PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Apa Saja Karunia dari Allah untuk Anda?
    Menara Pengawal (Edisi Umum)—2020 | No. 3
    • Majalah Menara Pengawal No. 3 2020 | Apa Saja Karunia dari Allah untuk Anda?

      Apa Saja Karunia dari Allah untuk Anda?

      No. 3 2020

      © 2020 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania

      Publikasi ini tidak diperjualbelikan, dan disediakan sebagai bagian dari pekerjaan pendidikan Alkitab sedunia yang didukung sumbangan sukarela. Untuk memberi sumbangan, silakan buka donate.jw.org. Kecuali disebutkan sumbernya, semua kutipan ayat diambil dari Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru.

      MAJALAH INI, Menara Pengawal, memuliakan Allah Yehuwa, Penguasa alam semesta. Majalah ini menghibur orang dengan kabar baik bahwa Kerajaan surgawi Allah akan segera mengakhiri semua kejahatan dan mengubah bumi menjadi firdaus. Majalah ini membantu orang beriman kepada Yesus Kristus, yang telah mati agar kita bisa memperoleh kehidupan abadi dan yang kini memerintah sebagai Raja Kerajaan Allah. Majalah ini terus terbit sejak 1879 dan tidak terkait dengan politik. Majalah ini berpaut pada Alkitab.

  • Kata Pengantar
    Menara Pengawal (Edisi Umum)—2020 | No. 3
    • Kata Pengantar

      Apa saja karunia yang Allah janjikan untuk umat manusia? Apakah Firman-Nya bisa dipercaya? Majalah ini akan membahas beberapa karunia yang Allah janjikan, kenapa Anda bisa percaya dengan janji itu, dan caranya Anda bisa mendapatkan karunia itu.

  • Daftar Isi
    Menara Pengawal (Edisi Umum)—2020 | No. 3
    • Daftar Isi

      3 Karunia dari Allah yang Penyayang untuk Anda

      4 Sang Pencipta Peduli dan Menyayangi Kita

      6 Bagaimana Pencipta Memberitahukan Janji-Nya?

      7 Apakah Isi Kitab Suci Sudah Diubah?

      8 Belajar tentang Allah dari Para Nabi-Nya

      10 Teruslah Berdoa Supaya Bisa Menjadi Sahabat Allah

      11 Karunia bagi Orang yang Menaati Allah

      12 Caranya Mengasihi Sesama

      13 Karunia bagi Orang yang Suka Menolong

      14 Dapatkan Karunia dari Allah untuk Selamanya

      16 Pernahkah Anda Bertanya-tanya?

  • Karunia dari Allah yang Penyayang untuk Anda
    Menara Pengawal (Edisi Umum)—2020 | No. 3
    • Sepasang suami istri sedang menikmati waktu bersama anak mereka. Suami istri itu duduk di sofa sambil berpegangan tangan. Kedua anak mereka sedang menggambar di meja ruang tamu.

      Karunia dari Allah yang Penyayang untuk Anda

      • Apakah Anda berharap dunia ini bebas dari perang, kekerasan, dan kerusuhan?

      • Apakah Anda ingin bebas dari penyakit, penderitaan, dan kematian?

      • Apakah Anda ingin bebas dari rasa takut dan khawatir?

      • Apakah Anda ingin hidup di tempat yang bebas dari bencana alam?

      Allah sangat menyayangi manusia. Dia menciptakan bumi yang sangat indah dan berjanji bahwa mereka akan hidup damai dan bahagia selamanya. Itu bukan janji kosong.

      Di artikel-artikel berikutnya, cari tahu:

      • Apa buktinya Pencipta menyayangi kita?

      • Apa isi Firman-Nya?

      • Apa yang para nabi katakan tentang karunia yang Allah janjikan?

      • Bagaimana kita bisa bahagia sekarang dan mendapat karunia Allah di masa depan?

      Pertama, mari kita lihat apa buktinya Pencipta menyayangi kita.

  • Sang Pencipta Peduli dan Menyayangi Kita
    Menara Pengawal (Edisi Umum)—2020 | No. 3
    • Matahari terbit dari balik sebuah gunung.

      Sang Pencipta Peduli dan Menyayangi Kita

      1. ALLAH MEMBUAT MATAHARI TERBIT

      Apa jadinya hidup kita tanpa sinar matahari? Tanpa energi dari matahari, tumbuhan tidak bisa menghasilkan daun, bunga, buah, dan biji-bijian. Selain itu, matahari membuat akar bisa menyerap air dari tanah, mengalirkan air itu ke daun-daun, dan menguapkan air itu ke udara.

      Perkebunan teh di daerah pegunungan dilihat dari atas.

      2. ALLAH MENURUNKAN HUJAN

      Allah memberi kita hujan dan musim panen. Hujan membuat bumi menghasilkan makanan, yang bisa memuaskan dan menyenangkan hati manusia. Jadi, hujan adalah karunia yang berharga dari Allah untuk kita.

      Seekor burung hinggap di dahan. Burung itu sedang menangkap buah beri yang terjatuh.

      3. ALLAH MENYEDIAKAN KEBUTUHAN DASAR CIPTAANNYA

      Banyak kepala keluarga khawatir apakah mereka sanggup menyediakan makanan dan pakaian untuk keluarga mereka. Perhatikan apa yang Kitab Sucia katakan: ”Coba amati burung-burung di langit. Mereka tidak menabur benih atau memanen atau mengumpulkan makanan di gudang, tapi Bapak kalian yang di surga memberi mereka makan. Bukankah kalian lebih berharga daripada mereka?”​—Matius 6:25, 26.

      ”Belajarlah dari bunga-bunga lili yang tumbuh di padang. . . . Aku memberi tahu kalian, bahkan [Raja] Salomo yang begitu mulia pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. Nah, kalau Allah memberikan pakaian seperti itu untuk tanaman di padang, . . . apalagi untuk kalian.”​—Matius 6:28-30.

      Allah menyediakan makanan dan pakaian untuk ciptaan-Nya. Jadi, Dia pasti bisa menyediakan kebutuhan dasar lainnya untuk kita. Kalau kita melakukan perintah Allah dan berupaya sebaik-baiknya, misalnya dengan berkebun, bertani, atau mencari pekerjaan, Allah pasti akan memberikan karunia-Nya dengan memenuhi kebutuhan kita.​—Matius 6:32, 33.

      Setelah memikirkan tentang matahari, hujan, burung, dan bunga, kita jadi tergerak untuk menyayangi Allah. Di artikel berikutnya, kita akan mencari tahu bagaimana Pencipta kita berkomunikasi dengan manusia.

      Pencipta kita ”membuat matahari-Nya terbit . . . dan menurunkan hujan”.​—MATIUS 5:45

      Seperti seorang ayah yang menyayangi keluarganya, Pencipta kita sangat peduli dan menyayangi kita. Jadi, Dia pasti memenuhi kebutuhan ciptaan-Nya. Dari Kitab Suci, kita belajar bahwa Allah suka memberi banyak hal baik. Dia ’tahu apa yang kita butuhkan, bahkan sebelum kita memintanya’.​—Matius 6:8.

      a Kitab Suci yang dimaksud dalam majalah ini adalah Taurat, Zabur, Injil, dan kitab para nabi.

  • Bagaimana Pencipta Memberitahukan Janji-Nya?
    Menara Pengawal (Edisi Umum)—2020 | No. 3
    • Seorang direktur meminta sekretarisnya untuk membuatkan surat untuknya. Sekretaris itu mengetik kata-katanya di laptop.

      Sama seperti seorang direktur yang meminta sekretarisnya menuliskan surat, Allah menggunakan para nabi-Nya untuk menulis Kitab Suci

      Bagaimana Pencipta Memberitahukan Janji-Nya?

      Sejak manusia diciptakan, Allah berkomunikasi dengan mereka lewat para malaikat dan nabi-Nya. Selain itu, Allah ingin agar pesan dan karunia yang Dia janjikan dicatat dalam bentuk tulisan. Karunia yang Allah janjikan itu ada hubungannya dengan masa depan Anda. Jadi, di mana Anda bisa membacanya?

      Pesan Allah untuk kita ada di Kitab Suci. (2 Timotius 3:16) Bagaimana Allah menggunakan para nabi-Nya untuk menuliskan pesan-Nya? (2 Petrus 1:21) Itu sama seperti seorang direktur yang meminta sekretarisnya menuliskan surat yang berisi pesan darinya. Kita pasti menganggap surat itu dari direktur itu. Begitu juga, Allah membimbing para nabi-Nya untuk menuliskan isi pikiran-Nya. Jadi, walaupun Allah menggunakan manusia untuk menuliskan Kitab Suci, isinya berasal dari Allah.

      FIRMAN ALLAH BISA DIBACA BANYAK ORANG

      Pesan dari Allah sangat penting, karena itu berisi ”kabar baik yang abadi”. Jadi, Allah ingin agar orang-orang dari ’setiap suku, ras, dan bahasa’ bisa membaca dan mengerti isi Kitab Suci. (Wahyu 14:6) Itulah sebabnya, sebagian atau seluruh Kitab Suci sekarang tersedia dalam lebih dari 3.000 bahasa. Tidak ada buku lain yang seperti itu. Ini benar-benar karunia dari Allah.

  • Apakah Isi Kitab Suci Sudah Diubah?
    Menara Pengawal (Edisi Umum)—2020 | No. 3
    • Gambar yang menunjukkan sebagian kitab Yesaya yang ada dalam Gulungan Laut Mati. Di bawahnya adalah terjemahan modern kitab Yesaya dalam bahasa Arab.

      Sebagian kitab Yesaya yang ada dalam Gulungan Laut Mati. Di bawahnya adalah terjemahan modern kitab Yesaya dalam bahasa Arab. Isi Firman Allah tidak berubah

      Apakah Isi Kitab Suci Sudah Diubah?

      Ada yang ragu apakah pesan dari Allah yang ada di Kitab Suci sudah diubah. Tapi, Nabi Yesaya mengatakan bahwa Firman Allah ”bertahan selamanya”, atau isinya akan tetap sama. (Yesaya 40:8) Kalau begitu, kenapa kita bisa yakin bahwa isi Kitab Suci, termasuk janji Allah, tetap bisa dipercaya?

      Allah sanggup membuat Firman-Nya tetap ada dan isinya tidak berubah. Para nabi menuliskan pesan dari Allah di bahan yang bisa rusak. Jadi, supaya pesan itu bisa tetap ada, pada zaman dulu ada orang-orang yang menyalin isi Kitab Suci dengan sangat teliti. Mereka menghitung dan memeriksa setiap huruf yang mereka salin agar tidak ada huruf yang ditambahkan, diubah, atau dihapus. Memang karena tidak sempurna, beberapa penyalin membuat kesalahan kecil, tapi itu tidak memengaruhi isi Kitab Suci.

      KENAPA KITA BISA YAKIN BAHWA ISI KITAB SUCI TIDAK DIUBAH?

      Ada ribuan salinan kuno dari Kitab Suci yang telah ditemukan. Kalau ada satu salinan yang berbeda dari yang lainnya, kita bisa tahu mana yang benar dengan membandingkannya dengan salinan lainnya.​—Untuk keterangan lebih lanjut, lihat artikel ”Apakah Isi Alkitab Telah Diubah?” di jw.org.

      Perhatikan sebuah contoh. Pada 1947, suku Badui Arab menemukan salinan dari sebagian Kitab Suci di gua-gua dekat Laut Mati. Salinan-salinan itu disebut Gulungan Laut Mati dan ternyata dibuat lebih dari 2.000 tahun yang lalu. Para ahli membandingkan salinan itu dengan isi Kitab Suci yang ada sekarang. Apa hasilnya?

      Ternyata, isi Kitab Suci di zaman sekarang sama dengan salinan itu.a Dan, setelah berbagai salinan kuno diperiksa dengan teliti, kita bisa tahu bahwa Kitab Suci memang berisi pesan dari Allah. Dia benar-benar memastikan agar pesan-Nya dalam Kitab Suci tetap sama.

      Dengan begitu, saat membaca Kitab Suci, kita bisa sangat yakin bahwa isinya tidak diubah. Setelah mengetahui hal ini, mari kita cari tahu apa yang bisa kita pelajari tentang Allah dari para nabi-Nya di artikel berikutnya.

      a The Complete Dead Sea Scrolls in English oleh Geza Vermes, halaman 16.

  • Belajar tentang Allah dari Para Nabi-Nya
    Menara Pengawal (Edisi Umum)—2020 | No. 3
    • Abraham (Nabi Ibrahim) mengangkat kedua tangannya sambil memandang bintang-bintang.

      Belajar tentang Allah dari Para Nabi-Nya

      Di zaman dulu, Allah menyampaikan pesan yang penting untuk manusia lewat para nabi-Nya. Apa yang bisa kita pelajari dari pesan itu? Kita bisa tahu caranya mendapatkan karunia dari Allah. Mari kita belajar dari tiga nabi Allah.

      ABRAHAM (NABI IBRAHIM)

      Allah itu adil dan ingin memberikan karunia kepada semua orang.

      Allah pernah berjanji kepada Abraham bahwa ”semua keluarga di bumi pasti akan mendapat berkat melalui [dia]”.​—Kejadian 12:3.

      Apa pelajarannya? Allah sangat menyayangi manusia. Dia ingin memberikan berkat, atau karunia, kepada semua pria, wanita, dan anak-anak yang menaati Dia.

      NABI MUSA

      Allah itu berbelaskasihan dan memberikan karunia kepada orang yang berupaya mengenal Dia.

      Allah Yang Mahakuasa memberi Nabi Musa kesanggupan untuk membuat banyak mukjizat yang luar biasa. Meski begitu, Musa masih memohon kepada Allah dalam doa, ”Tolong bantu aku mengetahui jalan-Mu, supaya aku bisa mengenal-Mu dan terus membuat-Mu senang.” (Keluaran 33:13) Allah senang dengan permohonan Musa dan memberinya karunia berupa pengetahuan. Dia membuat Musa semakin mengenal sifat dan cara berpikir-Nya. Misalnya, Allah memberi tahu Musa bahwa Dia adalah Pencipta yang ”berbelaskasihan dan iba hati”.​—Keluaran 34:6, 7.

      Apa pelajarannya? Allah ingin memberikan karunia kepada kita, tidak soal pria, wanita, atau anak-anak, kalau kita sungguh-sungguh berupaya untuk lebih mengenal Dia. Karena itu, Allah memberi tahu manusia melalui Kitab Suci tentang caranya menyembah Dia dan bahwa Dia sangat ingin mendukung dan memberi kita karunia-Nya.

      YESUS (NABI ISA)

      Yesus (Nabi Isa) menyembuhkan seorang penderita kusta.

      Karena kasihan, Yesus menyembuhkan orang-orang dari semua penyakit

      Kita bisa mendapatkan karunia yang abadi dari Allah kalau kita belajar dari Yesus.

      Dari Kitab Suci, kita bisa tahu banyak tentang kehidupan dan ajaran Yesus. Allah memberi Yesus kesanggupan untuk membuat banyak mukjizat yang hebat. Dia menyembuhkan orang buta, tuli, dan pincang. Bahkan, dia pernah menghidupkan lagi orang yang sudah meninggal. Mukjizat-mukjizat Yesus ini menjadi gambaran dari karunia yang akan Allah berikan bagi manusia di masa depan. Allah akan menyingkirkan penyakit dan menghidupkan lagi orang yang sudah meninggal. Bagaimana kita bisa mendapatkan karunia itu? Yesus memberi tahu caranya. Dia berkata, ”Untuk mendapat kehidupan abadi, mereka perlu mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang Engkau utus.”​—Yohanes 17:3.

      Yesus pernah berkata, ”Belajarlah dariku, karena aku lembut hati dan rendah hati, dan kalian akan segar kembali.” (Matius 11:29) Ajakan itu langsung disambut banyak pria dan wanita dari segala usia pada waktu itu, karena Yesus adalah orang yang berbelaskasihan, lembut, dan baik hati. Di zaman itu, orang-orang sering memperlakukan wanita dengan buruk. Tapi, Yesus bersikap baik kepada para wanita dan menghargai mereka.

      Apa pelajarannya? Yesus sangat menyayangi orang-orang. Kita bisa belajar caranya memperlakukan sesama dari teladannya yang luar biasa.

      YESUS BUKAN ALLAH

      Kitab Suci mengajarkan bahwa ”hanya ada satu Allah” dan Yesus hanya pembawa pesan dari Allah. (1 Korintus 8:6) Yesus mengakui bahwa Allah lebih tinggi daripada dia dan bahwa Allah mengutus dia ke bumi.​—Yohanes 11:41, 42; 14:28.a

      a Untuk keterangan lebih lanjut tentang Yesus, lihat bagian 8 dan 9 dari buku Apa Kunci Kehidupan yang Bahagia? yang tersedia di www.pr418.com/id.

  • Teruslah Berdoa Supaya Bisa Menjadi Sahabat Allah
    Menara Pengawal (Edisi Umum)—2020 | No. 3
    • Seorang pria dari Timur Tengah sedang berdoa.

      Allah sebagai ”Pendengar doa” senang mendengarkan doa kita.​—MAZMUR 65:2

      Teruslah Berdoa Supaya Bisa Menjadi Sahabat Allah

      Allah memberi kita karunia yang berharga, yaitu kesempatan untuk berdoa kepada-Nya. Melalui doa, kita bisa berkomunikasi dan mengungkapkan perasaan kita kepada Allah. Nabi Daud berdoa, ”Oh Pendengar doa, segala macam orang akan datang kepada-Mu.” (Mazmur 65:2) Tapi, bagaimana agar Allah mau mendengarkan doa kita dan memberi kita karunia-Nya?

      BERDOALAH DENGAN TULUS DAN SUNGGUH-SUNGGUH

      Saat berdoa, kita bisa ’mencurahkan isi hati kita kepada Allah’. (Mazmur 62:8) Itu artinya kita bisa menceritakan perasaan kita yang terdalam kepada-Nya. Allah Yang Mahakuasa senang mendengarkan doa kita yang tulus.

      GUNAKAN NAMA ALLAH SAAT BERDOA

      Allah punya banyak sebutan, seperti Sang Pencipta, Yang Maha Penyayang, dan Yang Maha Pengampun. Tapi Dia hanya punya satu nama. Dia memberi tahu, ”Akulah Yehuwa. Itulah nama-Ku.” (Yesaya 42:8) Nama itu ada dalam Kitab Suci sebanyak kira-kira 7.000 kali. Banyak nabi juga menggunakan nama Allah saat berdoa kepada-Nya. Misalnya, Abraham (Nabi Ibrahim) mengatakan, ”Yehuwa, izinkanlah aku berbicara lagi.” (Kejadian 18:27) Jadi, kita juga perlu menggunakan nama Yehuwa saat berdoa.

      BERDOALAH DENGAN BAHASA YANG PALING KITA MENGERTI

      Kita tidak perlu berdoa dalam bahasa tertentu. Kita bisa berdoa dalam bahasa yang paling kita mengerti, karena tidak soal bahasa apa yang kita pakai, Allah bisa mengerti pikiran dan hati kita. Firman-Nya mengatakan, ”Allah tidak berat sebelah. Semua orang dari bangsa mana pun yang takut kepada-Nya dan melakukan apa yang benar diterima oleh-Nya.”​—Kisah 10:34, 35.

      Tapi untuk mendapatkan karunia, berdoa saja tidak cukup. Apa lagi yang harus kita lakukan? Artikel berikut akan membahasnya.

  • Karunia bagi Orang yang Menaati Allah
    Menara Pengawal (Edisi Umum)—2020 | No. 3
    • Sepasang suami istri menikmati waktu bersama kedua putri mereka. Sang ibu menyiapkan makanan bersama salah satu putri mereka di dapur. Sang ayah bersama putri mereka yang lain sedang melihat-lihat album foto di ruang tamu.

      Kita bisa benar-benar bahagia kalau kita mengikuti perintah Allah

      Karunia bagi Orang yang Menaati Allah

      Nabi Musa memberi tahu bahwa kalau kita menaati perintah Allah, kita akan mendapatkan karunia dari Allah. (Ulangan 10:13; 11:27) Tapi, kita tidak mau menaati Allah karena takut dihukum oleh-Nya. Allah punya banyak sifat baik sehingga kita tergerak untuk menyayangi dan menaati Dia. Kita jadi tidak mau mengecewakan Dia. Kitab Suci mengatakan, ”Mengasihi Allah berarti menjalankan perintah-Nya.”​—1 Yohanes 5:3.

      Apa saja karunia dari Allah untuk orang-orang yang menaati Dia? Mari kita perhatikan dua di antaranya.

      1. MENAATI ALLAH MEMBUAT KITA BIJAKSANA

      ”Aku, Yehuwa, adalah Allahmu, yang mengajarmu demi kebaikanmu, yang menuntunmu di jalan yang harus kamu tempuh.”​—YESAYA 48:17.

      Sebagai Pencipta, Allah Yehuwa mengenal kita dan memberi kita bimbingan yang dibutuhkan. Kalau kita mengikuti bimbingan-Nya yang ada dalam Kitab Suci, kita bisa membuat keputusan yang bijaksana. Jadi, kita perlu mencari tahu apa yang Dia ajarkan, lalu lakukan apa yang kita pelajari.

      2. MENAATI ALLAH MEMBUAT KITA BAHAGIA

      ”Yang bahagia adalah orang yang mendengar firman Allah dan menaatinya!”​—LUKAS 11:28.

      Jutaan orang sekarang benar-benar bahagia karena menaati Firman Allah. Perhatikan contoh seorang pria dari Spanyol. Dulu, dia pemarah dan kasar kepada orang-orang, termasuk kepada istrinya. Suatu hari, dia membaca sebuah kisah yang ditulis Nabi Musa dalam Kitab Suci. Kisah itu bercerita tentang Yusuf, anak Yakub, yang dijual sebagai budak lalu dipenjarakan padahal tidak bersalah. Meski begitu, dia tetap sabar, mau memaafkan, dan tidak membalas. (Kejadian, pasal 37-45) Pria di Spanyol itu berkata, ”Setelah membaca tentang Yusuf, saya mau berubah dan jadi orang yang lebih baik, sabar, dan lembut. Hasilnya, saya sekarang bahagia.”

      Dalam Kitab Suci, ada lebih banyak bimbingan tentang caranya memperlakukan sesama. Kita akan membahas hal itu di artikel berikutnya.

  • Caranya Mengasihi Sesama
    Menara Pengawal (Edisi Umum)—2020 | No. 3
    • Seorang pria Samaria yang baik hati dalam perumpamaan Yesus. Dia sedang menuangkan minyak pada luka seorang pria yang dipukuli dan dibiarkan begitu saja di pinggir jalan.

      Kalau kita punya kasih, kita mau berkorban demi menolong orang lain

      Caranya Mengasihi Sesama

      Kita semua adalah keturunan Adam, manusia pertama yang diciptakan Allah. Jadi sebenarnya, kita semua satu keluarga. Sebagai satu keluarga, Allah sebenarnya mau agar kita saling mengasihi dan menghormati. Tapi sekarang, kebanyakan orang tidak seperti itu. Dan, Allah kita yang penyayang tidak suka dengan keadaan ini.

      KATA KITAB SUCI TENTANG MENGASIHI SESAMA

      ”Kasihilah sesama kalian seperti diri kalian sendiri.”​—IMAMAT 19:18.

      ”Teruslah kasihi musuh-musuh kalian.”​—MATIUS 5:44.

      SEPERTI APA ORANG YANG PUNYA KASIH?

      Allah menjelaskan dalam Firman-Nya seperti apa orang yang punya kasih. Itu dicatat dalam 1 Korintus 13:4-7.

      ”Orang yang punya kasih itu sabar dan baik hati.”

      Pikirkan: Kalau ada orang yang baik hati dan sabar kepada Anda dan tidak marah saat Anda membuat kesalahan, bagaimana perasaan Anda?

      Orang yang punya kasih ”tidak iri hati”.

      Pikirkan: Kalau ada orang yang iri kepada Anda, bagaimana perasaan Anda?

      Orang yang punya kasih ”tidak mementingkan diri”.

      Pikirkan: Kalau ada orang yang menghargai pendapat Anda dan tidak memaksakan pendapatnya sendiri, bagaimana perasaan Anda?

      Orang yang punya kasih ”tidak menyimpan kekesalan”.

      Pikirkan: Allah mau mengampuni orang yang berbuat dosa dan sudah bertobat. ”Dia tidak terus mencari kesalahan, ataupun merasa kesal selamanya.” (Mazmur 103:9) Kalau kita menyakiti perasaan orang, kita pasti lega kalau orang itu memaafkan kita. Jadi, kita juga mau memaafkan orang yang menyinggung perasaan kita.​—Mazmur 86:5.

      Orang yang punya kasih ”tidak bergembira karena hal-hal yang tidak benar”.

      Pikirkan: Kalau ada orang yang bahagia di atas penderitaan kita, kita pasti tidak suka. Jadi kalau ada yang menderita, kita juga tidak mau menertawakan penderitaannya, meskipun orang itu pernah menyakiti kita.

      Kita bisa mengasihi sesama dengan cara-cara di atas. Kalau kita melakukan itu kepada sesama, tidak soal siapa orangnya, kita akan mendapat karunia dari Allah. Artikel berikutnya akan membahas caranya menolong sesama yang sedang membutuhkan bantuan.

  • Karunia bagi Orang yang Suka Menolong
    Menara Pengawal (Edisi Umum)—2020 | No. 3
    • Seorang pria sedang menunjukkan arah dengan peta kepada pria lain.

      Maukah Anda menolong orang lain yang berbeda umur, kebangsaan, atau agama?

      Karunia bagi Orang yang Suka Menolong

      Di seluruh dunia, ada banyak orang yang kekurangan makanan dan tidak punya tempat tinggal. Ada juga yang butuh penghiburan tentang keadaan yang lebih baik di masa depan. Allah senang kalau kita menolong orang-orang seperti itu. Kalau kita melakukannya, kita akan mendapatkan karunia dari Allah.

      KATA KITAB SUCI

      ”Orang yang berbuat baik kepada orang kecil memberikan pinjaman kepada Yehuwa, dan Dia akan membalas kebaikan orang itu.”​—AMSAL 19:17.

      YANG BISA KITA LAKUKAN UNTUK MENOLONG SESAMA

      Yesus pernah menceritakan sebuah kisah tentang seorang pria yang dirampok, dipukuli sampai hampir mati, dan ditinggalkan begitu saja. (Lukas 10:29-37) Lalu, pria lain lewat di situ dan langsung menolongnya. Dia mau melakukan itu, padahal dia tidak mengenal pria itu dan dia berbeda suku dengannya.

      Pria yang baik itu mengobati luka-lukanya dan mengeluarkan biaya demi membantu orang itu. Hasilnya, orang yang terluka itu tidak terlalu menderita lagi.

      Apa yang ingin Yesus ajarkan dari kisah ini? Kalau ada orang yang membutuhkan bantuan kita, kita perlu berbuat sebisa-bisanya untuk menolong. (Amsal 3:27) Kitab Suci memberi tahu bahwa Allah yang menyayangi kita akan segera mengakhiri kemiskinan dan penderitaan. Ini karunia yang telah Allah siapkan bagi kita. Tapi, Anda mungkin bertanya-tanya, ’Kapan dan bagaimana Allah akan melakukannya?’ Artikel berikutnya akan membahas hal itu.

      ALLAH TIDAK PERNAH MENINGGALKAN SAYA!

      Diceritakan oleh seorang imigran dari Gambia

      ”Waktu saya sampai di Eropa, saya tidak punya apa-apa. Saya tidak punya pekerjaan, uang, dan tempat tinggal. Tapi dari Kitab Suci, saya belajar untuk menjadi pekerja keras dan bijaksana. Saya juga tergerak untuk menolong orang lain, bukan hanya minta-minta bantuan orang. Saya merasakan sendiri karunia yang Allah berikan. Dia tidak pernah meninggalkan saya!”

  • Dapatkan Karunia dari Allah untuk Selamanya
    Menara Pengawal (Edisi Umum)—2020 | No. 3
    • Orang-orang dari berbagai latar belakang menikmati waktu bersama di taman yang indah.

      ’Bumi akan memberikan hasilnya. Allah akan memberkati kita.’​—MAZMUR 67:6

      Dapatkan Karunia dari Allah untuk Selamanya

      Allah berjanji kepada Abraham (Nabi Ibrahim) bahwa salah satu keturunannya akan membuat ’semua bangsa di bumi mendapat berkat’, atau karunia. (Kejadian 22:18) Siapa yang dimaksud?

      Yesus adalah keturunan Abraham. Hampir 2.000 tahun yang lalu, Allah memberi Yesus kuasa untuk membuat berbagai mukjizat yang luar biasa. Ini menjadi bukti bahwa dialah yang dimaksud dalam janji Allah kepada Abraham.​—Galatia 3:14.

      Dari mukjizat Yesus, kita belajar tiga hal. Pertama, itu membuktikan bahwa Yesus dipilih Allah untuk mendatangkan karunia bagi umat manusia. Kedua, kita bisa tahu bagaimana Allah akan menggunakan Yesus untuk mendatangkan karunia untuk selamanya di masa depan. Ketiga, kita bisa mengenal sifat-sifat Yesus. Mari kita bahas beberapa sifatnya yang menarik.

      Lembut hati—Menyembuhkan orang sakit.

      Dulu, ada seorang penderita kusta yang memohon kepada Yesus untuk disembuhkan. Yesus menyentuhnya dan berkata, ”Saya mau!” Saat itu juga, orang itu sembuh.​—Markus 1:40-42.

      Murah hati—Menyediakan makanan bagi orang yang membutuhkan.

      Yesus tidak tega melihat orang-orang kelaparan. Dia pernah membuat mukjizat lebih dari satu kali untuk memberi makan ribuan orang. Dia membuat beberapa roti dan ikan kecil menjadi sangat banyak. Setelah semua orang itu makan sampai kenyang, sisanya pun masih banyak.​—Matius 14:17-21; 15:32-38.

      Rasa kasihan—Menghidupkan kembali orang yang sudah meninggal.

      Yesus pernah menolong seorang janda yang anaknya baru saja meninggal. Janda itu tidak punya siapa-siapa lagi. Karena ”tergerak oleh rasa kasihan”, Yesus menghidupkan lagi anak janda itu.​—Lukas 7:12-15.

      KARUNIA YANG BERTAHAN SELAMANYA BAGI MANUSIA

      Dari berbagai mukjizat Yesus, kita tahu bahwa Allah sanggup memberikan karunia kepada manusia. Sebentar lagi, Allah Yang Mahakuasa akan menggunakan Yesus untuk membuat mukjizat yang jauh lebih hebat di seluruh bumi.

      Karunia apa yang akan didapatkan manusia saat janji Allah kepada Abraham menjadi kenyataan? Orang-orang yang menyayangi dan menghormati Allah ”akan memiliki bumi” dan ”sangat bahagia karena kedamaian yang limpah”. (Mazmur 37:11) ”Kematian tidak akan ada lagi. Perkabungan, tangisan, ataupun rasa sakit juga tidak akan ada lagi.”​—Wahyu 21:4.

      Bayangkan Anda bisa hidup selamanya di bumi yang damai. Benar-benar karunia yang indah dari Allah! Masih ada karunia lain yang akan segera Allah berikan kepada manusia. Bukalah www.pr418.com/id untuk mencari tahu lebih banyak tentang hal itu.

  • Pernahkah Anda Bertanya-tanya?
    Menara Pengawal (Edisi Umum)—2020 | No. 3
    • Pernahkah Anda Bertanya-tanya?

      • Sebuah HP ditaruh di sebelah dua cangkir kopi. Di layar HP itu terlihat buku ’Apa Kunci Kehidupan yang Bahagia?’

        Kenapa ada begitu banyak masalah di dunia ini?

      • Bagaimana saya bisa tahu caranya menghadapi masalah?

      • Apakah Allah benar-benar peduli kepada saya?​—1 Petrus 5:6, 7.

      • Bagaimana saya bisa tahu lebih banyak tentang Allah dan rencana-Nya?

      Jutaan orang sudah mendapatkan jawabannya dengan mempelajari Kitab Suci. Anda juga bisa.

      Kalau Anda ingin tahu lebih banyak, bacalah buku Apa Kunci Kehidupan yang Bahagia? Anda bisa meminta bacaan ini secara gratis kepada penerbit majalah ini atau Anda bisa membacanya secara online di www.pr418.com/id.

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan