PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Di Mana Penghiburan Sejati Dapat Ditemukan?
    Menara Pengawal—2003 | 1 Mei
    • Di Mana Penghiburan Sejati Dapat Ditemukan?

      ”Allah dan Bapak dari Tuan kita, Yesus Kristus . . . menghibur kami dalam semua kesengsaraan kami.”​—2 KORINTUS 1:3, 4.

      1. Keadaan apa saja yang dapat membuat orang-orang merasakan kebutuhan yang sangat besar akan penghiburan?

      PENYAKIT yang melumpuhkan dapat membuat seseorang merasa bahwa kehidupannya sudah hancur. Gempa bumi, badai, dan bala kelaparan membuat orang-orang jatuh miskin. Perang dapat menewaskan anggota keluarga, menghancurkan rumah, atau memaksa pemilik rumah untuk meninggalkan semua hartanya. Ketidakadilan dapat membuat orang merasa bahwa ke mana pun mereka berpaling, tidak ada kelegaan. Orang-orang yang menderita akibat kesengsaraan semacam itu benar-benar membutuhkan penghiburan. Di mana hal itu dapat ditemukan?

      2. Mengapa penghiburan yang Yehuwa sediakan itu unik?

      2 Beberapa tokoh dan organisasi berupaya menyediakan penghiburan. Kata-kata yang ramah sangat dihargai. Upaya bantuan kemanusiaan turut memenuhi kebutuhan jangka pendek. Tetapi, hanya Yehuwa, Allah yang sejati, yang dapat memperbaiki semua kerusakan dan menyediakan jenis bantuan yang dibutuhkan agar bencana semacam itu tidak akan pernah terjadi lagi. Mengenai Dia, Alkitab mengatakan, ”Diagungkanlah Allah dan Bapak dari Tuan kita, Yesus Kristus, Bapak belas kasihan yang lembut dan Allah segala penghiburan, yang menghibur kami dalam semua kesengsaraan kami, agar kami dapat menghibur mereka yang mengalami segala macam kesengsaraan dengan penghiburan yang kami terima dari Allah.” (2 Korintus 1:3, 4) Bagaimana Yehuwa menghibur kita?

      Menangani Akar Problemnya

      3. Bagaimana penghiburan yang Allah berikan mencapai akar problem umat manusia?

      3 Segenap keluarga manusia mewarisi ketidaksempurnaan akibat dosa Adam, dan hal itu menimbulkan tak terhitung banyaknya problem yang pada akhirnya mengakibatkan kematian. (Roma 5:12) Situasinya diperparah oleh fakta bahwa Setan si Iblis adalah ”penguasa dunia ini”. (Yohanes 12:31; 1 Yohanes 5:19) Yehuwa tidak sekadar menyatakan kesedihan yang mendalam atas situasi tidak menyenangkan yang dihadapi umat manusia. Ia mengutus Putra satu-satunya yang Ia peranakkan sebagai tebusan untuk menyediakan pembebasan, dan Ia memberi tahu kita bahwa kita dapat dibebaskan dari dampak dosa Adam jika kita memperlihatkan iman akan Putra-Nya. (Yohanes 3:16; 1 Yohanes 4:10) Allah juga menubuatkan bahwa Yesus Kristus, yang telah dipercayakan dengan semua wewenang di surga dan di bumi, akan membinasakan Setan dan seluruh sistem fasiknya.—Matius 28:18; 1 Yohanes 3:8; Penyingkapan 6:2; 20:10.

      4. (a) Apa yang telah Yehuwa sediakan untuk memperkuat keyakinan kita akan janji-Nya tentang kelegaan? (b) Bagaimana Yehuwa membantu kita memahami kapan kelegaan itu akan datang?

      4 Untuk memperkuat keyakinan kita akan janji-janji-Nya, Allah telah melestarikan bukti yang berlimpah bahwa apa pun yang Ia nubuatkan pasti terjadi. (Yosua 23:14) Dalam Alkitab, Ia mencantumkan catatan tentang apa yang telah Ia lakukan untuk membebaskan hamba-hamba-Nya dari berbagai situasi yang mustahil diatasi menurut sudut pandangan manusia. (Keluaran 14:4-31; 2 Raja 18:13–19:37) Dan, melalui Yesus Kristus, Yehuwa mempertunjukkan bahwa maksud-tujuan-Nya mencakup menyembuhkan orang-orang dari ”setiap jenis kelemahan jasmani”, bahkan membangkitkan orang mati. (Matius 9:35; 11:3-6) Kapan semua hal ini akan terjadi? Sebagai jawabannya, Alkitab memuat uraian tentang hari-hari terakhir sistem tua ini, yang akan mendahului langit baru dan bumi baru Allah. Uraian Yesus cocok dengan masa kita hidup sekarang.—Matius 24:3-14; 2 Timotius 3:1-5.

      Penghiburan bagi Suatu Umat yang Menderita

      5. Sewaktu memberikan penghiburan kepada Israel zaman dahulu, Yehuwa mengarahkan perhatian mereka kepada apa?

      5 Dari cara Yehuwa berurusan dengan Israel zaman dahulu, kita mengetahui bagaimana Ia mendatangkan penghiburan kepada mereka pada masa-masa penderitaan. Ia mengingatkan mereka tentang Allah macam apa Ia itu. Hal ini memperkuat keyakinan mereka akan janji-janji-Nya. Yehuwa menyuruh para nabi-Nya menggunakan kontras-kontras yang jelas antara Dia sebagai Allah yang hidup dan sejati dengan berhala-berhala, yang tidak dapat menolong dirinya sendiri maupun para penyembahnya. (Yesaya 41:10; 46:1; Yeremia 10:2-15) Sewaktu memberi tahu Yesaya, ”Hiburlah, hiburlah umatku”, Yehuwa menggerakkan nabi-Nya untuk menggunakan ilustrasi dan uraian tentang karya-karya ciptaan-Nya guna menandaskan kebesaran Yehuwa sebagai satu-satunya Allah yang sejati.—Yesaya 40:1-31.

      6. Apa saja petunjuk yang adakalanya Yehuwa berikan mengenai saat pembebasan akan terjadi?

      6 Kadang-kadang, Yehuwa memberikan penghiburan dengan menyebutkan secara spesifik suatu waktu, entah dalam waktu dekat entah masih lama, manakala umat-Nya akan dibebaskan. Sewaktu pembebasan dari Mesir mendekat, Ia memberi tahu bangsa Israel yang tertindas, ”Satu tulah lagi akan kutimpakan ke atas Firaun dan Mesir. Setelah itu ia akan membiarkan kamu pergi dari sini.” (Keluaran 11:1) Sewaktu aliansi tiga bangsa menyerbu Yehuda pada zaman Raja Yehosyafat, Yehuwa memberi tahu mereka bahwa Ia akan turun tangan demi kepentingan mereka ”besok”. (2 Tawarikh 20:1-4, 14-17) Di pihak lain, pembebasan mereka dari Babilon dicatat oleh Yesaya hampir 200 tahun sebelumnya, dan perincian lebih lanjut diberikan melalui Yeremia hampir seratus tahun sebelum pembebasan itu terjadi. Nubuat-nubuat itu sungguh membesarkan hati hamba-hamba Allah ketika pembebasan itu mendekat!—Yesaya 44:26–45:3; Yeremia 25:11-14.

      7. Apa yang sering kali tercakup dalam janji-janji pembebasan, dan bagaimana hal ini mempengaruhi orang-orang yang setia di Israel?

      7 Patut diperhatikan bahwa janji-janji yang mendatangkan penghiburan bagi umat Allah sering kali memuat keterangan tentang Mesias. (Yesaya 53:1-12) Generasi demi generasi, hal ini memberikan harapan kepada orang-orang yang setia seraya mereka menghadapi banyak cobaan. Di Lukas 2:25, kita membaca, ”Lihat! di Yerusalem ada seorang pria bernama Simeon, dan pria ini adil-benar dan saleh, sedang menantikan penghiburan bagi Israel [yakni kedatangan Mesias], dan roh kudus ada di atasnya.” Simeon mengetahui harapan Mesianik yang dicatat dalam Alkitab, dan harapan akan penggenapan nubuat itu mempengaruhi kehidupannya. Ia tidak memahami bagaimana semua hal itu akan tergenap, dan ia secara pribadi tidak sempat melihat keselamatan yang dinubuatkan itu menjadi kenyataan, tetapi ia bersukacita sewaktu ia mengidentifikasi Pribadi yang akan terbukti sebagai ”sarana penyelamatan” dari Allah.—Lukas 2:30.

      Penghiburan yang Disediakan melalui Kristus

      8. Bagaimana bantuan yang Yesus berikan dibandingkan dengan apa yang dianggap perlu menurut pendapat banyak orang?

      8 Sewaktu Yesus Kristus melaksanakan pelayanannya di bumi, ia tidak selalu menyediakan bantuan yang dianggap perlu menurut pendapat orang. Ada yang merindukan seorang Mesias yang akan membebaskan mereka dari kuk Imperium Romawi yang dibenci. Tetapi, Yesus tidak mendukung revolusi; ia menyuruh mereka untuk ’membayar kembali perkara-perkara Kaisar kepada Kaisar’. (Matius 22:21) Maksud-tujuan Allah mencakup lebih dari sekadar membebaskan orang-orang dari dominasi rezim politik tertentu. Orang-orang ingin menjadikan Yesus seorang raja, tetapi ia mengatakan bahwa ia akan ”memberikan jiwanya sebagai tebusan untuk penukar bagi banyak orang”. (Matius 20:28; Yohanes 6:15) Waktunya belum tiba bagi dia untuk berkuasa sebagai raja, dan wewenang baginya untuk memerintah akan dianugerahkan ke atasnya oleh Yehuwa, bukan oleh kumpulan orang yang resah.

      9. (a) Apa berita penghiburan yang Yesus umumkan? (b) Bagaimana Yesus mempertunjukkan relevansi beritanya dengan situasi yang secara pribadi dihadapi orang-orang? (c) Pelayanan Yesus meletakkan dasar untuk apa?

      9 Penghiburan yang Yesus datangkan tercakup dalam ”kabar baik kerajaan Allah”. Inilah berita yang Yesus umumkan ke mana pun ia pergi. (Lukas 4:43) Ia menandaskan relevansi berita itu dengan problem masyarakat sehari-hari dengan mempertunjukkan apa yang akan ia lakukan kelak sebagai Penguasa Mesianik bagi umat manusia. Kepada orang-orang yang menderita, Ia memberikan alasan yang diperbarui untuk hidup dengan memulihkan penglihatan dan kesanggupan berbicara (Matius 12:22; Markus 10:51, 52), menyembuhkan anggota tubuh yang lumpuh (Markus 2:3-12), mentahirkan sesama orang Israel dari penyakit yang sangat menjijikkan (Lukas 5:12, 13), dan membebaskan mereka dari gangguan kesehatan lainnya yang memedihkan hati. (Markus 5:25-29) Ia mendatangkan kelegaan besar kepada para anggota keluarga yang berkabung dengan membangkitkan anak mereka dari kematian. (Lukas 7:11-15; 8:49-56) Ia mempertunjukkan kesanggupannya untuk mengendalikan badai yang berbahaya dan memuaskan kebutuhan kumpulan besar orang akan makanan. (Markus 4:37-41; 8:2-9) Selain itu, Yesus mengajar mereka prinsip-prinsip hidup yang dapat membantu mereka untuk secara efektif menghadapi problem dan yang akan memenuhi hati mereka dengan harapan akan pemerintahan yang adil-benar di bawah Mesias. Dengan demikian, seraya Yesus melaksanakan pelayanannya, ia tidak hanya menghibur orang-orang yang mendengarkan dengan iman, tetapi juga meletakkan dasar untuk membesarkan hati orang-orang selama ribuan tahun kemudian.

      10. Apa yang dimungkinkan sebagai hasil pengorbanan Yesus?

      10 Lebih dari 60 tahun setelah Yesus mengorbankan kehidupan manusianya dan dibangkitkan ke kehidupan surgawi, rasul Yohanes diilhami untuk menulis, ”Anak-anak kecilku, aku menulis hal-hal ini kepadamu agar kamu tidak berbuat dosa. Namun, jika seseorang berbuat dosa, kita mempunyai penolong di hadapan Bapak, yaitu Yesus Kristus, pribadi yang adil-benar. Dan ia adalah korban pendamaian bagi dosa kita, namun bukan bagi dosa kita saja tetapi juga bagi dosa seluruh dunia.” (1 Yohanes 2:1, 2) Kita sangat terhibur oleh manfaat-manfaat korban manusia sempurna Yesus. Kita tahu bahwa kita dapat memperoleh pengampunan dosa, hati nurani yang bersih, hubungan yang diperkenan dengan Allah, dan prospek kehidupan kekal.—Yohanes 14:6; Roma 6:23; Ibrani 9:24-28; 1 Petrus 3:21.

      Roh Kudus sebagai Penghibur

      11. Apa persediaan lebih lanjut untuk penghiburan yang Yesus janjikan sebelum kematiannya?

      11 Sewaktu bersama rasul-rasulnya pada malam terakhir sebelum kematiannya sebagai korban, Yesus berbicara tentang persediaan lain lagi yang telah dibuat oleh Bapak surgawinya untuk menghibur mereka. Yesus mengatakan, ”Aku akan memohon kepada Bapak dan ia akan memberikan kepadamu penolong [penghibur; Yunani, pa·raʹkle·tos] yang lain untuk menyertai kamu selama-lamanya, yaitu roh kebenaran.” Yesus meyakinkan mereka, ”Penolong itu, roh kudus, . . . akan mengajarkan segala hal kepadamu dan mengingatkan kamu akan segala perkara yang telah kuberitahukan kepadamu.” (Yohanes 14:16, 17, 26) Bagaimana roh kudus benar-benar mendatangkan penghiburan kepada mereka?

      12. Bagaimana peranan roh kudus sebagai alat bantu ingat bagi murid-murid Yesus turut mendatangkan penghiburan bagi banyak orang?

      12 Rasul-rasul telah menerima pengajaran yang ekstensif dari Yesus. Mereka pasti tidak akan pernah melupakan pengalaman itu, tetapi apakah mereka akan ingat apa yang ia katakan? Apakah instruksi-instruksi yang penting akan terlupakan karena ingatan mereka yang tidak sempurna? Yesus meyakinkan mereka bahwa roh kudus akan ’mengingatkan mereka akan segala perkara yang telah ia beri tahukan kepada mereka’. Itulah sebabnya, sekitar delapan tahun setelah kematian Yesus, Matius dapat menulis Injil yang pertama, yang memuat catatan tentang Khotbah Yesus di Gunung yang menghangatkan hati, ilustrasi-ilustrasinya tentang Kerajaan, dan pembahasannya yang terperinci tentang tanda kehadirannya. Lebih dari 50 tahun kemudian, rasul Yohanes dapat menulis catatan yang dapat diandalkan yang menyajikan perincian ekstensif tentang hari-hari terakhir kehidupan Yesus di bumi. Catatan terilham ini sungguh membesarkan hati hingga zaman kita!

      13. Bagaimana roh kudus berfungsi sebagai pengajar bagi orang-orang Kristen masa awal?

      13 Roh kudus tidak sekadar mengingatkan murid-murid akan kata-kata Yesus, tetapi juga mengajar dan membimbing mereka kepada pemahaman yang lebih lengkap tentang maksud-tujuan Allah. Sewaktu Yesus masih bersama murid-muridnya, ia memberi tahu mereka perkara-perkara yang pada waktu itu belum mereka pahami sepenuhnya. Namun, belakangan, digerakkan oleh roh kudus, Yohanes, Petrus, Yakobus, Yudas, dan Paulus menulis penjelasan tentang perkembangan lebih lanjut sehubungan dengan maksud-tujuan Allah. Dengan demikian, roh kudus berfungsi sebagai pengajar, memberikan jaminan yang berharga bahwa mereka dibimbing oleh Allah.

      14. Dengan cara apa saja roh kudus membantu umat Yehuwa?

      14 Karunia-karunia roh yang bersifat mukjizat juga turut memperjelas bahwa Allah telah mengalihkan perkenan-Nya dari Israel jasmani ke sidang Kristen. (Ibrani 2:4) Buah roh itu dalam kehidupan pribadi-pribadi juga merupakan faktor penting untuk mengidentifikasi mereka yang benar-benar adalah murid Yesus. (Yohanes 13:35; Galatia 5:22-24) Dan, roh itu menguatkan para anggota sidang itu untuk menjadi saksi-saksi yang penuh keberanian dan tidak gentar.—Kisah 4:31.

      Bantuan sewaktu Mengalami Tekanan yang Ekstrem

      15. (a) Apa saja tekanan yang telah dihadapi oleh orang Kristen pada zaman dahulu dan sekarang? (b) Mengapa orang-orang yang memberikan dukungan moril adakalanya membutuhkan dukungan juga?

