PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • w82_No46 hlm. 22
  • Apakah Nama Itu Memang Penting?

Tidak ada video untuk bagian ini.

Maaf, terjadi error saat ingin menampilkan video.

  • Apakah Nama Itu Memang Penting?
  • Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa—1982 (No. 46)
  • Bahan Terkait
  • Mengapa Kita Harus Mengetahui Nama Allah
    Nama Ilahi Yang Akan Kekal Selama-lamanya
  • Siapa Nama Allah?
    Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa (Edisi Umum)—2019
  • Cara Anda Dapat Mengenal Nama Allah
    Sedarlah!—2004
  • Mengapa Kita Harus Menggunakan Nama Allah?
    Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa—2012
Lihat Lebih Banyak
Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa—1982 (No. 46)
w82_No46 hlm. 22

Apakah Nama Itu Memang Penting?

INILAH pertanyaan yang diajukan oleh banyak orang dalam suatu diskusi tentang nama Allah. ”Allah adalah Allah,” mereka katakan. ”Maka, apa perlunya suatu nama?”

The Illustrated Bible Dictionary, yang diterbitkan pada tahun 1980 oleh Tyndale House Publishers, memberikan komentar ini mengenai pentingnya nama di jaman Alkitab, ”Suatu penelitian atas kata ’nama’ dalam PL [Perjanjian Lama] menyingkapkan seberapa penting hal ini dalam bahasa Ibrani. Nama bukan sekedar label tetapi menunjukkan kepribadian yang sebenarnya dari si empunya nama. Nama bisa berasal dari keadaan-keadaan pada saat kelahiran (Kejadian 5:29), atau mencerminkan wataknya (Kejadian 27:36), dan bila seseorang menaruh ’nama’nya atas sesuatu atau atas orang lain, yang disebut belakangan akan dipengaruhi atau dilindungi.”

Kemudian mengenai nama Allah, Dictionary tersebut mengatakan, ”Karena itu, berbeda sekali dengan Elohim [Allah], Yahweh, adalah kata benda nama diri, nama suatu Pribadi, walaupun Pribadi itu bersifat ilahi. Dengan demikian, nama ini memiliki kerangka ideologi tersendiri; ia mengetengahkan Allah sebagai suatu Pribadi, dan dengan demikian Ia memiliki hubungan dengan pribadi-pribadi lain, manusia-manusia . . . , dan Ia berbicara kepada Para Datuk [Patriark] sebagai sahabat satu sama lain.”

Jadi satu-satunya jalan bagi seseorang agar dapat mendekati Allah dan menjalin hubungan pribadi dengan Dia adalah, mengenal Dia dengan namaNya, Yahweh, atau Yehuwa, dan belajar menggunakan nama itu dengan penuh hormat dalam beribadat kepadaNya. (Yohanes 17:26) Sesungguhnya, orang-orang sedemikian akan ’berada di bawah pengaruh dan perlindunganNya’, karena Yehuwa sendiri mengatakan, ”Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal namaKu.”—Mazmur 91:14.

    Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
    Log Out
    Log In
    • Indonesia
    • Bagikan
    • Pengaturan
    • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
    • Syarat Penggunaan
    • Kebijakan Privasi
    • Pengaturan Privasi
    • JW.ORG
    • Log In
    Bagikan