-
Cara yang Benar untuk Beribadah kepada AllahApa yang Bisa Kita Pelajari dari Alkitab?
-
-
BAB 15
Cara yang Benar untuk Beribadah kepada Allah
1. Siapa yang bisa memberi tahu kita cara beribadah yang benar?
KEBANYAKAN agama mengaku bahwa mereka mengajarkan apa yang benar tentang Allah. Tapi, ini mustahil karena setiap agama mengajarkan hal yang berbeda tentang Allah dan cara beribadah kepada-Nya. Jadi, dari siapa kita bisa tahu tentang cara yang benar untuk beribadah kepada Allah? Kita bisa mengetahuinya hanya dari Yehuwa.
2. Bagaimana kita bisa tahu cara beribadah yang benar?
2 Yehuwa telah memberi kita Alkitab agar kita bisa tahu cara yang benar untuk beribadah kepada-Nya. Jadi, kita perlu mempelajari Alkitab. Yehuwa akan membantu kita untuk mengerti dan menerapkan ajaran-Nya karena Dia sangat peduli kepada kita.—Yesaya 48:17.
3. Menurut Yesus, apa yang perlu kita lakukan?
3 Ada yang mengatakan bahwa Allah menerima semua agama. Tapi, itu tidak sesuai dengan kata-kata Yesus. Dia berkata, ”Tidak setiap orang yang memanggil aku, ’Tuan, Tuan,’ akan masuk ke Kerajaan surga. Yang akan masuk hanyalah orang yang melakukan kehendak Bapakku.” Jadi, kita perlu belajar tentang kehendak Allah, lalu melakukannya. Ini penting sekali karena Yesus menyamakan mereka yang tidak melakukan hal ini dengan ”orang-orang yang berbuat jahat”.—Matius 7:21-23.
4. Apa yang Yesus katakan tentang melakukan kehendak Allah?
4 Yesus mengatakan bahwa melakukan kehendak Allah tidak selalu mudah. Dia berkata, ”Masuklah melalui gerbang yang sempit, karena gerbang yang lebar dan jalan yang luas itu menuju kemusnahan, dan banyak orang masuk melaluinya, sedangkan gerbang yang sempit dan jalan yang sesak itu menuju kehidupan, dan hanya sedikit yang menemukannya.” (Matius 7:13, 14) Jalan yang sesak, atau cara beribadah yang benar kepada Allah, menuju kehidupan abadi. Sedangkan jalan yang luas, atau cara beribadah yang salah kepada Allah, menuju kematian. Tapi, Yehuwa tidak ingin seorang pun mati. Dia memberi setiap orang kesempatan untuk belajar tentang Dia.—2 Petrus 3:9.
CARA YANG BENAR UNTUK BERIBADAH KEPADA ALLAH
5. Bagaimana kita bisa mengenali mereka yang beribadah dengan cara yang benar kepada Allah?
5 Yesus mengatakan bahwa kita bisa mengenali orang-orang yang beribadah dengan cara yang benar kepada Allah. Caranya adalah dengan memeriksa kepercayaan dan perbuatan mereka. Dia berkata, ”Kalian akan mengenali mereka dari buahnya.” Yesus menyamakan ibadah yang benar dengan pohon yang baik, lalu berkata, ”Setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik.” (Matius 7:16, 17) Ini tidak berarti bahwa orang-orang yang beribadah kepada Allah itu sempurna. Tapi, mereka selalu berusaha melakukan apa yang benar. Mari kita lihat ciri-ciri orang yang beribadah dengan cara yang benar kepada Allah.
6, 7. Mengapa semua ajaran dari ibadah yang benar didasarkan hanya atas Alkitab? Apa yang kita pelajari dari teladan Yesus?
6 Ajarannya berdasarkan Alkitab. Alkitab berkata, ”Seluruh isi Kitab Suci berasal dari Allah dan bermanfaat untuk mengajar, menunjukkan kesalahan, memperbaiki segala sesuatu, dan mendidik kita untuk melakukan apa yang benar, sehingga hamba Allah bisa benar-benar sanggup dan siap mengerjakan setiap hal yang baik.” (2 Timotius 3:16, 17) Rasul Paulus menulis kepada orang Kristen, ”Saat kalian mendengar firman Allah dari kami, kalian tidak menerimanya sebagai kata-kata manusia, tapi seperti yang seharusnya, yaitu sebagai kata-kata Allah.” (1 Tesalonika 2:13) Semua ajaran dari ibadah yang benar didasarkan hanya atas Firman Allah, yaitu Alkitab, dan bukan atas pemikiran manusia, tradisi, atau hal lainnya.