      15 Semua orang yang membaktikan diri kepada Yehuwa dan yang loyal kepada-Nya mengalami penganiayaan dalam satu atau lain bentuk. (2 Timotius 3:12) Namun, banyak orang Kristen telah mengalami tekanan yang luar biasa parahnya. Pada zaman modern, ada yang telah diburu oleh gerombolan massa dan dijebloskan ke dalam kamp konsentrasi, penjara, serta kamp kerja paksa di bawah kondisi-kondisi yang tidak manusiawi. Pemerintah-pemerintah telah menjadi penindas yang aktif, atau mereka telah membiarkan unsur-unsur masyarakat pelanggar hukum bertindak semaunya tanpa mendapat hukuman. Selain itu, orang Kristen telah menghadapi problem kesehatan yang parah atau krisis keluarga yang serius. Tekanan dapat juga dialami oleh orang Kristen yang matang yang membantu satu demi satu rekan seiman menghadapi situasi yang sulit. Dalam kasus seperti ini, orang yang memberikan dukungan moril mungkin membutuhkan dukungan juga.

      16. Sewaktu Daud mengalami tekanan yang hebat, bagaimana ia mendapat bantuan?

      16 Sewaktu Raja Saul mengejar Daud untuk membunuhnya, Daud berpaling kepada Allah sebagai Penolongnya, ”Oh, Allah, dengarlah doaku,” ia memohon. ”Dalam naungan sayapmu aku berlindung.” (Mazmur 54:2, 4; 57:1) Apakah Daud mendapat pertolongan? Ya. Pada masa itu, Yehuwa menggunakan nabi Gad dan imam Abiatar untuk menyampaikan petunjuk kepada Daud, dan Ia menggunakan Yonatan putra Saul untuk menguatkan pemuda itu. (1 Samuel 22:1, 5; 23:9-13, 16-18) Yehuwa juga membiarkan orang Filistin melakukan penyergapan atas negeri itu, sehingga mengalihkan Saul dari pengejarannya.—1 Samuel 23:27, 28.

      17. Di bawah tekanan yang hebat, ke mana Yesus berpaling meminta bantuan?

      17 Bahkan Yesus Kristus sendiri mengalami tekanan yang hebat sewaktu mendekati akhir kehidupannya di bumi. Ia sepenuhnya sadar bahwa tingkah lakunya dapat mempengaruhi nama Bapak surgawinya dan masa depan seluruh umat manusia. Ia berdoa dengan sungguh-sungguh, bahkan ”merasakan penderitaan yang dalam”. Allah memastikan agar Yesus mendapat dukungan yang ia butuhkan pada masa yang sulit itu.—Lukas 22:41-44.

      18. Penghiburan apa yang Allah berikan kepada orang Kristen masa awal yang dianiaya dengan hebat?

      18 Sedemikian ganasnya penganiayaan atas orang Kristen setelah sidang abad pertama didirikan sampai-sampai semua anggotanya, kecuali para rasul, berpencar dari Yerusalem. Pria dan wanita diseret dari rumah-rumah mereka. Penghiburan apa yang Allah sediakan bagi mereka? Jaminan dari Firman-Nya bahwa mereka mempunyai ”milik yang lebih baik dan tetap”, yakni warisan yang pasti di surga bersama dengan Kristus. (Ibrani 10:34; Efesus 1:18-20) Seraya mereka terus mengabar, mereka melihat bukti bahwa roh Allah menyertai mereka, dan pengalaman mereka memberi mereka alasan lebih lanjut untuk bersukacita.—Matius 5:11, 12; Kisah 8:1-40.

      19. Meskipun Paulus menderita penganiayaan yang hebat, bagaimana perasaannya tentang penghiburan yang Allah berikan?

      19 Belakangan, Saul (Paulus), yang dulunya adalah penganiaya yang ganas, menjadi sasaran penganiayaan karena ia menjadi orang Kristen. Di Pulau Siprus, ada seorang tukang sihir yang mencoba merintangi pelayanan Paulus dengan menggunakan kecurangan dan pemutarbalikan fakta. Di Galatia, Paulus dirajam dan ditinggalkan karena disangka sudah mati. (Kisah 13:8-10; 14:19) Di Makedonia, ia dipukuli dengan tongkat. (Kisah 16:22, 23) Setelah mengalami tindak kekerasan oleh gerombolan massa di Efesus, ia menulis, ”Kami berada di bawah tekanan yang luar biasa berat yang melampaui kekuatan kami, sehingga kami merasa sangat tidak pasti bahkan akan kehidupan kami. Sebenarnya dalam diri kami, kami merasa bahwa kami telah menerima vonis kematian.” (2 Korintus 1:8, 9) Tetapi, dalam surat yang sama, Paulus menuliskan kata-kata yang menghibur yang dikutip di paragraf 2 artikel ini.—2 Korintus 1:3, 4.

      20. Apa yang akan kita bahas dalam artikel berikut?

      20 Bagaimana Saudara dapat ambil bagian dalam memberikan penghiburan seperti itu? Ada banyak orang pada zaman kita yang membutuhkannya sewaktu mereka mengalami kepedihan hati, entah karena malapetaka yang menghantam ribuan orang entah karena kesengsaraan yang menimpa diri mereka saja. Dalam artikel berikut, kita akan membahas caranya memberikan penghiburan dalam kedua kasus seperti itu.

  • Berikan Penghiburan Kepada Mereka yang Pedih Hati
    Menara Pengawal—2003 | 1 Mei
    • Berikan Penghiburan Kepada Mereka yang Pedih Hati

      ”Yehuwa telah mengurapi aku . . . untuk menghibur semua orang yang berkabung.”​—YESAYA 61:1, 2.

      1, 2. Kepada siapa hendaknya kita memberikan penghiburan, dan mengapa?

      YEHUWA, Allah segala penghiburan sejati, mengajar kita untuk merasa prihatin sewaktu orang lain mengalami malapetaka. Ia mengajar kita untuk ’dengan perkataan menghibur jiwa-jiwa yang tertekan’ dan untuk menghibur semua orang yang berkabung. (1 Tesalonika 5:14) Apabila bantuan semacam itu dibutuhkan, kita menyediakannya bagi rekan-rekan seiman. Kita juga memperlihatkan kasih kepada orang-orang di luar sidang, bahkan kepada orang-orang yang mungkin sama sekali tidak memperlihatkan kasih kepada kita di masa lalu.—Matius 5:43-48; Galatia 6:10.

      2 Yesus Kristus membaca dan menerapkan pada dirinya sendiri amanat yang bersifat nubuat ini, ”Roh Tuan Yang Berdaulat Yehuwa ada padaku, karena Yehuwa telah mengurapi aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang yang lembut hati. Ia telah mengutus aku untuk membalut orang yang patah hati, . . . untuk menghibur semua orang yang berkabung.” (Yesaya 61:1, 2; Lukas 4:16-19) Orang Kristen terurap zaman modern telah lama sadar bahwa amanat ini juga berlaku bagi mereka, dan ”domba-domba lain” dengan senang hati bergabung bersama mereka dalam pekerjaan itu.—Yohanes 10:16.

      3. Sewaktu orang-orang bertanya, ”Mengapa Allah mengizinkan terjadinya malapetaka?”, bagaimana kita dapat membantu mereka?

      3 Sewaktu bencana melanda dan orang-orang menjadi patah hati, mereka sering kali bertanya, ”Mengapa Allah mengizinkan terjadinya malapetaka?” Alkitab dengan jelas menjawab pertanyaan itu. Namun, mungkin butuh waktu bagi seseorang yang belum menjadi pelajar Alkitab untuk sepenuhnya memahami jawabannya. Bantuan tersedia dalam berbagai publikasi Saksi-Saksi Yehuwa.a Namun, sebagai permulaan, beberapa orang terbukti mendapatkan penghiburan dengan sekadar membaca suatu ayat dalam Alkitab, misalnya Yesaya 61:1, 2, karena ayat itu menyatakan hasrat Allah agar manusia mendapatkan penghiburan.

      4. Bagaimana seorang Saksi di Polandia berhasil membantu seorang siswi yang depresi, dan bagaimana pengalaman itu dapat membantu Saudara untuk membantu orang lain?

      4 Kaum muda serta orang yang lebih dewasa membutuhkan penghiburan. Seorang remaja yang depresi di Polandia meminta nasihat dari kenalan baiknya. Setelah dengan lembut mengajukan beberapa pertanyaan guna mengetahui persoalannya, sang teman, yang adalah seorang Saksi-Saksi Yehuwa, tahu bahwa gadis itu diliputi berbagai pertanyaan dan keragu-raguan, ”Mengapa ada begitu banyak kejahatan? Mengapa orang-orang menderita? Mengapa adik perempuan saya yang lumpuh harus menderita? Mengapa jantung saya tidak sehat? Gereja mengatakan bahwa itu sudah kehendak Allah. Tetapi, kalau memang demikian, saya tidak mau lagi percaya kepada-Nya!” Saksi itu berdoa di dalam hati kepada Yehuwa, lalu mengatakan, ”Saya senang kamu menanyakan hal ini kepada saya. Saya akan mencoba membantumu.” Ia menceritakan bahwa ia sendiri memiliki keragu-raguan sewaktu masih kecil dan bahwa Saksi-Saksi Yehuwa membantunya. Ia menjelaskan, ”Saya belajar bahwa Allah tidak membuat orang-orang menderita. Ia menyayangi mereka, Ia menginginkan mereka menikmati hal-hal yang terbaik, dan Ia akan segera mengadakan perubahan besar-besaran terhadap bumi ini. Penyakit, problem akibat usia lanjut, dan kematian akan lenyap, dan orang-orang yang taat akan hidup selama-lamanya—di sini, di planet ini juga.” Ia memperlihatkan kepada gadis itu Penyingkapan 21:3, 4; Ayub 33:25; Yesaya 35:5-7 dan 65:21-25. Setelah pembahasan yang panjang, gadis itu mengatakan dengan perasaan lega, ”Sekarang saya tahu untuk apa saya hidup. Bolehkah saya menemuimu lagi?” Sebuah pengajaran Alkitab pun diadakan bersamanya dua kali seminggu.

      Dengan Penghiburan yang Allah Berikan

      5. Sewaktu kita menyatakan simpati, apa yang akan memberikan penghiburan sejati?

      5 Sewaktu kita berupaya menghibur orang lain, kata-kata yang simpatik pastilah sangat cocok. Melalui pilihan kata dan nada suara, kita berupaya menyampaikan kepada orang yang pedih hati itu bahwa kita sangat prihatin terhadap situasinya. Hal ini tidak akan tercapai dengan komentar yang bersifat basa-basi. Alkitab memberi tahu kita bahwa ”melalui ketekunan kita dan melalui penghiburan dari Tulisan-Tulisan Kudus, kita mempunyai harapan”. (Roma 15:4) Mengingat hal ini, kita dapat menjelaskan pada saat yang tepat apa Kerajaan Allah itu, dan kita dapat memperlihatkan dari Alkitab bagaimana Kerajaan itu akan menuntaskan problem-problem dewasa ini. Kemudian, kita dapat membantunya bernalar tentang mengapa Kerajaan itu adalah harapan yang dapat diandalkan. Dengan cara ini, kita akan memberikan penghiburan.

      6. Kita hendaknya membantu orang-orang untuk memahami hal apa supaya mereka dapat memperoleh manfaat yang sepenuhnya dari penghiburan dalam Alkitab?

      6 Untuk mendapatkan manfaat yang sepenuhnya dari penghiburan yang ditawarkan, seseorang perlu mengenal Allah yang sejati, Pribadi macam apa Ia itu, dan seberapa dapat diandalkan janji-janji-Nya. Sewaktu kita berupaya membantu seseorang yang belum menjadi penyembah Yehuwa, sebaiknya kita jelaskan pokok-pokok berikut. (1) Penghiburan yang terdapat dalam Alkitab berasal dari Yehuwa, Allah yang sejati. (2) Yehuwa adalah Pribadi yang Mahakuasa, Pencipta langit dan bumi. Ia adalah Allah kasih dan Ia berlimpah dalam kebaikan hati yang penuh kasih dan kebenaran. (3) Kita dapat dikuatkan untuk bertekun menghadapi situasi-situasi yang sulit jika kita mendekat kepada Allah dengan memperoleh pengetahuan yang saksama dari Firman-Nya. (4) Alkitab memuat ayat-ayat yang berkaitan dengan cobaan tertentu yang dihadapi berbagai macam orang.

      7. (a) Apa yang dapat dicapai dengan menandaskan bahwa penghiburan yang Allah berikan ”berlimpah melalui Kristus”? (b) Bagaimana Saudara dapat menghibur seseorang yang sadar bahwa tingkah lakunya selama ini buruk?

      7 Beberapa orang telah memberikan berkat rohani kepada orang-orang yang mengenal Alkitab, tetapi yang sedang pedih hati, dengan membacakan 2 Korintus 1:3-7. Sewaktu melakukannya, mereka menandaskan ungkapan ”penghiburan yang kami peroleh juga berlimpah melalui Kristus”. Ayat ini dapat membantu seseorang sadar bahwa Alkitab adalah sumber penghiburan yang seharusnya lebih ia perhatikan. Ayat itu juga dapat membubuh dasar untuk pembahasan lebih lanjut, barangkali pada kesempatan lain. Jika seseorang merasa bahwa kesulitan yang dialaminya merupakan akibat hal-hal buruk yang telah ia lakukan, kita dapat memberi tahu dia, tanpa bernada menghakimi, bahwa kita dapat terhibur dengan membaca apa yang dicatat di 1 Yohanes 2:1, 2 dan Mazmur 103:11-14. Melalui cara-cara ini, kita benar-benar menghibur orang lain dengan penghiburan yang Allah berikan.

      Sewaktu Kehidupan Dirusak oleh Tindak Kekerasan atau Kesulitan Ekonomi

      8, 9. Bagaimana penghiburan dapat dengan tepat diberikan kepada orang-orang yang menderita akibat tindak kekerasan?

      8 Kehidupan jutaan orang telah dirusak oleh tindak kekerasan—kekerasan kriminal dalam masyarakat atau kekerasan dalam perang. Bagaimana kita dapat menghibur mereka?

      9 Orang Kristen sejati berhati-hati agar, baik dalam kata-kata maupun dalam perbuatan, mereka tidak memihak salah satu faksi dalam konflik dunia. (Yohanes 17:16) Tetapi, mereka menggunakan Alkitab dengan tepat untuk memperlihatkan bahwa kondisi yang penuh kekerasan dewasa ini tidak akan berlangsung selama-lamanya. Mereka dapat membacakan Mazmur 11:5 untuk memperlihatkan bagaimana perasaan Yehuwa terhadap orang-orang yang mengasihi kekerasan, atau Mazmur 37:1-4 untuk menunjukkan anjuran Allah agar kita tidak bertindak sendiri untuk membalas dendam tetapi untuk percaya kepada Yehuwa. Kata-kata di Mazmur 72:12-14 memperlihatkan bagaimana perasaan Salomo yang Lebih Besar, Yesus Kristus, yang kini memerintah sebagai Raja surgawi, terhadap orang-orang tidak bersalah yang menderita akibat tindak kekerasan.

      10. Jika Saudara telah bertahun-tahun hidup di tengah-tengah perang, bagaimana ayat-ayat yang disebutkan dapat menghibur Saudara?

      10 Beberapa orang telah mengalami konflik yang silih berganti seraya faksi-faksi yang saling bertikai berupaya memperebutkan kekuasaan. Dengan pasrah, mereka menganggap perang dan dampaknya sudah merupakan bagian dari kehidupan mereka. Bagi mereka, satu-satunya prospek yang memberikan harapan adalah bahwa keadaan mereka mungkin akan menjadi lebih baik jika mereka dapat lari ke negeri lain. Tetapi, sebagian besar dari mereka tidak pernah berhasil melakukannya, dan sejumlah orang yang mencoba melakukannya malah kehilangan nyawa. Orang-orang yang berhasil pindah ke negeri lain sering kali mendapati bahwa mereka seolah-olah ”lepas dari mulut harimau, jatuh ke mulut buaya”. Mazmur 146:3-6 dapat digunakan untuk membantu orang-orang semacam itu agar berharap pada sesuatu yang lebih dapat diandalkan ketimbang beremigrasi. Nubuat di Matius 24:3, 7, 14 atau 2 Timotius 3:1-5 dapat membantu mereka memahami situasinya secara lebih menyeluruh dan makna kondisi yang mereka hadapi, yakni bahwa kita sedang hidup pada penutup sistem tua ini. Ayat-ayat seperti Mazmur 46:1-3, 8, 9 dan Yesaya 2:2-4 dapat membantu mereka sadar bahwa memang ada harapan sejati untuk masa depan yang penuh damai.

      11. Ayat-ayat mana yang menghibur seorang wanita di Afrika Barat, dan mengapa?

      11 Selama suatu periode perang yang berkepanjangan di Afrika Barat, seorang wanita melarikan diri dari rumahnya di bawah hujan peluru. Kehidupannya sarat dengan ketakutan, kesedihan, dan kekecewaan yang memedihkan hati. Belakangan, sewaktu keluarga itu tinggal di negeri lain, suaminya memutuskan untuk membakar surat nikah mereka, mengusir istrinya yang sedang hamil dan putra mereka yang berusia sepuluh tahun, lalu menjadi pendeta. Sewaktu Filipi 4:6, 7 dan Mazmur 55:22 diperlihatkan kepada wanita itu, disertai dengan artikel-artikel berdasarkan Alkitab dari Menara Pengawal dan Sedarlah!, ia akhirnya menemukan penghiburan dan tujuan hidup.

      12. (a) Kelegaan apa yang ditawarkan Alkitab kepada orang-orang yang tertekan secara ekonomi? (b) Bagaimana seorang Saksi di Asia dapat membantu seorang pelanggan?

      12 Keruntuhan ekonomi telah merusak kehidupan jutaan orang. Adakalanya, kondisi ini juga diakibatkan oleh perang dan dampaknya. Pada saat yang lain, gabungan antara kebijakan pemerintah yang tidak bijaksana dan ketamakan serta ketidakjujuran di pihak penguasa telah meludeskan tabungan masyarakat dan membuat orang-orang terpaksa kehilangan harta. Yang lainnya tidak pernah mencicipi banyak komoditas dunia ini. Semua orang seperti itu dapat terhibur dengan tahu bahwa Allah memberikan jaminan berupa kelegaan bagi orang-orang yang percaya kepada-Nya dan suatu dunia yang adil-benar yang di dalamnya orang-orang akan menikmati pekerjaan tangan mereka. (Mazmur 146:6, 7; Yesaya 65:17, 21-23; 2 Petrus 3:13) Sewaktu seorang Saksi di sebuah negeri di Asia mendengar seorang pelanggan menyatakan keluhannya atas situasi ekonomi di sana, Saksi itu menjelaskan bahwa apa yang terjadi merupakan bagian dari suatu pola berupa peristiwa-peristiwa yang terjadi di seputar dunia. Pembahasan dari Matius 24:3-14 dan Mazmur 37:9-11 menuntun kepada pengajaran Alkitab yang teratur.

      13. (a) Sewaktu orang-orang dikecewakan oleh janji-janji kosong, bagaimana kita dapat menggunakan Alkitab untuk membantu mereka? (b) Jika orang-orang merasa bahwa kondisi yang buruk adalah bukti bahwa tidak ada Allah, bagaimana Saudara dapat berupaya bertukar pikiran dengan mereka?

      13 Sewaktu orang-orang menderita selama bertahun-tahun atau dikecewakan oleh banyak janji kosong, mereka mungkin menjadi seperti bangsa Israel di Mesir yang ”karena perasaan kecil hati” tidak mau mendengarkan. (Keluaran 6:9) Dalam kasus-kasus seperti itu, mungkin ada manfaatnya untuk menonjolkan caranya Alkitab dapat membantu mereka agar sukses menghadapi berbagai problem dewasa ini dan menghindari jerat yang tidak perlu yang telah merusak kehidupan banyak orang. (1 Timotius 4:8b) Ada yang mungkin memandang kondisi hidup mereka yang buruk sebagai bukti bahwa tidak ada Allah atau bahwa Ia tidak mempedulikan mereka. Saudara dapat membantu mereka bernalar dengan menggunakan ayat-ayat yang tepat sehingga mereka sadar bahwa Allah telah menyediakan bantuan tetapi banyak orang tidak menyambutnya.—Yesaya 48:17, 18.

      Sewaktu Menghadapi Badai dan Gempa Bumi

      14, 15. Ketika suatu bencana membuat banyak orang tersentak, bagaimana Saksi-Saksi Yehuwa memperlihatkan kepedulian mereka?

      14 Bencana dapat timbul akibat badai, gempa bumi, kebakaran, atau ledakan. Kepedihan hati bisa menyebar luas. Apa yang dapat dilakukan untuk menghibur orang-orang yang selamat?

      15 Orang-orang perlu tahu bahwa ada yang peduli. Setelah serangan teroris di sebuah negeri, banyak orang tersentak. Banyak dari mereka kehilangan anggota keluarga, tulang punggung keluarga, sahabat, pekerjaan, atau perasaan aman apa pun yang tadinya mereka kira mereka miliki. Saksi-Saksi Yehuwa mengulurkan bantuan kepada orang-orang yang tinggal di lingkungan mereka, menyatakan simpati terhadap kerugian besar mereka, dan menawarkan kata-kata penghiburan dari Alkitab. Banyak orang sangat menghargai kepedulian tersebut.

      16. Sewaktu bencana melanda sebuah kawasan di El Salvador, mengapa dinas lapangan Saksi-Saksi setempat sangat efektif?

      16 Di El Salvador, suatu gempa bumi hebat pada tahun 2001 yang diikuti oleh tanah longsor yang dahsyat menelan banyak korban jiwa. Seorang pemuda berusia 25 tahun, putra seorang Saksi, dan dua adik-perempuan tunangan pemuda itu meninggal. Ibu dan tunangan pemuda itu segera sibuk dalam dinas lapangan. Banyak yang mengatakan kepada mereka bahwa Allah-lah yang mengambil orang-orang yang meninggal atau bahwa hal itu sudah kehendak Allah. Saksi-Saksi itu mengutip Amsal 10:22 untuk memperlihatkan bahwa Allah tidak menginginkan kita pedih hati. Mereka membacakan Roma 5:12 untuk memperlihatkan bahwa kematian adalah akibat dosa manusia, bukan karena Allah menghendakinya. Mereka juga menunjukkan berita penghiburan yang terdapat dalam Mazmur 34:18, Mazmur 37:29, Yesaya 25:8, dan Penyingkapan 21:3, 4. Orang-orang mendengarkan dengan senang hati, khususnya karena kedua wanita itu sendiri telah kehilangan anggota keluarganya dalam bencana tersebut, dan banyak pengajaran Alkitab yang dimulai.

      17. Pada masa bencana, bantuan apa saja yang dapat kita berikan?

      17 Sewaktu bencana melanda, Saudara mungkin menjumpai orang-orang yang membutuhkan bantuan jasmani pada saat itu juga. Ini mungkin mencakup memanggilkan dokter, membantunya pergi ke klinik, atau melakukan sebisa-bisanya untuk menyediakan makanan dan penaungan. Pada tahun 1998, dalam suatu bencana di Italia, seorang wartawan mengamati bahwa Saksi-Saksi Yehuwa ”beroperasi dengan cara yang praktis, mengulurkan bantuan kepada orang-orang yang menderita, tanpa mempedulikan apa agama mereka”. Di beberapa daerah, peristiwa-peristiwa yang dinubuatkan akan terjadi pada hari-hari terakhir mengakibatkan penderitaan yang hebat. Di tempat-tempat itu, Saksi-Saksi Yehuwa menunjukkan nubuat-nubuat Alkitab dan menghibur orang-orang dengan jaminan Alkitab bahwa Kerajaan Allah akan mendatangkan keamanan sejati bagi umat manusia.—Amsal 1:33; Mikha 4:4.

      Sewaktu Anggota Keluarga Meninggal

      18-20. Sewaktu ada yang meninggal dalam sebuah keluarga, apa yang dapat Saudara katakan atau lakukan untuk mendatangkan penghiburan?

      18 Setiap hari, jutaan orang berkabung atas kematian orang yang dikasihi. Saudara mungkin menjumpai orang-orang yang berkabung sewaktu Saudara ambil bagian dalam pelayanan Kristen atau sewaktu melakukan urusan sehari-hari. Apa yang dapat Saudara katakan atau lakukan yang akan mendatangkan penghiburan?

      19 Apakah orang itu sedang mengalami gejolak emosi? Apakah rumah itu dipenuhi kerabat yang sedang berkabung? Barangkali ada banyak hal yang ingin Saudara katakan, tetapi Saudara perlu bersikap bijaksana. (Pengkhotbah 3:1, 7) Barangkali tindakan yang cocok adalah menyatakan simpati, meninggalkan sebuah publikasi Alkitab yang cocok (brosur, majalah, atau risalah), dan kemudian berkunjung kembali setelah beberapa hari untuk melihat bantuan lebih lanjut apa yang dapat diberikan. Pada saat yang cocok, tawarkan beberapa pokok yang membesarkan hati dari Alkitab. Hal ini dapat menenteramkan dan menyembuhkan. (Amsal 16:24; 25:11) Saudara tidak dapat membangkitkan orang mati, seperti yang Yesus lakukan. Tetapi, Saudara dapat membagikan apa yang Alkitab katakan tentang keadaan orang mati, meskipun itu bukan waktunya untuk menangkis pandangan yang salah. (Mazmur 146:4; Pengkhotbah 9:5, 10; Yehezkiel 18:4) Saudara dapat bersamanya membaca janji-janji Alkitab tentang kebangkitan. (Yohanes 5:28, 29; Kisah 24:15) Saudara dapat membahas apa artinya hal itu, mungkin menggunakan suatu kisah Alkitab tentang kebangkitan. (Lukas 8:49-56; Yohanes 11:39-44) Selain itu, tariklah perhatian pada sifat-sifat Allah yang pengasih yang memberi kita harapan tersebut. (Ayub 14:14, 15; Yohanes 3:16) Jelaskan bagaimana ajaran-ajaran ini telah bermanfaat bagi Saudara dan mengapa Saudara meyakininya.

      20 Sebuah undangan ke Balai Kerajaan dapat membantu orang yang berkabung itu untuk mengenal orang-orang yang benar-benar mengasihi sesama mereka dan yang mengetahui caranya membina satu sama lain. Seorang wanita di Swedia mendapati bahwa inilah yang ia cari-cari sepanjang hidupnya.—Yohanes 13:35; 1 Tesalonika 5:11.

      21, 22. (a) Apa yang dituntut dari kita jika kita hendak memberikan penghiburan? (b) Bagaimana Saudara dapat memberikan penghiburan kepada seseorang yang sudah mengenal baik Alkitab?

      21 Sewaktu Saudara tahu bahwa ada yang sedang berkabung, entah di dalam entah di luar sidang Kristen, apakah Saudara kadang-kadang merasa bimbang tentang apa yang hendak dikatakan atau dilakukan? Kata Yunani yang sering kali diterjemahkan menjadi ”penghiburan” dalam Alkitab secara harfiah berarti ”ajakan ke sisi seseorang”. Hal ini menyiratkan bahwa untuk menjadi penghibur yang sejati, Saudara perlu menyediakan diri untuk mereka yang sedang berkabung.—Amsal 17:17.

      22 Bagaimana seandainya orang yang ingin Saudara hibur sudah mengetahui apa yang Alkitab katakan tentang kematian, tebusan, dan kebangkitan? Kehadiran seorang sahabat yang memiliki kepercayaan yang sama sudah cukup untuk menghibur. Jika ia ingin berbicara, jadilah pendengar yang baik. Jangan merasa bahwa Saudara harus mengkhotbahinya. Jika ada ayat yang hendak dibacakan, anggaplah itu sebagai pernyataan dari Allah yang menguatkan hati kalian berdua. Ungkapkanlah keyakinan yang kuat dalam diri kalian berdua akan kepastian janji-janji Alkitab. Dengan merenungkan keibaan hati Allah dan dengan membagikan kebenaran yang berharga dalam Firman Allah, Saudara dapat membantu orang-orang yang sedang berkabung untuk memperoleh penghiburan dan kekuatan dari ”Allah segala penghiburan”, Yehuwa.​—2 Korintus 1:3.

      [Catatan Kaki]

      a Lihat buku Pengetahuan yang Membimbing kepada Kehidupan Abadi, pasal 8; Bertukar Pikiran Mengenai Ayat-Ayat Alkitab, halaman 171-75, 279-85; Apakah Ada Pencipta yang Mempedulikan Anda?, pasal 10; dan brosur Apakah Allah Benar-Benar Mempedulikan Kita?

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan