PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Ibadat yang Allah Perkenan
    Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
    • PASAL LIMA BELAS

      Ibadat yang Allah Perkenan

      • Apakah semua agama menyenangkan Allah?

      • Bagaimana kita dapat mengenali agama yang benar?

      • Siapakah para penganut ibadat sejati di bumi dewasa ini?

      1. Apa manfaatnya jika kita beribadat kepada Allah dengan cara yang benar?

      ALLAH YEHUWA sangat memperhatikan kita dan ingin agar kita mendapat manfaat dari bimbingan-Nya yang pengasih. Jika kita beribadat kepada-Nya dengan cara yang benar, kita akan bahagia dan terhindar dari banyak problem dalam kehidupan. Kita juga akan mendapat berkat dan bantuan-Nya. (Yesaya 48:17) Nah, ada ratusan agama yang mengaku mengajarkan kebenaran tentang Allah. Tetapi, ajaran tentang siapa Allah dan apa yang Ia harapkan dari kita sangat berbeda dari satu agama ke agama lain.

      2. Bagaimana kita bisa tahu cara beribadat yang benar kepada Yehuwa, dan perumpamaan apa yang membantu kita mengerti hal itu?

      2 Bagaimana Anda bisa tahu cara beribadat yang benar kepada Yehuwa? Anda tidak perlu mempelajari dan membandingkan ajaran semua agama. Anda cukup mempelajari apa yang sebenarnya Alkitab ajarkan tentang ibadat yang sejati. Sebagai perumpamaan: Di banyak negeri ada masalah uang palsu. Jika Anda diberi tugas untuk menentukan mana uang yang palsu, apa yang akan Anda lakukan? Apakah Anda akan mengingat-ingat setiap jenis uang palsu? Tidak. Lebih baik Anda meneliti uang yang asli. Setelah Anda tahu seperti apa uang yang asli, Anda dapat mengenali yang palsu. Demikian pula, apabila kita belajar cara mengenali agama yang benar, kita dapat mengenali agama yang palsu.

      3. Menurut Yesus, apa yang harus kita lakukan untuk mendapat perkenan Allah?

      3 Beribadat kepada Yehuwa dengan cara yang Ia perkenan itu penting. Banyak orang percaya bahwa semua agama menyenangkan Allah, tetapi tidak demikian menurut Alkitab. Bahkan sekadar mengaku diri Kristen pun tidak cukup. Yesus mengatakan, ”Bukan setiap orang yang mengatakan kepadaku, ’Tuan, Tuan’, akan masuk ke dalam kerajaan surga, melainkan orang yang melakukan kehendak Bapakku yang di surga.” Maka, untuk mendapat perkenan Allah, kita harus belajar apa yang Allah minta dari kita dan melakukannya. Yesus menyebut orang-orang yang tidak melakukan kehendak Allah sebagai ”orang-orang yang melanggar hukum”. (Matius 7:21-23) Seperti uang palsu, agama palsu tidak benar-benar bernilai. Lebih buruk lagi, agama seperti itu sebenarnya mencelakakan.

      4. Apa makna kata-kata Yesus tentang dua jalan, dan masing-masing menuntun kita ke mana?

      4 Yehuwa memberi semua orang di bumi kesempatan untuk hidup abadi. Tetapi, untuk dapat hidup kekal di Firdaus, kita sekarang harus beribadat kepada Allah dengan cara yang benar dan menempuh kehidupan yang diperkenan oleh-Nya. Sayangnya, banyak orang tidak mau melakukannya. Itulah sebabnya Yesus mengatakan, ”Masuklah melalui gerbang yang sempit; karena lebar dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; sebab sempitlah gerbang dan sesaklah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang menemukannya.” (Matius 7:13, 14) Agama yang benar menuntun kita menuju kehidupan abadi. Agama palsu membawa kita ke kebinasaan. Yehuwa tidak ingin seorang pun dibinasakan. Itulah sebabnya Ia memberikan kesempatan kepada orang-orang di mana pun untuk belajar tentang Dia. (2 Petrus 3:9) Maka, sesungguhnya, cara kita beribadat kepada Allah dapat menentukan hidup-mati kita.

      CARA MENGENALI AGAMA YANG BENAR

      5. Bagaimana kita dapat mengenali orang-orang yang menjalankan agama yang benar?

      5 Bagaimana caranya menemukan ’jalan menuju kehidupan’? Yesus mengatakan bahwa agama yang benar akan nyata dalam kehidupan orang-orang yang menjalankannya. ”Dari buah-buahnya kamu akan mengenali mereka,” katanya. ”Setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik.” (Matius 7:16, 17) Dengan kata lain, orang-orang yang menjalankan agama yang benar akan dikenali dari kepercayaan dan tingkah laku mereka. Meskipun mereka tidak sempurna dan membuat kesalahan, para penganut ibadat sejati sebagai kelompok berupaya melakukan kehendak Allah. Mari kita bahas enam tanda pengenal orang-orang yang menjalankan agama yang benar.

      6, 7. Bagaimana hamba-hamba Allah memandang Alkitab, dan bagaimana Yesus memberikan teladan dalam hal ini?

      6 Hamba-hamba Allah menggunakan Alkitab sebagai dasar ajaran mereka. Alkitab sendiri mengatakan, ”Segenap Tulisan Kudus diilhamkan Allah dan bermanfaat untuk mengajar, untuk menegur, untuk meluruskan perkara-perkara, untuk mendisiplin dalam keadilbenaran, agar abdi Allah menjadi cakap sepenuhnya, diperlengkapi secara menyeluruh untuk setiap pekerjaan yang baik.” (2 Timotius 3:16, 17) Kepada rekan-rekan Kristennya, rasul Paulus menulis, ”Pada waktu kamu menerima firman Allah, yang kamu dengar dari kami, kamu tidak menerima itu sebagai perkataan manusia, tetapi, sebagaimana itu sesungguhnya, yaitu sebagai perkataan Allah.” (1 Tesalonika 2:13) Jadi, kepercayaan dan cara beribadat agama yang benar tidak didasarkan pada pandangan atau tradisi manusia, tetapi berasal dari Firman Allah yang terilham, Alkitab.

      7 Yesus Kristus memberikan teladan dengan menggunakan Firman Allah sebagai dasar ajarannya. Sewaktu berdoa kepada Bapak surgawinya, ia mengatakan, ”Firmanmu adalah kebenaran.” (Yohanes 17:17) Yesus mempercayai Firman Allah, dan semua yang ia ajarkan selaras dengan Tulisan-Tulisan Kudus. Yesus sering mengatakan, ”Ada tertulis.” (Matius 4:4, 7, 10) Lalu, Yesus mengutip sebuah ayat. Demikian pula, umat Allah dewasa ini tidak mengajarkan pendapat mereka sendiri. Mereka percaya bahwa Alkitab adalah Firman Allah, dan ajaran mereka sepenuhnya didasarkan pada apa yang dikatakannya.

      8. Apa yang tercakup dalam beribadat kepada Yehuwa?

      8 Orang-orang yang menjalankan agama yang benar menyembah Yehuwa saja dan memberitakan nama-Nya. Yesus menyatakan, ”Yehuwa, Allahmu, yang harus engkau sembah, dan kepada dia saja engkau harus memberikan dinas suci.” (Matius 4:10) Jadi, hamba-hamba Allah menyembah atau beribadat kepada Yehuwa saja, tidak kepada yang lain. Ibadat ini mencakup memberi tahu orang-orang tentang siapa nama Allah yang benar dan seperti apa Dia itu. Mazmur 83:18 mengatakan, ”Engkau, yang bernama Yehuwa, Engkau sajalah Yang Mahatinggi atas seluruh bumi.” Yesus memberikan pola dalam hal membantu orang lain mengenal Allah, seperti yang ia katakan dalam doanya, ”Aku telah membuat namamu nyata kepada orang-orang yang engkau berikan kepadaku dari dunia.” (Yohanes 17:6) Demikian pula, para penganut ibadat sejati dewasa ini mengajar orang lain tentang nama Allah, maksud-tujuan-Nya, dan sifat-sifat-Nya.

      9, 10. Dengan cara apa saja orang Kristen sejati memperlihatkan kasih kepada satu sama lain?

      9 Umat Allah mengasihi satu sama lain dengan tulus dan tidak mementingkan diri. Yesus mengatakan, ”Dengan inilah semua orang akan tahu bahwa kamu adalah murid-muridku, jika kamu mempunyai kasih di antara kamu.” (Yohanes 13:35) Orang Kristen masa awal memperlihatkan kasih seperti itu kepada satu sama lain. Kasih ilahi menyingkirkan semua penghalang seperti perbedaan ras, sosial, serta bangsa dan mempersatukan orang-orang ke dalam ikatan persaudaraan sejati yang tak terpatahkan. (Kolose 3:14) Dalam agama palsu tidak ada persaudaraan yang pengasih seperti itu. Bagaimana kita tahu? Mereka saling membunuh hanya karena berbeda bangsa atau suku. Orang Kristen sejati tidak mengangkat senjata untuk membunuh saudara-saudara Kristen mereka atau siapa pun. Alkitab mengatakan, ”Anak-anak Allah dan anak-anak Iblis jelas dari fakta ini: Setiap orang yang tidak terus melakukan keadilbenaran tidak berasal dari Allah, demikian juga orang yang tidak mengasihi saudaranya. . . . Kita harus mengasihi satu sama lain; tidak seperti Kain, yang berasal dari si fasik dan membunuh saudaranya.”​—1 Yohanes 3:10-12; 4:20, 21.

      10 Tentu, kasih yang tulus tidak hanya diperlihatkan dengan tidak membunuh. Orang Kristen sejati tanpa mementingkan diri menggunakan waktu, tenaga, dan sumber daya mereka untuk saling membantu dan menguatkan. (Ibrani 10:24, 25) Mereka saling membantu pada masa kesusahan, dan mereka berlaku jujur. Sebenarnya, mereka menerapkan nasihat Alkitab untuk ”melakukan apa yang baik untuk semua orang” dalam kehidupan mereka.​—Galatia 6:10.

      11. Mengapa penting untuk menerima Yesus Kristus sebagai sarana Allah untuk menyelamatkan kita?

      11 Orang Kristen sejati menerima Yesus Kristus sebagai sarana Allah untuk menyelamatkan kita. Alkitab mengatakan, ”Tidak ada keselamatan dalam siapa pun selain dalam dia, karena tidak ada nama lain di bawah langit yang telah diberikan di antara manusia yang melaluinya kita akan diselamatkan.” (Kisah 4:12) Sebagaimana kita lihat dalam Pasal 5, Yesus memberikan kehidupannya sebagai tebusan bagi orang-orang yang taat. (Matius 20:28) Selain itu, Yesus adalah Raja yang dilantik Allah dalam Kerajaan surgawi yang akan berkuasa atas seluruh bumi. Dan, Allah minta agar kita menaati Yesus dan menerapkan ajarannya jika kita ingin mendapat kehidupan abadi. Itulah sebabnya Alkitab menyatakan, ”Dia yang memperlihatkan iman akan Putra memiliki kehidupan abadi; dia yang tidak taat kepada Putra tidak akan melihat kehidupan.”​—Yohanes 3:36.

      12. Apa artinya ”bukan bagian dari dunia”?

      12 Para penganut ibadat sejati bukan bagian dari dunia. Ketika diadili di hadapan Pilatus, penguasa Romawi, Yesus mengatakan, ”Kerajaanku bukan bagian dari dunia ini.” (Yohanes 18:36) Di negara mana pun mereka tinggal, para pengikut Yesus yang sejati adalah rakyat Kerajaan surgawinya dan karena itu sama sekali netral dalam urusan politik dunia. Mereka tidak ikut-ikutan dalam segala konfliknya. Tetapi, penyembah Yehuwa tidak menghalangi orang yang memutuskan untuk bergabung dengan salah satu partai politik, atau yang mencalonkan diri untuk memegang suatu jabatan politik, atau yang memberikan suaranya dalam pemilihan umum. Meskipun netral dalam politik, para penganut ibadat sejati mematuhi hukum. Mengapa? Karena Firman Allah memerintahkan mereka agar ”tunduk kepada kalangan berwenang yang lebih tinggi” dalam pemerintahan. (Roma 13:1) Jika tuntutan sistem politik bertentangan dengan tuntutan Allah, para penganut ibadat sejati mengikuti teladan para rasul, yang mengatakan, ”Kita harus menaati Allah sebagai penguasa sebaliknya daripada manusia.”​—Kisah 5:29; Markus 12:17.

      13. Bagaimana para pengikut Yesus yang sejati memandang Kerajaan Allah, dan karena itu, tindakan apa yang mereka ambil?

      13 Para pengikut Yesus yang sejati memberitakan bahwa Kerajaan Allah adalah satu-satunya harapan umat manusia. Yesus menubuatkan, ”Kabar baik kerajaan ini akan diberitakan di seluruh bumi yang berpenduduk sebagai suatu kesaksian kepada semua bangsa; dan kemudian akhir itu akan datang.” (Matius 24:14) Sebaliknya dari menganjurkan orang agar percaya kepada penguasa manusia untuk menyelesaikan problem mereka, para pengikut Yesus Kristus yang sejati memberitakan bahwa Kerajaan surgawi Allah adalah satu-satunya harapan bagi umat manusia. (Mazmur 146:3) Yesus mengajar kita untuk mendoakan pemerintahan yang sempurna itu ketika ia mengatakan, ”Biarlah kerajaanmu datang. Biarlah kehendakmu terjadi, seperti di surga, demikian pula di atas bumi.” (Matius 6:10) Firman Allah menubuatkan bahwa Kerajaan surgawi ini ”akan meremukkan dan mengakhiri semua kerajaan ini [yang ada sekarang], dan akan tetap berdiri sampai waktu yang tidak tertentu”.​—Daniel 2:44.

      14. Menurut Anda, agama apa yang memenuhi syarat-syarat ibadat yang sejati?

      14 Berdasarkan apa yang baru kita bahas, tanyalah kepada diri sendiri, ’Agama mana yang menggunakan Alkitab sebagai dasar semua ajarannya dan memberitakan nama Yehuwa? Agama mana yang memperlihatkan kasih ilahi, memperlihatkan iman kepada Yesus, bukan bagian dari dunia, dan memberitakan bahwa Kerajaan Allah adalah satu-satunya harapan sejati bagi umat manusia? Dari antara semua agama di bumi, mana yang memenuhi semua syarat itu?’ Fakta-fakta dengan jelas menunjukkan bahwa Saksi-Saksi Yehuwa-lah agama tersebut.​—Yesaya 43:10-12.

      APA YANG AKAN ANDA LAKUKAN?

      15. Selain mempercayai bahwa Allah ada, apa lagi yang Allah minta?

      15 Sekadar percaya kepada Allah tidak cukup untuk dapat menyenangkan Dia. Sesungguhnya, Alkitab mengatakan bahwa hantu-hantu pun percaya bahwa Allah ada. (Yakobus 2:19) Namun, mereka jelas tidak melakukan kehendak Allah dan tidak mendapat perkenan-Nya. Agar diperkenan Allah, kita tidak hanya harus percaya bahwa Dia ada tetapi juga melakukan kehendak-Nya. Kita juga harus memutuskan hubungan dengan agama palsu, lalu memeluk agama yang benar.

      16. Apa yang harus dilakukan apabila kita menjadi bagian dari agama palsu?

      16 Rasul Paulus menunjukkan bahwa kita tidak boleh menjadi bagian dari agama palsu. Ia menulis, ”’Keluarlah dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu,’ kata Yehuwa, ’dan berhentilah menyentuh perkara yang najis’; ’dan aku akan menerima kamu.’” (2 Korintus 6:17; Yesaya 52:11) Maka, orang Kristen sejati menghindari apa pun yang ada hubungannya dengan ibadat palsu.

      17, 18. Apakah ”Babilon Besar” itu, dan mengapa sangat penting untuk ’keluar dari dalamnya’?

      17 Alkitab menunjukkan bahwa semua bentuk agama palsu adalah bagian dari ”Babilon Besar”.a (Penyingkapan 17:5) Nama itu mengingatkan kita kepada kota kuno Babilon, tempat agama palsu bermula setelah Air Bah pada zaman Nuh. Banyak ajaran dan cara beribadat yang sekarang terdapat dalam agama palsu berasal dari Babilon jauh di masa lampau. Sebagai contoh, orang Babilon menyembah dewa-dewi tritunggal, atau tiga serangkai. Dewasa ini, doktrin utama banyak agama adalah Trinitas, atau Tritunggal. Tetapi, Alkitab dengan jelas mengajarkan bahwa hanya ada satu Allah yang benar, yaitu Yehuwa, dan bahwa Yesus Kristus adalah Putra-Nya. (Yohanes 17:3) Orang Babilon juga percaya bahwa manusia mempunyai jiwa yang tak berkematian, yang tetap hidup setelah tubuh mati dan dapat menderita di suatu tempat siksaan. Dewasa ini, kepercayaan tentang jiwa atau roh yang tak berkematian yang dapat menderita di api neraka diajarkan oleh kebanyakan agama.

      18 Babilon Besar zaman modern dapat dengan tepat dinyatakan sebagai imperium agama palsu sedunia karena ibadat orang Babilon kuno telah menyebar ke seluruh bumi. Dan, Allah telah menubuatkan bahwa imperium agama palsu ini akan berakhir dengan mendadak. (Penyingkapan 18:8) Dapatkah Anda lihat mengapa sangat penting untuk memutuskan hubungan dengan setiap bagian dari Babilon Besar? Allah Yehuwa ingin Anda segera ’keluar dari dalamnya’ selagi masih ada waktu.​—Penyingkapan 18:4.

      Seorang pria disambut gembira oleh Saksi-Saksi Yehuwa dari berbagai negeri

      Dengan melayani Yehuwa bersama umat-Nya, Anda akan mendapat jauh lebih banyak daripada yang mungkin Anda tinggalkan

      19. Apa yang akan Anda peroleh dengan melayani Yehuwa?

      19 Karena Anda memutuskan untuk tidak lagi menjalankan agama palsu, ada yang mungkin tidak mau lagi bergaul dengan Anda. Tetapi, dengan melayani Yehuwa bersama umat-Nya, Anda akan mendapat jauh lebih banyak daripada yang mungkin Anda tinggalkan. Seperti murid-murid Yesus masa awal yang meninggalkan hal-hal lain untuk mengikuti dia, Anda akan mempunyai banyak saudara-saudari rohani. Anda akan menjadi bagian dari keluarga besar yang terdiri dari jutaan orang Kristen sejati di seluruh dunia, yang akan mengasihi Anda dengan tulus. Dan, Anda akan memiliki harapan yang menakjubkan berupa kehidupan abadi ”dalam sistem yang akan datang”. (Markus 10:28-30) Mungkin seraya waktu berlalu, orang-orang yang meninggalkan Anda karena kepercayaan Anda akan memeriksa apa yang Alkitab ajarkan dan menjadi penyembah Yehuwa.

      20. Masa depan apa yang terbentang bagi orang-orang yang menjalankan agama yang benar?

      20 Alkitab mengajarkan bahwa tidak lama lagi Allah akan mengakhiri sistem yang fasik ini dan akan menggantinya dengan dunia baru yang adil-benar di bawah pemerintahan Kerajaan-Nya. (2 Petrus 3:9, 13) Alangkah menakjubkannya dunia itu kelak! Dan, dalam sistem baru yang adil-benar itu, hanya akan ada satu agama, satu bentuk ibadat yang sejati. Maka, tidakkah bijaksana jika Anda mengambil langkah-langkah yang perlu untuk bergabung dengan para penganut ibadat sejati sekarang juga?

      PARA PENYEMBAH ALLAH YANG BENAR

      Orang dari berbagai ras, usia, dan keadaan berjalan dalam ibadat sejati
      • menggunakan Alkitab sebagai dasar ajaran mereka

      • menyembah Yehuwa saja dan memberitakan nama-Nya

      • saling mengasihi dengan tulus

      • menerima Yesus sebagai sarana penyelamatan dari Allah

      • bukan bagian dari dunia

      • memberitakan Kerajaan Allah sebagai satu-satunya harapan umat manusia

      a Untuk mendapat lebih banyak keterangan tentang alasannya Babilon Besar menggambarkan imperium agama palsu sedunia, lihat Apendiks ”Siapakah ’Babilon Besar’?”

  • Ibadat yang Allah Perkenan
    Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
  • Berpautlah pada Ibadat Sejati
    Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
    • PASAL ENAM BELAS

      Berpautlah pada Ibadat Sejati

      • Apa yang Alkitab ajarkan tentang pemujaan patung dan leluhur?

      • Apa pandangan orang Kristen mengenai hari raya agama?

      • Bagaimana caranya menjelaskan kepercayaan Anda tanpa menyinggung perasaan orang?

      1, 2. Pertanyaan apa yang harus Anda ajukan kepada diri sendiri setelah meninggalkan agama palsu, dan menurut Anda, mengapa ini penting?

      KATAKANLAH Anda baru saja tahu bahwa seluruh lingkungan tempat tinggal Anda telah tercemar. Seseorang diam-diam telah membuang limbah beracun di daerah itu, dan sekarang kehidupan semua orang terancam bahaya. Apa yang akan Anda lakukan? Sebisa mungkin, Anda tentu akan pindah dari sana. Tetapi, setelah itu, Anda masih dihantui pertanyaan penting, ’Apakah saya sudah terkena racun?’

      2 Demikian pula keadaannya dengan agama palsu. Alkitab mengajarkan bahwa agama seperti itu sudah tercemar dengan ajaran dan cara beribadat yang najis. (2 Korintus 6:17) Itulah sebabnya mengapa begitu penting untuk keluar dari ”Babilon Besar”, imperium agama palsu sedunia. (Penyingkapan 18:2, 4) Sudahkah Anda melakukannya? Jika sudah, Anda patut dipuji. Tetapi, ada lagi yang dituntut selain memutuskan hubungan dengan agama palsu. Anda selanjutnya harus bertanya kepada diri sendiri, ’Apakah masih ada sisa-sisa agama palsu yang mencemari diri saya?’ Pertimbangkan beberapa contoh.

      PEMUJAAN PATUNG DAN LELUHUR

      3. (a) Apa yang Alkitab katakan tentang penggunaan patung, dan mengapa pandangan Allah mungkin sulit diterima oleh beberapa orang? (b) Apa yang harus Anda lakukan dengan benda apa pun yang Anda miliki yang berkaitan dengan ibadat palsu?

      3 Ada yang sudah bertahun-tahun memiliki patung atau tempat pemujaan di rumah mereka. Apakah Anda juga? Jika ya, Anda mungkin merasa janggal atau salah untuk berdoa kepada Allah tanpa menggunakan sesuatu yang kelihatan sebagai alat bantu. Anda mungkin bahkan menyayangi benda-benda itu. Tetapi, Allah-lah yang menentukan cara beribadat kepada-Nya, dan Alkitab mengajarkan bahwa Ia tidak ingin kita menggunakan patung. (Keluaran 20:4, 5; Mazmur 115:4-8; Yesaya 42:8; 1 Yohanes 5:21) Jadi, Anda dapat berpaut pada ibadat sejati dengan memusnahkan benda apa pun yang Anda miliki yang berkaitan dengan ibadat palsu. Tanpa ragu-ragu, pandanglah benda-benda itu seperti Yehuwa memandangnya—sebagai sesuatu yang ”memuakkan”.—Ulangan 27:15.

      4. (a) Bagaimana kita tahu bahwa pemujaan leluhur itu sia-sia? (b) Mengapa Yehuwa melarang umat-Nya terlibat dengan semua bentuk spiritisme?

      4 Pemujaan leluhur juga umum dalam banyak agama palsu. Sebelum belajar kebenaran Alkitab, ada yang percaya bahwa orang mati masih hidup di suatu alam gaib dan bahwa mereka dapat membantu atau mencelakakan orang yang hidup. Mungkin Anda pernah bersusah payah menenangkan leluhur Anda yang sudah meninggal. Tetapi, seperti yang Anda pelajari di Pasal 6 buku ini, orang mati tidak sadar dan tidak hidup di tempat lain. Jadi, upaya untuk berkomunikasi dengan mereka tidak ada gunanya. Pesan apa pun yang tampaknya berasal dari orang tercinta yang telah meninggal sebenarnya berasal dari hantu-hantu. Karena itu, Yehuwa melarang orang Israel untuk mencoba berbicara dengan orang mati atau terlibat dengan semua bentuk spiritisme.​—Ulangan 18:10-12.

      Berbagai jenis penyembahan lambang dan leluhur yang dilakukan di seputar dunia

      5. Apa yang dapat Anda lakukan jika Anda dahulu beribadat dengan menggunakan patung atau memuja leluhur?

      5 Jika Anda dahulu beribadat dengan menggunakan patung atau memuja leluhur, apa yang dapat Anda lakukan? Baca dan renungkanlah ayat-ayat Alkitab yang menunjukkan pandangan Allah terhadap hal-hal itu. Berdoalah kepada Yehuwa setiap hari tentang keinginan Anda untuk berpaut pada ibadat sejati, dan mintalah bantuan-Nya agar Anda dapat memiliki pandangan yang sama dengan-Nya.—Yesaya 55:9.

      NATAL​—TIDAK DIRAYAKAN OLEH ORANG KRISTEN MASA AWAL

      6, 7. (a) Natal konon untuk memperingati apa, dan apakah para pengikut Yesus pada abad pertama merayakannya? (b) Pada zaman murid-murid Yesus masa awal, perayaan hari lahir dikaitkan dengan apa?

      6 Ibadat seseorang dapat dicemari oleh agama palsu dalam hal hari-hari raya umum. Contohnya Natal, yang konon dimaksudkan untuk memperingati kelahiran Yesus Kristus. Hampir setiap agama yang mengaku Kristen merayakannya. Tetapi, tidak ada bukti bahwa murid-murid Yesus pada abad pertama merayakannya. Buku Sacred Origins of Profound Things (Asal Usul Sakral dari Hal-Hal yang Bermakna Dalam) menyatakan, ”Selama dua abad setelah lahirnya Kristus, tidak seorang pun tahu, dan hanya sedikit yang peduli, kapan persisnya ia lahir.”

      7 Seandainya murid-murid Yesus tahu persis tanggal lahirnya, mereka pun tidak akan merayakannya. Mengapa? Karena, seperti dikatakan The World Book Encyclopedia, orang Kristen masa awal ”menganggap perayaan kelahiran sebagai kebiasaan kafir”. Alkitab hanya menyebutkan dua perayaan hari lahir, yaitu yang diadakan oleh dua penguasa yang tidak menyembah Yehuwa. (Kejadian 40:20; Markus 6:21) Perayaan hari lahir juga diadakan untuk menghormati dewa-dewi orang kafir. Misalnya, pada tanggal 24 Mei orang Romawi merayakan hari lahir dewi Diana. Keesokan harinya, mereka memperingati hari lahir dewa matahari mereka, Apolo. Jadi, perayaan hari lahir dikaitkan dengan kekafiran, bukan dengan Kekristenan.

      8. Jelaskan hubungan antara perayaan hari lahir dan takhayul.

      8 Ada alasan lain mengapa orang Kristen abad pertama tidak akan merayakan hari lahir Yesus. Murid-muridnya kemungkinan besar tahu bahwa perayaan hari lahir ada hubungannya dengan takhayul. Misalnya, banyak orang Yunani dan Romawi zaman dahulu percaya bahwa ada suatu roh yang hadir pada saat kelahiran setiap orang dan yang melindungi orang tersebut sepanjang hidupnya. ”Roh itu mempunyai hubungan gaib dengan dewa yang hari kelahirannya sama dengan orang tersebut,” kata buku The Lore of Birthdays (Kepercayaan Tradisional tentang Hari Lahir). Yehuwa pasti tidak senang dengan perayaan apa pun yang mengaitkan Yesus dengan takhayul. (Yesaya 65:11, 12 Jadi, mengapa begitu banyak orang merayakan Natal?

      ASAL USUL NATAL

      9. Bagaimana tanggal 25 Desember sampai dipilih untuk merayakan kelahiran Yesus?

      9 Beberapa ratus tahun setelah Yesus hidup di bumi, barulah orang mulai memperingati kelahirannya pada tanggal 25 Desember. Tetapi, itu bukan tanggal Yesus lahir, sebab ia ternyata lahir pada bulan Oktober.a Maka, mengapa tanggal 25 Desember yang dipilih? Beberapa orang yang belakangan mengaku Kristen kemungkinan besar ”ingin agar tanggalnya bertepatan dengan perayaan kafir Romawi untuk memperingati ’hari lahir matahari yang tak tertaklukkan’”. (The New Encyclopædia Britannica) Pada musim dingin, sewaktu sinar matahari tampak paling redup, orang kafir mengadakan upacara supaya sumber panas dan cahaya ini kembali dari perjalanannya yang jauh. Tanggal 25 Desember dianggap sebagai hari ketika matahari memulai perjalanannya kembali. Dalam upaya untuk menobatkan orang kafir, para pemimpin agama memasukkan perayaan ini ke dalam ibadat mereka dan mencoba membuatnya berbau ”Kristen”.b

      10. Pada zaman dahulu, mengapa ada yang tidak merayakan Natal?

      10 Orang sudah lama mengakui bahwa Natal bersumber dari kekafiran, bukan dari Alkitab. Karena itu, Natal dilarang di Inggris dan di beberapa koloni Amerika pada abad ke-17. Bahkan siapa pun yang tinggal di rumah dan tidak bekerja pada hari Natal harus membayar denda. Tetapi, tidak lama kemudian kebiasaan umum itu menjadi populer lagi, dan beberapa kebiasaan lain ditambahkan. Natal sekali lagi menjadi hari raya yang penting, bahkan sampai sekarang di banyak negeri. Tetapi, karena Natal ada hubungannya dengan agama palsu, orang yang ingin menyenangkan Allah tidak merayakannya, juga hari raya lain mana pun yang bersumber dari ibadat orang kafir.c

      APAKAH ASAL USUL HARI RAYA BENAR-BENAR PENTING?

      11. Mengapa orang merayakan hari-hari raya, tetapi apa yang seharusnya paling penting bagi kita?

      11 Ada orang yang setuju bahwa hari raya seperti Natal berasal dari kekafiran tetapi merasa bahwa tidaklah salah untuk merayakannya. Faktanya, sewaktu merayakan hari-hari raya, kebanyakan orang tidak memikirkan atau menghubungkannya dengan ibadat palsu. Saat-saat seperti itu juga merupakan kesempatan bagi keluarga untuk berkumpul. Apakah Anda juga merasa begitu? Jika ya, kemungkinan besar, kasih kepada keluargalah yang membuat Anda sulit berpaut pada ibadat sejati, bukan kasih kepada agama palsu. Yakinlah bahwa Yehuwa, Pribadi yang menjadi pemula keluarga, ingin agar Anda mempunyai hubungan yang baik dengan sanak keluarga Anda. (Efesus 3:14, 15) Anda dapat menguatkan ikatan keluarga dengan cara yang Allah perkenan. Rasul Paulus menulis tentang apa yang seharusnya paling penting bagi kita, ”Teruslah pastikan apa yang diperkenan Tuan.”​—Efesus 5:10.

      Sebuah permen di selokan

      Apakah Anda akan makan permen yang dipungut dari selokan?

      12. Berikan gambaran mengapa kita harus menghindari kebiasaan umum dan perayaan yang memiliki asal usul yang najis.

      12 Mungkin Anda merasa bahwa asal usul hari-hari raya itu hampir tidak ada kaitannya dengan apa yang dirayakan sekarang. Apakah asal usul benar-benar penting? Ya! Sebagai gambaran: Katakanlah Anda melihat ada permen loli di selokan. Apakah Anda akan mengambil permen itu dan memakannya? Tentu tidak, bukan? Permen itu kotor. Seperti permen itu, hari-hari raya mungkin kelihatannya menyenangkan, tetapi diambil atau berasal dari tempat-tempat yang najis. Untuk berpaut pada ibadat sejati, kita harus memiliki pandangan yang sama dengan nabi Yesaya, yang memberi tahu para penganut ibadat sejati, ”Jangan menyentuh apa pun yang najis.”​—Yesaya 52:11.

      BIJAKSANA TERHADAP ORANG LAIN

      13. Kesulitan apa yang mungkin timbul sewaktu Anda tidak ikut merayakan hari-hari raya?

      13 Kesulitan mungkin timbul sewaktu Anda memutuskan untuk tidak ikut merayakan hari-hari raya. Misalnya, rekan sekerja mungkin heran mengapa Anda tidak mengikuti kegiatan hari raya tertentu di tempat kerja. Bagaimana jika Anda diberi hadiah Natal? Apakah salah untuk menerimanya? Bagaimana jika teman hidup Anda berbeda kepercayaan? Apa yang dapat Anda lakukan agar anak-anak Anda tidak merasa kesenangannya terampas karena tidak merayakan hari-hari raya?

      14, 15. Apa yang dapat Anda lakukan jika Anda mendapat ucapan selamat hari raya atau jika seseorang ingin memberikan hadiah kepada Anda?

      14 Dibutuhkan pertimbangan yang baik untuk menentukan cara menangani setiap situasi. Jika ucapan selamat hari raya disampaikan secara sambil lalu, Anda cukup mengucapkan terima kasih. Tetapi, bagaimana seandainya yang mengucapkan itu adalah orang yang sering Anda temui atau rekan sekerja? Jika demikian, Anda bisa saja memberikan penjelasan. Dalam segala situasi, Anda harus bijaksana. Alkitab menasihatkan, ”Hendaklah ucapanmu selalu menyenangkan, dibumbui dengan garam, sehingga kamu mengetahui bagaimana seharusnya memberikan jawaban kepada setiap orang.” (Kolose 4:6) Berhati-hatilah, jangan sampai kita menunjukkan sikap tidak respek. Sebaliknya, dengan bijaksana jelaskan pendirian Anda. Terangkan bahwa Anda bukannya tidak senang bertukar hadiah dan berkumpul bersama mereka tetapi bahwa Anda lebih senang melakukannya pada kesempatan lain, bukan pada hari raya.

      15 Bagaimana jika seseorang ingin memberikan hadiah kepada Anda? Hal itu banyak bergantung pada keadaan. Si pemberi mungkin mengatakan, ”Saya tahu Anda tidak merayakan hari raya ini. Tetapi, saya ingin Anda menerima hadiah ini.” Anda mungkin menilai bahwa dalam hal itu, menerima hadiah tidak sama dengan ikut merayakan hari raya tersebut. Jika si pemberi tidak tahu kepercayaan Anda, Anda tentu dapat mengatakan bahwa Anda tidak merayakan hari raya itu. Ini akan membantunya mengerti alasan Anda mau menerima hadiahnya tetapi tidak memberikan hadiah sebagai balasan pada kesempatan itu. Tetapi, Anda sebaiknya tidak menerima hadiah yang jelas-jelas diberikan dengan niat untuk menunjukkan bahwa Anda tidak berpaut pada kepercayaan Anda atau bahwa Anda akan berkompromi demi keuntungan materi.

      BAGAIMANA DENGAN ANGGOTA KELUARGA?

      16. Bagaimana Anda dapat berlaku bijaksana sewaktu menangani hal-hal yang berkaitan dengan hari-hari raya?

      16 Bagaimana jika anggota keluarga Anda berbeda kepercayaan? Sekali lagi, hendaklah bijaksana. Anda tidak perlu mempermasalahkan setiap tradisi atau perayaan yang dirayakan sanak keluarga Anda. Sebaliknya, hormati hak mereka untuk memiliki pandangan mereka sendiri, sama seperti Anda ingin mereka menghormati hak Anda. (Matius 7:12) Hindari tindakan apa pun yang sebenarnya sama saja dengan ikut merayakan hari raya. Namun, bersikaplah masuk akal dalam hal-hal yang tidak berkaitan langsung dengan perayaan itu. Tentu, jangan sampai tindakan Anda membuat hati nurani Anda terganggu.​—1 Timotius 1:18, 19.

      17. Bagaimana Anda dapat membantu anak-anak Anda agar tidak merasa kesenangan mereka terampas sewaktu melihat anak-anak lain merayakan hari raya?

      17 Apa yang dapat Anda lakukan agar anak-anak Anda tidak merasa kesenangannya terampas karena tidak merayakan hari-hari raya yang tidak selaras dengan Alkitab? Hal itu banyak bergantung pada apa yang Anda lakukan pada waktu-waktu lain sepanjang tahun. Ada orang tua yang menentukan waktu-waktu tertentu untuk memberikan hadiah kepada anak-anak mereka. Salah satu hadiah terbaik yang dapat Anda berikan kepada anak-anak ialah waktu dan perhatian Anda yang pengasih.

      MENJALANKAN IBADAT SEJATI

      Gambar tentang keluarga yang sedang memberitakan kabar baik, beribadat bersama dalam pertemuan Kristen, dan bertukar hadiah saat piknik

      Menjalankan ibadat sejati menghasilkan kebahagiaan sejati

      18. Bagaimana menghadiri pertemuan Kristen dapat membantu Anda berpaut pada ibadat sejati?

      18 Untuk menyenangkan Allah, Anda harus menolak ibadat palsu dan berpaut pada ibadat sejati. Apa yang tercakup di dalamnya? Alkitab menyatakan, ”Biarlah kita memperhatikan satu sama lain untuk saling menggerakkan kepada kasih dan perbuatan yang baik, dengan tidak mengabaikan pertemuan kita, sebagaimana kebiasaan beberapa orang, tetapi saling menganjurkan, dan terlebih lagi demikian seraya kamu melihat hari itu mendekat.” (Ibrani 10:24, 25) Pertemuan-pertemuan Kristen merupakan saat-saat yang membahagiakan karena di sanalah Anda dapat beribadat kepada Allah dengan cara yang Ia perkenan. (Mazmur 22:22; 122:1) Pada pertemuan-pertemuan seperti itu, ”ada pertukaran anjuran” di antara orang-orang Kristen yang setia.​—Roma 1:12.

      19. Mengapa penting untuk berbicara kepada orang-orang tentang hal-hal yang telah Anda pelajari dari Alkitab?

      19 Cara lain untuk berpaut pada ibadat sejati ialah dengan berbicara kepada orang-orang tentang hal-hal yang telah Anda pelajari dari Alkitab bersama Saksi-Saksi Yehuwa. Banyak orang benar-benar ”berkeluh kesah dan mengerang” karena kefasikan yang terjadi di dunia dewasa ini. Mungkin Anda mengenal orang-orang seperti itu. Cobalah berbicara kepada mereka tentang harapan Anda untuk masa depan, yang berdasarkan Alkitab. Seraya Anda bergaul dengan orang-orang Kristen sejati dan berbicara kepada orang-orang tentang kebenaran Alkitab yang menakjubkan yang telah Anda pelajari, lambat laun kerinduan kepada tradisi agama palsu yang mungkin masih tersisa dalam hati Anda akan sirna. Yakinlah bahwa Anda akan sangat bahagia dan akan mendapat banyak berkat jika Anda berpaut pada ibadat sejati.​—Maleakhi 3:10.

      a Lihat Apendiks ”Apakah Yesus Lahir pada Bulan Desember?”

      b Perayaan Saturnalia juga menjadi faktor dalam pemilihan tanggal 25 Desember. Perayaan yang menghormati dewa pertanian Romawi ini diadakan pada tanggal 17-24 Desember. Pada perayaan itu, orang-orang berpesta-pora, bersukaria, dan saling memberikan hadiah.

      c Untuk pembahasan tentang pandangan orang Kristen sejati terhadap hari-hari raya umum lainnya, lihat Apendiks ”Bolehkah Kita Merayakan Hari Raya?”

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan