PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Bagian 7: 1960-1969 Tahun 1960-an—Masa Protes yang Penuh Pergolakan
    Sedarlah!—1988 (No. 27) | Sedarlah!—1988 (No. 27)
    • Setiap Orang Melakukan Semaunya

      Kaum remaja juga memperlihatkan penolakan mereka terhadap sistem ini dengan menolak standar-standar yang umum untuk pakaian dan dandanan. ”Revolusi mode yang mulai di Carnaby Street, London, pada tahun 1957,” The New Encyclopædia Britannica menjelaskan, ”mengarah kepada mode tahun 1960-an yang serba boleh, berpusat pada kaum muda, dan menentang hal-hal yang sudah menjadi standar.” Bagi banyak wanita itulah zamannya rok mini dan celana pendek (hot pants); bagi pria, itulah zaman janggut dan rambut panjang; dan bagi keduanya, itulah masa mode unisex dan penampilan lusuh yang kemudian dikenal sebagai tampang hippie.

      Beberapa dari musik zaman itu juga mengembangkan semangat protes dengan menganjurkan penggunaan obat bius dan menyetujui hubungan seks bebas serta homoseks. Bintang-bintang rock dan penyanyi-penyanyi pop menjadi idola, menetapkan mode maupun tingkah laku. Kumpul kebo menjadi populer. Ini dan gaya hidup lain yang dulu tidak dapat diterima sekarang dipandang sebagai gaya hidup lain yang bisa diterima. Semua ini menghasilkan tuaian buah-buah yang buruk dalam tahun 1970-an dan 1980-an.

  • Bagian 7: 1960-1969 Tahun 1960-an—Masa Protes yang Penuh Pergolakan
    Sedarlah!—1988 (No. 27) | Sedarlah!—1988 (No. 27)
    • [Gambar di hlm. 30]

      Gerakan hippie pada tahun 1960-an

      [Keterangan]

      UPI/Bettmann Newsphotos

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan