PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Venezuela
    Buku Kegiatan Saksi-Saksi Yehuwa 1996
    • Pria-Pria Dibutuhkan di Cumaná

      Cumaná, ibu kota Negara Bagian Sucre, merupakan kota Hispanik tertua di Amerika Selatan. Kebenaran diperkenalkan kepada masyarakat Cumaná dengan cara yang terorganisasi pada tahun 1954 dengan datangnya para perintis istimewa. Belakangan, Rodolfo Vitez dan istrinya, Bessie, yang keduanya adalah utusan injil, datang membantu. Pada waktunya, ia ditugaskan ke pekerjaan wilayah—namun sebelumnya mereka mengatur untuk menyewa sebuah balai yang kecil, membersihkan dan mengecatnya, serta memperlengkapinya dengan beberapa bangku tua bekas tempat duduk di stadion baseball. Dengan mempunyai tempat berhimpun, jumlah hadirin meningkat cepat. Namun hampir seluruhnya adalah wanita dan anak-anak.

      Penny Gavette dan Goldie Romocean telah ditugaskan ke kelompok utusan injil di Cumaná, dan kenangan mereka adalah bahwa setelah Saudara Vitez pergi untuk melakukan pekerjaan wilayah, tidak ada pria-pria yang mengambil pimpinan.

  • Venezuela
    Buku Kegiatan Saksi-Saksi Yehuwa 1996
    • Pada tahun 1958, sebuah kelompok yang terdiri dari lima Saksi pergi ke daerah ini dengan pesawat terbang kecil. Mereka menempatkan ratusan majalah kepada penduduk Indian. Hampir 20 tahun kemudian, ketika pengawas keliling Alberto González pergi ke Santa Elena bersama sekelompok saudara dari Puerto Ordaz, 1.000 majalah ditempatkan. Pada waktu itu, belum ada listrik di kota itu, namun seorang pria meminjamkan generator kepada mereka supaya mereka dapat mempertunjukkan slide, dan ini dinikmati oleh hadirin yang terdiri dari 500 orang.

  • Venezuela
    Buku Kegiatan Saksi-Saksi Yehuwa 1996
    • Pada tahun 1970-an, Willard Anderson, seorang pengawas wilayah, mengunjungi Puerto Ayacucho, sewaktu hanya terdapat tujuh penyiar di sana. Ia mendapati tanggapan yang luar biasa di kawasan itu; pada suatu pagi ia menempatkan 42 buku. Kelompok ini dengan optimis menempatkan sebanyak 20 kursi untuk pemutaran slide, namun bayangkan kejutan dan keriangan yang mereka rasakan sewaktu 222 orang hadir!

  • Venezuela
    Buku Kegiatan Saksi-Saksi Yehuwa 1996
    • Pada kesempatan lain, lebih dari 600 orang berkumpul untuk mendengar khotbah yang disampaikan oleh Mario Iaizzo, seorang pengawas wilayah.

  • Venezuela
    Buku Kegiatan Saksi-Saksi Yehuwa 1996
    • Remigio Afonso, seorang penduduk asli Kepulauan Canary, melayani sebagai pengawas keliling di Venezuela. Ia telah menghubungi imigran lainnya. Ia telah mendapati bahwa beberapa anggota keluarga mungkin tidak berminat namun anggota lainnya mungkin berminat untuk mendengar kebenaran Alkitab. Demikianlah, di Cumaná, sepasang suami-istri yang berbicara bahasa Arab yang menjalankan bisnis tidak bersedia mendengarkan, namun putri mereka bersedia. ”Ia meminta saya untuk membawakannya Alkitab,” tutur Remigio. ”Saya menyanggupinya, namun ia meragukan apakah saya akan menepati kata-kata saya. Kami mengatur hari dan waktunya, dan saya berupaya keras untuk datang tepat waktu, yang membuatnya terkesan. Ia mengambil Alkitab serta buku Kebenaran yang Membimbing kepada Hidup yang Kekal, dan pengaturan pun dibuat agar seorang saudari melanjutkan pengajaran yang telah saya mulai.

      ”Tidak lama kemudian, sewaktu saya sedang mengunjungi sidang di Güiria, saya melihat seorang pria duduk di pintu masuk sebuah toko di seberang Balai Kerajaan, sedang membaca buku bersampul hijau. Ia memanggil saya untuk mampir. Ia berbicara bahasa Arab dan bertanya apakah buku yang sedang dibacanya adalah salah satu terbitan kami. Buku itu berbahasa Arab, namun saya dapat mengenali bahwa itu adalah buku ’Karena Allah Itu Benar Adanya’. Ia menjelaskan bahwa ia menerima buku itu sebagai hadiah di negeri asalnya dan ia tidak pernah akan meminjamkannya apalagi menjualnya kepada siapa pun! Setelah memastikan bahwa ia juga bisa berbahasa Spanyol, saya menawarkan kepadanya buku Kebenaran, yang langsung diterimanya, dan kami pun memulai pengajaran. Ia menghadiri tiga perhimpunan pada minggu itu dan bahkan menjawab pada Pelajaran Menara Pengawal.”

      Dua tahun kemudian pada kebaktian distrik di Maracay, seorang pria menjinjing tas kantor menyapa Saudara Afonso dan bertanya apakah Saudara Afonso masih ingat kepadanya. ”Saya dari Güiria,” katanya. ”Saya telah dibaptis dan sekarang memimpin tiga pengajaran Alkitab saya sendiri.” Pada tahun berikutnya di kebaktian distrik di Kolombia, setelah Saudara Afonso menyampaikan bagiannya dalam acara tersebut, seorang wanita muda menghampirinya dengan air mata sukacita dan memperkenalkan diri sebagai gadis dari Cumaná yang kepadanya ia telah memberikan kesaksian. Wanita ini menjelaskan bahwa ia pun telah menjadi Saksi yang terbaptis. Alangkah besar sukacita yang dihasilkan pengalaman-pengalaman seperti itu!

  • Venezuela
    Buku Kegiatan Saksi-Saksi Yehuwa 1996
    • Pengawas Keliling Membantu

      Selama akhir tahun 1940-an, ketika Donald Baxter masih menjadi satu-satunya pengawas di kantor cabang dan ketika baru ada enam atau tujuh sidang di seantero negeri, Saudara Baxter selalu mengunjungi kelompok-kelompok ini karena ia sanggup melakukan hal itu.

      Akan tetapi, sekembalinya Rubén Araujo yang berusia 21 tahun dari Gilead pada tahun 1951, ia ditugaskan untuk mengunjungi sidang-sidang dan kelompok-kelompok terpencil di seluruh negeri. Jumlah sidang telah meningkat menjadi 12 pada tahun itu. Karena belum punya mobil, Rubén akan menempuh perjalanan dengan bis atau taksi dan kadang-kadang dengan pesawat udara atau perahu kecil (chalanas) sewaktu mengunjungi tempat-tempat terpencil.

      Ia masih mengingat suatu kunjungan yang diadakannya kepada salah seorang pelanggan Menara Pengawal di dekat Rubio, Negara Bagian Táchira, dekat perbatasan Kolombia. Pemilik ladang mengatakan bahwa ia berasal dari Swiss dan tidak bisa berbahasa Spanyol. ”Tapi Anda boleh berbincang-bincang dengan istri saya, karena ia menyukai Alkitab,” katanya. ”Setelah saya berbicara dengan istrinya,” kenang Rubén, ”ia memanggil ibunya, seorang wanita berusia 81 tahun. Ketika ia melihat buku yang saya miliki, ia bertanya apakah pekerjaan ini ada hubungannya dengan buku The Divine Plan of the Ages. Matanya berbinar, dan ia pun sangat gembira. Ia bertanya, ’Maksud Anda, Anda mengetahui tentang Tn. Rutherford?’ Putrinya menerjemahkan baginya ke dalam bahasa Spanyol karena nyonya lanjut usia ini hanya dapat berbahasa Jerman. Ia mengatakan bahwa ia telah membaca buku itu berulang-kali sejak ia menerimanya pada tahun 1920. Ia juga telah menyaksikan ’Drama-Foto Penciptaan’ dan telah mendengarkan khotbah ’Jutaan Orang yang Sekarang Hidup Tidak Akan Pernah Mati’. Dua belas tahun yang lalu, ketika ia datang ke Venezuela dari Swiss, ia kehilangan kontak dengan Saksi-Saksi. ’Saya teramat sangat merindukan kalian,’ katanya. Ia menunjukkan sukacitanya dengan menyanyikan lagu Kerajaan dalam bahasa Jerman, dan saya langsung ikut menyanyikan lagu itu dalam bahasa Spanyol. Kami menyanyi disertai air mata sukacita.”

      Keith dan Lois West, lulusan kelas ke-19 Gilead, ambil bagian dalam pekerjaan wilayah selama 15 tahun. Keadaan yang mereka hadapi tidak selalu mudah. Kunjungan ke Monte Oscuro di Negara Bagian Portuguesa adalah salah satu contoh. Keith mengenang, ”Karena hujan lebat pada malam sebelumnya, mobil kami tidak bisa mencapai tempat tujuan kami, sehingga kami meninggalkan mobil dan berjalan jauh sampai mencapai sungai. Kami mencopot sepatu dan berjalan melawan arus dan kemudian mendaki gunung, yang membawa kami ke Balai Kerajaan kecil. Di sana tak seorang pun kelihatan. Namun seorang saudara yang menemani kami mengatakan, ’Jangan khawatir. Mereka pasti datang.’ Ia segera memukul-mukul pelek ban, dan akhirnya sekitar 40 orang datang. Saya menyampaikan khotbah—dalam keadaan basah, celana panjang yang berlepotan lumpur, dan sebagainya. Tampaknya paduan air sungai yang dingin, hawa panas karena mendaki ke balai, dan memberikan khotbah dengan celana panjang yang basah membuat otot saya terasa nyeri. Untuk beberapa waktu setelah itu, saya harus dibantu untuk naik dan turun panggung Balai Kerajaan dan harus sering istirahat sewaktu mengabar.”

      Berbagai macam akomodasi sering merupakan tantangan bagi pengawas keliling. Sering kali tidak ada air ledeng. Atap seng membuat udara di dalam ruangan mencapai antara 30 dan 40 derajat Celsius. Masyarakat tidak biasa memasang tirai pada jendela dan pintu, sehingga kamar—dan kadang-kadang tempat tidur—harus berbagi dengan fauna setempat. Dan gaya hidup yang santai, terbuka, dan senang bergaul yang dinikmati keluarga-keluarga Venezuela kadang-kadang membutuhkan penyesuaian di pihak orang asing yang lebih terbiasa dengan privasi. Akan tetapi, sifat masyarakat Venezuela yang ramah dan suka menerima tamu sangat menonjol, dan ungkapan ”Usted está en su casa” (Anggap saja rumah sendiri) merupakan bagian dari sambutan yang diterima pengawas keliling sewaktu berkunjung.

      Film dan slide Lembaga diputar di seluruh Venezuela oleh pengawas keliling. Orang-orang Venezuela sangat gemar menonton film. Oleh karena itu, pengawas wilayah selalu dapat memastikan bahwa acara akan dipadati hadirin. Orang-orang duduk di lantai, berdiri di dalam ruangan, atau menonton dari luar melalui jendela. Seorang pria yang berminat dengan senang hati mengecat sisi tembok rumahnya dengan warna putih sehingga itu dapat digunakan sebagai layar. Di sebuah daerah pemukiman di pegunungan dekat Carúpano, seorang penjaga toko yang ramah menyediakan listrik dari generatornya (satu-satunya sumber listrik yang ada dalam radius sekian kilometer) dan juga sebuah auditorium—arena sabung ayamnya. Kemudian ia membakar petasan roket agar orang-orang yang tinggal di atas bukit akan turun. Ada 85 dari antara mereka hadir, kebanyakan mengendarai keledai. Benar-benar teater mobil yang unik!

      Gladys Guerrero, di Maracaibo, mempunyai kasih sayang istimewa kepada para pengawas keliling beserta istri mereka. Sewaktu dalam dinas pengabaran bersama Gladys yang masih muda di kota Punto Fijo, Nancy Baxter, istri pengawas keliling, mengamati bahwa gadis ini memiliki kesulitan dalam berbicara. Gladys menjelaskan bahwa ini diwarisi dari pihak ayah di dalam keluarga. Meskipun ia sering diejek karenanya, ia tidak sanggup berubah. Namun ia sangat terharu ketika Saudari Baxter meluangkan waktu untuk mengajarinya cara melafalkan kata-kata tertentu dengan tepat dan cara melatihnya. ”Kesabarannya tidak percuma,” kata Gladys. ”Sekarang saya dapat berbicara dengan sepatutnya.” Orang-orang lain juga menyumbang kepada kemajuan rohani Gladys.

  • Venezuela
    Buku Kegiatan Saksi-Saksi Yehuwa 1996
    • [Gambar di hlm. 236]

      Beberapa yang telah melayani sebagai pengawas wilayah dan distrik (bersama istri mereka): (1) Keith dan Lois West, (2) Alberto dan Zulay González, (3) Casimiro Zyto, (4) Lester dan Nancy Baxter, (5) Rodney dan Eloise Proctor, (6) Remigio Afonso

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan