-
Pembaca Menanggapi Buku ”Pertanyaan Kaum Muda”Sedarlah!—1990 (No. 37) | Sedarlah!—1990 (No. 37)
-
-
’Saya Tidak Dapat Berhenti Membacanya’
Seorang gadis berumur 17 tahun menulis, di atas kertas surat hotel:
”Setengah perjalanan pulang dari kebaktian telah kami tempuh dan kami harus menempuh empat jam lagi. Saya sudah membaca sepuluh pasal.”
Beberapa terpaku oleh daftar isi:
”Ketika saya membaca daftar isinya, seolah-olah melihat ke dalam kehidupan saya sendiri. Begitu banyak dari pertanyaan-pertanyaannya pernah saya ajukan kepada diri saya sendiri.”—Kathy yang berusia 16 tahun.
Bahkan beberapa yang ”kurang senang membaca” dapat tertarik:
”Saya tidak terlalu senang membaca, tetapi buku ini begitu bagus sehingga pada waktu saya mulai membacanya, saya tidak dapat meletakkannya lagi. Saya sudah membaca sebagian besar dari seluruh buku itu dalam waktu tiga hari.”—Jennifer yang berusia 15 tahun.
”Saya tidak terlalu pandai membaca dan saya tidak banyak membaca. Setelah saya tiba di rumah dari kebaktian, saya merasa sangat lelah dan hampir tidak dapat membuka mata. Tetapi saya membalik-balik halaman publikasi ini, mulai membaca, dan membaca selesai satu pasal! Sejak itu, saya membaca satu pasal setiap hari, sampai malam ini—saya membaca dua pasal!”—Tiffany yang berusia 17 tahun.
Dan kemudian ada beberapa orang yang bersikap skeptis:
”Tadinya saya berpendapat bahwa saya sudah terlalu tua untuk membaca beberapa bagian dari buku tersebut. Maka saya mulai membaca Bagian 6, ’Seks dan Moral’. Ini sangat membantu saya dalam membuat beberapa keputusan besar. Tidak seorang pun terlalu tua untuk membaca buku ini!”—Sabrina yang berusia 19 tahun.
Malah, banyak yang sudah menyelesaikannya, merasa bahwa membacanya sekali saja tidak cukup:
”Saya dibaptis satu tahun yang lalu, namun saya mempunyai banyak problem, dan saya mengalami depresi. Saya bahkan pernah lari dari rumah! Maka pada waktu saya menerima buku baru itu, saya merasa bahwa Yehuwa mengetahui dengan tepat apa yang saya butuhkan. Luar biasa! Saya sudah membacanya dua kali.”—J. S.
”Saya menuliskan setiap ayat kata demi kata dalam buku itu supaya mempermudah saya untuk membaca buku itu untuk kedua kalinya. Saya tidak melebih-lebihkan: Buku ini telah membuat saya menjadi orang yang lebih baik.”—Aida yang berusia 18 tahun.
’Saudara Tidak Akan Merasa Dikuliahi’
Satu tahun lebih telah berlalu sejak diterbitkannya buku Pertanyaan Kaum Muda, namun komentar-komentar berisi penghargaan terus mengalir. Sebagian dari alasan kesuksesannya pastilah bahwa selain ditujukan kepada kaum muda, buku itu tidak kekanak-kanakan; juga tidak ditulis dalam gaya yang membuat pembacanya merasa dikhotbahi. Beberapa anak muda mengatakannya demikian:
”Buku ini bahkan ada humornya. Karena didukung oleh Firman Allah, Alkitab, buku ini jauh lebih baik daripada majalah remaja manapun.”
”Anda tidak merasa dikuliahi; melainkan, anda disadarkan mengenai beberapa kemungkinan dan akibatnya. Pandangan Yehuwa selalu dengan jelas ditunjukkan dan ditunjang secara Alkitab.”
Banyak yang menyatakan penghargaan bagi nada tulisannya dan pemahaman yang diperlihatkan terhadap perasaan-perasaan mereka yang dalam.
”Ayah saya tidak memperlihatkan pernyataan kasih-sayang apapun terhadap saya, namun nasihat yang ada di buku tersebut seakan-akan datang dari seorang ayah penyayang yang memberi nasihat demi kebaikan kami.”—Stefano, Italia.
”Kesan yang langsung saya peroleh adalah seolah-olah sedang bercakap-cakap dengan seseorang yang mengenal saya dengan baik dan bukan kesan sedang membaca.”—Myriam, Italia.
”Banyak dari contoh-contoh yang digunakan begitu nyata. Saya benar-benar dapat merasakannya.”—Seorang gadis remaja.
”Saya tahu bahwa tidak ada anak remaja dalam Badan Pimpinan. Namun, semua yang saudara tulis mengenai anak-anak muda sangatlah tepat; saya merasa seolah-olah Allah Yehuwa sendiri yang berbicara kepada saya.”—Aubree yang berusia 15 tahun.
-
-
Pembaca Menanggapi Buku ”Pertanyaan Kaum Muda”Sedarlah!—1990 (No. 37) | Sedarlah!—1990 (No. 37)
-
-
Jawaban yang Benar-Benar Praktis!
Tentu saja, buku itu patut diuji bukan berdasarkan popularitasnya melainkan segi praktisnya. Dengan kata lain, apakah jawaban-jawabannya benar-benar praktis? Banyak remaja dengan antusias menegaskan bahwa memang benar demikian:
”Sebelum saya membaca buku ini, saya hanya ikut-ikutan pergi ke Balai Kerajaan dengan ibu dan saudara perempuan saya karena saya tidak dapat tinggal di rumah sendirian. Saya menempuh dua macam kehidupan. Sekarang semua itu telah benar-benar berubah sehingga menjadi lebih baik.”
”Anda bisa meninggalkan kebenaran, tetapi kebenaran tidak meninggalkan anda. Pada usia 27 tahun, saya berupaya untuk kembali ke Balai Kerajaan—sendirian, takut, dan bertobat. Saya memiliki kebiasaan-kebiasaan yang sangat buruk dan merasa bahwa Allah tidak akan pernah mau mengampuni saya. Namun seorang saudari yang lebih tua memberikan buku baru Pertanyaan Kaum Muda kepada saya. Ternyata buku itu membahas semua problem-problem saya dan memberi tahu bagaimana mengatasi problem tersebut. Saya menangis. Tidak ada pernyataan yang bisa menggambarkan rasa syukur saya atas buku itu. Jawaban-jawaban yang praktis—dan bagaimana!!!”
”Buku tersebut membuat saya berpikir dengan serius. Pertama-tama saya tidak menganggap diri saya sebagai salah seorang dari Saksi-Saksi Yehuwa. Saya mempunyai pacar. Saya menghabis-habiskan waktu dengan orang-orang dari dunia ini. Saya bahkan sudah biasa mencuri. Tetapi setelah membaca buku itu, saya menyadari bahwa saya berbuat sesuatu yang salah dalam kehidupan saya. Saya berdoa kepada Yehuwa agar mau mengampuni saya dan saya mengucap syukur atas pemberian buku baru yang luar biasa itu.”
-
-
Pembaca Menanggapi Buku ”Pertanyaan Kaum Muda”Sedarlah!—1990 (No. 37) | Sedarlah!—1990 (No. 37)
-
-
”Saya menitikkan air mata ketika melihat keterangan yang luar biasa dalam buku tersebut. Bahwa itu merupakan hadiah dari Badan Pimpinan Saksi-Saksi Yehuwa kepada kaum remaja sudah merupakan contoh betapa mereka memperhatikan kita.”—Margie yang berumur 18 tahun.
-