-
Halaman DuaSedarlah!—1990 (No. 34) | Sedarlah!—1990 (No. 34)
-
-
Dalam beberapa puluh tahun terakhir ini, manusia telah memilih gaya hidup yang menimbulkan polusi atas biosfer bumi—tanah, sungai, samudera, dan atmosfer telah diracuni. Problem ini benar-benar internasional. Sebagaimana dikatakan oleh sri paus dalam pesannya pada Hari Perdamaian Dunia (1 Januari 1990), ”Dalam banyak keadaan dampak dari problem-problem ekologi melewati batas-batas suatu negara; karena itu jalan keluarnya tidak dapat ditemukan hanya pada tingkat nasional.”—L’Osservatore Romano, 18-26 Desember 1989.
Sikap manusia yang acuh tak acuh terhadap hari depannya bertentangan dengan sikap prihatin Allah terhadap bumi, yang pada dasarnya, adalah ciptaan dan milik-Nya. (Yesaya 45:18) Mungkinkah akan ada bumi yang bersih? Jika demikian, bagaimana dan bilamana? Seri judul sampul depan kami akan menjawab pertanyaan-pertanyaan ini.
-
-
Bumi yang Bersih—Kita MembutuhkannyaSedarlah!—1990 (No. 34) | Sedarlah!—1990 (No. 34)
-
-
Bumi yang Bersih—Kita Membutuhkannya
Oleh koresponden Sedarlah! di Inggris
TAHUKAH anda bahwa para pengemudi taksi di London diwajibkan oleh undang-undang untuk memelihara taksi mereka selalu bersih? Kelalaian mematuhi hal ini dapat mengakibatkan hak mereka menjalankan taksi dicabut untuk beberapa waktu. Sekalipun pada suatu waktu keadaan jalan raya buruk dan kebanyakan mobil dalam keadaan kotor selama berhari-hari, taksi-taksi di London tetap bersih. Kendaraan yang mengkilap akan membuat si pengemudi dan penumpang-penumpangnya bangga dan senang.
Demikian juga, jika rumah, pakaian, dan barang-barang milik kita bersih, kita akan merasa senang. Celakalah anak sekolah yang kedapatan oleh ibunya memasuki rumah dan meninggalkan jejak lumpur di karpet karena sepatunya kotor!
Sebenarnya, kesehatan yang baik banyak bergantung pada kebersihan pribadi. Tubuh kita perlu dirawat dan dibersihkan secara tetap tentu dari debu dan kotoran yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit. Perusahaan-perusahaan komersial mendapat banyak keuntungan dari penjualan bahan-bahan pembersih, detergen, obat pengkilap, sabun mandi, sampo, dan obat pembasmi kuman yang kita gunakan untuk membuat diri dan tempat sekitar kita bersih. Memang, kebanyakan orang menyadari perlunya kebersihan. Tetapi jika anda tinggal di kota, anda tahu bahwa tidak semuanya demikian.
Bahaya—Polusi
Penduduk kota sangat menyadari adanya polusi dan lingkungan yang tercemar. Mereka melihatnya dalam sampah yang tidak diangkat, sampah yang berserakan di jalanan, tulisan-tulisan yang tidak senonoh di tembok-tembok. Mereka dapat menciumnya dalam asap yang menyesakkan dada dari kendaraan-kendaraan yang memadati jalan raya dan bau yang tajam dari kabut bercampur asap yang melanda beberapa kota.
Mungkin itulah sebabnya banyak orang yang tinggal di kota sekali-sekali suka melewatkan waktu di luar kota. Mereka menikmati udara bersih yang mengisi paru-paru mereka, mungkin bahkan minum air yang jernih dari aliran air di gunung. Yang lain senang pergi ke pantai dan bersantai di atas pasir atau menyejukkan badan dengan berenang di laut.
Namun, nanti dulu! Kotoran dan polusi juga mengintai di sana. ’Bagaimana ini bisa terjadi?’ anda bertanya. ’Kelihatannya begitu bersih.’ Marilah kita melihat udara yang ”bersih” dan air yang ”bersih” itu dari dekat.
-
-
Polusi—Siapa yang Menyebabkannya?Sedarlah!—1990 (No. 34) | Sedarlah!—1990 (No. 34)
-
-
Polusi—Siapa yang Menyebabkannya?
”PULAU ini adalah milik negara untuk eksperimen. Tanah ini telah tercemar dengan antraks dan berbahaya. Dilarang mendarat.”a Tanda yang dipasang di daratan Skotlandia di seberang Pulau Gruinard memberikan peringatan kepada para pengunjung. Untuk 47 tahun belakangan, sejak uji-coba peledakan senjata-senjata biologi selama perang dunia kedua, pulau yang indah ini telah dicemari oleh kuman-kuman pembawa penyakit antraks.
Pulau Gruinard merupakan contoh yang ekstrim dari polusi. Namun bentuk-bentuk yang lebih ringan dari polusi tanah merupakan problem yang luas dan makin bertambah.
Polusi Tanah Sedang Meningkat
Salah satu sebab dari polusi tanah ini adalah sampah. Misalnya, rata-rata keluarga Inggris yang terdiri dari empat orang, menurut The Times dari London, membuang 51 kilogram logam dan 41 kilogram plastik setiap tahun, ”yang kebanyakan akan merusak pemandangan jalan-jalan raya, kaki lima, pantai dan tempat-tempat rekreasi”.
Majalah Perancis GEO melaporkan bahwa pada suatu saat tempat pembuangan sampah Entressen yang besar di luar kota Marseilles, Perancis, mencapai ketinggian 60 meter dan menarik perhatian kurang lebih 145.000 burung camar. Pagar kawat sekeliling tempat itu tidak dapat menahan angin yang menerbangkan sampah kertas dan plastik. Akibatnya, pemerintah setempat membeli 30 hektar tanah pertanian di sebelahnya dalam upaya mengatasi problem sampah.
Tidak mengherankan bahwa dalam mengorganisasi Tahun Lingkungan Hidup Eropa—yang berakhir pada bulan Maret 1988—Komisaris EEC Stanley Clinton Davis mendapati daftar problem polusi ”tidak terhingga”.b Hasilnya, suatu kampanye yang menganjurkan penggunaan kembali sampah direncanakan dengan tujuan mengolah kembali 80 persen dari 2.200.000.000 ton sampah dari Masyarakat setiap tahun.
Polusi karena sampah tidak hanya terbatas di Eropa Barat. Sekarang ini telah menjadi global. Menurut majalah New Scientist, orang bahkan perlu membersihkan benua terpencil Antartika. Para ilmuwan riset Australia mengumpulkan lebih dari 40 ton mesin-mesin rusak dan bahan-bahan bangunan yang dibuang berserakan di dekat pangkalan mereka. The New York Times (19 Desember 1989) melaporkan bahwa orang-orang Amerika di McMurdo Station, Antartika, membersihkan sampah yang terkumpul selama 30 tahun, termasuk sebuah traktor seberat 35.000 kilogram yang tenggelam di air sedalam 24 meter.
Ya, di daratan, polusi dan pencemaran bertambah-tambah. Tetapi, bagaimana halnya dengan air di bumi?
Air Kotor—Tidak Layak untuk Kehidupan
”Untuk pertama kali dalam lebih dari seperempat abad sungai-sungai di Inggris menjadi semakin kotor,” kata The Observer. ”Laut Kategat [antara Swedia dan Denmark] sedang sekarat. Dengan cepat laut itu tidak dapat lagi menunjang kehidupan ikan karena sudah begitu tercemar dan sangat kekurangan oksigen,” demikian laporan The Times dari London. ”Sungai-sungai di Polandia dengan cepat menjadi got-got terbuka dan sedikit sekali perbaikan yang terlihat.”—The Guardian.
Pada bulan November 1986 terjadi bencana polusi yang oleh Daily Telegraph dari London digambarkan sebagai ”pemerkosaan atas terusan yang paling besar dan menarik di Eropa Barat”. Karena suatu kebakaran yang hebat di sebuah pabrik kimia di Basel, Swiss, pasukan pemadam kebakaran tanpa disadari telah menyemprotkan 10 sampai 30 ton bahan kimia dan pestisida ke dalam Sungai Rhine, sehingga menciptakan ”Chernobyl dari industri air”. Kejadian ini memenuhi halaman berita utama. Namun, apa yang biasanya tidak dilaporkan adalah fakta bahwa sampah-sampah beracun secara tetap dibuang ke dalam Sungai Rhine dalam skala yang lebih rendah.
Air yang mengandung polusi tidak hanya terdapat di daerah sekitar sumbernya. Berkilo-kilo meter dari sana, pengaruhnya bisa mematikan. Sungai-sungai di Eropa yang mengalir ke Laut Utara mengangkut cat, pemutih pasta gigi, sampah beracun, dan kotoran hewan dalam jumlah yang begitu banyak sehingga Institut untuk Penyelidikan Perikanan di Belanda sekarang menyatakan jenis ikan gepeng di Laut Utara tidak layak untuk dimakan. Hasil survai menunjukkan bahwa 40 persen dari ikan flounder (ikan laut yang gepeng) dari daerah air dangkal mengidap penyakit kulit dan tumor-tumor kanker.
Siapa yang patut disalahkan untuk pencemaran ini? Kebanyakan menuding industri, yang ketamakannya akan keuntungan besar jauh melebihi keprihatinan akan lingkungan. Namun, para petani juga bersalah dalam mencemari sungai-sungai dekat ladang mereka. Meningkatnya penggunaan pupuk nitrat kini dapat mengakibatkan cairan yang keluar dari makanan ternak yang disimpan dalam gudang menjadi beracun.
Orang perorangan juga menggunakan sungai sebagai tempat pembuangan sampah. Sungai Mersey, dengan tempat penampungan air di daerah barat-laut Inggris, dinyatakan sebagai sungai yang paling kotor di Eropa. ”Sekarang, hanya orang-orang yang bodoh dan tidak tahu yang mau berenang di Sungai Mersey,” demikian komentar Daily Post dari Liverpool, dan menambahkan, ”Siapa saja yang karena sial terjatuh ke dalam sungai itu mungkin harus diangkut ke rumah sakit karena menjadi sakit.”
Kotoran manusia juga besar peranannya dalam polusi laut. Laut di pantai rekreasi yang terkenal di Inggris, menurut laporan mengandung kotoran yang kadarnya sebanding dengan ”satu cangkir kotoran yang ada di kamar mandi di rumah-rumah”, empat kali lipat melebihi batas yang ditetapkan EEC.
Ada bahaya lain lagi; yang ini jatuh dari langit.
Hujan Asam—Ancaman yang Mengkhawatirkan
Pada suatu waktu, orang-orang di Inggris pernah mati karena menghirup udara—atau, sebenarnya, kabut bercampur asap. Dewasa ini, kematian akibat polusi tersebut jarang. Kabut-asap London, yang membunuh kira-kira 4.000 jiwa pada tahun 1952, tidak lagi merupakan ancaman. Pusat-pusat pembangkit tenaga tempat pembakaran batu bara yang menjadi sumber kabut-asap tersebut sudah dipindahkan ke luar kota dan diperlengkapi dengan cerobong-cerobong asap yang tinggi dan, dalam beberapa keadaan, dengan alat penyikat yang membuang sebagian besar dari gas yang paling mematikan.
Namun, ini tidak menghentikan polusi atas atmosfer. Cerobong asap yang tinggi mungkin meniadakan bahaya dari daerah yang berdekatan. Tetapi, angin membawa polutan ke tempat-tempat yang jauh—sering kali ke negeri-negeri lain. Akibatnya, Skandinavia menderita polusi dari Inggris, dan banyak orang menyebut Inggris sebagai ”Orang Tua Kotor dari Eropa”. Dengan cara yang sama, industri di Amerika Serikat bagian barat tengah menimbulkan banyak, problem hujan asam di Kanada.
Selama bertahun-tahun, para ilmuwan menyalahkan sulfur dioksida sebagai penyebab utama dari polusi udara yang menghasilkan hujan asam. Pada tahun 1985 Drew Lewis, utusan kepresidenan A.S. urusan hujan asam Kanada-Amerika, mengemukakan, ”Mengatakan bahwa sulfat tidak menyebabkan hujan asam adalah sama dengan mengatakan bahwa rokok tidak menyebabkan kanker paru-paru.” Tampaknya, pada waktu bersatu dengan uap air, sulfur dioksida akan menghasilkan asam sulfat, yang akan mengasamkan hujan atau terkumpul pada titik-titik air dari awan, dengan demikian membasahi hutan di daerah pegunungan dengan uap air yang mematikan.
Pada waktu hujan asam turun atau, lebih buruk lagi, pada waktu salju asam mencair, tanah di bawahnya terkena dampaknya. Para ilmuwan Swedia yang mengulang penelitian yang pernah diadakan pada tahun 1927 mengambil kesimpulan bahwa kedalaman 70 sentimeter keasaman lahan hutan telah bertambah sepuluh kali lipat. Perubahan kimiawi ini sangat mempengaruhi kesanggupan tanaman untuk mengisap mineral yang berguna, seperti kalsium dan magnesium.
Apa pengaruh dari semua ini terhadap manusia? Ia merasa sedih pada waktu danau dan sungai yang sebelumnya penuh dengan makhluk-makhluk hidup menjadi asam dan tidak mengandung kehidupan lagi. Tambahan pula, para ilmuwan Norwegia mengambil kesimpulan dari penelitian mereka bahwa bertambahnya keasaman air, dalam danau ataupun dalam tanah, akan melarutkan aluminium. Ini menimbulkan bahaya yang pasti atas kesehatan. Para ilmuwan melihat ”hubungan yang jelas antara angka statistik kematian yang lebih tinggi dan konsentrasi aluminium yang bertambah besar” dalam air. Hubungan yang mungkin ada antara aluminium dan penyakit Alzheimer (hilang ingatan) dan penyakit-penyakit lain dari usia lanjut terus menimbulkan kekhawatiran.
Memang, di daerah-daerah seperti Sungai Mersey di Inggris dan tempat pembuangan sampah Entressen di Perancis, banyak upaya telah dilakukan untuk memperbaiki keadaan. Namun, problem macam ini masih tetap ada. Hal itu muncul lagi di seluruh dunia. Tetapi masih ada lagi polusi jenis lain—yang tidak kelihatan.
Ozon—Musuh yang Tidak Kelihatan
Pembakaran bahan bakar fosil, di pusat-pusat pembangkit tenaga atau perapian di rumah, menghasilkan polutan tambahan selain sulfur dioksida. Ini termasuk oksida dari nitrogen dan hidrokarbon yang tidak terbakar habis.
Pendapat ilmiah sekarang makin mempersalahkan nitrogen oksida ini sebagai penyebab polusi udara. Di bawah pengaruh sinar matahari, zat-zat ini membantu mengeluarkan gas yang mematikan, yaitu ozon. ”Ozon merupakan polutan udara yang paling utama yang mempengaruhi tanaman di AS,” demikian pernyataan David Tingey dari Badan Perlindungan Lingkungan Hidup A.S. Ia memperkirakan bahwa kerugian yang ditimbulkan oleh ini atas negaranya berjumlah $1.000 juta setahun pada tahun 1986. Kerugian di Eropa pada waktu itu $400 juta per tahun.
Maka, sekalipun hujan asam merusak kanal-kanal, banyak orang merasa bahwa ozon, yang pada akhirnya dihubungkan dengan knalpot mobil, lebih bersalah daripada hujan asam atas kematian pepohonan. The Economist menyatakan, ”Pepohonan [di Jerman] mati sebelum waktunya bukan oleh hujan asam melainkan oleh ozon. Sekalipun kematian tersebut mungkin disebabkan oleh embun beku, kabut asam atau penyakit, ozonlah yang membuat pepohonan menjadi lemah.” Dan apa yang terjadi di Eropa hanya merupakan cermin dari kondisi di benua-benua lain. ”Pohon-pohon di taman-taman nasional Kalifornia dirusak oleh polusi udara yang mungkin datang dari tempat sejauh Los Angeles,” demikian laporan New Scientist.
Namun, ada jenis polusi yang paling buruk yang mencemari bumi. Itu merupakan faktor penyebab utama dari polusi fisik atas tanah, air, dan udara dari planet kita.
Polusi Moral
Kita mudah tertipu oleh penampilan orang. Yesus Kristus secara jelas menggambarkan hal ini. Pada waktu berbicara dengan para pemimpin agama pada zamannya, ia berkata, ”Celakalah kamu, . . . sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh . . . pelbagai jenis kotoran.” (Matius 23:27) Ya, penampilan seseorang mungkin rapi, bahkan menarik, namun tutur kata dan kelakuannya mungkin menyingkapkan kepribadiannya yang sebenarnya, yang buruk. Patut disayangkan, polusi moral seperti itu tersebar luas dewasa ini.
Polusi moral termasuk penyalahgunaan obat bius, yang lebih tersebar luas daripada sebelumnya. Bintang-bintang pop, idola-idola panggung dan layar perak, dan bahkan para usahawan yang tampaknya terhormat, telah menjadi obyek skandal karena ketergantungan mereka kepada obat bius. Polusi moral juga termasuk perbuatan seksual yang amoral, yang dapat menjadi penyebab pecahnya keluarga, perceraian, aborsi, juga berkembangnya wabah penyakit yang ditularkan melalui hubungan seks, termasuk momok AIDS yang mengerikan.
Akar dari polusi moral ini ialah sifat mementingkan diri, yang juga merupakan akar dari kebanyakan polusi fisik yang menimpa umat manusia. Tereza Kliemann, yang berkecimpung dalam bidang pengobatan AIDS di São Paulo State, Brasil, menyatakan apa problem tersebut, ”Pencegahan [AIDS] berarti perubahan dalam perilaku kelompok berisiko tinggi dan hal itu sulit dilakukan.” Mayoritas terbesar dari orang-orang berkeras melakukan apa yang mereka ingin lakukan, sebaliknya dari memikirkan bagaimana tingkah laku mereka mempengaruhi orang lain. Akibatnya, bacaan, hiburan, dan sebenarnya seluruh kebudayaan manusia dilanda polusi moral.
Bagi orang-orang yang suka berpikir, kebanyakan dari upaya pembersihan secara fisik dan moral dewasa ini tampaknya tidak lebih dari penutup luar belaka. Kalau demikian, anda mungkin bertanya-tanya, apakah ada harapan yang dapat dipercaya akan suatu bumi yang bersih secara fisik dan moral. Jangan tawar hati. Alkitab memberi tahu kita bahwa akhir dari polusi sudah dekat!
[Catatan Kaki]
a Antraks adalah penyakit binatang yang menular dan mengakibatkan luka-luka pada kulit atau infeksi paru-paru pada manusia.
b EEC adalah singkatan dari European Economic Community [Masyarakat Ekonomi Eropa], atau Common Market [Pasaran Bersama].
[Kotak/Gambar di hlm. 7]
Lebih Buruk daripada Kerusakan oleh Waktu
Setelah bertahun-tahun diterpa unsur-unsur dalam alam, pahatan batu berbentuk wajah ini hanya kelihatan seperti topeng orang mati. Lebih buruk daripada kerusakan akibat waktu adalah pengaruh yang merusak dari polusi udara. Bangunan-bangunan tua di seluruh dunia telah dirusak, dikikis oleh hujan asam yang mengguyurnya, dari Balai Kota di Schenectady, Amerika Serikat, sampai kepada bangunan-bangunan yang terkenal di Venesia, Italia. Monumen-monumen di Roma dilaporkan akan ambruk dengan satu sentuhan. Partenon yang terkenal di Yunani dikatakan menderita lebih banyak kerusakan dalam waktu 30 tahun terakhir daripada 2.000 tahun sebelumnya. Kerusakan seperti itu sering kali berlipat ganda karena gabungan faktor-faktor lingkungan termasuk temperatur, angin, dan kelembaban, maupun oleh bakteri-bakteri yang hidup pada dinding-dinding bangunan. Dengan akibat demikian atas benda-benda mati, bagaimana akibat dari polusi atas makhluk-makhluk hidup?
[Gambar]
Pahatan pada sebuah katedral di London
-
-
Akhir dari Polusi Sudah Dekat?Sedarlah!—1990 (No. 34) | Sedarlah!—1990 (No. 34)
-
-
Akhir dari Polusi Sudah Dekat?
PROSPEK sebuah bumi yang bersih benar-benar menyenangkan. Namun apakah harapan itu realistis? Nah, beberapa negeri berupaya keras untuk memperbaiki situasi sehubungan dengan polusi. Polusi udara kini telah berkurang dan menurut laporan ini adalah hasil tindakan keras untuk mengawasi kandungan timah dari knalpot mobil. Di beberapa daerah, polusi industri tampaknya juga sudah berkurang. Namun, ini tidak selalu merupakan hasil pengawasan yang ketat. Sebaliknya, hal ini kadang-kadang adalah hasil restrukturisasi industri sebagai akibat keadaan ekonomi dunia yang buruk.
Bumi—Dirancang untuk Membersihkan Diri?
Di samping itu, mekanisme-mekanisme pembersih alamiah turut bekerja. Misalnya, menurut Dr. Aubert dari Pusat Oseanografi Medis di Nice, Perancis, fitoplankton adalah bahan antipolusi yang utama di laut. Organisme-organisme yang sangat kecil ini mengeluarkan antibiotika alam yang menghilangkan infeksi. Patut disayangkan, mereka sekarang terdesak. Di Italia, Venesia dan Laut Adriatik sekarang dipenuhi dengan ganggang. Di Laut Adriatik, polusi mengakibatkan tumbuhnya ”ganggang, agar-agar yang bau dan licin, kuning, coklat dan abu-abu, yang menyebar ke selatan sejauh ratusan kilometer” pada musim panas. (The Globe and Mail, Toronto, Kanada) Salah satu faktor penyebabnya adalah limbah dari Sungai Po, ”dengan kotoran manusia dari 15 juta orang lebih, sampah dari banyak industri besar Italia . . . dan kotoran dari kira-kira lima juta babi”.
Bagaimana dengan polusi tanah? Penelitian oleh sebuah perusahaan kimia yang besar yang bekerja sama dengan Departemen Energi A.S. mengungkapkan adanya banyak jenis bakteri, jamur, dan amuba di tanah, beberapa sampai 260 meter di bawah permukaan. Dr. David Balkwell dari Universitas Negeri Florida mengatakan, ”Organisme-organisme jauh di bawah tanah ini mungkin saja membersihkan aquifer [air tanah alam].” Kemungkinan lain, Dr. Balkwell berharap bahwa insinyur-insinyur genetika akan dapat merangsang organisme-organisme di bawah tanah ini untuk ”mencerna polutan-polutan tertentu”.
Namun, secara realistis, kita harus mengambil kesimpulan bahwa keadaan sekarang bukan merupakan tanda yang baik bagi akhir yang cepat dari pencemaran bumi secara fisik. Tetapi, kita dapat yakin bahwa akhir dari polusi sudah dekat. Mengapa?
Meniadakan Polusi Moral
Agar planet ini menjadi tempat tinggal yang benar-benar bersih bagi umat manusia, penghuninya harus orang-orang yang bersih, secara moral maupun fisik. Orang-orang perlu mengatasi egosentrisme dasar mereka dan mengembangkan sifat-sifat yang tidak mementingkan diri, menunjukkan timbang rasa kepada sesama manusia dan binatang-binatang tetangga mereka. Dapatkah hal ini dilakukan?
Selama puluhan tahun, Saksi-Saksi Yehuwa mengalami bahwa hal ini dapat dilakukan. Mereka telah menguji kuasa Alkitab dalam membentuk kepribadian, dan mereka mendapati bahwa buku ini mempunyai kuasa mengubah orang, dengan pengaruh yang menguntungkan bagi lingkungan. Misalnya, petugas-petugas stadion kagum melihat ketertiban dan kebersihan dari kelompok besar orang-orang yang menghadiri kebaktian-kebaktian besar dari Saksi-Saksi Yehuwa. Komentar yang sering terdengar adalah bahwa ’stadion itu lebih bersih keadaannya daripada waktu dimasuki oleh para Saksi’.
Anggota staf dari kompleks olahraga di Lisbon, Portugis, menerangkan kepada salah seorang dari Saksi-Saksi Yehuwa, ”Jika orang menanyakan pendapat saya mengenai anda, saya tidak bisa berbohong. Saya mengatakan kepada mereka bahwa Saksi-Saksi Yehuwa mempunyai tata krama, kebersihan dan organisasi yang sangat baik. . . . Kalau anda kebetulan mengotori satu tempat, anda membersihkan 99!”
Keteguhan para Saksi dalam hal kebersihan secara fisik ada hubungannya dengan prinsip-prinsip moral mereka yang tinggi. Prinsip-prinsip apa? Yaitu yang digariskan dalam Alkitab, yang adalah Firman Allah yang tertulis. Mengenai mereka yang kembali melakukan kebiasaan yang lama, Alkitab mengatakan bahwa jalan Allah ’lebih tinggi daripada jalan mereka, dan rancangan-Nya bukan rancangan mereka’. (Yesaya 55:7-9) Namun, kita dapat mempelajari jalan-jalan Allah karena Allah sendiri membuat hukum-hukum-Nya tersedia bagi mereka yang ingin hidup sesuai dengan itu. Pendidikan ilahi ini sangat penting bagi hari depan kita.
Jutaan Saksi dewasa ini berupaya keras untuk hidup sesuai dengan standar-standar moral yang bersih ini, dan manfaatnya besar bagi mereka. Namun, bagi banyak orang, ini berarti membuat perubahan besar dalam kebiasaan dan gaya hidup mereka.
Obat Bius, Pemukulan, dan Kemenangan
Marilah kita tinjau keadaan Marie, salah seorang anggota suatu keluarga yang terdiri dari 13 orang yang tinggal di daerah kriminal di sebuah kota di Inggris.
”Keluarga saya terkenal berwatak keras, dan persis seperti mereka, saya dikenal sebagai ’jagoan’. Pada waktu berumur 15 tahun, saya mengalami keguguran. Dua tahun kemudian, anak perempuan saya lahir, dan saya ditinggalkan untuk membesarkan anak saya sendiri. Pacar saya ditahan di sekolah [rehabilitasi]. Diam-diam ia melarikan diri, dan saya hamil lagi. Saya mencoba segala macam cara untuk mengakhiri kehamilan ini dan akhirnya berhasil, tetapi saya hampir kehilangan nyawa.
”Pacar saya mulai mengisap ganja dan menjadi sangat kasar terhadap saya, sekalipun saya sedang hamil lagi. Saya juga ikut mengisap dan menjual ganja. Pada waktu itu saya tinggal di rumah yang penuh dengan wanita pelacur. Saya menjaga anak-anak mereka.
”Pada waktu saya tertarik kepada pria lain, pacar saya menghentikan hubungan tersebut dengan menikam pria itu delapan kali. Akibatnya ia ditahan lagi. Setelah keluar penjara kami menikah dan kami berdua benar-benar terjun ke dunia obat bius.”
Setelah bertemu dengan Saksi-Saksi Yehuwa dan belajar Alkitab dengan mereka, wanita muda ini mulai menghadiri perhimpunan-perhimpunan Kristen dan lambat-laun suatu perubahan terjadi. Marie menjelaskan:
”Saya mulai menyadari bahwa merokok dan menggunakan obat bius adalah salah. Setelah saya mengatakan kepada suami saya bahwa saya ingin berhenti dengan itu semua, ia suka mengepulkan asap rokok ganja di wajah saya, berupaya menggoda saya untuk kembali menggunakan obat bius. Saya hamil lagi. Tidak lama kemudian, suami saya mulai tidak pulang ke rumah.
”Delapan bulan kemudian ia membawa semua miliknya dari rumah dan meninggalkan saya. Saya berdoa agar Yehuwa membantu saya mengatasi hal ini, dan Ia benar-benar melakukan hal itu. Kemudian, setelah tiga bulan berlalu, suami saya kembali. Saya berdoa memohon kekuatan untuk melakukan apa yang benar. Sekali lagi saya berupaya membentuk perkawinan yang baik, tetapi dalam waktu enam bulan saya harus merawat luka 14 jahitan di sekitar mata saya, akibat kekasaran suami saya; obat bius masih merupakan cintanya yang pertama. Rumah kami menjadi penyalur obat bius yang utama untuk seluruh wilayah itu. Rumah kami penuh dengan ’teman-teman’-nya, kebanyakan dari mereka mabuk dengan obat bius.
”Dengan bantuan Yehuwa, saya memberanikan diri dan menghadapi orang-orang itu. Dengan sopan saya meminta agar mereka ke luar rumah jika mereka ingin terus mengisap obat bius. Ketika suami saya mendengar itu, ia menjadi sangat marah, memanggil saya ke dapur, dan mulai membentur-benturkan kepala saya ke dinding. Saya berupaya keras untuk mengatakan kepadanya bahwa saya prihatin terhadap anak-anak dan ingin memberi mereka kesempatan untuk tumbuh dalam suasana yang bersih dan sehat. Suami saya lari ke luar menemui teman-temannya. Saya menunggu, sambil berdoa. Ia masuk lagi ke dapur, dan saya pikir ia akan membunuh saya.
”Tetapi, mulai dari saat itu, keadaan menjadi jauh lebih tenang. Kemudian kami pindah. Pada waktu pecandu-pecandu obat bius berkunjung, mereka tidak mengeluarkan kata-kata kotor atau berbicara mengenai kehidupan mereka yang amoral seperti dulu. Rupanya mereka telah merespek kami.”
Sikap Marie yang teguh terhadap moral yang bersih dan kehidupan yang tidak tercemar menyentuh hati suaminya, dan akhirnya ia juga belajar Alkitab dengan Saksi-Saksi Yehuwa. Marie dan suaminya sekarang sudah menjadi Saksi-Saksi yang terbaptis dan sibuk membantu orang-orang lain membersihkan kehidupan mereka dengan bantuan pengetahuan Alkitab. Marie berkata:
”Bila saya mendengar suami saya mengucapkan doa, atau bila saya mendengar dia menyatakan kasihnya kepada Yehuwa, betapa kerasnya jantung saya berdebar! Perubahan dalam penampilannya mengherankan teman-teman lamanya. Sekarang keluarga kami benar-benar bersatu. Saya belum pernah merasa begitu bahagia, dan tidak henti-hentinya bersyukur kepada Yehuwa karena telah mengangkat kami dari sistem yang tercemar ini.”
Sukses demikian dalam memerangi polusi moral mengungkapkan kuasa dari Firman Allah. Lagi pula, hal itu menunjuk kepada harapan bahwa semua jenis polusi akan segera berakhir. Apa yang Alkitab katakan mengenai hal ini?
Bumi yang Bersih—Suatu Kepastian
Pelajaran Alkitab yang saksama mengungkapkan bahwa kita sedang hidup pada ”hari-hari terakhir” dari sistem sekarang. (2 Timotius 3:1-5) Keadaan lingkungan hanya merupakan satu bukti yang menunjukkan hal ini. Apa artinya ini sehubungan dengan harapan kita untuk suatu bumi yang bersih?
Ini berarti bahwa Allah segera akan campur tangan dalam persoalan-persoalan manusia. Ia akan segera bertindak dengan penuh kuasa untuk meniadakan semua polusi moral dan fisik dari planet kita. Dalam buku Wahyu Ia berjanji akan ”membinasakan barangsiapa yang membinasakan bumi”.—Wahyu 11:18.
Benar, hanya Allah yang mempunyai kuasa untuk mewujudkan suatu bumi yang bersih dan bebas polusi. Hati kita berdebar karena mengetahui bahwa Ia bermaksud melaksanakan hal itu. Pada saat Ia bertindak, dalam waktu dekat, keadaannya akan seperti yang Ia sendiri katakan, ”Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru.” (Wahyu 21:5) Lalu, akhirnya, planet kita akan menjadi tempat tinggal yang cocok bagi orang-orang yang bersih dan benar, yang akan menikmati kelimpahannya untuk selama-lamanya.
-