sebagaimana halnya Nuh, kita mengikuti haluan hidup yang digariskan oleh Instruktur Agung kita. (Kejadian 6:9; Yesaya 30:20, 21) Orang-orang dari bangsa-bangsa ’berjalan dalam pikiran mereka yang sia-sia’, sebagaimana dikatakan rasul Paulus. Dan betapa sia-sianya tulisan dari pikiran orang-orang semacam itu! Sewaktu memperhatikan tulisan di sebuah tembok di Pompeii, seorang pengamat menulis, ”Betapa mengherankan, duhai tembok, bahwa engkau masih belum runtuh karena sarat dengan begitu banyaknya tulisan omong kosong.” Namun tidak ada omong kosong dalam ”ajaran Tuhan [”Yehuwa”, NW]” dan pekerjaan pengabaran Kerajaan yang dimungkinkannya. (Kisah 13:12) Melalui pekerjaan itu, orang-orang yang mengasihi kebenaran dibantu untuk menggunakan akal sehat. Mereka diajar bagaimana caranya berhenti berjalan dalam haluan yang berdosa, karena tidak mengetahui maksud-tujuan Allah. Mereka tidak lagi berada dalam kegelapan secara mental, mereka pun tidak dimotivasi oleh hati yang tidak peka yang mengejar tujuan-tujuan yang sia-sia.
6. Apa hubungan antara ketaatan kita kepada pengajaran Yehuwa deng an kebahagiaan kita?
6 Pengajaran ilahi juga memberi manfaat kepada kita dalam hal membuat kita mengenal Yehuwa dan cara Ia berurusan. Pengetahuan demikian mendekatkan kita dengan Allah, meningkatkan kasih kita kepada-Nya dan menambah keinginan kita untuk menaati Dia. Kata 1 Yohanes 5:3, ”Inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintahNya. Perintah-perintahNya itu tidak berat.” Kita juga menuruti perintah Yesus karena kita tahu bahwa pengajarannya berasal dari Allah. (Yohanes 7:16-18) Ketaatan demikian melindungi kita dari bahaya rohani dan menambah kebahagiaan kita.
Tujuan yang Sejati dalam Kehidupan
7, 8. (a) Bagaimana hendaknya kita memahami Mazmur 90:12? (b) Bagaimana kita beroleh hati yang bijaksana?
7 Pengajaran dari Yehuwa bermanfaat karena menunjukkan kepada kita bagaimana menggunakan kehidupan kita dengan cara yang bertujuan. Sebenarnya, pengajaran ilahi menunjukkan kepada kita bagaimana menghitung hari-hari dengan cara yang istimewa. Masa hidup seseorang yaitu 70 tahun sama dengan sekitar 25.550 hari. Orang yang berusia 50 tahun telah menggunakan 18.250 dari jumlah tersebut, dan 7.300 hari yang masih tersisa yang ia harapkan memang sedikit. Khususnya pada saat itulah ia mungkin menghayati lebih sepenuhnya alasan nabi Musa berdoa kepada Allah di Mazmur 90:12, ”Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.” Namun apa maksud kata-kata Musa tersebut?
8 Musa tidak memaksudkan bahwa Allah akan menyingkapkan secara persis jumlah hari yang terdapat dalam masa hidup tiap-tiap orang Israel. Menurut Mazmur 90, ayat 9 dan 10, nabi Ibrani tersebut mengakui bahwa masa hidup seseorang mungkin berkisar antara 70 atau 80 tahun—sungguh singkat. Jadi, kata-kata Mazmur 90:12, agaknya menyatakan keinginan Musa yang sungguh-sungguh agar Yehuwa menunjukkan atau mengajar dia dan umat-Nya untuk mempraktekkan hikmat dalam menilai ’hari-hari dari tahun-tahun mereka’ dan menggunakan hari-hari tersebut dengan cara yang diperkenan Allah. Nah, kalau begitu, bagaimana dengan kita? Apakah kita menghargai setiap hari yang sangat berharga? Apakah kita beroleh hati yang bijaksana dengan berupaya menggunakan setiap hari dengan cara yang berguna demi kemuliaan Instruktur Agung kita, Allah Yehuwa? Pengajaran ilahi justru membantu kita melakukan hal itu.
9. Apa yang dapat kita harapkan jika kita belajar untuk menghitung hari-hari kita demi kemuliaan Yehuwa?
9 Jika kita belajar untuk menghitung hari-hari kita demi kemuliaan Yehuwa, kita akan dapat terus menghitung hari-hari kita, karena pengajaran ilahi menyampaikan pengetahuan untuk kehidupan kekal. ”Inilah hidup yang kekal itu,” kata Yesus, ”yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.” (Yohanes 17:3) Tentu saja, jika kita memperoleh semua pengetahuan duniawi yang ada, itu tidak menghasilkan kehidupan kekal bagi kita. Namun kehidupan kekal dapat menjadi milik kita jika kita mendapatkan dan menerapkan pengetahuan yang saksama mengenai dua pribadi yang paling penting di alam semesta dan sungguh-sungguh mempraktekkan iman.
10. Apa yang dikatakan sebuah ensiklopedia berkenaan pendidikan, dan bagaimana ini dibandingkan dengan manfaat pengajaran ilahi?
10 Tidak soal sudah berapa lama kita hidup, marilah kita mengingat manfaat khusus dari pengajaran ilahi: Hal itu memberi kepada orang-orang yang menerapkannya suatu tujuan yang sejati dalam kehidupan. The World Book Encyclopedia menyatakan, ”Pendidikan seharusnya membantu orang-orang menjadi anggota masyarakat yang berguna. Itu seharusnya juga membantu mereka memperkembangkan penghargaan atas warisan budaya mereka dan menempuh kehidupan yang lebih memuaskan.” Pengajaran ilahi bermanfaat dalam membantu kita menempuh kehidupan yang memuaskan. Hal itu mengembangkan dalam diri kita penghargaan yang tulus akan warisan rohani kita sebagai umat Allah. Dan itu pasti menjadikan kita anggota masyarakat yang berguna, karena pengajaran itu memungkinkan kita memainkan peranan penting dalam memenuhi kebutuhan orang-orang di seluruh dunia. Mengapa dapat dikatakan demikian?
Program Pengajaran Seluas Dunia
11. Bagaimana Thomas Jefferson menonjolkan kebutuhan akan pendidikan yang sepatutnya?
11 Tidak seperti program pengajaran yang lain, pengajaran ilahi memenuhi kebutuhan orang-orang akan pendidikan. Perlunya mengajar orang-orang dinyatakan oleh Thomas Jefferson, yang menjadi presiden ketiga Amerika Serikat. Dalam sepucuk surat tertanggal 13 Agustus 1786, kepada George Wythe, teman dan rekannya yang turut menandatangani Deklarasi Kemerdekaan, Jefferson menulis, ”Saya pikir, bahwa hukum yang paling penting dalam seluruh kaidah kita adalah hukum mengenai penyebarluasan ilmu pengetahuan di kalangan masyarakat. Tidak ada fondasi lain mana pun yang dapat dirancang, demi mempertahankan kemerdekaan dan kebahagiaan. . . . Umumkan, rekanku yang budiman, kampanye untuk memerangi kebodohan; tegakkan dan kembangkan hukum untuk mendidik rakyat jelata. Biarlah para warga di negara ini mengetahui . . . bahwa pajak yang akan dibayar untuk tujuan [pendidikan] tidak lebih dari seperseribu bagian dari jumlah yang dibayarkan kepada raja, imam, dan bangsawan yang akan tampil dari antara kita jika kita membiarkan masyarakat tetap bodoh.”
12. Mengapa dapat dikatakan bahwa pengajaran ilahi merupakan program pendidikan seluas dunia yang paling sukses dan bermanfaat?
12 Sebaliknya daripada membiarkan orang-orang yang memiliki kecenderungan hati yang benar tetap bodoh, pengajaran Yehuwa menyediakan program terbaik untuk pendidikan seluas dunia demi manfaat mereka. Sementara Perang Dunia II masih berkecamuk 50 tahun yang lalu, Panitia Rekonstruksi Pendidikan AS melihat kebutuhan mendesak untuk ”pendidikan global”. Kebutuhan itu tetap ada, namun pengajaran ilahi merupakan satu-satunya program yang sukses sehubungan pendidikan seluas dunia. Pendidikan tersebut juga paling bermanfaat karena mengangkat orang dari keputusasaan, mengangkat mereka secara moral dan secara rohani, menyelamatkan mereka dari keangkuhan dan prasangka dunia, serta memberikan pengetahuan untuk kehidupan kekal. Di atas segalanya, program ini bermanfaat bagi orang-orang di mana-mana dengan mengajar mereka cara melayani Allah Yehuwa.
13. Bagaimana Yesaya 2:2-4 sedang digenapi dewasa ini?
13 Manfaat pengajaran ilahi sedang dinikmati oleh sejumlah besar orang yang sekarang menjadi hamba-hamba Allah. Mereka sadar akan kebutuhan rohani mereka dan sadar sepenuhnya bahwa hari Yehuwa sudah dekat. (Matius 5:3; 1 Tesalonika 5:1-6) Sekarang ini, ”pada hari-hari yang terakhir”, orang-orang dari segala bangsa ini berduyun-duyun menuju ke gunung Yehuwa, ibadat-Nya yang murni. Ibadat itu ditegakkan dengan kokoh dan ditinggikan melebihi semua ibadat yang bertentangan dengan kehendak Allah. (Yesaya 2:2-4) Jika saudara seorang Saksi Yehuwa yang berbakti, tidakkah saudara bergembira berada di antara kumpulan yang terus bertambah yang menyembah Yehuwa dan mendapat manfaat dari pengajaran ilahi? Betapa menakjubkan berada di antara orang-orang yang berseru, ”Pujilah Yah, hai umat!”—Mazmur 150:6, NW.
Pengaruh yang Bermanfaat atas Roh Kita
14. Manfaat apa saja dihasilkan dengan mengikuti nasihat Paulus di 1 Korintus 14:20?
14 Di antara banyak manfaat dari pengajaran ilahi adalah pengaruh baik yang dihasilkan atas pikiran dan roh kita. Ini mendorong kita untuk memikirkan hal-hal yang adil-benar, mulia, bajik, dan patut dipuji. (Filipi 4:8) Pengajaran Yehuwa membantu kita mengikuti nasihat Paulus, ”Jadilah anak-anak dalam kejahatan, tetapi orang dewasa dalam pemikiranmu!” (1 Korintus 14:20) Jika kita menerapkan nasihat ini, kita tidak akan mencari pengetahuan dalam kejahatan. Paulus juga menulis, ”Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.” (Efesus 4:31) Mengindahkan nasihat demikian akan membantu kita menghindari perbuatan amoral dan dosa serius lainnya. Meskipun ini dapat bermanfaat secara fisik dan mental, hal itu khususnya akan mendatangkan sukacita atas diri kita karena mengetahui bahwa kita menyenangkan Allah.
15. Apa yang dapat membantu kita agar tetap bajik dalam pikiran?
15 Jika kita ingin tetap bajik dalam pikiran, satu bantuan adalah dengan menghindari ’pergaulan yang buruk yang merusak kebiasaan yang baik’. (1 Korintus 15:33) Sebagai orang Kristen, kita tidak akan terus berteman dengan orang-orang yang melakukan percabulan, perzinaan, dan perbuatan salah lainnya. Maka, secara logis, kita tidak boleh bergaul dengan orang-orang semacam ini melalui bacaan-bacaan tentang mereka yang kita nikmati untuk mendapatkan kesenangan sensual atau dengan menonton perbuatan mereka di televisi atau di bioskop. Hati kita licik, dapat dengan mudah menimbulkan keinginan akan hal-hal yang salah, dan dapat tergoda untuk melakukannya. (Yeremia 17:9) Karena itu, marilah kita menghindari godaan-godaan demikian dengan berpaut pada pengajaran ilahi. Hal ini dapat mempengaruhi pemikiran ”orang-orang yang mengasihi [Yehuwa]” sampai taraf yang sedemikian bermanfaat sehingga mereka ’membenci kejahatan’.—Mazmur 97:10.
16. Bagaimana pengajaran Allah dapat mempengaruhi roh yang kita perlihatkan?
16 Paulus memberi tahu rekan sekerjanya Timotius, ”Tuhan menyertai rohmu. Kasih karuniaNya menyertai kamu!” (2 Timotius 4:22) Sang rasul ingin agar Allah, melalui Tuhan Yesus Kristus, berkenan akan kekuatan yang menggerakkan yang memotivasi Timotius dan orang-orang Kristen lainnya. Pengajaran Allah membantu kita untuk memperlihatkan roh yang pengasih, baik hati, dan lemah lembut. (Kolose 3:9-14) Dan betapa berbedanya hal itu dengan sifat banyak orang pada hari-hari terakhir ini! Mereka angkuh, tidak berterima kasih, tidak memiliki kasih sayang alami, tidak mau bersepakat, keras kepala, pencinta kesenangan, dan tidak memiliki pengabdian ilahi yang sejati. (2 Timotius 3:1-5, NW) Akan tetapi, seraya kita terus menerapkan manfaat pengajaran ilahi dalam kehidupan kita, kita memperlihatkan roh yang membuat kita dikasihi Allah dan sesama manusia.
Bermanfaat dalam Hubungan antar Manusia
17. Mengapa kerja sama dengan rendah hati begitu penting?
17 Pengajaran Yehuwa membantu kita melihat manfaat kerja sama dengan rendah hati bersama rekan-rekan seiman. (Mazmur 138:6) Tidak seperti banyak orang dewasa ini, kita tidak melanggar prinsip-prinsip yang adil-benar tetapi mau bersepakat. Misalnya, banyak hasil baik dicapai karena para pengawas yang terlantik mau bersepakat selama rapat penatua. Pria-pria ini dapat berbicara dengan tenang demi kepentingan kebenaran, sementara tidak membiarkan emosi mengalahkan akal sehat atau menyebabkan perpecahan. Semua anggota sidang akan mendapat manfaat dari semangat persatuan yang kita nikmati jika kita semua terus menerapkan pengajaran ilahi.—Mazmur 133:1-3.
18. Pengajaran ilahi membantu kita memiliki pandangan yang bagaimana mengenai rekan-rekan seiman?
18 Pengajaran ilahi juga bermanfaat dalam membantu kita memiliki pandangan yang sepatutnya tentang rekan seiman. Yesus berkata, ”Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepadaKu, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku.” (Yohanes 6:44) Teristimewa sejak tahun 1919, Yehuwa telah menyuruh hamba-hamba-Nya memberitakan penghukuman-Nya, dan sistem dunia Setan digebrak dan digoncang oleh peringatan seluas dunia ini. Pada saat yang sama, orang-orang yang takut akan Allah—”barang yang indah-indah”—telah ditarik oleh Allah untuk memisahkan mereka dari bangsa-bangsa dan bersama-sama dengan orang-orang Kristen terurap memenuhi rumah ibadat Yehuwa dengan kemuliaan. (Hagai 2:8) Jelas, kita hendaknya memandang orang-orang yang berharap untuk ditarik oleh Allah sebagai rekan-rekan yang dikasihi.
19. Apa yang dinyatakan pengajaran Allah tentang menyelesaikan kesulitan pribadi dengan rekan-rekan Kristen?
19 Tentu saja, karena kita semua tidak sempurna, segala sesuatu tidak akan selalu berjalan dengan mulus. Ketika Paulus akan berangkat untuk perjalanan utusan injilnya yang kedua, Barnabas berniat membawa Markus. Paulus tidak setuju karena Markus ”telah meninggalkan mereka di Pamfilia dan tidak mau turut bekerja bersama-sama dengan mereka”. Karena hal itu, terjadilah ”perselisihan yang tajam”. Barnabas membawa Markus bersamanya ke Siprus, sedangkan Paulus membawa Silas untuk menemaninya ke Siria dan Kilikia. (Kisah 15:36-41) Belakangan, hubungan yang retak ini benar-benar pulih, karena ternyata Markus berada bersama Paulus di Roma, dan sang rasul mengatakan hal yang baik tentang dia. (Kolose 4:10) Salah satu manfaat pengajaran ilahi adalah bahwa hal itu menunjukkan kepada kita cara mengatasi kesulitan pribadi di antara orang-orang Kristen dengan mengikuti nasihat-nasihat seperti yang Yesus berikan di Matius 5:23, 24 dan Matius 18:15-17.
Bermanfaat dan Berkemenangan Selama-lamanya
20, 21. Pembahasan kita tentang pengajaran ilahi hendaknya mendorong kita untuk berbuat apa?
20 Bahkan dari pembahasan kita yang singkat tentang beberapa manfaat dan kemenangan pengajaran ilahi, tanpa diragukan kita semua dapat melihat perlunya bersungguh-sungguh untuk menerapkan pengajaran tersebut dalam kehidupan kita. Maka, dengan semangat yang sepenuh hati, marilah kita terus belajar dari Instruktur Agung kita. Tidak lama lagi, pengajaran ilahi akan menang seperti tidak pernah terjadi sebelumnya. Ia akan berkemenangan saat kaum intelektual dunia ini telah mengembuskan napas mereka yang terakhir. (Bandingkan 1 Korintus 1:19.) Lagi pula, seraya jutaan orang lebih belajar dan melakukan kehendak Allah, pengetahuan tentang Yehuwa akan memenuhi bumi seperti air laut menutupi dasarnya. (Yesaya 11:9) Betapa mulianya manfaat yang akan diterima umat manusia yang taat dan akan membenarkan Yehuwa sebagai Penguasa Universal!
21 Pengajaran Yehuwa akan senantiasa bermanfaat dan berkemenangan. Apakah saudara akan terus mengambil manfaat dari pengajaran itu sebagai siswa yang bergairah dari Buku Pelajaran yang agung dari Allah? Apakah saudara hidup selaras dengan Alkitab dan membagikan kebenarannya kepada orang-orang lain? Jika demikian, saudara dapat berharap untuk menyaksikan kemenangan selengkapnya dari pengajaran ilahi, demi kemuliaan Instruktur Agung kita, Tuhan yang Berdaulat Yehuwa.
-