PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • ”Roti Hidup” Tersedia bagi Semua
    Menara Pengawal—1986 (Seri 21) | Menara Pengawal—1986 (Seri 21)
    • 5. (a) Bagaimana Yehuwa menyediakan makanan di padang belantara? (b) Siapa yang ikut menikmati berkat ini bersama Israel, dan mengapa?

      5 Belakangan, Yehuwa membuat persediaan yang pengasih lebih lanjut bagi umatNya. Ini terjadi ketika jutaan orang Israel meninggalkan Mesir untuk melintasi padang belantara Sinai. Bagaimana kumpulan besar dari banyak orang ini bisa mendapatkan makanan di gurun yang tandus dan gersang itu? Meskipun Yehuwa marah karena mereka kurang beriman, Ia ”membuka pintu-pintu langit, menurunkan kepada mereka hujan manna untuk dimakan, dan memberikan kepada mereka gandum dari langit.” ”Dengan roti dari langit dikenyangkanNya mereka” selama 40 tahun lamanya. (Mazmur 78:22-24; 105:40; Keluaran 16:4, 5, 31, 35) Dan jangan lupa bahwa bukan orang-orang Israel saja yang makan manna. ”Banyak orang dari berbagai-bagai bangsa” yang bukan Israel beriman kepada Yehuwa dan ikut dengan mereka keluar dari Mesir. Allah menyediakan manna bagi mereka juga.—Keluaran 12:38.

      6. (a) Apa yang lebih dibutuhkan manusia, dan mengapa? (b) Apa yang ditandaskan oleh korban-korban yang dipersembahkan oleh orang-orang Israel, dan apa yang digambarkannya?

      6 Tetapi, umat manusia selamanya membutuhkan sesuatu yang lebih penting dari ’roti aksara dari langit.’ Bahkan mereka yang makan dari manna yang disediakan secara mujizat menjadi tua dan mati, karena dosa warisan manusia membuat kematian tidak dapat dihindari, tidak soal apa yang dimakan. (Roma 5:12)

  • ”Roti Hidup” Tersedia bagi Semua
    Menara Pengawal—1986 (Seri 21) | Menara Pengawal—1986 (Seri 21)
    • 9, 10. (a) Bagaimana ”roti hidup” dibandingkan dengan manna? (b) Menurut Yohanes 6:42-51, untuk siapa Yesus menyerahkan tubuhnya? (c) Bagaimana mereka ’makan dagingnya’?

      9 Orang-orang Yahudi yang materialistis itu tidak menyetujui kata-kata tersebut. Mereka hanya menganggap Yesus sebagai putra Yusuf dan Maria, tidak lebih dari itu. Yesus memperingatkan mereka, ”Jangan kamu bersungut-sungut. Tidak seorang pun yang dapat datang jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.” Kemudian ia mengulangi, ”Akulah roti hidup. Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati. Inilah roti yang turun dari sorga, Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati. Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah dagingKu, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.”—Yohanes 6:42-51.

      10 Jadi, untuk ”hidup dunia”—seluruh dunia umat manusia yang dapat ditebus—Yesus memberikan dagingnya. Dan ”barangsiapa” dari dunia umat manusia yang secara lambang makan dari ”roti” itu, dengan memperlihatkan iman dalam kuasa penebusan dari korban Yesus, ia dapat menempuh jalan menuju hidup kekal. Di sini, ”banyak orang dari berbagai-bagai bangsa” yang bersama-sama dengan orang-orang Israel makan manna di padang belantara menggambarkan kumpulan besar dari ”domba-domba lain” Yesus yang, bersama dengan kaum sisa terurap dari ”Israel milik Allah,” kini makan daging Yesus dalam arti kiasan. Hal ini mereka lakukan dengan beriman kepada korbannya.—Galatia 6:16; Roma 10:9, 10.

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan