PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • mwbr19 Juli hlm. 1-14
  • Referensi untuk Lembar Pelajaran Pelayanan dan Kehidupan Kristen—Juli 2019

Tidak ada video untuk bagian ini.

Maaf, terjadi error saat ingin menampilkan video.

  • Referensi untuk Lembar Pelajaran Pelayanan dan Kehidupan Kristen—Juli 2019
  • Referensi untuk Lembar Pelajaran—Pelayanan dan Kehidupan Kristen—2019
  • Subjudul
  • 1-7 JULI
  • 8-14 JULI
  • 15-21 JULI
  • 22-28 JULI
  • 29 JULI–4 AGUSTUS
Referensi untuk Lembar Pelajaran—Pelayanan dan Kehidupan Kristen—2019
mwbr19 Juli hlm. 1-14

Referensi untuk Lembar Pelajaran Pelayanan dan Kehidupan Kristen

1-7 JULI

HARTA DALAM FIRMAN ALLAH | KOLOSE 1-4

Lepaskan Kepribadian Lama, Kenakan Kepribadian Baru

(Kolose 3:5-9) Maka, matikan semua keinginan tubuh kalian yang duniawi supaya kalian tidak jatuh karena perbuatan cabul, kenajisan, nafsu seksual yang tak terkendali, kejahatan, ataupun keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala. 6 Semua itu membuat Allah murka. 7 Dulu, tingkah laku kalian juga seperti itu. 8 Tapi sekarang, singkirkan hal-hal ini dari diri kalian, yaitu kemurkaan, amarah, keburukan, atau hinaan, dan jangan sampai perkataan cabul keluar dari mulut kalian. 9 Jangan saling berbohong. Lepaskan kepribadian lama kalian dan kebiasaan kalian yang dulu,

w11 15/3 10 ¶12-13

Terimalah Roh Allah, Bukan Roh Dunia

12 Kepribadian saya mencerminkan roh yang mana? (Baca Kolose 3:8-10, 13.) Roh dunia menggalakkan perbuatan daging. (Gal. 5:19-21) Kita akan benar-benar diuji berkenaan dengan roh mana yang memengaruhi kita, bukan saat keadaan baik-baik saja melainkan ketika seorang saudara atau saudari, misalnya, tidak-menghiraukan, menyakiti, atau bahkan berdosa terhadap kita. Selain itu, di rumah kita sendiri, bisa kelihatan nyata roh mana yang lebih berpengaruh. Saudara mungkin patut mengintrospeksi diri, ’Selama enam bulan terakhir, apakah kepribadian saya sudah lebih mirip Kristus, atau apakah kebiasaan buruk saya dalam tutur kata dan tingkah laku justru kambuh?’

13 Roh Allah bisa membantu kita ’menanggalkan kepribadian lama bersama praktek-prakteknya’ dan mengenakan ”kepribadian baru”. Itu akan membantu kita menjadi lebih pengasih dan baik hati. Kita akan cenderung saling mengampuni dengan lapang hati, sekalipun tampaknya ada alasan yang sah untuk mengeluh. Jika melihat ketidakadilan, kita tidak akan lagi bereaksi dengan menumpahkan ”kebencian dan kemarahan dan murka dan teriakan serta cacian”. Sebaliknya, kita akan berupaya keras memiliki ”keibaan hati yang lembut”.​—Ef. 4:31, 32.

(Kolose 3:10-14) dan kenakan kepribadian baru, yang Allah berikan ketika kita mengenal Dia dengan lebih baik, sehingga kepribadian kita akan diperbarui dan menjadi semakin mirip dengan kepribadian Allah. 11 Di sini, tidak ada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau tidak bersunat, orang asing atau orang Skit, budak atau orang merdeka. Sebaliknya, Kristus menjadi segala sesuatu dan kita semua satu di dalam dia. 12 Maka, sebagai orang-orang pilihan Allah, yang suci dan dikasihi, kenakanlah kasih sayang, keibaan hati, kebaikan hati, kerendahan hati, kelembutan, dan kesabaran. 13 Kalaupun ada alasan untuk tersinggung, kalian harus tetap bersabar satu sama lain dan saling memaafkan dengan tulus. Sama seperti Yehuwa dengan tulus memaafkan kalian, lakukan itu juga. 14 Tapi selain semua hal itu, kenakanlah kasih, karena kasih adalah ikatan pemersatu yang sempurna.

w13 15/9 21 ¶18-19

Sudahkah Saudara Berubah?

18 Jika kita ingin Firman Allah mengubah kita, tidak cukup hanya rutin membaca dan mempelajarinya. Itu baru permulaan. Banyak orang membaca Alkitab secara rutin sehingga cukup mengenal isinya. Kita mungkin pernah bertemu dengan orang seperti itu dalam pengabaran. Ada yang bahkan bisa hafal ayat-ayat Alkitab. Namun, hal ini tidak banyak berpengaruh pada jalan hidup dan cara berpikir mereka. Apa yang kurang? Seseorang harus membiarkan Firman Allah masuk ke lubuk hatinya agar itu bisa memengaruhi dan mengubahnya. Jadi, kita harus merenungkan apa yang telah kita pelajari. Kita bisa bertanya pada diri sendiri, ’Apakah saya yakin ini bukan cuma ajaran agama? Apakah saya sudah lihat buktinya kalau inilah kebenaran? Lagi pula, apakah saya sudah terapkan ini dalam hidup saya, tidak hanya mengajarkannya pada orang lain? Apakah saya merasa seolah-olah Yehuwa bicara langsung dengan saya?’ Dengan memikirkan dan merenungkan pertanyaan-pertanyaan seperti itu, kita akan memiliki hubungan yang lebih dalam dengan Yehuwa. Kita akan semakin mengasihi Dia. Begitu hati kita tersentuh, perubahan yang positif akan terjadi.​—Ams. 4:23; Luk. 6:45.

19 Dengan membaca dan merenungkan Firman Allah setiap hari, kita akan termotivasi untuk terus melakukan hal yang kemungkinan besar sedang kita lakukan, yaitu ’menanggalkan kepribadian lama bersama praktek-prakteknya, dan mengenakan kepribadian baru, yang melalui pengetahuan yang saksama terus-menerus diperbarui’. (Kol. 3:9, 10) Ya, kita bisa terus berhasil melakukannya jika kita semakin memahami Firman Allah dan merasakan pengaruhnya. Kita akan memiliki kepribadian Kristen yang baru yang akan melindungi kita dari siasat licik Setan.

Menggali Permata Rohani

(Kolose 1:13, 14) Dia sudah menyelamatkan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam kerajaan Putra-Nya yang dikasihi. 14 Putra-Nya itu membebaskan kita melalui tebusan, dan itu berarti dosa-dosa kita diampuni.

it-1 1243 ¶4-6

Kerajaan Allah

”Kerajaan Putra yang Ia Kasihi.” Sepuluh hari setelah Yesus naik ke surga, pada hari Pentakosta tahun 33 M, murid-muridnya memperoleh bukti bahwa ia telah ”ditinggikan ke sebelah kanan Allah” ketika Yesus mencurahkan roh kudus ke atas mereka. (Kis 1:8, 9; 2:1-4, 29-33) Dengan demikian, ”perjanjian baru” mulai bekerja atas mereka, dan mereka menjadi inti ’bangsa kudus’ yang baru, Israel rohani.​—Ibr 12:22-24; 1Ptr 2:9, 10; Gal 6:16.

Kristus kini duduk di sebelah kanan Bapaknya dan adalah Kepala atas sidang jemaat itu. (Ef 5:23; Ibr 1:3; Flp 2:9-11) Alkitab memperlihatkan bahwa sejak Pentakosta tahun 33 M, suatu kerajaan rohani telah dibentuk atas murid-muridnya. Sewaktu menyurati orang-orang Kristen abad pertama di Kolose, rasul Paulus menyebutkan bahwa Yesus Kristus telah memiliki suatu kerajaan, ”[Allah] telah melepaskan kita dari wewenang kegelapan dan memindahkan kita ke dalam kerajaan Putra yang ia kasihi.”​—Kol 1:13; bdk. Kis 17:6, 7.

Kerajaan Kristus sejak hari Pentakosta tahun 33 M adalah suatu kerajaan rohani yang memerintah atas Israel rohani, yaitu orang-orang Kristen yang telah diperanakkan oleh roh Allah untuk menjadi anak-anak rohani Allah. (Yoh 3:3, 5, 6) Pada waktu orang-orang Kristen yang diperanakkan roh tersebut menerima pahala surgawi, mereka tidak lagi menjadi rakyat di bumi di bawah kerajaan rohani Kristus, tetapi akan menjadi raja-raja bersama Kristus di surga.​—Pny 5:9, 10.

(Kolose 2:8) Hati-hati agar tidak ada yang memperbudak kalian dengan ajaran manusia dan tipuan kosong yang berasal dari tradisi manusia, yang berasal dari pandangan dunia dan bukan dari Kristus,

w08 15/8 28 ¶9

Pokok-Pokok Penting Surat-Surat kepada Orang-Orang Galatia, Efesus, Filipi, dan Kolose

2:8—Apa ”hal-hal dasar dari dunia” yang menurut Paulus perlu diwaspadai? Itu adalah unsur-unsur dunia Setan—hal-hal atau prinsip-prinsip dasar yang membentuk, membimbing, atau menggerakkannya. (1 Yoh. 2:16) Hal itu mencakup filsafat, materialisme, dan agama palsu dari dunia ini.

Pembacaan Alkitab

(Kolose 1:1-20) Dari Paulus, yang menjadi rasul bagi Kristus Yesus sesuai dengan kehendak Allah, dan Timotius saudara kita, 2 untuk orang-orang suci di Kolose, yaitu saudara-saudara yang setia, yang bersatu dengan Kristus. Semoga kalian mendapat kebaikan hati yang luar biasa dan kedamaian dari Allah, Bapak kita. 3 Saat mendoakan kalian, kami selalu bersyukur kepada Allah, Bapak dari Tuan kita Yesus Kristus, 4 karena kami mendengar tentang iman kalian kepada Kristus Yesus dan kasih kalian terhadap semua orang suci, 5 yang kalian miliki karena harapan yang disiapkan bagi kalian di surga. Kalian mendengar tentang harapan ini melalui berita kebenaran, yaitu kabar baik 6 yang disampaikan kepada kalian. Kabar baik itu membuahkan hasil dan tersebar di seluruh dunia, begitu juga di antara kalian sejak kalian mendengar dan tahu persis tentang kebaikan hati Allah yang luar biasa dengan sebenarnya. 7 Kalian mendengarnya dari Epafras, sesama budak yang kami kasihi, yang melayani Kristus dengan setia demi kami. 8 Dia juga memberi tahu kami tentang kasih kalian, yang dihasilkan melalui kuasa kudus. 9 Karena itulah sejak kami mendengarnya, kami tidak berhenti mendoakan kalian agar kalian punya pengetahuan yang tepat tentang kehendak Allah, serta segala hikmat dan pemahaman rohani, 10 sehingga tingkah laku kalian layak di hadapan Yehuwa, dan kalian bisa menyenangkan Dia sepenuhnya, sambil terus berbuat baik dan memiliki semakin banyak pengetahuan yang tepat tentang Allah. 11 Semoga kalian mendapatkan segala kekuatan yang dibutuhkan dari kuasa-Nya yang mulia, sehingga kalian bisa bertekun menghadapi segala sesuatu dengan sabar dan sukacita, 12 sambil bersyukur kepada Bapak, yang membuat kalian layak mendapat bagian dalam warisan bagi orang-orang suci, yang berada dalam terang. 13 Dia sudah menyelamatkan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam kerajaan Putra-Nya yang dikasihi. 14 Putra-Nya itu membebaskan kita melalui tebusan, dan itu berarti dosa-dosa kita diampuni. 15 Dia adalah cerminan dari Allah yang tidak kelihatan, dan dialah ciptaan yang pertama. 16 Melalui dialah semua yang di surga dan di bumi diciptakan, baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan, baik raja, pemimpin, pemerintah, maupun penguasa. Semua yang lainnya diciptakan melalui dia dan untuk dia. 17 Dia sudah ada sebelum yang lain ada, melalui dia segala sesuatu ada, 18 dan dialah kepala dari tubuh itu, yaitu sidang jemaat. Dia adalah yang awal, yang pertama dibangkitkan dari antara orang mati, sehingga dia selalu menjadi yang pertama, 19 karena Allah ingin agar dia lengkap dalam segala sesuatu. 20 Selain itu, Allah ingin agar segala sesuatu, baik yang di bumi maupun yang di surga, didamaikan dengan diri-Nya melalui dia, yaitu dengan pendamaian melalui darahnya yang dicurahkan di tiang siksaan.

8-14 JULI

HARTA DALAM FIRMAN ALLAH | 1 TESALONIKA 1-5

”Teruslah Saling Menguatkan dan Membangun”

(1 Tesalonika 5:11-13) Maka, teruslah saling menguatkan dan membangun, seperti yang sedang kalian lakukan. 12 Sekarang kami mohon, saudara-saudara, hargailah orang-orang yang bekerja keras di antara kalian, yang memimpin kalian dalam melayani Tuan dan menasihati kalian. 13 Tunjukkan bahwa kalian benar-benar mengasihi dan menghargai mereka karena apa yang mereka kerjakan. Upayakan untuk tetap damai satu sama lain.

w11 15/6 26 ¶12

’Hargailah Orang-Orang yang Bekerja Keras di Antaramu’

12 ”Memimpin” sidang tidak hanya berarti mengajar. Kata yang sama digunakan di 1 Timotius 3:4. Paulus mengatakan bahwa seorang pengawas haruslah ”pria yang memimpin rumah tangganya sendiri dengan cara yang baik, mempunyai anak-anak yang tunduk dengan penuh keseriusan”. Di sini, kata ”memimpin” jelas tidak hanya memaksudkan mengajar anak-anak tetapi juga menjadi teladan bagi keluarga dan ”mempunyai anak-anak yang tunduk”. Ya, para penatua menjadi teladan bagi sidang, membantu semua tunduk kepada Yehuwa.​—1 Tim. 3:5.

w11 15/6 28 ¶19

’Hargailah Orang-Orang yang Bekerja Keras di Antaramu’

19 Apa yang akan Saudara lakukan jika Saudara menerima pemberian yang khusus dibuat untuk Saudara? Apakah Saudara akan menghargainya dengan menggunakannya? ”Pemberian berupa manusia” telah Yehuwa sediakan melalui Yesus Kristus bagi Saudara. Salah satu cara Saudara dapat mensyukurinya adalah dengan menyimak khotbah-khotbah yang disampaikan para penatua dan berupaya menerapkan pokok-pokok yang mereka utarakan. Saudara juga dapat memperlihatkan penghargaan dengan memberikan komentar yang bermakna di perhimpunan. Dukunglah pekerjaan yang diarahkan para penatua, misalnya pengabaran. Jika Saudara telah merasakan manfaat nasihat yang Saudara terima dari seorang penatua, alangkah baiknya jika Saudara memberi tahu dia. Juga, tidakkah Saudara ingin menyatakan penghargaan kepada keluarganya? Ingatlah, agar seorang penatua dapat bekerja keras di sidang, keluarganya mengorbankan waktu untuk berkumpul bersamanya.

(1 Tesalonika 5:14) Tapi kami mohon, saudara-saudara, peringatkan orang yang tidak tertib, berikan kata-kata yang menghibur kepada orang yang tertekan, bantulah orang yang lemah, dan bersabarlah terhadap semua orang.

w17.10 10 ¶13

”Mengasihi . . . dengan Perbuatan dan Kebenaran”

13 Bantulah yang lemah. Jika kita mengikuti perintah Alkitab untuk ’mendukung orang yang lemah, berpanjang sabar terhadap semua orang’, itu berarti kita memiliki kasih yang tulus. (1 Tes. 5:14) Banyak saudara-saudari yang dulunya lemah belakangan memiliki iman yang kuat. Tapi, ada saudara-saudari yang membutuhkan lebih banyak kesabaran dan bantuan yang pengasih dari kita. Bagaimana kita bisa membantu mereka? Kita bisa menggunakan Alkitab untuk menguatkan mereka, mengajak mereka berdinas, atau mendengarkan saat mereka bercerita. Tapi, kita harus menyadari bahwa kita semua punya kelebihan dan kekurangan. Jadi, sewaktu kita melihat saudara-saudari, jangan sekadar berpikir bahwa yang ini ”lemah” dan yang itu ”kuat”. Rasul Paulus pun mengakui bahwa dia punya kelemahan. (2 Kor. 12:9, 10) Kita semua perlu saling membantu dan menguatkan.

w15 15/2 9 ¶16

Tirulah Yesus yang Rendah Hati dan Lembut

16 Tutur kata kita. Perasaan kita yang lembut akan menggerakkan kita untuk melalui ’perkataan menghibur orang-orang yang tertekan’. (1 Tes. 5:14) Apa yang bisa kita katakan untuk menguatkan mereka? Beri tahu mereka bahwa kita sangat peduli kepada mereka. Puji dan bantu mereka melihat sifat-sifat baik dan kemampuan mereka. Ingatkan mereka bahwa Yehuwa-lah yang membantu mereka menemukan kebenaran, jadi mereka pasti berharga di mata-Nya. (Yoh. 6:44) Yakinkan mereka bahwa Yehuwa sangat prihatin pada hamba-Nya yang ”patah hati” atau yang ”semangatnya remuk”. (Mz. 34:18) Kata-kata yang lembut bisa sangat menyegarkan mereka yang butuh dihibur.​—Ams. 16:24.

Menggali Permata Rohani

(1 Tesalonika 4:3-6) Kehendak Allah adalah agar kalian menjadi suci dan menghindari perbuatan cabul. 4 Kalian masing-masing harus tahu caranya mengendalikan tubuh supaya tetap suci dan terhormat, 5 tidak seperti bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, yang nafsu seksualnya tidak terkendali dan tidak pernah terpuaskan. 6 Tidak ada yang boleh melanggar batas dan memanfaatkan rekan seimannya dalam hal ini, karena Yehuwa menghukum orang yang melakukannya, seperti yang pernah kami sampaikan dan tegaskan kepada kalian.

it-2 463 ¶6

Percabulan

Percabulan merupakan pelanggaran yang dapat menyebabkan seseorang dikeluarkan (dipecat) dari sidang Kristen. (1Kor 5:9-13; Ibr 12:15, 16) Sang rasul menjelaskan bahwa seorang Kristen yang melakukan percabulan itu berdosa terhadap tubuhnya sendiri, karena menggunakan organ reproduksi untuk tujuan yang keji. Pengaruh atas dirinya sangat buruk secara rohani; ia mendatangkan kecemaran atas sidang Allah, dan membuka diri terhadap bahaya penyakit yang memautkan lewat hubungan seksual. (1Kor 6:18, 19) Ia melanggar hak saudara-saudara Kristennya (1Tes 4:3-7) dengan (1) membawa kenajisan dan perbuatan bodoh yang mendatangkan aib, disertai celaan, ke dalam sidang (Ibr 12:15, 16), (2) menyebabkan orang yang dengannya ia melakukan percabulan kehilangan reputasi moral yang bersih dan, jika orang itu masih lajang, menyebabkan dia tidak bersih lagi sewaktu menikah, (3) menodai catatan moral yang bersih yang dimiliki keluarganya sendiri, dan juga (4) merugikan orang tua, suami, atau tunangan orang yang dengannya ia melakukan percabulan. Yang ia abaikan bukanlah manusia, yang hukum-hukumnya mungkin memperbolehkan atau melarang percabulan, melainkan Allah, yang akan menghukum dosanya.​—1Tes 4:8.

(1 Tesalonika 4:15-17) Sesuai dengan firman Yehuwa, kami memberi tahu kalian bahwa kita yang masih hidup sampai kehadiran Tuan tidak akan mendahului mereka yang sudah tidur dalam kematian itu, 16 karena Tuan sendiri akan turun dari surga dan memberikan perintah dengan suara pemimpin malaikat dan trompet Allah, dan orang-orang mati yang bersatu dengan Kristus akan bangkit lebih dulu. 17 Setelah itu, kita yang masih hidup akan dibawa naik bersama mereka dalam awan-awan untuk bertemu dengan Tuan di langit, sehingga kita akan selalu bersama Tuan.

w15 15/7 18-19 ¶14-15

”Pembebasanmu Sudah Dekat”!

14 Apa yang terjadi setelah Gog dari Magog mulai menyerang umat Allah? Alkitab mengatakan bahwa Putra manusia ”akan mengutus malaikat-malaikat dan akan mengumpulkan orang-orang pilihannya dari keempat penjuru angin, dari ujung bumi sampai ke ujung langit.” (Mrk. 13:27; Mat. 24:31) Ini bukanlah pengumpulan orang-orang Kristen terurap saat mereka pertama kali dipilih dan juga bukan pemeteraian terakhir kaum terurap yang masih ada di bumi. (Mat. 13:37, 38) Pemeteraian itu terjadi persis sebelum awal kesengsaraan besar. (Pny. 7:1-4) Jadi, pengumpulan apa yang dimaksudkan? Itu adalah saat kaum terurap yang masih ada di bumi menerima upah mereka dan pergi ke surga. (1 Tes. 4:15-17; Pny. 14:1) Peristiwa ini terjadi setelah Gog dari Magog mulai menyerang. (Yeh. 38:11) Kemudian, persis seperti yang Yesus katakan, mereka ”akan bersinar secemerlang matahari dalam kerajaan Bapak mereka”.​—Mat. 13:43.

15 Menurut Susunan Kristen, orang Kristen akan diangkat ke surga dengan tubuh manusia mereka. Mereka juga berpikir bahwa kembalinya Yesus untuk memerintah bumi akan bisa mereka lihat dengan mata mereka. Namun, menurut Alkitab, ”tanda Putra manusia” akan muncul di langit dan Yesus akan datang ”di atas awan-awan langit”. (Mat. 24:30) Ini menunjukkan bahwa kembalinya Yesus tidak akan terlihat. Alkitab juga mengatakan bahwa ”daging dan darah tidak dapat mewarisi kerajaan Allah”. Jadi, mereka yang akan dibawa ke surga pertama-tama harus ”diubah, dalam sesaat, dalam sekejap mata, pada waktu terompet terakhir dibunyikan”. (Baca 1 Korintus 15:50-53.) Kaum terurap yang setia yang masih ada di bumi akan dikumpulkan bersama-sama dalam sekejap.

Pembacaan Alkitab

(1 Tesalonika 3:1-13) Maka, ketika kami tidak bisa lagi menahan rindu, kami memutuskan untuk tetap tinggal di Athena sendirian, 2 dan kami mengutus Timotius, yang adalah saudara kita dan pelayan Allah yang memberitakan kabar baik tentang Kristus, untuk meneguhkan dan menghibur kalian demi iman kalian, 3 supaya tidak seorang pun goyah karena kesengsaraan-kesengsaraan ini. Kalian sendiri tahu bahwa kita tidak bisa menghindari kesengsaraan seperti itu. 4 Sewaktu masih bersama kalian, kami sering memberi tahu kalian sebelumnya bahwa kita akan mengalami kesengsaraan, dan seperti yang kalian tahu, itulah yang terjadi. 5 Maka, ketika saya tidak bisa lagi menahan rindu, saya mengirim utusan supaya saya tahu tentang kesetiaan kalian, karena saya khawatir kalau-kalau kalian sudah tergoda oleh Iblis sehingga kerja keras kami menjadi sia-sia. 6 Tapi, Timotius baru saja kembali kepada kami dan membawa berita bagus tentang kesetiaan dan kasih kalian, bahwa kalian selalu punya kenangan manis tentang kami dan merindukan kami, seperti kami juga merindukan kalian. 7 Maka, saudara-saudara, dalam semua kesulitan dan kesengsaraan kami, kami terhibur oleh kalian dan kesetiaan yang kalian tunjukkan. 8 Kami menjadi kuat lagi kalau kalian berdiri teguh dalam melayani Tuan. 9 Bagaimana kami bisa menunjukkan rasa syukur kami kepada Allah atas kalian, atas sukacita besar yang kami rasakan di hadapan Allah karena kalian? 10 Siang malam kami memohon kepada-Nya dengan sungguh-sungguh, supaya kami bisa bertemu langsung dengan kalian dan menambahkan apa yang masih kurang dari iman kalian. 11 Semoga Allah, yang adalah Bapak kita, dan Tuan kita Yesus membuka jalan bagi kami untuk datang kepada kalian. 12 Semoga Tuan membuat kasih kalian bertambah dan berlimpah bagi rekan seiman kalian dan bagi semua orang, sama seperti kasih kami bagi kalian, 13 sehingga dia membuat hati kalian kuat, tidak bercela, dan suci di hadapan Allah, Bapak kita, pada masa Tuan kita Yesus hadir bersama semua orang sucinya.

15-21 JULI

HARTA DALAM FIRMAN ALLAH | 2 TESALONIKA 1-3

”Pelanggar Hukum Akhirnya Tersingkap”

(2 Tesalonika 2:6-8) Sekarang kalian tahu siapa yang menjadi penahan supaya dia tidak tersingkap sebelum waktunya. 7 Memang, pelanggarannya yang tersembunyi sudah ada, tapi itu tersembunyi hanya sampai penahannya tidak ada lagi. 8 Setelah itu, pelanggar hukum ini akan tersingkap. Dia akan dilenyapkan oleh Tuan Yesus dengan napas dari mulutnya dan dimusnahkan ketika kehadiran Tuan menjadi nyata.

it-2 386 ¶1

Pengabdian yang Saleh

Ini berkaitan dengan misteri lain, yang sama sekali bertolak belakang dengan ”rahasia suci” Yehuwa. Ini adalah ”misteri tentang pelanggaran hukum”, yang merupakan misteri bagi orang-orang Kristen sejati karena pada zaman rasul Paulus, identitas ”manusia pelanggar hukum” belum jelas, sebab belum terbentuk menjadi suatu golongan yang mapan dan dapat dikenali. Bahkan setelah ”manusia” itu terbentuk, identitasnya tetap misterius bagi kebanyakan orang karena kefasikannya dipraktekkan di bawah selubung pengabdian yang saleh dan atas nama pengabdian yang saleh. Sesungguhnya, hal itu adalah kemurtadan dari pengabdian saleh yang sejati. Paulus mengatakan bahwa ”misteri tentang pelanggaran hukum ini” sudah bekerja pada zamannya, karena ada pengaruh pelanggaran hukum di dalam sidang jemaat Kristen yang belakangan mengakibatkan terbentuknya golongan murtad ini. Akhirnya, manusia ini akan disingkirkan oleh Yesus Kristus pada manifestasi kehadirannya. ”Manusia” murtad yang didalangi oleh Setan ini akan meninggikan dirinya ”di atas setiap pribadi yang disebut ’allah’ atau objek pemujaan” (Yn., se′ba·sma). Dengan demikian, sebagai alat Setan, penentang besar Allah ini akan benar-benar menyesatkan dan mendatangkan kebinasaan atas orang-orang yang mengikuti praktek-prakteknya. Keberhasilan ”manusia pelanggar hukum” terletak pada fakta bahwa kefasikannya berselubungkan pengabdian saleh yang munafik.​—2Tes 2:3-12; bdk. Mat 7:15, 21-23.

(2 Tesalonika 2:9-12) Pelanggar hukum itu hadir karena Setan, yang memberinya kuasa untuk melakukan segala tindakan penuh kuasa, mukjizat yang menyesatkan, keajaiban, 10 dan segala tipuan yang licik. Semua itu menyesatkan orang-orang yang akan binasa, yang dihukum karena tidak sepenuh hati menerima kebenaran yang bisa menyelamatkan mereka. 11 Itulah alasannya Allah membiarkan mereka disesatkan sehingga mereka percaya pada dusta, 12 supaya mereka semua bisa dihakimi karena tidak memercayai apa yang benar tapi menyukai apa yang salah.

it-1 617 ¶6

Dusta

Allah Yehuwa membiarkan ”suatu pengaruh yang menyesatkan” bekerja dalam diri orang-orang yang lebih menyukai kepalsuan ”sehingga mereka mempercayai dusta itu” ketimbang kabar baik tentang Yesus Kristus. (2Tes 2:9-12) Prinsip ini terlihat pada apa yang telah terjadi beberapa abad sebelumnya dalam kasus Raja Ahab dari Israel. Para nabi yang berdusta meyakinkan Ahab bahwa ia akan berhasil dalam peperangan melawan Ramot-gilead, sedangkan Mikaya, nabi Yehuwa, menubuatkan malapetaka. Sebagaimana disingkapkan dalam penglihatan kepada Mikaya, Yehuwa membiarkan suatu makhluk roh menjadi ”roh penipu” dalam mulut para nabi Ahab. Ini berarti bahwa makhluk roh tersebut menjalankan kuasanya atas mereka sehingga mereka tidak berbicara kebenaran tetapi apa yang mereka sendiri ingin katakan dan apa yang Ahab ingin dengar dari mereka. Meskipun telah diperingatkan sebelumnya, Ahab lebih suka dibodohi oleh dusta-dusta mereka dan membayarnya dengan kehidupannya.​—1Raj 22:1-38; 2Taw 18.

Menggali Permata Rohani

(2 Tesalonika 1:7, 8) Tapi, kalian yang mengalami kesengsaraan akan mendapat kelepasan bersama kami, saat Tuan Yesus menunjukkan kuasanya dari surga bersama para malaikatnya yang kuat 8 dalam kobaran api, untuk membalas orang-orang yang tidak mengenal Allah dan yang tidak menaati kabar baik tentang Tuan kita Yesus.

it-1 159 ¶3

Api

Petrus menulis bahwa ”langit dan bumi yang ada sekarang disimpan untuk api”. Dari ikatan kalimatnya dan berdasarkan ayat-ayat lain, jelaslah bahwa yang dimaksud bukanlah api harfiah, melainkan kebinasaan abadi. Air Bah pada zaman Nuh tidak membinasakan langit dan bumi harfiah, tetapi hanya orang-orang yang tidak saleh. Demikian pula, penyingkapan Yesus Kristus bersama malaikat-malaikatnya yang penuh kuasa dalam api yang menyala hanya akan mengakibatkan kebinasaan permanen bagi orang-orang yang tidak saleh dan sistem yang fasik tempat mereka bergabung.​—2Ptr 3:5-7, 10-13; 2Tes 1:6-10; bdk. Yes 66:15, 16, 22, 24.

(2 Tesalonika 2:2) agar kalian tidak cepat bingung atau gelisah kalau ada berita bahwa hari Yehuwa sudah datang, walaupun berita itu sepertinya dari Allah, atau kalian dengar dari seseorang, atau kalian baca di surat yang kelihatannya dari kami.

it-1 1023 ¶4–1024 ¶2

Ilham

”Pernyataan-Pernyataan Terilham”—yang Benar dan Salah. Kata Yunani pneu′ma (roh) digunakan secara khusus dalam beberapa tulisan para rasul. Di 2 Tesalonika 2:2, contohnya, rasul Paulus mendesak saudara-saudaranya di Tesalonika agar tidak menjadi bingung atau membiarkan pikiran mereka terguncangkan ”karena pernyataan terilham [harfiah, ”roh”] atau pesan lisan atau surat yang seolah-olah berasal dari kami, yang menyatakan bahwa hari Yehuwa sudah tiba”. Jelaslah bahwa Paulus menggunakan kata pneu′ma (roh) sehubungan dengan sarana komunikasi, seperti ”pesan lisan” atau ”surat”. Oleh karena itu, Commentary on the Holy Scriptures karya Lange (hlm. 126) mengatakan tentang ayat itu, ”Yang sang Rasul maksudkan adalah suatu saran rohani, ramalan yang pura-pura, ucapan seorang nabi.” (Diterjemahkan dan diedit oleh P. Schaff, 1976) Word Studies in the New Testament karya Vincent menyatakan, ”Dengan roh. Dengan kata-kata nubuat yang diucapkan orang-orang di perhimpunan Kristen, yang mengaku memiliki wewenang untuk memberikan penyingkapan ilahi.” (1957, Jil. IV, hlm. 63) Jadi, kendati beberapa terjemahan sekadar mengalihbahasakan pneu′ma dalam ayat itu dan juga dalam kasus-kasus yang serupa menjadi ”roh”, terjemahan-terjemahan lain menyebutkan ”pesan dari Roh” (AT), ”ramalan” (JB), ”ilham roh” (TB), ”pernyataan terilham” (NW).

Kata-kata Paulus menjelaskan bahwa ada ”pernyataan-pernyataan terilham” yang benar dan yang salah. Ia berbicara tentang keduanya di 1 Timotius 4:1 sewaktu mengatakan bahwa ”ucapan yang terilham [dari roh kudus Yehuwa] mengatakan dengan pasti bahwa pada masa-masa yang akan datang akan ada orang-orang yang jatuh dari iman, memberikan perhatian kepada ucapan-ucapan terilham yang menyesatkan dan ajaran hantu-hantu”. Ayat ini mengidentifikasi sumber ’ucapan-ucapan terilham’ yang salah, yaitu hantu-hantu. Hal ini didukung oleh penglihatan yang diberikan kepada rasul Yohanes tentang ”tiga pernyataan terilham yang najis”, yang rupanya seperti katak dan keluar dari mulut naga, mulut binatang buas, dan mulut nabi palsu. Ia secara spesifik mengatakan bahwa pernyataan-pernyataan itu ”diilhami oleh hantu-hantu” dan berfungsi untuk mengumpulkan raja-raja di bumi menuju perang di Har–Magedon.​—Pny 16:13-16.

Kalau begitu, sungguh beralasan apabila Yohanes mendesak orang Kristen untuk ’menguji pernyataan-pernyataan terilham itu untuk melihat apakah itu berasal dari Allah’. (1Yoh 4:1-3; bdk. Pny 22:6.) Selanjutnya ia memperlihatkan bahwa pernyataan terilham yang benar dari Allah disalurkan melalui sidang Kristen yang sejati, bukan melalui sumber-sumber duniawi non-Kristen. Tentu saja, pernyataan Yohanes diilhamkan oleh Allah Yehuwa, tetapi sekalipun tidak demikian, surat Yohanes telah memberikan dasar yang kuat untuk membuat pernyataan yang terus terang ini, ”Ia yang memperoleh pengetahuan tentang Allah mendengarkan kita; ia yang tidak berasal dari Allah tidak mendengarkan kita. Beginilah caranya kita mengenali pernyataan terilham yang benar dan pernyataan terilham yang salah.” (1Yoh 4:6) Yohanes sama sekali tidak bermaksud untuk dogmatis, tetapi ia memperlihatkan bahwa ia dan orang Kristen sejati lainnya mempertunjukkan buah-buah roh Allah, terutama kasih, dan membuktikan dengan tingkah laku yang baik dan kata-kata yang benar bahwa mereka memang ”berjalan dalam terang” dalam persatuan dengan Allah.​—1Yoh 1:5-7; 2:3-6, 9-11, 15-17, 29; 3:1, 2, 6, 9-18, 23, 24; kontraskan dengan Tit 1:16.

Pembacaan Alkitab

(2 Tesalonika 1:1-12) Dari Paulus, Silvanus, dan Timotius, untuk sidang jemaat Tesalonika yang bersatu dengan Allah, Bapak kita, dan dengan Tuan Yesus Kristus. 2 Semoga kalian mendapat kebaikan hati yang luar biasa dan kedamaian dari Allah, Bapak kita, dan dari Tuan Yesus Kristus. 3 Saudara-saudara, kami wajib untuk selalu mengucap syukur kepada Allah atas kalian. Ini sudah seharusnya, karena iman kalian semakin kuat dan kalian semakin mengasihi satu sama lain. 4 Maka, kami bangga menceritakan kalian kepada sidang-sidang jemaat Allah, karena kalian tetap bertekun dan beriman dalam menghadapi segala penganiayaan dan kesusahan. 5 Itu bukti bahwa keputusan Allah memang benar, dan itu membuat kalian dinyatakan layak bagi Kerajaan Allah, yang untuknya kalian sekarang menderita. 6 Karena Allah itu adil, Dia membalaskan kesengsaraan kepada orang-orang yang membuat kalian sengsara. 7 Tapi, kalian yang mengalami kesengsaraan akan mendapat kelepasan bersama kami, saat Tuan Yesus menunjukkan kuasanya dari surga bersama para malaikatnya yang kuat 8 dalam kobaran api, untuk membalas orang-orang yang tidak mengenal Allah dan yang tidak menaati kabar baik tentang Tuan kita Yesus. 9 Mereka akan dijatuhi hukuman kebinasaan selamanya, disingkirkan dari hadapan Tuan dan dari kuasanya yang mulia, 10 saat dia datang untuk dimuliakan bersama orang-orang sucinya dan untuk dikagumi oleh semua orang yang beriman kepadanya, termasuk kalian, karena kalian beriman pada kesaksian yang kami berikan. 11 Maka, kami selalu mendoakan kalian, agar Allah kami menganggap kalian layak bagi panggilan-Nya, dan agar dengan kuasa-Nya, Dia melaksanakan sepenuhnya semua hal baik yang disukai-Nya dan semua yang kalian lakukan karena iman. 12 Ini supaya nama Tuan kita Yesus bisa dimuliakan melalui kalian, dan kalian dimuliakan karena bersatu dengan dia, sesuai dengan kebaikan hati yang luar biasa dari Allah kita dan dari Tuan Yesus Kristus.

22-28 JULI

HARTA DALAM FIRMAN ALLAH | 1 TIMOTIUS 1-3

”Berupaya Meraih Pekerjaan yang Baik”

(1 Timotius 3:1) Kata-kata berikut ini bisa dipercaya: Kalau seorang pria berupaya menjadi pengawas, dia menginginkan pekerjaan yang baik.

w16.08 21 ¶3

Apakah Saudara Menyadari Perlunya Maju Secara Rohani?

3 Baca 1 Timotius 3:1. Rasul Paulus memuji saudara-saudara yang ”berupaya meraih” hak istimewa sebagai pengawas. Untuk meraih sesuatu yang jauh letaknya, seseorang perlu berupaya keras dan mungkin merentangkan tangannya. Bayangkan seorang saudara yang ingin memenuhi syarat menjadi hamba pelayanan. Dia tahu bahwa dia perlu berupaya memperbaiki sifat-sifatnya. Dan, setelah menjadi hamba pelayanan, dia perlu terus berupaya keras untuk memenuhi syarat menjadi pengawas.

(1 Timotius 3:13) Pria yang melayani dengan baik akan memiliki nama baik, dan bisa benar-benar leluasa berbicara tentang iman kepada Kristus Yesus.

km-E 9/78 4 ¶7

Mereka ”Memiliki Nama Baik”

7 Itulah sebabnya Paulus menyebut pria-pria seperti itu ”memiliki nama baik”. Ada yang berpikir bahwa mereka memiliki nama baik karena memiliki kedudukan yang lebih tinggi di gereja. Tapi, bukan itu yang Paulus maksudkan. Pria-pria itu memiliki nama baik karena telah ”melayani dengan baik”. Hasilnya, mereka pasti diberkati Yehuwa dan Yesus serta dihargai dan didukung seluruh anggota sidang. Mereka pun bisa ”benar-benar leluasa berbicara tentang iman kepada Kristus Yesus”. Jadi, mereka sangat dihargai karena menjalankan peran mereka dengan sungguh-sungguh. Mereka juga punya iman yang teguh dan bisa menceritakan iman mereka tanpa gentar.

Menggali Permata Rohani

(1 Timotius 1:4) atau memperhatikan cerita-cerita bohong dan silsilah. Semua itu tidak ada gunanya dan hanya menghasilkan hal-hal yang tidak bisa dibuktikan, berbeda dengan apa yang Allah berikan untuk memperkuat iman.

it-2 819 ¶2

Silsilah

Menyibukkan diri dalam mempelajari dan membahas pokok-pokok semacam itu tidak ada gunanya, dan terlebih lagi demikian pada masa manakala Paulus menyurati Timotius. Catatan-catatan silsilah tidak perlu dilestarikan lagi untuk membuktikan nenek moyang kita, karena kini Allah tidak lagi membedakan antara orang Yahudi dan orang non-Yahudi dalam sidang Kristen. (Gal 3:28) Dan catatan-catatan silsilah sudah meneguhkan asal usul Kristus melalui garis keturunan Daud. Selain itu, tidak lama setelah Paulus menulis nasihatnya, Yerusalem akan dibinasakan, dan bersamaan dengan itu catatan silsilah orang Yahudi juga musnah. Allah tidak melestarikan catatan tersebut. Karena itu, Paulus khawatir kalau-kalau Timotius dan sidang jemaat tersimpangkan sehingga menghabiskan waktu untuk menyelidiki dan mempersoalkan silsilah pribadi, yang sama sekali tidak menyumbang apa-apa pada iman Kristen. Silsilah yang terdapat dalam Alkitab memadai untuk membuktikan bahwa Kristus adalah sang Mesias, yaitu masalah yang sangat penting bagi orang Kristen dari segi silsilah. Silsilah-silsilah lainnya dalam Alkitab berfungsi sebagai kesaksian akan autentisitas catatan Alkitab, yang memperlihatkan dengan jelas bahwa buku ini benar-benar adalah catatan sejarah.

(1 Timotius 1:17) Semoga Raja segala zaman, yaitu Allah yang esa, yang tidak bisa musnah, yang tidak kelihatan, dihormati dan dimuliakan selama-lamanya. Amin.

cl 12 ¶15

”Lihat! Inilah Allah Kita”

15 Gelar lain yang hanya diperuntukkan bagi Yehuwa adalah ”Raja kekekalan”. (1 Timotius 1:17; Penyingkapan [Wahyu] 15:3) Apa artinya ini? Sulit bagi pikiran kita yang terbatas kesanggupannya untuk memahami hal ini, tetapi Yehuwa kekal dari masa lampau hingga ke masa depan. Mazmur 90:2 mengatakan, ”Dari waktu yang tidak tertentu sampai waktu yang tidak tertentu, engkaulah Allah.” Jadi, Yehuwa tidak memiliki permulaan; Ia selalu ada. Ia cocok disebut ”Pribadi Yang Lanjut Usia”—Ia sudah ada dalam kekekalan sebelum siapa pun atau apa pun di alam semesta ini ada! (Daniel 7:9, 13, 22) Siapa yang dengan sah dapat mempertanyakan hak-Nya untuk menjadi Tuan Yang Berdaulat?

Pembacaan Alkitab

(1 Timotius 2:1-15) Pertama-tama, aku mohon agar berbagai jenis permohonan, doa, dan ucapan syukur disampaikan bagi segala macam orang, 2 bagi raja-raja dan semua penguasa, supaya kita bisa terus menjalani hidup yang tenang dan damai, dengan penuh pengabdian kepada Allah serta keseriusan. 3 Hal itu baik dan menyenangkan bagi Penyelamat kita, Allah, 4 yang ingin agar segala macam orang diselamatkan dan memiliki pengetahuan yang tepat tentang kebenaran. 5 Ada satu Allah, dan satu perantara antara Allah dan manusia, yaitu seorang manusia, Kristus Yesus, 6 yang mengorbankan dirinya sebagai tebusan yang sebanding untuk semua orang. Itulah kesaksian yang akan diberikan pada waktu yang ditentukan. 7 Untuk kesaksian itu aku ditugaskan sebagai pemberita dan rasul, sebagai guru bangsa-bangsa dalam hal iman dan kebenaran. Apa yang aku katakan ini benar, aku tidak bohong. 8 Maka, aku ingin agar di setiap tempat, pria-pria terus berdoa, mengangkat tangan mereka yang suci, tanpa kemarahan dan perdebatan. 9 Juga, wanita-wanita hendaknya menghiasi diri dengan pakaian yang pantas, dengan kesederhanaan dan pertimbangan yang baik, tidak dengan gaya rambut yang rumit dan dengan emas, mutiara, atau pakaian yang sangat mahal, 10 tapi dengan perbuatan baik, seperti yang sepantasnya bagi wanita yang mengaku berbakti kepada Allah. 11 Ketika belajar, wanita hendaknya tetap diam dan tunduk sepenuhnya. 12 Aku tidak mengizinkan wanita mengajar atau menguasai pria. Sebaliknya, dia harus tetap diam. 13 Ini karena Adam diciptakan lebih dulu, kemudian Hawa. 14 Lagi pula, Adam tidak tertipu, tapi wanita itu benar-benar tertipu sehingga berdosa. 15 Meski begitu, wanita akan terlindung dengan melahirkan anak, asalkan dia mempertahankan iman, kasih, kesucian, dan pertimbangan yang baik.

29 JULI–4 AGUSTUS

HARTA DALAM FIRMAN ALLAH | 1 TIMOTIUS 4-6

”Mengabdi kepada Allah atau Mengejar Kekayaan?”

(1 Timotius 6:6-8) Sebenarnya, ada keuntungan besar bagi orang yang mengabdi kepada Allah dan puas dengan apa yang dia miliki. 7 Kita tidak membawa apa-apa ke dalam dunia, dan kita juga tidak bisa membawa apa-apa ke luar. 8 Jadi, kalau kita memiliki makanan dan pakaian, kita akan puas dengan hal-hal ini.

w03 1/6 9 ¶1-2

Belajar Rahasia Merasa Cukup

Faktor utama yang menyebabkan kebahagiaan dan kepuasan Paulus ialah ia merasa cukup. Namun, apa artinya merasa cukup? Secara sederhana, hal itu berarti berpuas dengan hal-hal dasar. Mengenai hal ini, Paulus memberi tahu Timotius, rekannya dalam pelayanan, ”Memang, pengabdian yang saleh ini, yang disertai rasa cukup, adalah sarana untuk mendapatkan keuntungan besar. Sebab kita tidak membawa apa pun ke dalam dunia, dan kita juga tidak dapat membawa apa pun ke luar. Maka, dengan mempunyai makanan, pakaian dan penaungan, hendaknya kita puas dengan perkara-perkara ini.”​—1 Timotius 6:6-8.

Perhatikan bahwa Paulus mengaitkan rasa cukup dengan pengabdian yang saleh. Ia mengakui bahwa kebahagiaan sejati berasal dari pengabdian yang saleh, yakni dari menempatkan dinas kita kepada Allah di urutan pertama, dan bukan dari harta materi atau kekayaan. ”Makanan, pakaian dan penaungan” hanyalah sarana yang memungkinkan dia untuk senantiasa menekuni pengabdian yang saleh. Jadi, bagi Paulus rahasia merasa cukup ialah mengandalkan Yehuwa, tidak soal keadaannya.

(1 Timotius 6:9) Tapi, orang yang bertekad untuk menjadi kaya akan tergoda, terjerat, dan terperangkap oleh banyak keinginan yang bodoh dan merugikan, yang membawa kehancuran dan kematian.

g 6/07 6 ¶2

Bertekad untuk Menjadi Kaya—Pengaruhnya Terhadap Anda

Tentu saja, kebanyakan orang tidak mati karena mengejar kekayaan. Namun, kehidupan bisa berlalu begitu saja tanpa kepuasan sewaktu mereka sibuk mencari kekayaan. Selain itu, mutu kehidupan mereka bisa merosot jika stres karena pekerjaan atau masalah keuangan menyebabkan serangan kepanikan, kesulitan tidur, nyeri kepala yang kronis, atau tukak lambung—masalah-masalah kesehatan yang dapat mempersingkat umur orang. Dan, bahkan jika orang itu tersadar akan perlunya mengubah prioritas, dia mungkin sudah terlambat. Pasangannya mungkin tidak mempercayainya lagi, anak-anaknya mungkin sudah terganggu emosinya, dan kesehatannya mungkin sudah rusak. Bisa jadi, ada kerusakan yang bisa diperbaiki, tetapi butuh upaya yang sangat besar. Orang-orang seperti itu telah benar-benar ”menikam diri mereka dengan banyak kesakitan”.​—1 Timotius 6:10.

(1 Timotius 6:10) Cinta uang adalah salah satu akar berbagai kejahatan, dan karena memupuk cinta itu, ada yang menyimpang dari iman dan menyakiti diri dengan banyak penderitaan.

g 11/08 6 ¶4-6

Enam Kunci Kesuksesan Pribadi

Seperti yang kita lihat dalam artikel pertama, orang yang dengan semangat mengejar kekayaan sebagai kunci kesuksesan sebenarnya sedang mengejar bayang-bayang. Kekayaan tidak hanya mengundang kekecewaan tetapi banyak kepedihan. Misalnya, sementara dengan gigih mengejar kekayaan, orang sering mengorbankan hubungan dengan keluarga dan teman. Ada juga yang kurang tidur—kalau bukan karena bekerja, karena khawatir atau cemas. ”Enak tidurnya orang yang bekerja, baik ia makan sedikit maupun banyak; tetapi kekenyangan orang kaya sekali-kali tidak membiarkan dia tidur,” kata Pengkhotbah 5:12.​—Terjemahan Baru.

Uang bukan hanya majikan yang kejam, melainkan juga yang licik. Yesus Kristus berbicara tentang ”tipu daya kekayaan”. (Markus 4:19) Dengan kata lain, kekayaan menjanjikan kebahagiaan, tetapi tidak memberikannya. Kekayaan hanya menciptakan keinginan yang tak pernah terpuaskan. ”Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang,” kata Pengkhotbah 5:10.​—TB.

Singkatnya, cinta akan uang merusak diri dan pada akhirnya mengarah kepada kekecewaan, frustrasi, atau kejahatan. (Amsal 28:20) Yang lebih berkaitan erat dengan kebahagiaan dan kesuksesan adalah sifat murah hati, sikap suka mengampuni, kebersihan moral, kasih, dan kerohanian.

Menggali Permata Rohani

(1 Timotius 4:2) yang disampaikan oleh orang-orang munafik yang suka berbohong, yang hati nuraninya sudah mati rasa.

lvs 23-24 ¶17

Hati Nurani yang Bersih di Mata Allah

17 Rasul Petrus menulis, ”Jagalah hati nurani kalian tetap bersih.” (1 Petrus 3:16) Sayangnya, jika seseorang terus mengabaikan prinsip Yehuwa, lama-lama hati nurani mereka tidak lagi berfungsi. Paulus berkata bahwa hati nurani seperti itu sudah ”dicap dengan besi panas”. (1 Timotius 4:2) Pernahkah Saudara mengalami luka bakar yang parah? Saat itu terjadi, kulit kita menjadi tidak peka lagi sehingga tidak bisa merasakan apa-apa di bagian itu. Demikian pula, jika seseorang terus berbuat salah, hati nuraninya menjadi tidak peka lagi dan akhirnya mati rasa.

(1 Timotius 4:13) Sampai aku datang, teruslah bersungguh-sungguh dalam membaca di depan umum, menasihati, dan mengajar.

it-2 340 ¶2-3

Pembacaan di Depan Umum

Dalam Sidang Kristen. Pada abad pertama, pembacaan di depan umum sangat penting karena hanya sedikit yang memiliki salinan gulungan Alkitab yang jumlahnya banyak itu. Rasul Paulus meminta agar surat-suratnya dibacakan pada pertemuan-pertemuan sidang Kristen dan dipertukarkan dengan surat-surat yang ia tulis kepada sidang-sidang lain agar dapat dibacakan juga. (Kol 4:16; 1Tes 5:27) Paulus menasihati Timotius, pengawas Kristen yang masih muda, untuk mengerahkan diri dalam hal ”membaca di depan umum, dalam menasihati, dalam pengajaran”.​—1Tim 4:13.

Pembacaan di depan umum harus dilakukan dengan fasih. (Hab 2:2) Karena pembacaan di depan umum adalah untuk mendidik orang lain, seorang pembaca harus memahami sepenuhnya apa yang ia baca dan memiliki pengertian yang jelas tentang maksud si penulis, membaca dengan hati-hati agar tidak memberikan gagasan atau kesan yang salah kepada para pendengar. Menurut Penyingkapan 1:3, orang yang membacakan nubuat itu dengan suara keras, maupun orang yang mendengar perkataan itu serta menjalankannya, akan berbahagia.

Pembacaan Alkitab

(1 Timotius 4:1-16) Tapi, firman Allah jelas-jelas mengatakan bahwa pada masanya, orang akan kehilangan iman, mendengarkan perkataan menyesatkan yang sepertinya dari Allah, dan mendengarkan ajaran roh-roh jahat, 2 yang disampaikan oleh orang-orang munafik yang suka berbohong, yang hati nuraninya sudah mati rasa. 3 Orang-orang itu melarang perkawinan dan melarang orang makan makanan tertentu, padahal Allah menciptakannya untuk dimakan dengan ucapan syukur oleh orang yang memiliki iman dan pengetahuan yang tepat tentang kebenaran. 4 Semua ciptaan Allah itu baik, dan tidak ada yang perlu ditolak kalau itu dimakan dengan ucapan syukur, 5 karena makanan itu disucikan melalui firman Allah dan doa. 6 Dengan memberikan nasihat ini kepada saudara-saudara, kamu akan menjadi pelayan Kristus Yesus yang baik, yang sudah diajar dengan perkataan tentang iman kita dan tentang ajaran yang baik yang selama ini benar-benar kamu ikuti. 7 Tolaklah cerita-cerita bohong yang menghina Allah, seperti yang biasa diceritakan orang-orang. Sebaliknya, latihlah dirimu dengan tujuan mengabdi kepada Allah. 8 Latihan fisik terbatas manfaatnya, sedangkan pengabdian kepada Allah bermanfaat dalam segala hal, karena menjanjikan berkat untuk kehidupan sekarang dan kehidupan di masa depan. 9 Kata-kata itu bisa dipercaya dan diterima sepenuhnya. 10 Itulah alasannya kita bekerja keras dan berjuang, karena kita berharap kepada Allah yang hidup, Penyelamat segala macam orang, terutama orang-orang yang setia. 11 Teruslah perintahkan dan ajarkan hal-hal ini. 12 Jangan biarkan siapa pun meremehkan kamu karena usiamu yang masih muda. Sebaliknya, jadilah teladan bagi orang-orang yang setia, baik dalam perkataan, tingkah laku, kasih, iman, dan kemurnian. 13 Sampai aku datang, teruslah bersungguh-sungguh dalam membaca di depan umum, menasihati, dan mengajar. 14 Jangan abaikan karuniamu, yang kamu terima ketika badan penatua menaruh tangan mereka di kepalamu, yang sesuai dengan nubuat mereka tentang kamu. 15 Pikirkan baik-baik semua ini, dan kerahkan dirimu untuk itu, agar kemajuanmu terlihat jelas oleh semua orang. 16 Teruslah perhatikan dirimu dan pengajaranmu. Tekunlah melakukan hal-hal ini, karena dengan begitu, kamu akan menyelamatkan dirimu dan orang-orang yang mendengarkan kamu.

    Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
    Log Out
    Log In
    • Indonesia
    • Bagikan
    • Pengaturan
    • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
    • Syarat Penggunaan
    • Kebijakan Privasi
    • Pengaturan Privasi
    • JW.ORG
    • Log In
    Bagikan