7 Semua ajaran Yesus didasarkan atas Firman Allah. (Baca Yohanes 17:17.) Dia sering mengutip Kitab Suci. (Matius 4:4, 7, 10) Hamba Allah mengikuti teladan Yesus dan memakai Alkitab sebagai dasar dari semua ajaran mereka.
8. Apa yang Yesus ajarkan tentang menyembah Yehuwa?
8 Hanya menyembah Yehuwa. Mazmur 83:18 berkata, ”Engkau, yang bernama Yehuwa, Engkau saja Yang Mahatinggi atas seluruh bumi.” Yesus ingin agar orang-orang mengenal Allah yang benar, dan dia memberitahukan nama Allah kepada mereka. (Baca Yohanes 17:6.) Yesus berkata, ”Yang harus kamu sembah adalah Yehuwa Allahmu, dan bagi Dia saja kamu harus melakukan pelayanan suci.” (Matius 4:10) Jadi, sebagai hamba Allah, kita mengikuti teladan Yesus. Kita hanya menyembah Yehuwa. Dan, kita menggunakan nama-Nya, misalnya saat berdoa. Kita juga memberi tahu orang lain tentang nama Allah dan janji-janji-Nya bagi manusia.
9, 10. Apa saja yang bisa kita lakukan untuk menunjukkan bahwa kita mengasihi orang lain?
9 Benar-benar mengasihi orang lain. Yesus mengajar murid-muridnya untuk saling mengasihi. (Baca Yohanes 13:35.) Kita tidak membeda-bedakan orang berdasarkan suku, kebudayaan, atau kekayaan. Kasih kepada satu sama lain bisa mempersatukan kita sebagai satu keluarga. (Kolose 3:14) Jadi, kita tidak ikut berperang dan membunuh orang lain. Alkitab berkata, ”Inilah bedanya anak Allah dan anak Iblis: Siapa pun yang tidak terus melakukan apa yang benar bukan anak Allah, begitu juga dengan yang tidak mengasihi saudaranya.” Alkitab juga berkata, ”Kita harus saling mengasihi, tidak seperti Kain, yang adalah anak si jahat dan membunuh adiknya.”—1 Yohanes 3:10-12; 4:20, 21.
10 Kita menggunakan waktu, tenaga, dan harta benda untuk saling membantu dan menyemangati. (Ibrani 10:24, 25) Kita ”berbuat baik kepada semua orang”.—Galatia 6:10.
11. Mengapa kita menaati Yesus?
11 Percaya bahwa keselamatan hanya bisa didapat melalui Yesus Kristus. Alkitab berkata, ”Keselamatan hanya ada melalui dia, karena tidak ada nama lain yang Allah pilih dari antara manusia di bumi, yang akan menyelamatkan kita.” (Kisah 4:12) Di Bab 5, kita sudah belajar bahwa Yehuwa mengutus Yesus agar Yesus memberikan nyawanya sebagai tebusan bagi manusia yang taat. (Matius 20:28) Yehuwa telah memilih Yesus untuk memerintah sebagai Raja atas bumi. Itulah sebabnya Alkitab mengatakan bahwa kita harus menaati Yesus jika kita ingin hidup selama-lamanya.—Baca Yohanes 3:36.
12. Mengapa kita tidak terlibat dalam politik?
12 Tidak terlibat dalam politik. Yesus tidak terlibat dalam politik. Sewaktu dia diadili, dia mengatakan kepada gubernur Romawi yang bernama Pilatus, ”Kerajaan saya bukan bagian dari dunia ini.” (Baca Yohanes 18:36.) Kita ingin meniru teladan Yesus. Jadi, kita setia pada Kerajaan Allah yang ada di surga. Maka, di mana pun kita tinggal, kita tidak akan terlibat dalam politik. Tapi, Alkitab menasihati kita untuk menaati pemerintah. (Roma 13:1) Kita mematuhi hukum di negara tempat kita tinggal. Meski begitu, jika sebuah hukum bertentangan dengan hukum Allah, kita akan meniru teladan para rasul yang berkata, ”Kami harus lebih taat kepada Allah sebagai penguasa kami daripada kepada manusia.”—Kisah 5:29; Markus 12:17.
13. Apa yang bisa kita ceritakan tentang Kerajaan Allah?
13 Percaya bahwa Kerajaan Allah adalah satu-satunya jalan keluar untuk masalah di dunia ini. Yesus mengatakan bahwa ”kabar baik tentang Kerajaan” akan diberitakan di seluruh bumi. (Baca Matius 24:14.) Tidak ada pemerintahan manusia yang bisa menghasilkan kehidupan yang damai dan tanpa masalah. Hanya Kerajaan Allah yang bisa melakukan ini. (Mazmur 146:3) Yesus mengajar kita untuk mendoakan Kerajaan Allah. Dia berkata, ”Datanglah Kerajaan-Mu. Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga.” (Matius 6:10) Alkitab mengajarkan bahwa Kerajaan Allah akan menghancurkan semua pemerintahan manusia dan bahwa ”hanya kerajaan itu yang akan tetap berdiri untuk selamanya”.—Daniel 2:44.
14. Menurut Anda, siapa yang beribadah kepada Allah dengan cara yang benar?
14 Setelah mempelajari semua ciri-ciri ini, coba pikirkan: ’Siapa yang ajarannya berdasarkan Alkitab? Siapa yang menceritakan nama Allah kepada orang lain? Siapa yang benar-benar mengasihi satu sama lain dan percaya bahwa Allah mengutus Yesus untuk menyelamatkan kita? Siapa yang tidak terlibat dalam politik? Siapa yang memberitakan bahwa hanya Kerajaan Allah yang bisa menyelesaikan masalah kita?’ Jawabannya hanya Saksi-Saksi Yehuwa.—Yesaya 43:10-12.
APA YANG AKAN ANDA LAKUKAN?
15. Apa yang harus kita lakukan agar Allah menerima ibadah kita?
15 Percaya bahwa Allah itu ada tidaklah cukup. Roh-roh jahat juga percaya bahwa Allah ada, tapi mereka tidak mematuhi Dia. (Yakobus 2:19) Agar Allah menerima ibadah kita, kita tidak bisa hanya percaya bahwa Dia ada. Kita juga harus melakukan apa yang Dia minta.
16. Mengapa kita harus menolak agama palsu?
16 Agar Allah menerima ibadah kita, kita juga harus menolak agama palsu. Nabi Yesaya menulis, ”Keluarlah dari sana, . . . jaga diri kalian tetap bersih.” (Yesaya 52:11; 2 Korintus 6:17) Itulah sebabnya kita perlu menolak apa pun yang ada hubungannya dengan ibadah palsu.
17, 18. Apa itu ”Babilon Besar”, dan mengapa kita perlu segera menolaknya?
17 Apa itu agama palsu? Itu adalah semua agama yang ajarannya tidak sesuai dengan Firman Allah. Alkitab menyebut semua agama palsu sebagai ”Babilon Besar”. (Wahyu 17:5) Mengapa? Setelah peristiwa Air Bah di zaman Nuh, ada banyak ajaran agama palsu yang muncul di kota Babilon. Ajaran-ajaran palsu itu menyebar ke seluruh bumi. Misalnya, orang-orang yang tinggal di Babilon menyembah allah tiga serangkai. Sekarang, ada juga banyak agama yang mengajarkan bahwa Allah adalah Tritunggal. Tapi, Alkitab jelas-jelas mengajarkan bahwa hanya ada satu Allah yang benar, yaitu Yehuwa, dan Putra-Nya adalah Yesus. (Yohanes 17:3) Masyarakat Babilon juga percaya bahwa setelah seseorang mati, ada sesuatu yang masih hidup dari dirinya dan dia bisa menderita di neraka. Ajaran ini tidak benar.—Lihat Catatan No. 14, 17, dan 18.
18 Allah sudah menubuatkan bahwa sebentar lagi semua agama palsu akan dihancurkan. (Wahyu 18:8) Jadi, kita perlu segera meninggalkan agama palsu. Allah Yehuwa ingin agar kita melakukan itu secepat mungkin sebelum terlambat.—Wahyu 18:4.
Jika Anda menyembah Yehuwa, Anda akan punya keluarga di seluruh dunia
19. Ketika Anda memutuskan untuk menyembah Yehuwa, bagaimana Dia akan menyertai Anda?
19 Ketika Anda memutuskan untuk meninggalkan agama palsu karena ingin menyembah Yehuwa, bisa jadi ada beberapa teman atau keluarga yang tidak mengerti keputusan Anda, dan mereka mungkin akan membuat hidup Anda susah. Tapi, Yehuwa pasti akan menyertai Anda. Anda akan punya keluarga di seluruh dunia, yaitu jutaan orang yang benar-benar saling mengasihi. Anda juga akan punya harapan untuk hidup selama-lamanya di dunia baru Allah. (Markus 10:28-30) Mudah-mudahan beberapa teman atau keluarga yang awalnya menentang keputusan Anda akan berubah pikiran dan mulai belajar Alkitab.
20. Mengapa kita harus beribadah kepada Allah dengan cara yang benar?
20 Sebentar lagi, Allah akan menghilangkan semua kejahatan, dan Kerajaan-Nya akan memerintah atas bumi. (2 Petrus 3:9, 13) Itu adalah saat yang kita nanti-nantikan! Semua orang akan beribadah kepada Yehuwa dengan cara yang Dia inginkan. Jadi, Anda harus bertindak sekarang dan beribadah kepada Allah dengan cara yang benar.
-
-
Teruslah Beribadah dengan Cara yang BenarApa yang Bisa Kita Pelajari dari Alkitab?
-
-
BAB 16
Teruslah Beribadah dengan Cara yang Benar
1, 2. Apa yang harus kita masing-masing putuskan, dan mengapa ini penting?
SETELAH belajar Alkitab, kita jadi menyadari bahwa banyak orang yang mengaku menyembah Allah ternyata mengajarkan atau melakukan yang Allah benci. (2 Korintus 6:17) Itulah sebabnya Yehuwa memerintahkan kita untuk keluar dari agama palsu, atau ”Babilon Besar”. (Wahyu 18:2, 4) Kita masing-masing harus memutuskan apakah kita akan menyembah Allah dengan cara yang Dia inginkan atau dengan cara kita sendiri.
2 Kalau Anda sudah keluar atau meninggalkan agama palsu, itu adalah keputusan yang tepat. Tapi, mungkin ada kebiasaan dan tradisi agama palsu yang masih sulit Anda lepaskan. Mari kita bahas beberapa kebiasaan dan tradisi ini serta pentingnya untuk memandang kebiasaan itu menurut cara pandang Yehuwa.
PATUNG DAN DOA KEPADA LELUHUR
3. (a) Mengapa ada orang yang mungkin sulit untuk berhenti menggunakan patung dalam ibadah mereka? (b) Apa kata Alkitab tentang penggunaan patung dalam ibadah kepada Allah?
3 Ada orang yang menggunakan patung atau mendirikan altar di rumah mereka untuk menyembah Allah. Kalau itu yang selama ini kita lakukan, kita mungkin akan merasa aneh atau bahkan merasa bersalah saat menyembah Allah tanpa menggunakan benda-benda itu. Tapi, kita perlu ingat bahwa Yehuwa-lah yang mengajar kita cara beribadah kepada-Nya. Dan, Alkitab jelas-jelas mengatakan bahwa Yehuwa tidak ingin kita menggunakan patung dalam ibadah.—Baca Keluaran 20:4, 5; Mazmur 115:4-8; Yesaya 42:8; 1 Yohanes 5:21.
4. (a) Mengapa kita tidak perlu berusaha menyenangkan leluhur kita? (b) Mengapa Yehuwa melarang umat-Nya untuk berkomunikasi dengan orang mati?
4 Ada orang yang menghabiskan banyak waktu, tenaga, dan uang untuk menyenangkan leluhur mereka yang sudah mati. Bahkan, mereka mungkin memberikan persembahan kepada para leluhur. Tapi, kita sudah belajar bahwa orang mati tidak bisa menolong atau menyakiti kita. Mereka tidak hidup di alam lain. Malah, komunikasi dengan mereka itu berbahaya karena pesan apa pun yang kita terima dari mereka sebenarnya berasal dari roh-roh jahat. Itulah sebabnya Yehuwa melarang orang Israel untuk berkomunikasi dengan orang mati atau terlibat dalam spiritisme jenis apa pun.—Ulangan 18:10-12; lihat Catatan No. 26 dan 31.
5. Bagaimana agar kita bisa berhenti menggunakan patung dalam ibadah atau berhenti berdoa kepada leluhur kita?
5 Apa yang bisa membantu kita untuk tidak lagi menggunakan patung dalam ibadah atau berdoa kepada leluhur kita? Kita perlu membaca Alkitab dan merenungkan pandangan Yehuwa terhadap hal-hal itu. Bagi-Nya, hal-hal itu ”menjijikkan”. (Ulangan 27:15) Berdoalah meminta bantuan Yehuwa setiap hari supaya kita bisa punya pandangan yang sama dengan Dia dan bisa menyembah-Nya dengan cara yang Dia inginkan. (Yesaya 55:9) Yakinlah bahwa Yehuwa akan memberikan kekuatan yang kita butuhkan agar kita bisa bebas sepenuhnya dari apa pun yang berhubungan dengan agama palsu.
APAKAH NATAL PERLU DIRAYAKAN?
6. Mengapa 25 Desember dipilih sebagai hari untuk merayakan kelahiran Yesus?
6 Di seluruh dunia, Natal adalah salah satu hari raya yang paling terkenal. Kebanyakan orang berpikir bahwa itu adalah perayaan kelahiran Yesus. Tapi, Natal sebenarnya berhubungan dengan ibadah palsu. Sebuah ensiklopedia menjelaskan bahwa dulu orang kafir Romawi merayakan kelahiran matahari pada 25 Desember. Para pemimpin gereja ingin agar lebih banyak orang kafir menjadi orang Kristen. Jadi walaupun 25 Desember bukan tanggal lahir Yesus, mereka memutuskan untuk merayakan kelahiran Yesus pada tanggal itu. (Lukas 2:8-12) Tapi, murid-murid Yesus tidak merayakan Natal. Sebuah buku menjelaskan bahwa selama 200 tahun setelah Yesus lahir, ”tidak seorang pun tahu, dan hanya sedikit yang peduli, kapan persisnya dia lahir”. (Sacred Origins of Profound Things) Natal baru dirayakan beberapa ratus tahun setelah Yesus lahir.
7. Mengapa orang Kristen yang benar tidak merayakan Natal?
7 Ada cukup banyak orang yang tahu bahwa Natal dan tradisinya berasal dari kebiasaan kafir. Tradisi ini mencakup berpesta dan saling memberikan hadiah. Di Inggris dan beberapa bagian Amerika, perayaan Natal pernah dilarang karena itu berasal dari kebiasaan kafir. Siapa pun yang merayakannya akan dihukum. Tapi, akhirnya orang-orang mulai merayakan Natal lagi. Mengapa orang Kristen yang benar tidak merayakan Natal? Karena mereka ingin menyenangkan Allah dalam segala hal.
APAKAH ULANG TAHUN PERLU DIRAYAKAN?
8, 9. Mengapa orang Kristen pada abad pertama tidak merayakan ulang tahun?
8 Banyak orang juga merayakan ulang tahun. Apakah orang Kristen boleh merayakannya? Perayaan ulang tahun yang dicatat di Alkitab hanya dirayakan oleh orang-orang yang tidak menyembah Yehuwa. (Kejadian 40:20; Markus 6:21) Dulu, orang-orang merayakan ulang tahun untuk memuja allah-allah palsu. Itulah sebabnya orang Kristen pada abad pertama ”memandang perayaan ulang tahun sebagai kebiasaan kafir”.—The World Book Encyclopedia.
9 Orang Romawi dan Yunani di zaman dulu percaya bahwa tanggal lahir setiap orang bertepatan dengan tanggal lahir seorang dewa. Roh yang ada hubungannya dengan dewa ini akan hadir saat orang itu lahir. Orang kafir percaya bahwa mereka harus merayakan ulang tahun jika mereka ingin dilindungi sepanjang hidup mereka.
10. Mengapa orang Kristen yang benar tidak merayakan ulang tahun?
10 Menurut Anda, apakah Yehuwa senang dengan perayaan yang berhubungan dengan agama palsu? (Yesaya 65:11, 12) Pasti tidak. Itulah sebabnya kita tidak merayakan ulang tahun atau perayaan apa pun yang berkaitan dengan agama palsu.
APAKAH ASAL USUL SUATU PERAYAAN BENAR-BENAR PENTING?
11. Mengapa beberapa orang merayakan perayaan tertentu? Apa yang seharusnya menjadi hal terpenting bagi kita?
11 Ada orang yang tahu bahwa Natal dan hari raya lainnya berasal dari kebiasaan kafir. Tapi, mereka tetap merayakannya. Mereka berpikir bahwa mereka merayakan perayaan itu hanya untuk berkumpul bersama keluarga. Apakah itu juga yang Anda pikirkan? Memang, berkumpul bersama keluarga tidak salah. Yehuwa membentuk keluarga, dan Dia ingin agar kita punya hubungan yang baik dengan mereka. (Efesus 3:14, 15) Tapi, kita perlu lebih mementingkan persahabatan kita dengan Yehuwa daripada menyenangkan keluarga dengan merayakan perayaan yang berasal dari kebiasaan kafir. Itulah sebabnya Rasul Paulus berkata, ”Selalu pastikan hal apa yang menyenangkan Tuhan.”—Efesus 5:10.
12. Yehuwa tidak senang dengan perayaan seperti apa?
12 Banyak orang merasa bahwa asal usul suatu perayaan tidak terlalu penting. Tapi, itu bukanlah pandangan Yehuwa. Dia tidak senang dengan perayaan yang berhubungan dengan ibadah palsu atau yang mengagungkan manusia atau negara. Misalnya, orang Mesir punya banyak perayaan bagi dewa-dewi mereka. Setelah orang Israel keluar dari Mesir, mereka meniru salah satu perayaan itu dan menyebutnya ”perayaan untuk Yehuwa”. Tapi, Yehuwa menghukum mereka. (Keluaran 32:2-10) Nabi Yesaya memberi tahu kita, ”Jangan sentuh apa pun yang najis!”—Baca Yesaya 52:11.
TETAPLAH BAIK KEPADA ORANG LAIN
13. Pertanyaan apa saja yang mungkin muncul saat kita memutuskan untuk berhenti merayakan hari-hari raya?
13 Saat kita memutuskan untuk berhenti merayakan hari-hari raya, kita mungkin punya banyak pertanyaan. Misalnya: Apa yang harus saya katakan kalau teman kerja saya bertanya mengapa saya tidak merayakan ulang tahun? Bagaimana kalau ada yang memberi saya hadiah ulang tahun? Apa yang harus saya lakukan kalau pasangan hidup saya ingin agar saya ikut merayakan suatu hari raya? Bagaimana supaya anak saya tidak sedih karena dia tidak merayakan hari-hari raya dan ulang tahunnya?
14. Apa yang bisa kita lakukan kalau ada yang mengucapkan ”Selamat Natal!” atau ”Selamat Tahun Baru!”?
14 Kita perlu bersikap masuk akal saat memutuskan apa yang akan kita katakan atau lakukan dalam setiap situasi. Misalnya, kalau ada yang mengucapkan ”Selamat Natal!” atau ”Selamat Tahun Baru!”, kita tidak perlu mengabaikan mereka atau diam saja. Kita bisa sekadar mengatakan, ”Terima kasih.” Kalau ada yang ingin tahu lebih banyak, kita bisa menjelaskan mengapa kita tidak merayakan suatu hari raya. Tapi, lakukanlah itu dengan baik-baik, bijaksana, dan sopan. Alkitab berkata, ”Kata-kata kalian hendaknya selalu menyenangkan, seperti dibumbui dengan garam, supaya kalian tahu bagaimana kalian akan menjawab setiap orang.” (Kolose 4:6) Kita mungkin bisa mengatakan bahwa kita senang untuk berkumpul bersama orang lain dan memberikan hadiah, tapi kita tidak melakukannya dalam rangka merayakan hari raya.
15. Apa yang bisa kita lakukan kalau ada yang memberi kita hadiah, misalnya hadiah Natal atau hadiah ulang tahun?
15 Apa yang perlu kita lakukan kalau ada yang memberi kita hadiah, misalnya hadiah Natal atau hadiah ulang tahun? Alkitab tidak memberikan aturan untuk segala sesuatu. Tapi, Alkitab berkata bahwa kita perlu menjaga hati nurani kita tetap baik. (1 Timotius 1:18, 19) Mungkin, orang yang memberi kita hadiah tidak tahu bahwa kita tidak merayakan hari raya itu. Atau, dia mungkin berkata, ”Saya tahu kamu tidak merayakan ulang tahun, tapi saya tetap mau beri kamu hadiah.” Apa pun situasinya, kita bisa memutuskan apakah kita akan menerima hadiah itu atau tidak. Tapi apa pun keputusannya, pastikanlah bahwa hati nurani kita tidak terganggu. Kita tidak mau melakukan apa pun yang bisa merusak persahabatan kita dengan Yehuwa.
BAGAIMANA DENGAN KELUARGA?
Orang-orang yang melayani Yehuwa pasti bahagia
16. Bagaimana kalau keluarga kita ingin merayakan suatu hari raya?
16 Bagaimana kalau keluarga kita ingin merayakan hari raya tertentu? Kita tidak perlu bertengkar dengan mereka. Ingatlah bahwa mereka berhak memutuskan apa yang ingin mereka lakukan. Bersikaplah baik dan hormatilah keputusan mereka sama seperti kita ingin mereka menghormati keputusan kita. (Baca Matius 7:12.) Tapi, kalau keluarga kita ingin agar kita berkumpul bersama mereka pada waktu-waktu sekitar hari raya, apa yang perlu kita lakukan? Sebelum memutuskan sesuatu, berdoalah meminta bantuan Yehuwa supaya kita bisa membuat keputusan yang benar. Coba pikirkan situasinya dan carilah lebih banyak informasi tentang apa yang sebaiknya kita lakukan. Ingatlah bahwa kita ingin selalu menyenangkan Yehuwa.
17. Bagaimana kita bisa membantu anak kita supaya dia tidak sedih saat teman-temannya merayakan perayaan tertentu?
17 Bagaimana kita bisa membantu anak kita saat teman-temannya merayakan perayaan tertentu? Dari waktu ke waktu, kita bisa merencanakan kegiatan yang menyenangkan untuknya. Kita juga bisa memberinya hadiah. Dan, salah satu hadiah terbaik yang bisa kita berikan kepada anak kita adalah waktu dan kasih sayang kita.
BERIBADAHLAH DENGAN CARA YANG ALLAH INGINKAN
18. Mengapa kita perlu menghadiri pertemuan ibadah Saksi-Saksi Yehuwa?
18 Untuk menyenangkan Yehuwa, kita perlu meninggalkan agama palsu, termasuk semua kebiasaan dan perayaannya. Tapi, kita juga perlu beribadah dengan cara yang Allah inginkan. Bagaimana caranya? Salah satunya adalah dengan menghadiri pertemuan ibadah Saksi-Saksi Yehuwa secara teratur. (Baca Ibrani 10:24, 25.) Pertemuan ini adalah bagian yang sangat penting dari ibadah yang benar. (Mazmur 22:22; 122:1) Kita bisa saling menguatkan saat beribadah bersama.—Roma 1:12.
19. Mengapa kita perlu menceritakan apa yang sudah kita pelajari dari Alkitab kepada orang lain?
19 Bagian lain dari ibadah yang benar adalah menceritakan apa yang sudah kita pelajari dari Alkitab kepada orang lain. Banyak orang stres karena ada banyak kejahatan di bumi ini. Kita mungkin mengenal orang-orang yang merasa begitu. Ceritakanlah tentang harapan kita yang menakjubkan. Kalau kita menghadiri pertemuan ibadah Saksi-Saksi Yehuwa dan menceritakan isi Alkitab kepada orang lain, kita tidak akan tertarik lagi dengan agama palsu dan kebiasaannya. Yakinlah bahwa kita akan bahagia dan Yehuwa akan memberkati upaya kita dengan limpah jika kita beribadah kepada-Nya dengan cara yang benar.—Maleakhi 3:10.
-