PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Penerangan untuk ”Kesudahan Dunia”
    Keamanan Seluas Dunia di Bawah ”Raja Damai”
    • Pasal 5

      Penerangan untuk ”Kesudahan Dunia”

      1. Untuk ”kesudahan dunia”, perkawinan yang penting apa dinubuatkan oleh ”Raja Damai”, dan dalam perumpamaan apa?

      MENGENAI ”kesudahan dunia”, ”Raja Damai” berkata di Matius 24:38 bahwa orang-orang akan ”kawin dan mengawinkan”. Namun ada masa yang sama, di surga dimulai perkawinan yang paling agung Ini adalah perkawinan yang disebut dalam perumpamaan Yesus mengenai kesepuluh pembawa pelita, sepuluh gadis.—Matius 24:3; 25:1-12.

      2. (a) Kapan perkawinan dalam perumpamaan ini berlangsung? (b) Apa yang terjadi setelah perkawinan, dan bagaimana penerangan disediakan?

      2 Tempat dari perkawinan ini ialah di Timur Tengah. Ini berlangsung pada malam hari, menjelang tengah malam. Perkawinan dari pengantin perempuan dan mempelai laki-lakinya akan diadakan lebih dahulu dan setelah itu iring-iringan pengantin akan menuju ke tempat perjamuan. Jalan yang akan dilalui tidak diterangi oleh lampu-lampu jalan. Penerangan disediakan oleh orang-orang yang ikut serta dalam iring-iringan yang meriah itu, dan orang-orang yang menyaksikan iring-iringan itu lewat, sambil mengucapkan selamat kepada pasangan yang baru menikah.

      3, 4. (a) Siapa yang berminat dalam iring-iringan pengantin setelah itu, dan dengan persiapan apa? (b) Penggenapan dari perumpamaan ini menambah bukti kepada kenyataan apa? (c) Kita dapat berbahagia jika kita melakukan apa?

      3 Sesuai dengan kecenderungan mereka sebagai wanita, gadis-gadis berminat akan pesta kawin. Jadi, di sepanjang jalan yang akan dilalui iring-iringan itu, ada sepuluh gadis yang menunggu iring-iringan pengantin tiba di tempat mereka. Mereka ingin memeriahkan peristiwa tersebut, dan untuk itu mereka semua membawa serta pelita-pelita yang dinyalakan, tetapi hanya lima dari antara mereka yang mempunyai persediaan minyak cadangan. Kelimanya adalah gadis-gadis yang bijaksana. Penggenapan dari perumpamaan ini seharusnya menarik minat kita dewasa ini, karena menurut Yesus Kristus, hal itu menegaskan lebih lanjut bahwa kita berada pada akhir dari sistem tua ini.—Matius 25:13.

      4 Kita dapat berbahagia jika kita bijaksana dan melihat perwujudan dari perkawinan yang paling penting ini dan corak-corak yang menyertainya! Dewasa ini siapakah orang-orang yang diperkenan sehingga dapat diterima di perjamuan kawin itu? Apakah ada di antara kita? Mari kita lihat!

      5. Perbedaan apakah yang ada di antara mereka yang membentuk kesepuluh gadis itu, dan apa yang terjadi ketika pengantin laki-laki terlambat datang?

      5 Perumpamaan yang Yesus berikan mengenai sepuluh gadis itu ada hubungannya dengan ”Kerajaan Sorga”, yaitu pemerintahan dunia yang akan memberkati seluruh umat manusia. Jadi Yesus Kristus selanjutnya mengatakan, ”Hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki. Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana. Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak, sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka. Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur.”—Matius 25:1-5.

      6. (a) Siapa yang digambarkan oleh kesepuluh gadis? (b) Mengapa seorang pengantin perempuan tidak disebutkan dalam perumpamaan itu?

      6 Nah, siapa yang digambarkan oleh kesepuluh gadis itu? Mereka menggambarkan calon anggota-anggota pengantin perempuan dari Mempelai Laki-Laki rohani, Yesus Kristus. Pasti untuk alasan itulah dalam perumpamaan Yesus tidak disebutkan tentang seorang pengantin perempuan; hanya mempelai laki-laki saja yang muncul. Jadi, kita tidak perlu bingung mengenai penjelasannya seolah-olah gadis-gadis itu menggambarkan suatu golongan lain lagi.

      7. Selama masa apa nampaknya Mempelai Laki-Laki menunda kedatangannya kepada pengantin perempuan, dan mengapa?

      7 Calon anggota-anggota golongan pengantin perempuan tidak akan dipersatukan dengan Mempelai Laki-Laki surgawi mereka dalam perkawinan, seperti telah diharapkan, pada akhir ”zaman bangsa-bangsa” pada tahun 1914. (Lukas 21:24) Secara logis, bagi mereka nampaknya seolah-olah Mempelai Laki-Laki menunda kedatangannya meskipun kehadirannya dalam Kerajaan surga memang terjadi pada tahun 1914. Tahun-tahun yang menyedihkan dari Perang Dunia I ternyata seperti malam yang gelap gulita dalam pengalaman golongan gadis-gadis itu.

      8. (a) Secara kiasan bagaimana gadis-gadis itu mengantuk dan tertidur? (b) Untuk maksud apa Mempelai Laki-Laki datang ke bait, dan mengapa hal ini ada hubungannya dengan golongan pengantin perempuan?

      8 Secara kiasan, gadis-gadis itu mulai mengantuk dan tertidur. Pengabaran kepada umum tentang kabar baik dari pemerintahan Kristus seribu tahun yang akan datang demi berkat seluruh umat manusia, secara praktis terhenti. Sejak tahun terakhir dari Perang Dunia I, mulailah suatu masa penghakiman yang genting bagi gadis-gadis kiasan itu. Ini karena Raja Yesus Kristus yang memerintah datang ke bit rohani. Ketika tiba di sana, ia mulai mengadakan pengadilan guna membersihkan mereka yang dilantik untuk berdinas kepada Allah Yehuwa di bait. (Maleakhi 3:1-3) Ini adalah masa ia dinyatakan manakala, sebagai Mempelai Laki-Laki surgawi, tiba waktunya untuk menerima bersamanya di surga, anggota-anggota yang diperkenan dari golongan pengantin perempuan yang pada waktu itu sudah mati.

      9. Bilakah tiba waktunya bagi golongan gadis-gadis untuk dibangunkan dari keadaan tidak aktif, dan mengapa?

      9 Pada tahun 1919, setelah kedelapan anggota terkemuka dari Lembaga Alkitab dan Risalat Menara Pengawal dibebaskan dari pemenjaraan yang tidak adil, tiba waktunya bagi golongan gadis-gadis yang masih hidup di bumi untuk dibangunkan dari tidur yaitu keadaan tidak aktif. Pekerjaan penerangan seluas dunia terbentang di hadapan mereka. Waktunya tiba bagi mereka, yang mempunyai pelita yang menyala, untuk menyambut Mempelai Laki-Laki, yang datang ke bait rohani. Hal ini demikian agar orang-orang dari segala bangsa dapat berduyun-duyun pergi ke ”rumah [Yehuwa]” yang telah ditinggikan, seolah-olah, di atas puncak gunung-gunung.—Yesaya 2:1-4.

      Membenahi Pelita-Pelita Mereka

      10. Apa yang digambarkan oleh minyak yang diambil dari buli-buli gadis-gadis yang bijaksana?

      10 Mereka yang bijaksana dari golongan gadis-gadis membawa serta persediaan minyak cadangan di buli-buli mereka. Mereka tidak terlambat mengisi kembali pelita mereka. Minyak untuk penerangan menggambarkan Firman Yehuwa yang memberikan penerangan dan roh suciNya. Maka, apa yang digambarkan oleh minyak yang diambil dari buli-buli gadis-gadis yang bijaksana itu? Yaitu persediaan cadangan dari roh Yehuwa yang menerangi Firman tertulisNya dan yang dimiliki oleh kaum sisa terurap dari murid-murid sang Mempelai Laki-Laki, yang dilahirkan dengan roh, ketika pekerjaan penerangan seluas dunia setelah masa perang sehubungan dengan ”Kerajaan Sorga” ditentukan akan dimulai.

      11. Apa gerangan buli-buli simbolis tempat minyak itu?

      11 Buli-buli menggambarkan gadis-gadis kiasan yang bijaksana itu sendiri sebagai pemilik dari minyak penerangan simbolis. Ini tidak berarti bahwa golongan gadis-gadis tersebut pertama kali diurapi dengan roh Yehuwa pada waktu itu. Tidak, gadis-gadis itu tidak mengurapi diri sendiri dengan rohNya. Dialah yang melakukannya!—Yesaya 61:1, 2; Lukas 4:16-21.

      12. (a) Nubuat Yoel yang mana tiba waktunya akan digenapi atas gadis-gadis yang bijaksana? (b) Bilakah tiba waktunya bagi mereka untuk membiarkan terang bersinar melalui pelita mereka?

      12 Untuk mendukung bahwa mereka ditugaskan suatu pekerjaan penerangan sedunia yang besar sekali sehubungan dengan ”Kerajaan Sorga”, gadis-gadis yang bijaksana itu mendapat perkenan dalam hal penggenapan Yoel 2:28, 29 atas mereka. Beginilah caranya rasul Petrus mengutip ayat-ayat tersebut, ”Akan terjadi pada hari-hari terakhir—demikianlah firman Allah—bahwa Aku akan mencurahkan RohKu ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi.” (Kisah 2:17) Jadi sejak tahun 1919 dan seterusnya mereka yang bijaksana dari golongan gadis-gadis kiasan mengambil sarana penerangan mereka, pelita-pelita simbolis mereka—diri mereka sendiri. Hal ini mereka lakukan untuk memberikan penerangan kepada semua orang yang masih ada dalam kegelapan rohani. Dengan cara mereka menempuh kehidupan di bawah pengaruh Firman dan roh Allah, mereka menjadi ”penerang di dalam dunia ini”. (Filipi 2:15, Bode) Jadi mereka mulai mengikuti jejak kaki Mempelai Laki-Laki seraya ia bersiap-siap untuk mengambil semua anggota golongan pengantin perempuan bersama dengannya dalam Kerajaan surgawi setelah kematian mereka di bumi.—Matius 5:14-16.

      Akibat dari Kebodohan Rohani

      13. Bagaimana sambutan gadis-gadis yang bijaksana terhadap permintaan dari gadis-gadis yang bodoh?

      13 Nah, bagaimana dengan mereka yang bodoh dari golongan gadis-gadis? Yesus selanjutnya mengatakan, ”Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam. Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ.”—Matius 25:8, 9.

      14. Mengapa gadis-gadis yang tidak mau membagikan minyak mereka justru bijaksana dan tidak mementingkan diri?

      14 Mereka yang tidak mau memberikan minyak kepada gadis-gadis yang bodoh tidak mementingkan diri, tetapi bijaksana. Mereka tetap teguh melaksanakan maksud baik mereka yang semula, untuk memeriahkan dan menerangi lingkungan yang gelap demi kepentingan Mempelai Laki-Laki. Mereka sama sekali tidak mempunyai kewajiban untuk berkompromi, mengurangi jumlah roh suci Yehuwa yang mereka miliki untuk menolong mereka yang bodoh secara rohani. Mereka yang bodoh tidak mempersiapkan diri untuk segera memasuki hak istimewa yaitu dinas yang terbuka bagi mereka pada tahun 1919.

      15. (a) Ketika masa damai mulai, siapa di antara golongan gadis-gadis mulai memperlihatkan kecenderungan ke arah kebodohan rohani? (b) Mengapa gadis-gadis yang bijaksana tidak dapat membantu gadis-gadis yang bodoh secara rohani itu?

      15 Ketika masa damai mulai, di antara mereka yang mengaku rekan-rekan yang berbakti dan dibaptis ada yang mulai memperlihatkan kebodohan rohani. Setelah kematian presiden pertama dari Lembaga Menara Pengawal, Charles Taze Russell, mereka tidak sepenuhnya ambil bagian dalam semangat perkembangan bersama dengan sarana yang kelihatan dari Allah Yehuwa di bawah presiden Lembaga yang baru, J. F. Rutherford. Hati mereka tidak benar-benar selaras dengan caranya hal-hal dilakukan. Mereka memperlihatkan kurang penghargaan atas cara Yehuwa berurusan dengan umatNya. Jadi, mereka yang seperti gadis-gadis bijaksana itu tidak dapat ”memompakan” semangat sejati dari kerja sama sepenuh hati kepada mereka yang bodoh yang semakin menjauhkan diri.

      16. Bagaimana kebodohan rohani mulai nyata di pihak gadis-gadis yang bodoh?

      16 Jadi kebodohan rohani mulai kelihatan. Bagaimana? Yaitu dengan tidak mempunyai minyak simbolis pada saat yang penting ketika ada kebutuhan mendesak untuk penerangan rohani seraya perkembangan-perkembangan baru terus berlangsung, yang menunjukkan bahwa Mempelai Laki-Laki itu sedang hadir. Jadi itulah waktunya untuk keluar menyambutnya dengan pelita yang menyala dengan cemerlang, secara kiasan. Tetapi sebaliknya, mereka yang serupa dengan gadis-gadis yang bodoh, yang pelitanya padam, berpisah dengan gadis-gadis bijaksana.

      17. Kerugian yang tidak dapat diperbaiki apa diderita oleh mereka yang digambarkan oleh gadis-gadis yang bodoh, seperti ditunjukkan di Matius 25:10?

      17 Benar-benar kerugian yang tidak dapat diperbaiki bila seseorang yang mengaku termasuk di antara golongan gadis-gadis kehilangan hak istimewa dan kesempatan yang tidak akan terulang lagi untuk menyambut Mempelai Laki-Laki rohani, Yesus Kristus! Kerugian sedemikian diderita oleh mereka yang bodoh di antara gadis-gadis jaman modern, seperti ditunjukkan dalam kata-kata selanjutnya dari perumpamaan Yesus, ”Waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup.”—Matius 25:10.

      18. (a) Gadis-gadis yang bodoh dari abad ini gagal untuk ikut menikmati hak istimewa apa? (b) Mengapa mereka yang bodoh ternyata terlambat untuk ambil bagian dalam iring-iringan pengantin dan memasuki perjamuan kawin?

      18 Betapa tragis pengalaman dari gadis-gadis yang bodoh jaman modern itu! Selama masa yang paling gelap sepanjang sejarah manusia, mereka gagal untuk ambil bagian dalam pekerjaan memberikan penerangan kepada orang-orang yang ada dalam kegelapan rohani dan dalam bayangan maut dari ’peperangan pada hari besar Allah Yang Mahakuasa’! (Wahyu 16:14) Karena tidak ada minyak dalam pelita-pelita kiasan mereka untuk menerangi perjalanan, mereka pergi dan harus berjalan dalam kegelapan malam. Karena alasan itu mereka terlambat mengikuti jejak kaki Mempelai Laki-Laki dalam iring-iringan yang penuh sukacita melalui pintu, masuk ke dalam perjamuan kawin yang diterangi dengan cemerlang. Mereka kehilangan tanda pengenal sebagai pengikutnya yang siap untuk dikawinkan dengannya dalam Kerajaan surgawi. Mereka tidak didapati ”siap sedia” pada waktu yang telah ditentukan. Mereka benar-benar suatu contoh peringatan!

      19. Hal apa yang kita akan alami seraya kita terus membahas soal ini sampai selesai?

      19 Kenyataan yang menyakitkan ini dengan jelas sekali digambarkan dalam bagian terakhir dari perumpamaan yang diberikan oleh Yesus Kristus, sang Mempelai Laki-Laki, terutama bagi kita yang hidup dalam ”kesudahan dunia”. Jadi sekarang marilah kita membahas hal-hal itu lebih lanjut! Penerangan yang membangkitkan perasaan gembira menanti kita yang berbuat demikian, seperti akan kita lihat dalam pasal berikut.

  • Berjaga-jaga selama ”Kesudahan Dunia”
    Keamanan Seluas Dunia di Bawah ”Raja Damai”
    • Pasal 6

      Berjaga-jaga selama ”Kesudahan Dunia”

      1. Mengapa kita perlu tetap berjaga-jaga?

      KITA sudah berada jauh memasuki ”kesudahan dunia”, tetapi kita ”tidak tahu akan hari maupun akan saatnya” bilamana masa untuk penerangan yang menyelamatkan kehidupan ini akan berakhir. Itu sebabnya Yesus mengatakan, ”Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya.”—Matius 24:3; 25:13.

      2. Pengalaman yang mengecewakan apa harus dihindari?

      2 Tentu sangat mengecewakan jika seseorang terlambat datang di tempat perjamuan kawin dan mendapati pintu telah ditutup. Namun itulah yang telah ditetapkan akan menimpa bagian terbesar dari orang-orang yang mengaku Kristen di masa depan yang sudah dekat. ”Raja Damai” menggambarkan hal ini dengan kata-kata berikut, ”Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu! Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu.”—Matius 25:11, 12.

      3. (a) Tahun 1919 ternyata adalah waktu untuk apa? (b) Apakah para penganut agama dari Susunan Kristen dapat menyediakan minyak rohani yang dibutuhkan?

      3 Sejak 1919 penerangan rohani telah disediakan melalui mereka yang bijaksana dengan bantuan ”minyak” yaitu Firman dan roh suci Yehuwa, tetapi mereka yang bodoh berusaha membeli minyak rohani dari orang-orang dalam Susunan Kristen yang mengaku menjualnya. (Matius 25:9) Tetapi, para penganut agama dari Susunan Kristen, tidak mempunyai jenis minyak yang benar. Mereka tidak dapat memberikan penerangan mengenai kehadiran Yesus Kristus sebagai Mempelai Laki-Laki Surgawi. Mereka berharap bahwa pada waktu mati mereka akan segera pergi ke surga dan bertemu dengannya, tanpa harus ambil bagian dalam pekerjaan memberi penerangan selama ”kesudahan dunia” ini.

      4. Sampai sekarang, apa yang tidak dilakukan oleh mereka yang digambarkan dengan gadis-gadis bodoh, dan mengapa?

      4 Sebaliknya, ada orang-orang yang, seperti gadis-gadis rohani, terbukti mempunyai cadangan ”minyak” yaitu roh suci dan Firman Allah untuk pekerjaan penerangan seluas dunia mengenai ”Kerajaan” itu setelah masa perang. (Matius 24:14) Mereka yang dalam perumpamaan Yesus digambarkan sebagai gadis-gadis yang bodoh, tidak ambil bagian di dalamnya dengan membiarkan terang bersinar pada kabar baik ini yang mempunyai arti penting secara internasional. Mereka tidak mempunyai ”minyak” yaitu Firman Allah yang menerangi dan roh suciNya, dan Hakim-Mempelai Laki-Laki di bait rohani melihat kegagalan ini di pihak mereka. Hati mereka ternyata tidak ada dalam pekerjaan setelah masa perang yang segera dilaksanakan pada tahun 1919 oleh gadis-gadis Kristen yang berlaku bijaksana dalam mengerti waktu dan pekerjaannya.

      5. Dalam hal apa gadis-gadis bodoh itu tidak ambil bagian, yang perlu agar mereka dipersatukan dengan Raja-Mempelai Laki-Laki?

      5 Dengan berpisah dari mereka yang mendukung organisasi Yehuwa yang kelihatan, mereka yang bodoh gagal untuk ikut ambil bagian dalam kesaksian Kerajaan seluas dunia. Akhirnya mereka mendapatkan ”minyak” penerangan agama, tetapi bukan minyak yang tepat. Hal itu tidak akan memberikan penerangan untuk peristiwa yang tepat pada waktu yang tepat. Jadi mereka tidak mengabarkan berita Kerajaan dan ”hari Pembalasan Allah kita”. (Yesaya 61:1-3) Mereka tidak menyambut dengan gembira Raja-Mempelai Laki-Laki itu seperti yang dilakukan kaum sisa terurap dari golongan gadis-gadis.

      Pengaruh dari Penerangan pada Tengah Malam

      6, 7. (a) Apa yang terjadi pada pertengahan tahun 1930-an yang menyatakan bahwa ada cukup banyak gadis untuk melengkapi keanggotaan golongan pengantin perempuan? (b) Perhatian ditarik kepada golongan apa yang kini perlu dikumpulkan?

      6 Pada pertengahan tahun 1930-an, sesuatu yang penting terjadi. Apa yang terjadi menyatakan bahwa keanggotaan dari pengantin perempuan rohani Kristus telah dipenuhi, bahwa di atas bumi sudah ada cukup banyak murid dari Mempelai Laki-Laki yang dilahirkan dengan roh untuk membentuk jumlah yang lengkap dari pengantin perempuan surgawinya.

      7 Pada waktu itu, tahun 1935, perhatian mulai ditarik kepada suatu golongan lain dari murid-murid Yesus yang bersifat domba. Ini adalah golongan yang telah ditarik kepada perhatian umum selama perang dunia yang pertama. Pada tanggal 24 Februari 1918, sebuah khotbah mengenai pokok ”Jutaan yang Kini Hidup Tidak Pernah Akan Mati” disampaikan kepada hadirin yang ingin tahu, dan yang kemungkinan diliputi keraguan. Pada kebaktian Saksi-Saksi Yehuwa tahun 1935 di Washington, D.C., sesuatu yang positif diperkenalkan sehubungan dengan pengumpulan dari jutaan ”domba-domba lain” Kristus ke dalam suatu ”kawanan” yang dipersatukan di bawah Yesus Kristus sebagai ”satu gembala”. (Yohanes 10:16) Identitas dari bagian ”domba-domba lain” ini yang dinubuatkan di Wahyu 7:9-17 dinyatakan.

      8. Pada tahun 1935 kewajiban apa ada pada gadis-gadis bijaksana, yang tidak mereka duga?

      8 Kaum sisa dari ”kawanan kecil” itu kini mempunyai kewajiban untuk mulai menghimpunkan ”kumpulan besar” dari ”domba-domba lain”. (Lukas 12:32) Ini disebabkan karena jumlah dari gadis-gadis bijaksana yang diperlukan untuk melengkapi pengantin perempuan Yesus kini sudah cukup. Tetapi gadis-gadis tersebut tidak dibawa ke surga sekaligus. Mereka masih akan diterima ke dalam ruang pesta surgawi pada waktu mereka mengakhiri kehidupan di bumi sebagai saksi-saksi yang memelihara integritas dari Allah mereka, Yehuwa. Karena pekerjaan penerangan yang mereka lakukan dengan setia sampai tahun 1935, mereka dihantarkan kepada suatu hak istimewa yang tidak pernah mereka harapkan sebelum pertengahan tahun 1930-an.

      9. Berapa jumlah sisa gadis-gadis yang bijaksana itu sekarang?

      9 Lebih dari setengah abad telah berlalu sejak 1935, dan selama tahun-tahun itu jumlah mereka yang bijaksana dari golongan gadis-gadis makin berkurang. Sebaliknya, pekerjaan kesaksian telah meluas sampai ke seluruh dunia, ya, sehingga meliputi lebih dari 200 negeri yang berbeda-beda. Sekarang, golongan gadis-gadis telah berkurang jumlahnya menjadi kira-kira 9.000.

      Rekan-Rekan yang Berguna dari Para Pembawa Terang

      10. Mengingat besarnya pekerjaan, apakah kaum sisa dari gadis-gadis yang bijaksana dapat memenuhi kebutuhan untuk pekerja-pekerja?

      10 Kaum sisa yang terurap dari gadis-gadis kiasan hampir-hampir tidak kelihatan lagi oleh lebih dari tiga juta penyiar-penyiar Kerajaan dalam lebih dari 49.000 sidang Saksi-Saksi Yehuwa di seluruh bola bumi. Bagaimana jumlah yang kecil dari kaum sisa terurap itu dapat mengurus pekerjaan kesaksian dalam lebih dari 200 negeri di mana ribuan sidang berada? Mereka tidak dapat.

      11. (a) Tanda pengenal dari ”hamba yang setia dan bijaksana” menyebabkan terjadinya apa di kalangan mereka yang mengaku dari golongan gadis-gadis? (b) Apa yang tidak dapat dimengerti oleh mereka dari golongan ’hamba yang jahat’ karena tidak mempunyai cukup penerangan rohani?

      11 Memang, secara Alkitab mereka melayani dalam kedudukan dari ”hamba yang setia dan bijaksana” yang telah dinubuatkan dan didapati setia oleh sang Majikan-Mempelai Laki-Laki pada waktu ia datang ke bait untuk mengadili. Pada waktu itulah pemisahan mulai berlangsung antara gadis-gadis bijaksana dan gadis-gadis bodoh dari golongan gadis-gadis kiasan. Mereka yang dianggap golongan ’hamba yang jahat’ tidak mempunyai minyak yaitu Firman Allah yang memberi penerangan dan roh suciNya dalam buli-buli mereka untuk menyalakan pelita mereka. Jadi mereka tidak mempunyai cukup banyak penerangan rohani untuk ”kumpulan besar” dari ”domba-domba lain”, yang sudah dikumpulkan sejak 1935 sebagai bagian dari ”satu kawanan”.—Matius 24:45-51.

      12. Siapa yang menjadi rekan-rekan yang tidak terpisahkan dari kaum sisa golongan pengantin perempuan?

      12 Sejak Perang Dunia II, nubuat Yesus untuk ”kesudahan dunia” digenapi, sebagian besar oleh peranan yang dimainkan ”kumpulan besar” dari ”domba-domba lain”. Penerangan dari pelita-pelita yang dinyalakan kaum sisa telah menerangi mata hati mereka, dan mereka dibantu untuk memberikan terang itu kepada orang-orang lain yang masih ada dalam kegelapan dunia ini. (Bandingkan Efesus 1:18.) Mereka telah membantu jutaan penduduk bumi untuk mengerti kehadiran dari Raja-Mempelai Laki-Laki seraya hari perkawinannya dengan golongan pengantin perempuan yang sudah lengkap mendekat. Mereka menjadi rekan-rekan yang tidak terpisahkan dari kaum sisa golongan pengantin perempuan.

