PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Problem-Problem Keluarga Diselesaikan dengan Nasihat Alkitab
    Menara Pengawal—1986 (Seri 30) | Menara Pengawal—1986 (Seri 30)
    • Namun bagaimana, jika pihak yang tidak beriman berusaha merusak latihan yang saleh?

      8. Bagaimana dua orangtua mempersiapkan anak-anak mereka untuk kunjungan kepada bekas teman hidup yang menentang?

      8 Persiapan untuk kunjungan-kunjungan tersebut penting! Seorang ibu Kristen yang bekas suaminya menjadi murtad melaporkan, ”Sebelum kunjungan itu, saya belajar dengan anak-anak bagaimana pandangan Yehuwa terhadap tingkah laku mereka. Kami akan memerankan keadaan-keadaan tertentu. Saya akan mengatakan, ’Jika ayahmu mengatakan ini atau itu, bagaimana kau akan menjawab?’”

  • Problem-Problem Keluarga Diselesaikan dengan Nasihat Alkitab
    Menara Pengawal—1986 (Seri 30) | Menara Pengawal—1986 (Seri 30)
    • Jokhebed, ibu Musa, (beserta Amram jika ia masih hidup) tahu apa yang akan dihadapi Musa pada waktu ia diserahkan kepada putri Firaun. Jadi ia pasti berusaha keras untuk membentuk dalam diri Musa pengertian tentang nilai-nilai pada waktu ia masih bersamanya. (Keluaran 2:1-10) Meskipun menghadapi godaan ”harta Mesir,” Musa membuat pilihan sendiri untuk mengikuti prinsip-prinsip yang saleh. Ia menganggap hak istimewa rohaninya ”jauh lebih berharga” (BIS), sebagai kekayaan yang nyata! (Ibrani 11:23-26) Para orangtua Kristen hendaknya juga mempersiapkan anak-anak mereka untuk menghadapi godaan sedemikian dengan membahas bahan Alkitab yang memusatkan perhatian pada harta rohani.b Anak-anak sering menyelami motif yang dangkal dari orang-tua yang berusaha untuk membeli kasih sayang mereka.—Amsal 15:16, 17.

      10. Dalam keadaan yang ekstrim, apa beberapa faktor yang harus dipertimbangkan orangtua yang beriman?

      10 Dalam beberapa kasus yang ekstrim, kunjungan-kunjungan sedemikian bisa merupakan ancaman yang serius bagi si anak. Orangtua [yang beriman] harus memutuskan apa yang harus dilakukan dalam keadaan sedemikian, dengan sungguh-sungguh menilai besarnya ancaman itu, tindakan hukum yang dapat ditempuhnya, dan akibat-akibat yang mungkin timbul karena telah melarang hak berkunjung.c Hindari tindakan-tindakan yang gegabah yang dapat meragukan kelayakan saudara sebagai orangtua.—Galatia 6:5; Roma 13:1; Kisah 5:29; 1 Petrus 2:19, 20.

      Gunakan ”Hikmat yang Praktis”

      11. Bila orangtua Kristen kehilangan hak untuk mengasuh anaknya, apa yang harus ia sadari?

      11 Bagaimana jika justru orangtua Kristen itu yang hanya mempunyai hak berkunjung? Bila anak itu tidak lagi berada dalam suatu keluarga Kristen, orangtua tersebut mempunyai pengawasan rohani yang terbatas atas si anak. (1 Korintus 7:14) Misalnya, sang datuk yang setia Abraham kemungkinan akan mendesak agar anaknya Ismael, seperti halnya Ishak, menikah dengan sesama penyembah. Tetapi setelah Ismael, yang masih remaja itu, dan ibunya Hagar diusir dari keluarganya, Abraham tidak dapat mencegah Hagar dalam mengatur agar Ismael mengawini seorang wanita Mesir yang jelas bukan penyembah Yehuwa.—Kejadian 21:14, 21; 24:1-4.

      12. (a) Usaha-usaha positif apa dapat dibuat oleh orangtua Kristen yang tidak mendapat hak untuk mengasuh anak? (b) Lukiskan bagaimana orangtua Kristen dapat ’menggunakan hikmat sehingga berhasil.’

      12 Meskipun kelihatannya kesempatan itu terbatas, orangtua Kristen yang tidak mendapat hak mengasuh anak dapat berbuat banyak untuk menanamkan dalam diri si anak kasih yang dalam kepada Yehuwa. Untuk dapat berbuat demikian, orangtua harus ’berpegang pada hikmat [”yang praktis,” NW] dan pertimbangan yang matang.’ (Amsal 3:21, BIS)

  • Problem-Problem Keluarga Diselesaikan dengan Nasihat Alkitab
    Menara Pengawal—1986 (Seri 30) | Menara Pengawal—1986 (Seri 30)
    • 13. Bagaimana orangtua yang beriman dapat membuat kunjungannya benar-benar bermanfaat?

      13 Selama kunjungan tersebut, berusahalah untuk menaruh Firman Allah dalam hati si anak dengan, jika mungkin, secara pribadi mempelajari bahan-bahan rohani bersamanya dan dengan membawanya ke perhimpunan-perhimpunan. Bahkan meskipun ada pembatasan yang keras menurut hukum, orangtua itu secara tidak resmi dapat menyebutkan karya ciptaan Allah, dan dengan cara-cara lain membantu anak itu untuk mengasihi Allah. (Roma 1:19, 20; Matius 6:28-30) Yesus menyadari keterbatasan para pendengarnya. Ia ”memberitakan firman kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka.” (Markus 4:33, 34) Jadi selain membahas perkara-perkara rohani yang serius, lakukanlah kegiatan-kegiatan lain yang membina, seperti misalnya berkunjung dengan teman-teman yang baik, termasuk beberapa anak yang sebaya dengan si anak. (Amsal 13:20)

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan