PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Tirulah Guru yang Agung
    Menara Pengawal—2002 | 1 September
    • [Kotak/Gambar di hlm. 23]

      Ingatkah Saudara Perumpamaan Ini?

      Berikut ini hanyalah beberapa perumpamaan yang efektif. Marilah kita buka acuannya dan perhatikan bagaimana perumpamaan itu turut menandaskan pokok yang sedang dibahas.

      • Seperti para akrobatis atau penari ice-skating, orang-orang yang berupaya membangun perkawinan yang sukses sangat bergantung pada mitra yang baik.​—Menara Pengawal, 15 Mei 2001, halaman 16.

      • Mengungkapkan perasaan Saudara adalah seperti melemparkan bola. Saudara dapat melemparkannya dengan lembut atau dengan sekuat-kuatnya sehingga menyebabkan cedera.​—Sedarlah!, 8 Januari 2001, halaman 10.

      • Belajar menyatakan kasih adalah seperti belajar suatu bahasa baru.​—Menara Pengawal, 15 Februari 1999, halaman 18, 22-3.

      • Dosa yang kita warisi dapat dibandingkan dengan apa yang terjadi sewaktu sebuah file komputer dirusak oleh suatu virus.​—Apakah Ada Pencipta yang Mempedulikan Anda?, halaman 156.

      • Bagi hantu-hantu, spiritisme menjalankan fungsi yang sama dengan fungsi umpan dari para pemburu. Hal itu memikat mangsa.​—Pengetahuan yang Membimbing kepada Kehidupan Abadi, halaman 111.

      • Bagaimana Yesus datang untuk menolong keturunan Adam dapat dibandingkan dengan seorang dermawan kaya yang melunasi utang-utang sebuah perusahaan (akibat ulah seorang manajer yang tidak jujur) dan membuka kembali pabrik tersebut, dengan demikian memberikan manfaat bagi banyak karyawan.​—Menara Pengawal, 15 Februari 1991, halaman 13-14.

      • Sama seperti para pencinta karya seni akan melakukan apa saja untuk memperbaiki mahakarya seni yang rusak berat, Yehuwa dapat mengabaikan ketidaksempurnaan kita, melihat hal-hal baik dalam diri kita, dan pada akhirnya memulihkan kita kepada keadaan sempurna yang dihilangkan Adam.​—Menara Pengawal, 15 Februari 1990, halaman 22.

  • Tirulah Guru yang Agung
    Menara Pengawal—2002 | 1 September
    • Perumpamaan yang Cocok

      16. Mengapa perumpamaan sangat penting dalam mengajar?

      16 Perumpamaan yang efektif merupakan bumbu yang dapat membuat pengajaran kita lebih membangkitkan minat orang lain. Mengapa perumpamaan penting dalam pengajaran? Seorang pendidik berkomentar, ”Kesanggupan untuk berpikir secara abstrak merupakan salah satu hal yang paling sulit dicapai manusia.” Perumpamaan memberikan gambaran yang sangat mengesankan pada pikiran kita, membantu kita memahami lebih sepenuhnya gagasan-gagasan baru. Yesus sangat menonjol dalam menggunakan perumpamaan. (Markus 4:33, 34) Mari kita perhatikan bagaimana kita dapat menggunakan metode pengajaran ini.

      17. Empat faktor apa yang membuat sebuah perumpamaan efektif?

      17 Apa yang membuat sebuah perumpamaan efektif? Pertama-tama, perumpamaan hendaknya cocok dengan hadirin kita, diambil dari keadaan yang mudah dimengerti oleh pendengar kita. Kita ingat bahwa Yesus mengambil banyak perumpamaan dari kehidupan sehari-hari pendengarnya. Kedua, perumpamaan hendaknya sedapat mungkin cocok dengan pokok yang hendak ditandaskan. Jika perbandingan antara kedua-duanya tidak benar-benar sejajar, perumpamaan itu hanya akan menyimpangkan perhatian pendengar kita. Ketiga, sebuah perumpamaan hendaknya tidak berisi banyak perincian yang tidak perlu. Ingatlah bahwa Yesus hanya memasukkan perincian yang spesifik, tetapi mengabaikan hal-hal yang tidak penting. Keempat, apabila kita menggunakan sebuah perumpamaan, kita hendaknya memastikan bahwa penerapannya jelas. Kalau tidak, beberapa orang mungkin tidak mengerti maknanya.

      18. Bagaimana kita dapat membuat perumpamaan yang cocok?

      18 Bagaimana kita dapat membuat perumpamaan yang cocok? Kita tidak perlu sampai memikirkan kisah yang panjang dan bertele-tele. Perumpamaan yang singkat dapat sangat efektif. Upayakanlah untuk mengingat contoh-contoh dari pokok yang pernah dibahas. Misalnya, andaikan kita sedang membahas pokok mengenai pengampunan Allah, dan kita ingin memberikan perumpamaan mengenai pokok di Kisah 3:19, yang mengatakan bahwa Yehuwa ’menghapus’, atau melenyapkan, kesalahan kita. Kata-kata itu sendiri merupakan kiasan yang jelas, tetapi contoh nyata apa dapat kita gunakan untuk mengilustrasikan maksudnya—sebuah penghapus? spons? Kita dapat mengatakan, ’Sewaktu Yehuwa mengampuni dosa kita, Ia menghapusnya seakan-akan dengan menggunakan spons (atau penghapus).’ Tidaklah sulit untuk memahami maksud perumpamaan yang sederhana seperti itu.

      19, 20. (a) Di mana kita dapat menemukan perumpamaan yang baik? (b) Apa beberapa contoh perumpamaan efektif yang telah diterbitkan dalam publikasi kita? (Lihat juga kotak.)

      19 Di mana Saudara dapat menemukan perumpamaan yang cocok, termasuk kisah-kisah nyata? Carilah perumpamaan itu dalam kehidupan Saudara sendiri atau dalam latar belakang dan pengalaman yang beragam dari rekan-rekan seiman. Perumpamaan juga dapat dipilih dari banyak sumber lain, termasuk makhluk hidup dan benda mati, perlengkapan rumah tangga, atau peristiwa terkini yang sangat diketahui masyarakat. Kunci untuk menemukan perumpamaan yang baik adalah selalu tanggap, ”mengamati dengan cermat” situasi sehari-hari di sekeliling kita. (Kisah 17:22, 23) Sebuah karya referensi mengenai berpidato menjelaskan, ”Pembicara yang mengamati kehidupan manusia dan aneka kesibukannya, serta bercakap-cakap dengan segala macam orang, menyelidiki dengan cermat perkara-perkara dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan sampai ia memahaminya, akan mengumpulkan banyak bahan yang ilustratif yang akan sangat bermanfaat baginya sewaktu dibutuhkan.”

      20 Ada sumber lain yang kaya dengan perumpamaan yang efektif—Menara Pengawal, Sedarlah!, dan publikasi lainnya yang diterbitkan oleh Saksi-Saksi Yehuwa. Saudara dapat belajar banyak dengan memperhatikan caranya publikasi-publikasi tersebut menggunakan perumpamaan.c Misalnya, perhatikanlah perumpamaan yang tercantum dalam buku Pengetahuan pasal 17 paragraf 11. Perumpamaan itu membandingkan keragaman kepribadian dalam sidang dengan beraneka kendaraan di jalan yang melaju di samping kendaraan Saudara. Apa yang membuat perumpamaan itu efektif? Perhatikan bahwa perumpamaan itu didasarkan pada keadaan sehari-hari, sangat sejajar dengan pokok yang sedang ditandaskan, dan penerapannya jelas. Sewaktu mengajar, kita dapat menggunakan perumpamaan-perumpamaan yang ada dalam publikasi yang telah diterbitkan, mungkin menyesuaikannya dengan kebutuhan seorang pelajar Alkitab atau untuk digunakan dalam sebuah khotbah.

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan