-
Rusia Menghargai Kebebasan BeribadatSedarlah!—2000 | 22 Februari
-
-
Pertama Kalinya di Amerika Serikat
Pada tanggal 20 sampai 22 Agustus yang lalu, puncak hadirin yang berjumlah 670 orang dari seluruh AS dan Kanada merasa tergetar sewaktu menghadiri kebaktian distrik pertama berbahasa Rusia yang diselenggarakan di New York City. Semua khotbah disampaikan dalam bahasa Rusia, dan drama dengan kostum lengkap yang menampilkan kisah Alkitab tentang Yakub dan Esau, dipersembahkan oleh para anggota dari Sidang Rusia di Los Angeles, Kalifornia. Drama itu benar-benar menjadi bagian yang menonjol dalam kebaktian.
Acara lain yang juga menonjol adalah acara baptisan bagi 14 orang, yang semuanya muncul dalam foto. Ada yang menempuh perjalanan sejauh 4.000 kilometer dari Portland, Oregon, serta dari Los Angeles dan San Francisco, Kalifornia, untuk dibaptis pada kebaktian di New York City. Sebelumnya, 14 orang ini tinggal di negara-negara bekas republik Soviet, yakni Armenia, Azerbaijan, Belarus, Moldova, Rusia, dan Ukraina. Pengalaman mereka menyingkapkan betapa mereka menghargai pengetahuan akan Allah dan kebebasan untuk beribadat kepada-Nya.
Svetlana (baris depan, ketiga dari kiri) dibesarkan di Moskwa. Pada usia 17 tahun, ia menikah dengan seorang penyanyi kondang yang jauh lebih tua, kemudian pada tahun 1989 mereka datang ke AS bersama bayi lelaki mereka. Suaminya sering bepergian, dan lima tahun kemudian mereka bercerai.
Sewaktu Svetlana bertemu teman sekerja yang adalah seorang Saksi, teman-temannya yang lain memperingatkannya agar tidak terlibat dengan apa yang mereka sebut ”sebuah sekte yang akan mengendalikan kehidupan[nya] dan merampas semua uang[nya]”. Namun, Svetlana ingin belajar Alkitab. Saat ia diberi tahu nama Allah dalam Alkitab, ia mengomentari, ”Saya sangat terkesan bahwa hanya Saksi-Saksi yang memperkenalkannya.”
Sebagai seorang pemuda, Andrei (baris belakang, ketiga dari kiri) meninggalkan rumahnya di Siberia untuk pelatihan tingkat lanjutan sebagai seorang atlet di tempat yang sekarang adalah St. Petersburg. Tak lama kemudian, Uni Soviet pecah, dan pada tahun 1993, Andrei, yang berusia 22 tahun, berimigrasi ke AS. Ia menjelaskan, ”Saya mulai berpikir tentang Allah dan menghadiri Gereja Ortodoks Rusia. Sekali waktu, pada perayaan Paskah Rusia, saya menginap semalaman di gereja supaya bisa mendekat kepada Allah.”
Pada saat-saat inilah Svetlana bertemu Andrei dan ia memberitahukan Andrei apa yang telah ia pelajari dari pelajaran Alkitabnya. Andrei setuju untuk pergi bersama Svetlana ke perhimpunan Saksi-Saksi Yehuwa, kemudian ia menerima pengajaran Alkitab. Pada bulan Januari 1999 mereka menikah. Setelah dibaptis di kebaktian, mereka sangat bahagia.
Pavel (baris belakang, keempat dari kiri) lahir dekat Qaraghandy, Kazakstan, namun kemudian pindah ke Nal’chik, Rusia. Kota besar ini terletak dekat Chechnya dan Dagestan, tempat berlangsungnya banyak pertempuran. Pavel pertama kali bertemu Saksi-Saksi di sana pada bulan Agustus 1996, namun bulan berikutnya ia bermigrasi ke San Fransisco, AS. Ia terlibat dalam penggunaan obat bius dan telah memiliki seorang putri, yang ia tinggalkan di Rusia bersama ibunya.
Tidak lama setelah sampai di AS, Pavel menghubungi Saksi-Saksi Yehuwa dan menerima pengajaran Alkitab. Ia memperbaiki hidupnya dan menulis surat kepada ibu dari putrinya tentang kepercayaan barunya. Wanita tersebut sekarang belajar dengan Saksi-Saksi, dan ia berencana datang ke AS agar dapat menikah dengan Pavel dan bersama-sama putri mereka melayani Yehuwa di Kalifornia.
George (baris belakang, kedua dari kiri) lahir dan besar di Moskwa. Ia datang ke AS pada tahun 1996 dan setahun kemudian menikahi Flora, yang berasal dari Azerbaijan. George adalah anggota gereja Ortodoks Rusia, tetapi setelah membaca sebuah majalah Menara Pengawal, timbul pertanyaan tentang doktrin Tritunggal. Sebagai jawaban atas suratnya kepada Lembaga Menara Pengawal, ia menerima brosur Haruskah Anda Percaya Kepada Tritunggal? Pada tahun 1998, berdua dengan Flora, ia mulai belajar Alkitab. Sekarang Flora juga ingin dibaptis.
Corak menonjol lainnya dalam kebaktian adalah menerima salam dari Moskwa, yang pada akhir minggu yang sama juga menikmati kebaktian dengan hadirin 15.108. Betapa tergetarnya para delegasi di New York City sewaktu mendengar pengumuman bahwa 600 orang telah dibaptis di Moskwa! Hal ini khususnya benar mengingat laporan-laporan mencekam dalam surat kabar dan televisi yang telah mulai muncul di Amerika dan tempat-tempat lainnya pada minggu menjelang hari kebaktian.
-
-
Rusia Menghargai Kebebasan BeribadatSedarlah!—2000 | 22 Februari
-
-
[Gambar di hlm. 23]
Kebaktian distrik pertama berbahasa Rusia di Amerika Serikat
[Gambar di hlm. 24]
Drama Alkitab dipersembahkan di New York oleh Sidang Rusia di Los Angeles
[Gambar di hlm. 25]
Ke-14 orang yang dibaptis di New York ini berasal dari enam negara bekas Republik Uni Soviet
-