      13, 14. (a) Keadaan menyenangkan apa sehubungan dengan rekan-rekan kaum sisa secara kiasan dinyatakan di Wahyu 7:9, 10? (b) Bagaimana sambutan spontan kepada penjelasan dari nubuat itu?

      13 Sejak 1935 keadaan dari rekan-rekan kaum sisa golongan pengantin perempuan ini penuh sukacita. Mereka bergembira bukan hanya atas hak istimewa besar yang telah dimasuki oleh kaum sisa tetapi juga atas hak istimewa yang penuh berkat yang telah mereka dapatkan dengan perantaraan kaum sisa dari golongan pengantin perempuan.

      14 Sebuah ayat yang menakjubkan telah disingkapkan kepada pengertian umat Yehuwa pada kebaktian di Washington, D.C., tahun 1935, dan ayat itu menubuatkan keadaan yang penuh sukacita bagi ”kumpulan besar”, rekan-rekan kaum terurap. Lihatlah mereka di sana, ”berdiri di hadapan takhta [Allah Yehuwa] dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka”! Dengarkan apa yang mereka serukan dengan nyaring agar terdengar oleh umum, ”Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!” (Wahyu 7:9, 10) Mereka sudah beriman dalam ”Anak domba Allah yang menghapus dosa dunia”, dan melalui dia mereka telah membaktikan diri kepada Allah Yehuwa dan dibaptis sebagai lambang dari pembaktian itu. (Yohanes 1:29) Ya, 840 dari antara mereka dibaptis pada hari itu, Jumat tanggal 31 Mei 1935, setelah mendengar penjelasan tentang Wahyu 7:9-17.

      15. Sejak itu, berapa banyak yang telah dibaptis, dan bagaimana mereka digambarkan di Wahyu 7:14-17?

      15 Lebih dari tiga juta telah melakukan hal yang sama sejak kebaktian di Washington pada tahun 1935. Jadi mereka digambarkan seolah-olah memakai jubah putih karena mereka telah mencucinya dalam darah Anak Domba yang bersifat membersihkan. Dan mereka mempunyai harapan untuk keluar dari sengsara besar yang ada di hadapan seluruh dunia umat manusia, mendapat perlindungan ilahi melewati sengsara tersebut. (Matius 24:21, 22, Bode) Jadi, mereka digambarkan seolah-olah berada di bait rohani Yehuwa dan menyembah Dia bersama dengan kaum sisa dari golongan gadis-gadis.—Wahyu 7:14-17.

      16. Maka, kepada siapakah terima kasih yang sebesar-besarnya diucapkan untuk bagian mereka sehubungan dengan penggenapan Matius 24:14?

      16 Maka, terima kasih sebesar-besarnya kepada ”kumpulan besar” bersifat internasional, dengan banyak bahasa itu, untuk bagian luar biasa yang mereka laksanakan dalam menggenapi nubuat Mempelai Laki-Laki di Matius 24:14!

      ”Lalu Pintu Ditutup”

      17. (a) Bilamana pintu ke perjamuan kawin akan ditutup? (b) Apa yang perlu dilakukan oleh kaum sisa dari golongan gadis-gadis dan ”kumpulan besar” rekan-rekan mereka sekarang?

      17 Tepatnya bilamana kaum sisa dari golongan gadis-gadis itu memasuki upacara perjamuan kawin, dan kemudian pintu ditutup, tidak diketahui. Namun hal itu pasti lebih dekat dari pada sebelumnya, dan waktunya hampir habis! Maka, tepat sekali, Yesus mengakhiri perumpamaan tentang gadis-gadis dengan kata-kata peringatan, ”Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya.”—Matius 25:13.

      18. (a) Dengan siapakah gadis-gadis bodoh sekarang berpihak? (b) Bagian apa dari perumpamaan Yesus akan mereka alami tidak lama lagi?

      18 Untuk alasan itulah gadis-gadis yang bodoh didapati tidak waspada. Karena berpisah dengan gadis-gadis bijaksana, mereka menjadi bagian dari dunia yang akan binasa dan menggolongkan diri dengan semua penganut agama lain yang berada di luar dalam kegelapan yang makin pekat seluas dunia. Jadi mereka telah ditentukan akan mengalami apa yang digambarkan oleh Mempelai Laki-Laki Yesus Kristus dalam kata-kata berikut dari perumpamaan itu, ”Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu! Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu.”—Matius 25:10-12.

      19. Karena itu siapa yang digambarkan oleh gadis-gadis bodoh, dan mengapa mereka digolongkan dengan Babel Besar?

      19 Jadi pintu ke perjamuan kawin tidak akan dibuka untuk gadis-gadis yang bodoh. Mereka dengan tepat menggambarkan orang-orang yang selama ”kesudahan dunia” gagal untuk berusaha masuk ke dalam ”Kerajaan Sorga”. (Matius 24:3; 25:1) Karena berpaut pada bentuk agama yang mereka pilih sendiri, seperti ditunjukkan dengan pergi ke pasar untuk membeli minyak lain, mereka digolongkan dengan Babel Besar.

      20. (a) Bila gadis-gadis bodoh melihat ”kesepuluh tanduk” dari ’binatang buas’ mulai berpaling melawan Babel Besar, kepada siapa mereka akan memohon dan berdasarkan pengakuan apa? (b) Meskipun demikian, mengapa mereka akan mengalami kebinasaan?

      20 Maka, pada waktu ’binatang buas’ simbolis yang ditunggangi oleh pelacur agama itu berpaling melawannya dengan ”kesepuluh tanduk”nya, mereka harus ikut menderita bersamanya. (Wahyu 17:16) Pada waktu penganut-penganut agama tersebut, yang digambarkan oleh kelima gadis bodoh, melihat awal dari penolakan atas agama yang bersifat Babel oleh golongan yang berkuasa dalam unsur politik, mereka akan berpaling kepada Raja-Mempelai Laki-Laki, dengan mengaku bahwa mereka dari golongan ”Kerajaan Sorga” dan layak untuk dipersilakan masuk ke dalam perjamuan kawin rohani bersama gadis-gadis bijaksana. Tetapi mengejutkan, pribadi yang mereka sapa sebagai ”Tuan”, Mempelai Laki-Laki Yesus Kristus, tidak akan mau mengakui bahwa mereka layak diterima ke dalam Kerajaan surgawi. Dan mereka juga tidak ambil bagian dalam harapan untuk hidup kekal di atas bumi bersama ”kumpulan besar”. Jadi tidak ada lagi yang tersisa bagi para penganut agama yang bodoh ini selain kebinasaan bersama imperium agama palsu sedunia, Babel Besar!

      21. (a) Mengingat prospek yang mengerikan, haluan apa dikejar oleh gadis-gadis bijaksana dan rekan-rekan mereka? (b) Para anggota dari ”kumpulan besar” berharap untuk menikmati hak istimewa dinas apa?

      21 Benar-benar suatu prospek yang mengerikan bagi mereka! Karena menyadari hal ini, kaum sisa dan kelompok besar rekan-rekan mereka akan terus mentaati nasihat Yesus untuk ”berjaga-jaga”. Mereka akan selalu dipenuhi dengan roh suci Allah dan membiarkan terang bersinar tanpa takut demi kemuliaan Allah Yehuwa dan Yesus Kristus. Sebagai upah, mereka pasti akan mendapat sukacita! Dan kedudukan sebagai pangeran dalam ’bumi baru’ akan diperoleh para anggota dari ”kumpulan besar”, seperti dinyatakan oleh Raja-Mempelai Laki-Laki yang sudah menikah.—Yesaya 32:1; bandingkan Mazmur 45:16.

      22. (a) Penggenapan dari perumpamaan mengenai gadis-gadis merupakan penegasan dari kenyataan apa? (b) Siapa akan bersukacita atas perkawinan dari Raja-Mempelai Laki-Laki dan pengantin perempuan gadisnya?

      22 Jadi penggenapan yang diperluas dari perumpamaan mengenai kesepuluh gadis ini merupakan penegasan akan kenyataan bahwa kita sekarang hidup dalam ”kesudahan dunia”. Betapa bersyukur kita bahwa kita telah mendapat penerangan untuk menyaksikan bukti mendekatnya perkawinan Yesus Kristus dengan golongan pengantin perempuannya yang lengkap! Atas perkawinan surgawi ini, surga dan juga ’bumi baru’ yang benar akan merasakan sukacita.—Wahyu 19:6-9.

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan