PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Ajarkanlah Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan
    Menara Pengawal—2007 | 15 Januari
    • Ajarkanlah Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan

      ”Buatlah orang-orang dari segala bangsa menjadi murid, . . . ajarlah mereka.” ​—MATIUS 28:19, 20.

      1. Apa yang dapat dikatakan mengenai ketersediaan Alkitab?

      FIRMAN YEHUWA, Alkitab, adalah salah satu buku yang paling tua dan paling luas penyebarannya di dunia. Paling tidak, sebagian darinya telah diterjemahkan ke dalam lebih dari 2.300 bahasa. Sekitar 90 persen penduduk bumi memilikinya dalam bahasa ibu mereka.

      2, 3. (a) Mengapa banyak orang bingung tentang ajaran Alkitab? (b) Pertanyaan apa saja yang akan kita bahas?

      2 Jutaan orang membaca sebagian dari Alkitab setiap hari. Ada yang telah berulang kali membacanya hingga selesai. Ribuan kelompok agama mengaku mendasarkan ajaran mereka pada Alkitab, tetapi tidak saling sepakat mengenai apa yang Alkitab ajarkan. Yang semakin membingungkan adalah perdebatan sengit di antara para penganut agama yang sama. Ada yang meragukan Alkitab, asal usulnya, dan nilainya. Banyak yang menganggapnya sebagai buku suci yang hanya digunakan untuk upacara pengucapan ikrar atau pengambilan sumpah di pengadilan.

      3 Sesungguhnya, Alkitab memuat perkataan, atau berita, yang luar biasa dari Allah untuk umat manusia. (Ibrani 4:12) Karena itu, sebagai Saksi-Saksi Yehuwa, kita ingin agar orang-orang mengetahui apa yang Alkitab ajarkan. Kita senang melaksanakan amanat yang Yesus Kristus berikan kepada para pengikutnya, yakni, ”Pergilah . . . dan buatlah orang-orang dari segala bangsa menjadi murid, . . . ajarlah mereka.” (Matius 28:19, 20) Sewaktu mengabar, kita menjumpai orang-orang berhati jujur yang resah melihat kekacauan agama yang merajalela di dunia. Mereka mau mengetahui kebenaran tentang sang Pencipta dan ingin mempelajari apa yang Alkitab katakan tentang makna kehidupan. Mari kita bahas tiga pertanyaan yang meresahkan banyak orang. Untuk setiap pokok, kita akan melihat hal yang tidak benar yang dikatakan para pemimpin agama, lalu kita akan memeriksa apa yang sebenarnya Alkitab ajarkan. Pertanyaannya adalah: (1) Apakah Allah memedulikan kita? (2) Untuk apa kita hidup di bumi? (3) Bagaimana keadaan kita sewaktu kita mati?

      Apakah Allah Peduli?

      4, 5. Mengapa orang-orang berpikir bahwa Allah tidak memedulikan kita?

      4 Mari kita mulai dengan pertanyaan, Apakah Allah memedulikan kita? Sayangnya, banyak orang berpikir jawabannya adalah tidak. Mengapa begitu? Satu alasannya ialah karena mereka hidup dalam dunia yang sarat dengan kebencian, peperangan, dan penderitaan. Mereka pikir, ’Jika Allah benar-benar peduli, Ia tentu akan mencegah hal-hal tragis semacam itu.’

      5 Alasan lain mengapa orang berpikir bahwa Allah tidak memedulikan kita adalah karena para pemimpin agama telah membuat mereka merasa demikian. Apa yang sering dikatakan oleh pemimpin agama sewaktu orang ditimpa musibah? Ketika seorang wanita kehilangan kedua anak kecilnya dalam kecelakaan mobil, pendetanya mengatakan, ”Itu kehendak Tuhan. Tuhan membutuhkan dua malaikat lagi.” Dengan berkata seperti itu, mereka sebenarnya menyalahkan Allah atas hal-hal buruk yang terjadi. Namun, Yakobus sang murid menulis, ”Apabila mengalami cobaan, janganlah seorang pun mengatakan, ’Aku sedang dicobai Allah.’ Karena sehubungan dengan hal-hal yang jahat Allah tidak dapat dicobai dan dia juga tidak mencobai siapa pun.” (Yakobus 1:13) Allah Yehuwa tidak pernah menyebabkan hal-hal buruk terjadi. Ya, ”jauhlah dari Allah yang benar untuk bertindak dengan fasik”.—Ayub 34:10.

      6. Siapa dalang kefasikan dan penderitaan di dunia ini?

      6 Kalau begitu, mengapa ada banyak sekali kefasikan dan penderitaan? Satu penyebabnya ialah manusia secara umum telah menolak Allah sebagai Penguasa, tidak mau tunduk kepada hukum dan prinsip-Nya yang adil-benar. Manusia tanpa sadar telah tunduk kepada Musuh Allah, Setan, sebab ”seluruh dunia berada dalam kuasa si fasik”. (1 Yohanes 5:19) Dengan mengetahui fakta ini, kita lebih mudah memahami mengapa situasi buruk terjadi. Setan itu jahat, penuh kebencian, suka menipu, dan kejam. Jadi, tentu saja dunia ini mencerminkan kepribadian penguasanya. Tidak heran, ada begitu banyak kefasikan!

      7. Sebutkan beberapa penyebab penderitaan yang kita alami.

      7 Ketidaksempurnaan manusia adalah penyebab lain kita menderita. Manusia yang berdosa cenderung memperebutkan kekuasaan, dan hal itu sering mengakibatkan perang, penindasan, dan penderitaan. Pengkhotbah 8:9 dengan tepat mengatakan, ”Manusia menguasai manusia sehingga ia celaka.” Penyebab lain lagi ialah ”waktu dan kejadian yang tidak terduga”. (Pengkhotbah 9:11) Sering kali, orang mengalami musibah karena berada di tempat dan pada waktu yang salah.

      8, 9. Bagaimana kita tahu bahwa Allah benar-benar memedulikan kita?

      8 Kita merasa terhibur karena tahu bahwa Allah tidak menyebabkan penderitaan. Tetapi, apakah Allah benar-benar peduli terhadap apa yang terjadi dalam kehidupan kita? Jawaban yang membesarkan hati ialah ya! Kita tahu bahwa Allah peduli karena Firman-Nya yang terilham memberi tahu kita mengapa Ia membiarkan manusia menempuh haluan yang buruk. Alasan Allah berkaitan dengan dua sengketa: kedaulatan-Nya dan integritas manusia. Sebagai Pencipta yang mahakuasa, Yehuwa tidak berkewajiban untuk menjelaskan alasan Dia mengizinkan penderitaan. Tetapi, Ia memberi tahu kita karena Ia memedulikan kita.

      9 Pertimbangkan bukti lebih lanjut bahwa Allah memedulikan kita. ”Hatinya merasa sakit” sewaktu kejahatan memenuhi bumi pada zaman Nuh. (Kejadian 6:5, 6) Apakah perasaan Allah masih sama? Ya, sebab Ia tidak berubah. (Maleakhi 3:6) Ia membenci ketidakadilan dan sangat tidak suka melihat orang menderita. Alkitab mengajarkan bahwa Allah akan segera menghapus semua kerugian akibat pemerintahan manusia dan akibat pengaruh Setan. Bukankah itu bukti yang meyakinkan bahwa Allah memedulikan kita?

      10. Bagaimana perasaan Yehuwa mengenai penderitaan manusia?

      10 Para pemimpin agama menyalahgambarkan Allah sewaktu mereka mengatakan bahwa musibah yang kita alami adalah kehendak-Nya. Sebaliknya, Yehuwa ingin sekali mengakhiri penderitaan manusia. ”Ia memperhatikan kamu,” kata 1 Petrus 5:7. Itulah yang sebenarnya Alkitab ajarkan!

      Untuk Apa Kita Hidup di Bumi?

      11. Apa yang sering dikatakan agama-agama dunia tentang kehidupan manusia di bumi?

      11 Sekarang, mari kita bahas pertanyaan kedua yang ada dalam benak banyak orang: Untuk apa kita hidup di bumi? Agama-agama dunia sering menjawab bahwa kehidupan manusia di bumi hanyalah sementara. Menurut mereka, bumi sekadar tempat persinggahan, atau batu loncatan, dalam perjalanan menuju kehidupan di suatu tempat lain. Beberapa pemimpin agama secara keliru mengajarkan bahwa suatu hari kelak Allah akan menghancurkan planet ini. Akibat ajaran seperti itu, banyak orang menyimpulkan bahwa lebih baik mereka menikmati kehidupan sepuas-puasnya selagi sempat karena akhirnya mereka toh akan mati. Apa yang sebenarnya Alkitab ajarkan tentang alasan kita hidup di bumi?

      12-14. Apa yang Alkitab ajarkan tentang maksud-tujuan Allah untuk bumi dan manusia?

      12 Allah mempunyai maksud-tujuan yang menakjubkan untuk bumi dan umat manusia. Ia ”tidak menciptakan [bumi] dengan percuma” tetapi ”membentuknya untuk didiami”. (Yesaya 45:18) Selain itu, Yehuwa ”telah menjadikan bumi di tempatnya yang tetap; yang tidak akan digoyahkan sampai waktu yang tidak tertentu, atau selama-lamanya”. (Mazmur 104:5) Dengan mengetahui maksud-tujuan Allah bagi bumi dan umat manusia, kita dapat mengerti untuk apa kita hidup di bumi.

      13 Kejadian pasal 1 dan 2 memperlihatkan bahwa Yehuwa menyiapkan bumi dengan cermat untuk dihuni manusia. Pada akhir periode penciptaan bumi dan isinya, segala sesuatunya ”sangat baik”. (Kejadian 1:31) Allah menempatkan pria dan wanita pertama, Adam dan Hawa, di Taman Eden yang indah dan menyediakan bagi mereka berlimpah makanan yang lezat. Pasangan manusia pertama itu diberi tahu, ”Beranakcuculah dan bertambah banyak dan penuhilah bumi dan taklukkanlah itu.” Mereka harus mempunyai anak-anak yang sempurna, memperluas taman yang mereka tinggali itu hingga meliputi seluruh bumi, dan dengan pengasih berkuasa atas binatang-binatang.—Kejadian 1:26-28.

      14 Yehuwa bermaksud agar keluarga manusia yang sempurna menghuni bumi selama-lamanya. Firman Allah mengatakan, ”Orang-orang adil-benar akan memiliki bumi, dan mereka akan mendiaminya selama-lamanya.” (Mazmur 37:29) Ya, umat manusia diciptakan untuk menikmati kehidupan abadi dalam Firdaus di bumi. Itulah maksud-tujuan Allah, dan itulah yang sebenarnya Alkitab ajarkan!

      Bagaimana Keadaan Kita sewaktu Kita Mati?

      15. Apa yang diajarkan kebanyakan agama di dunia tentang keadaan kita sewaktu kita mati?

      15 Sekarang, mari kita bahas pertanyaan ketiga yang meresahkan banyak orang: Bagaimana keadaan kita sewaktu kita mati? Kebanyakan agama di dunia mengajarkan bahwa ada sesuatu dalam diri seseorang yang terus hidup setelah tubuhnya mati. Beberapa agama masih percaya bahwa Allah menghukum orang fasik dengan penderitaan kekal dalam neraka yang menyala-nyala. Tetapi, apakah itu benar? Apa yang sebenarnya Alkitab ajarkan tentang kematian?

      16, 17. Menurut Alkitab, bagaimana keadaan orang mati?

      16 Firman Allah menyatakan, ”Yang hidup sadar bahwa mereka akan mati; tetapi orang mati, mereka sama sekali tidak sadar akan apa pun, dan tidak ada upah lagi bagi mereka.” Karena orang mati ”sama sekali tidak sadar akan apa pun”, mereka tidak dapat mendengar, melihat, merasa, atau berpikir. Mereka tidak bisa menerima upah lagi. Mengapa tidak? Karena mereka tidak sanggup berbuat apa-apa! Selain itu, ”kasih mereka dan kebencian mereka serta kecemburuan mereka sudah lenyap”, sebab mereka tidak dapat mengungkapkan perasaan lagi.​—Pengkhotbah 9:5, 6, 10.

      17 Apa yang Alkitab katakan mengenai pokok ini sederhana dan jelas​—orang mati tidak terus hidup di suatu tempat. Tidak ada apa pun yang meninggalkan tubuh sewaktu kita mati dan yang tetap hidup agar dapat lahir kembali dalam tubuh lain, sebagaimana dinyatakan oleh para penganut reinkarnasi. Sebagai gambaran: Kehidupan yang kita nikmati itu bagaikan api lilin. Sewaktu dipadamkan, api itu tidak pergi ke mana-mana. Api itu tidak ada lagi.

      18. Sewaktu seorang pelajar Alkitab tahu bahwa orang mati tidak sadar, kesimpulan apa saja yang dapat ia ambil?

      18 Renungkan pengaruh kebenaran yang sederhana tetapi ampuh itu. Sewaktu seorang pelajar Alkitab tahu bahwa orang mati tidak sadar, ia pasti dapat dengan mudah menyimpulkan bahwa tidak soal betapa pendendam para leluhurnya semasa hidup mereka, sekarang mereka tidak dapat mengganggunya. Ia pasti juga segera memahami bahwa orang-orang tercinta yang meninggal sudah tidak dapat mendengar, melihat, berbicara, merasa, atau berpikir. Karena itu, mereka tidak mungkin menderita kesepian yang tak tertanggungkan di api penyucian atau merana di tempat siksaan yang bernyala-nyala. Tetapi, Alkitab mengajarkan bahwa orang mati yang ada dalam ingatan Allah akan dibangkitkan. Benar-benar harapan yang menakjubkan!​—Yohanes 5:28, 29.

      Buku Baru untuk Kita Gunakan

      19, 20. Sebagai orang Kristen, apa tanggung jawab kita, dan alat bantu belajar Alkitab apa yang khusus dirancang untuk kita gunakan dalam pelayanan?

      19 Kita baru membahas tiga pertanyaan yang ada dalam benak banyak orang. Apa yang Alkitab ajarkan tentang setiap pokok itu jelas dan terus terang. Senang sekali rasanya menceritakan kebenaran seperti itu kepada orang yang ingin mengetahui apa yang Alkitab ajarkan! Tetapi, ada banyak pertanyaan penting lain yang diajukan orang-orang berhati jujur yang perlu dijawab secara memuaskan. Sebagai orang Kristen, kita bertanggung jawab membantu mereka menemukan jawabannya.

      20 Tidaklah mudah untuk mengajarkan kebenaran Alkitab dengan cara yang jelas dan menyentuh hati. Untuk membantu kita menghadapi tantangan itu, ”budak yang setia dan bijaksana” menyiapkan sebuah buku yang khusus dirancang untuk kita gunakan dalam pelayanan Kristen kita. (Matius 24:45-47) Buku 224 halaman itu berjudul Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?

      21, 22. Sebutkan beberapa fitur yang khususnya menarik dalam buku Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?

      21 Buku ini, yang dirilis pada Kebaktian Distrik 2005 Saksi-Saksi Yehuwa ”Ketaatan yang Saleh”, memiliki berbagai fitur yang khususnya menarik. Misalnya, ada pengantar sebanyak lima halaman yang terbukti sangat berguna untuk memulai pelajaran Alkitab di rumah. Gambar serta ayat di pengantar ini kemungkinan besar akan memudahkan Saudara memulai pembahasan. Saudara juga dapat menggunakan bahan di bagian ini untuk memperlihatkan kepada pelajar caranya menemukan pasal dan ayat dalam Alkitab.

      22 Gaya tulisan buku ini hangat, sederhana, dan jelas. Upaya telah dibuat untuk mencapai hati si pelajar dengan sedapat mungkin melibatkan dia. Di setiap pasal, ada beberapa pertanyaan pengantar dan di akhir pasal ada kotak berjudul ”Apa yang Alkitab Ajarkan”. Kotak itu memuat ayat-ayat yang menjawab pertanyaan pengantar. Gambar yang bagus dan keterangan gambar serta perumpamaan dalam publikasi ini akan membantu sang pelajar memahami gagasan-gagasan baru. Walaupun teks utama buku ini dibuat sederhana, ada apendiks yang akan membantu Saudara membahas 14 pokok penting secara lebih mendalam jika sang pelajar membutuhkan keterangan tambahan.

      23. Apa saja yang disarankan sehubungan dengan penggunaan buku Alkitab Ajarkan dalam pelajaran Alkitab?

      23 Buku Alkitab Ajarkan dirancang untuk membantu kita mengajar orang dari berbagai tingkat pendidikan dan latar belakang agama. Jika seorang pelajar belum memiliki pengetahuan apa pun mengenai Alkitab, mungkin dibutuhkan lebih dari satu sesi pelajaran untuk menyelesaikan satu pasal. Jangan terburu-buru menyelesaikan bahan, tetapi berupayalah mencapai hati sang pelajar. Jika ia tidak memahami suatu perumpamaan yang digunakan dalam buku ini, jelaskan atau gunakan perumpamaan lain. Persiapkanlah dengan baik, berupayalah sedapat mungkin untuk menggunakan buku ini secara efektif, dan berdoalah memohon bantuan Allah agar Saudara dapat ”menangani firman kebenaran dengan tepat”.—2 Timotius 2:15.

      Bersyukurlah atas Hak Istimewa Saudara yang Tak Ternilai

      24, 25. Hak istimewa yang tak ternilai apa yang telah Yehuwa karuniakan kepada umat-Nya?

      24 Yehuwa telah memberi umat-Nya hak istimewa yang tak ternilai. Ia telah memungkinkan kita mengetahui kebenaran tentang Dia. Jangan sekali-kali menganggap remeh hak istimewa itu! Sesungguhnya, Yehuwa telah menyembunyikan maksud-tujuan-Nya dari orang yang angkuh dan menyingkapkannya kepada orang yang rendah hati. Mengenai hal ini, Yesus mengatakan, ”Aku memuji engkau di muka umum, Bapak, Tuan atas langit dan bumi, karena engkau telah menyembunyikan hal-hal ini dari orang-orang yang berhikmat dan tinggi kecerdasannya dan menyingkapkannya kepada kanak-kanak.” (Matius 11:25) Benar-benar kehormatan yang langka untuk berada di antara orang-orang rendah hati yang melayani sang Penguasa Universal, Yehuwa.

      25 Allah juga telah memberi kita hak istimewa mengajar orang lain tentang Dia. Ingatlah bahwa Yehuwa telah disalahgambarkan oleh orang-orang yang mengajarkan kebohongan tentang Dia. Akibatnya, banyak orang mempunyai kesan yang sama sekali salah tentang Yehuwa, mengira bahwa Ia tidak peduli dan tidak berperasaan. Apakah Saudara mau, bahkan sangat antusias, untuk turut meluruskan apa yang salah? Apakah Saudara ingin agar orang berhati jujur di mana-mana mengetahui kebenaran tentang Allah? Maka, perlihatkanlah ketaatan Saudara yang saleh dengan penuh semangat mengabarkan dan mengajarkan apa yang Alkitab katakan mengenai pokok-pokok yang penting kepada orang lain. Para pencari kebenaran perlu mengetahui apa yang sebenarnya Alkitab ajarkan.

  • Bantulah Orang Lain Menaati Apa yang Alkitab Ajarkan
    Menara Pengawal—2007 | 15 Januari
    • Bantulah Orang Lain Menaati Apa yang Alkitab Ajarkan

      ”Mengenai yang jatuh di tanah yang baik, ini adalah orang-orang yang, setelah mendengar firman itu dengan hati yang mulia dan baik, menyimpannya dan menghasilkan buah dengan ketekunan.”​—LUKAS 8:15.

      1, 2. (a) Buku Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan? dirancang untuk tujuan apa? (b) Selama beberapa tahun terakhir, bagaimana Yehuwa memberkati upaya umat-Nya untuk membuat murid?

      ”BUKU ini benar-benar luar biasa. Para pelajar saya menyukainya. Saya menyukainya. Dengan buku ini, kita bisa langsung memulai pelajaran Alkitab di depan pintu rumah.” Demikian kata seorang perintis, rohaniwan sepenuh waktu Saksi-Saksi Yehuwa, tentang buku Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?a Mengenai publikasi yang sama, seorang pemberita Kerajaan lansia mengatakan, ”Saya mendapat hak istimewa membantu banyak orang mengenal Yehuwa selama 50 tahun pelayanan saya. Tetapi, harus saya akui, buku pelajaran ini luar biasa. Senang rasanya menggunakan berbagai perumpamaan dan gambarnya yang menggugah pikiran.” Itukah yang Saudara rasakan mengenai buku Alkitab Ajarkan? Alat bantu belajar Alkitab ini dirancang untuk membantu Saudara memenuhi perintah Yesus, ”Karena itu pergilah dan buatlah orang-orang dari segala bangsa menjadi murid, . . . ajarlah mereka menjalankan semua perkara yang aku perintahkan kepadamu.”​—Matius 28:19, 20.

      2 Tidak diragukan, hati Yehuwa bersukacita melihat sekitar 6,6 juta Saksi-Nya dengan rela menaati perintah Yesus untuk membuat murid. (Amsal 27:11) Yehuwa jelas-jelas memberkati upaya mereka. Selama tahun 2005, misalnya, kabar baik diberitakan di 235 negeri dan ada rata-rata lebih dari 6.061.500 pelajaran Alkitab yang dipimpin. Hasilnya, banyak orang ’mendengar firman Allah dan menerimanya, tidak sebagai perkataan manusia, tetapi, sebagaimana itu sesungguhnya, sebagai perkataan Allah’. (1 Tesalonika 2:13) Selama dua tahun terakhir, lebih dari setengah juta murid baru telah menyelaraskan kehidupan mereka menurut standar Yehuwa dan membaktikan diri kepada Allah.

      3. Pertanyaan-pertanyaan apa mengenai penggunaan buku Alkitab Ajarkan yang akan ditinjau dalam artikel ini?

      3 Apakah baru-baru ini Saudara juga menikmati sukacitanya memimpin pelajaran Alkitab? Di seluruh dunia, masih ada orang-orang yang ’berhati mulia dan baik’, yang setelah mendengar firman Allah akan ”menyimpannya dan menghasilkan buah dengan ketekunan”. (Lukas 8:11-15) Mari kita bahas bagaimana Saudara dapat menggunakan buku Alkitab Ajarkan dalam pekerjaan membuat murid. Kita akan meninjau tiga pertanyaan: (1) Bagaimana cara memulai pelajaran Alkitab? (2) Apa saja metode mengajar yang paling jitu? (3) Bagaimana cara membantu seseorang untuk tidak saja menjadi pelajar, tetapi juga pengajar Firman Allah yang tertulis, Alkitab?

      Cara Memulai Pelajaran Alkitab

      4. Mengapa beberapa orang ragu-ragu mempelajari Alkitab, dan bagaimana Saudara dapat membantu mereka mengatasi keengganan itu?

      4 Jika Saudara diminta menyeberangi sungai yang lebar dengan sekali lompat, Saudara mungkin tidak mau. Tetapi, jika ada batu-batu loncatan yang dipasang pada jarak tertentu, kemungkinan Saudara akan lebih tergerak untuk mencobanya. Demikian pula, orang yang sibuk mungkin ragu-ragu mempelajari Alkitab. Sang penghuni rumah bisa jadi mengira bahwa mempelajari Alkitab menuntut terlalu banyak waktu dan upaya. Bagaimana Saudara dapat membantu dia mengatasi keengganannya? Dengan mengadakan serangkaian pembahasan yang singkat dan informatif, Saudara dapat menggunakan buku Alkitab Ajarkan untuk mengarahkan seseorang hingga mempelajari Firman Allah secara teratur. Jika Saudara mengadakan persiapan yang baik, setiap kunjungan kembali akan menjadi seperti batu loncatan bagi orang itu untuk menjalin persahabatan dengan Yehuwa.

      5. Mengapa Saudara perlu membaca buku Alkitab Ajarkan?

      5 Tetapi, sebelum bisa membantu orang lain mendapatkan manfaat dari buku Alkitab Ajarkan, Saudara perlu mengenal baik-baik buku ini. Sudahkah Saudara membacanya dari awal hingga akhir? Sepasang suami istri membawa publikasi ini ketika berlibur dan mulai membacanya sambil bersantai di pantai. Seorang wanita setempat yang berjualan kepada para turis mendekati mereka dan memperhatikan judul Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan? Ia memberi tahu pasangan itu bahwa baru beberapa jam sebelumnya, ia berdoa meminta Allah menjawab pertanyaan yang sama. Pasangan itu dengan senang hati memberikan buku tersebut kepada wanita itu. Apakah Saudara telah ’membeli waktu’ untuk membaca publikasi ini, mungkin untuk kedua kalinya, sambil menunggu atau pada jam istirahat di tempat kerja atau sekolah? (Efesus 5:15, 16) Dengan melakukannya, Saudara akan mengenal alat bantu belajar Alkitab ini dan bisa juga menciptakan kesempatan untuk membicarakan isinya kepada orang lain.

      6, 7. Bagaimana cara menggunakan buku Alkitab Ajarkan untuk memulai pelajaran Alkitab?

      6 Sewaktu menawarkan buku ini dalam pelayanan umum, manfaatkanlah gambar, ayat, dan pertanyaan di halaman 4, 5, dan 6. Sebagai contoh, Saudara bisa memulai percakapan dengan bertanya, ”Mengingat segala problem yang dihadapi manusia dewasa ini, menurut Anda, apa sumber bimbingan yang dapat diandalkan?” Setelah mendengarkan baik-baik jawaban orang itu, bacakan 2 Timotius 3:16, 17, dan jelaskan bahwa Alkitab memberikan solusi sejati atas problem-problem manusia. Lalu, arahkan perhatian penghuni rumah ke halaman 4 dan 5, dan tanyakan, ”Dari keadaan yang digambarkan di halaman-halaman ini, mana yang paling meresahkan Anda?” Sewaktu penghuni rumah menunjuk ke salah satu gambar, minta dia memegang buku itu sementara Saudara membacakan ayat terkait dari Alkitab Saudara. Kemudian, bacakan halaman 6, dan bertanyalah kepada penghuni rumah, ”Dari enam pertanyaan di bagian bawah halaman ini, mana yang ingin Anda ketahui jawabannya?” Setelah orang itu memilih salah satu pertanyaan, perlihatkan pasal yang menjawab pertanyaan itu, berikan buku itu kepadanya, dan buatlah janji yang pasti untuk berkunjung kembali dan membahas pertanyaan tersebut.

      7 Persembahan di atas bisa disampaikan dalam waktu kurang lebih lima menit. Namun, dalam beberapa menit itu, Saudara sudah tahu apa yang merisaukan penghuni rumah, sudah membacakan dan menerapkan dua ayat, dan sudah membubuh dasar untuk kunjungan kembali. Walaupun singkat, percakapan itu boleh jadi merupakan pengalaman yang paling membesarkan hati dan menenteramkan bagi sang penghuni rumah. Alhasil, orang yang sibuk pun akan menanti-nantikan kunjungan singkat Saudara berikutnya seraya Saudara membantunya mengambil langkah berikut di ”jalan yang menuju kepada kehidupan”. (Matius 7:14) Seraya minat penghuni rumah bertambah, durasi pelajaran hendaknya diperpanjang. Hal ini bisa dilakukan dengan menyarankan untuk duduk dan belajar selama waktu yang lebih panjang sesuai kesepakatan.

      Metode Mengajar yang Paling Jitu

      8, 9. (a) Bagaimana Saudara dapat membantu pelajar Alkitab mengatasi rintangan dan ujian yang kemungkinan besar akan ia hadapi? (b) Di mana kita dapat menemukan bahan-bahan tahan api untuk membangun iman yang kuat?

      8 Begitu seseorang mulai menaati apa yang Alkitab ajarkan, ia mungkin akan menghadapi rintangan yang dapat menghambat kemajuannya. Rasul Paulus mengatakan, ”Semua orang yang ingin hidup dengan pengabdian yang saleh dalam persekutuan dengan Kristus Yesus juga akan dianiaya.” (2 Timotius 3:12) Paulus menyamakan cobaan ini dengan api yang menghancurkan bahan-bahan bangunan yang tidak bermutu tetapi tidak merusak bahan-bahan seperti emas, perak, dan batu-batu berharga. (1 Korintus 3:10-13; 1 Petrus 1:6, 7) Guna membantu pelajar Alkitab mengembangkan sifat-sifat yang dibutuhkan untuk bertahan menghadapi ujian yang bisa jadi ia hadapi, Saudara perlu membantu dia dengan membangun menggunakan bahan-bahan yang tahan api.

      9 Sang pemazmur menyamakan ”perkataan Yehuwa” dengan ”perak yang dimurnikan dalam tanur peleburan di tanah, yang dimurnikan tujuh kali”. (Mazmur 12:6) Ya, Alkitab memuat semua bahan berharga yang dapat digunakan untuk membangun iman yang kuat. (Mazmur 19:7-11; Amsal 2:1-6) Dan, buku Alkitab Ajarkan memperlihatkan kepada Saudara caranya menggunakan Alkitab dengan jitu.

      10. Bagaimana caranya memusatkan perhatian pelajar pada Alkitab?

      10 Selama pelajaran, pusatkan perhatian pelajar pada ayat-ayat yang disebutkan di setiap pasal yang sedang dibahas. Gunakan pertanyaan untuk membantu sang pelajar memahami ayat-ayat kunci dan menerapkannya pada diri mereka. Berhati-hatilah agar tidak sampai mendikte dia tentang apa yang harus dilakukan. Sebaliknya, tirulah teladan Yesus. Sewaktu seorang pria yang ahli dalam Hukum bertanya kepadanya, Yesus menjawab, ”Apa yang tertulis dalam Hukum? Bagaimana engkau membaca?” Pria itu menjawab dari Alkitab, dan Yesus membantunya melihat cara menerapkan prinsip itu pada dirinya. Dengan menggunakan perumpamaan, Yesus juga membantu pria itu melihat bagaimana ajaran tersebut hendaknya mempengaruhi dia. (Lukas 10:25-37) Buku Alkitab Ajarkan memuat banyak perumpamaan sederhana yang bisa Saudara gunakan untuk membantu seorang pelajar menerapkan prinsip-prinsip Alkitab pada dirinya.

      11. Berapa banyak bahan yang hendaknya Saudara bahas pada setiap sesi pelajaran?

      11 Buku Alkitab Ajarkan menggunakan bahasa yang sederhana dan gamblang untuk menjelaskan Firman Allah, sama seperti Yesus menyampaikan gagasan yang rumit dengan kata-kata yang sederhana. (Matius 7:28, 29) Ikutilah teladan Yesus. Sampaikan informasi dengan sederhana, jelas, dan akurat. Jangan terburu-buru menyelesaikan bahan. Sebaliknya, amatilah keadaan dan kesanggupan pelajar untuk menentukan jumlah paragraf yang Saudara bahas pada setiap sesi pelajaran. Yesus mengetahui keterbatasan murid-muridnya dan tidak membebani mereka dengan informasi yang belum mereka butuhkan saat itu.​—Yohanes 16:12.

      12. Bagaimana hendaknya apendiks digunakan?

      12 Dalam buku Alkitab Ajarkan, ada apendiks yang mengupas 14 topik. Berdasarkan kebutuhan pelajar, Saudara sebagai gurunya tentu dapat menentukan bagaimana sebaiknya bahan-bahan ini digunakan. Sebagai contoh, jika seorang pelajar merasa sulit memahami suatu pokok atau memiliki pertanyaan-pertanyaan mengenai hal-hal tertentu karena kepercayaannya dahulu, mungkin cukup untuk memberitahukan bagian yang cocok di apendiks itu dan membiarkannya membaca sendiri pokok tersebut. Namun, bagi pelajar yang lain, Saudara mungkin perlu membahas bahan itu bersamanya. Apendiks itu memuat pokok-pokok Alkitab yang sangat penting, misalnya ”Apa Sebenarnya Arti ’Jiwa’ dan ’Roh’?” dan ”Siapakah ’Babilon Besar’?” Ada baiknya Saudara membahas topik-topik ini bersama pelajar Saudara. Karena tidak tersedia pertanyaan untuk pokok-pokok yang dibahas dalam apendiks, Saudara perlu menguasai keterangannya agar dapat menyusun pertanyaan-pertanyaan yang bermutu.

      13. Apa peranan doa dalam menguatkan iman?

      13 ”Kalau bukan Yehuwa yang membangun rumah, sia-sialah kerja keras orang-orang yang membangunnya,” kata Mazmur 127:1. Karena itu, seraya Saudara mengadakan persiapan untuk memimpin pelajaran Alkitab, berdoalah memohon bantuan Yehuwa. Biarlah doa yang Saudara ucapkan di awal dan akhir setiap pelajaran mencerminkan hubungan Saudara yang hangat dengan Yehuwa. Anjurkan sang pelajar untuk berdoa kepada Yehuwa memohon hikmat guna memahami Firman-Nya dan kekuatan guna menerapkan nasihat di dalamnya. (Yakobus 1:5) Jika ia melakukannya, sang pelajar akan dikuatkan untuk bertekun menghadapi cobaan dan imannya akan semakin kuat.

      Bantulah Pelajar Alkitab Menjadi Pengajar

      14. Kemajuan apa yang perlu dibuat para pelajar Alkitab?

      14 Agar para pelajar Alkitab kita menaati ”semua perkara” yang Yesus perintahkan kepada para muridnya, mereka perlu membuat kemajuan dari pelajar menjadi pengajar Firman Allah. (Matius 28:19, 20; Kisah 1:6-8) Apa yang dapat Saudara lakukan untuk membantu seorang pelajar membuat kemajuan rohani demikian?

      15. Mengapa Saudara hendaknya menganjurkan pelajar Alkitab Saudara untuk berhimpun?

      15 Bahkan sejak pelajaran pertama, undanglah sang pelajar untuk menghadiri perhimpunan bersama Saudara. Jelaskan kepadanya bahwa di perhimpunan itulah Saudara dilatih sebagai pengajar Firman Allah. Selama beberapa minggu, luangkanlah beberapa menit pada akhir setiap pelajaran Alkitab untuk menjelaskan program pengajaran rohani yang Saudara terima di berbagai perhimpunan dan kebaktian. Dengan antusias ceritakanlah manfaat yang Saudara peroleh dari acara-acara itu. (Ibrani 10:24, 25) Begitu sang pelajar mulai berhimpun secara teratur, kemungkinan besar ia akan menjadi pengajar Firman Allah.

      16, 17. Apa beberapa tujuan yang dapat ditetapkan dan dicapai oleh seorang pelajar Alkitab?

      16 Bantulah pelajar Alkitab menetapkan tujuan-tujuan yang dapat ia capai. Misalnya, anjurkan dia menceritakan apa yang ia pelajari kepada teman atau kerabat. Selain itu, sarankan agar ia menetapkan tujuan untuk membaca seluruh Alkitab. Jika Saudara membantu dia memulai dan mempertahankan rutin pembacaan Alkitab yang teratur, kebiasaan itu akan bermanfaat baginya hingga lama setelah ia dibaptis. Selain itu, sarankanlah sang pelajar untuk berupaya mengingat setidaknya satu ayat yang menjawab sebuah pertanyaan kunci dari setiap pasal buku Alkitab Ajarkan. Dengan demikian, ia akan menjadi ”pekerja tanpa sesuatu pun yang membuatnya malu, menangani firman kebenaran dengan tepat”.—2 Timotius 2:15.

      17 Jangan hanya mengajar seorang pelajar untuk mengulangi ayat tertentu atau menyadurnya, tetapi anjurkan dia untuk berupaya menjelaskan kaitan ayat-ayat Alkitab itu dengan topik yang sedang dibahas sewaktu ia harus memberikan jawaban kepada orang-orang yang menuntut alasan untuk imannya. Latihan-latihan singkat bisa berguna, dengan Saudara berpura-pura menjadi kerabat atau teman sekerja yang memintanya menjelaskan apa yang ia percayai. Seraya sang pelajar memberikan tanggapan, perlihatkan caranya menjawab dengan ”lembut dan respek yang dalam”.​—1 Petrus 3:15.

      18. Sewaktu pelajar Alkitab memenuhi syarat untuk menjadi penyiar belum terbaptis, bantuan lebih jauh apa yang dapat Saudara berikan kepadanya?

      18 Pada waktunya, sang pelajar bisa memenuhi syarat untuk ikut dalam dinas lapangan. Tandaskan bahwa merupakan hak istimewa untuk bisa ikut dalam pekerjaan ini. (2 Korintus 4:1, 7) Setelah para penatua memutuskan bahwa sang pelajar memenuhi syarat untuk menjadi penyiar belum terbaptis, bantulah dia menyiapkan suatu persembahan sederhana lalu temanilah dia dalam dinas lapangan. Teruslah bekerja sama dengannya dalam berbagai aspek pelayanan umum, dan ajarkan caranya mempersiapkan dan mengadakan kunjungan kembali yang efektif. Teladan Saudara sendiri akan menjadi pengaruh yang positif.—Lukas 6:40.

      ”Menyelamatkan Dirimu dan Juga Mereka yang Mendengarkan Engkau”

      19, 20. Tujuan apa yang seharusnya kita miliki, dan mengapa?

      19 Tidak diragukan, dibutuhkan banyak kerja keras untuk membantu seseorang memperoleh ”pengetahuan yang saksama tentang kebenaran”. (1 Timotius 2:4) Namun, tidak banyak hal lain yang bisa menyamai kebahagiaan yang dirasakan karena telah membantu seseorang menaati apa yang Alkitab ajarkan. (1 Tesalonika 2:19, 20) Ya, sungguh besar hak istimewa yang kita miliki sebagai ”rekan sekerja Allah” dalam pekerjaan pengajaran sedunia ini!​—1 Korintus 3:9.

      20 Melalui Yesus Kristus dan para malaikatnya yang perkasa, Yehuwa akan segera meminta pertanggungjawaban dari orang-orang ”yang tidak mengenal Allah dan yang tidak menaati kabar baik tentang Tuan kita, Yesus”. (2 Tesalonika 1:6-8) Kehidupan banyak orang dipertaruhkan. Dapatkah Saudara menetapkan tujuan untuk memimpin setidaknya satu pelajaran Alkitab di rumah dengan buku Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan? Seraya melakukan pekerjaan ini, Saudara memiliki kesempatan untuk ”menyelamatkan dirimu dan juga mereka yang mendengarkan engkau”. (1 Timotius 4:16) Sekarang, lebih dari yang sudah-sudah, situasinya sangat mendesak bagi kita untuk membantu orang lain menaati apa yang Alkitab ajarkan.

      [Catatan Kaki]

      a Diterbitkan oleh Saksi-Saksi Yehuwa.

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan