PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • g99 22/7 hlm. 21-23
  • Mengapa Mama Sakit Keras?

Tidak ada video untuk bagian ini.

Maaf, terjadi error saat ingin menampilkan video.

  • Mengapa Mama Sakit Keras?
  • Sedarlah!—1999
  • Subjudul
  • Bahan Terkait
  • Mengapa Orang-Tua Saya Sakit?
  • Perasaan-Perasaan yang Menyakitkan
  • Apa yang Dapat Anda Lakukan
  • Memelihara Keseimbangan Rohani Anda
  • Bagaimana Jika Orang Tuaku Pecandu Narkoba atau Alkohol?
    Pertanyaan Kaum Muda—Jawaban yang Praktis, Jilid 2
  • Bagaimana Aku Bisa Menghadapi Kematian Orang Tua?
    Sedarlah!—2009
  • Wajarkah Kalau Aku Berduka Seperti Ini?
    Pertanyaan Kaum Muda—Jawaban yang Praktis, Jilid 1
  • Bagaimana Saya Dapat Hidup dalam Keluarga yang Terbagi dalam Hal Agama?
    Sedarlah!—1991
Lihat Lebih Banyak
Sedarlah!—1999
g99 22/7 hlm. 21-23

Pertanyaan Kaum Muda . . .

Mengapa Mama Sakit Keras?

AYAH Ari meninggal karena kanker.a Ari berhasil mengatasi perasaan kehilangannya, karena telah belajar tentang janji Alkitab berkenaan dengan kebangkitan. Namun, ketika ibunya didiagnosis mengidap kanker, mimpi buruknya terulang kembali. Membayangkan akan ditinggal ibunya sangat menakutkan Ari. ’Mengapa harus mama saya yang sakit?’ tanyanya dengan getir pada dirinya.

MENURUT Dr. Leonard Felder, ”ada lebih dari enam puluh juta orang Amerika yang . . . harus menghadapi penyakit atau kecacatan yang dialami oleh orang yang mereka kasihi”. Felder menambahkan, ”Setiap hari, sekitar satu di antara empat pekerja Amerika mendapatkan tanggung jawab tambahan untuk mengurus kebutuhan orang-tua yang sakit” atau orang lain yang dikasihi. Jika demikianlah keadaan Anda, Anda tidak seorang diri. Akan tetapi, melihat seseorang yang Anda kasihi menjadi sakit sangatlah mencemaskan dan menyakitkan. Bagaimana Anda dapat mengatasinya?

Mengapa Orang-Tua Saya Sakit?

Amsal 15:13 mengatakan, ”Kepedihan hati mematahkan semangat.” Cukup wajar bila Anda diliputi berbagai emosi sewaktu orang-tua Anda sakit. Misalnya, Anda mungkin merasa bersalah karena penderitaan orang-tua Anda. Mungkin, Anda sebelumnya kurang akur dengan orang-tua. Mungkin, sekali waktu Anda pernah berdebat sengit. Sekarang, karena orang-tua Anda sakit, Anda mungkin merasa bahwa Andalah penyebabnya. Namun, meskipun cekcok keluarga dapat menyebabkan stres, hal itu jarang menjadi penyebab penyakit serius. Ketegangan dan perselisihan kecil dapat terjadi bahkan dalam rumah tangga Kristen yang penuh kasih. Maka, Anda tidak perlu memikul beban perasaan bersalah, seakan-akan Andalah penyebab problem kesehatan orang-tua Anda.

Pada dasarnya, ibu atau ayah Anda sakit karena dosa orang-tua pertama kita, Adam dan Hawa. (Roma 5:12) Karena dosa asal tersebut, ”semua ciptaan sama-sama terus mengerang dan sama-sama dalam kesakitan sampai sekarang”.​—Roma 8:22.

Perasaan-Perasaan yang Menyakitkan

Meskipun demikian, Anda mungkin merasa khawatir dan cemas. Ibunya Tanti menderita penyakit lupus, suatu kelainan yang disertai penderitaan yang luar biasa. Tanti mengakui, ”Setiap kali saya pergi dari rumah, saya merasa khawatir, dan berpikir apakah Mama baik-baik saja. Saya sulit berkonsentrasi. Tetapi, karena saya tidak mau membuatnya khawatir, saya menyembunyikan perasaan saya.”

Amsal 12:25 mengatakan, ”Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang.” Depresi cukup lazim di kalangan remaja yang mengalami keadaan ini. Tanti mengatakan bahwa ia sangat sedih sewaktu melihat ibunya tidak sanggup melakukan tugas-tugas yang ringan sekalipun. Yang turut menambah stres adalah fakta bahwa remaja-remaja ini​—khususnya gadis-gadis​—sering kali terpaksa memikul tanggung jawab tambahan. Menurut Profesor Bruce Compas, ”gadis-gadis dibebani dengan tanggung jawab keluarga, seperti mengurus rumah dan adik-adik, yang belum sanggup mereka pikul dan mengganggu perkembangan sosial mereka yang wajar”. Beberapa remaja mengasingkan diri, mendengarkan musik yang sendu dan cengeng.​—Amsal 18:1.

Rasa cemas bahwa orang-tua akan meninggal, juga wajar. Tanti adalah anak tunggal, dan ibunya, orang-tua tunggal. Tanti menangis setiap kali ibunya pergi ke rumah sakit, cemas bahwa ia tidak akan pernah kembali. Tanti berkata, ”Kami hanya berdua. Saya tidak mau kehilangan sahabat karib saya.” Seorang remaja putri bernama Marta dengan nada serupa mengakui, ”Saya berusia delapan belas tahun, tapi saya masih takut kehilangan orang-tua saya. Pasti saya akan sangat kesepian.” Reaksi lain yang wajar terhadap penyakit orang-tua adalah gangguan tidur, mimpi buruk, dan kelainan perilaku makan.

Apa yang Dapat Anda Lakukan

Walaupun sekarang keadaannya tampak begitu sulit, Anda dapat mengatasinya! Mulailah berbagi kecemasan dan kekhawatiran Anda dengan orang-tua. Seberapa seriuskah sebenarnya keadaan orang-tua Anda? Apakah mungkin untuk sembuh? Pengaturan apa telah dibuat untuk kesejahteraan Anda seandainya orang-tua Anda tidak dapat sembuh? Adakah kemungkinan bahwa Anda akan mengidap penyakit yang sama suatu hari kelak? Meskipun sulit bagi orang-tua untuk membicarakan hal-hal ini, jika Anda dengan tenang dan penuh respek meminta bantuan mereka, kemungkinan besar mereka akan berbuat sebaik mungkin untuk memberi bantuan dan dukungan.

Nyatakanlah perasaan-perasaan positif Anda. Ari ingat bahwa ia tidak melakukan hal itu sewaktu mengetahui bahwa ibunya akan meninggal karena kanker. Ia berkata, ”Saya tidak memberi tahu Mama betapa saya sangat mengasihinya. Saya tahu ia ingin mendengar saya mengatakannya, tapi, sebagai seorang remaja, saya merasa canggung untuk menyatakan perasaan semacam itu kepadanya. Tidak lama kemudian ia meninggal, dan sekarang saya merasa bersalah karena sewaktu saya memiliki kesempatan, saya tidak memanfaatkannya. Saya menyesalkan hal itu, karena Mama adalah orang yang paling penting dalam kehidupan saya.” Jangan menahan diri untuk menyatakan kepada orang-tua Anda betapa Anda mengasihi mereka.

Jika mungkin, belajarlah tentang penyakit orang-tua Anda. (Amsal 18:15) Barangkali, dokter keluarga Anda dapat membantu Anda dalam hal ini. Anda akan dibantu untuk menjadi lebih berempati, sabar, dan berpengertian bila Anda memiliki cukup informasi. Dan, hal itu dapat membantu mempersiapkan Anda untuk menghadapi perubahan fisik yang mungkin diderita orang-tua Anda, seperti adanya bekas luka, kerontokan rambut, atau kelelahan.

Apakah orang-tua Anda diopname? Maka, buatlah kunjungan Anda riang dan membina. Upayakan agar percakapan Anda seoptimis mungkin. Ceritakan tentang tugas-tugas sekolah dan kegiatan Kristen Anda. (Bandingkan Amsal 25:25.) Jika di negeri Anda keluarga diharapkan menyediakan makanan dan jasa lain untuk pasien, lakukanlah bagian Anda tanpa mengeluh. Berpenampilan bersih dan rapi tidak hanya akan menyenangkan orang-tua Anda, namun juga memberikan kesan yang baik kepada para pekerja rumah sakit dan para dokter. Hal ini dapat meningkatkan mutu perawatan yang diterima orang-tua Anda.b

Apakah orang-tua Anda dirawat di rumah? Maka, lakukan apa yang dapat Anda lakukan untuk membantu perawatannya. Relakan diri untuk mengambil bagian yang masuk akal dalam melakukan tugas rumah tangga. Cobalah meniru Yehuwa dengan memberikan diri anda ’dengan murah hati dan tanpa mencela’. (Yakobus 1:5) Berbuatlah sedapat mungkin untuk mempertunjukkan semangat yang positif, optimis, dan tidak mengeluh.

Tentu saja, Anda juga mempunyai tugas-tugas dari sekolah. Cobalah menyediakan waktu untuk mengerjakannya, karena pendidikan masih penting untuk Anda. Jika mungkin, sisihkan waktu untuk istirahat dan rekreasi. (Pengkhotbah 4:6) Ini akan menyegarkan dan membantu Anda untuk dapat mendukung orang-tua dengan lebih baik. Yang terakhir, jangan menyendiri. Manfaatkanlah dukungan dari rekan-rekan Kristen. (Galatia 6:2) Tanti berkata, ”Sidang menjadi keluarga saya. Para penatua selalu siap untuk berbicara dan menganjurkan saya. Saya tidak akan pernah melupakan hal itu.”

Memelihara Keseimbangan Rohani Anda

Yang terpenting adalah memelihara keseimbangan rohani Anda. Tetaplah menyibukkan diri Anda dalam kegiatan rohani, seperti mempelajari Alkitab, menghadiri perhimpunan, dan mengabar kepada orang-orang lain. (1 Korintus 15:58) Selama musim panas, Tanti meningkatkan bagiannya dalam kegiatan menginjil sebagai perintis ekstra. Ia menambahkan, ”Mama selalu menganjurkan saya untuk mempersiapkan diri dan menghadiri perhimpunan di Balai Kerajaan. Hal itu terbukti bermanfaat bagi kami berdua. Karena ia tidak dapat menghadiri semua perhimpunan seperti yang diinginkannya, saya lebih menyimak dari biasanya supaya nantinya saya dapat menceritakannya kepada Mama. Mama bergantung kepada saya untuk menyediakan makanan rohani baginya, bila ia tidak dapat hadir.

Sebuah artikel dalam The New York Times meringkaskan semua ini dengan baik sewaktu berbicara tentang seorang pekerja sosial yang ”selalu kagum melihat betapa banyak anak yang dapat berkembang dan bahkan maju pesat meskipun menderita trauma karena orang-tua mereka sakit”. Ia mengatakan, ”Mereka memperkembangkan keterampilan yang tanpa mereka sadari sebenarnya sudah mereka miliki. . . . Jika mereka dapat mengatasi hal ini, mereka dapat mengatasi banyak hal.”

Anda juga dapat bertahan melewati periode yang sulit ini. Keadaan ibunya Tanti, misalnya, kini sudah cukup stabil sehingga ia dapat mengurus diri sendiri. Barangkali, pada waktunya, orang-tua Anda juga akan sembuh. Namun, sementara itu, jangan lupa bahwa Anda mendapat dukungan dari Sahabat surgawi Anda, Yehuwa. Ia adalah ’Pendengar Doa’ dan akan mendengarkan seruan Anda meminta tolong. (Mazmur 65:3) Ia akan memberikan kepada Anda​—serta orang-tua Anda yang takut akan Allah​—”kuasa yang melampaui apa yang normal” sehingga Anda dapat mengatasinya.​—2 Korintus 4:7; Mazmur 41:4.

[Catatan Kaki]

a Beberapa nama telah diubah.

b Artikel ”Mengunjungi Pasien​—Cara Membantu”, dalam terbitan Sedarlah! 8 Maret 1991, memberikan beberapa saran praktis.

[Blurb di hlm. 22]

”Setiap kali saya pergi dari rumah, saya merasa khawatir, dan berpikir apakah Mama baik-baik saja”

[Gambar di hlm. 23]

Mempelajari fakta-fakta tentang penyakit orang-tua Anda dapat lebih memperlengkapi Anda untuk membantu mereka

    Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
    Log Out
    Log In
    • Indonesia
    • Bagikan
    • Pengaturan
    • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
    • Syarat Penggunaan
    • Kebijakan Privasi
    • Pengaturan Privasi
    • JW.ORG
    • Log In
    Bagikan