PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Adam dan Hawa
    Bertukar Pikiran mengenai Ayat-Ayat Alkitab
    • berpaut pada istrinya, dan keduanya akan menjadi satu daging”?’” (Karena Yesus percaya bahwa kisah Kejadian adalah fakta, bukankah kita juga harus mempercayainya?)

      Jika Seseorang Mengatakan—

      ’Dosa Adam adalah kehendak Allah, rencana Allah.’

      Saudara dapat menjawab, ’Banyak orang mengatakan hal itu. Tetapi jika saya harus melakukan sesuatu yang Anda ingin agar saya lakukan, apakah Anda akan menghukum saya karena hal itu? . . . Jadi, jika dosa Adam adalah kehendak Allah, mengapa Adam diusir dari Eden sebagai pedosa? (Kej. 3:17-19, 23, 24)’

      Atau Saudara dapat mengatakan, ’Itu suatu hal yang menarik, dan jawabannya benar-benar menyangkut pribadi macam apa Allah itu. Apakah adil atau bersifat pengasih untuk menghukum seseorang karena melakukan sesuatu yang Anda sendiri telah rencanakan agar ia lakukan?’ Kemudian mungkin menambahkan: (1) ’Yehuwa adalah Allah kasih. (1 Yoh. 4:8) Semua jalan-Nya adil. (Mz. 37:28; Ul. 32:4) Bukan kehendak Allah agar Adam berdosa; Ia memperingatkan Adam terhadap hal itu. (Kej. 2:17)’ (2) ’Allah memang memberi Adam, seperti Ia memberi kita, kebebasan untuk memilih apa yang akan dilakukannya. Kesempurnaan tidak menghilangkan kemungkinan dijalankannya kebebasan berkehendak untuk tidak taat. Adam memilih untuk memberontak melawan Allah, meskipun adanya peringatan bahwa akibatnya ialah kematian.’ (Lihat juga halaman 373, 374.)

  • Agama
    Bertukar Pikiran mengenai Ayat-Ayat Alkitab
    • Agama

      Definisi: Suatu bentuk ibadat. Ini termasuk sistem sikap, kepercayaan, dan praktek-praktek agama; bisa saja bersifat pribadi, atau mungkin didukung oleh suatu organisasi. Biasanya agama menyangkut kepercayaan kepada Allah atau kepada sejumlah ilah; atau bisa juga manusia, barang-barang, keinginan, atau kekuatan yang dianggap sebagai objek penyembahan. Banyak agama didasarkan atas apa yang manusia pelajari mengenai alam, ada juga agama yang disingkapkan. Ada agama yang benar dan yang palsu.

      Mengapa ada begitu banyak agama?

      Menurut suatu daftar yang baru-baru ini dibuat, dapat diambil kesimpulan bahwa ada 10 agama utama dan kira-kira 10.000 sekte. Dari semua ini, kira-kira 6.000 terdapat di Afrika, 1.200 di Amerika Serikat, dan ratusan lagi di negeri-negeri lain.

      Banyak faktor telah menyumbang kepada perkembangan kelompok-kelompok agama baru. Ada yang mengatakan bahwa berbagai-bagai agama tersebut semua menunjukkan cara-cara yang berbeda untuk menyampaikan kebenaran agama. Namun, suatu perbandingan antara ajaran dan praktek-praktek mereka dengan Alkitab sebaliknya menunjukkan bahwa keanekaragaman dalam agama disebabkan orang-orang telah menjadi pengikut-pengikut manusia dan tidak mendengarkan Allah. Patut diperhatikan bahwa, secara luas, ajaran-ajaran serupa yang mereka anut, tetapi yang berbeda dengan Alkitab, berasal dari Babilon kuno. (Lihat halaman 70, 71, di bawah judul ”Babilon Besar”.)

      Siapakah pemicu kekacauan agama tersebut? Alkitab menyatakan Setan si Iblis sebagai ”allah sistem ini”. (2 Kor. 4:4) Alkitab memperingatkan kita bahwa ”perkara-perkara yang dikorbankan oleh bangsa-bangsa, mereka korbankan kepada hantu-hantu dan bukan kepada Allah”. (1 Kor. 10:20) Jadi, sangatlah penting untuk memastikan bahwa kita benar-benar menyembah Allah yang benar, Pencipta langit dan bumi, dan bahwa ibadat kita menyenangkan Dia!

      Apakah semua agama dapat diterima oleh Allah?

      Hak. 10:​6, 7: ”Putra-putra Israel kembali melakukan apa yang buruk di mata Yehuwa, dan mereka mulai melayani para Baal dan patung-patung Astoret dan allah-allah orang Siria, allah-allah orang Sidon, allah-allah orang Moab, allah-allah putra-putra Ammon dan allah-allah orang Filistin. Demikianlah mereka meninggalkan Yehuwa dan tidak melayani dia. Maka kemarahan Yehuwa berkobar terhadap orang Israel.” (Jika seseorang menyembah sesuatu atau suatu pribadi selain Allah yang benar, Pencipta langit dan bumi, jelaslah bahwa bentuk ibadatnya tidak dapat diterima oleh Yehuwa.)

      Mrk. 7:​6, 7: ”Ia [Yesus] mengatakan kepada mereka [orang-orang Farisi dan para penulis], ’Yesaya dengan tepat bernubuat mengenai kamu, hai, orang-orang munafik, sebagaimana ada tertulis, ”Umat ini menghormati aku dengan bibir mereka, tetapi hati mereka jauh dariku. Sia-sia mereka terus menyembah aku, karena mereka mengajarkan perintah manusia sebagai doktrin.”’” (Tidak soal suatu kelompok mengaku menyembah siapa, jika mereka berpaut pada ajaran-ajaran manusia dan bukan Firman Allah yang terilham, ibadat mereka sia-sia.)

      Rm. 10:2, 3: ”Aku memberikan kesaksian tentang mereka bahwa mereka mempunyai gairah untuk Allah; tetapi tidak menurut pengetahuan yang saksama; sebab, oleh karena tidak mengetahui keadilbenaran Allah tetapi berupaya menetapkan keadilbenaran mereka sendiri, mereka tidak menundukkan diri kepada keadilbenaran Allah.” (Orang-orang mungkin mempunyai Firman Allah yang tertulis tetapi kurang mempunyai pengetahuan yang saksama akan apa yang terdapat di dalamnya, karena mereka tidak diajar dengan sepatutnya. Mereka mungkin merasa bahwa mereka mempunyai gairah untuk Allah, tetapi mereka bisa jadi tidak melakukan apa yang Ia tuntut. Ibadat mereka tidak akan menyenangkan Allah, bukan?)

      Apakah benar ada kebaikan dalam semua agama?

      Kebanyakan agama memang mengajarkan bahwa seseorang tidak boleh berdusta atau mencuri, dsb. Tetapi apakah itu sudah cukup? Apakah Anda senang minum segelas air yang beracun karena seseorang meyakinkan Anda bahwa sebagian besar yang Anda minum adalah air?

      2 Kor. 11:​14, 15: ”Setan sendiri terus mengubah dirinya menjadi malaikat terang. Karena itu, bukanlah sesuatu yang hebat jika pelayan-pelayannya juga terus mengubah diri mereka menjadi pelayan-pelayan keadilbenaran.” (Di sini kita diperingatkan bahwa segala sesuatu yang berasal dari Setan tidak selalu kelihatan buruk. Salah satu cara utama yang ia pakai untuk memperdayakan umat manusia adalah segala macam agama palsu, dan beberapa dari antaranya ia buat sedemikian rupa sehingga kelihatan adil-benar.)

      2 Tim. 3:​2, 5: ”Orang-orang akan menjadi . . . berpengabdian yang saleh hanya secara lahiriah tetapi mereka tidak hidup sesuai dengan kuasanya; dan dari mereka berpalinglah.” (Tidak soal mereka mengaku mengasihi Allah, jika orang-orang yang beribadat bersama Anda tidak sungguh-sungguh menerapkan Firman-Nya dalam kehidupan mereka sendiri, Alkitab mendesak Anda untuk memutuskan hubungan demikian.)

      Apakah patut untuk meninggalkan agama orang tua kita?

      Jika apa yang diajarkan orang tua kepada kita benar-benar berasal dari Alkitab, kita harus berpaut padanya. Meskipun kita tahu bahwa praktek-praktek dan kepercayaan agama mereka tidak selaras dengan Firman Allah, orang tua patut kita hormati. Bagaimana jika Anda tahu bahwa suatu kebiasaan tertentu dari orang tua Anda merugikan kesehatan dan dapat memperpendek

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan