-
Nabi Allah Membawa Terang bagi Umat ManusiaNubuat Yesaya—Terang bagi Seluruh Umat Manusia II
-
-
Pasal Satu
Nabi Allah Membawa Terang bagi Umat Manusia
1, 2. Keadaan-keadaan apa dewasa ini yang membuat banyak orang sangat khawatir?
PADA zaman kita ini, tampaknya hampir semua hal dapat dicapai manusia. Perjalanan ke ruang angkasa, teknologi komputer, rekayasa genetika, dan berbagai inovasi sains lainnya telah membuka kemungkinan-kemungkinan baru bagi umat manusia, memberikan harapan untuk suatu kehidupan yang lebih baik—mungkin bahkan yang lebih panjang.
2 Apakah kemajuan-kemajuan seperti ini dapat menjamin keamanan rumah saudara? menghapuskan ancaman perang? menyembuhkan penyakit dan menyingkirkan kepedihan akibat kematian orang-orang yang dikasihi? Sama sekali tidak! Kemajuan yang dicapai manusia mungkin hebat, tetapi terbatas. ”Kita sudah mengetahui cara untuk pergi ke bulan, membuat chip silikon yang lebih hebat, dan melakukan transplantasi gen manusia,” lapor Lembaga Pengamat Dunia (Worldwatch Institute). ”Namun, kita belum dapat menyediakan air bersih untuk satu miliar orang, memperlambat kepunahan ribuan spesies, ataupun memenuhi berbagai kebutuhan energi kita tanpa mengganggu kestabilan atmosfer.” Jadi, tidak mengherankan bila banyak orang khawatir mengenai masa depan, dan tidak tahu ke mana mencari penghiburan dan harapan.
3. Bagaimana situasi di Yehuda pada abad kedelapan SM?
3 Situasi yang kita hadapi dewasa ini sama dengan yang dihadapi umat Allah pada abad kedelapan SM. Pada waktu itu, Allah menugasi hamba-Nya, Yesaya, untuk membawa berita penghiburan kepada penduduk Yehuda, dan memang itulah yang mereka sedang butuhkan. Peristiwa-peristiwa yang meresahkan mengguncang bangsa itu. Imperium Asiria yang kejam tidak lama lagi akan mengancam negeri itu dan hal ini membuat banyak orang merasa gentar. Ke manakah umat Allah dapat mencari keselamatan? Mereka mengakui bahwa Yehuwa adalah Allah mereka, tetapi mereka memilih untuk menaruh kepercayaan kepada manusia.—2 Raja 16:7; 18:21.
Terang Bersinar dalam Kegelapan
4. Dua jenis berita apa yang harus diumumkan Yesaya?
4 Sebagai akibat dari haluan Yehuda yang suka memberontak, Yerusalem harus dibinasakan, dan penduduk Yehuda dibawa sebagai tawanan ke Babilon. Ya, masa kegelapan akan datang. Yehuwa menugasi nabi-Nya, Yesaya, bukan hanya untuk menubuatkan masa yang mencekam itu, melainkan juga untuk mengumumkan kabar baik. Setelah 70 tahun di pembuangan, orang-orang Yahudi akan dibebaskan dari Babilon! Suatu sisa yang bersukacita akan kembali ke Zion dan mendapat hak istimewa untuk memulihkan ibadat sejati di sana. Dengan berita gembira ini, Yehuwa melalui nabi-Nya membuat terang bersinar dalam kegelapan.
5. Mengapa Yehuwa menyingkapkan maksud-tujuan-Nya begitu jauh di muka?
5 Setelah lebih dari satu abad sejak Yesaya menulis nubuat-nubuatnya, barulah Yehuda ditelantarkan. Kalau begitu, mengapa Yehuwa menyingkapkan maksud-tujuan-Nya begitu jauh di muka? Bukankah orang-orang yang secara langsung mendengar seruan Yesaya sudah lama mati sewaktu nubuat-nubuat itu digenapi? Memang benar demikian. Namun, berkat penyingkapan Yehuwa kepada Yesaya, orang-orang yang hidup pada waktu Yerusalem dibinasakan tahun 607 SM akan mempunyai catatan tentang berita nubuat Yesaya. Catatan ini akan menjadi bukti yang tak dapat disangkal bahwa Yehuwa adalah ”Pribadi yang sejak awal memberitahukan kesudahannya, dan dari masa lampau, hal-hal yang belum terlaksana”.—Yesaya 46:10; 55:10, 11.
6. Bagaimana Yehuwa lebih unggul daripada manusia mana pun dalam memprediksi masa depan?
6 Hanya Yehuwa yang berhak membuat pernyataan seperti itu. Manusia mungkin dapat memprediksi apa yang akan terjadi dalam waktu dekat berdasarkan pengertiannya tentang iklim politik atau sosial pada waktu itu. Namun, hanya Yehuwa-lah yang dapat mengetahui dengan pasti apa yang bakal terjadi, bahkan yang jauh di masa depan. Ia juga dapat memberikan kuasa kepada hamba-hamba-Nya untuk menubuatkan berbagai peristiwa, lama sebelum semua itu terjadi. Alkitab mengatakan, ”Tuan Yang Berdaulat Yehuwa tidak akan melakukan sesuatu kecuali ia telah menyingkapkan perkara konfidensialnya kepada hamba-hambanya, para nabi.”—Amos 3:7.
Ada Berapa ”Yesaya”?
7. Bagaimana para pakar mempertanyakan siapa penulis buku Yesaya, dan mengapa?
7 Permasalahan nubuat adalah salah satu hal yang menyebabkan banyak pakar mempertanyakan siapa penulis buku Yesaya. Para kritikus ini berkeras bahwa bagian akhir dari buku tersebut ditulis oleh seseorang yang hidup pada abad keenam SM, selama pembuangan di Babilon atau setelahnya. Menurut mereka, nubuat-nubuat tentang keadaan Yehuda yang telantar ditulis setelah penggenapannya, dan oleh karena itu, sama sekali bukan suatu prediksi. Para kritikus ini juga berkomentar bahwa setelah pasal 40, buku Yesaya berbicara seolah-olah Babilon sudah menjadi kuasa yang berjaya pada waktu itu, dan orang-orang Israel sedang ditawan di sana. Jadi, mereka berkesimpulan bahwa siapa pun yang menulis bagian akhir buku Yesaya pasti melakukannya pada era itu—abad keenam SM. Apakah cara berpikir demikian mempunyai dasar yang kuat? Sama sekali tidak!
8. Kapan mulainya skeptisisme tentang siapa penulis buku Yesaya, dan bagaimana hal itu menyebar?
8 Penulis buku Yesaya baru dipertanyakan pada abad ke-12 M. Hal ini diajukan oleh komentator Yahudi, Abraham Ibnu Ezra. ”Dalam komentarnya tentang Yesaya,” kata Encyclopaedia Judaica, ”[Abraham Ibnu Ezra] menyatakan bahwa bagian terakhir, mulai dari pasal 40, merupakan karya seorang nabi yang hidup pada masa Pembuangan Babilon dan pada awal dari masa Kembali ke Zion.” Selama abad ke-18 dan ke-19, pendapat Ibnu Ezra diterima sejumlah pakar, termasuk Johann Christoph Doederlein, seorang teolog Jerman yang menerbitkan penjelasan buku Yesaya pada tahun 1775, dan edisi keduanya pada tahun 1789. New Century Bible Commentary mencatat, ”Semua pakar, kecuali yang konservatif, kini menerima hipotesis yang diajukan Doederlein . . . bahwa nubuat-nubuat yang tertulis dalam buku Yesaya pasal 40-66 bukanlah kata-kata dari nabi Yesaya yang hidup pada abad kedelapan melainkan setelahnya.”
9. (a) Bagaimana buku Yesaya dibagi-bagi? (b) Bagaimana seorang komentator Alkitab merangkum kontroversi tentang siapa penulis buku Yesaya?
9 Namun, pertanyaan-pertanyaan tentang siapa yang menulis buku Yesaya tidak berakhir di situ. Teori tentang Yesaya kedua—atau Deutero-Yesaya—memungkinkan munculnya gagasan bahwa ada penulis ketiga yang terlibat.a Kemudian buku Yesaya dibagi-bagi lebih lanjut, sehingga ada pakar yang menganggap pasal 15 dan 16 ditulis oleh nabi yang tidak dikenal, sedangkan pakar yang lain mempertanyakan siapa yang menulis pasal 23 sampai 27. Juga, ada yang berpendapat bahwa Yesaya pasti tidak menulis kata-kata yang terdapat di pasal 34 dan 35. Mengapa? Karena materinya mirip dengan yang terdapat di pasal 40 sampai 66, yang sudah dianggap sebagai karya orang lain dan bukan karya Yesaya yang hidup pada abad kedelapan! Komentator Alkitab Charles C. Torrey dengan lugas merangkumkan hasil proses pemikiran ini. ”’Nabi Masa Pembuangan’ yang pernah dianggap sebagai nabi besar,” katanya, ”telah menyusut menjadi figur yang tidak berarti, terkubur di bawah tumpukan fragmen yang kacau-balau.” Namun, tidak semua pakar setuju bila buku Yesaya dibagi-bagi seperti itu.
Bukti bahwa Hanya Ada Satu Penulis
10. Berikan satu contoh bagaimana konsistensi ungkapan membuktikan bahwa buku Yesaya ditulis oleh satu penulis.
10 Ada alasan yang kuat untuk berkukuh bahwa buku Yesaya merupakan karya satu penulis saja. Salah satu rangkaian bukti berkaitan dengan konsistensi ungkapannya. Misalnya, terdapat 12 kali ungkapan ”Pribadi Kudus Israel” di Yesaya pasal 1 sampai 39 dan 13 kali di Yesaya pasal 40 sampai 66, sedangkan gambaran tentang Yehuwa ini hanya muncul 6 kali dalam Kitab-Kitab Ibrani lainnya. Diulang-ulanginya ungkapan yang sebenarnya kurang populer ini membuktikan bahwa buku Yesaya ditulis oleh satu orang.
11. Persamaan apa saja yang ada antara Yesaya pasal 1 sampai 39 dan pasal 40 sampai 66?
11 Ada persamaan-persamaan lain antara Yesaya pasal 1 sampai 39 dan pasal 40 sampai 66. Kedua bagian ini sama-sama mengandung metafora yang khas, misalnya, wanita yang merasakan sakit bersalin dan ”jalan” atau ”jalan raya”.b Keduanya juga berkali-kali merujuk ke ”Zion”, istilah yang digunakan sebanyak 29 kali di pasal 1 sampai 39 dan 18 kali di pasal 40 sampai 66. Kenyataannya, Zion lebih sering dirujuk di Yesaya daripada di buku Alkitab lain mana pun! Bukti-bukti seperti ini, kata The International Standard Bible Encyclopedia, ”menjadi ciri unik sebuah buku yang sulit dijelaskan” seandainya buku tersebut ditulis oleh dua atau tiga penulis, atau lebih.
12, 13. Bagaimana Kitab-Kitab Yunani Kristen menunjukkan bahwa buku Yesaya adalah hasil karya satu penulis?
12 Bukti terkuat bahwa buku Yesaya ditulis hanya oleh satu penulis terdapat dalam Kitab-Kitab Yunani Kristen yang terilham. Kitab-kitab ini dengan jelas menunjukkan bahwa orang-orang Kristen pada abad pertama percaya bahwa buku Yesaya merupakan hasil karya satu penulis. Lukas, misalnya, menceritakan tentang seorang pejabat Etiopia yang sedang membaca teks yang sekarang terdapat dalam Yesaya pasal 53, yaitu bagian yang menurut anggapan para kritikus modern ditulis oleh Deutero-Yesaya. Akan tetapi, Lukas mengatakan bahwa orang Etiopia itu sedang ”membaca kitab nabi Yesaya dengan suara keras”.—Kisah 8:26-28.
13 Berikutnya, perhatikanlah penulis Injil, Matius, yang menerangkan bagaimana pelayanan Yohanes Pembaptis menggenapi kata-kata nubuat yang sekarang kita dapati dalam Yesaya 40:3. Menurut Matius, siapa penulis nubuat ini? Deutero-Yesaya yang tidak dikenal? Bukan, ia mengidentifikasi ”nabi Yesaya” sebagai penulisnya.c (Matius 3:1-3) Pada kesempatan lain, Yesus membaca, dari sebuah gulungan, kata-kata yang sekarang kita dapati dalam Yesaya 61:1, 2. Sewaktu menceritakan hal itu, Lukas mengatakan, ”Gulungan tulisan nabi Yesaya diserahkan kepadanya.” (Lukas 4:17) Dalam suratnya kepada orang-orang Roma, Paulus merujuk kepada bagian awal dan akhir buku Yesaya, tetapi tidak sekali pun ia menyiratkan bahwa ada penulis lain selain penulis yang sama, Yesaya. (Roma 10:16, 20; 15:12) Jelaslah, orang-orang Kristen abad pertama tidak berpendapat bahwa buku Yesaya adalah hasil karya dua atau tiga penulis, atau lebih.
14. Bagaimana Gulungan-Gulungan Laut Mati memberikan titik terang mengenai penulis buku Yesaya?
14 Pertimbangkan juga apa yang diperlihatkan Gulungan Laut Mati—dokumen-dokumen kuno, yang kebanyakan ditulis sebelum zaman Yesus. Sebuah manuskrip buku Yesaya, yang dikenal sebagai Gulungan Yesaya, ditulis pada abad kedua SM, dan gulungan ini menyanggah pendapat para kritikus bahwa Deutero-Yesaya mengambil alih penulisan buku itu mulai pasal 40. Mengapa demikian? Dalam dokumen kuno ini, apa yang kita kenal sebagai pasal 40 dimulai pada baris terakhir sebuah kolom, dan kalimat pembukaan ini diselesaikan pada kolom berikutnya. Jelaslah bahwa si penyalin tidak melihat adanya pergantian penulis ataupun adanya pembagian atas buku ini di bagian tersebut.
15. Apa yang dikatakan sejarawan Yahudi abad pertama, Flavius Yosefus, tentang nubuat-nubuat Yesaya mengenai Kores?
15 Akhirnya, pertimbangkan kesaksian dari sejarawan Yahudi abad pertama, Flavius Yosefus. Ia tidak hanya menunjukkan bahwa nubuat-nubuat Yesaya mengenai Kores ditulis pada abad kedelapan SM, tetapi juga mengatakan bahwa Kores mengetahui nubuat-nubuat ini. ”Hal-hal ini diketahui Kores,” tulis Yosefus, ”melalui pembacaan buku nubuat yang ditulis Yesaya dua ratus sepuluh tahun sebelumnya.” Menurut Yosefus, pengetahuan tentang nubuat-nubuat ini bahkan mungkin turut menyebabkan Kores bersedia menyuruh orang-orang Yahudi pulang ke tanah asal mereka, karena Yosefus menulis bahwa Kores ”didesak oleh keinginan dan ambisi yang kuat untuk melakukan apa yang sudah tertulis”.—Jewish Antiquities, Buku XI, pasal 1, paragraf 2.
16. Apa yang dapat dikatakan tentang pernyataan para kritikus bahwa di bagian akhir buku Yesaya, Babilon digambarkan sebagai kuasa yang sedang berjaya?
16 Sebagaimana disebutkan sebelumnya, banyak kritikus menjelaskan bahwa dari Yesaya pasal 40 dan seterusnya, Babilon digambarkan sebagai kuasa yang sedang berjaya, dan orang-orang Israel dikatakan sudah berada dalam pembuangan. Bukankah ini menunjukkan bahwa si penulis hidup pada abad keenam SM? Belum tentu. Kenyataannya, bahkan sebelum pasal 40 dari buku Yesaya, Babilon kadang-kadang digambarkan sebagai kuasa dunia yang sedang berjaya. Misalnya, di Yesaya 13:19, Babilon disebut ”hiasan kerajaan-kerajaan” atau, menurut terjemahan Today’s English Version, ”kerajaan yang terindah di antara semua kerajaan”. Kata-kata ini jelas bersifat nubuat, karena baru lebih dari satu abad kemudian, Babilon menjadi kuasa dunia. Seorang kritikus ”mengatasi” apa yang dianggap sebagai problem ini dengan menyatakan secara sembarangan bahwa Yesaya 13 adalah hasil karya penulis lain! Namun, sebenarnya, Alkitab biasa membicarakan peristiwa di masa depan seolah-olah itu sudah terjadi. Teknik kesastraan ini menekankan kepastian digenapinya nubuat tersebut. (Penyingkapan 21:5, 6) Memang, hanya Allah dari nubuat yang benarlah yang dapat membuat pernyataan, ”Hal-hal baru akan kuberitahukan. Sebelum itu semua muncul, aku telah membuat kamu sekalian mendengarnya.”—Yesaya 42:9.
Buku Berisi Nubuat yang Andal
17. Bagaimana perubahan gaya penulisan dalam Yesaya pasal 40 dan seterusnya dapat dijelaskan?
17 Jadi, kesimpulan apa yang dapat diperoleh dari bukti yang ada? Yakni, buku Yesaya adalah hasil karya satu penulis yang terilham. Seluruh buku ini telah diteruskan selama berabad-abad dalam bentuk sebuah karya yang utuh, bukan dalam dua bagian atau lebih. Memang, ada yang mungkin mengatakan bahwa gaya penulisan buku Yesaya berubah dari pasal 40 dan seterusnya. Tetapi, ingatlah bahwa Yesaya melayani sebagai nabi Allah tidak kurang dari 46 tahun. Dapat dimengerti jika selama itu, isi beritanya dan cara ia menuturkan berita tersebut berubah. Misi yang diberikan Allah kepada Yesaya bukan semata-mata menyatakan peringatan penghukuman yang keras. Ia juga harus menyampaikan kata-kata Yehuwa, ”Hiburlah, hiburlah umatku.” (Yesaya 40:1) Umat perjanjian Allah akan benar-benar terhibur oleh janji-Nya bahwa, setelah 70 tahun di pembuangan, orang-orang Yahudi akan kembali ke tanah asal mereka.
18. Apa salah satu tema buku Yesaya yang akan dibahas publikasi ini?
18 Pembebasan orang-orang Yahudi dari penawanan Babilon menjadi tema sebagian besar pasal-pasal buku Yesaya yang dibahas dalam buku ini.d Di antara nubuat-nubuat ini, ada yang memiliki penggenapan pada zaman modern, sebagaimana yang akan kita lihat. Selain itu, kita akan menemukan nubuat-nubuat yang mendebarkan dalam buku Yesaya yang digenapi dalam kehidupan—dan kematian—satu-satunya Putra Allah yang diperanakkan. Tentu saja, banyak manfaat akan dinikmati hamba-hamba Allah dan orang-orang lain di seluas bumi yang mempelajari nubuat-nubuat penting dalam buku Yesaya ini. Nubuat-nubuat ini benar-benar merupakan terang bagi seluruh umat manusia.
-
-
Kata-Kata Nubuat Penghiburan yang Menyangkut SaudaraNubuat Yesaya—Terang bagi Seluruh Umat Manusia II
-
-
Pasal Dua
Kata-Kata Nubuat Penghiburan yang Menyangkut Saudara
1. Mengapa kita hendaknya menaruh minat pada nubuat Yesaya?
YESAYA menulis buku yang menyandang namanya hampir 3.000 tahun yang lalu, tetapi buku ini sangat berharga bagi kita dewasa ini. Kita dapat mempelajari prinsip-prinsip yang sangat penting dari peristiwa-peristiwa historis yang ditulisnya. Dan, kita dapat membangun iman kita dengan mempelajari nubuat-nubuat yang ditulisnya atas nama Yehuwa. Ya, Yesaya adalah nabi dari Allah yang hidup. Yehuwa mengilhami dia untuk mencatat sejarah di muka—melukiskan peristiwa-peristiwa sebelum semua itu terjadi. Dengan demikian, Yehuwa menunjukkan bahwa Ia dapat meramalkan dan membentuk masa depan. Setelah mempelajari buku Yesaya, orang-orang Kristen sejati yakin bahwa Yehuwa akan menggenapi semua yang telah Ia janjikan.
2. Bagaimana situasi di Yerusalem ketika Yesaya menulis buku nubuatnya, dan perubahan apa yang akan terjadi?
2 Ketika Yesaya selesai menulis nubuatnya, ancaman Asiria terhadap Yerusalem telah berlalu. Bait masih berdiri, dan orang-orang melakukan kegiatan sehari-hari seperti yang biasa mereka lakukan selama ratusan tahun. Akan tetapi, situasinya akan berubah. Waktunya akan tiba manakala kekayaan raja-raja orang Yahudi diangkut ke Babilon dan pemuda-pemuda Yahudi menjadi pejabat istana di kota itu.a (Yesaya 39:6-7) Hal ini akan terjadi lebih dari 100 tahun kemudian.—2 Raja 24:12-17; Daniel 1:19.
3. Berita apa yang terdapat di Yesaya pasal 41?
3 Namun, berita Allah melalui Yesaya bukan hanya berita penghukuman. Pasal 40 dari buku Yesaya dimulai dengan kata ”Hiburlah”.b Orang-orang Yahudi akan dihibur dengan jaminan bahwa mereka atau anak-anak mereka akan kembali ke tanah asal mereka. Pasal 41 melanjutkan berita penghiburan itu dan menubuatkan bahwa Yehuwa akan membangkitkan seorang raja yang berkuasa untuk menggenapi kehendak ilahi ini. Pasal ini menenteramkan hati dan memberikan anjuran untuk percaya kepada Allah. Pasal ini juga menyingkapkan betapa tidak berdayanya ilah-ilah palsu yang dipercayai bangsa-bangsa. Semua ini sangat menguatkan iman, baik pada zaman Yesaya maupun pada zaman kita.
Yehuwa Menantang Bangsa-Bangsa
4. Dengan kata-kata apa Yehuwa menantang bangsa-bangsa?
4 Yehuwa, melalui nabi-Nya, mengatakan, ”Perhatikanlah aku dengan senyap, hai, pulau-pulau; dan biarlah kelompok-kelompok bangsa mendapatkan kekuatan kembali. Biarlah mereka mendekat. Pada waktu itu, biarlah mereka berbicara. Mari kita bersama-sama mendekat untuk penghakiman.” (Yesaya 41:1) Dengan kata-kata ini Yehuwa menantang bangsa-bangsa yang menentang umat-Nya. Biarlah mereka berdiri di hadapan Dia dan bersiap-siap untuk berbicara! Sebagaimana terlihat nanti, Yehuwa menuntut, seolah-olah Dia adalah hakim di pengadilan, agar bangsa-bangsa ini menyediakan bukti bahwa berhala-berhala mereka benar-benar allah. Dapatkah allah-allah ini menubuatkan penyelamatan bagi para penyembah mereka atau penghakiman atas musuh-musuh mereka? Jika dapat, apakah mereka sanggup menggenapi nubuat-nubuat itu? Jawabannya, tidak. Hanya Yehuwa yang dapat melakukan hal-hal ini.
5. Jelaskan bagaimana nubuat-nubuat Yesaya memiliki lebih dari satu penggenapan.
5 Seraya kita membahas nubuat Yesaya, kita perlu ingat bahwa, sebagaimana dengan banyak nubuat Alkitab, kata-katanya memiliki lebih dari satu penggenapan. Pada tahun 607 SM, Yehuda akan pergi ke pembuangan di Babilon. Akan tetapi, nubuat Yesaya menunjukkan bahwa Yehuwa akan membebaskan orang-orang Israel yang ditawan di sana. Ini terjadi pada tahun 537 SM. Pembebasan ini ada persamaannya pada awal abad ke-20. Selama perang dunia pertama, hamba-hamba Yehuwa yang terurap di bumi melewati suatu periode kesengsaraan. Pada tahun 1918, tekanan dari dunia Setan—digerakkan oleh Susunan Kristen sebagai bagian utama Babilon Besar—membuat pekerjaan pemberitaan kabar baik yang terorganisasi nyaris terhenti. (Penyingkapan [Wahyu] 11:5-10) Beberapa anggota staf penanggung jawab Lembaga Menara Pengawal dipenjarakan berdasarkan tuduhan palsu. Dunia ini seolah-olah telah memenangkan pertempuran melawan hamba-hamba Allah. Kemudian, seperti yang terjadi pada tahun 537 SM, tanpa diduga-duga Yehuwa membebaskan mereka. Pada tahun 1919, para anggota staf yang berada di penjara dibebaskan, dan kemudian tuduhan-tuduhan terhadap mereka dicabut. Sebuah kebaktian di Cedar Point, Ohio, pada bulan September 1919, menguatkan kembali hamba-hamba Yehuwa untuk meneruskan pekerjaan pemberitaan kabar baik Kerajaan. (Penyingkapan 11:11, 12) Sejak itu, jangkauan pekerjaan pemberitaan tersebut telah meluas dengan pesat. Lagi pula, kata-kata Yesaya banyak yang akan memiliki penggenapan yang menakjubkan di bumi Firdaus kelak. Oleh karena itu, kata-kata Yesaya pada zaman dahulu menyangkut semua bangsa dan suku bangsa dewasa ini.
Seorang Pembebas Ditampilkan
6. Bagaimana sang nabi menggambarkan penakluk yang akan datang?
6 Melalui Yesaya, Yehuwa menubuatkan seorang penakluk yang akan menyelamatkan umat Allah dari Babilon dan mendatangkan hukuman atas musuh-musuh mereka. Yehuwa bertanya, ”Siapa yang membangunkan seseorang dari arah matahari terbit? Siapa yang dengan keadilbenaran memanggilnya untuk datang ke kaki-Nya, untuk memberikan bangsa-bangsa ke hadapannya, dan untuk menyuruhnya menaklukkan raja-raja? Siapa yang terus menyerahkan mereka kepada pedangnya seperti debu, sehingga mereka diterbangkan seperti tunggul padi-padian oleh busurnya? Siapa yang terus mengejar mereka, dengan tenang terus berjalan kaki melintasi jalan yang tidak ia lalui pada waktu datang? Siapa yang aktif dan melakukan hal ini, memanggil ke luar generasi-generasi dari awal mula? Aku, Yehuwa, Yang Awal; dan bagi mereka yang terakhir, aku tetap sama.”—Yesaya 41:2-4.
7. Siapakah penakluk yang akan datang itu, dan apa yang dicapainya?
7 Siapa yang akan dibangunkan dari arah matahari terbit, dari daerah timur? Negeri-negeri Media-Persia dan Elam terletak di sebelah timur Babilon. Dari sana, Kores dari Persia maju bersama bala tentaranya yang perkasa. (Yesaya 41:25; 44:28; 45:1-4, 13; 46:11) Sekalipun Kores bukan penyembah Yehuwa, ia bertindak selaras dengan kehendak Yehuwa, Allah yang adil-benar. Kores menaklukkan raja-raja, dan mereka diserakkannya bagaikan debu. Dalam upaya mengejar kemenangan, ia melintas ”dengan tenang”, atau dengan aman, di jalan-jalan yang biasanya tidak dilalui, karena ia dapat mengatasi segala rintangan. Pada tahun 539 SM, Kores sampai di kota Babilon yang sangat kuat dan menggulingkannya. Sebagai hasilnya, umat Allah dibebaskan sehingga mereka dapat pulang ke Yerusalem untuk menegakkan kembali ibadat murni.—Ezra 1:1-7.c
8. Apa yang dapat dilakukan oleh Yehuwa saja?
8 Jadi, melalui Yesaya, Yehuwa menubuatkan bangkitnya Kores jauh sebelum raja itu lahir. Hanya Allah yang benar yang dengan tepat dapat menubuatkan hal seperti itu. Tidak satu pun dari antara allah-allah palsu bangsa-bangsa yang dapat menandingi Yehuwa. Sungguh beralasan jika Yehuwa mengatakan, ”Aku tidak akan memberikan kemuliaanku kepada siapa pun.” Yehuwa sajalah yang berhak mengatakan, ”Akulah yang pertama dan akulah yang terakhir, dan tidak ada Allah selain aku.”—Yesaya 42:8; 44:6, 7.
Bangsa-Bangsa yang Ketakutan Percaya kepada Berhala
9-11. Bagaimana reaksi bangsa-bangsa terhadap gerak maju Kores?
9 Kemudian Yesaya menggambarkan reaksi bangsa-bangsa terhadap penakluk yang akan datang ini, ”Pulau-pulau melihat dan mulai takut. Ujung-ujung bumi mulai gemetar. Mereka mendekat dan terus datang. Masing-masing menolong temannya, dan yang seorang akan mengatakan kepada saudaranya, ’Jadilah kuat’. Maka perajin menguatkan perajin logam; orang yang meratakan dengan palu penempa menguatkan dia yang memalu berulang-ulang di landasan, dengan mengatakan tentang patrian, ’Itu baik’. Akhirnya orang mengokohkannya dengan paku agar itu tidak dapat digoyahkan.”—Yesaya 41:5-7.
10 Yehuwa melihat 200 tahun ke depan dan meninjau situasi dunia kelak. Bala tentara Kores yang perkasa bergerak dengan sangat cepat, menaklukkan semua yang melawannya. Bangsa-bangsa—bahkan penduduk pulau-pulau, orang-orang yang berada di tempat-tempat yang terjauh—gemetar pada waktu ia datang. Dalam ketakutan mereka bersatu melawan pribadi yang Yehuwa panggil dari arah timur untuk melaksanakan penghakiman. Mereka berupaya untuk saling mendukung, dengan mengatakan, ”Jadilah kuat.”
11 Para perajin bekerja sama membentuk ilah-ilah berhala untuk membebaskan bangsa mereka. Tukang kayu membuat sebuah rangka dari kayu, kemudian ia meminta tukang emas untuk melapisinya dengan logam, mungkin dengan emas. Pematung meratakan lempeng logam itu dengan palu dan menyukai hasil patriannya. Mungkin dengan maksud menyindir, dikatakan bahwa benda itu dikokohkan dengan paku agar tidak goyah atau kelihatan tidak kuat seperti berhala Dagon yang roboh di depan tabut Yehuwa.—1 Samuel 5:4.
Jangan Takut!
12. Bagaimana Yehuwa menenteramkan hati bangsa Israel?
12 Kemudian Yehuwa mengalihkan perhatian kepada umat-Nya. Tidak seperti bangsa-bangsa yang percaya kepada berhala-berhala yang tak bernyawa, orang-orang yang percaya kepada Allah yang benar tidak perlu takut. Yehuwa mulai menenteramkan hati mereka dengan mengingatkan bahwa Israel adalah keturunan sahabat-Nya, Abraham. Melalui kata-kata yang sangat lembut dalam ayat-ayat ini, Yesaya melaporkan kata-kata Yehuwa, ”Hai, Israel, engkau adalah hambaku, engkau, hai, Yakub, yang telah kupilih, benih Abraham, sahabatku; engkau, yang telah kuambil dari ujung-ujung bumi, dan engkau, yang telah kupanggil bahkan dari bagian-bagiannya yang paling jauh. Maka aku mengatakan kepadamu, ’Engkaulah hambaku; aku telah memilih engkau, dan aku tidak menolak engkau. Jangan takut, karena aku menyertai engkau. Jangan melihat ke sana kemari, karena akulah Allahmu. Aku akan membentengi engkau. Aku benar-benar akan menolongmu. Aku benar-benar akan terus memegangmu erat-erat dengan tangan kanan keadilbenaranku.’”—Yesaya 41:8-10.
13. Mengapa kata-kata Yehuwa merupakan penghiburan bagi orang-orang Yahudi tawanan?
13 Betapa menghiburnya kata-kata ini bagi orang-orang Yahudi yang setia yang ditawan di negeri asing! Sungguh menguatkan untuk mendengar Yehuwa menyebut mereka ”hambaku” sementara mereka berstatus orang buangan, sebagai hamba raja Babilon! (2 Tawarikh 36:20) Meskipun Yehuwa akan mendisiplin mereka karena ketidaksetiaan mereka, Ia tidak akan menolak mereka. Israel adalah milik Yehuwa, bukan milik Babilon. Hamba-hamba Allah tidak perlu gemetar pada waktu Kores datang menyerang. Yehuwa akan menyertai umat-Nya untuk membantu mereka.
14. Bagaimana kata-kata Yehuwa kepada Israel menghibur hamba-hamba Allah dewasa ini?
14 Kata-kata itu menenteramkan dan menguatkan hamba-hamba Allah bahkan sampai pada zaman kita. Pada tahun 1918, mereka sangat rindu untuk mengetahui kehendak Yehuwa bagi mereka. Mereka mendambakan pembebasan dari penawanan rohani. Dewasa ini, kita merindukan kelepasan dari berbagai tekanan yang ditimpakan ke atas kita oleh Setan, dunia ini, dan ketidaksempurnaan kita. Namun, kita bersyukur bahwa Yehuwa mengetahui dengan tepat kapan dan bagaimana Ia akan bertindak demi umat-Nya. Seperti anak kecil, kita memegang tangan-Nya yang perkasa, yakin bahwa Ia akan menolong kita untuk mengatasi berbagai tekanan itu. (Mazmur 63:7, 8) Yehuwa sangat menyayangi orang-orang yang melayani-Nya. Ia mendukung kita dewasa ini sebagaimana Ia mendukung umat-Nya melewati masa sulit pada tahun 1918-19 dan sebagaimana Ia mendukung orang-orang Israel yang setia pada zaman dahulu.
15, 16. (a) Apa yang akan terjadi atas musuh-musuh Israel, dan bagaimana Israel sama seperti seekor cacing? (b) Kata-kata Yehuwa khususnya membesarkan hati dewasa ini mengingat akan ada serangan apa?
15 Perhatikanlah apa yang Yehuwa selanjutnya katakan melalui Yesaya, ”’Lihat! Mereka semua yang panas hati terhadapmu akan menjadi malu dan direndahkan. Orang-orang yang berselisih denganmu akan menjadi tidak berarti dan akan binasa. Engkau akan mencari mereka, tetapi engkau tidak akan menemukan mereka, yaitu orang-orang yang berkelahi melawan engkau. Mereka akan menjadi seperti sesuatu yang tidak ada dan hampa, yaitu orang-orang yang berperang melawan engkau. Karena akulah Yehuwa, Allahmu, yang memegang erat tangan kananmu, Pribadi yang berfirman kepadamu, ”Jangan takut. Akulah yang akan menolong engkau.” Jangan takut, hai, si cacing Yakub, hai, orang Israel. Akulah yang akan menolong engkau,’ demikian ucapan Yehuwa, Pribadi Yang Membelimu Kembali, Pribadi Kudus Israel.”—Yesaya 41:11-14.
16 Musuh-musuh Israel tidak akan menang. Orang-orang yang panas hati terhadap Israel akan menjadi malu. Orang-orang yang berperang melawan dia akan binasa. Sekalipun orang-orang Israel tawanan tampak lemah dan tidak berdaya seperti cacing yang menggeliat-geliat dalam debu, Yehuwa akan menolong mereka. Hal ini sungguh membesarkan hati orang-orang Kristen sejati selama ”hari-hari terakhir” seraya mereka menghadapi perlawanan sengit dari banyak orang di dunia ini! (2 Timotius 3:1) Dan, betapa menguatkannya janji Yehuwa ini mengingat serangan yang akan datang dari Setan, yang disebut dalam nubuat sebagai ”Gog dari tanah Magog”! Di bawah serangan buas Gog, umat Yehuwa akan tampak tidak berdaya seperti cacing—sebuah bangsa yang ”tinggal tanpa tembok” dan bahkan tidak memiliki ”palang dan pintu”. Akan tetapi, orang-orang yang berharap pada Yehuwa tidak perlu goyah karena takut. Yang Mahakuasa sendiri akan berperang untuk membebaskan mereka.—Yehezkiel 38:2, 11, 14-16, 21-23; 2 Korintus 1:3.
Penghiburan untuk Israel
17, 18. Bagaimana Yesaya menjelaskan bahwa Israel akan diberi kekuatan, dan kita dapat yakin akan penggenapan apa?
17 Yehuwa terus menghibur umat-Nya, ”Lihat! Aku telah membuatmu menjadi papan pengirik, alat pengirik baru yang bergigi di dua sisi. Engkau akan menginjak-injak gunung-gunung dan meremukkannya; dan bukit-bukit akan kaubuat seperti sekam. Engkau akan menampi mereka, dan angin akan membawa mereka pergi, dan badai pun akan menerbangkan mereka ke berbagai arah. Tetapi engkau akan bersukacita karena Yehuwa. Karena Pribadi Kudus Israel, engkau akan memegahkan diri.”—Yesaya 41:15, 16.
18 Kekuatan akan diberikan kepada Israel untuk bertindak dan, secara rohani, menaklukkan musuh-musuh mereka yang bagaikan gunung. Pada waktu kembali dari pembuangan, Israel akan menang atas musuh-musuh yang berupaya menghentikan pembangunan kembali bait dan tembok-tembok Yerusalem. (Ezra 6:12; Nehemia 6:16) Namun, kata-kata Yehuwa akan digenapi dalam skala yang besar atas ”Israel milik Allah”. (Galatia 6:16) Yesus berjanji kepada orang-orang Kristen terurap, ”Kepada dia yang menang dan berpegang pada perbuatanku terus sampai ke akhir, aku akan memberikan wewenang atas bangsa-bangsa, dan dia akan menggembalakan orang-orang dengan tongkat besi, seperti yang aku terima dari Bapakku, sehingga mereka itu dihancurluluhkan seperti bejana tanah liat.” (Penyingkapan 2:26, 27) Pasti saatnya akan tiba manakala saudara-saudara Kristus yang dibangkitkan ke kemuliaan surgawi akan berperan serta dalam membinasakan musuh-musuh Allah Yehuwa.—2 Tesalonika 1:7, 8; Penyingkapan 20:4, 6.
19, 20. Apa yang Yesaya tulis tentang pemulihan Israel menjadi tempat yang indah, dan bagaimana hal ini digenapi?
19 Dengan bahasa kiasan, Yehuwa kemudian meneguhkan kembali janji-Nya untuk membawa kelegaan bagi umat-Nya. Yesaya menulis, ”Orang yang menderita dan orang miskin mencari air, tetapi tidak ada. Karena haus, lidah mereka menjadi kering. Aku, Yehuwa, akan menjawab mereka. Aku, Allah Israel, tidak akan meninggalkan mereka. Di atas bukit-bukit yang gundul aku akan membuat sungai-sungai memancar, demikian juga mata-mata air di tengah-tengah dataran lembah. Aku akan membuat padang belantara menjadi kolam air, dan daerah gersang menjadi sumber-sumber air. Di padang belantara aku akan menanam pohon aras, akasia, mirtel dan pohon minyak. Di padang gurun aku akan menempatkan pohon juniper, as dan juga cemara; supaya orang melihat, mengetahui, memperhatikan dan juga memahami, bahwa tangan Yehuwa-lah yang telah melakukan hal ini, dan Pribadi Kudus Israel-lah yang menciptakannya.”—Yesaya 41:17-20.
20 Sekalipun orang-orang Israel buangan tinggal di ibu kota kuasa dunia yang kaya, bagi mereka tempat itu bagaikan gurun yang gersang. Mereka merasa seperti Daud ketika ia bersembunyi dari Raja Saul. Pada tahun 537 SM, Yehuwa membuka jalan bagi mereka untuk kembali ke Yehuda dan membangun kembali bait-Nya di Yerusalem, dengan demikian memulihkan ibadat murni. Kemudian, Yehuwa memberkati mereka. Dalam nubuatnya yang belakangan, Yesaya menubuatkan, ”Yehuwa pasti akan menghibur Zion. Ia pasti akan menghibur semua tempatnya yang dihancurkan, dan ia akan membuat padang belantaranya menjadi seperti Eden dan padang gurunnya seperti taman Yehuwa.” (Yesaya 51:3) Hal ini benar-benar terjadi setelah orang-orang Yahudi kembali ke tanah asal mereka.
21. Pemulihan apa yang terjadi pada zaman modern, dan apa yang akan terjadi di masa depan?
21 Hal yang sama terjadi pada zaman modern ketika Kores yang Lebih Besar, Yesus Kristus, membebaskan para pengikutnya yang terurap dari penawanan rohani sehingga mereka dapat mengupayakan pemulihan ibadat murni. Orang-orang yang setia ini menerima berkat berupa firdaus rohani yang kaya, suatu taman Eden kiasan. (Yesaya 11:6-9; 35:1-7) Tidak lama lagi, pada waktu Allah membinasakan musuh-musuh-Nya, seluruh bumi akan diubah menjadi firdaus jasmani, sebagaimana yang Yesus janjikan kepada penjahat di tiang siksaan.—Lukas 23:43.
Tantangan kepada Musuh-Musuh Israel
22. Dengan kata-kata apa Yehuwa kembali menantang bangsa-bangsa?
22 Kemudian Yehuwa kembali ke persengketaan-Nya dengan bangsa-bangsa dan ilah-ilah berhala mereka, ”’Ajukan perkaramu yang dipersengketakan,’ kata Yehuwa. ’Ajukan argumen-argumenmu,’ kata Raja atas Yakub. ’Ajukan dan beri tahu kami hal-hal yang akan terjadi. Hal-hal yang pertama—apa saja hal-hal itu—beri tahukanlah, agar kami mencamkannya dalam hati dan mengetahui masa depan dari itu semua. Atau buatlah kami mendengar tentang hal-hal yang akan datang. Beri tahukanlah hal-hal yang akan datang setelah itu, agar kami tahu bahwa kamu adalah allah. Ya, lakukanlah apa yang baik atau apa yang buruk, agar kami dapat menatapnya dan juga melihatnya. Lihat! Kamu adalah sesuatu yang tidak ada, dan hasil pekerjaanmu hampa. Siapa pun yang memilihmu memuakkan.’” (Yesaya 41:21-24) Apakah allah-allah bangsa-bangsa dapat bernubuat dengan tepat sehingga dapat membuktikan bahwa mereka memiliki pengetahuan adikodrati? Kalau mereka memang sanggup, pasti ada hasilnya, entah baik atau buruk, untuk mendukung pernyataan mereka. Namun kenyataannya, ilah-ilah berhala tidak dapat menghasilkan apa-apa; mereka seperti sesuatu yang tidak ada.
23. Mengapa Yehuwa, melalui nabi-nabi-Nya, terus mengutuk berhala-berhala?
23 Pada zaman kita, mungkin ada yang bertanya-tanya mengapa Yehuwa, melalui Yesaya dan nabi-nabi lain, menghabiskan begitu banyak waktu untuk menyatakan betapa bodohnya penyembahan berhala itu. Kesia-siaan berhala-berhala buatan manusia sudah jelas di mata banyak orang dewasa ini. Akan tetapi, bila sebuah sistem kepercayaan palsu sudah mapan dan diterima di mana-mana, sulitlah untuk mencabutnya dari pikiran para penganutnya. Banyak kepercayaan modern sama tidak masuk akalnya dengan kepercayaan bahwa patung-patung yang tak bernyawa adalah benar-benar allah. Namun, orang-orang berpaut pada kepercayaan-kepercayaan seperti itu sekalipun banyak argumen kuat yang menentangnya. Setelah berkali-kali mendengar kebenaran, barulah beberapa orang tergerak untuk melihat betapa berhikmatnya percaya kepada Yehuwa.
24, 25. Bagaimana Yehuwa kembali menyebut nama Kores, dan hal ini mengingatkan kita tentang nubuat lain apa?
24 Yehuwa kembali menyebut nama Kores, ”Aku telah membangkitkan seseorang dari utara, dan ia akan datang. Dari arah terbitnya matahari ia akan berseru kepada namaku. Ia akan mendatangi wakil-wakil penguasa seakan-akan mereka adalah tanah liat dan ia akan menjadi seperti tukang tembikar yang menginjak-injak bahan yang basah.” (Yesaya 41:25)d Berbeda dengan allah-allah bangsa-bangsa, Yehuwa dapat mencapai banyak hal. Pada waktu membawa Kores dari timur, dari ”arah terbitnya matahari”, Allah akan mempertunjukkan kesanggupan-Nya untuk meramalkan dan kemudian membentuk masa depan untuk menggenapi ramalan-Nya.
25 Kata-kata ini mengingatkan kita kepada uraian nubuat rasul Yohanes mengenai raja-raja yang akan bangkit untuk bertindak pada zaman kita. Di Penyingkapan 16:12, kita membaca bahwa jalan akan disiapkan ”bagi raja-raja yang datang dari arah terbitnya matahari”. Raja-raja ini tidak lain adalah Allah Yehuwa dan Yesus Kristus. Sebagaimana Kores membebaskan umat Allah dahulu, raja-raja yang jauh lebih perkasa ini akan memusnahkan musuh-musuh Yehuwa dan menuntun umat-Nya melalui kesengsaraan besar untuk memasuki dunia baru keadilbenaran.—Mazmur 2:8, 9; 2 Petrus 3:13; Penyingkapan 7:14-17.
Yehuwa Adalah yang Paling Hebat!
26. Pertanyaan apa yang kemudian Yehuwa ajukan, dan apakah itu dijawab?
26 Sekali lagi, Yehuwa memberitakan kebenaran bahwa Ia sajalah Allah yang benar. Ia bertanya, ”Siapa yang memberitahukan sesuatu dari permulaan, sehingga kami mengetahuinya, atau sejak masa lampau, sehingga kami mengatakan ’Ia benar’? Sesungguhnya tidak ada yang memberi tahu. Tidak ada yang membuat orang mendengarnya. Tidak ada yang mendengar perkataan apa pun darimu.” (Yesaya 41:26) Tidak ada ilah berhala yang mengumumkan kedatangan seorang penakluk untuk membebaskan orang-orang yang percaya kepada ilah tersebut. Allah-allah semacam itu tidak bernyawa, bisu. Mereka sama sekali bukan allah.
27, 28. Kebenaran penting apa ditandaskan dalam ayat-ayat penutup Yesaya 41, dan hanya siapa yang mengumumkannya?
27 Setelah melaporkan kata-kata nubuat Yehuwa yang menggemparkan ini, Yesaya menandaskan suatu kebenaran yang penting, ”Yang pertama mengatakan kepada Zion, ’Lihat! Itu mereka!’ dan kepada Yerusalem aku akan memberikan pembawa kabar baik. Aku terus melihat, dan tidak ada seorang pun; dan dari semua ini juga tidak ada yang memberi nasihat. Aku terus bertanya kepada mereka, agar mereka memberi jawaban. Lihat! Mereka semua adalah sesuatu yang tidak ada. Pekerjaan mereka hampa. Patung-patung tuangan mereka adalah angin dan kesia-siaan.”—Yesaya 41:27-29.
28 Yehuwa-lah yang terunggul. Dia yang paling hebat! Dia adalah Allah yang benar, yang mengumumkan kebebasan umat-Nya, membawa kabar baik kepada mereka. Dan, hanya Saksi-Saksi-Nya yang mengumumkan kebesaran-Nya kepada bangsa-bangsa. Dengan nada mencemooh, Yehuwa mengecam orang-orang yang percaya akan penyembahan berhala, menganggap berhala-berhala mereka seperti ”angin dan kesia-siaan”. Sungguh suatu alasan yang kuat untuk berpaut pada Allah yang benar! Hanya Yehuwa yang layak mendapat kepercayaan kita.
[Catatan Kaki]
c Kores yang Lebih Besar, yang pada tahun 1919 membebaskan ”Israel milik Allah” dari penawanan rohani, tidak lain adalah Yesus Kristus, yang bertakhta sebagai Raja Kerajaan surgawi Allah sejak tahun 1914.—Galatia 6:16.
d Sekalipun tanah asal Kores terletak di sebelah timur Babilon, ketika ia mengadakan serangan terakhir terhadap kota itu, ia datang dari utara, dari Asia Kecil.
[Gambar di hlm. 19]
Kores, meskipun ia seorang kafir, dipilih untuk melakukan pekerjaan Allah
[Gambar di hlm. 21]
Bangsa-bangsa percaya kepada berhala-berhala yang tak bernyawa
[Gambar di hlm. 27]
Israel, seperti ”papan pengirik”, akan ’meremukkan gunung-gunung’
-
-
”Orang Pilihanku, kepadanyalah Jiwaku Berkenan!”Nubuat Yesaya—Terang bagi Seluruh Umat Manusia II
-
-
Pasal Tiga
”Orang Pilihanku, kepadanyalah Jiwaku Berkenan!”
1, 2. Mengapa buku Yesaya pasal 42 menarik minat orang-orang Kristen dewasa ini?
”’KAMULAH saksi-saksiku,’ demikian ucapan Yehuwa, ’hambaku yang telah kupilih.’” (Yesaya 43:10) Pernyataan yang dibuat Yehuwa ini, yang dicatat oleh nabi Yesaya pada abad kedelapan SM, menunjukkan bahwa umat perjanjian Yehuwa pada zaman dahulu merupakan suatu bangsa saksi-saksi. Mereka adalah hamba pilihan Allah. Kira-kira 2.600 tahun kemudian, pada tahun 1931, orang-orang Kristen terurap menyatakan di depan umum bahwa kata-kata ini berlaku bagi mereka. Mereka menggunakan nama Saksi-Saksi Yehuwa dan dengan sepenuh hati menerima berbagai tanggung jawab sebagai hamba Allah di bumi.
2 Saksi-Saksi Yehuwa sungguh-sungguh berhasrat untuk menyenangkan Allah. Oleh karena itu, pasal 42 dari buku Yesaya sangat menarik minat mereka, karena pasal itu memberikan gambaran tentang seorang hamba yang diperkenan Yehuwa dan tentang hamba lain yang ditolak-Nya. Dengan merenungkan nubuat ini serta penggenapannya, kita dapat memahami apa yang mendatangkan perkenan Allah dan apa yang mengakibatkan Ia tidak senang.
”Aku Telah Menaruh Rohku dalam Dirinya”
3. Apa yang Yehuwa nubuatkan melalui Yesaya mengenai ”hambaku”?
3 Melalui Yesaya, Yehuwa menubuatkan kedatangan seorang hamba pilihan-Nya sendiri, ”Lihat! Hambaku, yang terus kupegang erat! Orang pilihanku, kepadanyalah jiwaku berkenan! Aku telah menaruh rohku dalam dirinya. Keadilan bagi bangsa-bangsa, itulah yang akan dihasilkannya. Ia tidak akan berteriak atau berseru, dan di jalan ia tidak akan memperdengarkan suaranya. Buluh yang remuk tidak akan ia patahkan; dan mengenai sumbu rami yang redup, ia tidak akan memadamkannya. Dengan kebenaran ia akan menghasilkan keadilan. Ia tidak akan menjadi redup ataupun diremukkan sampai ia menegakkan keadilan di bumi; dan pulau-pulau akan terus menantikan hukumnya.”—Yesaya 42:1-4.
4. Siapakah ’orang pilihan’ yang dinubuatkan, dan bagaimana kita mengetahuinya?
4 Siapakah Hamba yang disebutkan di sini? Kita tidak dibiarkan dalam keraguan. Kata-kata ini dikutip dalam Injil Matius dan diterapkan pada diri Yesus Kristus. (Matius 12:15-21) Yesus adalah Hamba yang dikasihi, ’orang pilihan’. Kapan Yehuwa menaruh roh-Nya ke atas Yesus? Pada tahun 29 M, sewaktu Yesus dibaptis. Catatan terilham itu menguraikan pembaptisan tersebut dan mengatakan bahwa setelah Yesus keluar dari air, ”langit terbuka dan roh kudus dalam bentuk jasmani seperti seekor merpati turun ke atasnya, dan suatu suara keluar dari langit, ’Engkaulah Putraku, yang kukasihi; aku berkenan kepadamu’”. Dengan cara ini, Yehuwa secara pribadi mengidentifikasi Hamba-Nya yang dikasihi. Pelayanan Yesus selanjutnya dan mukjizat-mukjizat yang ia lakukan membuktikan bahwa roh Yehuwa memang ada padanya.—Lukas 3:21, 22; 4:14-21; Matius 3:16, 17.
’Ia Akan Menghasilkan Keadilan bagi Bangsa-Bangsa’
5. Mengapa keadilan perlu dijelaskan pada abad pertama M?
5 Orang Pilihan Yehuwa akan ”menghasilkan”, atau menyatakan, keadilan sejati. ”Apa keadilan itu akan dibuatnya jelas bagi bangsa-bangsa.” (Matius 12:18) Hal ini benar-benar dibutuhkan pada abad pertama M! Para pemimpin agama Yahudi mengajarkan pandangan yang menyimpang tentang keadilan dan keadilbenaran. Mereka berupaya menjadi adil-benar dengan mengikuti kaidah hukum yang kaku—kebanyakan adalah rekaan mereka sendiri. Peradilan mereka tidak lentuk, tidak mengenal belas kasihan maupun keibaan hati.
6. Dengan cara apa saja Yesus menyatakan keadilan yang sejati?
6 Sebaliknya, Yesus menyingkapkan pandangan Allah tentang keadilan. Melalui ajaran dan cara hidupnya, Yesus menunjukkan bahwa keadilan sejati itu beriba hati dan berbelaskasihan. Perhatikanlah Khotbah di Gunung yang terkenal itu. (Matius, pasal 5-7) Yesus sungguh terampil dalam memberikan penjelasan tentang bagaimana keadilan dan keadilbenaran harus dipraktekkan! Pada waktu kita membaca catatan Injil, tidakkah kita tersentuh oleh keibaan hati yang Yesus perlihatkan kepada orang-orang yang miskin dan menderita? (Matius 20:34; Markus 1:41; 6:34; Lukas 7:13) Ia menyampaikan berita penghiburannya kepada banyak orang yang seperti buluh yang memar, bengkok dan terempas. Mereka bagaikan sumbu rami yang redup, cahaya terakhir kehidupan mereka hampir padam. Yesus tidak mematahkan ”buluh yang remuk” ataupun memadamkan ”sumbu rami yang redup”. Sebaliknya, kata-kata dan tindakannya yang penuh kasih serta keibaan hati membesarkan hati orang-orang yang tidak berdaya.—Matius 11:28-30.
7. Mengapa nubuat itu mengatakan bahwa Yesus ’tidak akan berteriak atau berseru di jalan’?
7 Namun, mengapa nubuat itu mengatakan bahwa Yesus ’tidak akan berteriak atau berseru, dan ia tidak akan memperdengarkan suaranya di jalan’? Karena ia tidak menonjolkan diri seperti banyak orang pada zamannya. (Matius 6:5) Sewaktu menyembuhkan seorang penderita kusta, ia mengatakan kepada pria yang baru disembuhkan itu, ”Perhatikan agar engkau tidak memberitahukan apa-apa kepada siapa pun.” (Markus 1:40-44) Yesus tidak mencari ketenaran dan tidak ingin orang-orang mengambil kesimpulan berdasarkan laporan orang lain; sebaliknya, ia ingin agar mereka memahami sendiri berdasarkan bukti-bukti yang kuat bahwa ia adalah sang Kristus, Hamba Yehuwa yang terurap.
8. (a) Bagaimana Yesus menyatakan ”keadilan bagi bangsa-bangsa”? (b) Apa yang diajarkan mengenai keadilan melalui perumpamaan Yesus tentang orang Samaria yang baik hati?
8 Sang Hamba Pilihan harus menyatakan ”keadilan bagi bangsa-bangsa”. Itulah yang Yesus lakukan. Selain menandaskan bahwa keadilan ilahi bercirikan keibaan hati, Yesus mengajarkan bahwa keadilan ilahi seharusnya berlaku bagi semua orang. Pada suatu peristiwa, Yesus mengingatkan seorang pria yang ahli dalam Hukum bahwa ia harus mengasihi Allah dan sesamanya. Pria ini bertanya kepada Yesus, ”Siapa sesungguhnya sesamaku?” Mungkin pria tersebut mengira bahwa Yesus akan menjawab, ”Rekanmu sesama Yahudi.” Tetapi, Yesus menceritakan perumpamaan tentang orang Samaria yang baik hati. Dalam perumpamaan itu, seorang Samaria membantu pria yang diserang para perampok sedangkan seorang Lewi dan seorang imam tidak mau membantu. Si penanya harus mengakui bahwa dalam peristiwa itu, yang dapat disebut sebagai sesama adalah orang Samaria yang dipandang hina itu, bukan orang Lewi atau imam tersebut. Yesus mengakhiri perumpamaannya dengan nasihat, ”Engkau sendiri lakukanlah yang sama.”—Lukas 10:25-37; Imamat 19:18.
”Ia Tidak Akan Menjadi Redup ataupun Diremukkan”
9. Bagaimana pengertian tentang hakikat keadilan yang sejati mempengaruhi kita?
9 Karena Yesus menjelaskan hakikat keadilan sejati, murid-muridnya pun belajar mempertunjukkan sifat ini. Demikian juga kita. Pertama-tama, kita perlu menerima standar-standar Allah tentang yang baik dan buruk, sebab Ia berhak untuk menentukan apa yang adil dan adil-benar. Seraya kita berjuang untuk melakukan segala sesuatu menurut cara Yehuwa, tingkah laku kita yang benar akan dengan jelas memperlihatkan apa keadilan sejati yang sesungguhnya.—1 Petrus 2:12.
10. Mengapa untuk mempertunjukkan keadilan, kita juga perlu ikut serta dalam pekerjaan pengabaran dan pengajaran?
10 Kita juga mempertunjukkan keadilan sejati pada waktu kita dengan rajin ikut serta dalam kegiatan pengabaran dan pengajaran. Yehuwa dengan murah hati memberikan pengetahuan yang menyelamatkan kehidupan mengenai diri-Nya, Putra-Nya, dan maksud-tujuan-Nya. (Yohanes 17:3) Tidaklah benar ataupun adil bila kita menyimpan pengetahuan itu untuk diri sendiri saja. ”Jangan menahan kebaikan dari orang yang berhak atasnya, apabila engkau memiliki kuasa untuk melakukannya,” kata Salomo. (Amsal 3:27) Marilah kita dengan sepenuh hati membagikan apa yang kita ketahui tentang Allah kepada semua orang, tidak soal latar belakang ras, etnik, atau kebangsaan mereka.—Kisah 10:34, 35.
11. Bagaimana hendaknya kita meniru cara Yesus memperlakukan orang lain?
11 Selanjutnya, seorang Kristen sejati meniru cara Yesus memperlakukan orang lain. Dewasa ini banyak orang yang membutuhkan belas kasihan dan dukungan moril dalam menghadapi problem-problem yang mematahkan semangat. Bahkan ada orang-orang Kristen berbakti yang babak belur oleh keadaan sehingga mereka menyerupai buluh yang remuk atau sumbu rami yang redup. Bukankah mereka membutuhkan dukungan kita? (Lukas 22:32; Kisah 11:23) Betapa menyegarkan untuk menjadi bagian dari persekutuan orang-orang Kristen sejati, yang berupaya meniru Yesus dalam menjalankan keadilan!
12. Mengapa kita dapat yakin bahwa keadilan bagi semua orang akan segera menjadi kenyataan?
12 Apakah keadilan akan pernah terwujud bagi semua orang? Ya, tentu saja. Orang Pilihan Yehuwa ”tidak akan menjadi redup ataupun diremukkan sampai ia menegakkan keadilan di bumi”. Tak lama lagi Raja yang sudah ditakhtakan, Yesus Kristus yang sudah dibangkitkan, akan ”melakukan pembalasan atas orang-orang yang tidak mengenal Allah”. (2 Tesalonika 1:6-9; Penyingkapan 16:14-16) Pemerintahan manusia akan digantikan oleh Kerajaan Allah. Keadilan dan keadilbenaran akan berlimpah. (Amsal 2:21, 22; Yesaya 11:3-5; Daniel 2:44; 2 Petrus 3:13) Dengan penuh kerinduan, hamba-hamba Yehuwa di mana-mana—bahkan di ”pulau-pulau” atau tempat-tempat terpencil—menantikan hari itu.
’Aku Akan Memberikan Dia sebagai Terang bagi Bangsa-Bangsa’
13. Apa yang dinubuatkan Yehuwa mengenai Hamba Pilihan-Nya?
13 Yesaya melanjutkan, ”Inilah firman dari Allah yang benar, Yehuwa, Pencipta langit dan Pribadi Agung yang membentangkannya; Pribadi yang menghamparkan bumi serta hasilnya, Pribadi yang memberikan napas kepada orang-orang yang ada di atasnya, dan daya kehidupan kepada mereka yang berjalan di sana.” (Yesaya 42:5) Benar-benar suatu gambaran yang hidup tentang Yehuwa, Sang Pencipta! Pengingat tentang keperkasaan Yehuwa ini membuat ucapan-Nya sangat berbobot. Yehuwa mengatakan, ”Aku, Yehuwa, telah memanggil engkau dengan keadilbenaran, lalu aku memegang tanganmu. Aku akan melindungi engkau dan memberikan engkau sebagai perjanjian bagi orang-orang, sebagai terang bagi bangsa-bangsa, agar engkau membuka mata yang buta, mengeluarkan tahanan dari penjara bawah tanah, dan mengeluarkan dari rumah tahanan, orang-orang yang duduk dalam kegelapan.”—Yesaya 42:6, 7.
14. (a) Apa artinya Yehuwa memegang tangan Hamba-Nya yang diperkenan? (b) Apa peranan Hamba Pilihan itu?
14 Sang Pencipta Agung alam semesta, Pemberi dan Pemelihara kehidupan, memegang tangan Hamba Pilihan-Nya dan berjanji untuk terus mendukung dia sepenuhnya. Hal ini sangat menenteramkan hati! Selain itu, Yehuwa menjaga keselamatannya agar dapat menyerahkan dia sebagai ”perjanjian bagi orang-orang”. Perjanjian adalah kontrak, ikrar yang khidmat. Hal ini merupakan ketetapan yang pasti. Ya, Yehuwa telah menjadikan Hamba-Nya sebagai ”janji setia kepada orang-orang”.—An American Translation.
15, 16. Dengan cara bagaimana Yesus menjadi ”terang bagi bangsa-bangsa”?
15 Sebagai ”terang bagi bangsa-bangsa”, Hamba yang dijanjikan itu akan membuka ”mata yang buta” dan membebaskan ”orang-orang yang duduk dalam kegelapan”. Itulah yang Yesus lakukan. Dengan memberikan kesaksian tentang kebenaran, Yesus memuliakan nama Bapak surgawinya. (Yohanes 17:4, 6) Ia membeberkan kepalsuan keagamaan, memberitakan kabar baik Kerajaan, dan menyediakan kebebasan rohani bagi orang-orang yang ditawan dalam belenggu keagamaan. (Matius 15:3-9; Lukas 4:43; Yohanes 18:37) Ia memberikan peringatan tentang perbuatan-perbuatan kegelapan dan menelanjangi Setan sebagai ”bapak dusta” dan ”penguasa dunia ini”.—Yohanes 3:19-21; 8:44; 16:11.
16 Yesus mengatakan, ”Akulah terang dunia.” (Yohanes 8:12) Ia membuktikan itu dengan cara yang luar biasa ketika ia memberikan kehidupan manusianya yang sempurna sebagai tebusan. Dengan demikian, ia membuka jalan bagi orang-orang yang memperlihatkan iman untuk memperoleh pengampunan dosa, hubungan yang diperkenan dengan Allah, dan prospek kehidupan kekal. (Matius 20:28; Yohanes 3:16) Dengan menjalankan pengabdian saleh yang sempurna selama hidupnya, Yesus menjunjung kedaulatan Yehuwa dan membuktikan si Iblis pendusta. Yesus benar-benar pemberi penglihatan bagi orang-orang buta dan pembebas bagi yang ditawan dalam kegelapan rohani.
17. Dengan cara apa saja kita menjadi pembawa terang?
17 Dalam Khotbah di Gunung, Yesus memberi tahu murid-muridnya, ”Kamu adalah terang dunia.” (Matius 5:14) Bukankah kita juga adalah pembawa terang? Melalui cara hidup dan pekerjaan pengabaran, kita mempunyai hak istimewa untuk mengarahkan orang lain kepada Yehuwa, Sumber penerangan sejati. Seperti Yesus, kita memberitahukan nama Yehuwa, menjunjung kedaulatan-Nya, dan mengumumkan Kerajaan-Nya sebagai satu-satunya harapan bagi umat manusia. Selanjutnya, sebagai pembawa terang, kita menyingkapkan kepalsuan keagamaan, memberikan peringatan tentang perbuatan-perbuatan najis yang berasal dari kegelapan, dan menelanjangi Setan, si fasik.—Kisah 1:8; 1 Yohanes 5:19.
”Nyanyikanlah Nyanyian Baru bagi Yehuwa”
18. Apa yang diberitahukan Yehuwa kepada umat-Nya?
18 Kemudian Yehuwa memalingkan perhatian-Nya kepada umat-Nya, dengan mengatakan, ”Akulah Yehuwa. Itulah namaku; dan aku tidak akan memberikan kemuliaanku kepada siapa pun, ataupun pujian bagiku kepada patung ukiran. Hal-hal pertama—sekarang telah terjadi, tetapi hal-hal baru akan kuberitahukan. Sebelum itu semua muncul, aku telah membuat kamu sekalian mendengarnya.” (Yesaya 42:8, 9) Nubuat mengenai ”hambaku” diucapkan, bukan oleh allah-allah yang tidak bernilai melainkan oleh satu-satunya Allah yang hidup dan benar. Nubuat itu pasti menjadi kenyataan, dan memang demikian. Allah Yehuwa adalah Sumber hal-hal baru, dan Ia memberi tahu umat-Nya sebelum semua hal itu terjadi. Bagaimana hendaknya tanggapan kita?
19, 20. (a) Nyanyian apa yang harus dinyanyikan? (b) Dewasa ini, siapa yang sedang menyanyikan nyanyian pujian bagi Yehuwa?
19 Yesaya menulis, ”Nyanyikanlah nyanyian baru bagi Yehuwa, pujian baginya dari ujung bumi, hai, kamu sekalian yang akan turun ke laut dan kepada isinya, hai, pulau-pulau dan kamu yang mendiaminya. Biarlah padang belantara dan kota-kotanya bersorak, permukiman yang didiami Kedar. Biarlah penduduk tebing batu bersorak dengan sukacita. Dari puncak gunung-gunung, biarlah orang berseru-seru. Biarlah mereka mengakui kemuliaan Yehuwa, dan di pulau-pulau, biarlah mereka memberitakan pujian baginya.”—Yesaya 42:10-12.
20 Penduduk yang tinggal di kota-kota, di desa-desa padang belantara, di pulau-pulau, bahkan di ”Kedar”, atau perkemahan di gurun—orang-orang di mana-mana—didesak untuk menyanyikan nyanyian pujian bagi Yehuwa. Sungguh mendebarkan untuk melihat jutaan orang pada zaman kita menanggapi imbauan dalam nubuat ini! Mereka menyambut kebenaran Firman Allah dan mengakui Yehuwa sebagai Allah mereka. Umat Yehuwa sedang menyanyikan nyanyian baru ini—mengakui kemuliaan Yehuwa—di lebih dari 230 negeri. Sungguh mendebarkan untuk turut bernyanyi dalam paduan suara multibudaya, multibahasa, dan multiras ini!
21. Mengapa musuh-musuh umat Allah tidak dapat berhasil menghentikan nyanyian pujian bagi Yehuwa?
21 Dapatkah para penentang melawan Allah dan menghentikan nyanyian pujian ini? Tidak mungkin! ”Seperti orang yang perkasa, Yehuwa akan tampil. Seperti pejuang, ia akan membangunkan gairahnya. Ia akan berteriak, ya, ia akan meneriakkan pekik perang; ia akan memperlihatkan bahwa dirinya lebih perkasa daripada musuh-musuhnya.” (Yesaya 42:13) Kekuatan apa yang dapat melawan Yehuwa? Sekitar 3.500 tahun yang lalu, nabi Musa dan putra-putra Israel menyanyikan, ”Yehuwa adalah prajurit yang gagah perkasa. Yehuwa, itulah namanya. Kereta-kereta Firaun dan pasukan militernya ia lemparkan ke laut, dan pejuang-pejuang pilihannya ditenggelamkan dalam Laut Merah.” (Keluaran 15:3, 4) Yehuwa menang atas pasukan militer yang paling kuat pada masa itu. Tidak ada musuh umat Allah yang dapat berhasil bila Yehuwa maju sebagai pejuang yang perkasa.
”Aku Berdiam Diri untuk Waktu yang Lama”
22, 23. Mengapa Yehuwa ”berdiam diri untuk waktu yang lama”?
22 Yehuwa tidak berat sebelah dan adil, bahkan pada waktu menghukum musuh-musuh-Nya. Ia mengatakan, ”Aku berdiam diri untuk waktu yang lama. Aku terus diam. Aku terus mengendalikan diri. Seperti seorang wanita yang sedang melahirkan, aku akan mengerang, terengah-engah, dan juga tersengal-sengal. Aku akan menghancurkan gunung-gunung dan bukit-bukit, dan tumbuh-tumbuhannya akan kubuat kering. Aku akan mengubah sungai-sungai menjadi pulau-pulau, dan kolam-kolam akan kubuat kering.”—Yesaya 42:14, 15.
23 Sebelum mengambil tindakan hukum, Yehuwa membiarkan waktu berlalu agar para pelaku kesalahan mendapat kesempatan untuk berpaling dari jalan-jalan mereka yang jahat. (Yeremia 18:7-10; 2 Petrus 3:9) Coba pikirkan kasus orang-orang Babilon, yang, sebagai kuasa dunia utama, menelantarkan Yerusalem pada tahun 607 SM. Yehuwa mengizinkan hal ini terjadi untuk mendisiplin orang Israel karena ketidaksetiaan mereka. Namun, orang Babilon tidak menyadari peranan yang sedang mereka jalankan. Mereka memperlakukan umat Allah jauh melebihi tuntutan penghakiman Allah. (Yesaya 47:6, 7; Zakharia 1:15) Betapa sakitnya Allah yang benar melihat umat-Nya menderita! Namun, Ia menahan diri untuk bertindak sampai tiba waktu yang Ia tentukan. Pada waktu itu, Ia mengerahkan upaya—bagaikan seorang wanita yang sedang melahirkan—untuk membebaskan umat perjanjian-Nya dan menjadikan mereka bangsa yang merdeka. Untuk mencapai hal ini, pada tahun 539 SM, Ia menghancurkan dan memusnahkan Babilon serta pertahanannya.
24. Prospek apa yang Yehuwa buka bagi umat-Nya, Israel?
24 Setelah puluhan tahun berada di pembuangan, sungguh menggetarkan bagi umat Allah ketika akhirnya jalan pulang terbuka kembali bagi mereka! (2 Tawarikh 36:22, 23) Mereka pasti senang karena mengalami penggenapan janji Yehuwa, ”Aku akan membuat orang-orang buta berjalan melewati jalan yang tidak mereka kenal; aku akan menyebabkan mereka menapaki jalan raya yang tidak mereka kenal. Aku akan mengubah tempat gelap di hadapan mereka menjadi terang, dan daerah yang berlekak-lekuk menjadi tanah datar. Inilah hal-hal yang akan kulakukan bagi mereka, dan aku tidak akan meninggalkan mereka.”—Yesaya 42:16.
25. (a) Tentang apa umat Yehuwa dewasa ini dapat merasa pasti? (b) Apa hendaknya tekad kita?
25 Bagaimana penerapan kata-kata ini pada zaman kita? Nah, sudah lama—berabad-abad—Yehuwa membiarkan bangsa-bangsa berjalan sekehendak hati mereka. Akan tetapi, waktu yang ditentukan oleh-Nya untuk menyelesaikan segala perkara sudah dekat. Pada zaman modern ini, Ia telah membangkitkan suatu umat untuk memberikan kesaksian tentang nama-Nya. Dengan menyingkirkan tentangan apa pun yang menghalangi mereka, Ia telah meratakan jalan mereka untuk beribadat kepada-Nya ”dengan roh dan kebenaran”. (Yohanes 4:24) Ia berjanji, ”Aku tidak akan meninggalkan mereka,” dan Ia menepati janji-Nya. Bagaimana dengan orang-orang yang berkukuh dalam ibadat kepada ilah-ilah palsu? Yehuwa mengatakan, ”Mereka akan dibuat berbalik, mereka akan menjadi sangat malu, yaitu mereka yang menaruh kepercayaan kepada patung pahatan, mereka yang mengatakan kepada patung tuangan, ’Kamulah allah-allah kami.’” (Yesaya 42:17) Sangat penting bagi kita untuk tetap setia kepada Yehuwa, seperti yang dilakukan Orang Pilihan-Nya!
’Hamba yang Tuli dan Buta’
26, 27. Bagaimana Israel terbukti sebagai ’hamba yang tuli dan buta’, dan apa saja akibatnya?
26 Hamba Pilihan Allah, Yesus Kristus, tetap setia sampai mati. Namun umat Yehuwa, Israel, ternyata adalah hamba yang tidak setia, tuli dan buta dalam arti rohani. Pada waktu berbicara kepada mereka, Yehuwa mengatakan, ”Dengarlah, hai, orang-orang tuli; pandanglah dan lihatlah, hai, orang-orang buta. Siapakah yang buta, jika bukan hambaku, dan siapakah yang tuli seperti utusan yang kukirim? Siapakah yang buta seperti orang yang diberi upah, atau yang buta seperti hamba Yehuwa? Ini adalah soal melihat banyak hal, tetapi engkau tidak terus memperhatikan. Ini adalah soal membuka telinga, tetapi engkau tidak terus mendengarkan. Demi keadilbenarannya, Yehuwa senang mengagungkan hukum dan membuatnya hebat.”—Yesaya 42:18-21.
27 Kegagalan Israel patut disesalkan! Rakyatnya berkali-kali jatuh dan beribadat kepada ilah-ilah hantu bangsa-bangsa. Berulang-ulang, Yehuwa mengirimkan utusan-utusan-Nya, tetapi umat-Nya tidak menghiraukan mereka. (2 Tawarikh 36:14-16) Yesaya menubuatkan akibat-akibatnya, ”Ini adalah bangsa yang dirampok dan dijarah, mereka semua terperangkap dalam lubang-lubang, dan mereka terus disembunyikan dalam rumah-rumah tahanan. Mereka akan menjadi sasaran perampasan tanpa ada yang membebaskan, menjadi sasaran penjarahan tanpa ada orang yang akan mengatakan, ’Kembalikan!’ Siapakah dari antara kamu yang akan memberi telinga kepada hal ini? Siapa yang akan memperhatikan dan mendengarkan pada masa yang kemudian? Siapa yang memberikan Yakub untuk dijarah semata, dan Israel kepada para perampas? Bukankah itu Yehuwa, Pribadi yang terhadapnya kita telah berbuat dosa, dan yang jalan-jalannya tidak mereka tempuh dan yang hukum-hukumnya tidak mereka dengarkan? Maka Ia terus mencurahkan murkanya, kemarahannya, dan kekuatan perang ke atasnya. Hal itu terus memakannya sampai habis; tapi ia tidak memperhatikan; dan hal itu terus berkobar terhadapnya, tapi ia tidak mencamkan apa pun dalam hatinya.”—Yesaya 42:22-25.
28. (a) Apa yang dapat kita pelajari dari pengalaman penduduk Yehuda? (b) Bagaimana caranya kita mencari perkenan Yehuwa?
28 Karena ketidaksetiaan penduduknya, Yehuwa mengizinkan negeri Yehuda dirampok dan dijarah pada tahun 607 SM. Orang Babilon membakar bait Yehuwa, menelantarkan Yerusalem, dan menawan orang-orang Yahudi. (2 Tawarikh 36:17-21) Semoga kita mengingat contoh peringatan ini dan tidak pernah menutup telinga terhadap petunjuk-petunjuk Yehuwa atau menutup mata terhadap Firman-Nya yang tertulis. Sebaliknya, hendaknya kita mencari perkenan Yehuwa dengan meniru Yesus Kristus, Hamba yang diperkenan Yehuwa. Seperti Yesus, kita harus menyatakan keadilan sejati melalui perkataan dan perbuatan kita. Dengan demikian, kita akan tetap berada di antara umat Yehuwa, melayani sebagai pembawa terang yang memuji Allah yang benar dan memberikan kemuliaan kepada-Nya.
[Gambar di hlm. 33]
Keadilan sejati itu beriba hati dan berbelaskasihan
[Gambar di hlm. 34]
Dalam perumpamaan tentang orang Samaria yang baik hati, Yesus memperlihatkan bahwa keadilan yang sejati berlaku bagi semua orang
[Gambar di hlm. 36]
Dengan memberikan dukungan moril dan berbaik hati, kita menjalankan keadilan yang saleh
[Gambar di hlm. 39]
Melalui kegiatan pengabaran, kita mempertunjukkan keadilan yang saleh
[Gambar di hlm. 40]
Hamba yang diperkenan diberikan ”sebagai terang bagi bangsa-bangsa”
-
-
”Kamulah Saksi-saksiku”!Nubuat Yesaya—Terang bagi Seluruh Umat Manusia II
-
-
Pasal Empat
”Kamulah Saksi-saksiku”!
1. Bagaimana Yehuwa menggunakan nubuat, dan bagaimana seharusnya tanggapan umat-Nya atas nubuat yang telah digenapi?
KESANGGUPAN untuk meramalkan masa depan adalah salah satu hal yang membedakan Allah yang benar dari allah-allah palsu. Namun, sewaktu Yehuwa bernubuat, Ia tidak hanya bermaksud untuk membuktikan Keilahian-Nya. Seperti yang diperlihatkan dalam Yesaya pasal 43, Yehuwa menggunakan nubuat untuk membuktikan Keilahian-Nya maupun kasih-Nya kepada umat perjanjian-Nya. Setelah memahami nubuat yang digenapi, umat-Nya pun tidak boleh diam saja; mereka harus memberikan kesaksian tentang apa yang mereka lihat. Ya, mereka harus menjadi saksi-saksi Yehuwa!
2. (a) Bagaimana keadaan rohani bangsa Israel pada zaman Yesaya? (b) Bagaimana Yehuwa membuka mata umat-Nya?
2 Sungguh menyedihkan, pada zaman Yesaya keadaan Israel begitu memprihatinkan sehingga Yehuwa menganggap umat-Nya cacat secara rohani. ”Suruhlah tampil suatu bangsa yang buta meskipun mempunyai mata, dan orang-orang yang tuli meskipun mereka bertelinga.” (Yesaya 43:8) Bagaimana umat yang buta dan tuli secara rohani dapat melayani Yehuwa sebagai saksi-saksi-Nya yang hidup? Hanya dengan satu cara. Mata dan telinga mereka harus dibuka secara mukjizat. Dan, tentu saja Yehuwa yang membukakannya! Bagaimana? Pertama-tama, Yehuwa menjalankan disiplin yang keras—penduduk kerajaan Israel di utara dibawa ke pembuangan pada tahun 740 SM, dan penduduk Yehuda, pada tahun 607 SM. Kemudian, Yehuwa bertindak dengan penuh kuasa demi umat-Nya dengan membebaskan mereka dan membawa suatu sisa, yang telah bertobat dan digiatkan kembali secara rohani, pulang ke tanah asal mereka pada tahun 537 SM. Yehuwa begitu yakin bahwa maksud-tujuan-Nya sehubungan dengan hal ini tidak dapat digagalkan sehingga sekitar 200 tahun sebelumnya, Ia berbicara tentang pembebasan Israel seolah-olah hal itu telah terjadi.
3. Kata-kata penghiburan apa yang Yehuwa berikan kepada orang-orang yang kelak dibawa ke pembuangan?
3 ”Inilah firman Yehuwa, Penciptamu, hai, Yakub, dan Pembentukmu, hai, Israel, ’Jangan takut, karena aku telah membelimu kembali. Aku telah memanggilmu dengan namamu. Engkau adalah milikku. Seandainya engkau harus menyeberangi air, aku akan menyertai engkau; dan pada waktu mengarungi sungai-sungai, airnya tidak akan meliputi engkau. Seandainya engkau harus berjalan melewati api, engkau tidak akan hangus, dan nyala api tidak akan membuatmu terbakar. Karena akulah Yehuwa, Allahmu, Pribadi Kudus Israel, Juru Selamatmu.’”—Yesaya 43:1—3a.
4. Bagaimana Yehuwa dapat disebut sebagai Pencipta Israel, dan jaminan apa yang Ia berikan kepada umat-Nya sehubungan dengan kepulangan mereka ke tanah asal mereka?
4 Yehuwa memiliki minat khusus terhadap Israel karena bangsa ini adalah milik-Nya. Yehuwa sendiri yang menciptakan mereka untuk menggenapi perjanjian dengan Abraham. (Kejadian 12:1-3) Oleh karena itu, Mazmur 100:3 mengatakan, ”Ketahuilah bahwa Yehuwa itu Allah. Dialah yang menjadikan kita, dan bukan kita sendiri. Kita adalah umatnya dan domba gembalaannya.” Sebagai Pencipta dan Pribadi Yang Membeli Kembali Israel, Yehuwa akan membawa umat-Nya kembali ke tanah asal mereka dengan selamat. Berbagai rintangan, seperti perairan, sungai-sungai yang banjir, dan gurun yang panas membakar, tidak akan menghalangi atau mencelakakan mereka, sebagaimana semua hal itu tidak memperlambat bapak leluhur mereka dalam perjalanan menuju Tanah Perjanjian seribu tahun sebelumnya.
5. (a) Bagaimana kata-kata Yehuwa menghibur Israel rohani? (b) Siapakah rekan-rekan Israel rohani, dan mereka digambarkan oleh siapa?
5 Kata-kata Yehuwa juga menghibur kaum sisa Israel rohani pada zaman modern, yaitu anggota-anggota ”ciptaan baru” yang diperanakkan roh. (2 Korintus 5:17) Setelah dengan berani tampil di hadapan ”air” umat manusia, mereka menikmati perlindungan Allah yang pengasih untuk melewati banjir kiasan. Api dari musuh-musuh mereka tidak mencelakakan mereka, tetapi justru memurnikan mereka. (Zakharia 13:9; Penyingkapan 12:15-17) Perlindungan Yehuwa juga diberikan kepada ”kumpulan besar” dari ”domba-domba lain”, yang bergabung dengan bangsa rohani Allah. (Penyingkapan 7:9; Yohanes 10:16) Mereka digambarkan sebagai ”kumpulan yang sangat besar dari orang-orang dari berbagai bangsa” yang mengadakan Eksodus dari Mesir bersama orang Israel, dan juga sebagai orang-orang non-Yahudi yang kembali bersama orang-orang buangan yang baru dibebaskan dari Babilon.—Keluaran 12:38; Ezra 2:1, 43, 55, 58.
6. Bagaimana Yehuwa memperlihatkan diri-Nya sebagai Allah keadilan sehubungan dengan (a) Israel jasmani? (b) Israel rohani?
6 Yehuwa berjanji untuk membebaskan umat-Nya dari Babilon menggunakan bala tentara Media dan Persia. (Yesaya 13:17-19; 21:2, 9; 44:28; Daniel 5:28) Sebagai Allah keadilan, Yehuwa akan membayar ”pelayan”-Nya, Media-Persia, dengan tebusan yang cocok sebagai penukar untuk Israel. ”Aku telah memberikan Mesir sebagai tebusan bagimu, Etiopia dan Seba, untuk menggantikan engkau. Oleh karena engkau berharga di mataku, engkau dianggap terhormat, dan aku mengasihi engkau. Aku akan memberikan orang-orang sebagai gantimu, dan kelompok-kelompok bangsa sebagai ganti jiwamu.” (Yesaya 43:3b, 4) Sejarah meneguhkan bahwa Imperium Persia memang menaklukkan Mesir, Etiopia, dan tetangga mereka Seba, sebagaimana yang Allah nubuatkan. (Amsal 21:18) Pada tahun 1919, melalui Yesus Kristus, Yehuwa juga membebaskan kaum sisa Israel rohani dari penawanan. Namun untuk jasanya, Yesus tidak menuntut imbalan. Ia bukan seorang penguasa kafir. Dan, yang ia bebaskan adalah saudara-saudara rohaninya sendiri. Lagi pula, pada tahun 1914, Yehuwa telah memberikan ”bangsa-bangsa sebagai milik pusaka[nya] dan ujung-ujung bumi sebagai milik[nya]”.—Mazmur 2:8.
7. Bagaimana perasaan Yehuwa terhadap umat-Nya, pada zaman dahulu dan pada zaman modern?
7 Perhatikan bagaimana Yehuwa secara terus terang menyatakan perasaan-Nya yang lembut terhadap orang-orang buangan yang telah dibeli kembali. Ia memberi tahu mereka bahwa mereka ”berharga” dan ”terhormat” bagi-Nya dan Ia ”mengasihi” mereka. (Yeremia 31:3) Ia memiliki perasaan yang sama—dan bahkan lebih—terhadap hamba-hamba-Nya yang loyal dewasa ini. Orang Kristen yang terurap telah dibawa ke dalam suatu hubungan dengan Allah, bukan karena kebangsaan mereka, tetapi melalui bekerjanya roh kudus Allah setelah pembaktian pribadi mereka kepada Pencipta. Yehuwa telah menarik mereka kepada Putra-Nya dan kepada diri-Nya dan menulis hukum dan prinsip-Nya dalam hati mereka yang suka menyambut ini.—Yeremia 31:31-34; Yohanes 6:44.
8. Jaminan apa yang Yehuwa berikan kepada orang-orang buangan, dan bagaimana perasaan mereka tentang pembebasan mereka?
8 Yehuwa memberikan lebih banyak penghiburan lagi kepada orang-orang buangan dengan menambahkan, ”Jangan takut, karena aku menyertai engkau. Dari arah terbitnya matahari aku akan membawa benihmu, dan dari arah terbenamnya matahari aku akan mengumpulkan engkau. Aku akan mengatakan kepada utara, ’Serahkanlah!’ dan kepada selatan, ’Jangan tahan. Bawalah putra-putraku dari jauh, dan putri-putriku dari ujung bumi, semua orang yang disebut dengan namaku dan yang telah kuciptakan bagi kemuliaanku, yang telah kubentuk, ya, yang telah kujadikan.’” (Yesaya 43:5-7) Bahkan bagian-bagian yang paling terpencil di bumi tidak akan berada di luar jangkauan Yehuwa bila tiba waktunya untuk membebaskan putra-putri-Nya dan membawa mereka ke tanah asal mereka yang tercinta. (Yeremia 30:10, 11) Tidak diragukan, di mata mereka, pembebasan ini akan jauh mengungguli pembebasan yang pernah dialami bangsa itu dari Mesir.—Yeremia 16:14, 15.
9. Dengan dua cara apa Yehuwa menghubungkan tindakan penyelamatan-Nya dengan nama-Nya?
9 Dengan mengingatkan umat-Nya bahwa mereka disebut dengan nama-Nya, Yehuwa meneguhkan janji-Nya untuk membebaskan Israel. (Yesaya 54:5, 6) Terlebih lagi, Yehuwa menghubungkan nama-Nya dengan janji-janji-Nya untuk pembebasan. Dengan demikian, Ia memastikan bahwa Ia yang akan menerima kemuliaan sewaktu firman nubuat-Nya tergenap. Penakluk Babilon pun tidak berhak mendapatkan kehormatan yang merupakan hak satu-satunya Allah yang hidup.
Para Allah Diadili
10. Tantangan apa yang Yehuwa letakkan di hadapan bangsa-bangsa dan allah-allah mereka?
10 Yehuwa sekarang membuat janji-Nya untuk membebaskan Israel sebagai dasar untuk kasus pengadilan universal yang akan mengadili allah-allah bangsa-bangsa. Kita membaca, ”Hendaklah semua bangsa berkumpul di satu tempat, dan hendaklah kelompok-kelompok bangsa berhimpun. Siapakah di antara [allah-allah mereka] yang dapat memberitahukan hal ini? Atau dapatkah mereka membuat kita mendengar bahkan hal-hal yang pertama? Biarlah mereka [allah-allah mereka] menyediakan saksi-saksi mereka, agar mereka dinyatakan adil-benar, atau biarlah mereka mendengar dan mengatakan, ’Itu benar!’” (Yesaya 43:9) Yehuwa menaruh tantangan yang luar biasa di hadapan bangsa-bangsa dunia ini. Seolah-olah Ia mengatakan, ’Biarlah allah-allahmu membuktikan diri mereka allah dengan meramalkan masa depan secara akurat.’ Karena hanya Allah yang benar yang dapat bernubuat dengan tepat, ujian ini akan membuka kedok semua penipu. (Yesaya 48:5) Namun, Yang Mahakuasa menambahkan sebuah ketentuan hukum lagi: Semua yang mengaku dirinya allah yang benar harus mengajukan saksi-saksi, untuk ramalan mereka dan untuk penggenapannya. Tentu saja, Yehuwa tidak mengecualikan diri-Nya dari tuntutan hukum ini.
11. Tugas apa yang Yehuwa berikan kepada hamba-Nya, dan apa yang Yehuwa singkapkan tentang Keilahian-Nya?
11 Karena tidak berdaya, allah-allah palsu tidak dapat mengajukan saksi-saksi. Oleh karena itu, sungguh memalukan bahwa kursi untuk saksi-saksi mereka tetap kosong. Namun, tibalah waktunya bagi Yehuwa untuk meneguhkan Keilahian-Nya. Kepada umat-Nya, Ia mengatakan, ”Kamulah saksi-saksiku, . . . hambaku yang telah kupilih, supaya kamu mengenal dan beriman kepadaku, dan agar kamu mengerti bahwa aku adalah Pribadi yang sama. Sebelum aku tidak ada Allah yang dibentuk, dan setelah aku tetap tidak ada yang lain. Aku—akulah Yehuwa, dan selain aku, tidak ada juru selamat lain. Akulah yang memberitahukan dan menyelamatkan dan yang membuatnya terdengar, ketika tidak ada allah asing di antara kamu. Maka, kamu adalah saksi-saksiku, . . . dan aku adalah Allah. Juga, sepanjang masa aku adalah Pribadi yang sama; dan tidak ada yang dapat membebaskan seorang pun dari tanganku. Aku akan melakukan kegiatan, siapa yang dapat mencegahnya?”—Yesaya 43:10-13.
12, 13. (a) Kesaksian yang limpah apa yang harus diberikan umat Yehuwa? (b) Bagaimana nama Yehuwa dikedepankan pada zaman modern?
12 Sebagai tanggapan atas kata-kata Yehuwa, kumpulan saksi yang bergembira memenuhi kursi saksi. Kesaksian mereka jelas dan tidak dapat disangkal. Seperti Yosua, mereka memberikan kesaksian bahwa ’semua yang diucapkan Yehuwa telah menjadi kenyataan. Tidak satu kata pun yang tidak ditepati’. (Yosua 23:14) Masih terngiang di telinga umat Yehuwa kata-kata Yesaya, Yeremia, Yehezkiel, dan nabi-nabi lain yang, dengan satu suara, meramalkan pembuangan Yehuda dan pembebasan mereka secara mukjizat dari pembuangan. (Yeremia 25:11, 12) Pembebas Yehuda, Kores, sudah disebutkan namanya bahkan sebelum ia lahir!—Yesaya 44:26–45:1.
13 Mengingat berlimpahnya bukti ini, siapa yang dapat menyangkal bahwa Yehuwa adalah satu-satunya Allah yang benar? Tidak seperti allah-allah kafir, Yehuwa saja yang tidak diciptakan; Ia saja Allah yang benar.a Oleh karena itu, umat yang menyandang nama Yehuwa memiliki hak istimewa yang unik dan mendebarkan untuk menceritakan perbuatan-perbuatan-Nya yang menakjubkan kepada generasi-generasi mendatang dan kepada orang-orang lain yang mencari keterangan tentang Dia. (Mazmur 78:5-7) Demikian pula, Saksi-Saksi Yehuwa pada zaman modern memiliki hak istimewa untuk mengumumkan nama Yehuwa di seluruh bumi. Pada tahun 1920-an, Siswa-Siswa Alkitab semakin menyadari makna yang dalam dari nama Allah, Yehuwa. Kemudian, pada tanggal 26 Juli 1931, di sebuah kebaktian di Columbus, Ohio, presiden Lembaga, Joseph F. Rutherford, membacakan sebuah resolusi yang berjudul ”Sebuah Nama Baru”. Kata-katanya, ”Kami ingin dikenal dan dipanggil dengan nama Saksi-Saksi Yehuwa,” menggetarkan para hadirin kebaktian, yang menyetujui resolusi itu dengan menggemakan ”Ya!” Sejak itu, nama Yehuwa menjadi lebih terkenal di seluruh dunia.—Mazmur 83:18.
14. Tentang hal apa Yehuwa mengingatkan orang-orang Israel, dan mengapa pengingat ini tepat waktu?
14 Yehuwa memperhatikan orang-orang yang menyandang nama-Nya dengan hormat, Ia memandang mereka sebagai ”biji matanya”. Ia mengingatkan bangsa Israel tentang hal ini, dengan memberi tahu mereka bagaimana Ia membebaskan mereka dari Mesir dan membimbing mereka dengan selamat melewati padang belantara. (Ulangan 32:10, 12) Pada saat itu, tidak ada allah asing di antara mereka, karena mereka melihat dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana semua allah Mesir benar-benar direndahkan. Ya, seluruh jajaran dewa-dewi Mesir tidak dapat melindungi Mesir ataupun mencegah keberangkatan Israel. (Keluaran 12:12) Demikian pula, Babilon yang perkasa, yang lanskap kotanya didominasi sedikitnya oleh 50 kuil allah palsu, tidak akan dapat menghentikan tangan Yang Mahakuasa sewaktu Ia membebaskan umat-Nya. Jelaslah, ”tidak ada juru selamat lain” selain Yehuwa.
Kuda-Kuda Perang Jatuh, Penjara-Penjara Terbuka
15.Apa yang Yehuwa nubuatkan sehubungan dengan Babilon?
15 ”Inilah firman Yehuwa, Pribadi Yang Membeli Kembali kamu sekalian, Pribadi Kudus Israel, ’Demi kamu, aku akan mengutus seseorang ke Babilon, dan palang-palang penjara serta orang Khaldea dalam kapal-kapal akan kuturunkan sehingga mereka berteriak merintih. Akulah Yehuwa, Pribadi Kudusmu, Pencipta Israel, Rajamu.’ Inilah firman Yehuwa, Pribadi yang membuat jalan yang melintasi laut dan jalan raya yang melintasi laut yang dahsyat, Pribadi yang membawa ke luar kereta perang dan kuda, pasukan militer, juga orang-orang yang kuat, ’Mereka akan terbaring. Mereka tidak akan bangkit lagi. Mereka pasti akan dilenyapkan. Seperti sumbu rami, mereka akan dipadamkan.’”—Yesaya 43:14-17.
16. Apa yang akan menimpa Babilon, para saudagar Khaldea, dan orang-orang yang hendak membela Babilon?
16 Babilon bagaikan sebuah penjara bagi orang-orang buangan karena menghalangi mereka untuk kembali ke Yerusalem. Namun, pertahanan Babilon tidak menjadi rintangan bagi Yang Mahakuasa, Pribadi yang sebelumnya membuat ”jalan yang melintasi [Laut Merah] dan jalan raya yang melintasi laut yang dahsyat”—tampaknya Sungai Yordan. (Keluaran 14:16; Yosua 3:13) Demikian pula, alat Yehuwa, Kores, akan menyurutkan Sungai Efrat yang perkasa sehingga memungkinkan para prajuritnya memasuki kota itu. Para saudagar Khaldea yang mengarungi saluran-saluran air Babilon—jalan air bagi ribuan kapal dagang dan tongkang yang mengangkut allah-allah Babilon—akan merintih karena pedih hati sewaktu ibu kota mereka yang perkasa jatuh. Seperti kereta-kereta Firaun di Laut Merah, kereta-kereta Babilon yang tangkas akan menjadi tidak berdaya. Semua itu tidak akan menyelamatkannya. Semudah memadamkan sumbu rami lampu minyak, si penyerbu akan merenggut kehidupan siapa pun yang hendak membela Babilon.
Yehuwa Menuntun Umat-Nya Pulang dengan Selamat
17, 18. (a) Hal ”baru” apa yang Yehuwa nubuatkan? (b) Dalam arti apa bangsa itu tidak boleh mengingat hal-hal yang terdahulu, dan mengapa?
17 Yehuwa membandingkan tindakan penyelamatan yang Ia lakukan sebelumnya dengan apa yang Ia akan lakukan, dan mengatakan, ”Jangan mengingat hal-hal yang pertama, dan jangan pikirkan hal-hal yang terdahulu. Lihat! Aku akan melakukan sesuatu yang baru. Sekarang itu akan muncul. Kamu sekalian akan mengetahuinya, bukan? Sesungguhnya, aku akan membuat jalan yang melintasi padang belantara, melintasi sungai-sungai di gurun. Binatang liar di padang akan memuliakan aku, anjing hutan dan burung unta; sebab aku akan memberikan air bahkan di padang belantara, sungai-sungai di gurun, agar umatku, umat pilihanku, minum, umat yang telah kubentuk bagi diriku, agar mereka memberitakan pujian bagiku.”—Yesaya 43:18-21.
18 Dengan mengatakan, ”jangan mengingat hal-hal yang pertama”, bukan berarti Yehuwa menyarankan agar hamba-hamba-Nya melupakan tindakan penyelamatan-Nya pada zaman dahulu. Sebenarnya, banyak dari tindakan-tindakan ini merupakan bagian dari catatan sejarah Israel yang diilhami Allah, dan Yehuwa memerintahkan agar kelepasan mereka dari Mesir diperingati setiap tahun pada perayaan Paskah. (Imamat 23:5; Ulangan 16:1-4) Namun, sekarang Yehuwa ingin umat-Nya memuliakan Dia atas dasar ”sesuatu yang baru”—sesuatu yang akan mereka alami sendiri. Hal ini tidak hanya mencakup pembebasan mereka dari Babilon tetapi juga perjalanan pulang mereka yang menakjubkan, bisa jadi melalui rute belantara yang lebih pendek. Di negeri yang tandus itu, Yehuwa akan membuat ”jalan” bagi mereka dan akan melakukan perbuatan-perbuatan penuh kuasa yang mengingatkan mereka kepada apa yang Ia lakukan bagi orang-orang Israel pada zaman Musa—ya, di padang belantara, Ia akan memberi makan orang-orang yang kembali dan memuaskan dahaga mereka dengan sungai-sungai yang sebenarnya. Sedemikian limpahnya persediaan Yehuwa sehingga binatang-binatang buas pun akan memuliakan Allah dan tidak akan menyerang umat-Nya.
19. Bagaimana kaum sisa Israel rohani dan rekan-rekan mereka berjalan di ”Jalan Kekudusan”?
19 Demikian pula, pada tahun 1919, kaum sisa Israel rohani dibebaskan dari penawanan yang bersifat Babilon, dan mereka menempuh rute yang Yehuwa telah persiapkan bagi mereka, ”Jalan Kekudusan”. (Yesaya 35:8) Tidak seperti orang Israel, mereka tidak perlu berpindah dari satu lokasi ke lokasi berikutnya di padang gurun yang sangat panas, dan perjalanan mereka pun tidak berlangsung beberapa bulan saja dan berakhir di Yerusalem. Namun, ”Jalan Kekudusan” membawa kaum sisa orang Kristen terurap ke suatu firdaus rohani. Sehubungan dengan kaum sisa ini, mereka tetap di ”Jalan Kekudusan” tersebut, karena mereka masih harus berjalan melewati sistem ini. Selama mereka tetap di jalan raya tersebut—selama mereka menaati standar-standar kebersihan dan kekudusan Allah—mereka berada di firdaus rohani. Dan, sungguh suatu sukacita besar ketika rekan-rekan mereka, kumpulan besar ”non-Israel”, bergabung dengan mereka! Jauh berbeda dengan orang-orang yang berpaling kepada sistem Setan, kaum sisa dan rekan-rekan mereka senantiasa menikmati perjamuan rohani yang limpah dari tangan Yehuwa. (Yesaya 25:6; 65:13, 14) Setelah melihat berkat Yehuwa atas umat-Nya, banyak orang yang seperti binatang telah mengubah sifat-sifat mereka dan memuliakan Allah yang benar.—Yesaya 11:6-9.
Yehuwa Mengungkapkan Sakit Hati-Nya
20. Bagaimana orang-orang Israel pada zaman Yesaya mengecewakan Yehuwa?
20 Pada zaman dahulu, kaum sisa Israel yang dipulihkan adalah bangsa yang sudah berubah haluan bila dibandingkan dengan generasi yang fasik pada zaman Yesaya. Tentang generasi yang fasik ini, Yehuwa mengatakan, ”Engkau tidak memanggil aku, hai, Yakub, karena engkau telah menjadi letih karena aku, hai, Israel. Engkau tidak membawa kepadaku domba persembahan bakaranmu yang utuh, dan engkau tidak memuliakan aku dengan korban-korbanmu. Aku tidak mendesak engkau untuk melayani aku dengan pemberian, aku juga tidak membuatmu letih dengan menuntut kemenyan. Bagiku engkau tidak pernah membeli jerangau manis dengan uang; dan engkau tidak mengenyangkan aku dengan lemak korbanmu. Pada kenyataannya, engkau telah mendesak aku untuk melayani karena dosa-dosamu; engkau telah membuatku letih dengan kesalahan-kesalahanmu.”—Yesaya 43:22-24.
21, 22. (a) Mengapa dapat dikatakan bahwa tuntutan Yehuwa tidak membebani? (b) Bagaimana bangsa ini sebenarnya membuat Yehuwa melayani mereka?
21 Dengan mengatakan, ”Aku tidak mendesak engkau untuk melayani aku dengan pemberian, aku juga tidak membuatmu letih dengan menuntut kemenyan”, Yehuwa tidak memaksudkan bahwa korban dan kemenyan (salah satu komponen dupa kudus) tidak Ia minta. Sebenarnya, kedua hal itu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ibadat sejati di bawah perjanjian Hukum. Demikian pula dengan ”jerangau manis”, yaitu jerangau wangi, bahan yang harum untuk minyak pengurapan kudus. Orang Israel telah melalaikan penggunaan semua itu dalam dinas di bait. Namun, apakah tuntutan ini membebani? Sama sekali tidak! Tuntutan Yehuwa ringan bila dibandingkan dengan tuntutan allah-allah palsu. Misalnya, dewa palsu Molokh menuntut pengorbanan anak—sesuatu yang tidak pernah dituntut Yehuwa!—Ulangan 30:11; Mikha 6:3, 4, 8.
22 Seandainya orang Israel memiliki persepsi rohani, mereka tidak akan pernah ’letih karena Yehuwa’. Dengan meneliti Hukum-Nya, mereka akan melihat kasih-Nya yang dalam, dan mereka akan dengan senang mempersembahkan ”lemak” kepada-Nya, bagian terbaik dari korban mereka. Namun sebaliknya, mereka malah dengan rakus menyimpan lemak untuk diri sendiri. (Imamat 3:9-11, 16) Bangsa ini benar-benar membuat Yehuwa letih dengan beban dosa-dosa mereka—sebenarnya, memaksa-Nya melayani mereka!—Nehemia 9:28-30.
Menuai Buah Disiplin
23. (a) Mengapa disiplin Yehuwa pantas diberikan? (b) Apa yang tercakup sewaktu Allah mendisiplin Israel?
23 Meskipun disiplin Yehuwa keras, dan memang sepatutnya demikian, hal itu membuahkan hasil yang diinginkan, yakni membuka jalan untuk mengulurkan belas kasihan. ”Aku—akulah Pribadi yang menghapus pelanggaran-pelanggaranmu demi diriku, dan dosa-dosamu tidak akan kuingat. Ingatkanlah aku; mari kita pergi ke pengadilan; kemukakanlah perkaramu supaya engkau dinyatakan benar. Bapakmu, yang pertama, telah berbuat dosa, dan juru-juru bicaramu [”para penafsir”, catatan kaki ”NW Ref.”] telah mendurhaka terhadap aku. Maka aku akan menghina para pemimpin tempat kudus, dan aku akan menyerahkan Yakub seperti seorang pria yang akan dibinasakan dan menyerahkan Israel kepada kata-kata cacian.” (Yesaya 43:25-28) Seperti bangsa-bangsa dunia ini, Israel adalah keturunan Adam ”yang pertama”. Oleh karena itu, tidak ada orang Israel yang dapat membuktikan bahwa dirinya ”dinyatakan benar”. Bahkan, ’juru-juru bicara’ Israel—para guru, atau para penafsir, Hukum—telah berdosa terhadap Yehuwa dan mengajarkan kepalsuan. Selanjutnya, Yehuwa akan menyerahkan seluruh bangsa kepada ’pembinasaan’ dan ”kepada kata-kata cacian”. Ia juga akan menghina semua yang bertugas di ”tempat kudus”, atau bait suci.
24. Untuk alasan utama apa Yehuwa akan mengampuni umat-Nya—baik pada zaman dahulu maupun pada zaman modern—tetapi, bagaimana perasaan-Nya terhadap mereka?
24 Namun, perhatikan bahwa belas kasihan ilahi tidak diulurkan semata-mata karena Israel telah bertobat; hal ini diperlihatkan demi Yehuwa sendiri. Ya, nama-Nya tersangkut. Seandainya Ia menelantarkan Israel di pembuangan untuk selama-lamanya, nama-Nya sendiri akan dicela para pengamat. (Mazmur 79:9; Yehezkiel 20:8-10) Demikian pula dewasa ini, penyelamatan manusia tidak sepenting penyucian nama Yehuwa dan pembenaran kedaulatan-Nya. Meskipun demikian, Yehuwa mengasihi orang-orang yang bersedia menerima disiplin dari-Nya dan yang menyembah-Nya dengan roh dan kebenaran. Ia mempertunjukkan kasih-Nya kepada orang-orang ini—baik yang terurap maupun domba-domba lain—dengan menghapus pelanggaran mereka atas dasar korban Yesus Kristus.—Yohanes 3:16; 4:23, 24.
25. Apa saja hal yang membangkitkan rasa takjub yang akan Yehuwa lakukan dalam waktu dekat, dan bagaimana kita dapat mempertunjukkan penghargaan kita sekarang?
25 Selain itu, Yehuwa tidak lama lagi akan mempertunjukkan kasih-Nya kepada kumpulan besar dari para penyembah-Nya yang loyal sewaktu Ia melakukan sesuatu yang baru demi mereka dengan membebaskan mereka dari ”kesengsaraan besar” dan mengantar mereka masuk ke ”bumi baru” yang sudah dibersihkan. (Penyingkapan 7:14; 2 Petrus 3:13) Mereka akan melihat perwujudan kuasa Yehuwa yang paling dahsyat sepanjang sejarah umat manusia. Kepastian prospek peristiwa itu membuat kaum sisa terurap dan orang-orang yang akan membentuk kumpulan besar bersukacita dan menjalani hari-hari mereka selaras dengan titah agung ini, ”Kamulah saksi-saksiku”!—Yesaya 43:10.
[Catatan Kaki]
a Dalam mitologi bangsa-bangsa, banyak allah yang ”dilahirkan” dan memiliki ”anak-anak”.
[Gambar di hlm. 48, 49]
Yehuwa akan mendukung orang-orang Yahudi dalam perjalanan mereka pulang ke Yerusalem
[Gambar di hlm. 52]
Yehuwa menantang bangsa-bangsa untuk menampilkan saksi-saksi bagi allah-allah mereka
1. Patung perunggu Baal 2. Patung-patung kecil Astoret dari tanah liat 3. Tiga serangkai Mesir, Horus, Osiris, dan Isis 4. Allah-allah Yunani, Athena (kiri) dan Afrodit
[Gambar di hlm. 58]
”Kamulah saksi-saksiku.”—Yesaya 43:10
-
-
Allah yang Benar Menubuatkan PembebasanNubuat Yesaya—Terang bagi Seluruh Umat Manusia II
-
-
Pasal Lima
Allah yang Benar Menubuatkan Pembebasan
1, 2. (a) Pertanyaan apa saja yang Yehuwa ajukan? (b) Bagaimana Yehuwa akan membuktikan bahwa Dialah satu-satunya Allah yang benar?
’SIAPAKAH Allah yang benar?’ Pertanyaan ini telah diajukan orang-orang selama berabad-abad. Maka, sungguh mengejutkan bahwa dalam buku Yesaya, Yehuwa sendiri yang mengajukan pertanyaan ini! Ia mengajak manusia untuk berpikir: ’Apakah Yehuwa satu-satunya Allah yang benar? Atau, apakah ada allah lain yang dapat mempertanyakan keabsahan kedudukan-Nya?’ Setelah membuka pembahasan ini, Yehuwa memberikan kriteria yang masuk akal untuk menyelesaikan sengketa Keilahian. Penalaran yang dikemukakan menuntun orang-orang yang berhati jujur kepada satu kesimpulan yang tidak dapat disangkal.
2 Pada zaman Yesaya, banyak orang menyembah patung. Dalam pembahasan yang dicatat di pasal 44 buku nubuat Yesaya, diperlihatkan dengan terus terang dan jelas, betapa sia-sianya penyembahan patung! Namun, umat Allah sendiri terjerumus ke dalam jerat penyembahan berhala. Oleh karena itu, sebagaimana tertulis dalam pasal-pasal sebelumnya di buku Yesaya, orang Israel pantas mendapat disiplin yang keras. Namun, dengan pengasih Yehuwa menenteramkan hati bangsa itu dan mengatakan bahwa sekalipun Ia akan mengizinkan orang Babilon menawan umat-Nya, Ia akan membebaskan mereka pada waktu yang Ia tentukan. Penggenapan nubuat tentang pembebasan dari penawanan dan tentang pemulihan ibadat murni akan menjadi bukti yang tak dapat disangkal bahwa Yehuwa adalah satu-satunya Allah yang benar, dengan demikian mempermalukan semua orang yang menyembah allah-allah yang tak bernyawa milik bangsa-bangsa.
3. Bagaimana nubuat Yesaya membantu orang Kristen dewasa ini?
3 Nubuat-nubuat di bagian buku Yesaya ini dan penggenapannya di masa lampau menguatkan iman orang Kristen dewasa ini. Selain itu, kata-kata nubuat Yesaya memiliki penggenapan pada zaman kita dan bahkan di masa depan. Dan, peristiwa-peristiwa itu melibatkan seorang pembebas dan suatu pembebasan yang bahkan lebih besar daripada yang diramalkan bagi umat Allah pada zaman dahulu.
Harapan bagi Orang-Orang Milik Yehuwa
4. Bagaimana Yehuwa membesarkan hati bangsa Israel?
4 Pasal 44 dimulai dengan pengingat yang bernada positif bahwa Israel telah dipilih Allah, terpisah dari bangsa-bangsa di sekeliling mereka untuk menjadi hamba-Nya. Nubuat itu berbunyi, ”Sekarang, dengarkanlah, hai, Yakub, hambaku, dan engkau, hai, Israel, yang telah kupilih. Inilah firman Yehuwa, Pembuatmu dan Pembentukmu, yang terus menolong engkau bahkan sejak dari kandungan, ’Jangan takut, hai, hambaku, Yakub, dan engkau, Yesyurun, yang telah kupilih.’” (Yesaya 44:1, 2) Yehuwa telah memelihara Israel seolah-olah sejak dalam rahim ibunya, sejak Israel menjadi suatu bangsa setelah keluar dari Mesir. Secara kolektif, umat-Nya dipanggil ”Yesyurun”, yang artinya ”Orang yang Lurus Hati”, panggilan yang mengungkapkan kasih sayang dan kelembutan. Nama itu juga menjadi pengingat bahwa orang Israel harus tetap lurus hati, hal yang sering mereka lalaikan.
5, 6. Apa saja pemberian yang menyegarkan dari Yehuwa untuk Israel, dan apa hasilnya?
5 Betapa menyenangkan dan menyegarkan kata-kata Yehuwa selanjutnya! Ia mengatakan, ”Aku akan mencurahkan air ke atas orang yang haus, dan aliran air yang lembut ke atas tempat yang kering. Aku akan mencurahkan rohku ke atas benihmu, dan berkatku ke atas keturunanmu. Mereka pasti akan tumbuh seperti di antara rumput hijau, seperti pohon poplar di tepi selokan air.” (Yesaya 44:3, 4) Bahkan di negeri yang panas dan kering, pepohonan dapat bertumbuh subur karena ada sumber air. Pada waktu Yehuwa menyediakan air kebenaran yang memberikan kehidupan dan mencurahkan roh kudus-Nya, Israel akan bertumbuh perkasa, seperti pepohonan di tepi kanal-kanal irigasi. (Mazmur 1:3; Yeremia 17:7, 8) Yehuwa akan memberi umat-Nya kekuatan untuk menjalankan peranan mereka sebagai saksi-saksi bagi Keilahian-Nya.
6 Sebagai salah satu hasil pencurahan roh kudus, beberapa orang akan memperbarui penghargaan mereka akan hubungan Israel dengan Yehuwa. Oleh karena itu, kita membaca, ”Orang ini akan mengatakan, ’Aku milik Yehuwa.’ Sedangkan orang itu akan menyebut dirinya dengan nama Yakub, dan orang yang lain akan menulis di tangannya, ’Milik Yehuwa’. Dengan nama Israel ia akan menggelari dirinya.” (Yesaya 44:5) Ya, menyandang nama Yehuwa merupakan suatu kehormatan, karena Ia akan dikenal sebagai satu-satunya Allah yang benar.
Suatu Tantangan bagi Para Allah
7, 8. Bagaimana Yehuwa menantang allah-allah bangsa-bangsa?
7 Di bawah Hukum Musa, orang yang membeli kembali—biasanya kerabat laki-laki terdekat—dapat membeli seseorang dari perbudakan. (Imamat 25:47-54; Rut 2:20) Kini, Yehuwa memperkenalkan diri-Nya sebagai Pribadi Yang Membeli Kembali Israel—pribadi yang akan menebus bangsa itu, sehingga mempermalukan Babilon dan semua allahnya. (Yeremia 50:34) Ia menghadapi allah-allah palsu dan para penyembahnya dengan mengatakan, ”Inilah firman Yehuwa, Raja Israel dan Pribadi Yang Membeli Kembali dia, Yehuwa yang berbala tentara, ’Akulah yang pertama dan akulah yang terakhir, dan tidak ada Allah selain aku. Maka siapakah yang seperti aku? Biarlah ia berseru untuk memberitahukan dan mengajukannya kepadaku. Sejak aku menetapkan suatu bangsa di masa lampau, biarlah mereka memberitahukan hal-hal yang akan datang dan yang akan terjadi. Jangan gentar, hai, kamu sekalian, dan jangan menjadi bingung. Bukankah sejak waktu itu aku telah memberitahukannya dan membuat engkau mendengarnya secara pribadi? Kamulah saksi-saksiku. Apakah ada Allah selain aku? Tidak, tidak ada Gunung Batu. Tidak ada yang kukenal.’”—Yesaya 44:6-8.
8 Yehuwa menantang allah-allah untuk mengajukan bukti-bukti. Dapatkah mereka meramalkan kejadian di masa depan dengan begitu akurat sehingga tampak seolah-olah semua itu sudah terjadi? Yang dapat berbuat seperti itu hanya ’yang pertama dan yang terakhir’, yakni pribadi yang ada sebelum allah palsu mana pun terpikir oleh manusia, dan pribadi yang akan tetap ada sewaktu allah-allah itu terlupakan. Umat-Nya tidak perlu takut untuk menjadi saksi dari kebenaran ini, karena mereka mendapat dukungan Yehuwa, pribadi yang teguh dan stabil seperti gunung batu yang kuat!—Ulangan 32:4; 2 Samuel 22:31, 32.
Kesia-siaan Penyembahan Patung
9. Apakah salah jika orang Israel membuat benda yang menyerupai suatu makhluk hidup? Jelaskan.
9 Tantangan Yehuwa kepada allah-allah palsu mengingatkan kita kepada perintah kedua dari Sepuluh Perintah. Perintah itu dengan jelas menyatakan, ”Jangan membuat patung pahatan atau suatu bentuk yang mirip apa pun yang ada di langit di atas atau yang ada di bumi di bawah atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan membungkuk kepadanya ataupun terbujuk untuk melayaninya.” (Keluaran 20:4, 5) Tentu saja, larangan ini tidak memaksudkan bahwa orang Israel tidak boleh membuat benda-benda untuk dekorasi. Yehuwa sendiri menyuruh agar benda-benda yang menyerupai tumbuh-tumbuhan, binatang, dan kerub diletakkan di tabernakel. (Keluaran 25:18; 26:31) Namun, benda-benda ini bukan untuk dipuja, atau disembah. Tidak seorang pun boleh berdoa atau mempersembahkan korban kepada benda-benda itu. Perintah yang diilhami Allah melarang pembuatan segala jenis patung yang digunakan sebagai objek ibadat. Menyembah atau membungkuk kepada patung dengan rasa hormat sama dengan menyembah berhala.—1 Yohanes 5:21.
10, 11. Mengapa Yehuwa menganggap bahwa patung-patung memalukan?
10 Yesaya kemudian menjabarkan kesia-siaan patung yang tak bernyawa dan rasa malu yang akan dituai para pembuatnya, ”Para pembuat patung pahatan, semuanya adalah kesia-siaan, dan barang-barang kesayangan mereka tidak akan ada manfaatnya; dan sebagai saksi-saksi, tidak melihat apa-apa dan tidak tahu apa-apa, sehingga mereka dipermalukan. Siapakah yang membentuk allah atau membuat patung tuangan? Itu tidak ada manfaatnya sama sekali. Lihat! Semua rekannya akan dipermalukan, dan para perajinnya hanyalah manusia. Mereka semua akan berkumpul. Mereka akan tetap berdiri. Mereka akan ketakutan. Mereka juga akan dipermalukan.”—Yesaya 44:9-11.
11 Mengapa Allah menganggap bahwa patung-patung ini sangat memalukan? Pertama, suatu benda tidak mungkin dapat menggambarkan Yang Mahakuasa secara akurat. (Kisah 17:29) Selain itu, menyembah benda ciptaan sebaliknya daripada menyembah Sang Pencipta merupakan penghinaan terhadap Keilahian Yehuwa. Dan, bukankah patung-patung itu jauh lebih rendah daripada martabat manusia, yang diciptakan ”menurut gambar Allah”?—Kejadian 1:27; Roma 1:23, 25.
12, 13. Mengapa manusia tidak dapat membuat patung yang layak disembah?
12 Dapatkah suatu benda menjadi kudus hanya karena dibentuk oleh seorang perajin menjadi sesuatu untuk disembah? Yesaya mengingatkan kita bahwa patung hanyalah buatan manusia. Peralatan dan teknik-teknik yang digunakan pembuat patung sama dengan yang digunakan perajin lain, ”Mengenai pemahat besi dengan sabit paruh, ia sibuk mengerjakan itu dalam bara; lalu ia membentuknya dengan palu, dan ia terus sibuk mengerjakan itu dengan lengannya yang kuat. Ia pun menjadi lapar, sehingga tidak mempunyai kekuatan. Ia tidak minum air, sehingga menjadi lelah. Mengenai pemahat kayu, ia merentangkan tali pengukur, ia menandainya dengan kapur merah; ia mengerjakannya dengan pahat; dan dengan jangka ia menandainya, dan secara bertahap ia membuatnya seperti bentuk tiruan manusia, seperti seorang manusia yang tampan, untuk diletakkan dalam rumah.”—Yesaya 44:12, 13.
13 Allah yang benar menciptakan semua makhluk hidup di bumi ini, termasuk manusia. Makhluk hidup merupakan bukti yang luar biasa akan Keilahian Yehuwa, tetapi tentu saja, makhluk-makhluk yang Yehuwa ciptakan lebih rendah daripada Dia. Mungkinkah manusia mengungguli kesanggupan Yehuwa? Dapatkah manusia membuat sesuatu yang lebih unggul daripada dirinya—sedemikian unggul sehingga layak disembah? Sewaktu seseorang membuat patung, ia merasa lelah, lapar, dan haus. Semua ini adalah keterbatasan manusia, tetapi setidaknya hal-hal ini menunjukkan bahwa manusia itu bernyawa. Patung yang dibuatnya mungkin mirip manusia. Patung itu mungkin indah. Namun, ia tidak bernyawa. Patung tidak mungkin bersifat ilahi. Selain itu, tidak pernah ada patung pahatan yang ”jatuh dari langit”, seakan-akan ia berasal dari sumber yang lebih tinggi daripada manusia yang berkematian.—Kisah 19:35.
14. Dengan cara bagaimana para pembuat patung sepenuhnya bergantung pada Yehuwa?
14 Yesaya selanjutnya memperlihatkan bahwa pembuat patung sangat bergantung pada proses dan materi alami yang Yehuwa ciptakan, ”Ada orang yang pekerjaannya menebang pohon aras; dan ia mengambil spesies pohon tertentu, yaitu pohon raksasa, dan ia membiarkannya menjadi kuat di antara pepohonan di hutan. Ia menanam pohon salam, dan hujan membuatnya menjadi besar. Kemudian manusia menggunakannya untuk membuat api tetap menyala. Maka ia mengambil sebagian darinya untuk menghangatkan diri. Ia membuat api dan memanggang roti. Ia juga membuat suatu allah dan setelah itu membungkuk kepadanya. Ia membuatnya menjadi patung pahatan, dan ia pun sujud kepadanya. Setengahnya ia bakar dalam api. Setengahnya lagi ia gunakan untuk memanggang daging yang dimakannya, dan ia menjadi kenyang. Ia juga menghangatkan dirinya dan mengatakan, ’Ha! Aku telah menghangatkan diri. Aku telah melihat cahaya api.’ Tetapi sisanya ia buat menjadi suatu allah, menjadi patung pahatannya. Ia sujud kepadanya dan membungkuk dan berdoa kepadanya dan mengatakan, ’Selamatkan aku, karena engkaulah allahku.’”—Yesaya 44:14-17.
15. Bagaimana para pembuat patung menunjukkan bahwa mereka sama sekali tidak berpengertian?
15 Dapatkah sebatang kayu bakar yang belum terpakai membebaskan seseorang? Tentu saja tidak. Hanya Allah yang benar yang dapat menyediakan pembebasan. Bagaimana orang-orang bisa memuja benda-benda mati? Yesaya memperlihatkan bahwa problem yang sebenarnya ada di dalam hati manusia, ”Mereka tidak tahu apa-apa, ataupun mengerti, karena mata mereka telah diolesi sehingga tidak melihat, demikian pula hatinya sehingga tidak memiliki pemahaman. Tidak ada yang mengingat dalam hatinya atau memiliki pengetahuan atau pengertian, sehingga mengatakan, ’Setengahnya telah kubakar dalam api, dan di atas baranya aku juga telah memanggang roti; aku memanggang daging dan makan. Tetapi apakah sisanya akan kubuat menjadi sesuatu yang memuakkan? Apakah aku akan sujud kepada kayu pohon yang sudah mengering?’ Ia makan abu. Hatinya yang telah dipermainkan telah menyesatkan dia. Ia tidak menyelamatkan jiwanya, ataupun mengatakan, ’Bukankah yang ada di tangan kananku ini kepalsuan?’” (Yesaya 44:18-20) Ya, membayangkan bahwa penyembahan berhala dapat memberikan hal-hal yang baik secara rohani adalah seperti makan abu sebaliknya daripada makanan bergizi.
16. Bagaimana asal mula penyembahan berhala, dan bagaimana hal itu bisa terjadi?
16 Penyembahan berhala berawal di surga ketika makhluk roh yang sangat kuat yang menjadi Setan mengingini penyembahan yang adalah hak Yehuwa saja. Hasrat Setan ini sedemikian kuatnya sehingga membuat dia terasing dari Allah. Itulah awal penyembahan berhala, karena rasul Paulus mengatakan bahwa keinginan akan milik orang lain sama dengan penyembahan berhala. (Yesaya 14:12-14; Yehezkiel 28:13-15, 17; Kolose 3:5) Setan menggoda pasangan manusia pertama untuk memiliki pikiran mementingkan diri. Hawa mengingini apa yang ditawarkan Setan kepadanya, ”Matamu tentu akan terbuka dan kamu tentu akan menjadi seperti Allah, mengetahui yang baik dan yang jahat.” Yesus mengatakan bahwa keinginan akan milik orang lain keluar dari hati. (Kejadian 3:5; Markus 7:20-23) Penyembahan berhala bisa terjadi jika hati sudah rusak. Maka, sangatlah perlu bagi kita semua untuk ’menjaga hati kita’, tidak pernah membiarkan siapa pun atau apa pun mengambil tempat di hati kita yang semestinya menjadi hak Yehuwa!—Amsal 4:23; Yakobus 1:14.
Yehuwa Mengimbau Hati
17. Apa yang harus dicamkan oleh Israel?
17 Kemudian Yehuwa mengimbau orang Israel agar mengingat bahwa mereka berada dalam posisi khusus dan bertanggung jawab. Mereka adalah saksi-saksi-Nya! Ia mengatakan, ”Ingatlah hal-hal ini, hai, Yakub, dan engkau, hai, Israel, karena engkaulah hambaku. Aku telah membentukmu. Engkaulah hamba milikku. Hai, Israel, engkau tidak akan kulupakan. Aku akan menghapus pelanggaranmu sama seperti dengan awan, dan dosa-dosamu, seperti dengan kumpulan awan. Kembalilah kepadaku, karena aku akan membelimu kembali. Bersoraklah dengan gembira, hai, surga, karena Yehuwa telah mengambil tindakan! Bersoraklah dengan kemenangan, hai, bagian-bagian bumi yang paling dalam! Bergembiralah, hai, gunung-gunung, dengan sorak sukacita, hai, hutan dan semua pohon di dalamnya! Karena Yehuwa telah membeli Yakub kembali, dan melalui Israel ia memperlihatkan keindahannya.”—Yesaya 44:21-23.
18. (a) Mengapa Israel mempunyai alasan untuk bersukacita? (b) Bagaimana hamba-hamba Yehuwa dewasa ini dapat meniru teladan belas kasihan-Nya?
18 Israel tidak membentuk Yehuwa. Ia bukan allah buatan manusia. Sebaliknya, Yehuwa-lah yang membentuk Israel menjadi hamba pilihan-Nya. Dan, Ia akan membuktikan Keilahian-Nya sekali lagi pada waktu Ia membebaskan bangsa itu. Ia berbicara kepada umat-Nya dengan lembut, meyakinkan mereka bahwa jika mereka bertobat, Ia akan sepenuhnya menutup dosa-dosa mereka, membuat pelanggaran-pelanggaran mereka tidak kelihatan seolah-olah ada di balik awan tebal yang tidak tertembus. Sungguh, suatu alasan bagi Israel untuk bersukacita! Teladan Yehuwa memotivasi hamba-hamba-Nya di zaman modern untuk meniru belas kasihan-Nya. Mereka dapat melakukannya dengan berupaya membantu orang-orang yang berbuat salah—berupaya memulihkan mereka secara rohani, bila mungkin.—Galatia 6:1, 2.
Klimaks Ujian Keilahian
19, 20. (a) Dengan cara bagaimana Yehuwa membawa argumen-Nya menuju suatu klimaks? (b) Hal apa saja yang Yehuwa nubuatkan untuk memberikan harapan kepada umat-Nya, dan siapa alat yang Ia gunakan untuk mewujudkan semua hal ini?
19 Kemudian Yehuwa membawa argumen hukum-Nya menuju suatu klimaks yang dahsyat. Ia akan mengajukan jawaban-Nya sendiri untuk menghadapi ujian Keilahian yang paling berat—kesanggupan untuk meramalkan masa depan secara akurat. Seorang pakar Alkitab menyatakan bahwa lima ayat berikutnya dari Yesaya pasal 44 adalah suatu ”puisi yang luar biasa dari Allah Israel”, satu-satunya Pencipta, satu-satunya Penyingkap masa depan dan harapan Israel akan pembebasan. Bagian ini secara bertahap mencapai klimaksnya yang dramatis berupa pengumuman nama pribadi yang akan membebaskan bangsa itu dari Babilon.
20 ”Inilah firman Yehuwa, Pribadi Yang Membelimu Kembali dan Pembentukmu sejak dalam kandungan, ’Aku, Yehuwa, melakukan segala sesuatu, aku sendiri yang membentangkan langit, menghamparkan bumi. Siapakah yang menyertai aku? Aku menggagalkan tanda-tanda orang yang beromong kosong, dan akulah Pribadi yang membuat penenung bertindak gila; Pribadi yang membuat pria-pria berhikmat berbalik mundur, dan Pribadi yang mengubah pengetahuan mereka menjadi kebodohan; Pribadi yang membuat perkataan hambanya menjadi kenyataan, dan Pribadi yang melaksanakan sepenuhnya rancangan utusan-utusannya; Pribadi yang mengatakan mengenai Yerusalem, ”Ia akan didiami”, dan mengenai kota-kota Yehuda, ”Itu semua akan dibangun kembali, dan tempat-tempatnya yang telantar akan kudirikan kembali”; Pribadi yang mengatakan kepada air yang dalam, ”Menguaplah; dan semua sungaimu akan kukeringkan”; Pribadi yang mengatakan mengenai Kores, ”Dialah gembalaku, dan segala sesuatu yang aku sukai akan ia laksanakan sepenuhnya”; bahkan firmanku mengenai Yerusalem, ”Ia akan dibangun kembali”, dan mengenai bait, ”Fondasimu akan diletakkan.”’”—Yesaya 44:24-28.
21. Jaminan apa yang diberikan kata-kata Yehuwa?
21 Ya, Yehuwa tidak hanya mempunyai kesanggupan untuk meramalkan peristiwa-peristiwa masa depan tetapi juga berkuasa untuk melaksanakan seluruh maksud-tujuan-Nya yang sudah disingkapkan. Pernyataan ini akan menjadi sumber pengharapan bagi Israel. Sekalipun bala tentara Babilon akan menelantarkan negeri itu, ada jaminan bahwa Yerusalem dan anak-anak kotanya akan bangkit lagi dan ibadat sejati akan dipulihkan di sana. Namun, bagaimana?
22. Jelaskan bagaimana Sungai Efrat menguap.
22 Penenung yang tidak diilhami biasanya tidak berani membuat ramalan yang terlalu spesifik karena takut kalau ternyata salah. Sebaliknya, melalui Yesaya, Yehuwa menyingkapkan bahkan nama orang yang akan Ia gunakan untuk membebaskan umat-Nya dari penawanan sehingga mereka dapat pulang dan membangun kembali Yerusalem dan baitnya. Namanya adalah Kores, dan ia dikenal sebagai Kores Agung dari Persia. Yehuwa juga memberikan perincian tentang strategi yang akan digunakan Kores untuk menerobos sistem pertahanan Babilon yang kokoh dan rumit. Babilon akan dilindungi oleh tembok-tembok yang tinggi dan sungai yang mengalir melalui dan mengitari kota itu. Kores akan memanfaatkan elemen utama sistem pertahanan itu—Sungai Efrat. Menurut para sejarawan zaman dahulu, Herodotus dan Xenofon, Kores mengalihkan air Sungai Efrat sebelum alirannya mencapai kota Babilon sehingga airnya surut dan para prajuritnya dapat berjalan di dasar sungai tersebut. Maka, menguaplah kesanggupan Sungai Efrat yang perkasa untuk melindungi Babilon.
23. Catatan apa yang ada tentang penggenapan nubuat bahwa Kores akan membebaskan Israel?
23 Bagaimana dengan janji bahwa Kores akan membebaskan umat Allah dan akan memastikan bahwa Yerusalem dan baitnya dibangun kembali? Kores sendiri, melalui pengumuman yang dicatat dalam Alkitab, menyatakan, ”Inilah yang dikatakan Kores, raja Persia, ’Semua kerajaan di bumi telah diberikan kepadaku oleh Yehuwa, Allah yang berkuasa atas surga, dan ia sendiri telah menugasi aku untuk membangun baginya sebuah rumah di Yerusalem, yang ada di Yehuda. Siapa pun di antara kamu yang adalah umatnya, semoga Allahnya menyertai dia. Maka biarlah dia pergi ke Yerusalem, yang ada di Yehuda, dan membangun kembali rumah Yehuwa, Allah Israel,—ia adalah Allah yang benar—yang ada di Yerusalem.’” (Ezra 1:2, 3) Perkataan Yehuwa melalui Yesaya sepenuhnya digenapi!
Yesaya, Kores, dan Orang Kristen Dewasa Ini
24. Apa hubungan antara keluarnya perintah Artahsasta ”untuk memulihkan dan membangun kembali Yerusalem” dengan kedatangan Mesias?
24 Pasal 44 dari buku Yesaya mengagungkan Yehuwa sebagai satu-satunya Allah dan Pembebas bagi umat-Nya pada zaman dahulu. Selain itu, nubuat ini mempunyai makna yang dalam bagi kita dewasa ini. Dekret Kores untuk membangun kembali bait Yerusalem, yang dikeluarkan pada tahun 538/537 SM, memulai rentetan kejadian yang memuncak pada penggenapan nubuat lain yang menakjubkan. Dekret Kores disusul oleh dekret penguasa berikutnya, Artahsasta, yang menetapkan bahwa kota Yerusalem harus dibangun kembali. Buku Daniel menyingkapkan bahwa ”sejak keluarnya firman untuk memulihkan dan membangun kembali Yerusalem [pada tahun 455 SM] sampai datangnya Mesias, sang Pemimpin”, akan ada 69 ”minggu” yang masing-masing lamanya 7 tahun. (Daniel 9:24, 25) Nubuat ini juga menjadi kenyataan. Sesuai dengan jadwal, pada tahun 29 M, yaitu 483 tahun setelah dekret Artahsasta mulai berlaku di Tanah Perjanjian, Yesus dibaptis dan memulai pelayanannya di bumi.a
25. Jatuhnya Babilon di tangan Kores menunjuk kepada apa pada zaman modern?
25 Pembebasan orang-orang Yahudi yang loyal dari pembuangan, yang dimungkinkan oleh jatuhnya Babilon, menggambarkan pembebasan orang-orang Kristen terurap pada tahun 1919 dari pembuangan secara rohani. Pembebasan itu merupakan bukti bahwa Babilon yang lain, yang digambarkan sebagai pelacur, Babilon Besar—lambang agama-agama palsu sedunia yang dipandang secara kolektif—telah jatuh. Sebagaimana dicatat dalam buku Penyingkapan, rasul Yohanes mendapat penglihatan tentang kejatuhannya. (Penyingkapan 14:8) Ia juga mendapat penglihatan tentang kebinasaannya yang tiba-tiba. Uraian Yohanes tentang pembinasaan imperium dunia yang penuh berhala itu dalam beberapa hal mirip dengan penjelasan Yesaya tentang penaklukan Kores yang sukses atas kota Babilon kuno. Sebagaimana sungai yang melindungi Babilon tidak dapat menyelamatkannya dari Kores, demikian juga ’air’, umat manusia, yang mendukung dan melindungi Babilon Besar akan ”menjadi kering” sebelum ia mendapat pembinasaan yang setimpal.—Penyingkapan 16:12.b
26. Bagaimana nubuat Yesaya dan penggenapannya menguatkan iman kita?
26 Dari perspektif zaman modern, lebih dari dua setengah milenium setelah Yesaya menyampaikan nubuatnya, kita dapat melihat bahwa Allah memang ”melaksanakan sepenuhnya rancangan utusan-utusannya”. (Yesaya 44:26) Oleh karena itu, penggenapan nubuat Yesaya secara mencolok menunjukkan bahwa semua nubuat dalam Alkitab dapat diandalkan.
[Catatan Kaki]
a Lihat pasal 11 dari buku Perhatikanlah Nubuat Daniel!, yang diterbitkan oleh the Watchtower Bible and Tract Society of New York, Inc.
b Lihat pasal 35 dan 36 dari buku Wahyu—Klimaksnya yang Menakjubkan Sudah Dekat!, yang diterbitkan oleh Watchtower Bible and Tract Society of New York, Inc.
[Gambar di hlm. 63]
Dapatkah kayu bakar yang belum terpakai membebaskan seseorang?
[Gambar di hlm. 75]
Kores menggenapi nubuat dengan mengalihkan air Sungai Efrat
-
-
Yehuwa—”Allah yang Adil-benar dan Juru Selamat”Nubuat Yesaya—Terang bagi Seluruh Umat Manusia II
-
-
Pasal Enam
Yehuwa—”Allah yang Adil-benar dan Juru Selamat”
1, 2. Jaminan apa saja diberikan dalam Yesaya pasal 45, dan pertanyaan-pertanyaan apa akan dibahas?
JANJI-JANJI Yehuwa dapat diandalkan. Ia adalah Allah penyingkapan dan Allah penciptaan. Berkali-kali, Ia terbukti sebagai Allah yang adil-benar dan Juru Selamat orang-orang dari segala bangsa. Itulah beberapa jaminan yang menghangatkan hati dalam Yesaya pasal 45.
2 Selain itu, Yesaya pasal 45 memuat contoh luar biasa tentang kesanggupan Yehuwa dalam bernubuat. Roh Allah memungkinkan Yesaya untuk melihat negeri-negeri yang jauh dan menyelidiki peristiwa-peristiwa beberapa abad di muka, dan hal ini mendorongnya untuk melukiskan suatu episode yang hanya dapat dinubuatkan Yehuwa, Allah nubuat yang benar, dengan sangat saksama. Peristiwa apakah itu? Bagaimana peristiwa itu mempengaruhi umat Allah pada zaman Yesaya? Apa maknanya bagi kita dewasa ini? Marilah kita selidiki kata-kata sang nabi.
Maklumat Yehuwa terhadap Babilon
3. Ungkapan-ungkapan gamblang apa yang digunakan dalam Yesaya 45:1-3a untuk menggambarkan penaklukan oleh Kores?
3 ”Inilah firman Yehuwa kepada orang yang diurapinya, kepada Kores, yang tangan kanannya kupegang, untuk menaklukkan bangsa-bangsa di hadapannya, supaya aku membuka ikatan pada pinggang raja-raja; untuk membuka di hadapannya pintu-pintu berdaun dua, supaya pintu-pintu gerbang tidak tertutup, ’Aku akan berjalan di depanmu, dan bukit-bukit akan kuratakan. Pintu-pintu tembaga akan kuhancurkan, dan palang-palang besi akan kutebas. Aku akan memberikan kepadamu harta yang ada di tempat yang gelap, dan harta terpendam di tempat-tempat persembunyian.’”—Yesaya 45:1-3a.
4. (a) Mengapa Yehuwa menyebut Kores ’orang yang diurapi’-Nya? (b) Bagaimana Yehuwa menjamin kemenangan bagi Kores?
4 Yehuwa, melalui Yesaya, berbicara kepada Kores seolah-olah ia sudah ada, padahal, Kores belum lahir pada zaman Yesaya. (Roma 4:17) Karena Yehuwa melantik Kores jauh di muka untuk melaksanakan tugas tertentu, Kores dapat disebut ’orang yang diurapi’ Allah. Allah akan menuntunnya untuk menaklukkan bangsa-bangsa, membuat raja-raja lemah dan tidak sanggup melawan. Kemudian, sewaktu Kores menyerang Babilon, Yehuwa akan memastikan bahwa pintu-pintu kota dibiarkan terbuka sehingga tidak berguna seperti pintu-pintu gerbang yang telah hancur. Ia akan berjalan di depan Kores, menyingkirkan segala rintangan. Pada akhirnya, bala tentara Kores akan menaklukkan kota itu dan merebut ”harta terpendam”-nya, kekayaannya yang disimpan di lubang-lubang gelap di bawah tanah. Inilah yang Yesaya nubuatkan. Apakah kata-katanya menjadi kenyataan?
5, 6. Kapan dan bagaimana nubuat tentang kejatuhan Babilon menjadi kenyataan?
5 Pada tahun 539 SM—sekitar 200 tahun setelah Yesaya mencatat nubuat ini—Kores memang mendatangi tembok-tembok Babilon untuk menyerang kota itu. (Yeremia 51:11, 12) Namun, orang-orang Babilon tidak mengacuhkannya. Mereka merasa bahwa kota mereka tak tertaklukkan. Tembok-temboknya menjulang di tepi parit-parit yang dalam, yang penuh dengan air dari Sungai Efrat, yang menjadi bagian dari sistem pertahanan kota itu. Selama lebih dari seratus tahun, tidak ada musuh yang dapat mengambil alih Babilon dengan menggempur kota itu! Malah, penguasa Babilon yang sedang di tempat, Belsyazar, merasa begitu aman sehingga ia berpesta pora bersama pejabat-pejabat istananya. (Daniel 5:1) Malam itu—malam tanggal 5/6 Oktober—Kores melaksanakan manuver militernya yang cemerlang.
6 Di sebelah utara kota Babilon, pasukan zeni Kores membobol tepi Sungai Efrat untuk mengalihkan alirannya sehingga tidak lagi menuju ke arah selatan, ke kota itu. Tidak lama kemudian, air sungai di dalam dan di sekitar Babilon pun surut sehingga bala tentara Kores dapat menyusuri dasar sungai menuju jantung kota. (Yesaya 44:27; Yeremia 50:38) Sungguh mengherankan, seperti yang dinubuatkan Yesaya, pintu-pintu gerbang di sepanjang sungai dalam keadaan terbuka. Bala tentara Kores menyerbu Babilon, merebut istana, dan membunuh Raja Belsyazar. (Daniel 5:30) Dalam satu malam, penaklukan itu dilaksanakan. Babilon telah jatuh, dan nubuat itu digenapi sampai hal-hal yang terkecil.
7. Bagaimana orang Kristen dikuatkan oleh penggenapan yang luar biasa atas nubuat Yesaya tentang Kores?
7 Penggenapan yang tepat atas nubuat ini menguatkan iman orang Kristen dewasa ini. Hal itu memberi mereka alasan yang kuat untuk percaya bahwa nubuat-nubuat Alkitab yang belum tergenap juga dapat diandalkan sepenuhnya. (2 Petrus 1:20, 21) Para penyembah Yehuwa tahu bahwa peristiwa yang digambarkan oleh kejatuhan Babilon pada tahun 539 SM—jatuhnya ”Babilon Besar”—telah terjadi pada tahun 1919. Namun, mereka menantikan pembinasaan organisasi agama zaman modern dan juga pembinasaan yang telah dijanjikan atas sistem politik di bawah kendali Setan, pencampakan Setan, serta langit baru dan bumi baru yang akan datang. (Penyingkapan 18:2, 21; 19:19-21; 20:1-3, 12, 13; 21:1-4) Mereka tahu bahwa nubuat Yehuwa bukanlah janji kosong, melainkan uraian tentang peristiwa-peristiwa yang pasti akan terjadi. Keyakinan orang Kristen sejati diperkuat bila mereka mengingat digenapinya semua perincian nubuat Yesaya tentang kejatuhan Babilon. Mereka tahu bahwa Yehuwa selalu menggenapi firman-Nya.
Mengapa Yehuwa Akan Memilih Kores
8. Apa salah satu alasan Yehuwa memberi Kores kemenangan atas Babilon?
8 Setelah menyatakan siapa yang akan menaklukkan Babilon dan bagaimana hal ini akan dilakukan, Yehuwa selanjutnya menjelaskan sebuah alasan mengapa Kores akan diberi kemenangan. Dalam nubuat-Nya, Yehuwa berbicara kepada Kores dan mengatakan bahwa alasannya adalah ”supaya engkau tahu bahwa akulah Yehuwa, Allah Israel, Pribadi yang memanggil engkau dengan namamu”. (Yesaya 45:3b) Sepantasnyalah jika raja kuasa dunia keempat dalam sejarah Alkitab tersebut menyadari bahwa kemenangannya yang terbesar ini adalah berkat dukungan pribadi yang lebih besar daripada dirinya—Yehuwa, Sang Penguasa Universal. Kores harus mengakui bahwa pribadi yang memanggilnya, atau menugasinya, adalah Yehuwa, Allah Israel. Catatan Alkitab memperlihatkan bahwa Kores memang mengakui bahwa kemenangan besarnya berasal dari Yehuwa.—Ezra 1:2, 3.
9. Apa alasan kedua Yehuwa membawa Kores untuk menaklukkan Babilon?
9 Yehuwa menjelaskan alasan kedua mengapa Ia membawa Kores untuk menaklukkan Babilon, ”Demi hambaku, Yakub, dan demi Israel, orang pilihanku, aku memanggil engkau dengan namamu; lalu aku memberikan suatu nama kehormatan kepadamu, meskipun engkau tidak mengenal aku.” (Yesaya 45:4) Kemenangan Kores atas Babilon mengguncang dunia. Hal itu menandai jatuhnya satu kuasa dunia dan bangkitnya kuasa dunia lain, dan kemenangan itu memiliki pengaruh jangka panjang dalam sejarah untuk generasi-generasi mendatang. Namun, negeri-negeri tetangga yang dengan cemas mengamati peristiwa-peristiwa itu mungkin akan terkejut bila mengetahui bahwa semua itu terjadi demi beberapa ribu orang buangan yang ”tidak berharga” di Babilon—orang-orang Yahudi, keturunan Yakub. Namun, di mata Yehuwa, orang-orang yang selamat di antara bangsa Israel zaman dahulu sama sekali tidak bisa dianggap tidak berharga. Mereka adalah ’hamba’-Nya. Dari antara semua bangsa di bumi, merekalah ’orang pilihan’-Nya. Meskipun sebelumnya tidak mengenal Yehuwa, Kores digunakan Yehuwa sebagai orang yang diurapi-Nya untuk menggulingkan kota yang tidak bersedia menyerahkan tawanannya. Allah tidak bermaksud untuk membiarkan umat pilihan-Nya merana selama-lamanya di tanah asing.
10. Apa alasan utama Yehuwa menggunakan Kores untuk mengakhiri Kuasa Dunia Babilon?
10 Ada alasan ketiga, yang bahkan lebih penting, mengapa Yehuwa menggunakan Kores untuk menggulingkan Babilon. Yehuwa mengatakan, ”Akulah Yehuwa, dan tidak ada yang lain. Kecuali aku tidak ada Allah. Aku akan mengikat pinggangmu kuat-kuat, meskipun engkau tidak mengenal aku, supaya orang tahu dari tempat terbit dan terbenamnya matahari, bahwa tidak ada yang lain selain aku. Akulah Yehuwa, dan tidak ada yang lain.” (Yesaya 45:5, 6) Ya, jatuhnya Kuasa Dunia Babilon adalah pertunjukan Keilahian Yehuwa, bukti kepada semua orang bahwa Ia sajalah yang layak disembah. Karena umat Allah dibebaskan, orang-orang dari banyak bangsa—dari timur ke barat—akan mengakui bahwa Yehuwa-lah satu-satunya Allah yang benar.—Maleakhi 1:11.
11. Bagaimana Yehuwa mengilustrasikan bahwa Ia memiliki kuasa untuk memenuhi maksud-tujuan-Nya sehubungan dengan Babilon?
11 Ingatlah bahwa nubuat Yesaya ini dicatat sekitar 200 tahun sebelum peristiwanya terjadi. Setelah mendengar nubuat tersebut, ada yang bertanya-tanya, ’Apakah Yehuwa benar-benar memiliki kuasa untuk menggenapinya?’ Sejarah membuktikan bahwa jawabannya adalah ya. Yehuwa menjelaskan mengapa masuk akal untuk percaya bahwa Ia dapat melaksanakan apa yang Ia ucapkan, ”Membentuk terang dan menciptakan kegelapan, membuat damai dan menciptakan malapetaka, aku, Yehuwa, melakukan semua hal itu.” (Yesaya 45:7) Segala sesuatu yang diciptakan—dari terang sampai kegelapan—dan segala sesuatu dalam sejarah—dari damai sampai malapetaka—berada di bawah kendali Yehuwa. Sebagaimana Ia menciptakan terang pada siang hari dan kegelapan pada malam hari, demikian pula Ia akan membuat damai bagi Israel dan malapetaka bagi Babilon. Yehuwa memiliki kuasa untuk menciptakan alam semesta, dan Ia juga memiliki kuasa untuk menggenapi nubuat-Nya. Hal itu menenteramkan hati orang Kristen dewasa ini, yang dengan rajin mempelajari firman nubuat-Nya.
12. (a) Yehuwa menyebabkan langit dan bumi kiasan untuk menghasilkan apa? (b) Bagi orang Kristen dewasa ini, janji yang menghibur apa terkandung dalam kata-kata Yesaya 45:8?
12 Yehuwa dengan tepat menggunakan beberapa kejadian alam yang lazim untuk mengilustrasikan apa yang menanti orang-orang Yahudi buangan, ”Hai, langit, teteskanlah keadilbenaran dari atas; dan biarlah langit yang berawan menitikkan keadilbenaran. Biarlah bumi membuka diri, dan biarlah itu membuahkan keselamatan, dan biarlah itu juga menumbuhkan keadilbenaran. Aku, Yehuwa, telah menciptakannya.” (Yesaya 45:8) Sebagaimana langit harfiah mencurahkan hujan yang menunjang kehidupan, Yehuwa akan membuat langit kiasan mencurahkan pengaruh yang adil-benar atas umat-Nya. Dan, sebagaimana bumi harfiah membuka diri untuk menghasilkan panen yang limpah, Yehuwa akan memerintahkan bumi kiasan untuk menghasilkan peristiwa-peristiwa yang selaras dengan maksud-tujuan-Nya yang adil-benar—khususnya keselamatan bagi umat-Nya yang ditawan di Babilon. Pada tahun 1919, dengan cara yang serupa Yehuwa menyebabkan ”langit” dan ”bumi” menghasilkan peristiwa-peristiwa untuk membebaskan umat-Nya. Karena melihat hal-hal itu, orang Kristen dewasa ini bersukacita. Mengapa? Karena semua peristiwa itu menguatkan iman mereka seraya mereka menantikan saat manakala langit kiasan, Kerajaan Allah, mendatangkan berkat bagi bumi yang adil-benar. Pada waktu itu, keadilbenaran dan keselamatan dari langit dan bumi kiasan akan datang dalam skala yang jauh lebih besar daripada sewaktu Babilon kuno digulingkan. Alangkah menakjubkan penggenapan akhir kata-kata Yesaya ini!—2 Petrus 3:13; Penyingkapan 21:1.
Berkat-Berkat karena Mengakui Kedaulatan Yehuwa
13. Mengapa benar-benar menggelikan bila manusia menantang maksud-tujuan Yehuwa?
13 Setelah menggambarkan berkat-berkat yang penuh sukacita di masa depan ini, nada nubuat ini tiba-tiba berubah, dan Yesaya mengumumkan dua celaka, ”Celaka bagi orang yang berbantah dengan Pembuatnya, seperti pecahan tembikar melawan pecahan-pecahan tembikar lainnya dari tanah! Patutkah tanah liat mengatakan kepada pembentuknya, ’Apa yang kaubuat?’ Atau hasil pekerjaanmu mengatakan, ’Ia tidak memiliki tangan’? Celaka bagi orang yang mengatakan kepada seorang bapak, ’Engkau memperanakkan apa?’ dan kepada istrinya, ’Dengan sakit bersalin, apa yang kaulahirkan?’” (Yesaya 45:9, 10) Tampaknya, putra-putra Israel tidak setuju dengan apa yang Yehuwa nubuatkan. Barangkali mereka tidak percaya bahwa Yehuwa akan membiarkan umat-Nya pergi ke pembuangan. Atau, mungkin mereka mengkritik gagasan bahwa Israel akan dibebaskan oleh seorang raja dari bangsa kafir dan bukannya oleh raja dari keluarga Daud. Untuk menggambarkan betapa tidak masuk akalnya keberatan mereka, Yesaya membandingkan orang-orang yang tidak setuju ini dengan gumpalan tanah liat dan pecahan tembikar yang telah dibuang tetapi berani mempertanyakan hikmat pembuat mereka. Benda yang dibuat tukang tembikar itu sekarang mengatakan bahwa sang tukang tembikar tidak memiliki tangan atau kuasa untuk membentuk. Alangkah bodohnya! Para penentang itu seperti anak-anak kecil yang berani mengkritik wewenang orang tua mereka.
14, 15. Apa yang disingkapkan oleh sebutan ”Pribadi Kudus” dan ’Pembentuk’ tentang Yehuwa?
14 Yesaya memberikan jawaban Yehuwa kepada para penentang, ”Inilah firman Yehuwa, Pribadi Kudus Israel dan Pembentuknya, ’Bertanyalah kepadaku tentang hal-hal yang akan datang sehubungan dengan putra-putraku; dan berilah perintah kepadaku sehubungan dengan kegiatan tanganku. Akulah yang membuat bumi dan menciptakan manusia di atasnya. Aku—tanganku sendiri membentangkan langit, dan aku memberikan perintah kepada seluruh bala tentaranya. Akulah yang telah membangkitkan seseorang demi keadilbenaran, dan segala jalannya akan kuratakan. Dialah yang akan membangun kotaku, dan orang-orang milikku dalam pembuangan akan ia lepaskan, tanpa bayaran atau suap,’ kata Yehuwa yang berbala tentara.”—Yesaya 45:11-13.
15 Dengan menggambarkan Yehuwa sebagai ”Pribadi Kudus”, Yesaya menegaskan kesucian-Nya. Dengan menyebut-Nya sebagai ’Pembentuk’, ia menandaskan hak Yehuwa sebagai Pencipta untuk memutuskan bagaimana keadaan akan berkembang. Yehuwa sanggup memberi tahu putra-putra Israel hal-hal yang akan terjadi dan Ia sanggup mengurus pekerjaan tangan-Nya, yaitu, umat-Nya. Sekali lagi, diperlihatkan bahwa prinsip-prinsip yang menyangkut penciptaan dan penyingkapan saling berkaitan. Sebagai Pencipta seluruh alam semesta, Yehuwa berhak mengarahkan jalannya peristiwa menurut cara yang Ia kehendaki. (1 Tawarikh 29:11, 12) Dalam soal yang sedang dibahas, Penguasa Yang Berdaulat telah memutuskan untuk membangkitkan Kores, seorang kafir, sebagai pembebas Israel. Kedatangan Kores, meskipun baru akan terjadi di masa depan, sama pastinya dengan keberadaan langit dan bumi. Oleh karena itu, mana ada putra Israel yang berani mengkritik Bapak mereka, ”Yehuwa yang berbala tentara”?
16. Mengapa hamba-hamba Yehuwa harus menundukkan diri kepada-Nya?
16 Ayat-ayat yang sama dari buku Yesaya memuat alasan lain lagi mengapa hamba-hamba Allah hendaknya menundukkan diri kepada-Nya. Keputusan-Nya selalu demi hamba-hamba-Nya. (Ayub 36:3) Ia membuat hukum untuk membantu umat-Nya memperoleh manfaat. (Yesaya 48:17) Pada zaman Kores, orang-orang Yahudi yang mengakui kedaulatan Yehuwa mengalami sendiri kenyataan ini. Kores, yang bertindak selaras dengan keadilbenaran Yehuwa, memulangkan mereka dari Babilon sehingga mereka dapat membangun kembali bait. (Ezra 6:3-5) Demikian pula dewasa ini, banyak berkat dinikmati orang-orang yang menerapkan hukum-hukum Allah dalam kehidupan mereka sehari-hari dan yang tunduk kepada kedaulatan-Nya.—Mazmur 1:1-3; 19:7; 119:105; Yohanes 8:31, 32.
Berkat bagi Bangsa-Bangsa Lain
17. Selain Israel, siapa yang akan mendapatkan manfaat dari tindakan penyelamatan Yehuwa, dan bagaimana?
17 Israel bukanlah satu-satunya bangsa yang akan mendapat manfaat dari kejatuhan Babilon. Yesaya mengatakan, ”Inilah firman Yehuwa, ’Buruh-buruh yang tidak dibayar dari Mesir dan para saudagar Etiopia dan orang-orang Seba, orang-orang yang tinggi, akan datang kepadamu, dan mereka akan menjadi milikmu. Di belakangmu mereka akan berjalan; dengan kaki terbelenggu mereka akan datang, dan kepadamu mereka akan membungkuk. Kepadamu mereka akan memohon, demikian, ”Sungguh Allah ada bersamamu, dan tidak ada yang lain; tidak ada Allah lain.”’” (Yesaya 45:14) Pada zaman Musa, ”kumpulan yang sangat besar dari orang-orang dari berbagai bangsa” non-Israel menyertai orang-orang Israel dalam Eksodus mereka dari Mesir. (Keluaran 12:37, 38) Demikian pula, orang-orang asing akan menyertai orang-orang Yahudi buangan yang pulang dari Babilon. Orang-orang non-Yahudi ini tidak dipaksa pergi tetapi ”mereka akan datang” dengan sukarela. Sewaktu Yehuwa mengatakan, ”kepadamu mereka akan membungkuk” dan ”kepadamu mereka akan memohon”, Ia memaksudkan ketundukan dan pembaktian sukarela yang ditunjukkan orang-orang asing ini kepada Israel. Jika mereka dibelenggu, hal itu bukan karena paksaan, tetapi memperlihatkan kesediaan mereka melayani umat perjanjian Allah, yang kepada mereka, orang-orang asing ini akan berkata, ”Allah ada bersamamu.” Mereka akan menyembah Yehuwa sebagai proselit, di bawah ketentuan-ketentuan perjanjian-Nya dengan Israel.—Yesaya 56:6.
18. Dewasa ini, siapa yang mendapatkan manfaat dari pembebasan yang dilakukan Yehuwa atas ”Israel milik Allah”, dan dengan cara bagaimana?
18 Sejak tahun 1919 sewaktu ”Israel milik Allah” dibebaskan dari penawanan rohani, kata-kata Yesaya memiliki penggenapan yang lebih besar daripada yang di zaman Kores. Jutaan orang di seluruh bumi memperlihatkan kerelaan untuk melayani Yehuwa. (Galatia 6:16; Zakharia 8:23) Seperti ”buruh-buruh” dan ”para saudagar” yang disebutkan Yesaya, mereka dengan gembira memberikan tenaga dan sumber daya materi mereka untuk mendukung ibadat sejati. (Matius 25:34-40; Markus 12:30) Mereka membaktikan diri kepada Allah dan menempuh jalan-jalan-Nya, dengan senang hati menjadi budak-Nya. (Lukas 9:23) Mereka menyembah Yehuwa saja, dan menikmati manfaat yang diperoleh karena bergabung dengan ”budak yang setia dan bijaksana” yang berada dalam hubungan perjanjian yang istimewa dengan Allah. (Matius 24:45-47; 26:28; Ibrani 8:8-13) Meskipun tidak ambil bagian dalam perjanjian itu, ”buruh-buruh” dan ”para saudagar” tersebut mendapat manfaat dari perjanjian itu dan menaati hukum-hukum yang terkait, dengan tanpa gentar menyatakan, ”Tidak ada Allah lain.” Dewasa ini, betapa menggetarkan untuk menyaksikan sendiri pertambahan luar biasa dalam jumlah pendukung sukarela ibadat sejati!—Yesaya 60:22.
19. Apa yang akan terjadi atas orang yang tidak mau berhenti menyembah berhala?
19 Setelah menyingkapkan bahwa orang-orang dari bangsa-bangsa akan bergabung dalam menyembah Yehuwa, sang nabi berseru, ”Sesungguhnya, engkaulah Allah yang tetap membuat dirimu tersembunyi, Allah Israel, Juru Selamat”! (Yesaya 45:15) Meskipun Yehuwa tidak memperlihatkan kuasa-Nya sekarang, kelak Ia tidak akan lagi menyembunyikan diri-Nya. Ia akan memperlihatkan diri-Nya sebagai Allah Israel, Penyelamat umat-Nya. Namun, Yehuwa tidak akan menjadi Penyelamat orang-orang yang percaya kepada berhala. Tentang mereka, Yesaya mengatakan, ”Mereka pasti akan merasa malu dan bahkan direndahkan, mereka semua. Semua pembuat patung berhala akan berjalan dengan kehinaan.” (Yesaya 45:16) Kehinaan yang mereka alami bukanlah sekadar keadaan direndahkan dan rasa malu untuk sementara. Hal itu akan berarti kematian—kebalikan dari apa yang selanjutnya dijanjikan Yehuwa kepada Israel.
20. Bagaimana Israel akan menikmati ”keselamatan sampai waktu yang tidak tertentu”?
20 ”Mengenai Israel, ia akan diselamatkan karena ada dalam persatuan dengan Yehuwa, dengan keselamatan sampai waktu yang tidak tertentu. Kamu sekalian tidak akan merasa malu, ataupun direndahkan sampai waktu yang tidak tertentu, selama-lamanya.” (Yesaya 45:17) Yehuwa menjanjikan keselamatan kekal kepada Israel, tetapi ada syaratnya. Israel harus tetap ”dalam persatuan dengan Yehuwa”. Sewaktu Israel merusak persatuan itu dengan menolak Yesus sebagai Mesias, bangsa itu akan kehilangan prospek ”keselamatan sampai waktu yang tidak tertentu”. Namun, beberapa orang di Israel akan memperlihatkan iman akan Yesus, dan mereka akan menjadi inti dari Israel milik Allah, yang akan menggantikan Israel jasmani. (Matius 21:43; Galatia 3:28, 29; 1 Petrus 2:9) Israel rohani tidak akan pernah direndahkan. Mereka akan dibawa ke dalam ”perjanjian yang abadi”.—Ibrani 13:20.
Dalam Penciptaan dan Penyingkapan, Yehuwa Dapat Diandalkan
21. Bagaimana Yehuwa membuktikan diri dapat diandalkan sepenuhnya dalam penciptaan dan penyingkapan?
21 Dapatkah orang-orang Yahudi mengandalkan janji-janji Yehuwa tentang keselamatan kekal bagi Israel? Yesaya menjawab, ”Inilah firman Yehuwa, Pencipta langit, Dialah Allah yang benar, Pembentuk bumi dan Pembuatnya, Dialah yang mendirikannya dengan kokoh, yang tidak menciptakannya dengan percuma, yang membentuknya untuk didiami, ’Akulah Yehuwa, dan tidak ada yang lain. Aku tidak berbicara di tempat persembunyian, di tempat yang gelap di bumi; aku juga tidak mengatakan kepada benih Yakub, ”Carilah aku dengan percuma, hai, kamu sekalian.” Akulah Yehuwa, yang mengatakan apa yang adil-benar, memberitahukan apa yang benar.’” (Yesaya 45:18, 19) Untuk yang keempat dan yang terakhir kali dalam pasal ini, Yesaya membuka ayat-ayat tentang nubuat yang penting ini dengan frase, ”Inilah firman Yehuwa.” (Yesaya 45:1, 11, 14) Apa yang Yehuwa firmankan? Bahwa baik dalam penciptaan maupun penyingkapan, Ia dapat diandalkan. Ia tidak menciptakan bumi ”dengan percuma”. Demikian pula, Ia tidak meminta umat-Nya, Israel, untuk mencari-Nya ”dengan percuma”. Sebagaimana maksud-tujuan Allah untuk bumi ini akan terlaksana, demikian pula maksud-tujuan Allah untuk umat pilihan-Nya akan terlaksana. Sebaliknya dari kata-kata yang kabur dari para pelayan allah-allah palsu, kata-kata Yehuwa diucapkan dengan jelas. Kata-kata-Nya adil dan akan menjadi kenyataan. Orang-orang yang melayani-Nya tidak akan melayani-Nya dengan sia-sia.
22. (a) Tentang apa orang-orang Yahudi yang ditawan di Babilon dapat merasa yakin? (b) Jaminan apa yang dimiliki orang Kristen dewasa ini?
22 Bagi umat Allah yang dibuang di Babilon, kata-kata itu menjadi jaminan bahwa Tanah Perjanjian tidak akan selamanya telantar. Tanah itu akan didiami kembali. Dan, janji-janji Yehuwa kepada mereka akan menjadi kenyataan. Dalam pengertian yang lebih luas, kata-kata Yesaya menjadi jaminan bagi umat Allah dewasa ini bahwa bumi tidak akan menjadi puing yang telantar—dihanguskan api, seperti pendapat beberapa orang, atau dihancurkan bom nuklir, seperti yang dikhawatirkan orang-orang. Allah bermaksud agar bumi ini tetap ada selama-lamanya, diliputi keindahan firdaus dan dihuni penduduk yang adil-benar. (Mazmur 37:11, 29; 115:16; Matius 6:9, 10; Penyingkapan 21:3, 4) Ya, sebagaimana yang terjadi pada Israel, kata-kata Yehuwa akan terbukti dapat diandalkan.
Yehuwa Mengulurkan Belas-Kasihan-Nya
23. Apa yang akan terjadi atas orang yang menyembah berhala, dan bagaimana orang yang menyembah Yehuwa dapat selamat?
23 Keselamatan Israel ditandaskan dalam kata-kata Yehuwa berikut ini, ”Berkumpullah dan datanglah. Mendekatlah, hai, orang-orang yang terluput dari bangsa-bangsa. Orang-orang yang mengangkut kayu untuk patung pahatan, tidak berpengetahuan, demikian pula mereka yang berdoa kepada allah yang tidak dapat menyelamatkan. Sampaikan laporanmu dan persembahanmu. Ya, biarlah mereka berunding bersama. Siapa yang telah membuat hal ini terdengar sejak masa lampau? Siapa yang telah menyatakannya sejak waktu itu? Bukankah aku, Yehuwa, yang selain dia tidak ada Allah lain; Allah yang adil-benar dan Juru Selamat, tidak yang lain kecuali aku?” (Yesaya 45:20, 21) Yehuwa memanggil ”orang-orang yang terluput” untuk membandingkan keselamatan mereka dengan apa yang terjadi atas orang-orang yang menyembah berhala. (Ulangan 30:3; Yeremia 29:14; 50:28) Karena para penyembah berhala berdoa kepada dan melayani allah-allah yang tidak berdaya dan tidak dapat menyelamatkan mereka, mereka menjadi ”tidak berpengetahuan”. Ibadat mereka sia-sia—percuma. Namun, orang-orang yang menyembah Yehuwa mendapati bahwa Ia berkuasa untuk mewujudkan semua peristiwa yang Ia nubuatkan ”sejak masa lampau”, termasuk keselamatan umat-Nya yang dibuang di Babilon. Kuasa dan kesanggupan Yehuwa untuk melihat ke masa depan membedakan Yehuwa dari allah-allah lain. Ya, Dialah ”Allah yang adil-benar dan Juru Selamat”.
”Kami Berutang Keselamatan kepada Allah Kami”
24, 25. (a) Undangan apa yang Yehuwa ulurkan, dan mengapa janji-Nya pasti tergenap? (b) Yehuwa berhak untuk menuntut apa?
24 Belas kasihan Yehuwa menggerakkan-Nya untuk mengulurkan undangan, ”Berpalinglah kepadaku dan perolehlah keselamatan, kamu semua yang berada di ujung-ujung bumi; karena akulah Allah, dan tidak ada yang lain. Aku bersumpah demi diriku sendiri—firman keluar dari mulutku sendiri dengan keadilbenaran, sehingga itu tidak akan kembali—bahwa kepadaku semua orang akan bertekuk lutut, semua lidah akan bersumpah, dengan mengatakan, ’Sesungguhnya pada Yehuwa ada keadilbenaran serta kekuatan yang penuh. Mereka semua yang panas hati terhadapnya akan datang kepadanya dan merasa malu. Karena Yehuwa, semua benih Israel akan terbukti benar dan akan memegahkan diri.’”—Yesaya 45:22-25.
25 Yehuwa berjanji kepada Israel bahwa Ia akan menyelamatkan orang-orang di Babilon yang berpaling kepada-Nya. Nubuat ini mustahil gagal karena Yehuwa ingin dan sanggup menyelamatkan umat-Nya. (Yesaya 55:11) Firman Allah itu sendiri dapat diandalkan, terlebih lagi bila Yehuwa bersumpah untuk meneguhkan firman-Nya. (Ibrani 6:13) Ia berhak menuntut ketundukan (”semua orang akan bertekuk lutut”) dan komitmen (”semua lidah akan bersumpah”) dari orang-orang yang menginginkan perkenan-Nya. Orang-orang Israel yang bertekun dalam menyembah Yehuwa akan diselamatkan. Mereka dapat bermegah akan apa yang Yehuwa lakukan bagi mereka.—2 Korintus 10:17.
26. Bagaimana ”kumpulan besar” dari semua bangsa menyambut undangan Yehuwa untuk berpaling kepada-Nya?
26 Namun, undangan Allah untuk berpaling kepada-Nya tidak terbatas kepada orang-orang buangan di Babilon kuno. (Kisah 14:14, 15; 15:19; 1 Timotius 2:3, 4) Undangan ini masih diulurkan, dan ”kumpulan besar . . . dari semua bangsa” menyambutnya dan berseru, ”Kami berutang keselamatan kepada Allah kami . . . dan kepada Anak Domba [Yesus].” (Penyingkapan 7:9, 10; 15:4) Setiap tahun, ratusan ribu orang baru menambah jumlah kumpulan besar dengan berpaling kepada Allah, sepenuhnya mengakui kedaulatan-Nya dan di hadapan umum mereka menyatakan kesetiaan mereka kepada-Nya. Selain itu, dengan loyal mereka mendukung Israel rohani, ”benih Abraham”. (Galatia 3:29) Mereka menyatakan kasih mereka akan pemerintahan Yehuwa yang adil-benar dengan mengumumkan di seluas dunia, ”Sesungguhnya pada Yehuwa ada keadilbenaran serta kekuatan yang penuh.”a Dalam suratnya kepada orang-orang Roma, rasul Paulus mengutip Yesaya 45:23 dari terjemahan Septuaginta untuk memperlihatkan bahwa pada akhirnya setiap orang yang hidup akan mengakui kedaulatan Allah dan senantiasa memuji nama-Nya.—Roma 14:11; Filipi 2:9-11; Penyingkapan 21:22-27.
27. Mengapa orang Kristen dewasa ini dapat sepenuhnya mempercayai janji-janji Yehuwa?
27 Mengapa anggota-anggota kumpulan besar dapat percaya bahwa berpaling kepada Allah berarti keselamatan? Karena janji Yehuwa dapat diandalkan, seperti yang diperlihatkan dengan sangat jelas oleh kata-kata nubuat dalam Yesaya pasal 45. Sebagaimana Yehuwa memiliki kuasa dan hikmat untuk menciptakan langit dan bumi, demikian pula Ia memiliki kuasa dan hikmat untuk mewujudkan nubuat-nubuat-Nya. Dan, sebagaimana Ia memastikan bahwa nubuat mengenai Kores menjadi kenyataan, Ia akan menggenapi nubuat Alkitab lain yang belum tergenap. Oleh karena itu, para penyembah Yehuwa dapat yakin bahwa tidak lama lagi Yehuwa akan kembali terbukti sebagai ”Allah yang adil-benar dan Juru Selamat”.
[Catatan Kaki]
a Di sini, Terjemahan Dunia Baru menggunakan pernyataan ’keadilbenaran yang penuh’ karena dalam naskah Ibraninya, ada bentuk jamak ”keadilbenaran-keadilbenaran”. Bentuk jamak digunakan di sini untuk memperlihatkan tingginya kadar keadilbenaran Yehuwa.
[Gambar di hlm. 80, 81]
Yehuwa, yang membentuk terang dan menciptakan kegelapan, dapat membuat damai dan menciptakan malapetaka
[Gambar di hlm. 83]
Yehuwa akan menyebabkan ”langit” mencurahkan berkat dan ”bumi” menghasilkan keselamatan
[Gambar di hlm. 84]
Dapatkah pecahan tembikar yang dibuang mempertanyakan hikmat pembuat mereka?
[Gambar di hlm. 89]
Yehuwa tidak menciptakan bumi dengan percuma
-
-
Kembali kepada Ibadat YehuwaNubuat Yesaya—Terang bagi Seluruh Umat Manusia II
-
-
Pasal Tujuh
Kembali kepada Ibadat Yehuwa
1. Siapa nama dua dewa utama Babilon, dan apa yang dinubuatkan mengenai mereka?
SELAMA masa pembuangan di Babilon, Israel dikelilingi ibadat palsu. Pada zaman Yesaya, umat Yehuwa masih berada di negeri mereka, dan mereka mempunyai bait dan keimaman. Akan tetapi, banyak orang dari bangsa yang berbakti kepada Allah itu menyerah kepada penyembahan berhala. Maka, sangatlah penting untuk mempersiapkan mereka sebelumnya agar mereka tidak terpesona oleh allah-allah palsu Babilon atau tergoda untuk melayani mereka. Oleh karena itu, Yesaya mengatakan dalam nubuat tentang dua dewa utama Babilon, ”Bel telah bertekuk lutut, Nebo membungkuk; patung-patung mereka telah diserahkan kepada binatang liar dan binatang peliharaan, sebagai tanggungan, muatan, suatu beban pada binatang-binatang yang lelah itu.” (Yesaya 46:1) Bel adalah ilah berhala utama orang Khaldea. Nebo dipuja sebagai dewa hikmat dan ilmu pengetahuan. Respek terhadap kedua dewa ini terlihat dari banyaknya orang Babilon yang memadukan nama dewa-dewa ini dengan nama diri mereka—Belsyazar, Nabopolasar, Nebukhadnezar, Nebuzaradan, dan lain-lain.
2. Bagaimana ketidakberdayaan allah-allah Babilon ditandaskan?
2 Yesaya mengatakan bahwa Bel telah ”bertekuk lutut” dan Nebo ”membungkuk”. Allah-allah palsu ini akan direndahkan. Pada waktu Yehuwa mendatangkan hukuman-Nya atas Babilon, allah-allah ini tidak akan sanggup menolong penyembah mereka. Mereka bahkan tidak akan dapat menyelamatkan diri sendiri! Bel dan Nebo tidak akan lagi diarak secara terhormat, seperti pada perayaan Tahun Baru Babilon. Sebaliknya, mereka akan diseret seperti barang biasa oleh penyembah mereka. Pujian dan pemujaan akan digantikan oleh ejekan dan penghinaan.
3. (a) Apa yang akan membuat orang-orang Babilon terkejut? (b) Dewasa ini, apa yang dapat kita pelajari dari apa yang terjadi atas allah-allah Babilon?
3 Alangkah terkejutnya orang-orang Babilon melihat berhala-berhala yang mereka puja-puja hanya menjadi beban pada binatang-binatang yang lelah! Demikian juga dewasa ini, allah-allah dunia ini—hal-hal yang orang-orang andalkan dan yang untuknya mereka rela mengorbankan tenaga, bahkan kehidupan mereka—hanyalah suatu ilusi. Harta benda, persenjataan, kesenangan, para penguasa, ibu pertiwi atau lambang-lambangnya, dan banyak hal lain telah menjadi objek pengabdian. Kesia-siaan allah-allah seperti itu akan disingkapkan pada waktu yang Yehuwa tentukan.—Daniel 11:38; Matius 6:24; Kisah 12:22; Filipi 3:19; Kolose 3:5; Penyingkapan 13:14, 15.
4. Dalam arti apa allah-allah Babilon ”membungkuk” dan ”bertekuk lutut”?
4 Kegagalan total allah-allah Babilon lebih lanjut ditonjolkan nubuat itu, ”Mereka akan membungkuk; mereka sama-sama akan bertekuk lutut; mereka tidak sanggup meluputkan beban tersebut, tetapi jiwa mereka akan pergi ke tempat penawanan.” (Yesaya 46:2) Allah-allah Babilon dikatakan ”membungkuk” dan ”bertekuk lutut” seolah-olah terluka dalam peperangan atau sudah uzur. Mereka bahkan tidak dapat meringankan tanggungan atau memberikan keluputan kepada binatang-binatang hina yang menghela mereka. Jadi, apakah umat perjanjian Yehuwa, sekalipun ditawan di Babilon, patut memberikan penghormatan kepada mereka? Tidak! Demikian juga dengan hamba-hamba Yehuwa yang terurap, bahkan sewaktu ditawan secara rohani, mereka tidak memberikan penghormatan kepada allah-allah palsu ”Babilon Besar”, yang tidak dapat mencegah kejatuhannya pada tahun 1919 dan tidak akan dapat menyelamatkan dia dari malapetaka yang akan menimpanya selama ”kesengsaraan besar”.—Penyingkapan 18:2, 21; Matius 24:21.
5. Bagaimana orang Kristen dewasa ini berupaya tidak mengulangi kesalahan orang-orang Babilon yang menyembah berhala?
5 Orang Kristen sejati dewasa ini tidak sujud kepada berhala dalam bentuk apa pun. (1 Yohanes 5:21) Salib, rosario, patung orang suci tidak membuat Sang Pencipta lebih mudah didekati. Benda-benda itu tidak dapat memohonkan belas kasihan untuk kita. Pada abad pertama, Yesus mengajar murid-muridnya cara yang tepat untuk menyembah Allah ketika ia mengatakan, ”Akulah jalan dan kebenaran dan kehidupan. Tidak seorang pun datang kepada Bapak kecuali melalui aku. Jika kamu meminta apa pun dengan namaku, aku akan melakukannya.”—Yohanes 14:6, 14.
”Digendong dari Rahim”
6. Bagaimana Yehuwa berbeda dari allah-allah bangsa-bangsa?
6 Setelah menyingkapkan kesia-siaan penyembahan kepada ilah-ilah berhala Babilon, Yehuwa mengatakan kepada umat-Nya, ”Dengarkanlah aku, hai, keturunan Yakub, dan kamu semua yang tersisa dari keturunan Israel, kamu yang kuangkat dari kandungan, orang-orang yang digendong dari rahim.” (Yesaya 46:3) Betapa berbedanya Yehuwa dengan patung-patung ukiran Babilon! Allah-allah Babilon tidak dapat berbuat apa-apa bagi para penyembah mereka. Kalau berpindah tempat, mereka perlu dihela binatang beban. Namun sebaliknya, Yehuwa menggendong umat-Nya. Ia telah memelihara mereka ”dari rahim”, sejak bangsa itu dibentuk. Kenangan yang menghangatkan hati sewaktu mereka digendong Yehuwa seharusnya menganjurkan orang Yahudi untuk menghindari penyembahan berhala dan untuk percaya kepada-Nya sebagai Bapak dan Sahabat mereka.
7. Bagaimana perhatian Yehuwa yang lembut kepada para penyembah-Nya jauh melebihi perhatian orang tua terhadap anak-anak mereka?
7 Yehuwa melanjutkan kata-kata-Nya yang lembut kepada umat-Nya, ”Bahkan sampai usia tuamu aku tetap Pribadi yang sama; dan sampai kamu beruban aku akan terus memikulmu. Aku pasti akan bertindak, yaitu membawa, memikul dan meluputkan kamu.” (Yesaya 46:4) Perhatian Yehuwa kepada umat-Nya jauh melebihi perhatian orang tua manusia mana pun. Seraya anak-anak beranjak dewasa, orang tua mungkin merasa bahwa tanggung jawab mereka terhadap anak-anak semakin berkurang. Sewaktu orang tua berusia lanjut, sering kali anak-anaklah yang mengurus mereka. Hal ini tidak pernah berlaku bagi Yehuwa. Ia tidak pernah berhenti memelihara anak-anak-Nya, manusia—bahkan sampai mereka tua. Dewasa ini, para penyembah Allah mempercayai serta mengasihi Pencipta mereka dan mendapatkan banyak penghiburan dari kata-kata nubuat Yesaya ini. Mereka tidak perlu mengkhawatirkan hari-hari atau tahun-tahun yang masih harus mereka lalui dalam sistem ini. Yehuwa berjanji untuk ’terus memikul’ orang-orang yang sudah lanjut usia, memberi mereka kekuatan yang dibutuhkan untuk bertekun dan tetap setia. Ia akan menggendong mereka, menguatkan mereka, dan meluputkan mereka.—Ibrani 6:10.
Waspadalah terhadap Berhala-Berhala Zaman Modern
8. Dosa yang tidak termaafkan apa yang dilakukan beberapa orang yang sebangsa dengan Yesaya?
8 Bayangkan kekecewaan orang-orang Babilon yang percaya kepada berhala-berhala, yang akan terbukti sama sekali tidak berguna! Patutkah Israel percaya bahwa allah-allah itu dapat menandingi Yehuwa? Sama sekali tidak! Yehuwa selayaknya bertanya, ”Dengan siapa kamu akan menyamakan aku atau menyetarakan aku atau membandingkan aku sehingga kami sama?” (Yesaya 46:5) Beberapa orang yang sebangsa dengan Yesaya benar-benar tidak dapat dimaafkan karena mereka telah memilih untuk menyembah patung-patung yang bisu, tak bernyawa, dan tak berdaya! Bagi bangsa yang mengenal Yehuwa, mengandalkan patung-patung buatan manusia yang tak bernyawa dan tak berdaya benar-benar suatu kebodohan.
9. Jelaskan penalaran tidak berakal dari beberapa penyembah berhala.
9 Perhatikan penalaran tidak berakal dari para penyembah berhala. Nubuat itu selanjutnya mengatakan, ”Ada orang yang mengeluarkan banyak sekali emas dari pundi-pundi, dan menimbang perak dengan lengan timbangan. Mereka mengupah perajin logam, dan ia membuatnya menjadi allah. Mereka sujud, ya, mereka membungkuk.” (Yesaya 46:6) Para penyembah berhala bersedia mengeluarkan banyak uang untuk membuat ilah mereka, seolah-olah berhala yang mahal mempunyai kuasa penyelamatan yang lebih besar daripada berhala kayu. Namun, tidak soal seberapa besar upaya yang dikerahkan atau seberapa mahal bahannya, berhala yang tak bernyawa akan tetap menjadi berhala tak bernyawa, tidak lebih dari itu.
10. Bagaimana nubuat Yesaya menggambarkan betapa sia-sianya penyembahan berhala?
10 Untuk menandaskan kebodohan penyembahan berhala lebih lanjut, nubuat itu mengatakan, ”Mereka membawanya di atas bahu, mereka memikul dan menaruhnya di tempatnya agar itu tetap berdiri. Dari tempatnya ia tidak bergerak. Orang bahkan berseru kepadanya, tetapi ia tidak menjawab; ia tidak menyelamatkan orang dari kesesakannya.” (Yesaya 46:7) Betapa bodohnya berdoa kepada sebuah patung yang tidak sanggup mendengar maupun bertindak! Pemazmur menjelaskan kesia-siaan objek penyembahan semacam itu, ”Berhala-berhala mereka adalah perak dan emas, buatan tangan manusia. Mereka mempunyai mulut, tetapi tidak dapat berbicara; mereka mempunyai mata, tetapi tidak dapat melihat; mereka mempunyai telinga, tetapi tidak dapat mendengar. Mereka mempunyai hidung, tetapi tidak dapat mencium. Mereka memiliki tangan, tetapi tidak dapat meraba. Mereka memiliki kaki, tetapi tidak dapat berjalan; mereka tidak dapat mengeluarkan suara dengan kerongkongan mereka. Seperti itulah jadinya orang-orang yang membuatnya, semua orang yang percaya kepadanya.”—Mazmur 115:4-8.
’Kerahkan Keberanian’
11. Apa yang akan membantu orang-orang yang goyah untuk ”mengerahkan keberanian”?
11 Setelah menunjukkan kesia-siaan penyembahan berhala, Yehuwa memberi tahu umat-Nya mengapa mereka harus melayani-Nya, ”Ingatlah akan hal ini, agar kamu sekalian dapat mengerahkan keberanian. Camkanlah itu dalam hatimu, hai, para pelanggar. Ingatlah akan hal-hal yang pertama di masa lampau, bahwa akulah Pribadi Ilahi dan tidak ada Allah lain, atau satu pribadi pun yang seperti aku.” (Yesaya 46:8, 9) Orang-orang yang terombang-ambing antara ibadat sejati dengan penyembahan berhala harus mengingat sejarah. Mereka harus ingat akan hal-hal yang Yehuwa telah lakukan. Ini akan membantu mereka mengerahkan keberanian dan melakukan hal yang benar. Hal ini akan membantu mereka untuk kembali menyembah Yehuwa.
12, 13. Perjuangan apa yang harus dijalani orang Kristen, dan bagaimana mereka dapat memenangkannya?
12 Anjuran ini masih dibutuhkan dewasa ini. Seperti orang Israel, orang Kristen yang tulus harus melawan berbagai godaan dan ketidaksempurnaan mereka sendiri. (Roma 7:21-24) Selain itu, mereka berjuang dalam pertempuran rohani melawan musuh yang tidak kelihatan tetapi sangat kuat. Rasul Paulus mengatakan, ”Pergulatan kita bukan melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan kalangan berwenang, melawan para penguasa dunia dari kegelapan ini, melawan kumpulan roh yang fasik di tempat-tempat surgawi.”—Efesus 6:12.
13 Setan dan hantu-hantunya akan mencoba segala cara untuk memalingkan orang Kristen dari ibadat sejati. Agar dapat memenangkan pertarungan ini, orang Kristen perlu mematuhi nasihat Yehuwa dan mengerahkan keberanian. Bagaimana? Rasul Paulus menjelaskan, ”Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata dari Allah agar kamu sanggup berdiri teguh melawan siasat-siasat licik Iblis.” Yehuwa tidak mengirimkan hamba-hamba-Nya ke medan pertempuran dengan perlengkapan yang minim. Senjata rohani mereka mencakup ”perisai besar iman, yang dengannya [mereka] akan sanggup memadamkan semua senjata lempar yang berapi dari si fasik”. (Efesus 6:11, 16) Orang-orang Israel adalah pelanggar-pelanggar karena mereka mengabaikan persediaan rohani yang Yehuwa buat bagi mereka. Seandainya mereka merenungkan perbuatan-perbuatan penuh kuasa yang berulang-ulang Yehuwa lakukan demi mereka, mereka tidak akan pernah berpaling kepada penyembahan berhala yang menjijikkan itu. Semoga kita belajar dari contoh mereka dan bertekad untuk tidak pernah goyah dalam perjuangan untuk melakukan yang benar.—1 Korintus 10:11.
14. Kesanggupan apa yang Yehuwa tandaskan untuk memperlihatkan bahwa Ia adalah satu-satunya Allah yang benar?
14 Yehuwa adalah ”Pribadi yang sejak awal memberitahukan kesudahannya, dan dari masa lampau, hal-hal yang belum terlaksana; Pribadi yang mengatakan, ’Rancanganku akan tetap bertahan, dan segala sesuatu yang aku sukai akan kulakukan’”. (Yesaya 46:10) Allah lain mana yang dapat menandingi Yehuwa dalam hal ini? Kesanggupan untuk meramalkan masa depan merupakan bukti yang menonjol tentang Keilahian Sang Pencipta. Akan tetapi, untuk memastikan penggenapan hal-hal yang sudah dinubuatkan, dibutuhkan sesuatu yang lebih dari sekadar kesanggupan melihat ke masa depan. Pernyataan ”rancanganku akan tetap bertahan” menandaskan bahwa maksud-tujuan Allah yang sudah ditetapkan tidak akan pernah berubah. Karena Yehuwa tidak terbatas kuasa-Nya, di alam semesta ini tidak ada yang dapat menghalangi-Nya untuk melaksanakan kehendak-Nya. (Daniel 4:35) Oleh karena itu, kita dapat yakin bahwa nubuat mana pun yang belum tergenap akan menjadi kenyataan pada waktu yang Allah tentukan.—Yesaya 55:11.
15. Contoh luar biasa apa yang kita perlu perhatikan tentang kesanggupan Yehuwa menubuatkan masa depan?
15 Selanjutnya, nubuat Yesaya menarik perhatian kita kepada suatu contoh yang mencengangkan tentang kesanggupan Yehuwa dalam menubuatkan kejadian di masa depan dan kemudian dalam menggenapi kata-kata-Nya, ”Pribadi yang memanggil burung pemangsa dari arah terbitnya matahari, memanggil seorang pria dari negeri yang jauh untuk melaksanakan rancanganku. Aku telah mengatakannya; aku juga akan mewujudkannya. Aku telah membentuknya, aku juga akan melakukannya.” (Yesaya 46:11) Sebagai ”Pribadi yang sejak awal memberitahukan kesudahannya”, Allah Yehuwa akan membentuk keadaan-keadaan sehubungan dengan urusan-urusan manusia agar perkataan-Nya terlaksana. Ia akan memanggil Kores ”dari arah terbitnya matahari”, atau dari Persia di timur, lokasi ibu kota kesayangan Kores di kemudian hari, Pasargade. Kores akan berlaku seperti ”burung pemangsa” yang tiba-tiba dan tanpa diduga menyambar Babilon.
16. Bagaimana Yehuwa meneguhkan kepastian ramalan-Nya tentang Babilon?
16 Kepastian ramalan Yehuwa tentang Babilon diteguhkan oleh kata-kata, ”Aku telah mengatakannya; aku juga akan mewujudkannya.” Manusia yang tidak sempurna cenderung tergesa-gesa membuat janji, tetapi Sang Pencipta tidak pernah gagal menepati perkataan-Nya. Karena Yehuwa adalah Allah ”yang tidak dapat berdusta”, kita dapat yakin bahwa jika Ia ”telah membentuknya”, Ia ”juga akan melakukannya”.—Titus 1:2.
Hati yang Tidak Beriman
17, 18. Siapa yang dapat disebut ’orang-orang yang kuat hati’ (a) pada zaman dahulu? (b) dewasa ini?
17 Sekali lagi dalam nubuat ini, Yehuwa mengarahkan perhatian-Nya kepada Babilon dengan mengatakan, ”Dengarkanlah aku, hai, kamu yang kuat hati, kamu yang jauh dari keadilbenaran.” (Yesaya 46:12) Ungkapan ”kamu yang kuat hati”, menggambarkan orang-orang yang keras kepala dan berkukuh dalam menentang kehendak Allah. Orang Babilon pastilah jauh dari Allah. Kebencian mereka terhadap Yehuwa dan umat-Nya mendorong mereka untuk membinasakan Yerusalem serta baitnya dan membawa penduduknya ke pembuangan.
18 Dewasa ini, orang-orang yang mempunyai hati yang skeptis dan tidak percaya bersikeras untuk tidak mendengarkan berita Kerajaan, yang sedang dikabarkan di seluruh bumi yang berpenduduk. (Matius 24:14) Mereka tidak mau mengakui Yehuwa sebagai Penguasa yang sah. (Mazmur 83:18; Penyingkapan 4:11) Dengan hati yang ”jauh dari keadilbenaran”, mereka melawan dan menentang kehendak-Nya. (2 Timotius 3:1-5) Seperti orang-orang Babilon, mereka tidak mau mendengarkan Yehuwa.
Keselamatan dari Allah Tidak Akan Terlambat
19. Bagaimana Yehuwa akan melakukan tindakan yang adil-benar bagi Israel?
19 Kata-kata penutup Yesaya pasal 46 menonjolkan aspek-aspek kepribadian Yehuwa, ”Aku telah mendekatkan keadilbenaranku. Itu tidak jauh, dan keselamatan dariku tidak akan terlambat. Aku akan memberikan keselamatan di Zion, kepada Israel, keindahanku.” (Yesaya 46:13) Pembebasan Israel oleh Allah adalah tindakan yang adil-benar. Ia tidak akan mengizinkan umat-Nya terlalu lama berada di pembuangan. Keselamatan Zion akan datang pada waktunya yang tepat, itu ”tidak akan terlambat”. Setelah bebas dari penawanan, orang-orang Israel akan menjadi tontonan bangsa-bangsa di sekeliling mereka. Pembebasan bangsa itu oleh Yehuwa akan menjadi bukti kuasa penyelamatan-Nya. Kesia-siaan dewa-dewa Babilon, Bel dan Nebo, akan disingkapkan kepada semua orang, ketidakberdayaan mereka akan terungkap.—1 Raja 18:39, 40.
20. Bagaimana orang Kristen dapat yakin bahwa keselamatan dari Yehuwa ”tidak akan terlambat”?
20 Pada tahun 1919, Yehuwa membawa kelepasan bagi umat-Nya dari penawanan rohani. Ia tidak terlambat. Peristiwa itu, serta peristiwa-peristiwa pada zaman dahulu ketika Babilon jatuh ke tangan Kores, membesarkan hati kita sekarang. Yehuwa telah berjanji untuk mengakhiri sistem fasik ini, termasuk ibadat palsunya. (Penyingkapan 19:1, 2, 17-21) Ada orang-orang Kristen yang, karena melihat dari sudut pandangan manusia, merasa bahwa keselamatan mereka lambat datangnya. Namun, kesabaran Yehuwa untuk menunggu sampai waktu yang Ia tentukan guna menggenapi janji tersebut sebetulnya merupakan tindakan yang adil-benar karena ”[Yehuwa] tidak ingin seorang pun dibinasakan tetapi ingin agar semuanya bertobat”. (2 Petrus 3:9) Oleh karena itu, yakinlah bahwa sebagaimana pada zaman Israel dahulu, ’keselamatan tidak akan terlambat’. Sesungguhnya, seraya hari keselamatan semakin dekat, Yehuwa dengan pengasih terus mengulurkan undangan, ”Hai, kamu sekalian, carilah Yehuwa sementara ia dapat ditemui. Berserulah kepadanya sementara ia dekat. Biarlah orang yang fasik meninggalkan jalannya, dan orang yang suka mencelakakan meninggalkan niatnya; dan biarlah dia kembali kepada Yehuwa, yang akan berbelaskasihan kepadanya, dan kepada Allah kita, karena ia akan memberi ampun dengan limpah.”—Yesaya 55:6, 7.
[Gambar di hlm. 94]
Dewa-dewa Babilon tidak melindungi negeri itu dari kebinasaan
[Gambar di hlm. 98]
Orang Kristen dewasa ini harus waspada terhadap berhala-berhala zaman modern
[Gambar di hlm. 101]
Kerahkanlah keberanian untuk melakukan yang benar
-
-
Agama Palsu—Akhirnya yang Dramatis DinubuatkanNubuat Yesaya—Terang bagi Seluruh Umat Manusia II
-
-
Pasal Delapan
Agama Palsu—Akhirnya yang Dramatis Dinubuatkan
1, 2. (a) Menurut beberapa orang, mengapa tampaknya mustahil bahwa segera akan ada perubahan yang radikal dalam iklim agama di dunia? (b) Bagaimana kita tahu bahwa kata-kata Yesaya pasal 47 memiliki penerapan di masa depan? (c) Mengapa ”Babilon Besar” adalah sebutan yang cocok bagi semua agama palsu?
”AGAMA Bangkit Lagi.” Itulah berita yang diumumkan sebuah artikel dalam The New York Times Magazine. Artikel ini memperlihatkan bahwa agama tampaknya masih memiliki cengkeraman yang kuat dalam hati dan pikiran jutaan orang. Oleh karena itu, mungkin sulit dipercaya bahwa suatu perubahan yang radikal akan terjadi dalam iklim agama di dunia ini. Namun, perubahan itu diperlihatkan dalam Yesaya pasal 47.
2 Kata-kata Yesaya digenapi 2.500 tahun yang lalu. Akan tetapi, kata-kata yang dicatat di Yesaya 47:8 dikutip dalam buku Penyingkapan dan memiliki penerapan di masa depan. Di sana, Alkitab menubuatkan akhir dari organisasi yang seperti pelacur yang disebut ”Babilon Besar”—imperium agama palsu sedunia. (Penyingkapan 16:19) Sebutan ”Babilon” untuk agama-agama palsu dunia ini cocok, karena Babilon kuno memang merupakan tempat mulainya agama palsu. Dari sana, agama palsu menyebar ke empat penjuru bumi. (Kejadian 11:1-9) Doktrin-doktrin agama yang berasal dari Babilon, seperti jiwa yang tidak berkematian, api neraka, dan penyembahan allah tritunggal, dianut oleh hampir semua agama, termasuk Susunan Kristen.a Apakah nubuat Yesaya memberikan pemahaman tentang nasib agama kelak?
Babilon Direndahkan sampai ke Debu
3. Gambarkan besarnya Kuasa Dunia Babilon.
3 Dengarkanlah pernyataan ilahi yang menggugah ini, ”Turunlah dan duduklah dalam debu, hai, anak dara Babilon. Duduklah di tanah yang tidak bertakhta, hai, putri orang Khaldea. Karena orang tidak lagi akan menyebut engkau lembut dan halus.” (Yesaya 47:1) Selama bertahun-tahun, Babilon telah dinobatkan sebagai kuasa dunia yang berjaya. Ia telah menjadi ”hiasan kerajaan-kerajaan”—pusat agama, perdagangan, dan militer yang bertumbuh pesat. (Yesaya 13:19) Pada puncak kejayaan Babilon, imperiumnya menjangkau hingga perbatasan Mesir di selatan. Dan, sewaktu ia mengalahkan Yerusalem pada tahun 607 SM, Allah sendiri seolah-olah tidak dapat menghentikan penaklukannya! Oleh sebab itu, ia memandang dirinya sebagai ”anak dara”, seseorang yang tidak pernah mengalami serbuan bangsa asing.b
4. Apa yang akan dialami Babilon?
4 Akan tetapi, ”anak dara” yang sombong ini akan digulingkan dari takhtanya sebagai kuasa dunia yang tak terkalahkan dan dipaksa ’duduk dalam debu’, dalam kehinaan. (Yesaya 26:5) Ia tidak akan lagi dianggap ”lembut dan halus” bak seorang ratu yang dimanja. Oleh karena itu, Yehuwa memerintahkan, ”Ambillah kilangan tangan dan gilinglah tepung. Singkapkan selubungmu. Tanggalkan rok yang berjuntai itu. Singkapkan betismu. Seberangilah sungai-sungai.” (Yesaya 47:2) Setelah memperbudak seluruh bangsa Yehuda, Babilon sendiri akan diperlakukan sebagai budak! Orang-orang Media dan Persia, yang menggulingkannya dari tampuk kekuasaan, akan memaksanya melakukan pekerjaan hina untuk mereka.
5. (a) Bagaimana Babilon akan dilucuti ’selubung dan roknya yang berjuntai’? (b) Apa yang mungkin diperlihatkan oleh perintah yang diberikan kepadanya untuk ’menyeberangi sungai-sungai’?
5 Dengan demikian, Babilon akan dilucuti ’selubung dan roknya yang berjuntai’ dan kehilangan semua sisa kebesaran dan kehormatannya. ”Seberangilah sungai-sungai,” demikian perintah para pemberi tugas kepadanya. Barangkali, beberapa orang Babilon akan diperintahkan untuk bekerja rodi. Atau, mungkin nubuat ini memaksudkan bahwa ada orang-orang yang secara harfiah akan dipaksa menyeberangi sungai sewaktu mereka dibawa ke pembuangan. Apa pun yang terjadi, Babilon tidak akan lagi berjalan dengan anggun bak seorang ratu yang diusung atau ditandu untuk menyeberangi sungai. Sebaliknya, ia akan menjadi seperti seorang budak yang harus melanggar kesopanan, mengangkat roknya dan menyingkapkan betisnya agar dapat menyeberangi sungai. Sungguh memalukan!
6. (a) Dalam arti apa ketelanjangan Babilon akan disingkapkan? (b) Bagaimana Allah ”tidak akan menemui seorang manusia pun dengan ramah”? (Lihat catatan kaki.)
6 Yehuwa melanjutkan ejekan-Nya, ”Engkau harus menyingkapkan auratmu. Juga, celamu harus terlihat. Pembalasan, itulah yang akan kulakukan, dan aku tidak akan menemui seorang manusia pun dengan ramah.” (Yesaya 47:3)c Ya, Babilon akan menderita malu dan kehinaan. Kefasikan dan kekejamannya terhadap umat Allah akan disingkapkan secara terbuka. Tidak seorang manusia pun dapat menghalangi pembalasan Allah!
7. (a) Bagaimana orang-orang Yahudi buangan menanggapi berita tentang kejatuhan Babilon? (b) Bagaimana Yehuwa akan membeli kembali umat-Nya?
7 Setelah ditawan di Babilon yang perkasa selama 70 tahun, umat Allah akan sangat bersukacita melihat kejatuhannya. Mereka akan berseru, ”Ada Pribadi yang membeli kita kembali. Yehuwa yang berbala tentara, itulah namanya, Pribadi Kudus Israel.” (Yesaya 47:4) Di bawah Hukum Musa, jika seorang Israel menjual dirinya sebagai budak untuk melunasi utang-utangnya, orang yang berhak membeli kembali (seorang yang bertalian darah dengannya) dapat membelinya, atau menebusnya, dari perbudakan. (Imamat 25:47-54) Karena orang-orang Yahudi telah dijual kepada perbudakan di Babilon, mereka perlu dibeli kembali, atau dibebaskan. Bagi para budak, penaklukan biasanya hanya berarti berganti majikan. Namun, Yehuwa akan menggerakkan si penakluk, Raja Kores, untuk membebaskan orang-orang Yahudi dari perbudakan. Mesir, Etiopia, dan Seba akan diberikan kepada Kores sebagai ”tebusan” untuk menggantikan orang-orang Yahudi. (Yesaya 43:3) Dengan tepat, Penebus Israel disebut ”Yehuwa yang berbala tentara”. Pasukan militer Babilon yang tampak kuat tidak akan ada artinya bila dibandingkan dengan pasukan malaikat Yehuwa yang tidak kelihatan.
Buah Kekejaman
8. Dalam arti apa Babilon ’masuk ke dalam kegelapan’?
8 Yehuwa melanjutkan kecaman-Nya yang bersifat nubuat terhadap Babilon ”Duduklah dengan senyap dan masuklah ke dalam kegelapan, hai, putri orang Khaldea; karena orang tidak lagi akan menyebut engkau Majikan Perempuan Kerajaan-Kerajaan.” (Yesaya 47:5) Kelak hanya ada kegelapan dan kesuraman bagi Babilon. Ia tidak lagi menguasai kerajaan-kerajaan lain sebagai majikan perempuan yang kejam.—Yesaya 14:4.
9. Mengapa Yehuwa menjadi marah kepada orang Yahudi?
9 Mengapa pada awalnya Babilon dibiarkan menyakiti umat Allah? Yehuwa menjelaskan, ”Aku menjadi marah kepada umatku. Aku menodai milik pusakaku, lalu aku menyerahkan mereka ke tanganmu.” (Yesaya 47:6a) Yehuwa memiliki alasan kuat untuk marah terhadap orang Yahudi. Sebelumnya, Ia telah memperingatkan mereka bahwa ketidaktaatan kepada Hukum-Nya akan menyebabkan mereka diusir dari negeri mereka. (Ulangan 28:64) Sewaktu mereka jatuh ke dalam penyembahan berhala dan perbuatan seks yang amoral, Yehuwa dengan pengasih mengutus nabi-nabi untuk membantu memulihkan mereka kepada ibadat murni. Namun, ”mereka terus mempermainkan para utusan dari Allah yang benar itu dan memandang rendah firmannya serta mencemooh nabi-nabinya, sehingga kemurkaan Yehuwa bangkit terhadap umatnya, hingga tidak dapat disembuhkan lagi”. (2 Tawarikh 36:16) Oleh karena itu, Allah membiarkan milik pusaka-Nya, Yehuda, dinodai sewaktu Babilon menyerbu negeri itu dan mencemari bait kudus-Nya.—Mazmur 79:1; Yehezkiel 24:21.
10, 11. Mengapa Yehuwa menjadi marah terhadap Babilon, meskipun Ia menghendaki agar bangsa ini menaklukkan umat-Nya?
10 Mengingat hal itu, bukankah Babilon semata-mata menjalankan kehendak Allah sewaktu ia memperbudak orang-orang Yahudi? Tidak, karena Allah mengatakan, ”Engkau tidak memperlihatkan belas kasihan kepada mereka. Bagi orang tua engkau membuat kukmu berat sekali. Engkau terus mengatakan, ’Sampai waktu yang tidak tertentu aku akan menjadi Majikan Perempuan, selama-lamanya.’ Engkau tidak mencamkan hal-hal ini dalam hatimu; engkau tidak mengingat akhir dari perkara ini.” (Yesaya 47:6b, 7) Allah tidak memerintahkan Babilon untuk bertindak dengan kekejaman yang berlebihan, tanpa belas kasihan ”terhadap orang-orang tua”. (Ratapan 4:16; 5:12) Ia juga tidak menyuruh mereka untuk mencari kesenangan sadistis dengan mencemooh tawanan Yahudi mereka.—Mazmur 137:3.
11 Babilon tidak mengerti bahwa kendalinya atas orang-orang Yahudi hanya bersifat sementara. Ia telah mengabaikan peringatan Yesaya bahwa, pada waktunya, Yehuwa akan membebaskan umat-Nya. Ia bertindak seolah-olah ia berhak menjajah orang-orang Yahudi secara permanen dan terus menjadi majikan perempuan atas bangsa-bangsa jajahannya untuk selama-lamanya. Ia tidak mengindahkan pernyataan bahwa akan ada ”akhir” bagi pemerintahannya yang menindas!
Kejatuhan Babilon Dinubuatkan
12. Mengapa Babilon disebut ”wanita yang mencintai kesenangan”?
12 Yehuwa menyatakan, ”Maka sekarang, dengarlah hal ini, hai, wanita yang mencintai kesenangan, pribadi yang duduk dengan aman, pribadi yang mengatakan dalam hatinya, ’Aku, dan tidak ada yang lain. Aku tidak akan duduk sebagai seorang janda, dan aku tidak akan mengenal perasaan kehilangan anak-anak.’” (Yesaya 47:8) Babilon terkenal sebagai pengejar kesenangan. Sejarawan abad kelima SM, Herodotus, menceritakan ”kebiasaan paling hina” yang dilakukan orang-orang Babilon, yaitu, semua wanita diharuskan melacurkan diri untuk menghormati dewi cinta. Demikian pula, sejarawan zaman dulu, Curtius, mengatakan, ”Perilaku kota itu adalah yang terbejat dari yang bejat; kebobrokan seluruh sistemnya telah begitu parah sehingga masyarakat selalu dirangsang dan dipikat untuk memuaskan nafsunya.”
13. Bagaimana hasrat Babilon untuk mengejar kesenangan mempercepat kejatuhannya?
13 Kecintaan Babilon akan pengejaran kesenanganlah yang kemudian mempercepat kejatuhannya. Pada malam kejatuhannya, raja dan para pembesarnya akan berpesta-pora, bermabuk-mabukan. Oleh karena itu, mereka tidak mengindahkan bala tentara Media-Persia yang menyerang kota itu. (Daniel 5:1-4) Babilon ”duduk dengan aman”, membayangkan bahwa tembok-tembok dan parit-paritnya yang tampak tak tertaklukkan akan melindunginya dari serbuan musuh. Ia membatin bahwa ”tidak ada yang lain” yang dapat menggeser dia dari posisinya yang tinggi. Ia tidak membayangkan bahwa ia akan menjadi ”seorang janda”, kehilangan penguasa imperiumnya serta ”anak-anak”, atau rakyatnya. Meskipun begitu, tidak ada tembok yang dapat melindunginya dari tangan Allah Yehuwa yang menuntut balas! Belakangan, Yehuwa akan mengatakan, ”Sekalipun Babilon naik ke langit dan sekalipun ia membuat kekuatannya tidak terhampiri, di tempat yang sangat tinggi, dariku para penjarah akan datang kepadanya.”—Yeremia 51:53.
14. Bagaimana Babilon akan menderita ”kehilangan anak-anak dan keadaan menjadi janda”?
14 Apa yang akan terjadi atas Babilon? Yehuwa melanjutkan, ”Tetapi atasmu dua hal ini akan menimpamu, dalam satu hari: kehilangan anak-anak dan keadaan menjadi janda. Dalam takarannya yang penuh itu semua akan menimpamu, karena berlimpahnya sihirmu, karena sangat kuatnya jampi-jampimu.” (Yesaya 47:9) Ya, supremasi Babilon sebagai kuasa dunia akan tiba-tiba berakhir. Di negeri-negeri Timur pada zaman dahulu, menjadi janda dan kehilangan anak-anak adalah pengalaman yang paling menyengsarakan bagi seorang wanita. Kita tidak tahu berapa banyak ’anak’ Babilon yang tewas pada malam kejatuhannya.d Namun, pada akhirnya, kota itu akan ditelantarkan sama sekali. (Yeremia 51:29) Ia juga akan mengalami keadaan sebagai janda dalam arti bahwa raja-rajanya akan digulingkan.
15. Selain kekejaman Babilon terhadap orang-orang Yahudi, untuk alasan tambahan apa Yehuwa murka kepadanya?
15 Namun, penganiayaan Babilon atas orang-orang Yahudi bukan satu-satunya alasan di balik murka Yehuwa. ’Jampi-jampinya yang sangat kuat’ juga membangkitkan kemarahan-Nya. Hukum Allah kepada Israel mengutuk praktek spiritisme; sedangkan Babilon sangat tergila-gila akan ilmu gaib. (Ulangan 18:10-12; Yehezkiel 21:21) Buku Social Life Among the Assyrians and Babylonians mengatakan bahwa orang-orang Babilon ”senantiasa dicekam ketakutan akan banyak sekali hantu yang mereka percaya berada di sekitar mereka”.
Mengandalkan Kejahatan
16, 17. (a) Bagaimana Babilon ’mengandalkan kejahatannya’? (b) Mengapa kebinasaan Babilon tak terelakkan?
16 Apakah para peramal Babilon akan menyelamatkan bangsa itu? Yehuwa menjawab, ”Engkau terus mengandalkan kejahatanmu. Engkau mengatakan, ’Tidak ada yang melihat aku.’ Hikmatmu dan pengetahuanmu—inilah yang membawamu pergi; dan engkau terus mengatakan dalam hatimu, ’Aku, dan tidak ada yang lain.’” (Yesaya 47:10) Babilon menganggap bahwa melalui hikmat duniawi dan hikmat agamanya, keperkasaan militernya, dan kekejamannya yang licik, ia dapat mempertahankan kedudukannya sebagai kuasa dunia. Ia merasa bahwa tidak ada yang dapat ”melihat” dia, yaitu, menuntut pertanggungjawabannya atas semua tindakannya yang fasik. Ia juga tidak melihat adanya saingan yang sedang mengancam. ”Aku, dan tidak ada yang lain,” demikian ia membatin.
17 Namun, melalui salah seorang nabi-Nya, Yehuwa memperingatkan, ”Dapatkah orang disembunyikan di tempat-tempat persembunyian dan aku tidak melihat dia?” (Yeremia 23:24; Ibrani 4:13) Oleh karena itu, Yehuwa menyatakan, ”Ke atasmu malapetaka akan datang; engkau tidak mengetahui mantra apa untuk melawannya. Kesengsaraan akan menimpamu; engkau tidak akan dapat mengelakkannya. Pembinasaan yang tidak kaukenal akan menimpamu secara tiba-tiba.” (Yesaya 47:11) Allah-allah Babilon maupun ”mantra” gaib yang dibacakan para cenayangnya tidak dapat mengelakkan dia dari bencana yang akan datang—bencana yang belum pernah dia alami!
Para Penasihat Babilon Gagal
18, 19. Bagaimana kebergantungan Babilon kepada para penasihatnya terbukti mencelakakan?
18 Dengan sindiran yang tajam, Yehuwa memerintahkan, ”Diamlah, tetaplah pada jampi-jampimu dan dengan sihirmu yang banyak, yang dengannya engkau telah berjerih lelah sejak masa mudamu; mungkin engkau dapat memperoleh manfaat, mungkin engkau dapat membangkitkan rasa takut orang.” (Yesaya 47:12) Babilon ditantang untuk ’diam’, atau tidak berubah, tetap mengandalkan ilmu gaibnya. Bagaimanapun, sebagai suatu bangsa, ia telah berjerih lelah memperkembangkan ilmu gaibnya sejak ’masa mudanya’.
19 Namun, Yehuwa mengolok-oloknya, dengan mengatakan, ”Engkau telah menjadi letih karena banyaknya penasihatmu. Biarlah mereka bangkit, dan menyelamatkan engkau, penyembah langit, pelihat bintang, mereka yang pada bulan-bulan baru membagikan pengetahuan mengenai hal-hal yang akan menimpamu.” (Yesaya 47:13)e Babilon akan menghadapi kegagalan total para penasihatnya. Memang, perkembangan astrologi orang Babilon merupakan hasil pengamatan astronomi selama berabad-abad. Namun, pada malam kejatuhannya, kegagalan yang menyedihkan dari para ahli nujumnya akan menyingkapkan bahwa ilmu tenung adalah sia-sia.—Daniel 5:7, 8.
20. Bagaimana nasib para penasihat Babilon?
20 Yehuwa mengakhiri bagian nubuat ini dengan mengatakan, ”Lihat! Mereka telah menjadi seperti jerami. Api akan membakar habis mereka. Mereka tidak akan menyelamatkan jiwa mereka dari kuasa nyala api. Tidak ada bara api untuk menghangatkan diri, tidak ada cahaya bara api untuk duduk di depannya. Demikianlah kelak mereka bagimu, yaitu orang-orang yang berjerih lelah bersamamu sejak masa mudamu, yaitu tukang-tukang mantramu. Sesungguhnya mereka akan mengembara, masing-masing ke wilayahnya sendiri. Tidak ada seorang pun yang akan menyelamatkan engkau.” (Yesaya 47:14, 15) Ya, api yang bernyala-nyala akan datang ke atas para penasihat palsu ini. Ini bukanlah api yang digunakan orang untuk menghangatkan diri, melainkan api yang membinasakan yang akan menyingkapkan bahwa para penasihat palsu ini seperti jerami yang tidak berguna. Maka, tidak heran jika para penasihat Babilon melarikan diri dengan panik! Dengan lenyapnya pendukung terakhir Babilon, tidak akan ada yang menyelamatkannya. Ia kelak menerima bencana yang sama seperti yang ia timpakan ke atas Yerusalem.—Yeremia 11:12.
21. Bagaimana dan kapan kata-kata nubuat Yesaya menjadi kenyataan?
21 Pada tahun 539 SM, kata-kata yang terilham ini mulai digenapi. Di bawah pimpinan Kores, bala tentara Media dan Persia merebut kota itu, membunuh raja yang ada di sana, Belsyazar. (Daniel 5:1-4, 30) Dalam satu malam, Babilon digulingkan dari posisinya sebagai kuasa dunia. Dengan demikian berakhirlah supremasi Semitik yang telah berlangsung selama berabad-abad, dan sekarang dunia jatuh ke tangan orang Aria. Babilon sendiri mengalami masa kemerosotan selama berabad-abad. Pada abad keempat M, Babilon tidak lebih dari ”timbunan batu”. (Yeremia 51:37) Dengan demikian, nubuat Yesaya digenapi sepenuhnya.
Babilon Zaman Modern
22. Dari kejatuhan Babilon, pelajaran apa yang dapat kita peroleh tentang kesombongan?
22 Nubuat Yesaya menyediakan banyak hal yang patut dipertimbangkan. Sebagai contoh, nubuat ini menekankan bahayanya kesombongan dan keangkuhan. Kejatuhan Babilon yang sombong menunjukkan kebenaran amsal Alkitab, ”Kesombongan mendahului kehancuran, dan semangat keangkuhan mendahului tersandung.” (Amsal 16:18) Kesombongan kadang-kadang mendominasi sifat-sifat kita yang tidak sempurna, tetapi sikap ”besar kepala karena sombong” dapat membuat orang ”jatuh ke dalam jerat si Iblis”. (1 Timotius 3:6, 7) Jadi, sebaiknya kita mencamkan nasihat Yakobus, ”Hendaklah kamu merendahkan diri di hadapan Yehuwa, dan ia akan meninggikan kamu.”—Yakobus 4:10.
23. Nubuat Yesaya membantu kita untuk memiliki keyakinan apa?
23 Kata-kata nubuat ini juga membantu kita memiliki keyakinan akan Yehuwa, yang jauh lebih kuat daripada semua penentang-Nya. (Mazmur 24:8; 34:7; 50:15; 91:14, 15) Hal ini adalah pengingat yang menghibur pada masa yang sulit sekarang ini. Keyakinan akan Yehuwa memperkuat tekad kita untuk tetap tidak bercela di mata-Nya, karena kita tahu bahwa ”masa depan orang [yang tidak bercela] akan penuh damai”. (Mazmur 37:37, 38) Selalu bijaksana untuk berpaling kepada Yehuwa dan tidak bersandar pada sumber daya kita sendiri sewaktu menghadapi ”siasat-siasat licik” Setan.—Efesus 6:10-13.
24, 25. (a) Mengapa astrologi tidak masuk akal, tetapi mengapa banyak orang berpaling kepadanya? (b) Apa saja alasan orang-orang Kristen menjauhi takhayul?
24 Kita khususnya diperingatkan tentang praktek-praktek spiritisme, terutama astrologi. (Galatia 5:20, 21) Sewaktu Babilon jatuh, astrologi masih mencengkeram orang-orang. Menarik sekali, buku Great Cities of the Ancient World menunjukkan bahwa konstelasi-konstelasi bintang yang dipetakan orang Babilon, telah ”berubah” dari posisi mereka pada zaman dulu, ”sehingga seluruh gagasan astrologi menjadi tidak masuk akal”. Namun, astrologi masih berkembang pesat, dan banyak surat kabar menyediakan kolom horoskop bagi para pembaca mereka.
25 Apa yang mendorong orang-orang—kebanyakan berpendidikan tinggi—untuk mencari keterangan dari bintang-bintang atau terlibat dalam praktek lain yang berkaitan dengan takhayul yang tidak masuk akal? The World Book Encyclopedia mengatakan, ”Takhayul mungkin saja akan terus menjadi bagian dari kehidupan selama orang-orang masih dicekam ketakutan terhadap satu sama lain dan meraba-raba masa depan.” Rasa takut dan ketidakpastian mungkin mendorong orang untuk mempercayai takhayul. Namun, orang Kristen, menjauhi takhayul. Mereka tidak takut terhadap manusia—Yehuwa adalah penopang mereka. (Mazmur 6:4-10) Dan, mereka tidak perlu meraba-raba masa depan; mereka mengetahui maksud-tujuan Yehuwa yang disingkapkan dan tidak memiliki keraguan bahwa ”sampai waktu yang tidak tertentu rancangan Yehuwa akan tetap berlaku”. (Mazmur 33:11) Menyelaraskan kehidupan kita dengan nasihat Yehuwa menjamin masa depan jangka panjang yang bahagia.
26. Bagaimana ”pertimbangan orang-orang berhikmat” terbukti ”sia-sia”?
26 Pada tahun-tahun belakangan ini, beberapa orang telah berupaya mengetahui masa depan dengan cara yang lebih ”ilmiah”. Bahkan, ada bidang ilmu yang disebut futurologi, yang didefinisikan sebagai ”ilmu yang mempelajari kemungkinan-kemungkinan di masa depan berdasarkan kecenderungan yang ada”. Misalnya pada tahun 1972, suatu kelompok akademisi dan pengusaha yang dikenal sebagai Klub Roma meramalkan bahwa pada tahun 1992, semua cadangan emas, merkuri, zink, dan minyak bumi di dunia akan habis. Dunia ini memang menghadapi problem-problem yang mengerikan sejak tahun 1972, tetapi ramalan itu sama sekali meleset. Bumi ini masih memiliki cadangan emas, merkuri, zink, dan minyak bumi. Memang, manusia telah bersusah payah mencoba meramalkan masa depan, tetapi prakiraannya selalu tidak dapat diandalkan. Kenyataannya, ”pertimbangan orang-orang berhikmat itu sia-sia”!—1 Korintus 3:20.
Babilon Besar Sebentar Lagi Akan Menemui Ajalnya
27. Kapan dan bagaimana Babilon Besar mengalami kejatuhan seperti yang dialami Babilon pada tahun 539 SM?
27 Agama-agama zaman modern telah melestarikan banyak doktrin Babilon zaman dahulu. Oleh karena itu, imperium agama palsu sedunia cocok dinamakan Babilon Besar. (Penyingkapan 17:5) Konglomerat agama internasional itu telah mengalami kejatuhan yang sama seperti yang dialami Babilon zaman dahulu pada tahun 539 SM. (Penyingkapan 14:8; 18:2) Pada tahun 1919, kaum sisa saudara-saudara Kristus keluar dari penawanan rohani dan mengebaskan pengaruh agama Susunan Kristen, bagian yang dominan dalam Babilon Besar. Sejak itu, Susunan Kristen telah kehilangan banyak pengaruhnya di berbagai negeri tempat ia dulu berjaya.
28. Bagaimana Babilon Besar bermegah diri, tetapi, apa yang menantinya?
28 Namun, kejatuhan itu hanya pendahuluan dari kebinasaan total atas agama palsu. Sungguh menarik bahwa nubuat di buku Penyingkapan tentang pembinasaan Babilon Besar mengingatkan kita akan kata-kata nubuat yang dicatat di Yesaya 47:8, 9. Seperti Babilon zaman dahulu, Babilon Besar zaman modern mengatakan, ”Aku duduk sebagai ratu, dan aku bukan janda dan aku tidak akan pernah melihat perkabungan.” Namun, ”dalam satu hari tulah-tulahnya akan datang, kematian dan perkabungan dan bala kelaparan, dan dia akan dibakar habis dengan api, karena Allah Yehuwa, yang menghakimi dia, adalah kuat”. Jadi, kata-kata nubuat dalam Yesaya pasal 47 menjadi peringatan bagi orang-orang yang masih bergabung dengan agama palsu. Jika mereka tidak ingin turut dibinasakan bersamanya, hendaklah mereka mencamkan perintah terilham ini, ”Keluarlah dari dalamnya”!—Penyingkapan 18:4, 7, 8.
[Catatan Kaki]
a Untuk keterangan terperinci mengenai perkembangan doktrin-doktrin agama palsu, lihat buku Pencarian Manusia akan Allah, diterbitkan oleh Watchtower Bible and Tract Society of New York, Inc.
b Dalam bahasa Ibrani, ”anak dara Babilon” adalah sebuah ungkapan yang memaksudkan Babilon atau penduduk Babilon. Ia adalah seorang ”anak dara” karena ia belum pernah dijarah seorang penakluk pun sejak ia menjadi kuasa dunia.
c Pernyataan Ibrani yang diterjemahkan ”aku tidak akan menemui seorang manusia pun dengan ramah” digambarkan oleh para pakar sebagai ”frase yang sangat sulit” diterjemahkan. Terjemahan Dunia Baru menyisipkan kata ”dengan ramah” untuk menyiratkan bahwa tidak ada orang luar yang diperbolehkan menyelamatkan Babilon. Sebuah terjemahan oleh Lembaga Publikasi Yahudi mengalihbahasakan klausa ini menjadi: ”Aku tidak akan . . . membiarkan seorang pun turut campur.”
d Buku Nabonidus and Belshazzar, oleh Raymond Philip Dougherty, menunjukkan bahwa meskipun Tawarikh Nabonidus menyatakan bahwa para penyerbu Babilon masuk ”tanpa pertikaian”, sejarawan Yunani Xenofon memperlihatkan bahwa pertumpahan darah yang besar mungkin saja terjadi.
e Beberapa orang menerjemahkan ungkapan Ibrani yang diterjemahkan ”penyembah langit” sebagai ”pemisah langit”. Ini dapat memaksudkan praktek memetakan langit ke dalam bidang-bidang untuk menentukan horoskop.
[Gambar di hlm. 111]
Babilon yang mengejar kesenangan akan direndahkan sampai ke debu
[Gambar di hlm. 114]
Para astrolog Babilon tidak akan dapat memprediksi kejatuhannya
[Gambar di hlm. 116]
Sebuah almanak Babilonia, milenium pertama SM
[Gambar di hlm. 119]
Babilon zaman modern tidak lama lagi akan lenyap
-
-
Yehuwa Mengajar demi Kebaikan KitaNubuat Yesaya—Terang bagi Seluruh Umat Manusia II
-
-
Pasal Sembilan
Yehuwa Mengajar demi Kebaikan Kita
1. Bagaimana orang-orang yang bijak menanggapi kata-kata Yehuwa?
PADA waktu Yehuwa berbicara, orang-orang yang bijak mendengarkan dengan respek yang dalam dan menyambut kata-kata-Nya. Semua yang Yehuwa katakan adalah demi kita, dan Ia sangat berminat akan kesejahteraan kita. Misalnya, sungguh menghangatkan hati jika kita memperhatikan cara Yehuwa berbicara kepada umat perjanjian-Nya pada zaman dahulu, ”Oh, seandainya saja engkau mau memperhatikan perintah-perintahku”! (Yesaya 48:18) Karena pengajaran Allah sudah teruji nilainya, kita hendaknya tergerak untuk mendengarkan Dia dan mengikuti bimbingan-Nya. Catatan tentang nubuat yang sudah tergenap menyingkirkan keraguan apa pun tentang tekad Yehuwa untuk menggenapi janji-janji-Nya.
2. Kata-kata Yesaya 48 dicatat bagi siapa, dan siapa lagi yang bisa menarik manfaat dari kata-kata itu?
2 Kata-kata di buku Yesaya pasal 48 tentulah ditulis demi orang Yahudi yang kelak menjadi orang buangan di Babilon. Selain itu, kata-kata ini mengandung berita yang tidak dapat diabaikan orang Kristen dewasa ini. Dalam Yesaya pasal 47, Alkitab menubuatkan kejatuhan Babilon. Tetapi sekarang, Yehuwa menguraikan maksud-Nya bagi orang-orang Yahudi buangan yang ada di kota itu. Yehuwa sedih karena melihat kemunafikan umat pilihan-Nya dan melihat bahwa mereka terus tidak percaya akan janji-janji-Nya. Sekalipun demikian, Ia tetap ingin mengajar mereka demi kebaikan mereka. Ia meramalkan suatu masa pemurnian yang akan membuka jalan bagi kaum sisa yang setia untuk kembali ke tanah asal mereka.
3. Apa yang salah dengan ibadat di Yehuda?
3 Betapa jauhnya penyimpangan umat Yehuwa dari ibadat murni! Kata-kata pembukaan Yesaya benar-benar menggugah pikiran, ”Dengarlah ini, hai, keturunan Yakub, kamu yang menyebut dirimu dengan nama Israel dan yang berasal dari mata air Yehuda, kamu yang bersumpah demi nama Yehuwa dan yang bahkan berbicara tentang Allah Israel, bukan dengan kebenaran dan bukan dengan keadilbenaran. Karena mereka telah menyebut dirinya berasal dari kota kudus, dan pada Allah Israel mereka bertopang; Yehuwa yang berbala tentara, itulah namanya.” (Yesaya 48:1, 2) Sungguh munafik! Jelaslah, ”bersumpah demi nama Yehuwa” bukan sekadar menggunakan nama Allah secara formalitas saja. (Zefanya 1:5) Sebelum dibuang ke Babilon, orang Yahudi beribadat kepada Yehuwa di ”kota kudus”, Yerusalem. Tetapi, ibadat mereka tidak tulus. Hati mereka sudah jauh meninggalkan Allah, dan perbuatan-perbuatan ibadat mereka ”bukan dengan kebenaran dan bukan dengan keadilbenaran”. Mereka tidak mempunyai iman seperti yang dimiliki para patriark.—Maleakhi 3:7.
4. Ibadat macam apa yang menyenangkan Yehuwa?
4 Kata-kata Yehuwa mengingatkan kita bahwa ibadat hendaknya tidak dilakukan secara mekanis. Ibadat harus dilakukan sepenuh hati. Pelayanan asal-asalan—mungkin hanya untuk menyenangkan atau mengesankan orang lain—tidak termasuk dalam ”hal-hal yang berkaitan dengan pengabdian yang saleh”. (2 Petrus 3:11) Orang yang mengaku dirinya Kristen tidak secara otomatis diterima ibadatnya oleh Allah. (2 Timotius 3:5) Mengakui keberadaan Yehuwa sangatlah penting, tetapi itu baru permulaan. Yehuwa menginginkan ibadat yang sepenuh jiwa dan yang dimotivasi oleh kasih serta penghargaan yang dalam.—Kolose 3:23.
Menubuatkan Hal-Hal Baru
5. Apa saja ”hal-hal pertama” yang dinubuatkan Yehuwa?
5 Mungkin, orang-orang Yahudi di Babilon perlu disegarkan ingatannya. Oleh karena itu, Yehuwa kembali mengingatkan mereka bahwa Ia adalah Allah nubuat yang benar, ”Hal-hal pertama telah kuberitahukan bahkan sejak waktu itu, dan itu semua keluar dari mulutku sendiri, dan aku terus membuatnya terdengar. Dengan tiba-tiba aku bertindak, lalu hal-hal itu pun terwujud.” (Yesaya 48:3) ”Hal-hal pertama” adalah hal-hal yang Allah telah lakukan, seperti membebaskan Israel dari Mesir dan memberi mereka Tanah Perjanjian sebagai warisan. (Kejadian 13:14, 15; 15:13, 14) Ramalan-ramalan seperti itu keluar dari mulut Allah; semua itu berasal dari Allah. Allah memperdengarkan ketetapan-ketetapan-Nya kepada manusia, dan apa yang mereka dengar seharusnya menggerakkan mereka untuk taat. (Ulangan 28:15) Ia tanpa diduga-duga bertindak untuk melaksanakan apa yang telah Ia nubuatkan. Kenyataan bahwa Yehuwa adalah Yang Mahakuasa memberikan jaminan bahwa maksud-tujuan-Nya akan tergenap.—Yosua 21:45; 23:14.
6. Sampai sejauh mana orang Yahudi menjadi ”keras kepala dan suka memberontak”?
6 Umat Yehuwa telah menjadi ”keras kepala dan suka memberontak”. (Mazmur 78:8) Ia berterus terang kepada mereka, ”Engkau keras dan lehermu adalah urat besi dan dahimu adalah tembaga.” (Yesaya 48:4) Bagaikan logam, orang-orang Yahudi sulit dibentuk—keras. Itulah salah satu alasan Yehuwa menyingkapkan peristiwa-peristiwa sebelum kejadiannya. Kalau tidak, umat-Nya akan mengatakan tentang hal-hal yang Yehuwa lakukan, ”Berhalaku yang melakukan hal itu, dan patung pahatanku dan patung tuanganku yang memerintahkan itu.” (Yesaya 48:5) Apakah yang sekarang Yehuwa katakan akan ada pengaruhnya terhadap orang-orang Yahudi yang tidak setia? Allah mengatakan kepada mereka, ”Engkau telah mendengar. Lihatlah semua itu. Mengenai kamu sekalian, apakah kamu tidak akan menceritakannya? Mulai sekarang aku membuat engkau mendengar hal-hal baru, bahkan hal-hal yang tersimpan, yang belum kauketahui. Sekarang itu semua akan diciptakan, dan bukan sejak waktu itu, yaitu hal-hal yang sebelum hari ini tidak pernah kaudengar, agar engkau tidak mengatakan, ’Lihat! Aku sudah mengetahui semua itu.’”—Yesaya 48:6, 7.
7. Apa yang harus diakui orang-orang Yahudi buangan kelak, dan apa yang dapat mereka harapkan?
7 Jauh sebelumnya, Yesaya mencatat ramalan tentang kejatuhan Babilon. Sekarang, sebagai orang buangan di Babilon, orang Yahudi diperintahkan dalam nubuat itu untuk merenungkan penggenapan ramalan tersebut. Dapatkah mereka menyangkal bahwa Yehuwa adalah Allah penggenap nubuat? Dan, karena penduduk Yehuda telah menyaksikan dan mendengar bahwa Yehuwa adalah Allah kebenaran, tidakkah mereka juga harus memberitakan kebenaran ini kepada orang lain? Firman Yehuwa yang disingkapkan menubuatkan hal-hal baru yang belum digenapi, seperti penaklukan Babilon oleh Kores dan pembebasan orang Yahudi. (Yesaya 48:14-16) Peristiwa-peristiwa yang mengejutkan seperti itu terjadi secara tiba-tiba dan tak terduga. Tak seorang pun dapat meramalkan terjadinya peristiwa-peristiwa ini hanya dengan menganalisis perkembangan keadaan dunia. Semuanya terjadi seolah-olah tanpa sebab yang jelas. Siapa yang menyebabkan terjadinya peristiwa-peristiwa ini? Karena Yehuwa sudah menubuatkan semua peristiwa itu sekitar 200 tahun sebelumnya, jawabannya dapat kita terka.
8. Hal-hal baru apa yang diharapkan orang-orang Kristen dewasa ini, dan mengapa mereka dapat yakin sepenuhnya akan firman nubuat Yehuwa?
8 Selain itu, Yehuwa melaksanakan firman-Nya menurut jadwal-Nya sendiri. Penggenapan nubuat membuktikan Keilahian-Nya tidak hanya kepada orang Yahudi pada zaman dahulu tetapi juga kepada orang Kristen dewasa ini. Catatan tentang banyak nubuat yang digenapi pada waktu lampau—”hal-hal pertama”—meyakinkan kita bahwa hal-hal baru yang dijanjikan Yehuwa—”kesengsaraan besar”, penyelamatan ”kumpulan besar” melewati kesengsaraan itu, ”bumi baru”, dan banyak lagi yang lain—akan digenapi. (Penyingkapan 7:9, 14, 15; 21:4, 5; 2 Petrus 3:13) Keyakinan itu memotivasi orang-orang yang berhati jujur dewasa ini untuk berbicara tentang Dia dengan bergairah. Mereka mempunyai semangat yang sama dengan sang pemazmur, yang mengatakan, ”Aku telah memberitahukan kabar baik tentang keadilbenaran dalam jemaat yang besar. Lihat! Aku tidak menahan bibirku.”—Mazmur 40:9.
Yehuwa Memperlihatkan Pengendalian Diri
9. Bagaimana bangsa Israel dapat disebut ”pelanggar sejak dari kandungan”?
9 Ketidakpercayaan orang Yahudi akan nubuat-nubuat Yehuwa telah membuat mereka tidak mengindahkan peringatan-Nya. Oleh sebab itu, Ia selanjutnya mengatakan kepada mereka, ”Lagi pula, engkau tidak pernah mendengar, ataupun tahu, juga sejak waktu itu telingamu tidak terbuka. Karena aku tahu benar bahwa engkau terus berkhianat, dan engkau dinamai ’si pelanggar sejak dari kandungan.’” (Yesaya 48:8) Yehuda sudah menutup telinga terhadap berita gembira dari Yehuwa. (Yesaya 29:10) Kelakuan umat perjanjian Allah memperlihatkan bahwa bangsa itu adalah ”pelanggar sejak dari kandungan”. Sejak lahir dan sepanjang sejarahnya, bangsa Israel sering memberontak. Pelanggaran dan pengkhianatan sudah menjadi kesalahan yang biasa bagi bangsa itu, bukan dosa yang dilakukan sewaktu-waktu saja.—Mazmur 95:10; Maleakhi 2:11.
10. Mengapa Yehuwa akan menahan diri?
10 Apakah pupus sudah semua harapan? Tidak. Sekalipun Yehuda telah memberontak dan berkhianat, Yehuwa selalu benar dan setia. Demi kehormatan nama agung-Nya sendiri, Ia akan membatasi luapan kemurkaan-Nya. Ia mengatakan, ”Demi namaku, aku akan mengendalikan kemarahanku, dan demi pujian bagiku, aku akan menahan diriku terhadap engkau, agar engkau tidak dimusnahkan.” (Yesaya 48:9) Benar-benar kontras! Umat Yehuwa, baik Israel maupun Yehuda, sudah tidak setia kepada-Nya. Namun, Yehuwa akan menyucikan nama-Nya, bertindak dengan cara yang membawa kepujian dan kehormatan bagi nama-Nya. Karena alasan inilah, Ia tidak memusnahkan umat pilihan-Nya.—Yoel 2:13, 14.
11. Mengapa Allah tidak akan mengizinkan umat-Nya dimusnahkan secara total?
11 Orang-orang berhati jujur di antara orang-orang Yahudi buangan disadarkan oleh teguran keras Allah dan bertekad untuk memperhatikan pengajaran-Nya. Bagi orang-orang seperti itu, pernyataan berikut akan sangat menenteramkan hati, ”Lihat! Aku telah memurnikan engkau, tetapi bukan dalam bentuk perak. Aku telah memilih engkau dalam tanur penderitaan. Demi kepentinganku, demi kepentinganku, aku akan bertindak, sebab bagaimana mungkin seseorang membiarkan dirinya dinodai? Aku tidak akan memberikan kemuliaanku kepada siapa pun.” (Yesaya 48:10, 11) Pencobaan yang sangat berat—seperti dalam ”tanur penderitaan”—yang Yehuwa izinkan terjadi atas umat-Nya telah menguji dan memurnikan mereka, menyingkapkan isi hati mereka. Hal yang sama terjadi berabad-abad sebelumnya ketika Musa mengatakan kepada nenek moyang mereka, ”Perjalanan yang kaulakukan atas perintah Yehuwa, Allahmu, selama empat puluh tahun di padang belantara, dengan maksud merendahkan hatimu, menguji engkau untuk mengetahui apa yang ada di dalam hatimu.” (Ulangan 8:2) Sekalipun mereka memperlihatkan sikap suka memberontak, Yehuwa tidak memusnahkan bangsa tersebut pada waktu itu, dan sekarang Ia tidak akan memusnahkan bangsa itu secara total. Oleh karena itu, nama dan kehormatan-Nya akan dijunjung. Seandainya umat-Nya binasa di tangan orang Babilon, Ia akan terbukti tidak setia pada perjanjian-Nya dan nama-Nya pun akan ternoda. Allah Israel akan tampak tidak berdaya menyelamatkan umat-Nya.—Yehezkiel 20:9.
12. Bagaimana orang-orang Kristen sejati dimurnikan selama perang dunia pertama?
12 Demikian juga pada zaman modern, umat Yehuwa perlu dimurnikan. Pada awal abad ke-20, banyak orang yang tergabung dalam kelompok kecil Siswa-Siswa Alkitab melayani Allah karena dengan tulus ingin menyenangkan Dia, tetapi beberapa di antara mereka mempunyai motif yang salah, misalnya, ingin menonjolkan diri. Sebelum kelompok kecil ini dapat menjadi ujung tombak pemberitaan kabar baik di seluruh dunia sebagaimana yang dinubuatkan untuk zaman akhir, mereka perlu dibersihkan. (Matius 24:14) Nabi Maleakhi menubuatkan bahwa pekerjaan pemurnian yang persis seperti ini akan terlaksana pada waktu kedatangan Yehuwa ke bait-Nya. (Maleakhi 3:1-4) Kata-katanya tergenap pada tahun 1918. Orang-orang Kristen sejati telah melewati masa pengujian yang hebat dalam panasnya api perang dunia pertama dan pengujian ini memuncak dengan dipenjarakannya Joseph F. Rutherford, presiden Lembaga Menara Pengawal pada waktu itu, dan beberapa pengurus utamanya. Orang-orang Kristen yang tulus ini memperoleh manfaat dari proses pemurnian ini. Setelah Perang Dunia I, tekad mereka semakin bulat untuk melayani Allah mereka yang agung dengan cara apa pun yang Ia tunjukkan.
13. Bagaimana umat Yehuwa menanggapi penganiayaan sejak perang dunia pertama?
13 Sejak itu, Saksi-Saksi Yehuwa berkali-kali menghadapi berbagai bentuk penganiayaan yang paling ganas. Hal ini tidak membuat mereka meragukan firman Sang Pencipta. Sebaliknya, mereka memperhatikan kata-kata rasul Petrus kepada orang Kristen yang teraniaya pada zamannya, ”Hatimu dipedihkan oleh berbagai cobaan, agar mutu imanmu yang teruji . . . didapati menjadi alasan untuk pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada waktu penyingkapan Yesus Kristus.” (1 Petrus 1:6, 7) Api penganiayaan tidak merusak integritas orang-orang Kristen sejati. Sebaliknya, hal itu menyingkapkan kemurnian motif mereka. Hal itu membuat mutu iman mereka teruji dan menunjukkan dalamnya pengabdian dan kasih mereka.—Amsal 17:3.
’Akulah yang Pertama, Akulah yang Terakhir’
14. (a) Bagaimana Yehuwa dapat disebut ”yang pertama” dan ”yang terakhir”? (b) Perbuatan-perbuatan perkasa apa yang Yehuwa lakukan melalui ’tangan’-Nya?
14 Sekarang Yehuwa dengan hangat mengimbau umat perjanjian-Nya, ”Dengarkanlah aku, hai, Yakub, dan engkau, Israel, yang kupanggil. Aku adalah Pribadi yang sama. Aku adalah yang pertama. Lagi pula, aku adalah yang terakhir. Lagi pula, tanganku yang meletakkan fondasi bumi, dan tangan kananku yang membentangkan langit. Aku memanggil mereka, supaya mereka tetap berdiri bersama.” (Yesaya 48:12, 13) Tidak seperti manusia, Allah kekal dan tidak berubah. (Maleakhi 3:6) Dalam Penyingkapan, Yehuwa menyatakan, ”Aku adalah Alfa dan Omega, yang pertama dan yang terakhir, yang awal dan yang akhir.” (Penyingkapan 22:13) Sebelum Yehuwa, tidak ada Allah yang mahakuasa dan setelah Dia tidak akan ada lagi. Ia adalah Pribadi Tertinggi dan Kekal, Sang Pencipta. ’Tangan’-Nya—kekuatan yang digunakan-Nya—mengokohkan bumi dan membentangkan langit berbintang. (Ayub 38:4; Mazmur 102:25) Sewaktu Ia memanggil ciptaan-Nya, mereka siap melayani Dia.—Mazmur 147:4.
15. Bagaimana dan dengan maksud apa Yehuwa ’mengasihi’ Kores?
15 Undangan yang penting ditujukan kepada orang Yahudi dan non-Yahudi, ”Berkumpullah, hai, kamu sekalian, dan dengarlah. Siapa di antara mereka yang telah memberitahukan hal-hal ini? Dia yang dikasihi Yehuwa akan melaksanakan apa yang dikehendakinya atas Babilon, dan lengannya akan melawan orang Khaldea. Aku—aku sendiri telah mengatakannya. Lagi pula, aku telah memanggil dia. Aku telah membawanya masuk, dan jalannya akan dibuat berhasil.” (Yesaya 48:14, 15) Yehuwa saja yang mahakuasa dan dapat menubuatkan peristiwa secara akurat. Tidak satu pun dari antara ”mereka”, berhala-berhala yang tak berguna, sanggup memberitahukan semua hal ini. Yehuwa, dan bukan berhala, yang telah ’mengasihi dia’, Kores—artinya, Yehuwa telah memilihnya untuk maksud-tujuan yang spesifik. (Yesaya 41:2; 44:28; 45:1, 13; 46:11) Jauh sebelumnya, Ia telah meramalkan munculnya Kores di panggung dunia dan telah menunjuknya sebagai calon penakluk Babilon.
16, 17. (a) Mengapa dapat dikatakan bahwa Allah tidak memberikan ramalan-Nya secara diam-diam? (b) Bagaimana Yehuwa memberitakan maksud-tujuan-Nya dewasa ini?
16 Dengan nada mengundang, Yehuwa melanjutkan, ”Mendekatlah kepadaku, hai, kamu sekalian. Dengarlah ini. Sejak permulaan aku tidak berbicara di tempat persembunyian. Sejak hal itu terjadi aku ada di sana.” (Yesaya 48:16a) Ramalan Yehuwa tidak diberikan secara diam-diam atau diberitahukan hanya kepada orang-orang tertentu. Nabi-nabi Yehuwa berbicara dengan terus terang atas nama Allah. (Yesaya 61:1) Mereka memberitakan kehendak Allah di hadapan umum. Misalnya, peristiwa-peristiwa sehubungan dengan Kores bukanlah hal yang baru bagi Allah atau yang tidak Ia ketahui sebelumnya. Kira-kira 200 tahun sebelum terjadinya peristiwa-peristiwa itu, Allah secara terbuka menubuatkannya melalui Yesaya.
17 Demikian juga dewasa ini, Yehuwa tidak merahasiakan maksud-tujuan-Nya. Berita peringatan tentang akhir yang mendekat atas sistem ini dan kabar baik tentang berkat-berkat yang akan diterima di bawah Kerajaan Allah diumumkan oleh jutaan orang di ratusan negeri dan pulau—dari rumah ke rumah, di jalan-jalan, dan di tempat-tempat lain yang terjangkau oleh mereka. Ya, Yehuwa adalah Allah yang mengkomunikasikan maksud-tujuan-Nya.
’Perhatikanlah Perintah-perintahku!’
18. Apa yang Yehuwa inginkan bagi umat-Nya?
18 Dengan kuasa roh Yehuwa, sang nabi menyatakan, ”Tuan Yang Berdaulat Yehuwa, mengutus aku, ya, rohnya. Inilah firman Yehuwa, Pribadi Yang Membelimu Kembali, Pribadi Kudus Israel, ’Aku, Yehuwa, adalah Allahmu, Pribadi yang mengajarkan hal-hal yang bermanfaat bagimu, Pribadi yang membuat engkau melangkah di jalan yang harus kautempuh.’” (Yesaya 48:16b, 17) Ungkapan kasih sayang Yehuwa ini pasti meyakinkan bangsa Israel bahwa Allah akan membebaskan mereka dari Babilon. Ia adalah Pribadi Yang Membeli Kembali mereka. (Yesaya 54:5) Yehuwa ingin sekali agar Israel memulihkan hubungan mereka dengan Dia dan agar mereka memperhatikan perintah-perintah-Nya. Ibadat sejati didasarkan atas ketaatan pada petunjuk ilahi. Orang Israel tidak dapat berjalan pada jalan yang benar kecuali mereka diajari ’jalan yang harus mereka tempuh’.
19. Imbauan apa yang dengan sepenuh hati Yehuwa sampaikan?
19 Keinginan Yehuwa agar umat-Nya terhindar dari malapetaka dan menikmati kehidupan dinyatakan dengan indah, ”Oh, seandainya saja engkau mau memperhatikan perintah-perintahku! Maka damaimu akan menjadi seperti sungai, dan keadilbenaranmu seperti gelombang-gelombang laut.” (Yesaya 48:18) Benar-benar suatu imbauan yang sepenuh hati dari Pencipta yang mahakuasa! (Ulangan 5:29; Mazmur 81:13) Sebaliknya daripada pergi ke penawanan, orang Israel dapat menikmati damai yang limpah seperti aliran sungai. (Mazmur 119:165) Perbuatan-perbuatan mereka yang adil-benar melimpah bagaikan gelombang-gelombang laut. (Amos 5:24) Yehuwa, sebagai pribadi yang penuh minat kepada bangsa Israel, mengimbau mereka dan dengan pengasih menunjukkan kepada mereka jalan yang harus mereka tempuh. Oh, seandainya saja mereka mau mendengarkan!
20. (a) Apa yang Allah inginkan bagi Israel sekalipun mereka suka memberontak? (b) Apa yang kita pelajari tentang Yehuwa dari cara Ia berurusan dengan umat-Nya? (Lihat kotak di halaman 133.)
20 Berkat-berkat apa yang akan datang jika Israel bertobat? Yehuwa mengatakan, ”Anak cucumu akan menjadi seperti pasir, dan keturunan yang berasal dari bagian dalammu akan menjadi seperti butir-butirnya. Namanya tidak akan dilenyapkan atau dimusnahkan dari hadapanku.” (Yesaya 48:19) Yehuwa mengingatkan umat itu tentang janji-Nya bahwa benih Abraham akan menjadi banyak, ”seperti bintang-bintang di langit dan seperti butir-butir pasir yang ada di tepi laut”. (Kejadian 22:17; 32:12) Namun, keturunan Abraham ini suka memberontak, dan mereka tidak berhak menerima penggenapan janji itu. Ya, riwayat mereka sudah begitu buruk sehingga, menurut Hukum Yehuwa sendiri, nama bangsa mereka patut dilenyapkan. (Ulangan 28:45) Namun, Yehuwa tidak ingin umat-Nya dimusnahkan, dan Ia tidak mau meninggalkan mereka sepenuhnya.
21. Berkat-berkat apa yang dapat kita nikmati dewasa ini jika kita mencari petunjuk Yehuwa?
21 Prinsip-prinsip yang terkandung dalam berita yang penuh kuasa ini berlaku bagi para penyembah Yehuwa dewasa ini. Yehuwa adalah Sumber kehidupan, dan Ia jauh lebih tahu daripada siapa pun tentang bagaimana kita harus menjalani kehidupan kita. (Mazmur 36:9) Ia telah memberikan petunjuk demi kita, bukan untuk merampas kesenangan kita. Orang-orang Kristen sejati menyambut dengan mencari petunjuk Yehuwa. (Mikha 4:2) Petunjuk-petunjuk-Nya melindungi kerohanian kita dan hubungan kita dengan Dia, dan melindungi kita dari pengaruh Setan yang merusak. Jika kita menghargai prinsip di balik hukum-hukum Allah, kita melihat bahwa Yehuwa mengajar demi kebaikan kita. Kita menyadari ”perintah-perintahnya tidak membebani”. Dan, kita tidak akan dimusnahkan.—1 Yohanes 2:17; 5:3.
”Keluarlah dari Babilon!”
22. Orang-orang Yahudi yang setia didesak untuk melakukan apa, dan mereka diberi jaminan apa?
22 Pada waktu Babilon jatuh, adakah orang Yahudi yang akan menunjukkan keadaan hati yang benar? Apakah mereka akan menarik manfaat dari pembebasan Allah, kembali ke tanah asal mereka, dan memulihkan ibadat murni? Ya. Kata-kata Yehuwa berikut ini memperlihatkan keyakinan-Nya bahwa hal itu akan terjadi. ”Kamu sekalian, keluarlah dari Babilon! Larilah dari orang Khaldea. Beri tahukanlah dengan suara seruan sukacita, buatlah hal ini terdengar. Siarkanlah itu sampai ke ujung bumi. Katakanlah, ’Yehuwa telah membeli kembali Yakub, hambanya. Mereka tidak akan menjadi haus, pada waktu ia menyuruh mereka berjalan bahkan melalui tempat-tempat yang hancur. Ia menyebabkan air keluar dari gunung batu bagi mereka, dan ia membelah gunung batu agar air memancar.’” (Yesaya 48:20, 21) Menurut nubuat ini, umat Yehuwa didesak untuk pergi dari Babilon tanpa menunda-nunda. (Yeremia 50:8) Penebusan mereka harus diberitakan sampai ke ujung-ujung bumi. (Yeremia 31:10) Setelah Eksodus dari Mesir, Yehuwa menyediakan segala kebutuhan umat-Nya dalam perjalanan mereka melewati padang belantara. Demikian juga, Ia akan memenuhi kebutuhan umat-Nya selama perjalanan pulang mereka dari Babilon.—Ulangan 8:15, 16.
23. Siapa yang tidak akan menikmati kedamaian dari Allah?
23 Ada prinsip penting lain yang harus diingat orang Yahudi tentang perbuatan-perbuatan Yehuwa untuk menyelamatkan mereka. Orang-orang yang memiliki kecenderungan hati yang adil-benar bisa jadi menderita akibat dosa-dosa mereka, tetapi mereka tidak akan dibinasakan. Namun, halnya berbeda bagi orang-orang yang tidak adil-benar. ”’Tidak ada damai bagi orang fasik,’ kata Yehuwa.” (Yesaya 48:22) Para pedosa yang tidak bertobat tidak akan menerima kedamaian yang Allah sediakan bagi orang-orang yang mengasihi Dia. Tindakan-tindakan penyelamatan tidak dimaksudkan bagi orang-orang yang berkukuh dalam kefasikan atau yang tidak percaya. Penyelamatan itu hanya bagi orang-orang yang mempunyai iman. (Titus 1:15, 16; Penyingkapan 22:14, 15) Kedamaian dari Allah bukan milik orang fasik.
24. Apa yang membawa sukacita bagi umat Allah pada zaman modern?
24 Pada tahun 537 SM, kesempatan untuk meninggalkan Babilon membawa banyak sukacita bagi orang Israel yang setia. Pada tahun 1919, pembebasan umat Allah dari penawanan yang bersifat Babilon membuat mereka sangat bersukacita. (Penyingkapan 11:11, 12) Mereka penuh dengan harapan, dan mereka meraih kesempatan untuk meluaskan kegiatan mereka. Memang, kelompok kecil orang Kristen tersebut perlu mengerahkan keberanian untuk memanfaatkan peluang-peluang baru untuk mengabar dalam suatu dunia yang tidak bersahabat. Namun dengan bantuan Yehuwa, mereka dapat melakukan pekerjaan pemberitaan kabar baik itu. Sejarah membuktikan bahwa Yehuwa memberkati mereka.
25. Mengapa penting untuk mencermati ketetapan-ketetapan Allah yang adil-benar?
25 Bagian nubuat Yesaya ini menandaskan bahwa Yehuwa mengajar kita demi kebaikan kita. Sangatlah penting untuk mencermati ketetapan-ketetapan Allah yang adil-benar. (Penyingkapan 15:2-4) Jika kita mengingatkan diri tentang hikmat dan kasih Allah, hal ini akan membantu kita menyelaraskan diri dengan apa yang Yehuwa katakan benar. Semua perintah-Nya adalah demi kebaikan kita.—Yesaya 48:17, 18.
[Kotak/Gambar di hlm. 133]
Allah Yang Mahakuasa Menahan Diri
”Aku akan mengendalikan kemarahanku . . . aku akan menahan diriku,” kata Yehuwa kepada orang-orang Israel yang murtad. (Yesaya 48:9) Pernyataan seperti ini membantu kita melihat bahwa Allah memberikan teladan yang sempurna sebagai pribadi yang tidak pernah menyalahgunakan kekuasaan. Memang benar, tidak ada yang menandingi kuasa Allah. Oleh karena itu, kita menyebut Dia sebagai Pribadi yang paling kuat, Pribadi yang mahakuasa. Ia selayaknya menggunakan gelar ”Yang Mahakuasa” bagi diri-Nya. (Kejadian 17:1) Selain tak terbatas kuasa-Nya, Ia memiliki semua wewenang karena kedudukan-Nya sebagai Tuan Yang Berdaulat di alam semesta, yang Ia ciptakan. Oleh karena itu, tidak seorang pun dengan lancang boleh memeriksa tangan-Nya atau mengatakan kepada-Nya, ”Apa yang kaulakukan?”—Daniel 4:35.
Namun, Allah lambat marah, sekalipun ada alasan untuk mempertunjukkan kuasa-Nya terhadap musuh-musuh-Nya. (Nahum 1:3) Yehuwa dapat ’mengendalikan kemarahan-Nya’ dan dengan tepat dikatakan ”lambat marah” karena kasih—bukan kemarahan—adalah sifat-Nya yang utama. Kemarahan-Nya, bila dinyatakan, selalu adil-benar, selalu ada dasarnya, selalu terkendali.—Keluaran 34:6; 1 Yohanes 4:8.
Mengapa Yehuwa berlaku demikian? Karena Ia menyeimbangkan kemahakuasaan-Nya dengan tiga sifat utama-Nya yang lain—hikmat, keadilan, dan kasih. Ia selalu menggunakan kuasa-Nya secara konsisten dengan sifat-sifat-Nya yang lain.
[Gambar di hlm. 122]
Berita Yesaya tentang pemulihan memberikan secercah harapan bagi orang-orang Yahudi yang setia di pembuangan
[Gambar di hlm. 124]
Orang Yahudi cenderung menganggap perbuatan-perbuatan Yehuwa berasal dari berhala
1. Istar. 2. Panel bata glasir berukir di Jalan Prosesi Babilon 3. Naga lambang Marduk
[Gambar di hlm. 127]
”Tanur penderitaan” dapat menyingkapkan apakah motif kita murni dalam melayani Yehuwa
[Gambar di hlm. 128]
Orang Kristen sejati telah mengalami berbagai bentuk penganiayaan yang paling ganas
-
-
”Masa Perkenan”Nubuat Yesaya—Terang bagi Seluruh Umat Manusia II
-
-
Pasal Sepuluh
”Masa Perkenan”
1, 2. (a) Berkat apa yang dinikmati Yesaya? (b) Kata-kata nubuat yang dicatat dalam setengah bagian pertama Yesaya pasal 49 dimaksudkan untuk siapa saja?
SEJAK dahulu, semua manusia yang setia menikmati perkenan dan perlindungan Allah. Namun, Yehuwa tidak mengulurkan perkenan-Nya kepada sembarang orang. Ada syarat yang harus dipenuhi untuk menerima berkat yang tiada duanya ini. Yesaya terbukti memenuhi syarat itu. Ia menikmati perkenan Allah dan digunakan Yehuwa sebagai alat untuk memberitahukan kehendak-Nya kepada orang lain. Sebuah contoh tentang hal ini dicatat dalam setengah bagian pertama dari nubuat Yesaya di pasal 49.
2 Kata-kata ini secara nubuat ditujukan kepada benih Abraham. Dalam penggenapannya yang pertama, benih itu adalah bangsa Israel, keturunan Abraham. Namun, gaya penulisannya jelas memperlihatkan bahwa kata-kata itu berlaku atas Benih Abraham yang telah lama dinanti-nantikan, Mesias yang dijanjikan. Kata-kata yang terilham ini juga berlaku atas saudara-saudara rohani Mesias, yang menjadi bagian dari benih rohani Abraham dan ”Israel milik Allah”. (Galatia 3:7, 16, 29; 6:16) Khususnya, bagian dari nubuat Yesaya ini menggambarkan hubungan yang istimewa antara Yehuwa dan Putra-Nya yang dikasihi, Yesus Kristus.—Yesaya 49:26.
Dilantik dan Dilindungi Yehuwa
3, 4. (a) Dukungan apa yang diperoleh sang Mesias? (b) Kepada siapa sang Mesias berbicara?
3 Sang Mesias menikmati perkenan Allah. Yehuwa memberi dia wewenang dan rekomendasi yang dibutuhkan untuk melaksanakan misinya. Maka, dengan tepat calon Mesias ini mengatakan, ”Dengarkanlah aku, hai, kamu pulau-pulau, dan perhatikanlah, hai, kelompok-kelompok bangsa yang jauh. Yehuwa telah memanggilku bahkan sejak dari kandungan. Sejak dari bagian-bagian dalam ibuku, ia telah menyebut namaku.”—Yesaya 49:1.
4 Di sini, sang Mesias menujukan kata-katanya kepada bangsa-bangsa dari ”jauh”. Meskipun Mesias dijanjikan kepada orang-orang Yahudi, pelayanannya akan menjadi berkat bagi semua bangsa. (Matius 25:31-33) ”Pulau-pulau” dan ”kelompok-kelompok bangsa” ini, meskipun tidak berada dalam perjanjian dengan Yehuwa, harus mendengarkan Mesias Israel karena ia diutus untuk membawa keselamatan bagi seluruh umat manusia.
5. Bagaimana Mesias telah diberi nama bahkan sebelum ia lahir sebagai manusia?
5 Nubuat ini mengatakan bahwa Mesias akan diberi nama oleh Yehuwa sebelum ia lahir sebagai manusia. (Matius 1:21; Lukas 1:31) Lama sebelum ia lahir, Yesus disebut ”Penasihat yang Menakjubkan, Allah yang Perkasa, Bapak yang Kekal, Pangeran Perdamaian”. (Yesaya 9:6) Imanuel, tampaknya nama salah satu putra Yesaya, juga terbukti sebagai nama nubuat untuk Mesias. (Yesaya 7:14; Matius 1:21-23) Bahkan nama kecil yang kelak dikenal sebagai nama sang Mesias—Yesus—telah dinubuatkan sebelum ia lahir. (Lukas 1:30, 31) Nama ini berasal dari kata Ibrani yang berarti ”Yehuwa Adalah Keselamatan”. Jelaslah, Yesus tidak melantik diri sebagai Kristus.
6. Bagaimana mulut sang Mesias seperti pedang yang tajam, dan bagaimana ia dilindungi, atau disembunyikan?
6 Selanjutnya, kata-kata nubuat tentang Mesias berbunyi, ”Lalu ia membuat mulutku seperti pedang yang tajam. Dalam naungan tangannya ia melindungi aku. Dan ia membuatku menjadi anak panah yang digosok. Ia menyembunyikan aku dalam tabung panahnya.” (Yesaya 49:2) Ketika tiba waktunya bagi Mesias yang diangkat Yehuwa untuk memulai pelayanannya di bumi pada tahun 29 M, kata-kata dan tindakan Yesus benar-benar terbukti seperti senjata tajam yang sudah digosok, dapat menembus hati pendengarnya. (Lukas 4:31, 32) Kata-kata dan tindakannya membangkitkan murka musuh besar Yehuwa, Setan, dan antek-anteknya. Sejak saat kelahiran Yesus, Setan berupaya merenggut nyawanya, tetapi Yesus seperti anak panah yang tersembunyi dalam tabung panah Yehuwa sendiri.a Dengan penuh keyakinan, ia dapat mengandalkan perlindungan Bapaknya. (Mazmur 91:1; Lukas 1:35) Pada waktu yang ditetapkan, Yesus memberikan kehidupannya demi umat manusia. Namun, waktunya akan tiba manakala ia tampil sebagai pejuang surgawi yang perkasa, dipersenjatai dalam arti yang berbeda dengan sebilah pedang tajam yang keluar dari mulutnya. Kali ini, pedang yang tajam menggambarkan wewenang Yesus untuk menjatuhkan dan melaksanakan penghukuman atas musuh-musuh Yehuwa.—Penyingkapan 1:16.
Kerja Keras Hamba Allah Tidak Sia-Sia
7. Kepada siapa kata-kata Yehuwa di Yesaya 49:3 diterapkan, dan mengapa?
7 Sekarang, Yehuwa mengucapkan kata-kata nubuat ini, ”Engkaulah hambaku, hai, Israel, melalui engkaulah aku akan memperlihatkan keindahanku.” (Yesaya 49:3) Yehuwa menyebut bangsa Israel sebagai hamba-Nya. (Yesaya 41:8) Namun, Yesus Kristus adalah Hamba Allah yang utama. (Kisah 3:13) Tak satu pun ciptaan Allah yang dapat mencerminkan ’keindahan’ Yehuwa sebaik Yesus. Oleh karena itu, meskipun secara harfiah ditujukan kepada Israel, kata-kata ini diterapkan dalam arti yang sesungguhnya pada diri Yesus.—Yohanes 14:9; Kolose 1:15.
8. Bagaimana reaksi bangsa sang Mesias sendiri terhadap dirinya, tetapi siapa yang diharapkan sang Mesias untuk menilai keberhasilannya?
8 Namun, bukankah Yesus dipandang hina dan ditolak kebanyakan orang dari bangsanya? Ya. Secara keseluruhan, bangsa Israel tidak menerima Yesus sebagai Hamba yang diurapi Allah. (Yohanes 1:11) Semua yang Yesus capai sewaktu di bumi mungkin tampak kecil nilainya, bahkan tidak berarti, bagi orang-orang sezamannya. Apa yang tampak seperti kegagalan dalam pelayanannya ini selanjutnya disinggung oleh sang Mesias, ”Percuma aku berjerih lelah. Untuk sesuatu yang bukan kenyataan dan kesia-siaan aku telah menghabiskan kekuatanku.” (Yesaya 49:4a) Pernyataan ini dicetuskan bukan karena sang Mesias berkecil hati. Perhatikan apa yang ia katakan selanjutnya, ”Sesungguhnya penghakiman atasku ada di tangan Yehuwa, dan upahku ada di tangan Allah.” (Yesaya 49:4b) Yang menilai keberhasilan sang Mesias bukanlah manusia, melainkan Allah.
9, 10. (a) Amanat apa yang diterima sang Mesias dari Yehuwa, dan hasil-hasil apa yang ia capai? (b) Bagaimana orang Kristen dewasa ini dapat dikuatkan oleh pengalaman sang Mesias?
9 Yesus terutama berminat akan perkenan Allah. Dalam nubuat ini, sang Mesias mengatakan, ”Sekarang, Yehuwa, Pribadi yang membentuk aku sejak dalam kandungan untuk menjadi hamba miliknya, mengatakan kepadaku agar mengembalikan Yakub kepadanya, agar Israel dikumpulkan kepadanya. Aku akan dimuliakan di mata Yehuwa, dan Allahku akan menjadi kekuatanku.” (Yesaya 49:5) Sang Mesias datang untuk mengembalikan hati putra-putra Israel kepada Bapak surgawi mereka. Kebanyakan tidak menanggapinya, tetapi beberapa orang menyambutnya. Akan tetapi, upahnya yang sebenarnya ada di tangan Allah Yehuwa. Keberhasilannya diukur, bukan berdasarkan kriteria manusia, melainkan menurut standar-standar Yehuwa sendiri.
10 Dewasa ini, adakalanya para pengikut Yesus mungkin merasa bahwa jerih lelah mereka tidak membuahkan hasil. Di beberapa tempat, hasil pelayanan mereka mungkin tampak kecil dibandingkan dengan jumlah kerja dan upaya yang dikerahkan. Namun, mereka tetap bertekun, dikuatkan oleh teladan Yesus. Mereka juga dikuatkan oleh kata-kata rasul Paulus, yang menulis, ”Oleh karena itu, saudara-saudara yang kukasihi, jadilah kokoh, tidak tergoyahkan, selalu mempunyai banyak hal untuk dilakukan dalam pekerjaan Tuan, karena mengetahui bahwa kerja kerasmu tidak sia-sia sehubungan dengan Tuan.”—1 Korintus 15:58.
”Terang bagi Bangsa-Bangsa”
11, 12. Bagaimana sang Mesias telah menjadi ”terang bagi bangsa-bangsa”?
11 Dalam nubuat Yesaya, Yehuwa membesarkan hati sang Mesias dengan mengingatkannya bahwa menjadi Hamba Allah bukanlah ”suatu hal yang sepele”. Yesus harus ”membangkitkan suku-suku Yakub dan mengembalikan orang-orang Israel yang terlindung”. Selain itu, Yehuwa menjelaskan, ”Aku juga telah memberikan engkau untuk menjadi terang bagi bangsa-bangsa, agar keselamatan dariku sampai ke ujung bumi.” (Yesaya 49:6) Bagaimana mungkin Yesus menerangi bangsa-bangsa ”sampai ke ujung bumi” sedangkan pelayanannya di bumi sebatas di Israel?
12 Catatan Alkitab memperlihatkan bahwa ’terang Allah bagi bangsa-bangsa’ tidak padam dengan berlalunya Yesus dari panggung dunia. Sekitar 15 tahun setelah kematian Yesus, utusan injil Paulus dan Barnabas mengutip nubuat Yesaya 49:6 dan menerapkannya pada murid-murid Yesus, saudara-saudara rohaninya. Mereka menjelaskan, ”Yehuwa telah menetapkan perintah atas kami dengan kata-kata ini, ’Aku telah menetapkan engkau sebagai terang bagi bangsa-bangsa, agar engkau menjadi keselamatan sampai ke ujung bumi.’” (Kisah 13:47) Sebelum kematiannya sendiri, Paulus melihat kabar baik keselamatan tersedia bukan hanya untuk orang Yahudi melainkan ”semua ciptaan yang ada di bawah langit”. (Kolose 1:6, 23) Dewasa ini, kaum sisa saudara-saudara Kristus yang terurap melanjutkan pekerjaan ini. Didukung oleh ”kumpulan besar” yang berjumlah jutaan orang, mereka melayani sebagai ”terang bagi bangsa-bangsa” di lebih dari 230 negeri di seluruh dunia.—Penyingkapan 7:9.
13, 14. (a) Reaksi apa yang dihadapi sang Mesias dan para pengikutnya dalam pekerjaan pengabaran mereka? (b) Perubahan situasi apa yang telah terjadi?
13 Yehuwa benar-benar terbukti sebagai kekuatan di balik Hamba-Nya, sang Mesias, dan saudara-saudara terurap sang Mesias, dan semua orang yang tergabung dalam kumpulan besar yang melanjutkan pekerjaan pemberitaan kabar baik bersama saudara-saudara mereka yang terurap. Memang, seperti Yesus, murid-muridnya telah menghadapi pelecehan dan tentangan. (Yohanes 15:20) Namun, pada waktu yang ditentukan-Nya, Yehuwa selalu menyebabkan perubahan situasi untuk menyelamatkan dan memberikan upah kepada hamba-hamba-Nya yang loyal. Sehubungan dengan sang Mesias, yang ”jiwanya dipandang hina” dan ”sangat dibenci bangsa-bangsa”, Yehuwa berjanji, ”Raja-raja akan melihat dan bangkit, dan para pembesar, mereka akan membungkuk, oleh karena Yehuwa, yang setia, Pribadi Kudus Israel, yang memilih engkau.”—Yesaya 49:7.
14 Belakangan, rasul Paulus menulis kepada orang-orang Kristen di Filipi tentang perubahan situasi yang telah dinubuatkan ini. Ia menggambarkan Yesus sebagai seseorang yang telah direndahkan di tiang siksaan tetapi kemudian ditinggikan Allah. Yehuwa memberi hamba-Nya ”kedudukan yang lebih tinggi dan dengan baik hati memberinya nama di atas setiap nama lain, sehingga dengan nama Yesus semua harus bertekuk lutut”. (Filipi 2:8-11) Para pengikut Kristus yang setia telah diperingatkan bahwa mereka juga akan dianiaya. Namun, seperti sang Mesias, mereka yakin akan perkenan Yehuwa.—Matius 5:10-12; 24:9-13; Markus 10:29, 30.
”Masa Perkenan Khusus Itu”
15. ”Masa” istimewa apa yang disebutkan dalam nubuat Yesaya, dan apa yang tersirat dari hal ini?
15 Nubuat Yesaya dilanjutkan dengan suatu pernyataan yang sangat penting. Yehuwa memberi tahu sang Mesias, ”Pada masa perkenan aku telah menjawab engkau, dan pada hari penyelamatan aku telah menolong engkau; dan aku terus menjaga engkau agar aku dapat memberikan engkau menjadi perjanjian bagi bangsa-bangsa.” (Yesaya 49:8a) Nubuat yang serupa dicatat di Mazmur 69:13-18. Di sini, sang pemazmur juga menggunakan istilah ”masa perkenan”. Istilah ini memperlihatkan bahwa perkenan dan perlindungan Yehuwa diulurkan dengan cara yang istimewa, tetapi hanya selama jangka waktu yang spesifik dan sementara.
16. Apa masa perkenan Yehuwa bagi Israel pada zaman dahulu?
16 Kapankah masa perkenan ini? Pada mulanya, kata-kata ini merupakan bagian dari nubuat pemulihan dan menubuatkan kepulangan orang-orang Yahudi dari pembuangan. Bangsa Israel mengalami masa perkenan sewaktu mereka dapat ”memulihkan negeri” dan memiliki kembali ”milik pusaka yang ditelantarkan”. (Yesaya 49:8b) Mereka bukan lagi ”tahanan” di Babilon. Selama perjalanan pulang mereka, Yehuwa memastikan agar mereka tidak ”lapar” ataupun ”haus”, dan ”panas yang menghanguskan atau terik matahari juga tidak akan menimpa mereka”. Orang-orang Israel yang tersebar berduyun-duyun pulang ke tanah asal mereka ”dari tempat yang jauh . . . , dari utara dan barat”. (Yesaya 49:9-12) Selain penggenapan pertama yang dramatis ini, Alkitab memperlihatkan bahwa nubuat ini akan digenapi secara lebih luas lagi.
17, 18. Masa perkenan apa yang Yehuwa tetapkan pada abad pertama?
17 Pertama, sewaktu Yesus lahir, para malaikat mengumumkan perdamaian dan perkenan Allah atas manusia. (Lukas 2:13, 14) Perkenan ini ditawarkan, bukan kepada manusia pada umumnya, melainkan hanya kepada orang-orang yang memperlihatkan iman akan Yesus. Belakangan, Yesus membacakan di depan umum nubuat Yesaya 61:1, 2 dan menerapkan nubuat itu pada dirinya sebagai pemberita ”tahun perkenan Yehuwa”. (Lukas 4:17-21) Rasul Paulus mengatakan bahwa Kristus menerima perlindungan khusus dari Yehuwa selama ia dalam daging. (Ibrani 5:7-9) Jadi, masa perkenan ini berlaku sewaktu Allah menunjukkan perkenan-Nya atas Yesus selama masa hidupnya sebagai manusia.
18 Namun, ada penerapan lebih lanjut dari nubuat ini. Setelah mengutip kata-kata Yesaya tentang masa perkenan, Paulus selanjutnya mengatakan, ”Lihat! Sekaranglah masa perkenan khusus itu. Lihat! Sekaranglah hari penyelamatan itu.” (2 Korintus 6:2) Paulus menulis kata-kata ini 22 tahun setelah kematian Yesus. Jelaslah, dengan lahirnya sidang Kristen pada hari Pentakosta tahun 33 M, Yehuwa memperpanjang tahun perkenan-Nya untuk menyertakan para pengikut Kristus yang terurap.
19. Bagaimana orang Kristen dewasa ini dapat memanfaatkan masa perkenan Yehuwa?
19 Bagaimana dengan para pengikut Yesus dewasa ini yang tidak diurapi sebagai ahli waris kerajaan surgawi Allah? Dapatkah orang-orang yang memiliki harapan di bumi ini memperoleh manfaat dari masa perkenan tersebut? Ya. Buku Penyingkapan di dalam Alkitab memperlihatkan bahwa kinilah masa perkenan yang diberikan Yehuwa kepada kumpulan besar yang akan ”keluar dari kesengsaraan besar” untuk menikmati kehidupan di bumi firdaus. (Penyingkapan 7:13-17) Oleh karena itu, semua orang Kristen dapat memanfaatkan jangka waktu yang terbatas ini manakala Yehuwa memberikan perkenan-Nya kepada manusia yang tidak sempurna.
20. Bagaimana orang Kristen dapat berupaya untuk tidak melalaikan tujuan dari kebaikan hati Yehuwa yang tidak selayaknya diperoleh?
20 Sebelum menyatakan pengumuman tentang masa yang diperkenan Yehuwa, rasul Paulus memberikan peringatan. Ia meminta agar orang-orang Kristen jangan sampai ”menerima kebaikan hati Allah yang tidak selayaknya diperoleh namun melalaikan tujuannya”. (2 Korintus 6:1) Dengan demikian, orang-orang Kristen memanfaatkan setiap kesempatan untuk menyenangkan Allah dan melakukan kehendak-Nya. (Efesus 5:15, 16) Mereka sebaiknya mengikuti nasihat Paulus, ”Berhati-hatilah, saudara-saudara, agar dalam diri salah seorang di antara kamu tidak berkembang hati fasik yang tidak beriman karena menjauh dari Allah yang hidup; tetapi teruslah nasihati satu sama lain setiap hari, selama masih dapat dikatakan ’Hari ini’, agar jangan seorang pun di antara kamu dikeraskan oleh tipu daya dosa.”—Ibrani 3:12, 13.
21. Pernyataan yang penuh sukacita apa mengakhiri bagian pertama Yesaya pasal 49?
21 Seraya pernyataan-pernyataan yang bersifat nubuat antara Yehuwa dan Mesias-Nya berakhir, Yesaya mengucapkan pernyataan yang penuh sukacita, ”Bersorak-sorailah, hai, kamu langit, dan bersukacitalah, hai, bumi. Biarlah gunung-gunung bergembira dengan sorak-sorai. Karena Yehuwa telah menghibur umatnya, dan ia memperlihatkan belas kasihan kepada orang-orangnya yang menderita.” (Yesaya 49:13) Alangkah indahnya kata-kata penghiburan ini bagi orang-orang Israel pada zaman dahulu dan bagi Hamba Yehuwa yang agung, Yesus Kristus, serta hamba-hamba Yehuwa yang terurap dan rekan-rekan mereka ”domba-domba lain” dewasa ini!—Yohanes 10:16.
Yehuwa Tidak Melupakan Umat-Nya
22. Bagaimana Yehuwa menandaskan bahwa Ia tidak akan pernah melupakan umat-Nya?
22 Yesaya selanjutnya melaporkan pernyataan-pernyataan Yehuwa. Ia menubuatkan bahwa orang-orang Israel yang dibuang akan cenderung lelah dan putus asa. Yesaya mengatakan, ”Zion terus mengatakan, ’Yehuwa telah meninggalkan aku, dan Yehuwa telah melupakan aku.’” (Yesaya 49:14) Apakah itu benar? Apakah Yehuwa telah meninggalkan umat-Nya dan melupakan mereka? Berlaku sebagai juru bicara Yehuwa, Yesaya melanjutkan, ”Dapatkah seorang istri melupakan anaknya yang masih menyusu sehingga ia tidak mengasihani putra dari kandungannya? Sekalipun wanita-wanita ini dapat lupa, aku tidak akan melupakan engkau.” (Yesaya 49:15) Tanggapan yang sungguh pengasih dari Yehuwa! Kasih Allah kepada umat-Nya lebih besar daripada kasih seorang ibu kepada anaknya. Ia senantiasa memikirkan hamba-hamba-Nya yang loyal. Ia mengingat mereka seolah-olah nama mereka terukir di tangan-Nya, ”Lihat! Di telapak tanganku, aku mengukir engkau. Tembok-tembokmu senantiasa ada di hadapanku.”—Yesaya 49:16.
23. Bagaimana Paulus membesarkan hati orang Kristen untuk yakin bahwa Yehuwa tidak akan melupakan mereka?
23 Dalam suratnya kepada orang-orang Galatia, rasul Paulus menasihati orang-orang Kristen, ”Biarlah kita tidak menyerah dalam melakukan apa yang baik, sebab jika kita tidak lelah kita akan menuai pada saat musimnya tiba.” (Galatia 6:9) Kepada orang-orang Ibrani, ia menulis kata-kata yang membesarkan hati ini, ”Allah bukannya tidak adil-benar sehingga melupakan perbuatanmu dan kasih yang telah kamu perlihatkan untuk namanya.” (Ibrani 6:10) Kita hendaknya tidak pernah merasa bahwa Yehuwa telah melupakan umat-Nya. Seperti Zion pada zaman dahulu, orang Kristen memiliki alasan yang kuat untuk bersukacita dan bersabar menanti Yehuwa. Ia berpegang teguh pada syarat-syarat dan janji-janji dalam perjanjian-Nya.
24. Bagaimana Zion akan dipulihkan, dan pertanyaan-pertanyaan apa yang akan ia ajukan?
24 Yehuwa, melalui Yesaya, memberikan penghiburan tambahan. Orang-orang yang ”meruntuhkan [Zion]”, entah itu orang-orang Babilon atau orang-orang Yahudi yang murtad, sudah tidak lagi menjadi ancaman. ’Putra-putra’ Zion, orang-orang Yahudi buangan yang tetap loyal kepada Yehuwa, ”bergegas”. Mereka akan ”berkumpul”. Setelah bergegas kembali ke Yerusalem, orang-orang Yahudi yang pulang ini akan menjadi hiasan bagi ibu kota mereka, seperti ”pengantin perempuan” yang mengenakan ”perhiasan”. (Yesaya 49:17, 18) Tempat-tempat Zion telah ”hancur”. Bayangkan betapa terkejutnya ia sewaktu tiba-tiba ia memiliki begitu banyak penduduk sehingga tempat tinggalnya tampak sesak. (Baca Yesaya 49:19, 20.) Sewajarnyalah ia bertanya dari mana datangnya anak-anak ini, ”Engkau pasti akan mengatakan dalam hatimu, ’Siapa yang telah memperanakkan semua anak ini demi kepentinganku, sebab aku adalah wanita yang kehilangan anak dan mandul, dibawa ke pembuangan dan dibawa sebagai tahanan? Mengenai semua anak ini, siapa yang telah membesarkan mereka? Lihat! Aku telah ditinggalkan sendirian. Anak-anak ini—di manakah mereka sebelumnya?’” (Yesaya 49:21) Sungguh, suatu keadaan yang menggembirakan bagi Zion yang sebelumnya mandul!
25. Pada zaman modern, pemulihan apa dialami Israel rohani?
25 Kata-kata ini memiliki penggenapan di zaman modern. Pada tahun-tahun yang sulit selama perang dunia pertama, orang-orang Israel rohani mengalami keadaan telantar dan ditawan. Namun, ia dipulihkan dan menikmati suatu firdaus rohani. (Yesaya 35:1-10) Seperti kota yang pernah hancur yang digambarkan Yesaya, Israel rohani bergembira sewaktu ia seolah-olah mendapati dirinya penuh dengan para penyembah Yehuwa yang bersukacita dan aktif.
”Tanda bagi Bangsa-Bangsa”
26. Pengarahan apa yang Yehuwa sediakan bagi umat-Nya yang dibebaskan?
26 Dalam nubuat ini, Yehuwa kini membawa Yesaya ke masa manakala umat-Nya akan dibebaskan dari Babilon. Apakah mereka akan menerima pengarahan ilahi? Yehuwa menjawab, ”Lihat! Aku akan mengangkat tanganku kepada bangsa-bangsa, dan kepada suku-suku bangsa aku akan mengangkat tandaku. Mereka akan membawa putra-putramu di dada, dan putri-putrimu di atas bahu mereka.” (Yesaya 49:22) Dalam penggenapannya yang pertama, Yerusalem, yang sebelumnya menjadi pusat pemerintahan dan lokasi bait Yehuwa, menjadi ’tanda’ Yehuwa. Bahkan, orang-orang yang terkemuka dan berkuasa dari bangsa-bangsa lain, seperti ”raja-raja” dan ”para wanita bangsawannya”, membantu orang-orang Israel dalam perjalanan mereka pulang. (Yesaya 49:23a) Raja-raja Persia, Kores dan Artahsasta Longimanus, serta keluarga mereka termasuk orang-orang yang mengulurkan pertolongan. (Ezra 5:13; 7:11-26) Dan, kata-kata Yesaya memiliki penggenapan lebih lanjut.
27. (a) Dalam penggenapan yang lebih besar, bangsa-bangsa akan datang berduyun-duyun menuju ’tanda’ apa? (b) Apa yang akan dihasilkan sewaktu semua bangsa dipaksa untuk tunduk kepada pemerintahan Mesias?
27 Yesaya 11:10 berbicara tentang ”tanda bagi bangsa-bangsa”. Rasul Paulus menerapkan kata-kata ini pada Kristus Yesus. (Roma 15:8-12) Oleh karena itu, dalam penggenapan yang lebih besar, Yesus dan rekan-rekan penguasanya yang diurapi dengan roh menjadi ’tanda’ Yehuwa, dan kepada mereka bangsa-bangsa datang berduyun-duyun. (Penyingkapan 14:1) Pada waktunya, semua bangsa di bumi—bahkan golongan penguasa dewasa ini—harus tunduk kepada pemerintahan Mesias. (Mazmur 2:10, 11; Daniel 2:44) Hasilnya? Yehuwa mengatakan, ”Engkau mengetahui bahwa akulah Yehuwa, dan mereka yang berharap kepadaku tidak akan merasa malu.”—Yesaya 49:23b.
”Sekarang Keselamatan Kita Lebih Dekat”
28. (a) Dengan kata-kata apa Yehuwa sekali lagi meyakinkan umat-Nya bahwa mereka akan dibebaskan? (b) Komitmen apa yang masih Yehuwa miliki sehubungan dengan umat-Nya?
28 Ada beberapa orang buangan di Babilon yang mungkin bertanya-tanya, ’Apakah Israel mungkin dibebaskan?’ Yehuwa mempertimbangkan pertanyaan itu, dengan bertanya, ”Dapatkah mereka yang telah diambil oleh orang yang perkasa diambil kembali, atau dapatkah kumpulan orang yang ditawan orang lalim meluputkan diri?” (Yesaya 49:24) Jawabannya adalah ya. Yehuwa meyakinkan mereka, ”Kumpulan orang yang ditawan orang perkasa pun akan diambil, dan mereka yang telah diambil orang lalim akan meluputkan diri.” (Yesaya 49:25a) Jaminan yang sungguh menghibur! Selain itu, perkenan Yehuwa terhadap umat-Nya disertai oleh komitmen yang kuat untuk melindungi mereka. Dengan terus terang Ia mengatakan, ”Aku akan berbantah dengan siapa pun yang berbantah denganmu, dan aku sendiri akan menyelamatkan putra-putramu.” (Yesaya 49:25b) Komitmen itu masih berlaku. Seperti yang dicatat di Zakharia 2:8, Yehuwa mengatakan kepada umat-Nya, ”Ia yang menjamah kamu berarti menjamah bola mataku.” Memang, kita kini menikmati suatu jangka waktu perkenan manakala orang-orang di seluruh bumi memiliki kesempatan untuk berduyun-duyun ke Zion rohani. Namun, jangka waktu perkenan ini akan berakhir.
29. Prospek suram apa menanti orang-orang yang tidak mau menaati Yehuwa?
29 Apa yang akan terjadi atas orang-orang yang dengan keras kepala tidak mau menaati Yehuwa dan yang bahkan menganiaya para penyembah-Nya? Ia mengatakan, ”Aku akan membuat orang-orang yang memperlakukan engkau dengan kasar makan daging mereka sendiri; dan mereka akan menjadi mabuk oleh darah mereka sendiri seperti oleh anggur manis.” (Yesaya 49:26a) Prospek yang suram! Musuh yang keras kepala seperti itu tidak memiliki masa depan yang panjang. Mereka akan dibinasakan. Oleh karena itu, dengan menyelamatkan umat-Nya dan dengan membinasakan musuh-musuh mereka, Yehuwa akan tampil sebagai Juru Selamat. ”Semua orang mengetahui bahwa aku, Yehuwa, adalah Juru Selamatmu dan Pribadi Yang Membelimu Kembali, Pribadi Yang Penuh Kuasa bagi Yakub.”—Yesaya 49:26b.
30. Tindakan penyelamatan apa yang telah Yehuwa lakukan demi kepentingan umat-Nya, dan apa yang masih akan Ia lakukan?
30 Kata-kata itu pertama kali tergenap sewaktu Yehuwa menggunakan Kores untuk membebaskan umat-Nya dari belenggu Babilon. Kata-kata ini tergenap dengan cara yang serupa pada tahun 1919 sewaktu Yehuwa menggunakan Putra-Nya yang ditakhtakan, Yesus Kristus, untuk membebaskan umat-Nya dari perbudakan rohani. Itulah sebabnya Alkitab berbicara tentang Yehuwa dan Yesus sebagai juru selamat. (Titus 2:11-13; 3:4-6) Yehuwa adalah Juru Selamat kita, dan Yesus, sang Mesias, adalah ”Wakil Utama”-Nya. (Kisah 5:31) Tindakan penyelamatan yang dilakukan Allah melalui Yesus Kristus sangat menakjubkan. Melalui kabar baik, Yehuwa membebaskan orang-orang yang berhati jujur dari belenggu agama palsu. Melalui korban tebusan, Ia melepaskan mereka dari belenggu dosa dan kematian. Pada tahun 1919, Ia membebaskan saudara-saudara Yesus dari belenggu rohani. Dan, di perang Armagedon yang akan segera terjadi, Ia akan membebaskan kumpulan besar manusia yang setia dari kebinasaan yang akan menimpa para pedosa.
31. Bagaimana seharusnya reaksi orang Kristen terhadap kesempatan untuk menerima perkenan Allah?
31 Oleh karena itu, sungguh suatu hak istimewa untuk menerima perkenan Allah! Semoga kita semua menggunakan masa perkenan ini dengan bijaksana. Dan, semoga kita bertindak selaras dengan mendesaknya masa hidup kita ini, dengan mengindahkan kata-kata Paulus kepada orang-orang Roma, ”Kamu sekalian mengetahui masanya, bahwa sudah tiba jamnya bagi kamu untuk bangun dari tidur, sebab sekarang keselamatan kita lebih dekat daripada sewaktu kita menjadi orang yang percaya. Malam sudah larut; hari itu sudah dekat. Karena itu, biarlah kita menanggalkan perbuatan yang berkaitan dengan kegelapan dan mengenakan senjata-senjata terang. Seperti pada siang hari, biarlah kita berjalan dengan sopan, tidak dengan pesta pora dan bermabuk-mabukan, tidak dengan melakukan hubungan yang tidak sah dan tingkah laku bebas, tidak dengan percekcokan dan kecemburuan. Tetapi kenakanlah Tuan Yesus Kristus, dan jangan membuat rencana di muka untuk keinginan daging.”—Roma 13:11-14.
32. Jaminan apa yang dimiliki umat Allah?
32 Yehuwa akan terus menopang orang-orang yang mengindahkan nasihat-Nya. Ia akan menyediakan kekuatan dan kesanggupan yang mereka butuhkan untuk melaksanakan pemberitaan kabar baik. (2 Korintus 4:7) Yehuwa akan menggunakan hamba-hamba-Nya sebagaimana Ia menggunakan Pemimpin mereka, Yesus. Ia akan membuat mulut mereka ”seperti pedang yang tajam” sehingga mereka akan mencapai hati orang-orang yang lembut dengan kabar baik. (Matius 28:19, 20) Ia akan melindungi umat-Nya ”dalam naungan tangannya”. Seperti ”anak panah yang digosok”, mereka akan tersembunyi ”dalam tabung panahnya”. Yehuwa benar-benar tidak akan mengabaikan umat-Nya!—Mazmur 94:14; Yesaya 49:2, 15.
[Catatan Kaki]
a ”Setan, yang pasti mengenali Yesus sebagai Putra Allah dan pribadi yang dinubuatkan akan meremukkan kepalanya (Kej 3:15), mengerahkan segala upaya untuk membinasakan Yesus. Namun, sewaktu Gabriel memberi tahu Maria bahwa ia akan mengandung Yesus, sang malaikat Gabriel mengatakan, ’Roh kudus akan datang ke atasmu, dan kuasa Yang Mahatinggi akan menaungi engkau. Oleh karena itu, juga apa yang dilahirkan akan disebut kudus, Putra Allah.’ (Luk 1:35) Yehuwa melindungi Putra-Nya. Upaya untuk membinasakan Yesus sewaktu ia masih bayi tidak berhasil.”—Insight on the Scriptures, Jilid 2, halaman 868, diterbitkan oleh Watchtower Bible and Tract Society of New York, Inc.
[Gambar di hlm. 139]
Sang Mesias seperti ”anak panah yang digosok” dalam tabung panah Yehuwa
[Gambar di hlm. 141]
Mesias telah menjadi ”terang bagi bangsa-bangsa”
[Gambar di hlm. 147]
Kasih Allah kepada umat-Nya lebih besar daripada kasih seorang ibu kepada anaknya
-
-
”Janganlah Percaya kepada para Bangsawan”Nubuat Yesaya—Terang bagi Seluruh Umat Manusia II
-
-
Pasal Sebelas
”Janganlah Percaya kepada para Bangsawan”
1, 2. (a) Nasihat terilham apa yang tidak diindahkan orang-orang Yahudi, dan apa akibatnya? (b) Mengapa Yehuwa bertanya, ”Di manakah surat cerai?”
”JANGANLAH percaya kepada para bangsawan, ataupun kepada putra manusia, yang padanya tidak ada keselamatan. . . . Berbahagialah orang yang mempunyai Allah Yakub sebagai penolongnya, yang harapannya pada Yehuwa, Allahnya, Pembuat langit dan bumi.” (Mazmur 146:3-6) Seandainya saja orang-orang Yahudi yang hidup pada zaman Yesaya menerapkan nasihat sang pemazmur! Seandainya saja mereka tidak menaruh keyakinan mereka pada Mesir ataupun bangsa kafir lainnya, melainkan kepada ”Allah Yakub”! Maka, sewaktu musuh-musuh Yehuda datang menyerang, Yehuwa akan bertindak untuk melindunginya. Akan tetapi, Yehuda tidak mau meminta pertolongan Yehuwa. Akibatnya, Yehuwa akan mengizinkan Yerusalem dibinasakan dan penduduk Yehuda ditawan di Babilon.
2 Yehuda tidak dapat menyalahkan orang lain kecuali dirinya sendiri. Ia tidak berhak menyatakan bahwa pembinasaannya terjadi karena Yehuwa telah berlaku tidak setia terhadapnya atau telah mengabaikan perjanjian-Nya dengan bangsa itu. Sang Pencipta bukanlah pelanggar perjanjian. (Yeremia 31:32; Daniel 9:27; Penyingkapan 15:4) Untuk menandaskan fakta ini, Yehuwa bertanya kepada orang-orang Yahudi, ”Di manakah surat cerai ibu kamu sekalian, yang telah kusuruh pergi?” (Yesaya 50:1a) Di bawah Hukum Musa, seorang pria yang menceraikan istrinya harus memberinya surat cerai. Kemudian, wanita itu boleh menjadi milik pria lain. (Ulangan 24:1, 2) Secara kiasan, Yehuwa telah mengeluarkan surat seperti itu kepada kerajaan yang bersaudara dengan Yehuda, Israel, tetapi Ia belum melakukan hal itu kepada Yehuda.a Ia masih menjadi ’pemilik dan suami’-nya. (Yeremia 3:8, 14) Tentunya, Yehuda tidak boleh bersekutu dengan bangsa-bangsa kafir. Hubungan Yehuwa dengannya akan terus berlangsung ”sampai Syilo [Mesias] datang”.—Kejadian 49:10.
3. Mengapa Yehuwa ’menjual’ umat-Nya?
3 Yehuwa juga bertanya kepada Yehuda, ”Kepada yang mana dari antara orang-orang yang mengutangi aku, aku telah menjualmu?” (Yesaya 50:1b) Orang Yahudi tidak akan dikirim ke penawanan Babilon untuk melunasi utang Yehuwa. Yehuwa tidak seperti orang miskin di Israel yang harus menjual anak-anaknya sebagai pembayaran kepada orang yang mengutanginya. (Keluaran 21:7) Sebaliknya, Yehuwa menunjukkan alasan yang sebenarnya mengapa umat-Nya akan diperbudak, ”Lihat! Karena kesalahanmu sendiri kamu telah dijual, dan karena pelanggaranmu, ibumu telah disuruh pergi.” (Yesaya 50:1c) Orang Yahudi-lah yang telah meninggalkan Yehuwa; Ia tidak pernah meninggalkan mereka.
4, 5. Bagaimana Yehuwa memperlihatkan kasih-Nya terhadap umat-Nya, tetapi bagaimana tanggapan Yehuda?
4 Pertanyaan Yehuwa yang berikut dengan jelas menonjolkan kasih-Nya terhadap umat-Nya, ”Mengapa, pada waktu aku datang, tidak ada orang? Pada waktu aku memanggil, tidak ada yang menjawab?” (Yesaya 50:2a) Melalui hamba-hamba-Nya para nabi, Yehuwa seolah-olah telah datang ke rumah umat-Nya untuk memohon agar mereka kembali kepada-Nya dengan segenap hati. Namun, mereka tidak menanggapi-Nya. Orang Yahudi lebih suka mengandalkan bantuan manusia, kadang-kadang bahkan berpaling kepada Mesir.—Yesaya 30:2; 31:1-3; Yeremia 37:5-7.
5 Apakah Mesir penyelamat yang lebih andal daripada Yehuwa? Jelaslah, orang-orang Yahudi yang tidak setia itu sudah melupakan peristiwa-peristiwa menjelang kelahiran bangsa mereka beberapa abad sebelumnya. Yehuwa bertanya kepada mereka, ”Apakah tanganku telah menjadi terlalu pendek sehingga tidak dapat menebus, atau apakah tidak ada kuasa dalam diriku untuk membebaskan? Lihat! Dengan hardikanku, aku mengeringkan laut; aku membuat sungai-sungai menjadi padang belantara. Ikan-ikannya berbau busuk karena tidak ada air, dan semuanya mati kehausan. Aku mengenakan kekelaman pada langit, dan aku membuat kain goni sebagai penutupnya.”—Yesaya 50:2b, 3.
6, 7. Bagaimana Yehuwa memperlihatkan kuasa penyelamatan-Nya sewaktu Mesir mengancam?
6 Pada tahun 1513 SM, Mesir adalah penindas—bukan pembebas yang diharap-harapkan—umat Allah. Orang Israel adalah budak di negeri kafir. Namun, Yehuwa membebaskan mereka, dan sungguh menggetarkan hati pembebasan itu! Pertama, Ia mendatangkan Sepuluh Tulah ke atas negeri itu. Setelah tulah kesepuluh yang sangat menghancurkan, Firaun Mesir mendesak orang Israel untuk meninggalkan negeri itu. (Keluaran 7:14–12:31) Akan tetapi, segera setelah mereka pergi, hati Firaun berubah. Ia mengumpulkan bala tentaranya dan berangkat untuk memaksa orang Israel kembali ke Mesir. (Keluaran 14:5-9) Orang-orang Israel benar-benar terjebak di antara bala tentara Mesir di belakang mereka dan Laut Merah di depan mereka! Akan tetapi, Yehuwa siap bertempur demi mereka.
7 Yehuwa menghentikan orang-orang Mesir dengan menempatkan tiang awan di antara mereka dan orang Israel. Di pihak orang Mesir, awan itu menimbulkan kegelapan; di pihak orang Israel, awan itu memberikan terang. (Keluaran 14:20) Kemudian, sementara bala tentara Mesir tertahan, Yehuwa ”mulai membuat laut berbalik dengan perantaraan angin timur yang bertiup dengan kencang sepanjang malam dan mengubah dasar laut menjadi tanah kering”. (Keluaran 14:21) Setelah laut terbelah, seluruh bangsa itu—pria, wanita, dan anak-anak—dapat menyeberangi Laut Merah menuju tempat yang aman. Setelah umat-Nya hampir tiba di seberang, Yehuwa mengangkat awan itu. Orang-orang Mesir, yang mati-matian mengejar mereka, tanpa pikir panjang lagi bergerak ke dasar laut itu. Sewaktu umat-Nya tiba dengan selamat di tepi laut, Yehuwa melepaskan air itu sehingga menenggelamkan Firaun dan bala tentaranya. Demikianlah Yehuwa bertempur demi umat-Nya. Hal ini benar-benar menguatkan orang Kristen dewasa ini!—Keluaran 14:23-28.
8. Penduduk Yehuda akhirnya pergi ke pembuangan karena mengabaikan peringatan apa?
8 Pada zaman Yesaya, tujuh ratus tahun sudah berlalu sejak kemenangan ilahi itu. Sekarang, Yehuda adalah bangsa yang berdaulat. Kadang-kadang, ia mengadakan negosiasi diplomatik dengan pemerintah negara-negara lain, seperti Asiria dan Mesir. Namun, para pemimpin bangsa-bangsa kafir ini tidak dapat dipercaya. Mereka akan selalu mengutamakan kepentingan pribadi di atas perjanjian apa pun yang mereka buat dengan Yehuda. Atas nama Yehuwa, nabi-nabi memberikan peringatan kepada bangsa tersebut agar mereka tidak mengandalkan orang-orang semacam itu, tetapi kata-kata para nabi itu diabaikan. Akhirnya, orang Yahudi akan dibuang ke Babilon dan diperbudak selama 70 tahun. (Yeremia 25:11) Akan tetapi, Yehuwa tidak akan melupakan umat-Nya, ataupun membuang mereka untuk selamanya. Pada waktu yang sudah ditentukan, Ia akan mengingat mereka, dan Ia akan membuka jalan bagi mereka untuk pulang ke tanah asal dan memulihkan ibadat murni. Dengan tujuan apa? Untuk mempersiapkan kedatangan Syilo, pribadi yang kepadanya semua orang harus taat!
Syilo Datang
9. Siapakah Syilo, dan guru seperti apakah dia?
9 Abad-abad berlalu. ”Kesudahan jangka waktu itu” pun tiba, dan pribadi yang disebut Syilo, Tuan Yesus Kristus, muncul di panggung dunia. (Galatia 4:4; Ibrani 1:1, 2) Fakta bahwa Yehuwa menunjuk sahabat terdekat-Nya sebagai Juru Bicara-Nya kepada orang Yahudi menunjukkan betapa besar kasih Yehuwa kepada umat-Nya. Juru bicara yang bagaimanakah Yesus itu? Juru bicara yang paling istimewa! Yesus bukan hanya seorang juru bicara, ia adalah seorang guru—Guru yang Agung. Hal ini tidaklah mengherankan, karena ia mempunyai Instruktur yang luar biasa—Allah Yehuwa sendiri. (Yohanes 5:30; 6:45; 7:15, 16, 46; 8:26) Hal ini diteguhkan oleh kata-kata Yesus dalam nubuat yang ditulis Yesaya, ”Tuan Yang Berdaulat Yehuwa telah memberi aku lidah seorang murid, agar aku mengetahui caranya menjawab orang yang lelah dengan perkataan. Ia bangun setiap pagi; ia membangunkan telingaku agar mendengar seperti seorang murid.”—Yesaya 50:4.b
10. Bagaimana Yesus mencerminkan kasih Yehuwa kepada umat-Nya, dan tanggapan apa yang Yesus terima?
10 Sebelum datang ke bumi, Yesus bekerja bersisian dengan Bapaknya di surga. Hubungan yang hangat antara Bapak dan Putra ini secara puitis dilukiskan di Amsal 8:30, ”Aku ada di sisi [Yehuwa] sebagai pekerja ahli, . . . bergembira di hadapannya pada segala waktu.” Karena mendengarkan Bapaknya, Yesus memiliki sukacita yang besar. Ia pun memiliki kasih seperti yang dimiliki Bapak-Nya kepada ”putra-putra manusia”. (Amsal 8:31) Pada waktu datang ke bumi, Yesus menjawab ”orang yang lelah dengan perkataan”. Ia memulai pelayanannya dengan membacakan ayat-ayat yang menghibur dari nubuat Yesaya, ”Roh Yehuwa ada padaku, karena ia mengurapi aku untuk menyatakan kabar baik kepada orang miskin, . . . menyuruh orang-orang yang remuk pergi dengan suatu kelepasan.” (Lukas 4:18; Yesaya 61:1) Kabar baik bagi orang miskin! Penyegaran bagi yang lelah! Sungguh pengumuman yang seharusnya membawa sukacita yang sangat besar bagi bangsa itu! Ada yang bersukacita—tetapi, tidak semua. Pada akhirnya, banyak orang tidak mau menerima bukti-bukti bahwa Yesus telah diajar oleh Yehuwa.
11. Siapa yang menanggung kuk bersama Yesus, dan apa yang mereka alami?
11 Akan tetapi, beberapa ingin mendengar lebih banyak. Mereka dengan gembira menanggapi undangan Yesus yang menghangatkan hati, ”Marilah kepadaku, kamu semua yang berjerih lelah dan dibebani tanggungan yang berat, dan aku akan menyegarkan kamu. Ambillah kuk aku atas kamu dan belajarlah padaku, karena aku berwatak lembut dan rendah hati, dan kamu akan menemukan kesegaran bagi jiwamu.” (Matius 11:28, 29) Di antara orang-orang yang mendekati Yesus ada pria-pria yang menjadi rasul-rasulnya. Mereka tahu bahwa menanggung kuk bersama Yesus berarti kerja keras bagi mereka. Pekerjaan ini antara lain mencakup pemberitaan kabar baik Kerajaan sampai ke ujung-ujung bumi. (Matius 24:14) Seraya para rasul dan murid-murid lain aktif dalam pekerjaan ini, mereka mendapati bahwa hal ini memang membawa kesegaran bagi jiwa mereka. Pekerjaan yang sama sedang dilaksanakan orang-orang Kristen yang setia dewasa ini, dan dengan mengambil bagian di dalamnya mereka memperoleh sukacita yang sama.
Ia Tidak Memberontak
12. Bagaimana Yesus memperlihatkan ketaatan kepada Bapak surgawinya?
12 Yesus tidak pernah lupa akan tujuannya datang ke bumi—untuk melakukan kehendak Allah. Pandangannya telah dinubuatkan, ”Tuan Yang Berdaulat Yehuwa membuka telingaku, dan mengenai aku, aku tidak memberontak. Aku tidak berpaling ke arah yang berlawanan.” (Yesaya 50:5) Yesus selalu taat kepada Allah. Ia bahkan mengatakan, ”Putra tidak dapat melakukan satu perkara pun atas prakarsanya sendiri, tetapi ia hanya melakukan apa yang ia lihat dilakukan oleh Bapak.” (Yohanes 5:19) Selama eksistensi pramanusianya, kemungkinan besar Yesus bekerja berdampingan dengan Bapaknya selama jutaan, bahkan miliaran tahun. Setelah berada di bumi, ia terus mengikuti instruksi-instruksi Yehuwa. Terlebih penting lagi bagi kita, sebagai pengikut Kristus yang tidak sempurna, untuk tidak mengabaikan pengarahan Yehuwa!
13. Apa yang akan Yesus hadapi, tetapi bagaimana ia menunjukkan keberaniannya?
13 Beberapa orang yang menolak Putra satu-satunya yang diperanakkan Yehuwa telah menganiaya dia, dan hal ini pun telah dinubuatkan, ”Aku memberi punggungku kepada orang-orang yang memukul aku, dan pipiku kepada mereka yang mencabuti rambut. Mukaku tidak aku sembunyikan ketika direndahkan dan diludahi.” (Yesaya 50:6) Menurut nubuat ini, Mesias akan mengalami penderitaan dan penghinaan di tangan para penentangnya. Yesus mengetahuinya. Dan, ia mengetahui sejauh mana penganiayaan ini akan berlangsung. Sekalipun demikian, ketika waktunya di bumi hampir berakhir, ia tidak menunjukkan rasa takut. Dengan tekad sekeras batu api ia berangkat menuju Yerusalem, tempat hidupnya sebagai manusia akan berakhir. Dalam perjalanan ke sana, Yesus memberi tahu murid-muridnya, ”Sekarang kita sedang menuju Yerusalem, dan Putra manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan penulis-penulis, dan mereka akan menghukum mati dia dan akan menyerahkan dia kepada orang-orang dari bangsa-bangsa, dan mereka akan mengolok-olok dia, meludahi dia, menyesah dia, dan membunuh dia, tetapi tiga hari kemudian dia akan bangkit.” (Markus 10:33, 34) Semua penganiayaan keji ini akan terjadi atas hasutan orang-orang yang seharusnya mengetahui nubuat-nubuat mengenai Mesias—imam-imam kepala dan para penulis.
14, 15. Bagaimana kata-kata Yesaya bahwa Yesus akan dipukul dan dihina tergenap?
14 Pada malam 14 Nisan 33 M, Yesus berada di Taman Getsemani bersama beberapa pengikutnya. Ia sedang berdoa. Tiba-tiba, segerombolan orang muncul dan menangkap dia. Namun, ia tidak gentar. Ia tahu bahwa Yehuwa menyertai dia. Yesus meyakinkan rasul-rasulnya yang ketakutan bahwa jika ia mau, ia dapat memohon kepada Bapaknya untuk mengirimkan lebih dari dua belas legiun malaikat untuk menyelamatkan dia, tetapi ia menambahkan, ”Jika demikian, bagaimana Tulisan-Tulisan Kudus akan digenapi?”—Matius 26:36, 47, 53, 54.
15 Segala sesuatu yang dinubuatkan tentang pencobaan dan kematian Mesias tergenap. Setelah pengadilan yang direkayasa di hadapan Sanhedrin, Yesus diperiksa oleh Pontius Pilatus, yang menyuruh agar ia dicambuk. Prajurit-prajurit Romawi ”memukul kepalanya dengan sebatang buluh dan meludahi dia”. Dengan demikian, tergenaplah kata-kata Yesaya. (Markus 14:65; 15:19; Matius 26:67, 68) Sekalipun Alkitab tidak menyatakan bahwa janggutnya secara harfiah dicabuti—suatu perlakuan yang sangat menghina—hal ini pasti terjadi, sebagaimana telah dinubuatkan Yesaya.c—Nehemia 13:25.
16. Di bawah tekanan yang sangat berat, bagaimana sikap Yesus, dan mengapa ia tidak merasa malu?
16 Pada waktu Yesus berdiri di hadapan Pilatus, ia tidak mengemis agar nyawanya diluputkan melainkan ia tetap tenang, karena tahu bahwa ia harus mati agar Tulisan-Tulisan Kudus tergenap. Ketika gubernur Romawi itu menyatakan bahwa ia memiliki kuasa untuk menghukum mati atau untuk melepaskan dia, Yesus dengan berani menjawab, ”Engkau sama sekali tidak mempunyai wewenang atas diriku kecuali itu dikaruniakan kepadamu dari atas.” (Yohanes 19:11) Prajurit-prajurit Pilatus memperlakukan Yesus secara tidak manusiawi, tetapi mereka tidak dapat mempermalukan dia. Mengapa ia harus malu? Ia tidak dihukum secara adil karena melakukan pelanggaran. Sebaliknya, ia dianiaya demi keadilbenaran. Dalam hal ini, kata-kata nubuat Yesaya yang selanjutnya digenapi, ”Tuan Yang Berdaulat Yehuwa akan menolongku. Itulah sebabnya aku tidak perlu merasa direndahkan. Itulah sebabnya aku telah membuat mukaku bagaikan batu api, dan aku tahu bahwa aku tidak akan merasa malu.”—Yesaya 50:7.
17. Bagaimana Yehuwa mendampingi Yesus selama pelayanannya?
17 Keberanian Yesus didasarkan atas keyakinan yang penuh kepada Yehuwa. Cara ia membawakan diri menunjukkan bahwa ia sepenuhnya selaras dengan kata-kata Yesaya, ”Pribadi yang menyatakan aku adil-benar ada di dekatku. Siapa yang dapat berbantah denganku? Mari kita berdiri bersama-sama. Siapakah lawanku di pengadilan? Biarlah ia menghampiri aku. Lihat! Tuan Yang Berdaulat Yehuwa akan menolongku. Siapa yang dapat menyatakan aku fasik? Lihat! Mereka semua, seperti pakaian, akan menjadi usang. Ngengat akan memakannya.” (Yesaya 50:8, 9) Pada hari Yesus dibaptis, Yehuwa menyatakan dia adil-benar sebagai putra rohani Allah. Sesungguhnya, suara Allah sendiri terdengar pada kesempatan itu, demikian, ”Inilah Putraku, yang kukasihi, kepadanyalah aku berkenan.” (Matius 3:17) Menjelang akhir hidupnya di bumi, sewaktu Yesus berlutut dan berdoa di Taman Getsemani, ”seorang malaikat dari langit muncul kepadanya dan menguatkannya”. (Lukas 22:41-43) Jadi, Yesus tahu bahwa Bapaknya berkenan akan haluan hidupnya. Putra Allah yang sempurna ini tidak pernah berbuat dosa. (1 Petrus 2:22) Musuh-musuhnya melancarkan tuduhan palsu bahwa ia pelanggar hari Sabat, pemabuk, dan dirasuki hantu, tetapi Yesus tidak direndahkan karena dusta mereka itu. Allah menyertai dia, maka siapa yang dapat menentang dia?—Lukas 7:34; Yohanes 5:18; 7:20; Roma 8:31; Ibrani 12:3.
18, 19. Apa saja pengalaman orang Kristen terurap yang mirip dengan pengalaman Yesus?
18 Yesus memperingatkan murid-muridnya, ”Jika mereka telah menganiaya aku, mereka akan menganiaya kamu juga.” (Yohanes 15:20) Peristiwa-peristiwa selanjutnya segera membuktikan kebenaran hal ini. Pada Pentakosta tahun 33 M, roh kudus turun ke atas murid-murid Yesus yang setia, dan lahirlah sidang Kristen. Tidak lama setelah itu, para pemimpin agama berupaya menghambat pekerjaan pengabaran yang dilakukan para pria dan wanita setia ini yang kini bergabung dengan Yesus sebagai bagian dari ”benih Abraham” dan diangkat sebagai putra-putra rohani Allah. (Galatia 3:26, 29; 4:5, 6) Dari abad pertama sampai sekarang, orang-orang Kristen terurap, seraya dengan teguh berpihak kepada keadilbenaran, harus menghadapi propaganda dusta dan penganiayaan yang sengit dari musuh-musuh Yesus.
19 Namun, mereka mengingat kata-kata Yesus yang membina, ”Berbahagialah kamu apabila orang mencela kamu dan menganiaya kamu dan dengan berdusta mengatakan segala macam hal yang fasik mengenai kamu demi aku. Bergembiralah dan melompatlah karena sukacita, mengingat upahmu besar di surga.” (Matius 5:11, 12) Oleh karena itu, bahkan di bawah serangan-serangan yang paling dahsyat, orang Kristen terurap tetap dapat mengangkat kepala mereka. Apa pun yang dikatakan musuh mereka, mereka tahu bahwa mereka telah dinyatakan adil-benar oleh Allah. Di mata-Nya, mereka ”tidak bercacat, dan bebas dari tuduhan”.—Kolose 1:21, 22.
20. (a) Siapa yang mendukung orang-orang Kristen terurap, dan apa yang mereka alami? (b) Bagaimana orang-orang Kristen terurap dan ”domba-domba lain” bisa memiliki lidah seorang murid?
20 Pada zaman modern, orang Kristen terurap didukung oleh ”kumpulan besar” dari ”domba-domba lain”. Mereka juga berpihak kepada keadilbenaran. Akibatnya, mereka menderita bersama saudara-saudara terurap mereka dan telah ”mencuci jubah mereka dan membuatnya putih dalam darah Anak Domba”. Yehuwa telah menyatakan mereka adil-benar dengan prospek untuk diselamatkan dari ”kesengsaraan besar”. (Penyingkapan 7:9, 14, 15; Yohanes 10:16; Yakobus 2:23) Sekalipun sekarang ini musuh-musuh mereka tampak kuat, nubuat Yesaya mengatakan bahwa pada waktu yang Allah tentukan, musuh-musuh itu akan menjadi seperti pakaian yang dimakan ngengat, yang hanya pantas dibuang. Sementara itu, orang-orang Kristen terurap dan ”domba-domba lain” tetap kuat karena berdoa secara tetap tentu, belajar Firman Allah, dan menghadiri pertemuan-pertemuan ibadat. Dengan demikian, mereka diajar Yehuwa dan belajar untuk berbicara dengan lidah seorang murid.
Percayalah kepada Nama Yehuwa
21. (a) Siapa orang-orang yang berjalan dalam terang, dan hasil apa yang mereka peroleh? (b) Apa yang terjadi dengan orang-orang yang berjalan dalam kegelapan?
21 Sekarang, perhatikan suatu kontras yang mencolok, ”Siapakah di antara kamu sekalian yang takut akan Yehuwa, mendengarkan perkataan hambanya, yang senantiasa berjalan dalam kegelapan dan yang baginya tidak ada terang? Biarlah ia percaya kepada nama Yehuwa dan bersandar kepada Allahnya.” (Yesaya 50:10) Orang-orang yang mendengarkan suara Hamba Allah, Yesus Kristus, berjalan dalam terang. (Yohanes 3:21) Mereka tidak hanya menggunakan nama ilahi, Yehuwa, tetapi juga percaya kepada pribadi yang mempunyai nama itu. Sekalipun dahulu mereka berjalan dalam kegelapan, sekarang mereka tidak takut akan manusia. Mereka bersandar pada Allah. Sebaliknya, orang-orang yang terus berjalan dalam kegelapan dicengkeram rasa takut akan manusia. Demikianlah yang terjadi dengan Pontius Pilatus. Meskipun ia tahu bahwa Yesus tidak bersalah atas tuduhan-tuduhan palsu yang dilontarkan kepadanya, pejabat Romawi itu tidak melepaskan Yesus karena ia merasa takut. Para prajurit Romawi membunuh Putra Allah, tetapi Yehuwa membangkitkan dia dan memahkotai dia dengan kemuliaan dan kehormatan. Bagaimana dengan Pilatus? Menurut sejarawan Yahudi, Flavius Yosefus, hanya empat tahun setelah kematian Yesus, Pilatus diturunkan dari jabatannya sebagai gubernur Romawi dan disuruh pulang ke Roma untuk mempertanggungjawabkan tuduhan perbuatan salah yang serius terhadap dirinya. Bagaimana dengan orang-orang Yahudi yang menyebabkan kematian Yesus? Kurang dari empat dasawarsa kemudian, bala tentara Romawi menghancurkan Yerusalem dan menyebabkan penduduknya dibantai atau dibawa sebagai budak. Tidak ada hasil yang menyenangkan bagi orang-orang yang memilih kegelapan!—Yohanes 3:19.
22. Mengapa mengandalkan manusia untuk memperoleh keselamatan adalah kebodohan yang paling besar?
22 Mengandalkan manusia untuk memperoleh keselamatan adalah kebodohan yang paling besar. Nubuat Yesaya menjelaskan alasannya, ”Lihat! Kamu semua yang menyulut api, menimbulkan bunga api, berjalanlah dalam terang dari apimu, di tengah-tengah bunga api yang kamu kobarkan. Dari tanganku kamu pasti akan mendapat hal ini: Kamu akan berbaring dengan rasa sakit yang hebat.” (Yesaya 50:11) Para pemimpin manusia datang dan pergi. Pribadi yang berkarisma mungkin memikat imajinasi orang-orang untuk sementara. Tetapi, orang yang paling tulus pun terbatas kesanggupannya. Sebaliknya dari menyalakan api yang besar, sebagaimana yang diharapkan para pendukungnya, ia mungkin hanya berhasil menyulut ”bunga api” yang mungkin memberikan sedikit terang dan panas tetapi segera padam. Di pihak lain, orang-orang yang mengandalkan Syilo, Mesias yang Allah janjikan, tidak akan pernah dikecewakan.
[Catatan Kaki]
a Dalam tiga ayat pertama di Yesaya pasal 50, Yehuwa menggambarkan bangsa Yehuda secara kolektif sebagai istri-Nya dan penduduknya secara perorangan sebagai anak-anaknya.
b Dari ayat 4 sampai ke akhir pasal, tampaknya sang penulis berbicara mengenai dirinya sendiri. Yesaya bisa jadi mengalami beberapa pencobaan yang ia sebutkan dalam ayat-ayat ini. Namun dalam arti sepenuhnya, nubuat ini digenapi dalam diri Yesus Kristus.
c Yang menarik, dalam Septuaginta, Yesaya 50:6 berbunyi, ”Aku memberi punggungku untuk dicambuk, dan pipiku untuk ditampari.”
[Gambar di hlm. 155]
Orang Yahudi lebih mengandalkan para pemimpin manusia daripada Yehuwa
[Gambar di hlm. 156, 157]
Di Laut Merah, Yehuwa melindungi umat-Nya dengan menempatkan tiang awan di antara mereka dan orang Mesir
-
-
Penghiburan bagi Umat AllahNubuat Yesaya—Terang bagi Seluruh Umat Manusia II
-
-
Pasal Dua Belas
Penghiburan bagi Umat Allah
1. Prospek suram apa yang terbentang di hadapan Yerusalem dan penduduknya, tetapi harapan apa yang tersedia?
SELAMA tujuh puluh tahun—suatu jangka hidup manusia yang normal—bangsa Yehuda akan ditawan di Babilon. (Mazmur 90:10; Yeremia 25:11; 29:10) Kebanyakan orang Israel yang ditawan akan menjadi tua dan mati di Babilon. Bayangkan betapa terhinanya mereka sewaktu musuh mencela dan mencerca mereka. Juga, pikirkan celaan yang akan dilontarkan kepada Allah mereka, Yehuwa, sewaktu kota yang menyandang nama-Nya ditelantarkan sedemikian lamanya. (Nehemia 1:9; Mazmur 132:13; 137:1-3) Bait tercinta, yang dipenuhi kemuliaan Allah sewaktu ditahbiskan Salomo, tidak akan ada lagi. (2 Tawarikh 7:1-3) Prospek yang amat suram! Namun Yehuwa, melalui Yesaya, menubuatkan suatu pemulihan. (Yesaya 43:14; 44:26-28) Dalam buku Yesaya pasal 51, kita menemukan lebih banyak nubuat lagi tentang tema yang menghibur dan menenteramkan hati ini.
2. (a) Kepada siapa Yehuwa, melalui Yesaya, menujukan berita penghiburan-Nya? (b) Bagaimana orang Yahudi yang setia ”mengejar keadilbenaran”?
2 Bagi orang-orang di Yehuda yang mencondongkan hati kepada-Nya, Yehuwa mengatakan, ”Dengarkanlah aku, hai, kamu yang mengejar keadilbenaran, kamu yang berupaya mencari Yehuwa.” (Yesaya 51:1a) Ungkapan ”mengejar keadilbenaran” memperlihatkan adanya tindakan. Orang-orang yang ”mengejar keadilbenaran” tidak sekadar mengaku sebagai umat Allah. Dengan bergairah mereka akan berupaya menjadi adil-benar dan hidup selaras dengan kehendak Allah. (Mazmur 34:15; Amsal 21:21) Mereka akan berpaling kepada Yehuwa sebagai satu-satunya Sumber keadilbenaran, dan mereka akan ”berupaya mencari Yehuwa”. (Mazmur 11:7; 145:17) Bukan berarti bahwa mereka belum mengenal Yehuwa atau cara mendekati-Nya dalam doa. Akan tetapi, mereka akan berupaya untuk lebih mendekat kepada-Nya, menyembah-Nya, berdoa kepada-Nya, dan mencari bimbingan-Nya dalam segala tindakan mereka.
3, 4. (a) Siapa ”gunung batu” yang darinya orang Yahudi dipahat, dan siapa ”rongga lubang” yang darinya mereka digali ke luar? (b) Mengapa dengan mengingat asal usul mereka, orang Yahudi akan merasa terhibur?
3 Namun, orang yang benar-benar mengejar keadilbenaran relatif sedikit jumlahnya di Yehuda, dan hal ini mungkin menjadikan mereka lemah hati dan putus asa. Maka, dengan ilustrasi tentang sebuah tambang batu, Yehuwa membesarkan hati mereka, ”Pandanglah gunung batu yang darinya kamu dipahat, dan rongga lubang yang darinya kamu digali ke luar. Pandanglah Abraham, bapakmu, dan Sara yang melahirkan kamu dengan sakit bersalin. Karena pada waktu aku memanggil Abraham, ia hanya satu orang, lalu aku memberkatinya dan membuatnya banyak.” (Yesaya 51:1b, 2) ”Gunung batu” yang darinya orang Yahudi dipahat adalah Abraham, seorang tokoh sejarah yang sangat dibanggakan bangsa Israel. (Matius 3:9; Yohanes 8:33, 39) Ia adalah bapak leluhur, manusia yang melahirkan bangsa ini. ”Rongga lubang” adalah Sara, yang dari rahimnya lahirlah nenek moyang Israel, Ishak.
4 Abraham dan Sara telah melewati usia subur dan mereka tidak memiliki anak. Namun, Yehuwa berjanji untuk memberkati Abraham dan ”membuatnya banyak”. (Kejadian 17:1-6, 15-17) Allah memulihkan kesanggupan reproduksi Abraham dan Sara sehingga mereka dapat melahirkan anak pada usia lanjut, dan dari Abraham keluarlah bangsa perjanjian Allah. Demikianlah Yehuwa membuat seorang manusia menjadi ayah suatu bangsa besar yang jumlah penduduknya tak terhitung seperti bintang di langit. (Kejadian 15:5; Kisah 7:5) Jadi, jika Yehuwa dapat mengambil Abraham dari suatu negeri yang jauh dan membentuknya menjadi suatu bangsa yang perkasa, sudah tentu Ia dapat melaksanakan janji-Nya untuk membebaskan suatu sisa yang setia dari perbudakan di Babilon, mengembalikan mereka ke tanah asal mereka, dan sekali lagi membentuk mereka menjadi bangsa yang besar. Janji Allah kepada Abraham telah digenapi; janji-Nya kepada orang Yahudi tawanan juga akan dilaksanakan.
5. (a) Siapa yang digambarkan Abraham dan Sara? Jelaskan. (b) Pada penggenapannya yang terakhir, siapa yang berasal dari ”gunung batu”?
5 Penambangan batu secara simbolis yang disebutkan di Yesaya 51:1, 2 kemungkinan memiliki penerapan lebih lanjut. Ulangan 32:18 menyebut Yehuwa ”Gunung Batu” yang memperanakkan Israel dan ”Pribadi yang mengeluarkan [Israel] dengan sakit bersalin”. Dalam pernyataan yang belakangan, kata kerja Ibrani yang digunakan sama dengan kata kerja yang muncul di Yesaya 51:2 sehubungan dengan Sara melahirkan Israel. Oleh karena itu, Abraham menjadi gambaran nubuat Yehuwa, Abraham yang Lebih Besar. Istri Abraham, Sara, cocok untuk menggambarkan organisasi surgawi universal Yehuwa yang terdiri dari makhluk-makhluk roh, yang digambarkan dalam Alkitab sebagai istri, atau wanita, Allah. (Kejadian 3:15; Penyingkapan 12:1, 5) Dalam penggenapan terakhir kata-kata nubuat Yesaya ini, bangsa yang keluar dari ”gunung batu” adalah ”Israel milik Allah”, jemaat orang Kristen yang diurapi dengan roh, yang dibentuk pada hari Pentakosta 33 M. Seperti yang dibahas dalam pasal-pasal sebelumnya di buku ini, bangsa itu mengalami penawanan yang bersifat Babilon pada tahun 1918, tetapi pada tahun 1919, mereka dipulihkan kepada kemakmuran rohani.—Galatia 3:26-29; 4:28; 6:16.
6. (a) Apa yang akan terjadi atas tanah Yehuda, dan pemulihan apa akan terjadi? (b) Yesaya 51:3 mengingatkan kita tentang pemulihan apa pada zaman modern?
6 Penghiburan Yehuwa bagi Zion, atau Yerusalem, mencakup lebih dari sekadar sebuah janji untuk menghasilkan suatu bangsa yang banyak penduduknya. Kita membaca, ”Yehuwa pasti akan menghibur Zion. Ia pasti akan menghibur semua tempatnya yang dihancurkan, dan ia akan membuat padang belantaranya menjadi seperti Eden dan padang gurunnya seperti taman Yehuwa. Kesukaan besar dan sukacita akan ada padanya, ucapan syukur dan suara melodi.” (Yesaya 51:3) Selama 70 tahun dalam keadaan telantar, tanah Yehuda akan menjadi padang belantara, penuh dengan semak belukar berduri, dan tumbuh-tumbuhan liar lain. (Yesaya 64:10; Yeremia 4:26; 9:10-12) Jadi, selain Yehuda akan dihuni kembali, pemulihan ini harus mencakup dipulihkannya tanah itu, yang akan diubah menjadi seperti taman Eden dengan ladang subur yang diairi dengan baik dan kebun buah-buahan yang subur. Tanah akan tampak bersukacita. Dibandingkan dengan keadaan telantar selama masa pembuangan, tanah itu akan seperti firdaus. Kaum sisa terurap dari Israel milik Allah telah memasuki firdaus semacam itu dalam arti rohani pada tahun 1919.—Yesaya 11:6-9; 35:1-7.
Alasan untuk Percaya kepada Yehuwa
7, 8. (a) Apa artinya seruan Yehuwa agar bangsa itu memberikan telinga kepada-Nya? (b) Mengapa penting agar Yehuda memperhatikan Yehuwa?
7 Yehuwa meminta agar umat-Nya mau menyimak lagi, sewaktu Ia mengatakan, ”Perhatikanlah aku, hai, umatku; dan kamu, kelompok bangsa milikku, berilah telinga kepadaku. Karena hukum akan keluar dariku, dan aku akan membuat keputusan hukumku menetap sebagai terang bagi bangsa-bangsa. Keadilbenaranku dekat. Keselamatanku pasti akan tampil, dan lenganku sendiri akan menghakimi bangsa-bangsa. Kepadaku pulau-pulau akan berharap, dan mereka akan menantikan lenganku.”—Yesaya 51:4, 5.
8 Seruan Yehuwa agar bangsa itu memberikan telinga kepada-Nya berarti lebih dari sekadar mendengar berita-Nya. Ini berarti memperhatikan agar dapat bertindak selaras dengan apa yang didengar. (Mazmur 49:1; 78:1) Bangsa ini harus sadar bahwa Yehuwa adalah Sumber instruksi, keadilan, dan keselamatan. Ia satu-satunya Sumber pencerahan rohani. (2 Korintus 4:6) Ia adalah Hakim tertinggi umat manusia. Hukum-hukum dan keputusan pengadilan yang berasal dari Yehuwa adalah terang bagi orang-orang yang mau dibimbing hal-hal itu.—Mazmur 43:3; 119:105; Amsal 6:23.
9. Selain umat perjanjian Allah, siapa yang akan mendapat manfaat dari tindakan penyelamatan yang Yehuwa lakukan?
9 Semua ini terbukti benar bukan hanya bagi umat perjanjian Allah melainkan juga bagi orang yang memiliki kecenderungan hati yang benar di mana pun mereka berada, bahkan di pulau-pulau kecil yang paling jauh. Kepercayaan mereka akan Allah dan akan kesanggupan-Nya untuk bertindak demi hamba-hamba-Nya yang setia dan untuk menyelamatkan mereka tidak akan dikecewakan. Keperkasaan, atau kuasa-Nya, yang digambarkan oleh lengan-Nya, sudah pasti; kuasa-Nya tidak dapat dihentikan siapa pun. (Yesaya 40:10; Lukas 1:51, 52) Demikian pula dewasa ini, pekerjaan pengabaran yang dilakukan dengan bergairah oleh anggota-anggota yang masih ada dari Israel milik Allah telah membimbing jutaan orang, yang banyak di antaranya dari pulau-pulau terpencil, untuk berpaling kepada Yehuwa dan menaruh iman kepada-Nya.
10. (a) Raja Nebukhadnezar akan dipaksa untuk mengetahui kebenaran apa? (b) ”Langit” dan ”bumi” apa akan dibinasakan?
10 Selanjutnya, Yehuwa berbicara tentang sebuah kebenaran yang harus diketahui Raja Nebukhadnezar dari Babilon. Tidak ada sesuatu pun di langit ataupun di bumi yang dapat menghalangi Yehuwa untuk melaksanakan kehendak-Nya. (Daniel 4:34, 35) Kita membaca, ”Layangkanlah pandanganmu ke langit, dan lihatlah ke bumi di bawah. Karena langit akan terurai seperti asap, dan bumi akan usang seperti pakaian, dan penduduknya akan mati seperti agas. Tetapi mengenai keselamatanku, itu akan ada sampai waktu yang tidak tertentu, dan keadilbenaranku tidak akan dihancurkan.” (Yesaya 51:6) Meskipun raja-raja Babilon tidak memiliki kebijakan untuk mengizinkan tawanan mereka pulang, penyelamatan yang dilakukan Yehuwa terhadap umat-Nya tidak akan gagal. (Yesaya 14:16, 17) ”Langit” Babilon, atau penguasa yang memerintah di sana, akan dikalahkan. ”Bumi” Babilon, rakyat para penguasa yang memerintah di sana, lambat laun akan binasa. Ya, bahkan negara terkuat pada zaman itu tidak dapat menentang keperkasaan Yehuwa atau menghalangi tindakan-Nya untuk menyelamatkan umat-Nya.
11. Mengapa penggenapan yang sepenuhnya atas nubuat tentang pembinasaan ”langit” dan ”bumi” Babilon membesarkan hati orang Kristen dewasa ini?
11 Sungguh membesarkan hati bagi orang Kristen dewasa ini untuk tahu bahwa kata-kata nubuat ini sepenuhnya tergenap! Mengapa? Karena rasul Petrus menggunakan pernyataan yang sama sehubungan dengan suatu peristiwa di masa depan. Ia berbicara tentang hari Yehuwa yang mendekat dengan sangat cepat dan ”pada hari itu langit akan hancur karena terbakar dan unsur-unsurnya akan meleleh karena luar biasa panas!” Kemudian, ia mengatakan, ”Ada langit baru dan bumi baru yang kita nantikan sesuai dengan janjinya, dan keadilbenaran akan tinggal di dalamnya.” (2 Petrus 3:12, 13; Yesaya 34:4; Penyingkapan 6:12-14) Meskipun bangsa-bangsa yang perkasa dan para penguasa mereka yang tinggi seperti bintang mungkin menentang Yehuwa, pada waktu yang ditetapkan-Nya Ia akan mengenyahkan mereka—semudah menindis agas. (Mazmur 2:1-9) Hanya pemerintahan Allah yang adil-benar yang akan memerintah untuk selama-lamanya, atas masyarakat manusia yang adil-benar.—Daniel 2:44; Penyingkapan 21:1-4.
12. Mengapa hamba-hamba Allah hendaknya tidak takut sewaktu mereka difitnah orang-orang yang menentang mereka?
12 Kepada orang ”yang mengejar keadilbenaran”, Yehuwa kini mengatakan, ”Dengarkanlah aku, hai, kamu yang mengenal keadilbenaran, bangsa yang dalam hatinya ada hukumku. Jangan takut kepada celaan dari manusia yang berkematian, dan jangan gentar hanya karena cacian mereka. Karena ngengat akan memakan habis mereka seperti memakan pakaian, dan ngengat baju akan memakan habis mereka seperti memakan wol. Tetapi mengenai keadilbenaranku, itu akan ada sampai waktu yang tidak tertentu, dan keselamatanku sampai generasi yang tidak terhitung jumlahnya.” (Yesaya 51:7, 8) Orang yang percaya kepada Yehuwa akan difitnah dan dicela karena pendirian mereka yang berani, tetapi hal ini bukan sesuatu yang perlu ditakuti. Para pencela ini adalah manusia berkematian yang akan ’dimakan habis’, seperti pakaian wol yang digerogoti ngengat.a Seperti orang Yahudi yang setia pada zaman dahulu, orang Kristen yang sejati dewasa ini tidak perlu takut kepada siapa pun yang menentang mereka. Yehuwa, Allah yang kekal, adalah keselamatan mereka. (Mazmur 37:1, 2) Celaan dari musuh-musuh Allah menjadi bukti bahwa umat Yehuwa memiliki roh-Nya.—Matius 5:11, 12; 10:24-31.
13, 14. Apa yang digambarkan dengan ”Rahab” dan ”makhluk laut raksasa itu”, dan bagaimana ia ’dihancurluluhkan’ dan ’ditusuk’?
13 Yesaya seolah-olah memohon agar Yehuwa bertindak demi umat-Nya yang ditawan, ia mengatakan, ”Bangunlah, bangunlah, kenakanlah kekuatan, hai, lengan Yehuwa! Bangunlah seperti pada masa lampau, seperti selama generasi-generasi dari zaman yang telah lama berlalu. Bukankah engkau yang menghancurluluhkan Rahab, yang menusuk makhluk laut raksasa itu? Bukankah engkau yang mengeringkan laut, air di tempat yang dalam dan sangat luas? Pribadi yang membuat tempat yang dalam di laut menjadi jalan untuk menyeberang bagi orang-orang yang dibeli kembali?”—Yesaya 51:9, 10.
14 Beberapa contoh sejarah yang Yesaya pilih sangat cocok. Setiap orang Israel mengetahui peristiwa pembebasan bangsa itu dari Mesir dan penyeberangan mereka melalui Laut Merah. (Keluaran 12:24-27; 14:26-31) ”Rahab” dan ”makhluk laut raksasa itu” memaksudkan Mesir di bawah Firaun-nya yang menentang Eksodus orang-orang Israel dari Mesir. (Mazmur 74:13; 87:4; Yesaya 30:7) Dengan kepalanya di delta Sungai Nil dan tubuhnya yang panjang membujur ratusan kilometer di Lembah Nil yang subur, Mesir kuno mirip dengan seekor ular raksasa. (Yehezkiel 29:3) Namun, makhluk raksasa ini dihancurluluhkan sewaktu Yehuwa mencurahkan Sepuluh Tulah ke atasnya. Makhluk ini ditusuk, terluka berat, dan tak berdaya sewaktu bala tentaranya dibinasakan di perairan Laut Merah. Ya, Yehuwa memperlihatkan kuasa lengan-Nya sewaktu berurusan dengan Mesir. Masak an Ia akan kurang siap untuk berperang demi umat-Nya yang dibuang di Babilon?
15. (a) Kapan dan bagaimana kepedihan dan keluh kesah Zion berlalu? (b) Kapan kepedihan dan keluh kesah akan berlalu dari Israel milik Allah pada zaman modern?
15 Nubuat ini selanjutnya menyorot pembebasan Israel dari Babilon di masa depan, ”Maka orang-orang yang ditebus Yehuwa akan kembali dan datang ke Zion dengan sorak sukacita, dan sukacita sampai waktu yang tidak tertentu akan ada di atas kepala mereka. Mereka akan memperoleh kesukaan besar dan sukacita. Kepedihan dan keluh kesah akan berlalu.” (Yesaya 51:11) Tidak soal seberapa merananya mereka di Babilon, orang yang mencari keadilbenaran Yehuwa memiliki prospek yang gemilang. Kelak kepedihan dan keluh kesah tidak akan ada lagi. Seruan gembira, sukacita, sorak-sorai—semua ini akan terdengar dari bibir orang yang dibeli kembali, atau ditebus. Sebagai penggenapan kata-kata nubuat ini di zaman modern, Israel milik Allah dibebaskan dari penawanan yang bersifat Babilon pada tahun 1919. Mereka kembali ke kawasan rohani mereka dengan sukacita yang besar—sukacita yang terus berlanjut sampai sekarang.
16. Apa yang akan menjadi harga untuk menebus orang Yahudi?
16 Apa yang akan menjadi harga untuk menebus orang Yahudi? Nubuat Yesaya telah menyingkapkan bahwa Yehuwa akan memberikan ”Mesir sebagai tebusan bagimu, Etiopia dan Seba, untuk menggantikan engkau”. (Yesaya 43:1-4) Hal ini akan terjadi di kemudian hari. Setelah menaklukkan Babilon dan membebaskan para tawanan Yahudi, Imperium Persia akan menaklukkan Mesir, Etiopia, dan Seba. Mereka ini diberikan sebagai ganti jiwa-jiwa Israel. Hal ini selaras dengan prinsip yang dinyatakan di Amsal 21:18, ”Orang fasik adalah tebusan bagi orang adil-benar; dan pengkhianat menggantikan orang-orang yang lurus hati.”
Penghiburan Lebih Lanjut
17. Mengapa orang Yahudi tidak perlu takut terhadap murka Babilon?
17 Yehuwa memberikan penghiburan lebih lanjut kepada umat-Nya, ”Aku—akulah Pribadi yang menghibur kamu sekalian. Siapakah engkau sehingga engkau harus takut kepada manusia yang berkematian yang akan mati, dan kepada putra manusia yang akan menjadi seperti rumput hijau belaka, sehingga engkau melupakan Yehuwa, Pembuatmu, Pribadi yang membentangkan langit dan meletakkan fondasi bumi, sehingga engkau senantiasa takut sepanjang hari oleh karena kemurkaan orang yang mengepungmu, seolah-olah dia siap untuk membinasakan engkau? Di manakah murka orang yang mengepungmu?” (Yesaya 51:12, 13) Tahun-tahun pembuangan terbentang di hadapan mereka. Meskipun begitu, mereka tidak perlu takut terhadap murka Babilon. Walaupun bangsa itu, yang dalam catatan Alkitab adalah kuasa dunia ketiga, akan menaklukkan umat Allah dan berupaya ’mengepung mereka’, atau menghalangi jalan kelepasan mereka, orang-orang Yahudi yang setia tahu bahwa Yehuwa telah menubuatkan kejatuhan Babilon di tangan Kores. (Yesaya 44:8, 24-28) Berbeda dengan Sang Pencipta—Allah yang abadi, Yehuwa—penduduk Babilon akan binasa seperti rumput yang menjadi layu di bawah teriknya sinar matahari pada musim kemarau. Lalu, di manakah ancaman dan murka mereka? Sungguh bodoh untuk takut akan manusia dan melupakan Yehuwa, pribadi yang membuat langit dan bumi!
18. Meskipun umat-Nya untuk sementara akan menjadi tahanan, jaminan apa yang Yehuwa berikan kepada mereka?
18 Meskipun umat Yehuwa untuk sementara waktu akan ditawan, seolah-olah ”meringkuk karena diikat dengan rantai”, kelepasan mereka akan datang tiba-tiba. Mereka tidak akan dibasmi di Babilon atau mati kelaparan sebagai tahanan—dijadikan tanpa nyawa di Syeol, di lubang kubur. (Mazmur 30:3; 88:3-5) Yehuwa meyakinkan mereka, ”Orang yang meringkuk karena diikat dengan rantai pasti akan dilepaskan dengan cepat, agar ia tidak mati dan masuk ke dalam lubang kubur dan agar ia tidak kekurangan roti.”—Yesaya 51:14.
19. Mengapa orang Yahudi yang setia dapat yakin sepenuhnya akan kata-kata Yehuwa?
19 Yehuwa masih menghibur Zion ketika Ia selanjutnya mengatakan, ”Tetapi aku, Yehuwa, adalah Allahmu, Pribadi yang menggelorakan laut sehingga gelombang-gelombangnya bergemuruh. Yehuwa yang berbala tentara, itulah namanya. Aku akan menaruh perkataanku dalam mulutmu, dan dengan naungan tanganku, aku akan menyelimutimu, untuk menanam langit dan meletakkan fondasi bumi dan mengatakan kepada Zion, ’Engkau adalah umatku.’” (Yesaya 51:15, 16) Alkitab berulang-ulang menyebutkan kesanggupan Allah untuk mengerahkan kuasa atas laut dan untuk mengendalikannya. (Ayub 26:12; Mazmur 89:9; Yeremia 31:35) Ia memiliki kendali penuh atas kekuatan alam, seperti yang Ia pertunjukkan sewaktu Ia membebaskan umat-Nya dari Mesir. Siapa yang dapat disamakan, bahkan dalam hal yang paling kecil, dengan ”Yehuwa yang berbala tentara”?—Mazmur 24:10.
20. ”Langit” dan ”bumi” apa yang akan ada sewaktu Yehuwa memulihkan Zion, dan kata-kata penghiburan apa yang akan Ia ucapkan?
20 Orang Yahudi tetap menjadi umat perjanjian Allah, dan Yehuwa meyakinkan mereka bahwa mereka akan kembali ke tanah asal mereka, untuk sekali lagi hidup di bawah Hukum-Nya. Di sana, mereka akan membangun kembali Yerusalem serta baitnya dan melanjutkan tanggung jawab mereka di bawah perjanjian yang Ia adakan dengan mereka melalui Musa. Sewaktu negeri itu mulai dihuni kembali oleh orang-orang Israel yang pulang dan binatang-binatang peliharaan mereka, ”bumi baru” akan terwujud. ”Langit baru”, suatu sistem pemerintahan yang baru, akan menaunginya. (Yesaya 65:17-19; Hagai 1:1, 14) Yehuwa akan kembali mengatakan kepada Zion, ”Engkau adalah umatku.”
Seruan untuk Bertindak
21. Seruan apa yang Yehuwa kumandangkan sehubungan dengan anjuran untuk bertindak?
21 Setelah menenteramkan Zion, Yehuwa mengumandangkan seruan untuk bertindak. Yehuwa berbicara seolah-olah penderitaan Zion telah hampir berakhir, ketika Ia mengatakan, ”Bangkitlah, bangkitlah, bangunlah, hai, Yerusalem, engkau yang telah minum dari cawan kemurkaan Yehuwa yang ada di tangannya. Piala, cawan yang menyebabkan sempoyongan, telah kauminum, kauhabiskan isinya.” (Yesaya 51:17) Ya, Yerusalem harus bangkit dari malapetakanya dan kembali kepada kedudukan dan kesemarakannya yang semula. Waktunya akan tiba manakala ia akan menghabiskan isi cawan simbolis hukuman ilahi. Murka Allah terhadapnya tidak akan ada yang tersisa.
22, 23. Apa yang akan dialami Yerusalem sewaktu ia minum cawan murka Yehuwa?
22 Akan tetapi, sewaktu Yerusalem dihukum, tidak satu pun penduduknya, ’putra-putranya’, yang dapat mencegah apa yang terjadi. (Yesaya 43:5-7; Yeremia 3:14) Nubuat ini mengatakan, ”Dari antara semua putra yang dilahirkannya, tidak seorang pun membimbing dia, dan dari antara semua putra yang dibesarkannya, tidak seorang pun yang memegang tangannya.” (Yesaya 51:18) Betapa menderitanya ia di tangan orang Babilon! ”Kedua perkara itu menimpamu. Siapa yang akan bersimpati kepadamu? Penjarahan dan kehancuran, kelaparan dan pedang! Siapa yang akan menghiburmu? Putra-putramu telah pingsan. Mereka telah terbaring di hulu-hulu jalan seperti domba liar di dalam jaring, mereka diliputi kemurkaan Yehuwa, hardikan Allahmu.”—Yesaya 51:19, 20.
23 Yerusalem yang malang! Ia akan menderita ”penjarahan dan kehancuran” serta ”kelaparan dan pedang”. Karena ’putra-putranya’ tidak dapat menuntunnya serta menopangnya, mereka akan berdiri tak berdaya, lemah, tidak cukup kuat untuk melawan serbuan orang Babilon. Secara mencolok, di hulu, atau di sudut-sudut jalan, mereka akan terbaring pingsan, lemah, dan lelah. (Ratapan 2:19; 4:1, 2) Mereka akan minum cawan murka Allah dan akan menjadi tidak berdaya seperti binatang yang terjerat dalam sebuah jaring.
24, 25. (a) Apa yang tidak akan terulang atas Yerusalem? (b) Setelah Yerusalem, siapa yang selanjutnya harus minum cawan murka Yehuwa?
24 Namun, keadaan yang menyedihkan ini akan berakhir. Yesaya dengan nada menghibur mengatakan, ”Oleh karena itu, dengarkanlah hal ini, hai, wanita yang menderita dan mabuk, tetapi bukan karena anggur. Inilah firman Tuanmu, Yehuwa, yaitu Allahmu, yang berbantah demi umatnya, ’Lihat! Aku akan mengambil cawan yang menyebabkan sempoyongan dari tanganmu. Piala, cawan kemurkaanku—engkau tidak akan minum darinya lagi. Aku akan menaruhnya di tangan orang-orang yang mengesalkan engkau, yang mengatakan kepada jiwamu, ”Membungkuklah agar kami lewat”, sehingga engkau membuat punggungmu seperti tanah, dan seperti jalan bagi mereka yang lewat.’” (Yesaya 51:21-23) Setelah mendisiplin Yerusalem, Yehuwa siap bertindak dengan belas kasihan dan memperlihatkan semangat mengampuni kepadanya.
25 Kini, Yehuwa akan memalingkan murka-Nya dari Yerusalem dan mengarahkannya kepada Babilon. Babilon telah menghancurleburkan Yerusalem dan menghinanya. (Mazmur 137:7-9) Namun, Yerusalem tidak perlu lagi minum dari cawan seperti itu dari tangan orang Babilon atau sekutu-sekutunya. Sebaliknya, cawan itu akan diambil dari tangan Yerusalem dan diberikan kepada bangsa-bangsa yang bersukacita atas keaibannya. (Ratapan 4:21, 22) Babilon akan jatuh, benar-benar mabuk. (Yeremia 51:6-8) Sementara itu, Zion akan bangkit! Keadaannya benar-benar terbalik! Ya, Zion dapat sangat terhibur oleh prospek seperti itu. Dan, hamba-hamba Yehuwa dapat yakin bahwa nama-Nya akan disucikan melalui tindakan penyelamatan yang Ia lakukan.
[Catatan Kaki]
a Ngengat yang dimaksud di sini pastilah ngengat pakaian, khususnya pada tahap larva yang bersifat merusak.
[Gambar di hlm. 167]
Yehuwa, Abraham yang Lebih Besar, adalah ”gunung batu” yang darinya umat-Nya ”dipahat”
[Gambar di hlm. 170]
Para penentang umat Allah akan lenyap seperti pakaian yang dimakan ngengat
[Gambar di hlm. 176, 177]
Yehuwa telah memperlihatkan kuasa-Nya untuk mengendalikan unsur-unsur alam
[Gambar di hlm. 178]
Cawan yang darinya Yerusalem minum akan diberikan kepada Babilon dan sekutu-sekutunya
-
-
”Bersoraklah dengan Sukacita secara Serempak”!Nubuat Yesaya—Terang bagi Seluruh Umat Manusia II
-
-
Pasal Tiga Belas
”Bersoraklah dengan Sukacita secara Serempak”!
1. Mengapa kata-kata nubuat Yesaya pasal 52 adalah sumber sukacita, dan dua penggenapan apa dimiliki nubuat ini?
KEBEBASAN! Adakah prospek lain yang lebih menggembirakan bagi bangsa yang ditawan? Karena tema utama buku Yesaya adalah pembebasan dan pemulihan, tidak mengherankan bahwa selain Mazmur, buku Alkitab ini memuat lebih banyak ungkapan sukacita daripada buku-buku lain. Yesaya pasal 52 khususnya memberi umat Allah alasan untuk bersukacita. Kata-kata nubuatnya digenapi atas Yerusalem pada tahun 537 SM. Dan, nubuat itu memiliki penggenapan yang lebih besar yang berkaitan dengan ”Yerusalem yang di atas”, organisasi surgawi Yehuwa yang terdiri dari makhluk-makhluk roh, yang kadang-kadang digambarkan sebagai seorang ibu dan istri.—Galatia 4:26; Penyingkapan 12:1.
”Kenakanlah Kekuatanmu, hai, Zion!”
2. Kapan Zion bangun, dan bagaimana hal ini terjadi?
2 Melalui Yesaya, Yehuwa berseru kepada kota-Nya yang tercinta, Zion, ”Bangunlah, bangunlah, kenakanlah kekuatanmu, hai, Zion! Kenakanlah pakaianmu yang indah, hai, Yerusalem, kota kudus! Karena orang yang tidak bersunat dan najis tidak akan datang lagi kepadamu. Kebaskan debu darimu, bangkitlah, duduklah, hai, Yerusalem. Lepaskan pengikat-pengikat di lehermu, hai, putri Zion yang ditawan.” (Yesaya 52:1, 2) Karena penduduknya telah membangkitkan kemarahan Yehuwa, Yerusalem ditelantarkan selama 70 tahun. (2 Raja 24:4; 2 Tawarikh 36:15-21; Yeremia 25:8-11; Daniel 9:2) Sekaranglah waktunya bagi dia untuk bangun dari masa ketidakaktifan yang panjang dan mengenakan pakaian kebebasan yang indah. Yehuwa telah menggerakkan hati Kores untuk membebaskan ”putri Zion yang ditawan” sehingga bekas penduduk Yerusalem dan anak-anak mereka dapat meninggalkan Babilon, kembali ke Yerusalem, dan memulihkan ibadat sejati. Di Yerusalem, tidak boleh ada orang yang tidak bersunat maupun yang najis.—Ezra 1:1-4.
3. Mengapa sidang orang Kristen terurap dapat disebut ”putri Zion”, dan dalam arti apa mereka dibebaskan?
3 Kata-kata Yesaya ini juga mempunyai penggenapan atas sidang Kristen. Sidang orang Kristen terurap dapat digambarkan sebagai ”putri Zion” zaman modern, karena ”Yerusalem yang di atas” adalah ibu mereka.a Setelah dibebaskan dari ajaran-ajaran kafir dan doktrin-doktrin murtad, kaum terurap harus memelihara kedudukan yang bersih di hadapan Yehuwa, bukan, bukan dengan bersunat pada daging, melainkan bersunat pada hati mereka. (Yeremia 31:33; Roma 2:25-29) Hal ini termasuk memelihara kebersihan secara rohani, mental, dan moral di hadapan Yehuwa.—1 Korintus 7:19; Efesus 2:3.
4. Sekalipun ”Yerusalem yang di atas” belum pernah tidak taat kepada Yehuwa, apa saja yang dialami wakil-wakilnya di bumi yang serupa dengan pengalaman penduduk Yerusalem pada zaman dahulu?
4 Memang, ”Yerusalem yang di atas” belum pernah tidak taat kepada Yehuwa. Namun, selama perang dunia pertama wakil-wakilnya di bumi—orang-orang Kristen terurap—tanpa sengaja melanggar hukum Yehuwa karena mereka tidak mengerti betul kenetralan Kristen yang sesungguhnya. Karena kehilangan perkenan ilahi, mereka ditawan secara rohani oleh ”Babilon Besar”, imperium agama palsu sedunia. (Penyingkapan 17:5) Keadaan mereka dalam perbudakan memuncak pada bulan Juni 1918 ketika delapan anggota staf Lembaga Menara Pengawal dipenjarakan karena tuduhan-tuduhan palsu, termasuk tuduhan bersekongkol. Pada saat itu, pemberitaan kabar baik yang terorganisasi hampir terhenti. Namun, pada tahun 1919 seruan yang lantang untuk bangun secara rohani dikumandangkan. Orang-orang Kristen terurap mulai memisahkan diri lebih sepenuhnya dari kenajisan moral dan rohani Babilon Besar. Mereka bangkit dari debu penawanan, dan ”Yerusalem yang di atas” akhirnya memiliki kesemarakan ”kota suci” yang di dalamnya tidak terdapat kenajisan rohani.
5. Mengapa Yehuwa berhak sepenuhnya membeli kembali umat-Nya tanpa memberikan kompensasi kepada penawan-penawan mereka?
5 Pada tahun 537 SM maupun 1919 M, Yehuwa berhak sepenuhnya untuk membebaskan umat-Nya. Yesaya menjelaskan, ”Inilah firman Yehuwa, ’Dengan cuma-cuma kamu sekalian dijual, maka tanpa uang pembayar kamu akan dibeli kembali.’” (Yesaya 52:3) Babilon zaman dahulu maupun Babilon Besar tidak membayar sepeser pun ketika mereka mengambil umat perjanjian Allah sebagai budak. Karena tidak terjadi transaksi keuangan, Yehuwa masih menjadi Pemilik sah umat-Nya. Haruskah Ia merasa berutang kepada seseorang? Tentu saja tidak. Dalam kedua kasus itu, Yehuwa berhak membeli kembali para penyembah-Nya tanpa memberikan kompensasi apa pun kepada penawan-penawan mereka.—Yesaya 45:13.
6. Hal apa saja yang musuh-musuh Yehuwa tidak pelajari dari sejarah?
6 Musuh-musuh Yehuwa sama sekali tidak belajar dari sejarah. Kita membaca, ”Inilah firman Tuan Yang Berdaulat Yehuwa, ’Mula-mula umatku pergi ke Mesir untuk berdiam di sana sebagai orang asing; dan tanpa alasan, Asiria menindas mereka.’” (Yesaya 52:4) Firaun Mesir memperbudak orang Israel, yang semula diundang untuk tinggal sebagai tamu di negerinya. Namun, Yehuwa menenggelamkan Firaun dan bala tentaranya di Laut Merah. (Keluaran 1:11-14; 14:27, 28) Ketika Raja Sanherib dari Asiria mengancam Yerusalem, malaikat Yehuwa menewaskan 185.000 prajurit raja. (Yesaya 37:33-37) Demikian pula, Babilon zaman dahulu maupun Babilon Besar tidak dapat meluputkan diri karena menindas umat Allah.
”Umatku Akan Mengenal Namaku”
7. Apa pengaruh penawanan umat Yehuwa terhadap nama-Nya?
7 Keadaan umat Yehuwa yang tertawan berpengaruh atas nama-Nya, sebagaimana diperlihatkan nubuat ini, ”’Sekarang, apa kepentinganku di sini?’ demikian ucapan Yehuwa. ’Karena umatku dibawa dengan cuma-cuma. Orang-orang yang berkuasa atas mereka terus berteriak-teriak,’ demikian ucapan Yehuwa, ’dan sepanjang hari namaku terus diperlakukan dengan tidak hormat. Karena alasan itulah umatku akan mengenal namaku, ya, karena alasan itu pada hari itu, sebab akulah Pribadi yang berbicara. Lihat! Akulah dia.’” (Yesaya 52:5, 6) Apa kepentingan Yehuwa dalam situasi ini? Apa urusan-Nya dengan penawanan Israel di Babilon? Yehuwa harus bertindak karena Babilon telah menawan umat-Nya dan menyerukan pekik kemenangan atas mereka. Kesombongan seperti itu menyebabkan Babilon memperlakukan nama Yehuwa dengan tidak hormat. (Yehezkiel 36:20, 21) Babilon tidak mengakui bahwa keadaan Yerusalem yang telantar adalah akibat ketidaksenangan Yehuwa terhadap umat-Nya. Sebaliknya, Babilon memandang diperbudaknya orang Yahudi sebagai bukti kelemahan Allah mereka. Belsyazar, selaku penjabat raja di Babilon, bahkan mencemooh Yehuwa dengan menggunakan perkakas bait-Nya pada sebuah pesta untuk menghormati dewa-dewi Babilon.—Daniel 5:1-4.
8. Bagaimana nama Yehuwa diperlakukan sejak kematian para rasul?
8 Bagaimana semua ini terjadi atas ”Yerusalem yang di atas”? Sejak kemurtadan berakar di kalangan orang-orang yang mengaku Kristen, dapat dikatakan bahwa ”nama Allah dihujah di antara bangsa-bangsa oleh karena [orang-orang itu]”. (Roma 2:24; Kisah 20:29, 30) Sehubungan dengan hal ini, orang Yahudi mulai menghindari penggunaan nama ilahi karena percaya kepada takhayul. Orang-orang Kristen yang murtad mengikuti haluan ini dan berhenti menggunakan nama pribadi Allah segera setelah kematian para rasul. Sebagai akibat kemurtadan, berkembanglah Susunan Kristen, bagian utama Babilon Besar. (2 Tesalonika 2:3, 7; Penyingkapan 17:5) Perbuatan amoral yang tak terkendali dan utang darah Susunan Kristen yang teramat besar mendatangkan cela ke atas nama Yehuwa.—2 Petrus 2:1, 2.
9, 10. Pengertian lebih dalam apa yang dimiliki umat perjanjian Allah pada zaman modern tentang standar-standar Yehuwa dan tentang nama-Nya?
9 Pada waktu Kores Yang Lebih Besar, Yesus Kristus, membebaskan umat perjanjian Allah dari penawanan Babilon Besar pada tahun 1919, mereka memperoleh pengertian yang lebih baik tentang tuntutan-tuntutan Yehuwa. Mereka sudah membersihkan diri dari banyak ajaran Susunan Kristen yang berakar pada kekafiran zaman pra-Kristen, seperti Tritunggal, jiwa yang tidak berkematian, dan siksaan kekal dalam neraka yang bernyala-nyala. Lalu, mereka mulai menyingkirkan semua bekas pengaruh yang bersifat Babilon. Mereka juga menyadari pentingnya untuk tetap netral sehubungan dengan mendukung urusan-urusan dunia ini. Mereka bahkan ingin memurnikan diri dari utang darah apa pun yang mungkin telah terjadi.
10 Hamba-hamba Allah pada zaman modern juga memperoleh pengertian yang lebih dalam mengenai pentingnya nama Yehuwa. Pada tahun 1931, mereka menerima nama Saksi-Saksi Yehuwa, dan dengan demikian mengumumkan bahwa mereka mendukung Yehuwa dan nama-Nya. Selain itu, dengan diterbitkannya New World Translation (Terjemahan Dunia Baru) sejak tahun 1950, Saksi-Saksi Yehuwa telah memulihkan nama ilahi pada tempatnya yang benar dalam Alkitab. Ya, mereka menghargai nama Yehuwa dan memberitakannya sampai ke ujung-ujung bumi.
”Orang yang Membawa Kabar Baik”
11. Mengapa seruan ”Allahmu telah menjadi raja!” memang cocok sehubungan dengan peristiwa-peristiwa pada tahun 537 SM?
11 Sekarang, perhatian kita beralih kembali ke Zion dalam keadaannya yang masih telantar. Seorang utusan datang dengan kabar baik, ”Betapa indah kaki orang yang membawa kabar baik, yang berjalan di atas gunung-gunung, yang memberitakan damai, yang membawa kabar baik tentang sesuatu yang lebih baik, yang memberitakan keselamatan, dan yang mengatakan kepada Zion, ’Allahmu telah menjadi raja!’” (Yesaya 52:7) Pada tahun 537 SM, bagaimana dapat dikatakan bahwa Allah Zion telah menjadi Raja? Bukankah Yehuwa selamanya adalah Raja? Sesungguhnya, Ia adalah ”Raja kekekalan”! (Penyingkapan 15:3) Namun, seruan ”Allahmu telah menjadi raja!” memang cocok karena kejatuhan Babilon dan pengumuman kerajaan untuk membangun kembali bait di Yerusalem dan memulihkan ibadat murni di sana merupakan suatu perwujudan baru jabatan Yehuwa sebagai raja.—Mazmur 97:1.
12. Siapa yang mengambil pimpinan dalam ”membawa kabar baik”, dan bagaimana?
12 Pada zaman Yesaya, tidak ada orang maupun kelompok yang disebut sebagai ”orang yang membawa kabar baik”. Namun dewasa ini, identitas pembawa kabar baik telah dikenal. Yesus Kristus adalah utusan perdamaian yang terbesar dari Yehuwa. Sewaktu di bumi, ia memberitakan kabar baik tentang akan adanya pembebasan dari segala pengaruh dosa yang diwariskan Adam, termasuk penyakit dan kematian. (Matius 9:35) Yesus menjadi teladan yang bergairah dalam memberitakan kabar baik tentang sesuatu yang lebih baik ini; ia dengan sigap memanfaatkan setiap kesempatan untuk mengajar orang tentang Kerajaan Allah. (Matius 5:1, 2; Markus 6:34; Lukas 19:1-10; Yohanes 4:5-26) Dan, murid-muridnya mengikuti teladannya.
13. (a) Bagaimana rasul Paulus meluaskan arti ungkapan ”Betapa indah kaki orang yang menyatakan kabar baik tentang hal-hal yang baik”? (b) Mengapa dapat dikatakan bahwa kaki para utusan itu ”indah”?
13 Dalam suratnya kepada orang-orang Roma, rasul Paulus mengutip Yesaya 52:7 untuk menonjolkan pentingnya pekerjaan pemberitaan kabar baik. Ia mengajukan serangkaian pertanyaan yang menggugah pikiran, termasuk ’Bagaimana orang-orang akan mendengar tanpa ada yang memberitakan?’ Ia kemudian berkata, ”Sebagaimana ada tertulis, ’Betapa indah kaki orang yang menyatakan kabar baik tentang hal-hal yang baik!’” (Roma 10:14, 15) Dalam bahasa Yunaninya, Paulus meluaskan penerapan Yesaya 52:7 dengan menggunakan kata ”orang” dalam bentuk jamak, sebaliknya daripada bentuk tunggalnya, sebagaimana yang tercantum dalam teks asli buku Yesaya. Dengan meniru Yesus Kristus, semua orang Kristen adalah utusan kabar baik perdamaian. Mengapa kaki mereka dapat dikatakan ”indah”? Yesaya berbicara seolah-olah sang utusan sedang berjalan mendekati Yerusalem dari pegunungan Yehuda di dekat situ. Dari kejauhan, mustahil untuk melihat kaki sang utusan. Maka itu, yang disorot di sini adalah sang utusan; kaki memaksudkan utusan itu sendiri. Sebagaimana Yesus dan murid-muridnya merupakan pemandangan yang indah bagi orang-orang yang lembut hati pada abad pertama, Saksi-Saksi Yehuwa dewasa ini merupakan pemandangan yang menyenangkan bagi orang-orang rendah hati yang mengindahkan kabar baik keselamatan.
14. Bagaimana Yehuwa telah menjadi Raja pada zaman modern, dan sejak kapan hal ini telah diumumkan kepada umat manusia?
14 Sejak kapan, pada zaman modern ini, seruan ”Allahmu telah menjadi raja” dapat didengar? Sejak tahun 1919. Pada tahun itu, di kebaktian di Cedar Point, Ohio, J. F. Rutherford, presiden Lembaga Menara Pengawal pada waktu itu, menggugah hati para pendengarnya dengan khotbah berjudul ”Imbauan bagi Sesama Pekerja”. Khotbah itu, yang berdasarkan Yesaya 52:7 dan Penyingkapan 15:2, menganjurkan seluruh hadirin untuk ambil bagian dalam pekerjaan pemberitaan. Dengan demikian, ’kaki yang indah’ mulai muncul di ”gunung-gunung”. Pertama, orang-orang Kristen terurap dan kemudian rekan-rekan mereka dari ”domba-domba lain” dengan bergairah pergi memberitakan kabar baik bahwa Yehuwa telah menjadi Raja. (Yohanes 10:16) Bagaimana Yehuwa telah menjadi Raja? Ia kembali menyatakan jabatan-Nya sebagai raja pada tahun 1914 ketika Ia mentakhtakan Putra-Nya, Yesus Kristus, sebagai Raja Kerajaan surgawi yang baru didirikan. Dan, Yehuwa membuat pernyataan lain lagi sehubungan dengan jabatan-Nya sebagai raja pada tahun 1919 ketika Ia membebaskan ”Israel milik Allah” dari Babilon Besar.—Galatia 6:16; Mazmur 47:8; Penyingkapan 11:15, 17; 19:6.
”Para Penjagamu Telah Berseru”
15. Siapakah ’para penjaga’ yang berseru pada tahun 537 SM?
15 Apakah seruan ”Allahmu telah menjadi raja!” mendapat tanggapan? Ya. Yesaya menulis, ”Dengarkanlah! Para penjagamu telah berseru. Secara serempak mereka terus bersorak dengan sukacita; karena mereka akan melihat, mata dengan mata, pada waktu Yehuwa mengumpulkan kembali Zion.” (Yesaya 52:8) Tidak ada penjaga harfiah yang bertugas di Yerusalem pada tahun 537 SM untuk menyambut rombongan pertama orang-orang buangan yang pulang. Kota itu sudah ditinggalkan telantar selama 70 tahun. (Yeremia 25:11, 12) Jadi, ’para penjaga’ yang berseru itu pastilah orang-orang Israel yang sebelumnya telah menerima berita tentang pemulihan Zion dan yang bertanggung jawab untuk menyebarkan berita itu kepada anak-anak Zion yang lain. Ketika melihat Yehuwa menyerahkan Babilon ke tangan Kores pada tahun 539 SM, tidak ada keraguan dalam pikiran para penjaga bahwa Yehuwa sedang membebaskan umat-Nya. Bersama orang-orang yang menanggapi seruan mereka, para penjaga terus bersorak dengan sukacita, dan secara serempak, memperdengarkan kabar baik kepada orang lain.
16. Dengan siapa para penjaga melihat ”mata dengan mata”, dan dalam arti apa?
16 Para penjaga yang siaga itu menjalin hubungan pribadi yang akrab dengan Yehuwa, melihat Dia ”mata dengan mata”, atau dapat dikatakan, muka dengan muka. (Bilangan 14:14) Pergaulan mereka yang akrab dengan Yehuwa dan dengan satu sama lain menonjolkan persatuan mereka dan nada gembira berita mereka.—1 Korintus 1:10.
17, 18. (a) Bagaimana golongan penjaga zaman modern berseru? (b) Dalam arti apa golongan penjaga berseru secara terpadu?
17 Dalam penggenapannya pada zaman modern, golongan penjaga, ”budak yang setia dan bijaksana”, berseru bukan hanya kepada orang-orang yang sudah berada di dalam organisasi Allah yang kelihatan melainkan juga kepada orang-orang yang berada di luarnya. (Matius 24:45-47) Sebuah seruan dikumandangkan untuk mengumpulkan kaum sisa terurap pada tahun 1919, dan pada tahun 1922 seruan tersebut diperkuat dalam kebaktian di Cedar Point, Ohio, dengan imbauan ”umumkan, umumkan, umumkan, Raja dan kerajaannya”. Sejak tahun 1935, perhatian diarahkan kepada pengumpulan kumpulan besar orang-orang yang seperti domba. (Penyingkapan 7:9, 10) Pada tahun-tahun belakangan ini, pengumuman tentang jabatan Yehuwa sebagai raja semakin gencar. Dengan cara bagaimana? Pada tahun 2000, kira-kira enam juta orang turut memberitakan tentang jabatan Yehuwa sebagai raja di lebih dari 230 negeri dan daerah. Selain itu, Menara Pengawal, sarana utama dari golongan penjaga, menyerukan berita gembira ini dalam lebih dari 130 bahasa.
18 Untuk berpartisipasi dalam pekerjaan yang terpadu ini dituntut kerendahan hati dan kasih persaudaraan. Agar seruan ini efektif, semua yang ikut serta harus mengabarkan berita yang sama, yang menonjolkan nama Yehuwa, penyediaan tebusan-Nya, hikmat-Nya, kasih-Nya, dan Kerajaan-Nya. Seraya orang Kristen di seluruh dunia bekerja bahu-membahu, ikatan pribadi mereka dengan Yehuwa diperkuat untuk menyerukan berita gembira ini secara terpadu.
19. (a) Bagaimana ”tempat-tempat yang hancur di Yerusalem” menjadi ceria? (b) Dalam arti apa Yehuwa ”menelanjangi lengannya yang kudus”?
19 Sewaktu umat Allah bersorak dengan sukacita, bahkan tempat tinggal mereka bersuasana gembira. Nubuat itu selanjutnya mengatakan, ”Bergembiralah, bersoraklah dengan sukacita secara serempak, hai, tempat-tempat yang hancur di Yerusalem, karena Yehuwa telah menghibur umatnya; ia telah membeli kembali Yerusalem. Yehuwa telah menelanjangi lengannya yang kudus di depan mata semua bangsa; dan semua ujung bumi akan melihat keselamatan dari Allah kita.” (Yesaya 52:9, 10) Tibanya orang-orang yang kembali dari Babilon membuat ceria tempat-tempat telantar yang terlihat suram di Yerusalem karena sekarang ibadat murni Yehuwa dapat dipulihkan. (Yesaya 35:1, 2) Jelas, ada campur tangan Yehuwa dalam hal ini. Ia telah ”menelanjangi lengannya yang kudus”, seakan-akan menyingsingkan lengan baju-Nya untuk mengerahkan diri dalam tugas menyelamatkan umat-Nya.—Ezra 1:2, 3.
20. Apa yang telah dihasilkan dan yang akan dihasilkan oleh tindakan Yehuwa menelanjangi lengan-Nya yang kudus pada zaman modern?
20 Pada ”hari-hari terakhir” ini, Yehuwa telah menelanjangi lengan-Nya yang kudus untuk menghidupkan kembali kaum sisa terurap, ’kedua saksi’ yang dicatat dalam buku Penyingkapan. (2 Timotius 3:1; Penyingkapan 11:3, 7-13) Sejak tahun 1919, mereka ini telah dibawa masuk ke dalam suatu firdaus rohani, kawasan rohani yang kini mereka nikmati bersama jutaan rekan mereka, yakni domba-domba lain. Akhirnya, Yehuwa akan menelanjangi lengan-Nya yang kudus untuk membawa keselamatan bagi umat-Nya di ”Har–Magedon”. (Penyingkapan 16:14, 16) Kemudian, ”semua ujung bumi akan melihat keselamatan dari Allah kita”.
Persyaratan yang Mendesak
21. (a) Apa persyaratan bagi orang-orang yang ”membawa perkakas Yehuwa”? (b) Mengapa tidak ada alasan bagi orang Yahudi yang berangkat dari Babilon untuk panik?
21 Ada sebuah persyaratan yang harus dipenuhi orang-orang yang keluar dari Babilon untuk pulang ke Yerusalem. Yesaya menulis, ”Berpalinglah, berpalinglah, keluarlah dari sana, jangan menyentuh apa pun yang najis; keluarlah dari tengah-tengahnya, jagalah dirimu tetap tahir, hai, kamu yang membawa perkakas Yehuwa. Karena kamu sekalian tidak akan keluar dengan panik, dan kamu tidak akan pergi dengan berlari. Karena Yehuwa akan berjalan di depanmu, dan Allah Israel akan menjadi barisan pengawal belakangmu.” (Yesaya 52:11, 12) Orang-orang Israel yang berangkat dari Babilon harus meninggalkan segala sesuatu yang berbau ibadat palsu Babilon. Karena mereka membawa perkakas Yehuwa yang berasal dari bait di Yerusalem, mereka harus bersih, tidak hanya di luar, secara ritual, tetapi terutama dalam hati mereka. (2 Raja 24:11-13; Ezra 1:7) Selain itu, Yehuwa berjalan di depan mereka, maka mereka tidak perlu panik atau berlari tunggang langgang seolah-olah dibuntuti orang-orang yang haus darah. Allah Israel adalah barisan pengawal belakang mereka.—Ezra 8:21-23.
22. Bagaimana Paulus menandaskan perlunya kebersihan di kalangan orang-orang Kristen terurap?
22 Kata-kata Yesaya tentang menjaga diri bersih mempunyai penggenapan utama atas anak-anak ”Yerusalem yang di atas”. Pada waktu Paulus memperingatkan orang-orang Kristen di Korintus untuk tidak memikul kuk secara tidak seimbang bersama orang-orang yang tidak percaya, ia mengutip kata-kata Yesaya 52:11, ”’Karena itu keluarlah dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu,’ kata Yehuwa, ’dan berhentilah menyentuh perkara yang najis.’” (2 Korintus 6:14-17) Seperti orang-orang Israel yang berjalan pulang dari Babilon, orang Kristen hendaknya bebas dari ibadat palsu yang bersifat Babilon.
23. Bagaimana hamba-hamba Allah dewasa ini berupaya menjaga diri bersih?
23 Hal ini khususnya dilakukan oleh para pengikut terurap Yesus Kristus yang melarikan diri dari Babilon Besar pada tahun 1919. Secara progresif, mereka membersihkan diri dari sisa-sisa ibadat palsu. (Yesaya 8:19, 20; Roma 15:4) Mereka juga semakin sadar akan pentingnya kebersihan moral. Sekalipun Saksi-Saksi Yehuwa selalu menjunjung standar moral yang luhur, pada tahun 1952 The Watchtower memuat artikel yang menandaskan perlunya mendisiplin orang-orang yang amoral demi kebersihan sidang. Tindakan disiplin seperti itu juga membantu menyadarkan si pelaku kesalahan akan perlunya pertobatan yang tulus.—1 Korintus 5:6, 7, 9-13; 2 Korintus 7:8-10; 2 Yohanes 10, 11.
24. (a) Pada zaman modern, apa yang disebut ”perkakas Yehuwa”? (b) Mengapa orang Kristen dewasa ini yakin bahwa Yehuwa akan terus berjalan di depan mereka dan menjadi barisan pengawal belakang mereka?
24 Orang-orang Kristen terurap bersama kumpulan besar domba-domba lain bertekad untuk tidak menyentuh apa pun yang najis secara rohani. Keadaan mereka yang dimurnikan dan bersih membuat mereka memenuhi syarat untuk menjadi pembawa ”perkakas Yehuwa”—berbagai persediaan berharga yang Allah berikan berupa dinas suci dalam pelayanan dari rumah ke rumah dan pengajaran Alkitab serta corak-corak kegiatan Kristen lainnya. Dengan memelihara kedudukan yang bersih, umat Allah dewasa ini dapat yakin bahwa Yehuwa akan terus berjalan di depan mereka dan menjadi barisan pengawal belakang mereka. Sebagai umat Allah yang bersih, mereka mempunyai banyak alasan untuk ’bersorak dengan sukacita secara serempak’!
[Catatan Kaki]
a Lihat Pasal 15 dari buku ini untuk pembahasan yang lebih ekstensif tentang hubungan antara ”Yerusalem yang di atas” dan anak-anaknya yang terurap di bumi.
[Gambar di hlm. 183]
Zion akan dibebaskan dari penawanan
[Gambar di hlm. 186]
Sejak tahun 1919, ’kaki yang indah’ kembali muncul di ”gunung-gunung”
[Gambar di hlm. 189]
Saksi-Saksi Yehuwa berbicara secara terpadu
[Gambar di hlm. 192]
Orang-orang yang ”membawa perkakas Yehuwa” harus bersih secara moral dan rohani
-
-
Yehuwa Meninggikan Hamba Mesianik-NyaNubuat Yesaya—Terang bagi Seluruh Umat Manusia II
-
-
Pasal Empat Belas
Yehuwa Meninggikan Hamba Mesianik-Nya
1, 2. (a) Ilustrasikan keadaan yang dihadapi banyak orang Yahudi pada permulaan abad pertama M. (b) Persediaan apa yang Yehuwa buat untuk membantu orang Yahudi yang setia mengenali Mesias?
BAYANGKAN, Saudara harus menjumpai seorang tokoh penting. Waktu dan tempat pertemuan telah ditentukan. Namun masalahnya, Saudara tidak tahu bagaimana rupanya, dan ia akan datang dengan senyap, tanpa keramaian. Bagaimana Saudara akan mengenalinya? Saudara akan sangat terbantu jika memiliki uraian yang terperinci mengenai dia.
2 Pada permulaan abad pertama M, banyak orang Yahudi menghadapi keadaan serupa. Mereka sedang menantikan Mesias—tokoh yang paling penting sepanjang masa. (Daniel 9:24-27; Lukas 3:15) Namun, bagaimana orang Yahudi yang setia dapat mengenalinya? Yehuwa, melalui nabi-nabi Ibrani-Nya, telah melukiskan potret tertulis yang terperinci tentang peristiwa-peristiwa seputar Mesias sehingga orang yang berdaya pengamatan dapat mengidentifikasinya dengan tepat.
3. Gambaran apa tentang Mesias yang dilukiskan di Yesaya 52:13–53:12?
3 Di antara nubuat-nubuat tentang Mesias di Kitab-Kitab Ibrani, mungkin tidak ada yang memberikan gambaran sejelas yang dicatat di Yesaya 52:13–53:12. Lebih dari 700 tahun di muka, Yesaya menggambarkan, bukan penampilan jasmani Mesias, melainkan perincian yang lebih penting—tujuan dan cara ia menderita dan hal-hal spesifik tentang kematiannya, penguburannya, dan keadaannya yang ditinggikan. Pembahasan tentang nubuat ini dan penggenapannya akan menghangatkan hati kita dan menguatkan iman kita.
”Hambaku”—Siapakah Dia?
4. Pendapat apa saja sehubungan dengan identitas ’hamba’ ini yang diberikan beberapa pakar Yahudi, tetapi mengapa pendapat mereka tidak selaras dengan nubuat Yesaya?
4 Yesaya baru saja memberitahukan pembebasan orang Yahudi dari pembuangan di Babilon. Sekarang, ia melihat ke masa depan ke peristiwa yang jauh lebih besar dan mencatat kata-kata Yehuwa, ”Lihat! Hambaku akan bertindak dengan pemahaman. Ia akan berada pada kedudukan yang tinggi dan pasti akan diangkat dan sangat ditinggikan.” (Yesaya 52:13) Siapa sebenarnya ’hamba’ ini? Selama berabad-abad, para pakar Yahudi memberikan berbagai pendapat. Ada yang mengatakan bahwa ia menggambarkan seluruh bangsa Israel selama masa pembuangan mereka di Babilon. Namun, penjelasan itu tidak selaras dengan nubuat tersebut. Hamba Allah menderita dengan sukarela. Meskipun tidak bersalah, ia menderita karena dosa orang lain. Hal ini sama sekali tidak cocok dengan keadaan bangsa Yahudi, yang pergi ke pembuangan karena haluannya sendiri yang berdosa. (2 Raja 21:11-15; Yeremia 25:8-11) Orang-orang lain menyatakan bahwa Hamba ini menggambarkan golongan elit yang berlagak saleh di Israel dan mereka ini menderita demi orang-orang Israel yang berdosa. Namun, pada masa kesukaran di Israel ini, tidak ada kelompok tertentu yang menderita demi orang-orang lain.
5. (a) Beberapa pakar Yahudi telah membuat penerapan apa tentang nubuat Yesaya? (Lihat catatan kaki.) (b) Identitas yang jelas apa tentang Hamba ini yang diberikan Alkitab dalam buku Kisah?
5 Sebelum munculnya Kekristenan dan sampai waktu tertentu pada abad-abad permulaan Tarikh Masehi, beberapa pakar Yahudi memang menerapkan nubuat ini kepada sang Mesias. Bahwa ini adalah penerapannya yang tepat tampak dalam Kitab-Kitab Yunani Kristen. Buku Kisah melaporkan bahwa sewaktu sida-sida Etiopia mengatakan bahwa ia tidak mengetahui siapa Hamba dalam nubuat Yesaya itu, Filipus ”menyatakan kepadanya kabar baik mengenai Yesus”. (Kisah 8:26-40; Yesaya 53:7, 8) Kitab-kitab lain dalam Alkitab juga mengidentifikasi Yesus Kristus sebagai Hamba Mesianik dalam nubuat Yesaya.a Seraya kita membahas nubuat ini, kita akan melihat beberapa kesamaan yang tak dapat disangkal antara pribadi yang Yehuwa sebut ”hambaku” dan Yesus dari Nazaret.
6. Bagaimana nubuat Yesaya memperlihatkan bahwa Mesias akan berhasil melaksanakan kehendak ilahi?
6 Nubuat ini dimulai dengan menggambarkan keberhasilan akhir Mesias dalam melaksanakan kehendak ilahi. Kata ’hamba’ memperlihatkan bahwa ia akan tunduk kepada kehendak Allah, sebagaimana layaknya seorang hamba kepada majikannya. Dengan demikian, ia ”akan bertindak dengan pemahaman”. Pemahaman adalah kesanggupan untuk memahami keadaan. Bertindak selaras dengan pemahaman adalah bertindak dengan bijaksana. Sehubungan dengan kata kerja Ibrani yang digunakan di sini, sebuah karya referensi mengatakan, ”Intinya ada tindakan yang arif dan bijaksana. Ia yang berurusan dengan bijaksana akan berhasil.” Jelaslah bahwa Mesias akan benar-benar berhasil karena nubuat ini mengatakan bahwa ia akan ”diangkat dan sangat ditinggikan”.
7. Bagaimana Yesus Kristus ”bertindak dengan pemahaman”, dan bagaimana ia telah ”diangkat dan sangat ditinggikan”?
7 Yesus benar-benar ”bertindak dengan pemahaman”, memperlihatkan pengertian akan nubuat-nubuat Alkitab yang berlaku atas dirinya dan dibimbing oleh semua nubuat itu untuk melakukan kehendak Bapak-Nya. (Yohanes 17:4; 19:30) Apa hasilnya? Setelah kebangkitan dan kenaikan Yesus ke surga, ”Allah meninggikan dia kepada kedudukan yang lebih tinggi dan dengan baik hati memberinya nama di atas setiap nama lain”. (Filipi 2:9; Kisah 2:34-36) Kemudian, pada tahun 1914 Yesus yang telah dimuliakan ini bahkan lebih ditinggikan lagi. Yehuwa meninggikan dia ke takhta Kerajaan Mesianik. (Penyingkapan 12:1-5) Ya, ia ”diangkat dan sangat ditinggikan”.
”Tercengang Menatap Dia”
8, 9. Sewaktu Yesus yang ditinggikan melaksanakan penghakiman, bagaimana reaksi para penguasa di bumi, dan mengapa?
8 Bagaimana reaksi bangsa-bangsa dan penguasa mereka terhadap Mesias yang ditinggikan ini? Jika kita untuk sementara melompati komentar sisipan pada bagian kedua dari ayat 14, nubuat ini berbunyi, ”Sebagaimana banyak orang akan tercengang menatap dia . . . demikian juga ia akan mengejutkan banyak bangsa. Raja-raja akan menutup mulut karena dia, sebab mereka akan melihat apa yang belum diceritakan kepada mereka, dan mereka harus memikirkan apa yang belum mereka dengar.” (Yesaya 52:14a, 15) Dengan kata-kata ini, Yesaya menggambarkan, bukan pemunculan Mesias yang mula-mula, melainkan konfrontasinya yang terakhir dengan para penguasa di bumi.
9 Sewaktu Yesus yang telah ditinggikan datang untuk melaksanakan penghakiman atas sistem yang fasik ini, para penguasa di bumi akan ”tercengang menatap dia”. Memang, para penguasa manusia tidak akan secara harfiah melihat Yesus yang telah dimuliakan. Namun, mereka akan melihat bukti-bukti yang kelihatan dari kuasanya sebagai Pejuang surgawi bagi Yehuwa. (Matius 24:30) Mereka akan terpaksa memikirkan apa yang belum pernah mereka dengar dari para pemimpin agama—bahwa Yesus adalah Pelaksana penghakiman Allah! Hamba yang ditinggikan yang kelak mereka hadapi akan bertindak dengan cara yang tidak mereka duga.
10, 11. Bagaimana dapat dikatakan bahwa rupa Yesus dirusak pada abad pertama, dan bagaimana hal ini dilakukan sekarang?
10 Menurut komentar sisipan di ayat 14, Yesaya mengatakan, ”Sedemikian besar kerusakan pada rupanya, lebih daripada orang lain, dan pada perawakannya yang gagah, lebih daripada putra-putra manusia.” (Yesaya 52:14b) Apakah ada kerusakan tertentu pada rupa fisik Yesus? Tidak. Meskipun Alkitab tidak memerinci rupa Yesus, Putra Allah yang sempurna pastilah memiliki penampilan dan wajah yang menarik. Tentu saja, kata-kata Yesaya memaksudkan kehinaan yang Yesus alami. Ia tanpa gentar menyingkapkan kedok para pemimpin agama pada zamannya sebagai orang munafik, pendusta, pembunuh; dan mereka menanggapinya dengan mencerca dia. (1 Petrus 2:22, 23) Mereka menuduhnya sebagai pelanggar hukum, penghujah, penipu, penghasut melawan Roma. Oleh karena itu, para penuduh palsu itu memberikan gambaran yang sangat rusak tentang Yesus.
11 Dewasa ini, gambaran keliru tentang Yesus masih berlanjut. Kebanyakan orang membayangkan Yesus sebagai seorang bayi di palungan atau sebagai tokoh bernasib tragis yang dipantek di salib, dengan raut muka menderita di bawah mahkota duri. Para pemimpin agama Susunan Kristen telah mendukung pandangan demikian. Mereka tidak menampilkan Yesus sebagai Raja surgawi yang perkasa yang kepadanya bangsa-bangsa akan memberikan pertanggungjawaban. Tidak lama lagi sewaktu para penguasa manusia berhadapan dengan Yesus yang ditinggikan, mereka harus berurusan dengan seorang Mesias yang memiliki ”semua wewenang di surga dan di bumi”!—Matius 28:18.
Siapa yang Akan Beriman kepada Kabar Baik Ini?
12. Pertanyaan-pertanyaan menarik apa yang ditimbulkan kata-kata di Yesaya 53:1?
12 Setelah menggambarkan transformasi yang menakjubkan yang dialami Mesias ini—dari keadaan ’rusak’ menjadi ”sangat ditinggikan”—Yesaya bertanya, ”Siapakah yang beriman kepada perkara yang kami dengar? Dan mengenai lengan Yehuwa, kepada siapa itu telah disingkapkan?” (Yesaya 53:1) Kata-kata Yesaya ini menimbulkan pertanyaan menarik: Apakah nubuat ini akan digenapi? Apakah ”lengan Yehuwa”, yang menggambarkan kesanggupan-Nya untuk mengerahkan kuasa, akan menyingkapkan diri dan mewujudkan kata-kata ini?
13. Bagaimana Paulus memperlihatkan bahwa nubuat Yesaya digenapi dalam diri Yesus, dan bagaimana tanggapan orang pada waktu itu?
13 Tidak diragukan lagi, jawabannya adalah ya! Dalam suratnya kepada orang Roma, Paulus mengutip kata-kata Yesaya untuk memperlihatkan bahwa nubuat yang didengar dan dicatat Yesaya tergenap dalam diri Yesus. Pemuliaan Yesus setelah penderitaannya di bumi adalah kabar baik. ”Meskipun demikian,” kata Paulus mengenai orang Yahudi yang tidak percaya, ”tidak semua orang menaati kabar baik. Sebab Yesaya mengatakan, ’Yehuwa, siapakah yang beriman kepada perkara yang didengar dari kami?’ Maka iman timbul karena hal-hal yang didengar. Selanjutnya hal-hal yang didengar adalah melalui perkataan tentang Kristus.” (Roma 10:16, 17) Namun sayang sekali, pada zaman Paulus hanya sedikit orang yang beriman akan kabar baik tentang Hamba Allah. Mengapa?
14, 15. Bagaimana keadaan sang Mesias sewaktu ia tampil di panggung dunia?
14 Nubuat ini selanjutnya menjelaskan kepada orang Israel alasan di balik pertanyaan-pertanyaan yang dicatat di ayat 1, dan dengan demikian memberikan pencerahan tentang mengapa banyak orang tidak akan menerima Mesias, ”Dia akan tumbuh seperti ranting di hadapan [seorang pengamat], dan seperti akar di tanah yang gersang. Dia tidak memiliki perawakan yang gagah ataupun semarak; dan pada waktu kita melihat dia, tidak ada sesuatu pun dalam penampilannya yang membuat kita menginginkan dia.” (Yesaya 53:2) Di sini kita melihat bagaimana keadaan sang Mesias sewaktu ia tampil di panggung dunia. Ia berasal dari keluarga sederhana, dan para pengamat akan melihatnya sebagai orang yang tidak penting. Selain itu, ia akan tampak seperti ranting biasa, anak pohon muda, yang tumbuh di batang atau cabang pohon. Ia juga akan seperti akar yang bergantung pada air di tanah yang kering dan tidak subur. Dan, ia tidak akan datang dengan kesemarakan seorang raja—tidak ada jubah kerajaan ataupun diadem yang berkilauan. Sebaliknya, kehidupan manusianya diawali dengan kesederhanaan dan kesahajaan.
15 Betapa tepatnya nubuat itu menggambarkan kesederhanaan awal kehidupan Yesus sebagai manusia! Maria, seorang perawan Yahudi, melahirkannya di sebuah kandang di sebuah kota kecil yang dikenal sebagai Betlehem.b (Lukas 2:7; Yohanes 7:42) Maria dan suaminya, Yusuf, adalah orang miskin. Sekitar 40 hari setelah Yesus lahir, mereka membawa persembahan dosa yang diperbolehkan bagi orang miskin, ”sepasang burung tekukur atau dua ekor burung dara muda”. (Lukas 2:24; Imamat 12:6-8) Pada akhirnya, Maria dan Yusuf menetap di Nazaret, tempat Yesus dibesarkan dalam sebuah keluarga besar, kemungkinan dalam keadaan yang serbasederhana.—Matius 13:55, 56.
16. Bagaimana terbukti bahwa Yesus tidak memiliki ”perawakan yang gagah” atau ”semarak”?
16 Sebagai manusia, Yesus seolah-olah tidak berakar di tanah yang tepat. (Yohanes 1:46; 7:41, 52) Meskipun ia seorang manusia yang sempurna dan keturunan Raja Daud, keadaannya yang sederhana tidak memberinya ”perawakan yang gagah” atau ’kesemarakan’—setidaknya, demikianlah di mata orang yang mengharapkan Mesias datang dari latar belakang yang hebat. Atas hasutan para pemimpin agama Yahudi, banyak orang menyepelekan dan bahkan memandang hina dirinya. Pada akhirnya, banyak orang tidak menemukan sesuatu yang menarik dalam diri Putra Allah yang sempurna ini.—Matius 27:11-26.
”Dihina dan Dihindari Orang”
17. (a) Apa yang Yesaya mulai gambarkan, dan mengapa ia menulisnya dalam bentuk waktu lampau? (b) Siapa yang ’menghina’ dan ’menghindari’ Yesus, dan bagaimana mereka melakukannya?
17 Yesaya kini mulai menggambarkan secara terperinci bagaimana sang Mesias akan dipandang dan diperlakukan, ”Dia dihina dan dihindari orang, seseorang yang harus merasa sakit dan akrab dengan penyakit. Seolah-olah orang menyembunyikan mukanya dari kita. Dia dihina, dan kita menganggap dia tidak berarti.” (Yesaya 53:3) Karena yakin bahwa kata-katanya akan menjadi kenyataan, Yesaya menulisnya dalam bentuk waktu lampau, seolah-olah hal itu telah digenapi. Apakah Yesus Kristus benar-benar dihina dan dihindari orang? Memang demikian! Para pemimpin agama yang menganggap diri adil-benar dan para pengikut mereka memandangnya sebagai manusia yang paling memuakkan. Mereka menyebutnya sahabat pemungut pajak dan wanita sundal. (Lukas 7:34, 37-39) Mereka meludahi mukanya. Mereka meninjunya dan mencercanya. Mereka mencemoohnya. (Matius 26:67) Karena terpengaruh oleh musuh-musuh kebenaran ini, ’bangsa Yesus sendiri tidak menerimanya’.—Yohanes 1:10, 11.
18. Karena Yesus tidak pernah sakit, bagaimana ia menjadi ”seseorang yang harus merasa sakit dan akrab dengan penyakit”?
18 Sebagai manusia sempurna, Yesus tidak pernah sakit. Namun, ia adalah ”seseorang yang harus merasa sakit dan akrab dengan penyakit”. Rasa sakit dan penyakit yang dideritanya itu bukan dari dirinya sendiri. Yesus datang dari surga ke dunia yang sakit. Ia hidup di tengah-tengah penderitaan dan rasa sakit, tetapi ia tidak menghindari orang yang sakit, secara jasmani maupun rohani. Seperti seorang tabib yang penuh perhatian, ia mengenal dengan baik penderitaan orang-orang di sekitarnya. Selain itu, ia dapat melakukan apa yang tidak bisa dilakukan oleh tabib manusia mana pun.—Lukas 5:27-32.
19. Wajah siapa yang ’tersembunyi’, dan bagaimana musuh-musuh Yesus memperlihatkan bahwa mereka ”menganggap dia tidak berarti”?
19 Meskipun demikian, musuh-musuh Yesus memandang dia sebagai orang yang sakit dan mereka tidak mau memandangnya dengan sikap ramah. Wajahnya ’tersembunyi’ dari pandangan bukan karena ia menyembunyikan wajahnya dari orang lain. Sewaktu menerjemahkan Yesaya 53:3, The New English Bible menggunakan frase ”sesuatu yang darinya manusia memalingkan muka mereka”. Para penentang Yesus menganggapnya begitu memuakkan sehingga malah membuang muka darinya, seakan-akan ia terlalu menjijikkan untuk dilihat. Mereka menganggap nilai Yesus tidak lebih dari harga seorang budak. (Keluaran 21:32; Matius 26:14-16) Mereka lebih menghargai Barabas si pembunuh daripada Yesus. (Lukas 23:18-25) Apa lagi yang dapat mereka lakukan untuk memperlihatkan pandangan mereka yang rendah akan Yesus?
20. Kata-kata Yesaya memberikan penghiburan apa kepada umat Yehuwa dewasa ini?
20 Dewasa ini, hamba-hamba Yehuwa dapat memperoleh banyak penghiburan dari kata-kata Yesaya. Adakalanya, para penentang melecehkan penyembah Yehuwa yang setia atau memperlakukan mereka seolah-olah mereka tidak ada nilainya. Namun, seperti yang Yesus alami, yang terpenting adalah bagaimana Allah Yehuwa menilai kita. Sebenarnya, meskipun manusia ’menganggap Yesus tidak berarti’, hal itu tentu tidak mengubah nilainya yang tinggi di mata Allah!
”Ditusuk bagi Pelanggaran Kita”
21, 22. (a) Apa yang sang Mesias pikul dan tanggung demi orang lain? (b) Bagaimana banyak orang memandang sang Mesias, dan apa puncak penderitaannya?
21 Mengapa sang Mesias harus menderita dan mati? Yesaya menjelaskan, ”Sesungguhnya, penyakit kita yang dipikulnya; dan mengenai rasa sakit kita, dialah yang menanggungnya. Tetapi kita menganggap dia kena tulah, mendapat pukulan dari Allah dan dibuat menderita. Tetapi dia ditusuk bagi pelanggaran kita; dia diremukkan bagi kesalahan-kesalahan kita. Dera menimpa dia agar kita mendapat damai, dan karena luka-luka dia kita disembuhkan. Seperti domba, kita semua menyimpang, masing-masing ke jalannya sendiri kita berpaling; dan Yehuwa telah menaruh semua kesalahan kita pada orang itu.”—Yesaya 53:4-6.
22 Sang Mesias memikul penyakit orang lain dan menanggung rasa sakit mereka. Ia mengangkat beban mereka, dan seolah-olah meletakkannya di pundaknya sendiri, dan memikulnya. Dan, karena penyakit dan rasa sakit adalah akibat dari keadaan manusia yang berdosa, sang Mesias memikul dosa-dosa orang lain. Banyak orang tidak memahami alasan di balik penderitaannya dan mengira bahwa Allah menghukumnya, menulahinya dengan penyakit yang menjijikkan.c Penderitaan Mesias mencapai puncaknya sewaktu ia ditusuk, diremukkan, dan dilukai—kata-kata ampuh yang melukiskan kematian yang mengenaskan dan menyakitkan. Namun, kematiannya memiliki kuasa pendamaian; hal itu menyediakan dasar untuk memulihkan orang yang menyimpang dalam kesalahan dan dosa, membantu mereka mendapat perdamaian dengan Allah.
23. Bagaimana Yesus menanggung penderitaan orang lain?
23 Bagaimana Yesus menanggung penderitaan orang lain? Injil Matius mengutip Yesaya 53:4 ketika mengatakan, ”Orang-orang membawa kepadanya banyak orang yang kerasukan hantu; dan dia mengusir roh-roh itu dengan suatu perkataan, dan dia menyembuhkan semua orang yang keadaannya menyedihkan; agar tergenap apa yang diucapkan melalui nabi Yesaya, yang bunyinya, ’Dia sendiri menyingkirkan gangguan kesehatan kita dan menanggung penyakit kita.’” (Matius 8:16, 17) Dengan menyembuhkan orang-orang yang datang kepadanya dengan berbagai penyakit, Yesus seolah-olah memindahkan penderitaan mereka ke atas dirinya. Dan, penyembuhan demikian menguras daya hidupnya. (Lukas 8:43-48) Kesanggupannya untuk menyembuhkan segala macam penyakit—jasmani dan rohani—membuktikan bahwa ia diberi kuasa untuk membersihkan dosa dari manusia.—Matius 9:2-8.
24. (a) Bagi banyak orang, mengapa Yesus tampaknya ”kena tulah” dari Allah? (b) Mengapa Yesus menderita dan mati?
24 Namun bagi banyak orang, Yesus tampaknya diberi ”tulah” oleh Allah. Apalagi karena ia menderita akibat hasutan para pemimpin agama yang dihormati. Namun, ingatlah bahwa ia tidak menderita karena dosanya sendiri. ”Kristus menderita bagimu,” kata Petrus, ”meninggalkan bagimu suatu model agar kamu mengikuti langkah-langkahnya dengan saksama. Ia tidak berbuat dosa, dan tipu daya juga tidak ditemukan dalam mulutnya. Ia menanggung dosa kita dalam tubuhnya pada tiang, agar kita dibebaskan dari dosa dan hidup untuk keadilbenaran. Dan ’karena bilur-bilurnya kamu disembuhkan’.” (1 Petrus 2:21, 22, 24) Dahulu, kita semua putus asa dalam dosa, ”seperti domba, tersesat”. (1 Petrus 2:25) Namun, melalui Yesus, Yehuwa menyediakan penebusan dari keadaan kita yang berdosa. Ia meletakkan semua kesalahan kita ”pada” Yesus, sehingga ia harus memikulnya. Yesus yang tidak berdosa rela menanggung sanksi akibat dosa-dosa kita. Karena ia menderita kematian yang tidak sepantasnya ia alami, secara memalukan pada sebuah tiang, ia memungkinkan kita untuk dirukunkan kembali dengan Allah.
”Dia Membiarkan Dirinya Dibuat Menderita”
25. Bagaimana kita tahu bahwa sang Mesias menderita dan mati dengan sukarela?
25 Apakah sang Mesias bersedia menderita dan mati? Yesaya mengatakan, ”Dia sangat tertekan, dan dia membiarkan dirinya dibuat menderita; namun dia tidak membuka mulutnya. Dia dibawa seperti seekor domba ke pembantaian; dan seperti domba betina yang menjadi bisu di hadapan para pemangkasnya, dia juga tidak akan membuka mulutnya.” (Yesaya 53:7) Pada malam terakhir kehidupannya, Yesus bisa saja memanggil ”lebih dari dua belas legiun malaikat” untuk menyelamatkannya. Namun, ia mengatakan, ”Jika demikian, bagaimana Tulisan-Tulisan Kudus akan digenapi bahwa ini harus terjadi dengan cara ini?” (Matius 26:53, 54) Sebaliknya, ”Anak Domba Allah” ini tidak melawan. (Yohanes 1:29) Sewaktu imam-imam kepala dan para tua-tua melontarkan tuduhan palsu kepadanya di hadapan Pilatus, Yesus ”tidak memberikan jawaban”. (Matius 27:11-14) Ia tidak ingin mengatakan sesuatu yang dapat menghalangi terlaksananya kehendak Allah atasnya. Yesus bersedia mati sebagai Anak Domba yang dikorbankan karena sadar betul bahwa kematiannya akan menebus umat manusia yang taat dari dosa, penyakit, dan kematian.
26. Bagaimana ”pengekangan” dilakukan oleh para penentang Yesus?
26 Yesaya kemudian memberikan lebih banyak perincian tentang penderitaan dan keadaan Mesias yang direndahkan. Nabi ini menulis, ”Karena pengekangan dan keputusan hukum, dia diambil; dan siapa yang akan memikirkan perincian asal-usulnya? Karena dia dikerat dari negeri orang-orang yang hidup. Karena pelanggaran umatku dia mendapat pukulan.” (Yesaya 53:8) Sewaktu Yesus pada akhirnya ditangkap oleh musuh-musuhnya, para penentang agama ini melakukan ”pengekangan” dalam cara mereka berurusan dengan dia. Bukan berarti bahwa mereka menahan diri dalam memperlihatkan kebencian mereka, tetapi mereka mengekang, atau menahan, keadilan. Dalam menerjemahkan Yesaya 53:8, Septuaginta Yunani mengatakan ”keadaan direndahkan”, sebaliknya dari ”pengekangan”. Musuh-musuh Yesus merendahkannya dengan menahan perlakuan adil yang bahkan berhak diterima oleh seorang penjahat. Persidangan Yesus memutarbalikkan keadilan. Dengan cara bagaimana?
27. Sewaktu para pemimpin agama Yahudi menjalankan pengadilan Yesus, peraturan-peraturan apa yang mereka abaikan, dan bagaimana mereka melanggar Hukum Allah?
27 Karena tekad mereka untuk menyingkirkan Yesus, para pemimpin agama Yahudi melanggar peraturan mereka sendiri. Menurut tradisi, Sanhedrin hanya boleh mengadili sebuah kasus dengan tuntutan hukuman mati di ruangan batu pahatan di daerah bait, bukan di rumah imam besar. Persidangan semacam itu harus diadakan pada siang hari, bukan setelah matahari terbenam. Dan, dalam kasus dengan tuntutan hukuman mati, vonis bersalah harus diumumkan sehari setelah keputusan akhir pemeriksaan pengadilan dijatuhkan. Oleh karena itu, tidak ada persidangan yang boleh diadakan pada malam hari menjelang Sabat atau perayaan. Peraturan-peraturan ini diabaikan dalam kasus persidangan Yesus. (Matius 26:57-68) Yang lebih buruk lagi, para pemimpin agama secara mencolok melanggar Hukum Allah sewaktu mereka menangani kasus ini. Misalnya, mereka melakukan penyuapan untuk menjebak Yesus. (Ulangan 16:19; Lukas 22:2-6) Mereka mengindahkan kesaksian palsu. (Keluaran 20:16; Markus 14:55, 56) Dan, mereka bersekongkol untuk membebaskan seorang pembunuh, dengan demikian mendatangkan utang darah ke atas diri mereka dan negeri mereka. (Bilangan 35:31-34; Ulangan 19:11-13; Lukas 23:16-25) Jadi, tidak ada ”keputusan hukum”, tidak ada persidangan yang adil yang menghasilkan keputusan yang tepat dan tidak berat sebelah.
28. Musuh-musuh Yesus tidak mau mempertimbangkan hal apa?
28 Apakah musuh-musuh Yesus mengusut siapa sebenarnya pria yang mereka adili? Yesaya mengajukan sebuah pertanyaan yang serupa, ”Siapa yang akan memikirkan perincian asal-usulnya?” Kata ”asal-usulnya” mungkin merujuk kepada silsilah atau latar belakang seseorang. Sewaktu Yesus diadili di hadapan Sanhedrin, anggota-anggotanya tidak mempertimbangkan latar belakangnya—bahwa ia menggenapi persyaratan Mesias yang dijanjikan. Mereka justru menuduhnya menghujah dan menyatakan bahwa dia patut dihukum mati. (Markus 14:64) Belakangan, gubernur Romawi, Pontius Pilatus, mengalah kepada tekanan dan menjatuhkan vonis agar Yesus dipantek. (Lukas 23:13-25) Dengan demikian, ketika masih berusia 33 1/2 tahun, Yesus sudah ”dikerat”, atau diambil, dari kehidupannya.
29. Bagaimana Yesus dikubur ”bersama orang-orang fasik” dan ”di antara orang kaya”?
29 Perihal kematian dan penguburan sang Mesias, Yesaya selanjutnya menulis, ”Kuburannya akan disediakan bersama orang-orang fasik, dan pada waktu mati dia ada di antara orang kaya, meskipun dia tidak melakukan kekerasan dan tidak ada tipu daya pada mulutnya.” (Yesaya 53:9) Bagaimana, dalam kematian dan penguburannya, Yesus berada bersama orang-orang fasik dan juga orang-orang kaya? Pada tanggal 14 Nisan 33 M, ia mati di tiang siksaan di luar tembok Yerusalem. Karena ia dipantek di antara dua pelaku kejahatan, dapat dikatakan bahwa ia dikubur bersama orang-orang fasik. (Lukas 23:33) Namun, setelah Yesus mati, Yusuf, seorang pria kaya dari Arimatea, mengerahkan keberanian untuk meminta izin Pilatus guna menurunkan jenazah Yesus dan menguburkannya. Bersama Nikodemus, Yusuf mempersiapkan jenazah itu untuk penguburan dan kemudian meletakkannya di sebuah makam miliknya yang baru digali. (Matius 27:57-60; Yohanes 19:38-42) Jadi, Yesus juga dikubur bersama orang-orang kaya.
”Yehuwa Senang Meremukkan Dia”
30. Dalam arti apa Yehuwa senang meremukkan Yesus?
30 Selanjutnya Yesaya mengatakan sesuatu yang mengejutkan, ”Yehuwa senang meremukkan dia; ia membuat dia sakit. Jika engkau menetapkan jiwanya sebagai persembahan kesalahan, dia akan melihat keturunannya, dia akan memperpanjang umurnya, dan di tangannya, apa yang menyenangkan Yehuwa akan berhasil. Oleh karena kesusahan jiwanya dia akan melihat, dia akan merasa puas. Melalui pengetahuannya, orang yang adil-benar, hambaku, akan membuat banyak orang memperoleh kedudukan yang adil-benar; dan kesalahan mereka, dialah yang akan menanggungnya.” (Yesaya 53:10, 11) Bagaimana mungkin Yehuwa senang melihat hamba-Nya yang setia diremukkan? Jelaslah, bukan Yehuwa yang menimbulkan penderitaan ke atas Putra-Nya yang dikasihi. Musuh-musuh Yesus yang sepenuhnya bertanggung jawab atas apa yang mereka lakukan terhadapnya. Namun, Yehuwa mengizinkan mereka bertindak dengan kejam. (Yohanes 19:11) Apa alasannya? Tentu saja, Allah yang berempati dan memiliki keibaan hati yang lembut merasa sedih melihat Putra-Nya yang tidak bersalah menderita. (Yesaya 63:9; Lukas 1:77, 78) Pastilah Yehuwa bukannya tidak memperkenan Yesus. Meskipun demikian, Yehuwa senang akan kesediaan Putra-Nya untuk menderita karena semua berkat yang akan dihasilkan oleh penderitaannya.
31. (a) Bagaimana Yehuwa menetapkan jiwa Yesus sebagai ”persembahan kesalahan”? (b) Setelah melewati semua masalah yang Yesus alami sebagai manusia, apa yang khususnya memuaskan bagi dirinya?
31 Salah satu berkatnya adalah Yehuwa menetapkan jiwa Yesus sebagai ”persembahan kesalahan”. Oleh karena itu, sewaktu Yesus kembali ke surga, ia memasuki hadirat Yehuwa dengan membawa nilai kehidupan manusianya yang dikorbankan sebagai persembahan kesalahan, dan Yehuwa senang menerimanya demi kepentingan segenap umat manusia. (Ibrani 9:24; 10:5-14) Melalui persembahan kesalahannya, Yesus memperoleh ’keturunan’. Sebagai ”Bapak yang Kekal”, ia dapat memberikan kehidupan—kehidupan abadi—kepada orang yang memperlihatkan iman akan darahnya yang dicurahkan. (Yesaya 9:6) Setelah mengalami semua penderitaannya sebagai manusia, alangkah puasnya Yesus karena memiliki prospek untuk membebaskan umat manusia dari dosa dan kematian! Tentu saja, yang lebih memuaskan lagi baginya adalah mengetahui integritasnya telah memberi Bapak surgawinya jawaban atas celaan Musuh-Nya, Setan si Iblis.—Amsal 27:11.
32. Melalui ’pengetahuan’ apa Yesus membuat ”banyak orang memperoleh kedudukan yang adil-benar”, dan untuk siapa kedudukan ini?
32 Berkat lain yang dihasilkan oleh kematian Yesus adalah ia mendatangkan ’kedudukan yang adil-benar bagi banyak orang’, bahkan sekarang. Ia melakukan hal itu, kata Yesaya, ”melalui pengetahuannya”. Jelaslah, ini adalah pengetahuan yang Yesus peroleh dengan menjadi seorang manusia dan menderita ketidakadilan demi ketaatannya kepada Allah. (Ibrani 4:15) Setelah menderita sampai mati, Yesus dapat menyediakan korban yang dibutuhkan untuk membantu orang lain memperoleh kedudukan yang adil-benar. Bagi siapakah kedudukan yang adil-benar ini? Pertama, bagi para pengikutnya yang terurap. Karena mereka memperlihatkan iman akan korban Yesus, Yehuwa menyatakan mereka adil-benar dengan tujuan untuk mengangkat mereka sebagai putra-putra dan menjadikan mereka sesama ahli waris bersama Yesus. (Roma 5:19; 8:16, 17) Kemudian, suatu ”kumpulan besar” dari ”domba-domba lain” memperlihatkan iman akan darah yang dicurahkan Yesus dan menikmati kedudukan yang adil-benar dengan tujuan untuk menjadi sahabat Allah dan selamat melewati Armagedon.—Penyingkapan 7:9; 16:14, 16; Yohanes 10:16; Yakobus 2:23, 25.
33, 34. (a) Apa yang kita pelajari tentang Yehuwa yang menghangatkan hati kita? (b) Siapa yang dimaksudkan dengan ”banyak orang” yang mendapat ”suatu bagian” bersama Hamba Mesianik?
33 Akhirnya, Yesaya menggambarkan kemenangan sang Mesias, ”Karena alasan itu aku akan memberikan suatu bagian kepadanya bersama banyak orang, dan dia akan membagi-bagikan jarahan kepada orang-orang yang perkasa, karena dia telah mencurahkan jiwanya ke dalam kematian, dan dengan para pelanggar dia digolongkan; dan dia sendiri memikul dosa banyak orang, demi para pelanggar dia menjadi penengah.”—Yesaya 53:12.
34 Kata-kata penutup dari bagian nubuat Yesaya ini mengajarkan sesuatu yang menghangatkan hati tentang Yehuwa: Ia menghargai orang yang tetap loyal kepada-Nya. Hal ini diperlihatkan oleh janji bahwa Ia akan ’memberikan suatu bagian bersama banyak orang’ kepada Hamba Mesianik-Nya. Kata-kata ini tampaknya berasal dari kebiasaan untuk membagi-bagikan jarahan perang. Yehuwa menghargai keloyalan ”banyak orang” yang setia pada zaman dahulu, termasuk Nuh, Abraham, dan Ayub, dan Ia telah menyimpan ”suatu bagian” bagi mereka dalam dunia baru-Nya yang akan datang. (Ibrani 11:13-16) Demikian pula, Ia akan memberikan suatu bagian kepada Hamba Mesianik-Nya. Memang, Yehuwa tidak akan lupa memberikan imbalan atas integritasnya. Kita juga dapat merasa yakin bahwa Yehuwa tidak akan ’melupakan perbuatan kita dan kasih yang telah kita perlihatkan bagi nama-Nya’.—Ibrani 6:10.
35. Siapa ”orang-orang yang perkasa” yang turut berbagi jarahan dengan Yesus, dan apa jarahannya?
35 Hamba Allah juga akan memperoleh jarahan perang dengan mengalahkan musuh-musuhnya. Ia akan membagi-bagikan jarahan ini kepada ”orang-orang yang perkasa”. Dalam penggenapannya, siapakah ”orang-orang yang perkasa”? Mereka adalah murid-murid pertama Yesus yang menaklukkan dunia seperti dia—ke-144.000 warga negara ”Israel milik Allah”. (Galatia 6:16; Yohanes 16:33; Penyingkapan 3:21; 14:1) Lalu, apa jarahannya? Berdasarkan bukti yang ada, hal itu mencakup ”pemberian berupa manusia”, yang seolah-olah Yesus rebut dari kendali Se tan dan yang ia berikan kepada sidang Kristen. (Efesus 4:8-12) Ke-144.000 ’orang yang perkasa’ juga diberi suatu bagian dari jarahan lain. Karena kemenangan mereka atas dunia ini, mereka merebut alasan apa pun dari Setan sehingga ia tidak dapat mencela Allah. Pengabdian mereka yang tak terpatahkan kepada Yehuwa meninggikan Dia, membuat hati-Nya bersukacita.
36. Apakah Yesus sadar bahwa ia menggenapi nubuat tentang Hamba Allah? Jelaskan.
36 Yesus sadar bahwa ia sedang menggenapi nubuat tentang Hamba Allah. Pada malam penangkapannya, ia mengutip kata-kata yang dicatat di Yesaya 53:12 dan menerapkannya pada dirinya sendiri, ”Aku memberi tahu kamu bahwa apa yang tertulis ini harus terlaksana dalam diriku, yakni: ’Dan ia terhitung di antara para pelanggar hukum’. Karena apa yang menyangkut aku sedang terlaksana.” (Lukas 22:36, 37) Sungguh menyedihkan, Yesus benar-benar diperlakukan seperti seorang pelanggar hukum. Ia dieksekusi sebagai seorang pelanggar hukum, dipantek di antara dua perampok. (Markus 15:27) Namun, ia bersedia menanggung celaan ini karena mengetahui sepenuhnya bahwa ia sedang menjadi penengah demi kepentingan kita. Ia seolah-olah berdiri di antara para pedosa dan pukulan hukuman mati, dan ia sendiri yang menerima pukulan itu.
37. (a) Riwayat kehidupan dan kematian Yesus memungkinkan kita untuk mengidentifikasi apa? (b) Mengapa hendaknya kita bersyukur kepada Allah Yehuwa dan Hamba-Nya yang ditinggikan, Yesus Kristus?
37 Riwayat kehidupan dan kematian Yesus memungkinkan kita untuk membuat identifikasi yang tepat: Yesus Kristus adalah Hamba Mesianik yang disebut dalam nubuat Yesaya. Seharusnya kita bersyukur bahwa Yehuwa bersedia membiarkan Putra yang dikasihi-Nya menggenapi peran nubuat sebagai Hamba itu, menderita dan mati sehingga kita dapat ditebus dari dosa dan kematian! Dengan demikian, Yehuwa memperlihatkan kasih yang besar kepada kita. Roma 5:8 mengatakan, ”Allah merekomendasikan kasihnya sendiri kepada kita dalam hal, sementara kita masih berdosa, Kristus mati bagi kita.” Juga, alangkah berterimakasihnya kita kepada Yesus Kristus, Hamba yang ditinggikan, yang bersedia mencurahkan jiwanya ke dalam kematian!
[Catatan Kaki]
a Di Yesaya 52:13, Targum Yonatan ben Uzziel (abad pertama M), yang diterjemahkan oleh J. F. Stenning, menyatakan, ”Lihat, hambaku, Pribadi Terurap (atau, Mesias), akan berhasil.” Demikian pula, Talmud Babilon (± abad ketiga M) mengatakan, ”Mesias—siapa namanya? . . . [; orang-orang] dari rumah Rabi [mengatakan, Orang yang sakit], sebagaimana yang dikatakan, ’Sesungguhnya ia memikul penyakit kita.’”—Sanhedrin 98b; Yesaya 53:4.
b Nabi Mikha menyebut Betlehem sebagai ”yang terlalu kecil untuk berada di antara ribuan dari Yehuda”. (Mikha 5:2) Namun, Betlehem yang kecil memiliki kehormatan yang luar biasa dengan menjadi kota kelahiran Mesias.
c Kata Ibrani yang diterjemahkan ”kena tulah” juga digunakan sehubungan dengan penyakit kusta. (2 Raja 15:5) Menurut beberapa pakar, ada orang Yahudi yang menyimpulkan dari Yesaya 53:4 bahwa sang Mesias adalah penderita kusta. Talmud Babilon menerapkan ayat ini kepada sang Mesias, menyebutnya, ”pakar kusta”. Douay Version Katolik, mengikuti Vulgata Latin, menerjemahkan ayat ini, ”Kami menganggapnya seperti penderita kusta.”
[Bagan di hlm. 212]
HAMBA YEHUWA
Bagaimana Yesus Memenuhi Perannya
NUBUAT
PERISTIWA
PENGGENAPAN
Diangkat dan ditinggikan
Kis. 2:34-36; Flp. 2:8-11; 1 Ptr. 3:22
Disalahgambarkan dan didiskreditkan
Mat. 11:19; 27:39-44, 63, 64; Yoh. 8:48; 10:20
Mengejutkan banyak bangsa
Mat. 24:30; 2 Tes. 1:6-10; Pny. 1:7
Tidak dipercayai
Yoh. 12:37, 38; Rm. 10:11, 16, 17
Awal hidupnya sebagai manusia sederhana dan bersahaja
Dihina dan ditolak
Mat. 26:67; Luk. 23:18-25; Yoh. 1:10, 11
Menanggung penyakit kita
Ditusuk
Menderita karena kesalahan orang lain
Tenang dan tidak mengeluh di hadapan para penuduhnya
Mat. 27:11-14; Mrk. 14:60, 61; Kis. 8:32, 35
Diadili dan dihukum dengan tidak adil
Mat. 26:57-68; 27:1, 2, 11-26; Yoh. 18:12-14, 19-24, 28-40
Dimakamkan di pekuburan orang kaya
Jiwanya ditetapkan sebagai persembahan kesalahan
Membuka jalan bagi banyak orang untuk memperoleh kedudukan yang adil-benar
Rm. 5:18, 19; 1 Ptr. 2:24; Pny. 7:14
Digolongkan dengan para pedosa
Mat. 26:55, 56; 27:38; Luk. 22:36, 37
[Gambar di hlm. 203]
’Dia dihina orang’
[Gambar di hlm. 206]
’Dia tidak membuka mulutnya’
[Keterangan]
Detail from ”Ecce Homo” by Antonio Ciseri
[Gambar di hlm. 211]
”Dia telah mencurahkan jiwanya ke dalam kematian”
-
-
Wanita Mandul BersukacitaNubuat Yesaya—Terang bagi Seluruh Umat Manusia II
-
-
Pasal Lima Belas
Wanita Mandul Bersukacita
1. Mengapa Sara mendambakan anak, dan apa pengalamannya sehubungan dengan hal ini?
SARA amat mendambakan seorang anak. Sayang sekali, ia mandul, dan hal ini sangat menyusahkan hatinya. Pada zamannya, kemandulan dipandang sebagai suatu keaiban, tetapi masih ada lagi yang membuat Sara sedih. Ia ingin sekali melihat janji Allah kepada suaminya digenapi. Abraham akan memperanakkan benih yang kelak menjadi berkat bagi semua keluarga di bumi. (Kejadian 12:1-3) Akan tetapi, puluhan tahun setelah Allah mengucapkan janji itu, belum juga ada anak yang lahir. Sara sudah lanjut usia dan belum juga mempunyai anak. Adakalanya ia mungkin bertanya-tanya apakah harapannya sia-sia. Namun, pada suatu hari keputusasaannya berubah menjadi sukacita!
2. Mengapa hendaknya kita berminat akan nubuat yang dicatat dalam Yesaya pasal 54?
2 Kesedihan Sara membantu kita mengerti nubuat yang dicatat di Yesaya pasal 54. Dalam pasal ini, Yerusalem disapa seolah-olah sebagai wanita mandul yang kemudian mengalami sukacita besar karena mempunyai banyak anak. Dengan menggambarkan umat-Nya pada zaman dahulu secara kelompok sebagai istri-Nya, Yehuwa menunjukkan perasaan-Nya yang lembut terhadap mereka. Lagi pula, pasal ini dari buku Yesaya membantu kita menyingkapkan sebuah aspek penting dari apa yang Alkitab katakan sebagai ”rahasia suci”. (Roma 16:25, 26) Identitas ”wanita” itu dan pengalaman-pengalamannya yang diuraikan dalam nubuat ini memberikan pencerahan penting tentang ibadat murni dewasa ini.
”Wanita” Itu Diidentifikasi
3. Mengapa ”wanita” mandul itu akan mempunyai alasan untuk bersukacita?
3 Pasal 54 dibuka dengan nada bahagia, ”’Bersoraklah dengan gembira, hai, wanita mandul yang tidak melahirkan! Bergembiralah dengan sorak sukacita dan bersoraklah dengan nyaring, hai, engkau yang tidak pernah merasakan sakit bersalin, sebab putra-putra dari dia yang ditelantarkan lebih banyak jumlahnya daripada putra-putra dari wanita yang mempunyai pemilik, yaitu suami,’ kata Yehuwa.” (Yesaya 54:1) Alangkah tergetarnya hati Yesaya ketika mengucapkan kata-kata ini! Dan, betapa besarnya penghiburan yang akan diterima orang-orang Yahudi buangan di Babilon ketika nubuat tersebut digenapi! Pada waktu itu, Yerusalem masih dalam keadaan telantar. Dari sudut pandang manusia, seolah-olah tidak ada harapan bahwa ia akan berpenduduk lagi, sebagaimana wanita mandul biasanya tidak dapat berharap untuk melahirkan anak pada usia lanjut. Akan tetapi, ”wanita” itu mendapatkan berkat besar di kemudian hari—ia akan menjadi subur. Yerusalem akan melimpah dengan sukacita. Ia akan kembali dipenuhi ”putra-putra”, atau penduduk.
4. (a) Bagaimana rasul Paulus membantu kita melihat bahwa Yesaya pasal 54 pasti mempunyai penggenapan yang lebih besar daripada penggenapannya pada tahun 537 SM? (b) Apakah ”Yerusalem yang di atas” itu?
4 Yesaya mungkin tidak tahu bahwa nubuatnya akan mempunyai lebih dari satu penggenapan. Rasul Paulus mengutip dari Yesaya pasal 54 dan menjelaskan bahwa ”wanita” itu menggambarkan sesuatu yang jauh lebih penting daripada kota Yerusalem yang ada di bumi. Ia menulis, ”Yerusalem yang di atas adalah merdeka, dan dialah ibu kita.” (Galatia 4:26) Apakah ”Yerusalem yang di atas” ini? Pastilah, bukan kota Yerusalem yang terletak di Tanah Perjanjian. Kota itu ada di bumi, bukan ”di atas”, di alam surgawi. ”Yerusalem yang di atas” adalah ”wanita” surgawi Allah, organisasi-Nya yang terdiri dari makhluk-makhluk roh yang perkasa.
5. Dalam drama simbolis yang dicatat di Galatia 4:22-31, siapa yang digambarkan oleh (a) Abraham? (b) Sara? (c) Ishak? (d) Hagar? (e) Ismael?
5 Namun, bagaimana Yehuwa bisa mempunyai dua wanita simbolis—satu di surga dan yang lain di bumi? Apakah ada kerancuan di sini? Sama sekali tidak. Rasul Paulus memperlihatkan bahwa jawabannya terdapat pada gambaran nubuat yang dilukiskan melalui keluarga Abraham. (Galatia 4:22-31; lihat ”Keluarga Abraham—Sebuah Gambaran Nubuat”, di halaman 218.) Sara, ”wanita merdeka” dan istri Abraham, menggambarkan organisasi Yehuwa yang seperti istri-Nya dan yang terdiri dari makhluk-makhluk roh. Hagar, seorang budak perempuan dan istri sekunder atau gundik Abraham, menggambarkan Yerusalem yang di bumi.
6. Dalam arti apa organisasi surgawi Allah mengalami masa kemandulan yang panjang?
6 Dengan latar belakang itu, kita mulai memahami makna penting Yesaya 54:1. Setelah mandul selama puluhan tahun, Sara melahirkan Ishak ketika ia berumur 90 tahun. Demikian pula, organisasi surgawi Yehuwa mengalami masa kemandulan yang panjang. Lama berselang di Eden, Yehuwa berjanji bahwa ”wanita” milik-Nya akan menghasilkan ’benih’. (Kejadian 3:15) Lebih dari 2.000 tahun kemudian, Yehuwa mengadakan perjanjian dengan Abraham tentang Benih perjanjian. Namun, ”wanita” surgawi Allah harus menunggu berabad-abad lebih lama lagi sebelum ia menghasilkan Benih itu. Sekalipun demikian, waktunya tiba manakala ”wanita” yang sebelumnya ”mandul” ini mempunyai anak-anak yang jumlahnya melebihi anak-anak Israel jasmani. Ilustrasi tentang wanita mandul ini membantu kita mengerti mengapa para malaikat begitu bersemangat untuk menyaksikan kedatangan Benih yang dinubuatkan. (1 Petrus 1:12) Kapan hal ini akhirnya terjadi?
7. Kapan ”Yerusalem yang di atas” mempunyai kesempatan untuk bersukacita, sebagaimana dinubuatkan dalam Yesaya 54:1, dan mengapa Saudara menjawab demikian?
7 Kelahiran Yesus sebagai anak manusia pasti merupakan peristiwa yang mendatangkan sukacita bagi para malaikat. (Lukas 2:9-14) Namun, hal itu bukanlah peristiwa yang dinubuatkan di Yesaya 54:1. Baru ketika Yesus diperanakkan dengan roh kudus pada tahun 29 M, ia menjadi putra rohani ”Yerusalem yang di atas”, dan di hadapan umum Allah sendiri telah meng akuinya sebagai ’Putra-Nya yang Ia kasihi’. (Markus 1:10, 11; Ibrani 1:5; 5:4, 5) Pada waktu itulah ”wanita” surgawi Allah telah mempunyai alasan untuk bersukacita, sebagai penggenapan Yesaya 54:1. Akhirnya, ia menghasilkan Benih yang dijanjikan, sang Mesias! Berakhirlah sudah masa kemandulannya selama berabad-abad. Namun, sukacitanya tidak berakhir di situ.
Banyak Putra bagi Wanita Mandul Itu
8. Mengapa ”wanita” surgawi Allah mempunyai alasan untuk bersukacita setelah menghasilkan Benih yang dijanjikan itu?
8 Setelah kematian Yesus yang disusul oleh kebangkitannya, ”wanita” surgawi Allah itu bersukacita sewaktu menerima kembali Putra yang diperkenan ini sebagai ”yang sulung dari antara orang mati”. (Kolose 1:18) Kemudian, ia mulai menghasilkan lebih banyak putra rohani. Pada hari Pentakosta 33 M, kira-kira 120 pengikut Yesus diurapi dengan roh kudus, dan dengan demikian diangkat sebagai sesama ahli waris Kristus. Kemudian pada hari itu, jumlahnya bertambah 3.000 orang lagi. (Yohanes 1:12; Kisah 1:13-15; 2:1-4, 41; Roma 8:14-16) Kelompok putra ini terus bertumbuh. Selama abad-abad permulaan kemurtadan Susunan Kristen, pertumbuhannya sangat lambat. Namun, keadaan ini berubah pada abad ke-20.
9, 10. Bagi wanita yang tinggal di kemah-kemah pada zaman dahulu, apa arti perintah untuk ’memperluas tempat kemah’, dan mengapa ini merupakan masa bersukacita untuk wanita itu?
9 Selanjutnya, Yesaya bernubuat tentang masa pertumbuhan yang luar biasa, ”Perluaslah tempat kemahmu. Biarlah mereka merentangkan kain-kain kemah tabernakel agung milikmu. Jangan menahan diri. Perpanjang tali-tali kemahmu, dan pancangkan kuat-kuat patok-patok kemahmu. Karena ke kanan dan ke kiri engkau akan keluar, dan keturunanmu bahkan akan merebut bangsa-bangsa, dan mereka akan mendiami kota-kota yang ditelantarkan. Jangan takut, karena engkau tidak akan dipermalukan; dan jangan merasa direndahkan, karena engkau tidak akan dikecewakan. Karena engkau akan melupakan bahkan rasa malu masa mudamu, dan cela masa jandamu yang berkelanjutan tidak akan kauingat lagi.”—Yesaya 54:2-4.
10 Di sini, Yerusalem dilukiskan seolah-olah ia adalah seorang istri dan ibu yang tinggal di kemah-kemah, seperti Sara. Ketika diberkati dengan keluarga yang bertambah besar, itulah waktunya bagi seorang ibu untuk memastikan agar rumahnya diperluas. Ia perlu merentangkan kain-kain dan tali-tali kemah yang lebih panjang dan memancangkan kuat-kuat patok kemah di tempat-tempat yang baru. Pekerjaan ini membuat ia bahagia, dan selama masa sibuk ini, ia mungkin mudah melupakan tahun-tahun yang menggelisahkan sewaktu ia bertanya-tanya apakah ia akan pernah mempunyai anak dan meneruskan garis keturunan keluarga.
11. (a) Bagaimana ”wanita” surgawi Allah diberkati pada tahun 1914? (Lihat catatan kaki.) (b) Sejak tahun 1919, berkat apa yang dialami kaum terurap di bumi?
11 Yerusalem di bumi diberkati dengan masa pembaruan yang luar biasa setelah pembuangan di Babilon. ”Yerusalem yang di atas” bahkan lebih diberkati lagi.a Terutama sejak tahun 1919, ’keturunannya’ yang terurap telah berkembang dalam keadaan rohani mereka yang baru dipulihkan. (Yesaya 61:4; 66:8) Mereka ”merebut bangsa-bangsa” dalam arti mereka menyebar ke banyak negeri untuk mencari orang-orang yang ingin bergabung dengan keluarga rohani mereka. Sebagai hasilnya, ada pertumbuhan yang pesat dalam pengumpulan putra-putra yang terurap. Jumlah akhir mereka, sebanyak 144.000, menjadi genap sekitar pertengahan tahun 1930-an. (Penyingkapan 14:3) Pada waktu itu, fokus pekerjaan pengabaran bukan lagi untuk mengumpulkan kaum terurap. Namun, perluasan tidak berhenti pada kaum terurap.
12. Selain kaum terurap, siapa yang telah dikumpulkan ke sidang Kristen sejak tahun 1930-an?
12 Yesus sendiri menubuatkan bahwa selain ”kawanan kecil” yang terdiri dari saudara-saudaranya yang terurap, ia akan mempunyai ”domba-domba lain” yang harus dituntun ke kandang domba Kristen sejati. (Lukas 12:32; Yohanes 10:16) Sekalipun tidak termasuk dalam kelompok putra terurap ”Yerusalem yang di atas”, rekan-rekan setia kaum terurap ini memegang peranan penting yang telah lama dinubuatkan. (Zakharia 8:23) Sejak tahun 1930-an, ”kumpulan besar” orang-orang ini telah dikumpulkan, yang menghasilkan perluasan sidang Kristen seperti yang tidak pernah terjadi sebelumnya. (Penyingkapan 7:9, 10) Dewasa ini, kumpulan besar itu berjumlah jutaan. Perluasan ini menimbulkan kebutuhan yang mendesak akan lebih banyak Balai Kerajaan, Balai Kebaktian, dan kompleks kantor cabang. Apa yang dikatakan Yesaya sangatlah tepat. Sungguh suatu hak istimewa untuk ambil bagian dalam perluasan yang dinubuatkan ini!
Seorang Ibu yang Berempati terhadap Anaknya
13, 14. (a) Kesulitan apa yang jelas terlihat sehubungan dengan beberapa ungkapan yang ditujukan kepada ”wanita” surgawi Allah? (b) Pemahaman apa yang dapat kita peroleh dari ilustrasi yang Allah gunakan tentang hubungan dalam keluarga?
13 Kita telah melihat bahwa dalam penggenapan yang lebih besar, ”wanita” dalam nubuat itu menggambarkan organisasi surgawi Yehuwa. Namun, setelah membaca Yesaya 54:4, bisa jadi kita bertanya-tanya tentang bagaimana organisasi yang terdiri dari makhluk-makhluk roh tersebut bisa dipermalukan atau dicela. Ayat-ayat selanjutnya mengatakan bahwa ”wanita” Allah akan ditolak, menderita, dan diserang. Ia bahkan akan membangkitkan kemarahan Allah. Bagaimana mungkin hal-hal seperti itu terjadi atas organisasi makhluk-makhluk roh yang sempurna dan tidak pernah berbuat dosa? Hal ini dijelaskan melalui gambaran tentang hubungan dalam sebuah keluarga.
14 Yehuwa menggunakan hubungan dalam keluarga—suami dan istri, ibu dan anak-anak—untuk menyampaikan kebenaran-kebenaran rohani yang dalam karena ilustrasi seperti itu dimengerti manusia. Tidak soal jumlah atau mutu pengalaman-pengalaman kita dalam keluarga, kita pasti dapat membayangkan bagaimana seharusnya suatu perkawinan yang baik atau hubungan yang baik antara orang tua dan anak. Sungguh hidup gambaran yang Yehuwa gunakan untuk mengajar kita tentang hubungan-Nya yang hangat, akrab, dan saling percaya dengan kelompok besar hamba-hamba rohani-Nya! Dan, sungguh mengesankan cara Ia mengajar kita bahwa organisasi surgawi-Nya memperhatikan keturunannya yang terurap di bumi! Bila hamba-hamba-Nya di bumi menderita, hamba-hamba-Nya yang setia di surga, ”Yerusalem yang di atas”, juga menderita. Demikian pula, Yesus mengatakan, ”Sejauh kamu melakukannya untuk salah seorang di antara yang paling kecil dari saudara-saudaraku [yang diurapi dengan roh] ini, kamu melakukannya untuk aku.”—Matius 25:40.
15, 16. Apa penggenapan awal Yesaya 54:5, 6, dan apa penggenapannya yang lebih besar?
15 Jadi, tidak mengherankan jika banyak hal yang dikatakan kepada ”wanita” surgawi Yehuwa menggambarkan pengalaman-pengalaman anak-anaknya di bumi. Perhatikan kata-kata ini, ”’Pembuatmu yang Agung adalah pemilik dan suamimu, Yehuwa yang berbala tentara, itulah namanya; dan Pribadi Kudus Israel adalah Pribadi Yang Membelimu Kembali. Ia akan disebut Allah atas seluruh bumi. Karena Yehuwa memanggilmu seolah-olah engkau adalah istri yang ditinggalkan sama sekali dan merasa disakiti dalam rohnya, dan sebagai istri masa muda yang kemudian ditolak,’ kata Allahmu.”—Yesaya 54:5, 6.
16 Siapakah istri yang disapa di sini? Pada penggenapan yang pertama, ia adalah Yerusalem, yang menggambarkan umat Allah. Selama 70 tahun masa pembuangan di Babilon, mereka akan merasa seolah-olah Yehuwa telah menolak mereka dan meninggalkan mereka sama sekali. Pada penggenapan yang lebih besar, kata-kata tersebut ditujukan kepada ”Yerusalem yang di atas” dan pengalamannya sewaktu ia pada akhirnya menghasilkan ’benih’ untuk menggenapi Kejadian 3:15.
Disiplin Sesaat, Berkat Kekal
17. (a) Bagaimana Yerusalem di bumi mengalami ”banjir” kemarahan ilahi? (b) ”Banjir” apa yang dialami putra-putra ”Yerusalem yang di atas”?
17 Nubuat itu selanjutnya mengatakan, ”’Karena untuk sesaat aku meninggalkan engkau sama sekali, tetapi dengan belas kasihan yang besar aku akan mengumpulkan engkau. Dengan banjir kemarahan aku menyembunyikan mukaku darimu untuk sesaat saja, tetapi dengan kebaikan hati yang penuh kasih sampai waktu yang tidak tertentu aku akan berbelaskasihan kepadamu,’ kata Yehuwa, Pribadi Yang Membelimu Kembali.” (Yesaya 54:7, 8) Yerusalem di bumi dilanda ”banjir” kemarahan Allah ketika bala tentara Babilon menyerang pada tahun 607 SM. Masa 70 tahun di pembuangan mungkin terasa lama. Namun, ujian-ujian seperti itu berlangsung ”sesaat saja” bila dibandingkan dengan berkat-berkat kekal yang tersedia bagi orang-orang yang menyambut disiplin. Demikian juga, putra-putra terurap ”Yerusalem yang di atas” merasa seolah-olah mereka telah dilanda ”banjir” murka ilahi ketika Yehuwa membiarkan mereka diserang oleh unsur-unsur politik atas desakan Babilon Besar. Namun, belakangan tindakan disiplin tersebut terasa begitu singkat dibandingkan dengan masa berkat rohani yang menyusul sejak tahun 1919!
18. Prinsip penting apa yang dapat dipahami sehubungan dengan murka Yehuwa terhadap umat-Nya, dan bagaimana hal ini mempengaruhi kita secara pribadi?
18 Ayat-ayat ini menyatakan kebenaran luhur yang lain—murka Allah cepat berlalu, tetapi belas kasihan-Nya tetap ada selamanya. Kemarahan-Nya berkobar terhadap perbuatan salah, tetapi selalu terkendali, senantiasa bertujuan. Dan, jika kita menerima disiplin Yehuwa, kemarahan-Nya berlangsung ”sesaat saja”, kemudian mereda. Kemarahan-Nya digantikan oleh ’belas kasihan-Nya yang besar’—pengampunan-Nya dan kebaikan hati-Nya yang penuh kasih. Belas kasihan-Nya ini tetap ada ”sampai waktu yang tidak tertentu”. Jadi, pada waktu kita berbuat dosa, kita hendaknya tidak pernah ragu untuk bertobat dan berupaya berdamai dengan Allah. Bila dosa itu serius, kita harus secepatnya menghampiri para penatua sidang. (Yakobus 5:14) Memang, bisa jadi kita perlu didisiplin, dan hal itu mungkin sulit dijalani. (Ibrani 12:11) Namun, disiplin itu hanya sebentar jika dibandingkan dengan berkat-berkat kekal yang mengalir karena menerima pengampunan dari Allah Yehuwa!
19, 20. (a) Apakah perjanjian pelangi itu, dan bagaimana perjanjian tersebut relevan bagi orang-orang buangan di Babilon? (b) ’Perjanjian damai’ memberikan jaminan apa kepada orang-orang Kristen terurap dewasa ini?
19 Sekarang Yehuwa memberi umat-Nya jaminan yang menghibur, ”’Bagiku, ini sama seperti zaman Nuh. Sama seperti aku telah bersumpah bahwa air pada zaman Nuh tidak akan lagi meliputi bumi, demikianlah aku telah bersumpah bahwa aku tidak akan menjadi marah terhadap engkau atau menghardik engkau. Sebab gunung-gunung dapat disingkirkan, dan bukit-bukit dapat goyah, tetapi kebaikan hatiku yang penuh kasih tidak akan disingkirkan darimu, ataupun perjanjian damaiku goyah,’ kata Yehuwa, Pribadi yang berbelaskasihan kepadamu.” (Yesaya 54:9, 10) Setelah Air Bah, Allah mengadakan suatu perjanjian—adakalanya dikenal sebagai perjanjian pelangi—dengan Nuh dan setiap jiwa lainnya yang hidup. Yehuwa berjanji bahwa Ia tidak akan pernah lagi membinasakan bumi dengan menggunakan sarana banjir global. (Kejadian 9:8-17) Apa artinya hal ini bagi Yesaya dan umat-Nya?
20 Sangat menghibur untuk tahu bahwa hukuman yang mereka harus jalani—pembuangan selama 70 tahun di Babilon—akan terjadi hanya sekali. Setelah selesai, pembuangan itu tidak akan terjadi lagi. Sejak saat itu, ’perjanjian damai’ Allah akan berlaku. Kata Ibrani untuk ’damai’ tidak hanya memaksudkan tidak ada perang, tetapi juga kesejahteraan dalam segala hal. Di pihak Yehuwa, perjanjian ini bersifat permanen. Bukit dan gunung akan lebih cepat lenyap daripada kebaikan hati-Nya yang penuh kasih terhadap umat-Nya yang setia. Sayang sekali, bangsa-Nya di bumi akhirnya tidak akan dapat hidup sesuai dengan perjanjian itu dan akan menghancurkan perdamaian mereka sendiri dengan menolak sang Mesias. Akan tetapi, keadaan putra-putra ”Yerusalem yang di atas” akan jauh lebih baik. Setelah masa disiplin yang sulit berakhir, mereka mendapat jaminan perlindungan ilahi.
Keamanan Rohani Umat Allah
21, 22. (a) Mengapa dikatakan bahwa ”Yerusalem yang di atas” menderita dan diombang-ambingkan badai yang hebat? (b) Bagaimana keadaan penuh berkat yang dinikmati ”wanita” surgawi Allah menunjukkan keadaan ’keturunannya’ di bumi?
21 Yehuwa selanjutnya menubuatkan keamanan bagi umat-Nya yang setia, ”Hai, wanita yang menderita, yang diombang-ambingkan badai yang hebat, yang tidak terhiburkan, lihat! aku meletakkan batu-batumu dengan adukan semen, dan aku akan meletakkan fondasimu dengan batu safir. Aku akan membuat pagar di atapmu dari batu mirah, dan gerbang-gerbangmu dari permata yang merah menyala, dan semua garis batas daerahmu dari batu-batu yang indah dipandang. Semua putramu akan menjadi orang-orang yang diajar oleh Yehuwa, dan damai putra-putramu akan berlimpah. Engkau akan didirikan dengan kokoh dalam keadilbenaran. Engkau akan jauh dari penindasan—sebab engkau tidak akan takut terhadap apa pun—dan dari apa pun yang menakutkan, karena itu tidak akan mendekati engkau. Jika ada yang menyerang, itu bukan atas perintahku. Siapa pun yang menyerang engkau, akan jatuh karena engkau.”—Yesaya 54:11-15.
22 Tentu saja, ”wanita” Yehuwa di alam roh belum pernah secara langsung menderita atau diombang-ambingkan badai yang hebat. Akan tetapi, ia menderita ketika ’keturunannya’ yang terurap di bumi menderita, terutama ketika mereka berada dalam penawanan secara rohani selama tahun 1918-19. Sebaliknya, pada waktu ”wanita” surgawi itu ditinggikan, hal ini menggambarkan keadaan serupa yang sedang dialami keturunannya. Kemudian, perhatikan gambaran yang cemerlang tentang ”Yerusalem yang di atas”. Batu-batu berharga pada gerbang-gerbangnya, ”adukan semen” yang mahal, fondasinya, dan bahkan garis batas daerahnya menunjukkan ”keindahan, kemegahan, kemurnian, kekuatan, dan kekokohan”, demikian tulis sebuah karya referensi. Apa yang akan menuntun orang-orang Kristen terurap kepada keadaan yang begitu aman dan penuh berkat?
23. (a) Apa pengaruh ’ajaran Yehuwa’ terhadap orang-orang Kristen terurap pada hari-hari terakhir? (b) Dalam arti apa umat Allah telah diberkati dengan ’garis batas daerah dari batu-batu yang indah dipandang’?
23 Ayat 13 dari Yesaya pasal 54 memberikan kuncinya—semua akan ”diajar oleh Yehuwa”. Yesus sendiri menerapkan kata-kata dari ayat ini pada para pengikutnya yang terurap. (Yohanes 6:45) Nabi Daniel menubuatkan bahwa selama ”zaman akhir”, kaum terurap akan diberkati dengan pengetahuan yang benar dan pemahaman rohani yang limpah. (Daniel 12:3, 4) Pemahaman seperti itu memungkinkan mereka memelopori kampanye pendidikan terbesar sepanjang sejarah, menyebarkan ajaran ilahi ke seluruh bumi. (Matius 24:14) Pada waktu yang sama, pemahaman sedemikian telah membantu mereka melihat perbedaan antara agama yang benar dan yang palsu. Yesaya 54:12 menyebutkan ’garis batas daerah dari batu-batu yang indah dipandang’. Sejak tahun 1919, Yehuwa telah memberi kaum terurap pengertian yang sangat jelas mengenai garis batas daerah—garis-garis demarkasi rohani—yang memisahkan mereka dari agama palsu dan unsur-unsur tidak saleh dunia ini. (Yehezkiel 44:23; Yohanes 17:14; Yakobus 1:27) Dengan demikian, mereka terpisah sebagai umat milik Allah.—1 Petrus 2:9.
24. Bagaimana kita dapat memastikan bahwa kita diajar oleh Yehuwa?
24 Oleh karena itu, kita masing-masing hendaknya bertanya kepada diri sendiri, ’Apakah saya diajar Yehuwa?’ Kita tidak menerima pengajaran seperti itu secara otomatis. Kita harus mengerahkan upaya. Jika kita membaca Firman Allah secara teratur serta merenungkannya dan jika kita menerima pengajaran dengan membaca lektur berdasarkan Alkitab yang diterbitkan oleh ”budak yang setia dan bijaksana” serta mempersiapkan diri untuk perhimpunan dan menghadirinya, kita akan diajar oleh Yehuwa. (Matius 24:45-47) Jika kita mengerahkan upaya untuk menerapkan apa yang kita pelajari dan tetap sadar dan berjaga-jaga secara rohani, ajaran ilahi akan membuat kita berbeda dari orang-orang yang berada di dunia yang tidak saleh ini. (1 Petrus 5:8, 9) Bahkan lebih jauh lagi, upaya seperti itu akan membantu kita ’mendekat kepada Allah’.—Yakobus 1:22-25; 4:8.
25. Janji Allah tentang damai berarti apa bagi umat-Nya pada zaman modern?
25 Nubuat Yesaya juga memperlihatkan bahwa kaum terurap diberkati dengan kedamaian yang limpah. Apakah ini berarti mereka tidak pernah diserang? Tentu tidak, tetapi Allah memberi jaminan bahwa Ia tidak akan memerintahkan serangan-serangan demikian dan juga tidak akan membiarkan semua itu berhasil. Kita membaca, ”’Lihat! Aku telah menciptakan perajin, orang yang mengembus api pada bara dan menghasilkan senjata sebagai karyanya. Aku juga telah menciptakan orang yang merusak untuk pekerjaan penghancuran. Senjata apa pun yang ditempa untuk melawanmu tidak akan berhasil, dan setiap lidah yang bangkit melawanmu di pengadilan akan kauhukum. Inilah milik pusaka hamba-hamba Yehuwa, dan keadilbenaran mereka berasal dariku,’ demikian ucapan Yehuwa.”—Yesaya 54:16, 17.
26. Mengapa kita dapat berbesar hati karena tahu bahwa Yehuwa adalah Pencipta seluruh umat manusia?
26 Untuk kedua kalinya dalam pasal ini dari buku Yesaya, Yehuwa mengingatkan hamba-hamba-Nya bahwa Ia adalah Pencipta. Sebelumnya, Ia memberi tahu istri simbolis-Nya bahwa Ia adalah ’Pembuat Agung’-nya. Sekarang Ia mengatakan bahwa Ia adalah Pencipta seluruh umat manusia. Ayat 16 menggambarkan se orang perajin logam yang meniupi bara pemanas logam seraya ia menempa dan menciptakan senjata penghancur, dan menggambarkan seorang pejuang, ”orang yang merusak untuk pekerjaan penghancuran”. Orang-orang seperti ini mungkin merupakan gambaran yang menakutkan bagi sesama mereka, tetapi bagaimana mereka dapat berharap untuk menang melawan Pencipta mereka sendiri? Begitu pula dewasa ini, jika bala tentara dunia yang paling kuat pun menyerang umat Yehuwa, mereka tidak berpeluang untuk menang telak. Bagaimana hal ini bisa terjadi?
27, 28. Selama masa yang sulit ini, tentang hal apa kita dapat merasa yakin, dan mengapa kita tahu bahwa serangan-serangan Setan terhadap kita akan terbukti tidak efektif?
27 Serangan jahat terhadap umat Allah dan ibadat mereka yang dengan roh dan kebenaran telah berlalu. (Yohanes 4:23, 24) Yehuwa membiarkan Babilon Besar mengadakan satu serangan yang untuk sementara tampaknya berhasil. Untuk waktu yang singkat, ”Yerusalem yang di atas” melihat keturunannya hampir dibungkam sewaktu pekerjaan pengabaran di bumi nyaris terhenti. Hal itu tidak pernah akan terjadi lagi! Sekarang ia dibuat bersukacita oleh putra-putranya, karena dalam arti rohani, mereka tak terkalahkan. (Yohanes 16:33; 1 Yohanes 5:4) Oh, ada senjata-senjata yang dibuat untuk menyerang mereka, dan masih akan ada lagi. (Penyingkapan 12:17) Akan tetapi, semuanya ini tidak akan berhasil. Setan tidak mempunyai senjata yang dapat mengalahkan iman dan gairah membara yang dimiliki kaum terurap dan rekan-rekan mereka. Kedamaian rohani ini adalah ”milik pusaka hamba-hamba Yehuwa”, sehingga tidak ada orang yang dapat merampasnya dari mereka.—Mazmur 118:6; Roma 8:38, 39.
28 Tidak, tidak ada yang dapat dilakukan dunia Setan untuk menghentikan pekerjaan dan ibadat Allah yang bersih dan kokoh yang dilakukan hamba-hamba-Nya yang berbakti. Keturunan terurap ”Yerusalem yang di atas” merasa sangat terhibur karena jaminan itu. Demikian pula dengan para anggota kumpulan besar. Semakin banyak kita tahu tentang organisasi surgawi Yehuwa dan cara ia berurusan dengan para penyembah-Nya di bumi, semakin kuat pula iman kita. Selama iman kita kuat, senjata-senjata Setan akan terbukti tidak berguna dalam peperangannya melawan kita!
[Catatan Kaki]
a Menurut Penyingkapan 12:1-17, ”wanita” Allah memperoleh berkat besar dengan melahirkan ’keturunan’ yang paling penting—bukan putra rohani secara perorangan, melainkan Kerajaan Mesianik di surga. Kelahiran ini terjadi pada tahun 1914. (Lihat Wahyu—Klimaksnya yang Menakjubkan Sudah Dekat!, halaman 177-86.) Nubuat Yesaya berfokus pada sukacita yang dialami ”wanita” Allah ini oleh karena berkat Allah atas putra-putranya yang terurap di bumi.
[Kotak di hlm. 218, 219]
Keluarga Abraham—Sebuah Gambaran Nubuat
Rasul Paulus menerangkan bahwa keluarga Abraham adalah suatu drama simbolis, sebuah gambaran nubuat tentang hubungan antara Yehuwa dengan organisasi surgawi-Nya dan dengan bangsa Israel di bumi yang berada di bawah perjanjian Hukum Musa.—Galatia 4:22-31.
Abraham, sebagai kepala keluarga, menggambarkan Allah Yehuwa. Kerelaan Abraham untuk mempersembahkan putranya yang Ia kasihi, Ishak, sebagai korban menggambarkan kerelaan Yehuwa untuk mempersembahkan Putra-Nya sendiri yang Ia kasihi sebagai korban bagi dosa umat manusia.—Kejadian 22:1-13; Yohanes 3:16.
Sara menggambarkan ”istri” surgawi Allah, organisasi-Nya yang terdiri dari makhluk-makhluk rohani. Organisasi surgawi itu cocok digambarkan sebagai istri Yehuwa, karena ia bergaul akrab dengan Yehuwa, dan tunduk kepada kekepalaan-Nya, dan sepenuhnya bekerja sama dalam menggenapi maksud-tujuan-Nya. Ia juga disebut ”Yerusalem yang di atas”. (Galatia 4:26) ”Wanita” yang sama disebutkan di Kejadian 3:15, dan ia digambarkan dalam penglihatan di Penyingkapan 12:1-6, 13-17.
Ishak menggambarkan Benih rohani dari wanita milik Allah. Khususnya, benih ini adalah Yesus Kristus. Namun, benih ini juga mencakup saudara-saudara terurap Kristus, yang diangkat menjadi putra-putra rohani dan sesama ahli waris bersama Kristus.—Roma 8:15-17; Galatia 3:16, 29.
Hagar, istri sekunder atau gundik Abraham, adalah se orang budak. Ia cocok menggambarkan Yerusalem di bumi, tempat berlakunya kaidah Hukum Musa yang menyingkapkan kepada semua orang yang berada di bawah hukum tersebut bahwa mereka adalah budak dosa dan kematian. Paulus mengatakan bahwa ”Hagar ini mengartikan Sinai, sebuah gunung di negeri Arab”, karena perjanjian Hukum mulai diberlakukan di sana.—Galatia 3:10, 13; 4:25.
Ismael, putra Hagar, menggambarkan orang Yahudi pada abad pertama, putra-putra Yerusalem yang masih diperbudak Hukum Musa. Sebagaimana Ismael menganiaya Ishak, orang-orang Yahudi menganiaya orang-orang Kristen, yang merupakan putra-putra terurap Sara simbolis, ”Yerusalem yang di atas”. Dan, sebagaimana Abraham menyuruh Hagar dan Ismael pergi, Yehuwa akhirnya mengusir Yerusalem dan putra-putranya yang suka memberontak.—Matius 23:37, 38.
[Gambar di hlm. 220]
Setelah dibaptis, Yesus diurapi dengan roh kudus, dan mulailah penggenapan yang paling penting atas Yesaya 54:1
[Gambar di hlm. 225]
Yehuwa menyembunyikan wajah-Nya dari Yerusalem ”untuk sesaat saja”
[Gambar di hlm. 231]
Dapatkah pejuang dan perajin logam menang melawan Pencipta mereka?
-
-
Berita Harapan bagi para Tawanan yang Patah SemangatNubuat Yesaya—Terang bagi Seluruh Umat Manusia II
-
-
Pasal Enam Belas
Berita Harapan bagi para Tawanan yang Patah Semangat
1. Gambarkan keadaan orang Yahudi buangan di Babilon.
WAKTU itu adalah masa yang suram dalam sejarah Yehuda. Umat perjanjian Allah telah diambil secara paksa dari tanah asal mereka dan kini merana sebagai tawanan di Babilon. Memang, mereka mendapat kebebasan sampai taraf tertentu untuk melakukan urusan mereka sehari-hari. (Yeremia 29:4-7) Ada yang memperoleh keterampilan profesional atau terlibat dalam usaha komersial.a (Nehemia 3:8, 31, 32) Meskipun demikian, kehidupan orang Yahudi yang ditawan tidak mudah. Mereka terbelenggu, baik secara jasmani maupun rohani. Mari kita lihat keadaan mereka.
2, 3. Bagaimana pembuangan orang Yahudi mempengaruhi ibadat mereka kepada Yehuwa?
2 Sewaktu bala tentara Babilon membinasakan Yerusalem pada tahun 607 SM, mereka tidak hanya menghancurkan suatu bangsa; mereka juga memberikan pukulan kepada ibadat yang sejati. Mereka menjarah bait Yehuwa dan membinasakannya, melumpuhkan penyelenggaraan keimamannya dengan menawan beberapa orang dari suku Lewi dan membunuh yang lain-lainnya. Tanpa rumah ibadat, tanpa mezbah, dan tanpa keimaman yang diorganisasi, mustahil bagi orang Yahudi untuk mempersembahkan korban kepada Allah yang benar sebagaimana ditetapkan Hukum.
3 Orang-orang Yahudi yang setia masih dapat mempertahankan identitas agama mereka dengan mempraktekkan sunat dan mengikuti Hukum sebisa mungkin. Misalnya, mereka dapat menjauhi makanan yang dilarang dan menjalankan Sabat. Namun, dengan melakukan hal itu, mereka mengambil risiko diperolok-olok para penawan mereka, karena orang Babilon menganggap upacara agama orang Yahudi sebagai kebodohan. Keadaan orang buangan yang patah semangat tampak dalam kata-kata sang pemazmur, ”Di tepi sungai-sungai Babilon—di sanalah kami duduk. Kami juga menangis apabila kami mengingat Zion. Pada pohon-pohon poplar di negeri itu kami menggantungkan harpa kami. Karena di sanalah orang-orang yang menawan kami meminta kami untuk menyanyi, dan orang-orang yang mencemooh kami—untuk bersukacita, ’Nyanyikanlah bagi kami salah satu nyanyian Zion.’”—Mazmur 137:1-3.
4. Mengapa sia-sia bagi orang Yahudi untuk mencari keselamatan dari bangsa-bangsa lain, tetapi kepada siapa mereka dapat berpaling mencari bantuan?
4 Kalau begitu, kepada siapa orang Yahudi tawanan berpaling untuk mencari penghiburan? Dari mana datangnya keselamatan mereka? Tentu saja, bukan dari bangsa-bangsa tetangga! Mereka semua tidak berdaya melawan bala tentara Babilon, dan banyak yang bermusuhan dengan orang Yahudi. Namun, bukan berarti keadaan mereka sudah tanpa harapan. Yehuwa, yang kepada-Nya mereka memberontak sewaktu mereka masih merdeka, dengan murah hati mengulurkan undangan yang membesarkan hati kepada mereka, meskipun mereka berada di pembuangan.
”Datanglah, di Sini Ada Air”
5. Apa makna kata-kata ”datanglah, di sini ada air”?
5 Melalui nubuat kepada Yesaya, Yehuwa berbicara kepada orang Yahudi yang ditawan di Babilon, ”Hai, semua orang yang haus! Datanglah, di sini ada air. Dan semua orang yang tidak mempunyai uang! Marilah, belilah dan makanlah. Ya, marilah, belilah anggur dan susu tanpa uang dan dengan cuma-cuma.” (Yesaya 55:1) Kata-kata ini kaya akan lambang. Misalnya, perhatikanlah undangan ini, ”Datanglah, di sini ada air.” Tanpa air, mustahil ada kehidupan. Tanpa cairan yang berharga ini, kita manusia hanya dapat bertahan selama satu minggu saja. Oleh karena itu, tepatlah jika Yehuwa menggunakan air sebagai suatu kiasan mengingat pengaruh kata-kata-Nya atas orang-orang Yahudi tawanan. Berita-Nya akan menyegarkan mereka, seperti air sejuk di hari yang panas. Hal itu akan mengangkat mereka dari keadaan tertekan, seraya memuaskan dahaga mereka akan kebenaran dan keadilbenaran. Dan, hal itu juga akan menanamkan dalam diri mereka harapan akan kebebasan dari penawanan. Namun, untuk mendapatkan manfaatnya, orang Yahudi buangan harus meminum berita Allah, yaitu memperhatikannya, dan bertindak selaras dengannya.
6. Apa manfaatnya jika orang Yahudi membeli ”anggur dan susu”?
6 Yehuwa juga menawarkan ”anggur dan susu”. Susu menguatkan tubuh yang masih muda dan membantu anak-anak bertumbuh. Demikian pula, kata-kata Yehuwa akan menguatkan umat-Nya secara rohani dan memungkinkan mereka untuk memperkuat hubungan dengan Dia. Namun, bagaimana dengan anggur? Anggur sering digunakan dalam acara-acara istimewa. Dalam Alkitab, anggur dikaitkan dengan kemakmuran dan sukacita. (Mazmur 104:15) Dengan menyuruh umat-Nya untuk ’membeli anggur’, Yehuwa meyakinkan mereka bahwa jika mereka dengan sepenuh hati kembali kepada ibadat sejati, mereka pasti akan ”bersukacita”.—Ulangan 16:15; Mazmur 19:8; Amsal 10:22.
7. Mengapa keibaan hati Yehuwa terhadap orang-orang buangan sangat istimewa, dan hal ini mengajarkan apa kepada kita tentang diri-Nya?
7 Betapa besar belas kasihan Yehuwa untuk memberikan penyegaran rohani seperti itu kepada orang Yahudi buangan! Keibaan hati-Nya lebih istimewa lagi bila kita mengingat ketidaktaatan dan pemberontakan orang Yahudi di masa lalu. Mereka sebenarnya tidak layak mendapat perkenan Yehuwa. Namun, sang pemazmur Daud menulis beberapa abad sebelumnya, ”Yehuwa itu berbelaskasihan dan murah hati, lambat marah dan berlimpah dengan kebaikan hati yang penuh kasih. Tidak untuk selamanya ia mengecam, ataupun kesal sampai waktu yang tidak tertentu.” (Mazmur 103:8, 9) Sebaliknya dari membinasakan umat-Nya, Yehuwa mengambil langkah pertama menuju rekonsiliasi. Sungguh, Ia adalah Allah yang ”senang akan kebaikan hati yang penuh kasih”.—Mikha 7:18.
Kepercayaan yang Salah Tempat
8. Kepada siapa banyak orang Yahudi percaya, meskipun ada peringatan apa?
8 Sampai saat itu, banyak orang Yahudi belum sepenuhnya percaya akan keselamatan dari Yehuwa. Misalnya, sebelum Yerusalem jatuh, para penguasanya mencari dukungan dari bangsa-bangsa yang kuat, seolah-olah melacurkan diri, baik kepada Mesir maupun kepada Babilon. (Yehezkiel 16:26-29; 23:14) Dengan alasan yang baik, Yeremia memperingatkan mereka, ”Terkutuklah laki-laki yang percaya kepada manusia dan menjadikan daging sebagai lengannya, dan yang hatinya berpaling dari Yehuwa.” (Yeremia 17:5) Namun, begitulah tepatnya yang dilakukan umat Allah!
9. Bagaimana banyak orang Yahudi ”mengeluarkan uang untuk sesuatu yang bukan roti”?
9 Kini mereka diperbudak oleh salah satu bangsa yang mereka percayai. Apakah mereka menarik pelajaran dari hal ini? Kemungkinan, banyak yang tidak, karena Yehuwa bertanya, ”Mengapa kamu sekalian terus mengeluarkan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan mengapa kamu berjerih lelah untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan?” (Yesaya 55:2a) Jika orang Yahudi tawanan mempercayai orang lain selain Yehuwa, mereka ”mengeluarkan uang untuk sesuatu yang bukan roti”. Mereka sudah pasti tidak akan mendapatkan kebebasan dari Babilon yang tidak pernah memiliki kebijakan untuk mengizinkan tawanannya pulang. Sebenarnya, Babilon, dengan imperialisme, komersialisme, dan ibadat palsunya, tidak punya apa-apa yang bisa ditawarkan kepada orang Yahudi buangan.
10. (a) Bagaimana Yehuwa akan memberikan imbalan kepada orang Yahudi buangan jika mereka mendengarkan-Nya? (b) Perjanjian apa yang Yehuwa adakan dengan Daud?
10 Yehuwa mengimbau umat-Nya, ”Dengarkan aku baik-baik, dan makanlah apa yang baik, dan biarlah jiwamu mendapatkan kesenangan besar dari apa yang berlemak. Condongkan telingamu dan datanglah kepadaku. Dengarkanlah, maka jiwamu akan tetap hidup, dan aku akan mengadakan suatu perjanjian dengan kamu sekalian yang akan berlaku sampai waktu yang tidak tertentu sehubungan dengan kebaikan-kebaikan hati yang penuh kasih, yang setia, yang ditunjukkan kepada Daud.” (Yesaya 55:2b, 3) Satu-satunya harapan bagi orang-orang yang kekurangan gizi rohani ada di tangan Yehuwa, yang sekarang berbicara kepada mereka dalam nubuat melalui Yesaya. Nyawa mereka bergantung pada mendengarkan berita Allah, karena Ia menyatakan bahwa dengan demikian, ’jiwa mereka akan tetap hidup’. Namun, apa sebenarnya ’perjanjian yang akan berlaku sampai waktu yang tidak tertentu’ yang akan Yehuwa adakan dengan orang-orang yang menyambut-Nya? Perjanjian itu ’berhubungan dengan kebaikan-kebaikan hati yang penuh kasih yang ditunjukkan kepada Daud’. Berabad-abad sebelumnya, Yehuwa berjanji kepada Daud bahwa takhtanya akan menjadi ”kokoh sampai waktu yang tidak tertentu”. (2 Samuel 7:16) Oleh karena itu, ’perjanjian yang akan berlaku sampai waktu yang tidak tertentu’ yang disebutkan di sini berhubungan dengan pemerintahan.
Ahli Waris Permanen untuk Kerajaan Abadi
11. Mengapa penggenapan janji Allah kepada Daud tampak mustahil bagi orang-orang buangan di Babilon?
11 Memang, gagasan tentang pemerintahan garis keturunan Daud mungkin tampak mustahil bagi orang Yahudi buangan itu. Mereka telah kehilangan tanah mereka dan bahkan status mereka sebagai bangsa! Namun, hal itu hanya untuk sementara. Yehuwa tidak melupakan perjanjian-Nya dengan Daud. Tidak soal seberapa kecil kemungkinannya dari sudut pandang manusia, maksud-tujuan Allah sehubungan dengan Kerajaan yang abadi melalui garis keturunan Daud akan berhasil. Namun, bagaimana dan kapan? Pada tahun 537 SM, Yehuwa membebaskan umat-Nya dari penawanan Babilon dan memulihkan mereka ke tanah asal mereka. Apakah hal ini menghasilkan berdirinya suatu kerajaan yang bertahan untuk waktu yang tidak tertentu? Tidak, mereka terus dijajah imperium kafir lain, Media-Persia. ”Waktu yang ditetapkan” bagi pemerintahan bangsa-bangsa belum berakhir. (Lukas 21:24) Dengan tidak adanya raja di Israel, janji Yehuwa kepada Daud baru dapat digenapi berabad-abad kemudian.
12. Langkah apa yang Yehuwa ambil untuk menggenapi perjanjian Kerajaan yang Ia adakan dengan Daud?
12 Lebih dari 500 tahun setelah pembebasan Israel dari penawanan Babilon, Yehuwa mengambil langkah penting untuk menggenapi perjanjian Kerajaan sewaktu Ia memindahkan kehidupan Putra sulung-Nya, awal karya ciptaan-Nya, dari kemuliaan surgawi ke rahim seorang perawan Yahudi, Maria. (Kolose 1:15-17) Sewaktu mengumumkan peristiwa itu, malaikat Yehuwa memberi tahu Maria, ”Ia akan menjadi besar dan akan disebut Putra dari Yang Mahatinggi; dan Allah Yehuwa akan memberikan kepadanya takhta Daud, bapaknya, dan ia akan berkuasa sebagai raja atas keturunan Yakub selama-lamanya, dan kerajaannya tidak akan berakhir.” (Lukas 1:32, 33) Jadi, Yesus lahir dari dinasti Daud dan mewarisi hak sebagai raja. Setelah ditakhtakan, Yesus akan memerintah untuk ”waktu yang tidak tertentu”. (Yesaya 9:7; Daniel 7:14) Dengan demikian, kini terbukalah jalan untuk penggenapan janji Yehuwa yang dibuat berabad-abad yang lalu, yaitu memberi Raja Daud ahli waris yang permanen.
’Komandan atas Kelompok-Kelompok Bangsa’
13. Bagaimana Yesus adalah ”saksi bagi kelompok-kelompok bangsa”, baik selama pelayanannya maupun setelah kenaikannya?
13 Apa yang akan dilakukan calon raja ini? Yehuwa mengatakan, ”Lihat! Sebagai saksi bagi kelompok-kelompok bangsa aku telah memberikan dia, sebagai pemimpin dan komandan, kepada kelompok-kelompok bangsa.” (Yesaya 55:4) Setelah Yesus dewasa, ia menjadi wakil Allah di bumi, saksi Allah kepada bangsa-bangsa. Selama kehidupannya sebagai manusia, pelayanannya ditujukan kepada ”domba-domba yang hilang dari keturunan Israel”. Akan tetapi, tidak lama sebelum kenaikannya ke surga, Yesus mengatakan kepada para pengikutnya, ”Karena itu pergilah dan buatlah orang-orang dari segala bangsa menjadi murid . . . Lihat! aku menyertai kamu sepanjang masa sampai penutup sistem ini.” (Matius 10:5, 6; 15:24; 28:19, 20) Oleh karena itu, pada waktunya, berita Kerajaan disampaikan kepada orang non-Yahudi, dan beberapa dari antara mereka turut menerima penggenapan perjanjian yang diadakan dengan Daud. (Kisah 13:46) Dengan cara ini, bahkan setelah kematian, kebangkitan, dan kenaikannya ke surga, Yesus terus menjadi ”saksi [Yehuwa] bagi kelompok-kelompok bangsa”.
14, 15. (a) Bagaimana Yesus membuktikan dirinya sebagai ”pemimpin dan komandan”? (b) Prospek apa yang dimiliki para pengikut Yesus pada abad pertama?
14 Yesus juga harus menjadi ”pemimpin dan komandan”. Seperti yang dijelaskan dalam nubuat ini, sewaktu berada di bumi, Yesus sepenuhnya menerima tanggung jawab kekepalaannya dan mengambil pimpinan dalam setiap segi, menarik perhatian kumpulan besar orang banyak, mengajarkan firman kebenaran kepada mereka, dan memperlihatkan manfaat yang akan diperoleh orang-orang yang mengikuti kepemimpinannya. (Matius 4:24; 7:28, 29; 11:5) Ia melatih murid-muridnya dengan efektif, mempersiapkan mereka untuk melakukan kampanye pengabaran yang terbentang di hadapan mereka. (Lukas 10:1-12; Kisah 1:8; Kolose 1:23) Hanya dalam waktu tiga setengah tahun, Yesus membubuh dasar untuk suatu sidang internasional yang bersatu, yang beranggotakan ribuan orang dari berbagai ras! Hanya ”pemimpin dan komandan” sejati yang dapat melaksanakan tugas yang sangat berat ini.b
15 Orang-orang yang dikumpulkan ke dalam sidang Kristen pada abad pertama diurapi dengan roh kudus Allah, dan mereka memiliki prospek untuk menjadi rekan-rekan penguasa bersama Yesus dalam Kerajaan surgawinya. (Penyingkapan 14:1) Namun, nubuat Yesaya melihat jauh melampaui zaman Kekristenan yang mula-mula. Bukti-bukti memperlihatkan bahwa Yesus Kristus baru memerintah sebagai Raja Kerajaan Allah pada tahun 1914. Tidak lama setelah itu, suatu keadaan berkembang di antara orang-orang Kristen terurap di bumi yang banyak persamaannya dengan keadaan yang terjadi atas orang Yahudi buangan pada abad keenam SM. Sebenarnya, apa yang terjadi pada orang-orang Kristen itu adalah penggenapan yang lebih besar atas nubuat Yesaya.
Penawanan dan Pembebasan Zaman Modern
16. Tekanan apa yang menyusul setelah Yesus ditakhtakan pada tahun 1914?
16 Ditakhtakannya Yesus sebagai Raja pada tahun 1914 ditandai dengan kesusahan dunia yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Mengapa? Karena setelah menjadi Raja, Yesus mengusir Setan dan makhluk-makhluk roh lain yang jahat dari surga. Setelah kegiatannya dibatasi hanya di bumi, Setan mulai memerangi orang-orang kudus yang tersisa, kaum sisa orang-orang Kristen terurap. (Penyingkapan 12:7-12, 17) Klimaksnya datang pada tahun 1918 sewaktu pekerjaan pengabaran kepada umum nyaris terhenti dan para penanggung jawab Lembaga Menara Pengawal dipenjarakan atas tuduhan palsu menghasut. Dengan demikian, hamba-hamba Yehuwa zaman modern memasuki penawanan rohani, yang mengingatkan kepada penawanan jasmani orang Yahudi zaman dahulu. Mereka menanggung celaan besar.
17. Bagaimana keadaan kaum terurap berubah pada tahun 1919, dan bagaimana mereka kemudian dikuatkan?
17 Namun, keadaan hamba-hamba Allah yang terurap sebagai tawanan tidak akan berlangsung lama. Pada tanggal 26 Maret 1919, para penanggung jawab Lembaga Menara Pengawal yang dipenjara dibebaskan, dan belakangan semua tuduhan terhadap mereka dicabut. Yehuwa mencurahkan roh kudus-Nya ke atas umat-Nya yang baru dibebaskan, menguatkan mereka untuk pekerjaan yang menanti mereka. Dengan bersukacita, mereka menyambut undangan untuk ”mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma”. (Penyingkapan 22:17) Mereka membeli ”anggur dan susu tanpa uang dan dengan cuma-cuma” serta dikuatkan secara rohani untuk ekspansi menakjubkan yang akan terjadi, sesuatu yang sebelumnya tidak diantisipasi kaum sisa terurap.
Suatu Kumpulan Besar Berlari kepada Kaum Terurap Milik Allah
18. Di antara murid-murid Yesus terdapat dua kelompok apa, dan mereka membentuk apa dewasa ini?
18 Murid-murid Yesus mempunyai salah satu di antara dua harapan. Pertama, suatu ”kawanan kecil” yang berjumlah 144.000 telah dikumpulkan—orang-orang Kristen terurap yang berlatar belakang Yahudi dan Kafir yang adalah ”Israel milik Allah” dan memiliki harapan untuk memerintah bersama Yesus dalam Kerajaan surgawinya. (Lukas 12:32; Galatia 6:16; Penyingkapan 14:1) Kedua, pada hari-hari terakhir, ”kumpulan besar” dari ”domba-domba lain” tampil. Mereka memiliki harapan untuk hidup selama-lamanya dalam firdaus di bumi. Sebelum kesengsaraan besar berkecamuk, kumpulan besar ini—yang jumlahnya tidak ditetapkan sebelumnya—melayani bersama kawanan kecil, dan kedua kelompok ini membentuk ”satu kawanan” di bawah ”satu gembala”.—Penyingkapan 7:9, 10; Yohanes 10:16.
19. Bagaimana ”suatu bangsa” yang sebelumnya tidak dikenal oleh Israel milik Allah menyambut panggilan dari bangsa rohani itu?
19 Pengumpulan kumpulan besar ini dapat diketahui dari kata-kata berikutnya dalam nubuat Yesaya, ”Lihat! Suatu bangsa yang tidak kaukenal akan kaupanggil, dan mereka yang berasal dari suatu bangsa yang tidak mengenal engkau bahkan akan berlari kepadamu, demi Yehuwa, Allahmu, dan bagi Pribadi Kudus Israel, sebab ia telah membuatmu indah.” (Yesaya 55:5) Pada tahun-tahun setelah pembebasan mereka dari penawanan rohani, kaum sisa terurap tadinya belum mengerti bahwa sebelum Armagedon, mereka akan berperan penting dalam memanggil suatu ”bangsa” besar untuk datang beribadat kepada Yehuwa. Namun, seraya waktu berlalu, banyak orang berhati jujur yang tidak memiliki harapan surgawi mulai bergabung dengan kaum terurap dan melayani Yehuwa dengan gairah seperti yang dimiliki kaum terurap. Para pendatang baru ini memperhatikan keadaan indah umat Allah, sadar bahwa Yehuwa menyertai mereka. (Zakharia 8:23) Pada tahun 1930-an, kaum terurap mulai memahami identitas sebenarnya kelompok ini, yang jumlahnya semakin bertambah. Mereka mulai sadar bahwa suatu pekerjaan pengumpulan yang besar masih menanti mereka. Kumpulan besar bergegas untuk bergabung dengan umat perjanjian Allah, dan ada alasan yang kuat untuk melakukan hal itu.
20. (a) Pada zaman kita, mengapa mendesak untuk ’mencari Yehuwa’, dan bagaimana hal ini dilakukan? (b) Bagaimana tanggapan Yehuwa terhadap orang-orang yang mencari-Nya?
20 Pada zaman Yesaya, seruan dikumandangkan, ”Hai, kamu sekalian, carilah Yehuwa sementara ia dapat ditemui. Berserulah kepadanya sementara ia dekat.” (Yesaya 55:6) Pada zaman kita, kata-kata ini cocok bagi orang-orang yang membentuk Israel milik Allah maupun bagi kumpulan besar yang terus berkembang. Berkat Yehuwa bukannya tanpa syarat dan undangan-Nya pun tidak diulurkan untuk selamanya. Kinilah waktunya untuk mencari perkenan Allah. Hal itu sudah terlambat apabila waktu yang ditetapkan untuk penghakiman oleh Yehuwa tiba. Oleh karena itu, Yesaya mengatakan, ”Biarlah orang yang fasik meninggalkan jalannya, dan orang yang suka mencelakakan meninggalkan niatnya; dan biarlah dia kembali kepada Yehuwa, yang akan berbelaskasihan kepadanya, dan kepada Allah kita, karena ia akan memberi ampun dengan limpah.”—Yesaya 55:7.
21. Bagaimana bangsa Israel terbukti tidak setia terhadap pernyataan yang dibuat bapak leluhur mereka?
21 Frase ”biarlah dia kembali kepada Yehuwa” memperlihatkan bahwa orang-orang yang perlu bertobat telah memiliki hubungan dengan Allah sebelumnya. Pernyataan ini mengingatkan kita bahwa banyak aspek dari bagian nubuat Yesaya ini memiliki penerapan pertamanya atas orang Yahudi tawanan di Babilon. Ber abad-abad sebelumnya, bapak leluhur para tawanan ini menyatakan tekad mereka untuk taat kepada Yehuwa sewaktu mereka berkata, ”Mustahil bagi kami untuk meninggalkan Yehuwa untuk melayani allah-allah lain.” (Yosua 24:16) Sejarah memperlihatkan bahwa apa yang dianggap ”mustahil” ini justru terjadi—berkali-kali! Ketiadaan iman di pihak umat Allah adalah alasan mengapa mereka menjadi orang buangan di Babilon.
22. Mengapa Yehuwa mengatakan bahwa pikiran dan jalan-jalan-Nya mengungguli pikiran dan jalan-jalan manusia?
22 Apa yang akan terjadi jika mereka bertobat? Melalui Yesaya, Yehuwa berjanji bahwa Ia akan ”memberi ampun dengan limpah”. Dan, Ia menambahkan, ”’Karena pikiran kamu sekalian bukanlah pikiranku, demikian pula jalan-jalanku bukanlah jalan-jalanmu,’ demikian ucapan Yehuwa. ’Karena seperti langit lebih tinggi daripada bumi, demikianlah jalan-jalanku lebih tinggi daripada jalan-jalanmu, dan pikiranku daripada pikiranmu.’” (Yesaya 55:8, 9) Yehuwa sempurna, dan pikiran serta jalan-jalan-Nya tinggi, tak terjangkau. Bahkan begitu besar belas kasihan-Nya sehingga kita manusia tidak bisa berharap untuk memilikinya. Pertimbangkan: Bila kita mengampuni sesama, hal itu adalah kasus pedosa mengampuni pedosa. Kita sadar bahwa cepat atau lambat, kita membutuhkan pengampunan dari sesama kita. (Matius 6:12) Namun, sekalipun Ia tidak pernah memerlukan pengampunan, Yehuwa mengampuni ”dengan limpah”! Ia benar-benar Allah kebaikan hati yang penuh kasih yang luar biasa. Dan, dalam belas kasihan-Nya, Yehuwa membuka pintu-pintu air di langit, mencurahkan berkat kepada orang-orang yang kembali kepada-Nya dengan segenap hati.—Maleakhi 3:10.
Berkat-Berkat bagi Orang yang Kembali kepada Yehuwa
23. Bagaimana Yehuwa mengilustrasikan kepastian penggenapan firman-Nya?
23 Yehuwa berjanji kepada umat-Nya, ”Sama seperti turunnya hujan deras dan salju dari langit dan tidak kembali ke tempat itu, melainkan mengenyangkan bumi sehingga mengeluarkan hasil dan bertunas, dan benih diberikan kepada penabur dan roti kepada orang yang makan, demikianlah firmanku yang keluar dari mulutku. Itu tidak akan kembali kepadaku tanpa hasil, tetapi pasti akan melaksanakan apa yang kusukai, dan akan berhasil dalam apa yang kusuruhkan kepadanya.” (Yesaya 55:10, 11) Semua yang Yehuwa katakan pasti tergenap. Seperti hujan dan salju yang turun dari langit melaksanakan tujuannya untuk membasahi bumi dan menghasilkan buah, maka firman Yehuwa yang keluar dari mulut-Nya akan sepenuhnya dapat diandalkan. Apa yang Ia janjikan, Ia akan genapi—dengan kepastian yang mutlak.—Bilangan 23:19.
24, 25. Berkat-berkat apa yang tersedia bagi orang Yahudi buangan yang bertindak selaras dengan pesan Yehuwa melalui Yesaya?
24 Oleh karena itu, jika orang Yahudi mencamkan kata-kata nubuat yang diucapkan kepada mereka melalui Yesaya, mereka pasti akan menerima keselamatan yang dijanjikan Yehuwa. Sebagai hasilnya, mereka akan menikmati sukacita besar. Yehuwa menyatakan, ”Karena dengan sukacita kamu sekalian akan keluar, dan dengan damai kamu akan dibawa masuk. Gunung-gunung dan bukit-bukit akan bergembira di hadapanmu dengan sorak sukacita, dan semua pohon di padang akan bertepuk tangan. Sebagai ganti belukar berduri akan tumbuh pohon juniper. Sebagai ganti jelatang yang menusuk akan tumbuh pohon mirtel. Dan itu akan menjadi kemasyhuran bagi Yehuwa, suatu tanda sampai waktu yang tidak tertentu yang tidak akan lenyap.”—Yesaya 55:12, 13.
25 Pada tahun 537 SM, orang-orang Yahudi buangan benar-benar keluar dari Babilon dengan bersukacita. (Mazmur 126:1, 2) Sewaktu mereka tiba di Yerusalem, mereka mendapati sebidang tanah yang penuh dengan belukar berduri dan jelatang yang menyengat—jangan lupa bahwa tanah itu telantar selama beberapa dekade. Namun, umat Allah yang pulang kini membantu mewujudkan suatu transformasi yang indah! Pohon-pohon yang menjulang, seperti pohon juniper dan mirtel, menggantikan tanaman berduri dan jelatang. Berkat Yehuwa menjadi semakin nyata seraya umat-Nya melayani Dia ”dengan sorak sukacita”. Seolah-olah tanah itu sendiri bergembira.
26. Keadaan penuh berkat apa yang dinikmati umat Allah dewasa ini?
26 Pada tahun 1919, kaum sisa orang Kristen terurap dibebaskan dari penawanan rohani mereka. (Yesaya 66:8) Bersama dengan kumpulan besar domba-domba lain, mereka kini melayani Allah dengan bersukacita dalam suatu firdaus rohani. Bebas dari noda pengaruh yang bersifat Babilon, mereka menikmati keadaan yang diperkenan, yang ”menjadi kemasyhuran” bagi Yehuwa. Kemakmuran rohani mereka memuliakan nama-Nya dan meninggikan-Nya sebagai Allah nubuat yang benar. Apa yang Yehuwa telah laksanakan bagi mereka mempertunjukkan Keilahian-Nya dan membuktikan kesetiaan-Nya kepada firman-Nya dan belas kasihan-Nya terhadap orang-orang yang bertobat. Semoga semua orang yang terus ’membeli anggur dan susu tanpa uang dan dengan cuma-cuma’ bersukacita dalam melayani Dia selama-lamanya!
[Catatan Kaki]
a Banyak nama Yahudi ditemukan dalam catatan perdagangan Babilon zaman dahulu.
b Yesus terus mengawasi pekerjaan menjadikan murid. (Penyingkapan 14:14-16) Dewasa ini, pria-pria dan wanita-wanita Kristen memandang Yesus sebagai Kepala sidang. (1 Korintus 11:3) Dan, pada waktu yang ditetapkan Allah, Yesus akan bertindak sebagai ”pemimpin dan komandan” dengan cara lain, sewaktu ia memimpin pertempuran yang menentukan melawan musuh-musuh Allah dalam perang Armagedon.—Penyingkapan 19:19-21.
[Gambar di hlm. 234]
Orang Yahudi yang dahaga secara rohani diundang untuk ’datang ke air’ dan untuk ”membeli anggur dan susu”
[Gambar di hlm. 239]
Yesus terbukti sebagai ”pemimpin dan komandan” atas kelompok-kelompok bangsa
[Gambar di hlm. 244, 245]
”Biarlah orang yang fasik meninggalkan jalannya”
-
-
Orang Asing Berkumpul di Rumah Doa AllahNubuat Yesaya—Terang bagi Seluruh Umat Manusia II
-
-
Pasal Tujuh Belas
Orang Asing Berkumpul di Rumah Doa Allah
1, 2. Apa pengumuman yang mendebarkan hati yang dikumandangkan pada tahun 1935, dan pengumuman ini merupakan bagian dari apa?
PADA hari Jumat, tanggal 31 Mei 1935, Joseph F. Rutherford berbicara kepada hadirin kebaktian di Washington, DC. Ia membahas identitas ”kumpulan besar”, atau ”perhimpunan besar”, yang muncul dalam penglihatan rasul Yohanes. Pada klimaks khotbahnya, Saudara Rutherford mengundang, ”Siapa yang memiliki harapan untuk hidup selama-lamanya di bumi, silakan berdiri!” Menurut salah seorang yang hadir, ”lebih dari setengah hadirin berdiri”. Kemudian sang pembicara berseru, ”Lihat! Perhimpunan besar!” Ada pula di antara hadirin yang mengenang, ”Mula-mula keadaan hening sejenak, tetapi kemudian terdengar seruan sukacita, dan sorak-sorai yang keras dan panjang.”—Penyingkapan 7:9; Bode.
2 Hal itu merupakan saat yang penting dalam penggenapan yang sedang berlangsung atas suatu nubuat yang ditulis kira-kira 2.700 tahun sebelumnya dan yang muncul dalam Alkitab kita sebagai Yesaya pasal 56. Seperti banyak nubuat lain dalam buku Yesaya, nubuat ini memuat janji yang menghibur maupun peringatan yang keras. Pada penerapannya yang pertama, nubuat ini ditujukan kepada umat perjanjian Allah pada zaman Yesaya sendiri, tetapi penggenapannya berlangsung selama berabad-abad sampai ke zaman kita.
Apa yang Dituntut untuk Selamat
3. Jika orang Yahudi ingin mencari keselamatan dari Allah, apa yang harus mereka lakukan?
3 Yesaya pasal 56 dimulai dengan pengingat yang ditujukan kepada orang Yahudi. Namun, semua penyembah sejati hendaknya mengindahkan apa yang ditulis sang nabi. Kita membaca, ”Inilah firman Yehuwa, ’Kamu sekalian, laksanakanlah keadilan, dan lakukanlah apa yang adil-benar. Karena keselamatan dariku akan segera terwujud, dan keadilbenaranku akan dinyatakan. Berbahagialah manusia yang berkematian yang melakukan hal ini, dan putra manusia yang berpegang padanya, yang menjalankan hari sabat dengan tidak menodainya, dan menjaga tangannya agar tidak melakukan apa pun yang jahat.’” (Yesaya 56:1, 2) Penduduk Yehuda yang mencari keselamatan dari Allah harus menaati Hukum Musa, melaksanakan keadilan dan menjalankan kehidupan yang adil-benar. Mengapa? Karena Yehuwa sendiri adil-benar. Orang-orang yang mengejar keadilbenaran menikmati kebahagiaan yang datang karena mendapat perkenan Yehuwa.—Mazmur 144:15b.
4. Mengapa kepatuhan menjalankan Sabat penting di Israel?
4 Nubuat ini menonjolkan kepatuhan menjalankan Sabat karena Sabat merupakan sebuah aspek yang penting dalam Hukum Musa. Sebenarnya, salah satu alasan penduduk Yehuda akhirnya dibawa ke pembuangan adalah mereka mengabaikan hari Sabat. (Imamat 26:34, 35; 2 Tawarikh 36:20, 21) Sabat merupakan tanda ada nya hubungan istimewa antara Yehuwa dan orang Yahudi, dan orang-orang yang menjalankan Sabat memperlihatkan penghargaan mereka terhadap hubungan tersebut. (Keluaran 31:13) Selain itu, menjalankan Sabat akan mengingatkan orang-orang yang hidup sezaman dengan Yesaya bahwa Yehuwa adalah Pencipta. Kepatuhan menjalankan Sabat juga mengingatkan mereka akan belas kasihan-Nya kepada mereka. (Keluaran 20:8-11; Ulangan 5:12-15) Akhirnya, kepatuhan menjalankan Sabat membentuk rutin ibadat yang teratur dan terorganisasi kepada Yehuwa. Dengan beristirahat seminggu sekali dari pekerjaan rutin mereka, penduduk Yehuda akan mendapat kesempatan untuk berdoa, belajar, dan melakukan renungan.
5. Pada prinsipnya, bagaimana orang Kristen dapat menerapkan nasihat untuk menjalankan Sabat?
5 Namun, bagaimana dengan orang Kristen? Apakah anjuran untuk menjalankan Sabat berlaku bagi mereka? Tidak secara langsung, karena orang Kristen tidak berada di bawah Hukum dan oleh sebab itu tidak dituntut untuk menjalankan Sabat. (Kolose 2:16, 17) Namun, rasul Paulus menjelaskan bahwa ada ”peristirahatan sabat” untuk orang-orang Kristen yang setia. ”Peristirahatan sabat” ini mencakup memiliki iman akan korban tebusan Yesus untuk keselamatan dan tidak lagi mengandalkan pekerjaan semata. (Ibrani 4:6-10) Oleh karena itu, kata-kata nubuat Yesaya tentang Sabat mengingatkan hamba-hamba Yehuwa dewasa ini akan pentingnya memiliki iman akan penyelenggaraan Allah untuk keselamatan. Hal ini juga merupakan pengingat yang bagus akan perlunya memupuk hubungan yang akrab dengan Yehuwa dan menempuh haluan ibadat yang teratur dan konsisten.
Penghiburan untuk Orang Asing dan Sida-Sida
6. Dua kelompok apa kini mendapat perhatian?
6 Yehuwa kini berbicara kepada dua kelompok yang ingin melayani Dia tetapi dinyatakan tidak memenuhi syarat oleh hukum Musa untuk memasuki jemaat Yahudi. Kita membaca, ”Janganlah orang asing yang telah menggabungkan diri kepada Yehuwa mengatakan, ’Tidak diragukan lagi, Yehuwa akan memisahkan aku dari umatnya.’ Juga, janganlah sida-sida mengatakan, ’Lihat! Aku adalah pohon yang kering.’” (Yesaya 56:3) Orang asing takut dikucilkan dari bangsa Israel. Sida-sida khawatir bahwa ia tidak akan pernah mempunyai anak yang akan melestarikan namanya. Kedua kelompok ini harus tabah. Sebelum kita melihat alasannya, marilah kita memperhatikan apa yang dikatakan Hukum tentang kedudukan yang mereka miliki sehubungan dengan bangsa Israel.
7. Batasan apa saja yang digariskan Hukum bagi orang asing di Israel?
7 Orang asing yang tidak bersunat tidak boleh ambil bagian dalam ibadat bersama orang Israel. Misalnya, mereka tidak boleh ikut makan Paskah. (Keluaran 12:43) Orang asing yang tidak dengan sengaja melanggar hukum negeri itu menikmati keadilan dan keramahan, tetapi mereka tidak memiliki ikatan yang permanen dengan bangsa itu. Tentu saja, ada yang sepenuhnya mematuhi Hukum, dan sebagai tandanya, pria-pria ini disunat. Dengan demikian, mereka menjadi proselit, mendapat hak istimewa untuk beribadat di halaman rumah Yehuwa dan dianggap sebagai bagian dari jemaat Israel. (Imamat 17:10-14; 20:2; 24:22) Akan tetapi, sekalipun sudah menjadi proselit, mereka bukanlah peserta penuh perjanjian Yehuwa dengan Israel, dan mereka tidak memperoleh tanah milik pusaka di Tanah Perjanjian. Orang-orang asing yang lain mungkin menghadap ke arah bait sewaktu berdoa, dan mereka boleh mempersembahkan korban melalui para imam selama korban-korban itu selaras dengan Hukum. (Imamat 22:25; 1 Raja 8:41-43) Namun, bangsa Israel tidak boleh bergaul erat dengan mereka.
Sida-Sida Menerima Sebuah Nama yang Bertahan sampai Waktu yang Tidak Tertentu
8. (a) Di bawah Hukum, bagaimana sida-sida dipandang? (b) Bagaimana sida-sida digunakan oleh bangsa-bangsa kafir, dan istilah ”sida-sida” kadang-kadang dapat memaksudkan apa?
8 Para sida-sida, sekalipun terlahir dari orang tua Yahudi, tidak dapat sepenuhnya menjadi bagian dari bangsa Israel.a (Ulangan 23:1) Di kalangan beberapa bangsa kafir pada zaman Alkitab, sida-sida mempunyai kedudukan khusus, dan ada kebiasaan untuk mengebiri anak-anak yang dibawa sebagai tawanan perang. Sida-sida sering diangkat menjadi pejabat istana. Sida-sida bisa dijadikan ”penjaga para wanita”, ”penjaga para gundik”, atau pelayan ratu. (Ester 2:3, 12-15; 4:4-6, 9) Tidak ada bukti bahwa orang Israel meniru praktek-praktek ini atau bahwa sida-sida khusus dicari untuk melayani raja-raja Israel.b
9. Kata-kata penghiburan apa yang Yehuwa tujukan kepada sida-sida yang dikebiri?
9 Selain mendapat bagian yang terbatas dalam ibadat kepada Allah yang benar, sida-sida di Israel yang dikebiri juga merasa sangat terhina karena mereka tidak dapat memperanakkan keturunan yang dapat melestarikan nama keluarga mereka. Jadi, betapa menghiburnya kata-kata nubuat yang berikutnya! Kita membaca, ”Inilah firman Yehuwa kepada para sida-sida yang menjalankan hari sabatku dan yang telah memilih apa yang kusukai dan yang berpegang pada perjanjianku, ’Aku akan memberi mereka suatu monumen dan nama di rumahku dan dalam tembok-tembokku, yaitu sesuatu yang lebih baik daripada anak-anak lelaki dan perempuan. Aku akan memberi mereka suatu nama yang akan bertahan sampai waktu yang tidak tertentu, yang tidak akan musnah.’”—Yesaya 56:4, 5.
10. Kapan keadaan sida-sida berubah, dan hak istimewa apa terbuka bagi mereka sejak saat itu?
10 Ya, waktunya akan tiba manakala keadaan sebagai sida-sida yang dikebiri pun tidak akan lagi menjadi penghalang untuk diterima sepenuhnya sebagai hamba Yehuwa. Jika mereka taat, sida-sida akan mempunyai ”suatu monumen”, atau sebuah tempat, dalam rumah Yehuwa dan sebuah nama, lebih baik daripada anak-anak lelaki dan perempuan. Kapan hal ini akan terjadi? Baru setelah kematian Yesus Kristus. Pada waktu itu, perjanjian Hukum yang lama digantikan oleh perjanjian baru, dan Israel jasmani digantikan oleh ”Israel milik Allah”. (Galatia 6:16) Sejak saat itu, semua orang yang memperlihatkan iman dapat memberikan ibadat yang diperkenan kepada Allah. Perbedaan jasmani dan keadaan fisik tidak lagi dipersoalkan. Orang-orang yang bertekun dengan setia, bagaimanapun keadaan mereka secara fisik, akan memiliki ”suatu nama yang akan bertahan sampai waktu yang tidak tertentu, yang tidak akan musnah”. Yehuwa tidak akan melupakan mereka. Nama mereka akan ditulis dalam ”buku peringatan”-Nya, dan pada waktu yang Allah tentukan, mereka akan menerima kehidupan abadi.—Maleakhi 3:16; Amsal 22:1; 1 Yohanes 2:17.
Orang Asing Beribadat bersama Umat Allah
11. Agar dapat menerima berkat, orang-orang asing dianjurkan untuk melakukan apa?
11 Namun, bagaimana dengan orang asing? Nubuat itu kini beralih kepada orang-orang ini, dan Yehuwa mempunyai kata-kata yang sangat menghibur bagi mereka. Yesaya menulis, ”Orang-orang asing yang telah menggabungkan diri kepada Yehuwa untuk melayani dia dan untuk mengasihi nama Yehuwa, untuk menjadi hambanya, mereka semua yang menjalankan hari sabat dengan tidak menodainya dan berpegang pada perjanjianku, aku juga akan membawa mereka ke gunung kudusku dan membuat mereka bersukacita di rumah doaku. Persembahan bakaran mereka yang utuh dan korban mereka akan diterima di atas mezbahku. Karena rumahku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa.”—Yesaya 56:6, 7.
12. Pengertian apa yang pernah dimiliki tentang nubuat Yesus mengenai ”domba-domba lain”?
12 Pada zaman kita, ”orang-orang asing” muncul secara bertahap. Sebelum perang dunia pertama, sudah dimengerti bahwa orang-orang yang menerima keselamatan lebih besar jumlahnya daripada orang-orang yang memiliki harapan untuk memerintah dengan Yesus di surga—orang-orang yang kita kenal dewasa ini sebagai Israel milik Allah. Para pelajar Alkitab menyadari kata-kata Yesus yang dicatat di Yohanes 10:16, ”Aku memiliki domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; mereka juga harus aku bawa, dan mereka akan mendengarkan suaraku, dan mereka akan menjadi satu kawanan, satu gembala.” ”Domba-domba lain” dikenal sebagai golongan yang akan tinggal di bumi. Namun, kebanyakan pelajar Alkitab percaya bahwa domba-domba lain akan muncul selama Pemerintahan Milenium Yesus Kristus.
13. Mengapa masuk akal bahwa domba-domba yang disebutkan dalam Matius pasal 25 akan muncul pada hari-hari terakhir sistem ini?
13 Akhirnya, ada kemajuan dalam pengertian tentang sebuah ayat yang berhubungan dengan hal ini, yang berbicara tentang domba. Dalam Matius pasal 25, ada catatan perumpamaan Yesus tentang domba dan kambing. Menurut perumpamaan itu, domba-domba menerima kehidupan abadi karena mereka mendukung saudara-saudara Yesus. Oleh karena itu, mereka membentuk suatu golongan yang terpisah dan berbeda dari saudara-saudara Kristus yang terurap. Pada tahun 1923, selama kebaktian di Los Angeles, Kalifornia, AS, dijelaskan bahwa domba-domba tersebut harus muncul, bukan selama Milenium, melainkan selama hari-hari terakhir sistem ini. Mengapa? Karena Yesus memberikan perumpamaan itu sebagai bagian dari jawabannya atas pertanyaan, ”Kapankah hal-hal ini akan terjadi, dan apa yang akan menjadi tanda kehadiranmu dan tanda penutup sistem ini?”—Matius 24:3.
14, 15. Bagaimana pengertian tentang kedudukan domba-domba lain di zaman akhir bertambah jelas?
14 Selama dekade 1920-an, beberapa orang yang bergabung dengan Siswa-Siswa Alkitab merasa bahwa roh Yehuwa tidak bersaksi kepada mereka bahwa mereka memiliki panggilan surgawi. Namun, mereka adalah hamba-hamba yang bergairah dari Allah Yang Mahatinggi. Pada tahun 1931, kedudukan orang-orang ini lebih dimengerti ketika buku Vindication diterbitkan. Sebagai bagian dari pembahasan ayat per ayat tentang buku Alkitab Yehezkiel, buku Vindication menjelaskan penglihatan tentang ”pria” yang membawa tempat tinta sekretaris. (Yehezkiel 9:1-11) ”Pria” ini terlihat sedang berjalan melintasi Yerusalem dan membubuhkan tanda pada dahi orang-orang yang berkeluh kesah dan menangis karena semua perkara memuakkan yang dilakukan di sana. ”Pria” tersebut menggambarkan saudara-saudara Yesus, kaum sisa orang Kristen terurap yang masih hidup di bumi selama masa penghakiman Yerusalem imbangan, Susunan Kristen. Orang-orang yang ditandai adalah domba-domba lain yang hidup pada masa itu. Dalam penglihatan tersebut, mereka dibiarkan hidup ketika eksekutor Yehuwa melakukan pembalasan atas kota yang murtad itu.
15 Pada tahun 1932, pengertian yang lebih dalam tentang drama nubuat Raja Yehu dari Israel dan Yehonadab, seorang pendukung yang non-Israel, menunjukkan bagaimana domba-domba lain ini bertindak untuk mendukung saudara-saudara terurap Kristus—sebagaimana Yehonadab menyertai dan mendukung Yehu dalam upayanya untuk melenyapkan penyembahan Baal. Akhirnya pada tahun 1935, domba-domba lain yang hidup pada masa akhir sistem ini dikenal sebagai kumpulan besar yang muncul dalam penglihatan rasul Yohanes. Hal ini pertama-tama dijelaskan di kebaktian yang disebutkan sebelumnya, di Washington, DC, sewaktu Joseph F. Rutherford menunjuk orang-orang yang memiliki harapan di bumi itu sebagai ”perhimpunan besar”.
16. Hak istimewa dan tanggung jawab apa saja yang dinikmati ”orang-orang asing”?
16 Oleh karena itu, secara bertahap terlihat bahwa ”orang-orang asing” itu memainkan peranan besar dalam maksud-tujuan Yehuwa selama hari-hari terakhir ini. Mereka datang kepada Israel milik Allah agar dapat menyembah Yehuwa. (Zakharia 8:23) Bersama bangsa rohani ini, mereka mempersembahkan korban-korban yang diperkenan Allah dan memasuki peristirahatan sabat. (Ibrani 13:15, 16) Selain itu, mereka beribadat di bait rohani Allah yang, seperti bait di Yerusalem, adalah ”rumah doa bagi segala bangsa”. (Markus 11:17) Mereka memperlihatkan iman akan korban tebusan Yesus Kristus, ”mencuci jubah mereka dan membuatnya putih dalam darah Anak Domba”. Dan, mereka senantiasa melayani Yehuwa, ”memberikan dinas suci kepadanya siang dan malam”.—Penyingkapan 7:14, 15.
17. Bagaimana orang-orang asing zaman modern berpegang pada perjanjian baru?
17 Orang-orang asing zaman modern ini berpegang pada perjanjian baru dalam arti bahwa melalui pergaulan mereka dengan Israel milik Allah, mereka menikmati berbagai manfaat dan berkat yang datang melalui perjanjian baru itu. Sekalipun mereka bukan peserta perjanjian itu, mereka tunduk dengan sepenuh hati kepada hukum-hukum yang berkaitan dengannya. Oleh karena itu, hukum Yehuwa ada di dalam hati mereka, dan mereka mengenal Yehuwa sebagai Bapak surgawi mereka dan Pribadi Yang Maha Berdaulat.—Yeremia 31:33, 34; Matius 6:9; Yohanes 17:3.
18. Pekerjaan pengumpulan apa yang sedang dicapai selama zaman akhir?
18 Yesaya melanjutkan nubuatnya, ”Inilah ucapan Tuan Yang Berdaulat Yehuwa, yang mengumpulkan orang Israel yang tercerai-berai, ’Aku akan mengumpulkan orang-orang lain kepadanya selain miliknya yang sudah dikumpulkan.’” (Yesaya 56:8) Selama zaman akhir, Yehuwa telah mengumpulkan ”orang Israel yang tercerai-berai”, kaum sisa terurap. Selain itu, Ia mengumpulkan kelompok yang lain, yaitu orang-orang yang termasuk dalam kumpulan besar. Bersama-sama, mereka beribadat dengan damai dan harmonis di bawah pengawasan Yehuwa dan Raja-Nya yang telah ditakhtakan, Kristus Yesus. Karena keloyalan mereka kepada pemerintahan Yehuwa oleh Kristus, Gembala yang Baik itu telah membuat mereka menjadi satu kawanan yang bersukacita dan terpadu.
Penjaga Buta, Anjing yang Tidak Dapat Berbicara
19. Undangan apa yang diulurkan kepada binatang-binatang liar di padang dan di hutan?
19 Kata-kata yang hangat dan membina tadi disusul oleh suatu kontras yang mencengangkan dan mengejutkan. Yehuwa siap untuk bertindak dengan penuh belas kasihan kepada orang asing dan sida-sida. Namun, banyak orang yang mengaku sebagai anggota jemaat Allah didapati bersalah dan akan mendapat hukuman. Lebih dari itu, mereka bahkan tidak pantas mendapatkan penguburan yang layak; mereka hanya patut menjadi mangsa binatang yang rakus. Maka, kita membaca, ”Hai, semua binatang liar di padang terbuka, datanglah untuk makan, hai, semua binatang liar di hutan.” (Yesaya 56:9) Makanan apa yang tersedia bagi binatang-binatang liar ini? Nubuat itu akan menjelaskannya. Penjelasannya mungkin mengingatkan kita kepada nasib yang menanti orang-orang yang menentang Allah sewaktu terjadi perang Armagedon manakala tubuh mereka yang dibantai akan ditinggalkan untuk dilahap burung-burung di langit.—Penyingkapan 19:17, 18.
20, 21. Kelalaian apa saja yang membuat para pemimpin agama tidak berguna sebagai penuntun dalam hal-hal rohani?
20 Nubuat itu melanjutkan, ”Para penjaganya buta. Tidak seorang pun dari mereka memperhatikan. Mereka semua adalah anjing-anjing yang tidak dapat berbicara; mereka tidak sanggup menggonggong; mereka terengah-engah, berbaring, suka terkantuk-kantuk. Mereka adalah anjing-anjing yang kuat hasrat jiwanya; mereka tidak mengenal kepuasan. Mereka juga adalah gembala-gembala yang tidak tahu caranya untuk mengerti. Mereka semua telah berpaling ke jalan mereka sendiri, masing-masing demi keuntungan yang tidak benar dari daerahnya sendiri, ’Datanglah! Aku akan mengambil anggur; dan marilah kita minum sepuas-puasnya minuman yang memabukkan. Dan besok akan sama seperti hari ini, bahkan jauh lebih hebat lagi.’”—Yesaya 56:10-12.
21 Para pemimpin agama Yehuda mengaku menyembah Yehuwa. Mereka menyatakan diri sebagai ”para penjaganya”. Namun, mereka buta secara rohani, tidak bisa berbicara, dan mengantuk. Kalau mereka tidak dapat terus berjaga-jaga dan menyerukan peringatan bahaya, apa gunanya mereka? Penjaga seperti itu tidak berpengertian, mereka tidak memenuhi syarat untuk memberikan bimbingan rohani kepada orang-orang yang seperti domba. Lagi pula, mereka bejat. Mereka memiliki hasrat mementingkan diri yang tak habis-habisnya. Sebaliknya daripada mengikuti bimbingan Yehuwa, mereka mencari jalan sendiri, mengejar keuntungan yang tidak sah, bermabuk-mabukan, dan menganjurkan orang lain untuk meniru mereka. Mereka sama sekali tidak sadar akan penghakiman Allah yang akan datang sehingga mereka memberi tahu orang-orang bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
22. Bagaimana para pemimpin agama pada zaman Yesus sama dengan para pemimpin agama di Yehuda zaman dahulu?
22 Dalam nubuat sebelumnya, Yesaya menggunakan kiasan yang sama untuk menggambarkan para pemimpin agama yang tidak setia di Yehuda—secara rohani mabuk, mengantuk, dan tidak berpengertian. Mereka membebani rakyat dengan berbagai tradisi manusia, mengucapkan dusta-dusta keagamaan, dan mengandalkan bantuan Asiria sebaliknya daripada bantuan Allah. (2 Raja 16:5-9; Yesaya 29:1, 9-14) Jelaslah, mereka sama sekali tidak mengerti. Sungguh menyedihkan, pemimpin-pemimpin semacam itu ada pada abad pertama. Sebaliknya daripada menyambut kabar baik yang disampaikan kepada mereka oleh Putra Allah sendiri, mereka menolak Yesus dan bersekongkol untuk membunuhnya. Dengan terus terang Yesus menyebut mereka ”penuntun buta”, lalu menambahkan bahwa jika ”orang buta menuntun orang buta, keduanya akan jatuh ke dalam lubang”.—Matius 15:14.
Para Penjaga Dewasa Ini
23. Apa nubuat Petrus tentang para pemimpin agama yang sudah digenapi?
23 Rasul Petrus memperingatkan bahwa guru-guru palsu juga akan bangkit untuk menyesatkan orang Kristen. Ia menulis, ”Dahulu juga ada nabi-nabi palsu di antara orang-orang [Israel], sebagaimana akan ada juga guru-guru palsu di antara kamu. Orang-orang ini dengan diam-diam akan membawa masuk sekte-sekte yang membinasakan dan akan menyangkal bahkan pemilik yang membeli mereka, sehingga mendatangkan kebinasaan yang akan menimpa mereka dengan cepat.” (2 Petrus 2:1) Apa hasil dari ajaran-ajaran palsu dan sektarianisme guru-guru palsu ini? Susunan Kristen, yang para pemimpin agamanya dewasa ini berdoa memohonkan berkat Allah untuk sahabat-sahabat politik mereka dan kemudian menjanjikan masa depan yang cerah. Para pemimpin agama Susunan Kristen terbukti buta, tidak dapat berbicara, dan tertidur sehubungan dengan hal-hal rohani.
24. Persatuan apa yang ada antara Israel rohani dan orang-orang asing?
24 Namun, Yehuwa mendatangkan jutaan orang asing untuk beribadat bersama orang-orang terakhir dari Israel milik Allah di rumah doa rohani-Nya yang agung. Orang-orang asing ini, meskipun berasal dari berbagai bangsa, ras, dan bahasa, bersatu di antara mereka sendiri dan dengan Israel milik Allah. Mereka yakin bahwa keselamatan dapat datang hanya dari Allah Yehuwa melalui Yesus Kristus. Termotivasi oleh kasih kepada Yehuwa, mereka bergabung dengan saudara-saudara terurap Kristus untuk berbicara tentang iman mereka. Dan, mereka merasa sangat terhibur oleh kata-kata terilham sang rasul yang menulis, ”Jika engkau menyatakan ’perkataan di dalam mulutmu sendiri’ itu di depan umum, bahwa Yesus adalah Tuan, dan memperlihatkan iman dalam hatimu bahwa Allah telah membangkitkan dia dari antara orang mati, engkau akan diselamatkan.”—Roma 10:9.
[Catatan Kaki]
a Istilah ”sida-sida” juga memaksudkan pejabat istana, yang tidak ada hubungannya dengan pengebirian. Karena orang Etiopia yang dibaptis oleh Filipus tampaknya adalah seorang proselit—ia dibaptis sebelum jalan terbuka bagi orang non-Yahudi yang tidak bersunat—tentu, ia adalah seorang sida-sida dalam arti yang ini.—Kisah 8:27-39.
b Ebed-melekh, yang datang untuk menolong Yeremia dan yang dapat berhubungan langsung dengan Raja Zedekia, disebut sebagai sida-sida. Hal ini kelihatannya menunjuk kepada kedudukannya sebagai pejabat istana dan bukan kepada pengebirian.—Yeremia 38:7-13.
[Gambar di hlm. 250]
Hari Sabat memberikan kesempatan untuk berdoa, belajar, dan melakukan renungan
[Gambar di hlm. 256]
Kedudukan domba-domba lain dengan jelas diterangkan di kebaktian di Washington, DC, pada tahun 1935 (bawah: pembaptisan; kanan: susunan acara)
[Gambar di hlm. 259]
Binatang liar diundang untuk berpesta
[Gambar di hlm. 261]
Orang-orang asing dan Israel milik Allah bersatu
-
-
Yehuwa Memulihkan Semangat Orang yang Rendah HatiNubuat Yesaya—Terang bagi Seluruh Umat Manusia II
-
-
Pasal Delapan Belas
Yehuwa Memulihkan Semangat Orang yang Rendah Hati
1. Jaminan apa yang Yehuwa berikan, dan kata-kata-Nya menimbulkan pertanyaan apa?
”INILAH firman dari Pribadi Yang Tinggi dan Luhur, yang berdiam untuk selama-lamanya dan yang namanya kudus, ’Di tempat yang tinggi dan di tempat kudus aku berdiam, juga bersama orang yang remuk dan rendah hati, untuk memulihkan semangat orang yang rendah hati dan menyembuhkan hati orang-orang yang remuk.’” (Yesaya 57:15) Demikian tulis nabi Yesaya pada abad kedelapan SM. Apa yang terjadi di Yehuda sehingga berita ini sangat membesarkan hati? Bagaimana kata-kata terilham ini membantu orang Kristen dewasa ini? Pembahasan Yesaya pasal 57 akan membantu kita menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.
”Kamu, Mendekatlah Kemari”
2. (a) Kapankah kata-kata Yesaya pasal 57 tampaknya berlaku? (b) Bagaimana keadaan orang-orang yang adil-benar pada zaman Yesaya?
2 Bagian dari nubuat Yesaya ini tampaknya berlaku pada zaman Yesaya sendiri. Perhatikan bagaimana kefasikan sangat berurat-berakar di sana, ”Orang yang adil-benar telah lenyap, tetapi tidak seorang pun memperhatikannya. Orang-orang yang menunjukkan kebaikan hati yang penuh kasih disingkirkan kepada kematian, sementara tidak ada yang sadar bahwa karena malapetakalah orang yang adil-benar disingkirkan. Ia memasuki kedamaian; mereka beristirahat di tempat tidur, yaitu setiap orang yang berjalan dengan lurus.” (Yesaya 57:1, 2) Jika orang yang adil-benar jatuh, tidak ada yang peduli. Tidak ada yang menghiraukan kematian dini yang dialaminya. Tidur dalam kematian memberinya kedamaian, kebebasan dari penderitaan yang ditimpakan oleh orang-orang yang tidak saleh, dan kelepasan dari malapetaka. Umat pilihan Allah telah tenggelam ke dalam keadaan yang memprihatinkan. Namun, tentulah orang-orang yang tetap setia sangat dikuatkan karena tahu bahwa Yehuwa tidak hanya melihat apa yang terjadi tetapi akan menopang mereka.
3. Bagaimana Yehuwa menyapa generasi yang fasik dari Yehuda, dan mengapa?
3 Yehuwa memanggil generasi yang fasik dari Yehuda, dengan mengatakan, ”Mengenai kamu, mendekatlah kemari, hai, putra-putra wanita peramal, benih dari orang yang suka berzina dan dari wanita yang melakukan pelacuran.” (Yesaya 57:3) Sudah sepantasnya mereka digambarkan dengan cara yang memalukan sebagai putra-putra peramal dan keturunan pezina dan pelacur. Mereka berpaling kepada ibadat palsu yang melibatkan tindakan penyembahan berhala dan spiritisme yang menjijikkan serta praktek-praktek seksual yang amoral. Oleh karena itu, Yehuwa bertanya kepada para pedosa ini, ”Karena siapa, maka kamu bersenang-senang dengan riang? Kepada siapakah kamu terus membuka mulut lebar-lebar, menjulurkan lidah? Bukankah kamu anak-anak pelanggaran, benih kepalsuan, orang-orang yang membangkitkan nafsu di antara pohon-pohon besar, di bawah setiap pohon yang rindang, membantai anak-anak di wadi-wadi di bawah celah-celah tebing batu?”—Yesaya 57:4, 5.
4. Dalam hal apa orang-orang Yehuda yang fasik bersalah?
4 Orang-orang fasik di Yehuda ”bersenang-senang”, secara terang-terangan mempraktekkan ibadat kafir yang menjijikkan. Mereka dengan sikap menghina mencemooh nabi-nabi Allah yang diutus untuk mengoreksi mereka, menjulurkan lidah dengan sikap kurang ajar. Meskipun mereka adalah anak-anak Abraham, haluan mereka yang memberontak menjadikan mereka anak-anak pelanggaran dan benih kepalsuan. (Yesaya 1:4; 30:9; Yohanes 8:39, 44) Di antara pohon-pohon besar di daerah luar kota, mereka membangkitkan semangat keagamaan dalam penyembahan berhala mereka. Dan, ibadat mereka sangat kejam! Sedemikian kejamnya ibadat ini sehingga mereka bahkan membantai anak-anak mereka sendiri, seperti bangsa-bangsa yang diusir oleh Yehuwa dari negeri itu karena haluannya yang memuakkan!—1 Raja 14:23; 2 Raja 16:3, 4; Yesaya 1:29.
Mencurahkan Persembahan Minuman ke Atas Batu-Batu
5, 6. (a) Sebaliknya dari menyembah Yehuwa, para penduduk Yehuda memilih untuk melakukan apa? (b) Seberapa mencolok dan meluaskah penyembahan berhala di Yehuda?
5 Lihatlah betapa jauhnya penduduk Yehuda masuk ke dalam penyembahan berhala, ”Bagianmu adalah bersama batu-batu licin di wadi. Mereka—merekalah bagianmu. Lagi pula, kepada mereka engkau mencurahkan persembahan minuman, engkau mempersembahkan pemberian. Apakah dengan hal-hal ini aku akan terhibur?” (Yesaya 57:6) Orang-orang Yahudi adalah umat perjanjian Allah, tetapi sebaliknya daripada menyembah Dia, mereka mengambil batu-batu dari dasar sungai dan menjadikan batu-batu itu allah mereka. Daud menyatakan bahwa Yehuwa adalah bagiannya, sedangkan para pedosa ini memilih berhala-berhala batu yang tak bernyawa sebagai bagian mereka dan mencurahkan persembahan minuman ke atas berhala-berhala itu. (Mazmur 16:5; Habakuk 2:19) Dapatkah Yehuwa terhibur oleh ibadat yang menyimpang dari umat yang menyandang nama-Nya?
6 Di mana-mana—di bawah pohon-pohon besar, di wadi-wadi, di bukit-bukit, di kota-kota mereka—Yehuda melakukan penyembahan berhala. Namun, Yehuwa melihat semua itu, dan melalui Yesaya, Ia menyingkapkan kebejatannya, ”Di atas gunung yang tinggi dan menjulang engkau menaruh tempat tidurmu. Juga ke sana engkau naik untuk mempersembahkan korban. Di belakang pintu dan tiang pintu engkau memasang tanda peringatanmu.” (Yesaya 57:7-8a) Di atas tempat-tempat tinggi, Yehuda membuat tempat tidur rohaninya yang najis, dan di sana ia mempersembahkan korban kepada allah-allah asing.a Bahkan di belakang pintu dan di tiang pintu rumah-rumah pribadi ada berhala.
7. Dengan semangat apa Yehuda melakukan ibadat yang amoral?
7 Beberapa orang mungkin bertanya-tanya mengapa Yehuda menjadi sangat terlibat dalam ibadat yang najis. Adakah kuasa yang lebih kuat yang memaksanya untuk meninggalkan Yehuwa? Jawabannya tidak. Yehuda melakukannya dengan sukarela dan antusias. Yehuwa menyatakan, ”Jauh dari aku engkau menelanjangi dirimu, lalu naik; engkau membuat tempat tidurmu luas. Bagi dirimu engkau mengadakan perjanjian dengan mereka. Engkau senang tidur dengan mereka. Organ pria kaulihat.” (Yesaya 57:8b) Yehuda telah mengadakan perjanjian dengan allah-allah palsunya, dan ia menyukai hubungan gelapnya dengan mereka. Ia khususnya menyukai praktek-praktek seksual yang amoral—kemungkinan, termasuk penggunaan lambang alat kelamin pria—yang mencirikan ibadat kepada allah-allah ini!
8. Khususnya, di bawah pemerintahan raja mana penyembahan berhala tumbuh subur di Yehuda?
8 Uraian tentang penyembahan berhala yang sangat amoral dan kejam itu cocok dengan apa yang kita ketahui tentang beberapa raja Yehuda yang fasik. Misalnya saja Manasye, yang membangun tempat-tempat tinggi, mendirikan mezbah-mezbah untuk Baal, dan meletakkan beberapa mezbah agama palsu di dua halaman bait. Ia melewatkan putra-putranya melalui api, mempraktekkan ilmu gaib, menggunakan tenung, dan mempromosikan praktek-praktek spiritisme. Raja Manasye juga menaruh di dalam bait Yehuwa patung ukiran berupa tonggak suci.b Ia membujuk Yehuda untuk melakukan ”apa yang buruk melebihi bangsa-bangsa yang telah Yehuwa musnahkan”. (2 Raja 21:2-9) Beberapa orang berpendapat bahwa Manasye yang memerintahkan agar Yesaya dibunuh, meskipun nama Manasye tidak muncul dalam Yesaya 1:1.
”Engkau Mengirim Utusan”
9. Mengapa Yehuda mengirimkan utusan ”ke tempat yang jauh”?
9 Pelanggaran Yehuda lebih dari sekadar melayani allah-allah palsu. Dengan menggunakan Yesaya sebagai juru bicara-Nya, Yehuwa mengatakan, ”Selanjutnya engkau turun ke arah Melekh membawa minyak, dan terus memperbanyak minyak rempahmu. Engkau mengirim utusan ke tempat yang jauh, dengan demikian engkau merendahkan perkara-perkara sampai ke Syeol.” (Yesaya 57:9) Kerajaan Yehuda yang tidak setia turun kepada ”Melekh”, ”raja” dalam bahasa Ibrani—kemungkinan raja negara lain—dan memberinya hadiah-hadiah mahal dan menarik, yang dilambangkan oleh minyak dan minyak rempah yang wangi. Yehuda mengirim utusan ke tempat-tempat jauh. Mengapa? Untuk membujuk bangsa-bangsa Kafir agar mau membuat persekutuan politik dengannya. Setelah memalingkan diri dari Yehuwa, ia kini menaruh kepercayaan kepada raja-raja asing.
10. (a) Bagaimana Raja Ahaz mencari persekutuan dengan raja Asiria? (b) Bagaimana Yehuda ”merendahkan perkara-perkara sampai ke Syeol”?
10 Salah satu contoh tentang hal ini terdapat pada zaman Raja Ahaz. Karena merasa terancam oleh persekutuan antara Israel dan Siria, raja Yehuda yang tidak setia itu mengirimkan utusan kepada Tiglat-pileser III dari Asiria, dengan mengatakan, ”Aku ini hambamu dan putramu. Majulah dan selamatkanlah aku dari telapak tangan raja Siria dan dari telapak tangan raja Israel, yang bangkit melawan aku.” Ahaz mengirimkan perak dan emas sebagai suap kepada raja Asiria, dan raja itu menanggapinya dan melancarkan serangan yang menghancurkan terhadap Siria. (2 Raja 16:7-9) Dalam berurusan dengan bangsa-bangsa Kafir, Yehuda membungkuk ke ”kedalaman Syeol”. (An American Translation) Karena tindakan-tindakannya itu, ia akan mati, atau lenyap sebagai bangsa yang merdeka yang diperintah seorang raja.
11. Perasaan aman semu apa yang Yehuda pertunjukkan?
11 Yehuwa melanjutkan kata-katanya kepada Yehuda, ”Engkau berjerih lelah dalam banyak jalanmu. Engkau tidak mengatakan ’Tidak ada gunanya!’ Engkau mendapatkan kembali kekuatanmu. Itulah sebabnya engkau tidak menjadi sakit.” (Yesaya 57:10) Ya, bangsa itu telah berjerih lelah dalam haluannya yang murtad, dan ia tidak melihat kesia-siaan upayanya. Sebaliknya, ia menipu diri dengan percaya bahwa ia berhasil karena kekuatannya sendiri. Ia merasa dikuatkan dan sehat. Betapa bodohnya!
12. Keadaan apa dalam Susunan Kristen yang paralel dengan keadaan di Yehuda?
12 Dewasa ini, ada sebuah organisasi yang perilakunya mengingatkan kita akan Yehuda pada zaman Yesaya. Susunan Kristen menggunakan nama Yesus, tetapi ia bersekutu dengan bangsa-bangsa dan telah memenuhi tempat-tempat ibadatnya dengan berhala. Para penganutnya bahkan mendirikan patung-patung berhala di rumah pribadi mereka. Susunan Kristen telah mengorbankan anak-anak mereka dalam peperangan bangsa-bangsa. Alangkah menjijikkannya semua ini bagi Allah yang benar, yang memerintahkan orang Kristen, ”Larilah dari penyembahan berhala”! (1 Korintus 10:14) Dengan melibatkan dirinya dalam politik, Susunan Kristen telah ’melakukan percabulan dengan raja-raja di bumi’. (Penyingkapan 17:1, 2) Sebenarnya, ia adalah pendukung utama Perserikatan Bangsa-Bangsa. Apa yang akan terjadi atas pelacur agama ini? Nah, apa yang Yehuwa katakan kepada prototipenya, Yehuda yang tidak setia, khususnya yang diwakili oleh ibu kotanya, Yerusalem?
”Kumpulan Barang-barangmu Tidak Akan Menyelamatkan Engkau”
13. Bagaimana Yehuda ”berdusta”, dan bagaimana reaksinya terhadap kesabaran Yehuwa?
13 ”Terhadap siapakah engkau menjadi gentar dan takut, sehingga engkau mulai berdusta?” tanya Yehuwa. Pertanyaan yang cocok! Jelaslah, Yehuda tidak memperlihatkan rasa takut yang sehat dan saleh kepada Yehuwa. Seandainya Yehuda takut akan Yehuwa, ia tidak akan menjadi bangsa pendusta, penyembah allah palsu. Yehuwa selanjutnya mengatakan, ”Bukan aku yang kauingat. Engkau tidak memperhatikan apa-apa. Bukankah aku berdiam diri dan menyembunyikan perkara-perkara? Karena itu engkau tidak takut bahkan kepadaku.” (Yesaya 57:11) Yehuwa telah berdiam diri, tidak langsung menjatuhkan hukuman atas Yehuda. Apakah Yehuda menghargai hal ini? Tidak, sebaliknya, ia memandang kesabaran Allah sebagai ketidakacuhan. Hilang sudah semua rasa takutnya kepada Allah.
14, 15. Apa yang Yehuwa katakan tentang perbuatan-perbuatan Yehuda dan ”kumpulan barang-barang”-nya?
14 Akan tetapi, jangka waktu kepanjangsabaran Allah akan berakhir. Seraya melihat ke masa itu, Yehuwa menyatakan, ”Aku akan memberitahukan keadilbenaranmu dan perbuatan-perbuatanmu, bahwa itu semua tidak memberi manfaat bagimu. Pada waktu engkau berseru meminta tolong, kumpulan barang-barangmu tidak akan menyelamatkan engkau, tetapi itu semua akan dibawa oleh angin. Suatu embusan napas akan menyingkirkan itu semua.” (Yesaya 57:12, 13a) Yehuwa akan menyingkapkan keadilbenaran Yehuda yang munafik. Perbuatan-perbuatannya yang munafik tidak akan mendatangkan manfaat. ”Kumpulan barang-barang”-nya, kumpulan berhalanya, tidak akan menyelamatkannya. Sewaktu malapetaka menimpa, allah-allah yang ia percayai akan diterbangkan embusan angin.
15 Kata-kata Yehuwa digenapi pada tahun 607 SM. Yaitu sewaktu Raja Nebukhadnezar dari Babilon membinasakan Yerusalem, membakar baitnya, dan menawan kebanyakan penduduknya. ”Demikianlah Yehuda dibawa ke pembuangan dari tanahnya.”—2 Raja 25:1-21.
16. Apa yang menanti Susunan Kristen dan selebihnya dari ”Babilon Besar”?
16 Demikian pula, sejumlah besar berhala Susunan Kristen tidak akan menyelamatkannya pada hari murka Yehuwa. (Yesaya 2:19-22; 2 Tesalonika 1:6-10) Susunan Kristen dan selebihnya dari ”Babilon Besar”—imperium agama palsu sedunia—akan dibinasakan. Binatang buas simbolis berwarna merah marak dan sepuluh tanduknya ”akan menghancurkan [Babilon Besar] dan membuatnya telanjang, dan akan memakan habis bagian-bagiannya yang berdaging dan akan membakar dia seluruhnya dengan api”. (Penyingkapan 17:3, 16, 17) Alangkah leganya kita karena telah menaati perintah ini, ”Keluarlah dari dalamnya, jika kamu tidak ingin mengambil bagian bersama dia dalam dosa-dosanya, dan jika kamu tidak ingin menerima bagian dari tulah-tulahnya”! (Penyingkapan 18:4, 5) Semoga kita tidak pernah kembali kepadanya atau ke jalan-jalannya.
”Orang yang Berlindung Kepadaku Akan Mewarisi Negeri”
17. Janji apa yang diberikan kepada ’orang yang berlindung kepada Yehuwa’, dan kapan ini terwujud?
17 Namun, bagaimana dengan kata-kata selanjutnya dari nubuat Yesaya? ”Orang yang berlindung kepadaku akan mewarisi negeri dan akan memiliki gunung kudusku.” (Yesaya 57:13b) Kepada siapa Yehuwa sekarang berbicara? Ia melihat jauh melampaui bencana yang akan datang dan menubuatkan pembebasan umat-Nya dari Babilon dan pemulihan ibadat yang murni di gunung-Nya yang kudus, Yerusalem. (Yesaya 66:20; Daniel 9:16) Hal ini pastilah menjadi sumber anjuran bagi orang Yahudi yang tetap setia! Selanjutnya, Yehuwa mengatakan, ”Orang pasti akan mengatakan, ’Uruklah, uruklah, hai, kamu sekalian! Kosongkan jalan. Singkirkan semua penghalang dari jalan umatku.’” (Yesaya 57:14) Bila tiba masanya bagi Allah untuk menyelamatkan umat-Nya, jalannya akan siap, semua penghalang akan disingkirkan.—2 Tawarikh 36:22, 23.
18. Bagaimana keluhuran Yehuwa digambarkan, tetapi kepedulian yang pengasih apa yang Ia pertunjukkan?
18 Pada saat inilah nabi Yesaya mengucapkan kata-kata yang dikutip di awal pasal ini, ”Inilah firman dari Pribadi Yang Tinggi dan Luhur, yang berdiam untuk selama-lamanya dan yang namanya kudus, ’Di tempat yang tinggi dan di tempat kudus aku berdiam, juga bersama orang yang remuk dan rendah hati, untuk memulihkan semangat orang yang rendah hati dan menyembuhkan hati orang-orang yang remuk.’” (Yesaya 57:15) Takhta Yehuwa terletak di langit tertinggi. Tidak ada posisi yang lebih tinggi atau lebih luhur lagi daripada takhta itu. Kita sungguh terhibur karena tahu bahwa dari sana Ia melihat segala sesuatu—bukan hanya dosa-dosa orang fasik, melainkan juga tindakan adil-benar orang-orang yang berupaya melayani Dia! (Mazmur 102:19; 103:6) Selain itu, Ia mendengar erangan orang yang tertindas dan memulihkan hati orang yang tertekan. Kata-kata ini pastilah menyentuh hati orang-orang Yahudi yang bertobat pada zaman dahulu. Tentu saja, kata-kata ini menyentuh hati kita dewasa ini.
19. Kapan kemarahan Yehuwa berhenti?
19 Kata-kata Yehuwa selanjutnya juga menghibur, ”Karena tidak untuk waktu yang tidak tertentu aku akan berbantah, juga tidak untuk seterusnya aku akan marah; sebab roh menjadi lemah oleh karena aku, bahkan roh makhluk-makhluk bernapas yang aku buat.” (Yesaya 57:16) Tidak ada ciptaan Allah yang dapat selamat jika murka Yehuwa berkelanjutan, tanpa akhir. Namun, syukurlah, kemarahan Allah hanya untuk waktu yang terbatas. Amarah-Nya akan reda setelah tujuannya tercapai. Pemahaman yang terilham ini membantu kita memperkembangkan penghargaan yang dalam akan kasih Yehuwa terhadap ciptaan-Nya.
20. (a) Bagaimana Yehuwa berurusan dengan pelaku kesalahan yang tidak bertobat? (b) Bagaimana Yehuwa menghibur orang yang memiliki penyesalan yang dalam?
20 Kita akan memperoleh lebih banyak pemahaman seraya Yehuwa melanjutkan kata-kata-Nya. Pertama-tama, Ia mengatakan, ”Terhadap kesalahan sehubungan dengan keuntungannya yang tidak benar aku menjadi marah, lalu aku memukul dia, menyembunyikan mukaku, pada waktu aku marah. Tetapi dia terus berjalan sebagai pembelot mengikuti jalan hatinya.” (Yesaya 57:17) Kesalahan yang dilakukan karena ketamakan tentu saja mengundang murka Allah. Selama seseorang tetap membelot, Yehuwa akan tetap marah. Namun, bagaimana jika si pembelot menyambut disiplin? Barulah Yehuwa memperlihatkan bagaimana kasih dan belas kasihan-Nya menggerakkan Dia untuk bertindak, ”Aku telah melihat jalan-jalannya; dan aku mulai menyembuhkan dia dan membimbingnya dan membayar ganti rugi kepadanya dengan penghiburan, juga kepada orang-orangnya yang berkabung.” (Yesaya 57:18) Setelah mendisiplin, Yehuwa menyembuhkan orang yang memiliki penyesalan yang dalam dan menghibur dia serta orang-orang yang berkabung bersamanya. Itulah sebabnya pada tahun 537 SM orang-orang Yahudi dapat pulang. Memang, Yehuda tidak pernah lagi menjadi kerajaan yang merdeka di bawah seorang raja dari garis keturunan Daud. Namun, bait di Yerusalem dibangun kembali, dan ibadat sejati dipulihkan kembali.
21. (a) Bagaimana Yehuwa memulihkan semangat orang-orang Kristen terurap pada tahun 1919? (b) Bagi kita secara pribadi, sifat apa yang sebaiknya dipupuk?
21 ”Pribadi Yang Tinggi dan Luhur”, Yehuwa, juga memperlihatkan kepedulian terhadap kesejahteraan kaum sisa terurap pada tahun 1919. Karena penyesalan mereka yang dalam dan kerendahan hati mereka, Allah yang agung, Yehuwa, dengan baik hati memperhatikan penderitaan mereka dan membebaskan mereka dari penawanan yang bersifat Babilon. Ia menyingkirkan semua batu sandungan dan menuntun mereka kepada kebebasan agar mereka dapat mempersembahkan ibadat yang murni kepada-Nya. Dengan demikian, kata-kata Yehuwa melalui Yesaya digenapi pada saat itu. Dan, di balik kata-kata itu terdapat prinsip-prinsip kekal yang berlaku bagi kita masing-masing. Yehuwa menerima ibadat hanya dari orang-orang yang mengenakan kerendahan pikiran. Dan, jika salah seorang hamba Allah berbuat dosa, ia hendaknya segera mengakui kesalahannya, menerima teguran, dan memperbaiki jalan-jalannya. Semoga kita tidak pernah lupa bahwa Yehuwa menyembuhkan dan menghibur orang-orang yang rendah hati tetapi ”menentang orang yang angkuh”.—Yakobus 4:6.
’Kedamaian bagi Orang yang Jauh dan Dekat’
22. Masa depan apa diramalkan Yehuwa bagi (a) orang yang bertobat? (b) orang fasik?
22 Sewaktu mengontraskan masa depan orang-orang yang bertobat dengan orang-orang yang berkanjang dalam jalan-jalan yang fasik, Yehuwa menyatakan, ”Akulah yang menciptakan buah-buah bibir. Akan ada kedamaian yang berkesinambungan bagi orang yang jauh dan bagi orang yang dekat, . . . dan aku akan menyembuhkan dia. Tetapi orang fasik adalah seperti laut yang diombang-ambingkan, yang tidak dapat tenang, yang airnya terus menggoyang-goyangkan ganggang laut dan lumpur. Tidak ada damai bagi orang-orang fasik.”—Yesaya 57:19-21.
23. Apa sebenarnya buah-buah bibir, dan bagaimana Yehuwa ”menciptakan” buah-buah ini?
23 Buah-buah bibir adalah korban pujian yang dipersembahkan kepada Allah—pernyataan tentang nama-Nya di hadapan umum. (Ibrani 13:15) Bagaimana Yehuwa ”menciptakan” pernyataan di hadapan umum ini? Agar dapat mempersembahkan korban pujian, seseorang harus terlebih dahulu belajar tentang Allah dan kemudian beriman kepada-Nya. Iman—salah satu buah roh Allah—menggerakkan orang tersebut untuk memberi tahu orang-orang lain tentang apa yang ia dengar. Dengan kata lain, ia membuat pernyataan di hadapan umum. (Roma 10:13-15; Galatia 5:22) Juga, harus diingat bahwa pada dasarnya Yehuwa-lah pribadi yang mengutus hamba-hamba-Nya untuk memberitakan pujian bagi-Nya. Dan, Yehuwa-lah yang membebaskan umat-Nya, memungkinkan mereka mempersembahkan korban-korban pujian demikian. (1 Petrus 2:9) Oleh karena itu, dengan tepat dapat dikatakan bahwa Yehuwa-lah yang menciptakan buah-buah bibir ini.
24. (a) Siapa yang mulai belajar mengenal kedamaian Allah, dan apa hasilnya? (b) Siapa yang tidak belajar mengenal kedamaian, dan apa akibatnya bagi mereka?
24 Buah-buah bibir yang dipersembahkan orang-orang Yahudi seraya mereka kembali ke tanah asal mereka dengan menyanyikan pujian kepada Yehuwa pastilah sangat menggetarkan hati! Mereka pasti bersukacita karena mengenal kedamaian dari Allah, entah mereka ”jauh”—jauh dari Yehuda, masih menunggu untuk pulang—atau, ”dekat”—sudah sampai di tanah asal mereka. Sebagai kontras, alangkah berbedanya keadaan orang fasik! Siapa saja yang tidak mau menyambut tindakan disiplin Yehuwa, yaitu orang-orang fasik, siapa pun dan di mana pun mereka berada, sama sekali tidak memiliki kedamaian. Bergejolak seperti laut yang resah, mereka terus menghasilkan, bukan buah-buah bibir, melainkan ”ganggang laut dan rumput”, segala sesuatu yang najis.
25. Bagaimana banyak orang yang jauh maupun dekat datang untuk belajar mengenal kedamaian?
25 Dewasa ini juga, para penyembah Yehuwa di mana-mana memberitakan kabar baik Kerajaan Allah. Orang-orang Kristen yang jauh maupun dekat, di lebih dari 230 negeri mempersembahkan buah-buah bibir mereka, mengumandangkan pujian kepada satu-satunya Allah yang benar. Pujian yang mereka nyanyikan terdengar ”dari ujung bumi”. (Yesaya 42:10-12) Orang-orang yang mendengarkan pernyataan mereka dan menanggapinya menerima kebenaran Firman Allah, Alkitab. Orang-orang seperti itu belajar mengenal kedamaian yang dihasilkan karena melayani ”Allah, yang memberikan kedamaian”.—Roma 16:20.
26. (a) Apa yang menanti orang-orang fasik? (b) Janji luar biasa apa diberikan kepada orang yang lembut hati, dan apa yang hendaknya menjadi tekad kita?
26 Memang, orang yang fasik tidak mengindahkan berita Kerajaan. Namun, sebentar lagi mereka tidak akan diizinkan untuk mengganggu kedamaian orang-orang yang adil-benar. ”Hanya sedikit waktu lagi, orang fasik tidak akan ada lagi,” janji Yehuwa. Orang-orang yang berlindung kepada Yehuwa akan mewarisi bumi dengan cara yang menakjubkan. ”Orang-orang yang lembut hati akan memiliki bumi, dan mereka akan benar-benar mendapatkan kesenangan yang besar atas limpahnya kedamaian.” (Mazmur 37:10, 11, 29) Betapa indahnya bumi kita kelak! Semoga kita semua bertekad untuk tidak pernah kehilangan kedamaian dari Allah, sehingga kita dapat menyanyikan pujian kepada Allah untuk selama-lamanya.
[Catatan Kaki]
a Kemungkinan, istilah ’tempat tidur’ memaksudkan mezbah atau tempat ibadat kafir. Istilah ini digunakan sebagai pengingat bahwa ibadat semacam itu adalah pelacuran rohani.
b Tonggak suci mungkin menggambarkan alat kelamin wanita, dan pilar suci mungkin melambangkan alat kelamin pria. Keduanya digunakan oleh penduduk Yehuda yang tidak setia.—2 Raja 18:4; 23:14.
[Gambar di hlm. 263]
Yehuda mempraktekkan penyembahan yang amoral di bawah setiap pohon yang rindang
[Gambar di hlm. 267]
Yehuda membangun mezbah-mezbah di seluruh negeri
[Gambar di hlm. 275]
”Akulah yang menciptakan buah-buah bibir”
-
-
Kemunafikan Disingkapkan!Nubuat Yesaya—Terang bagi Seluruh Umat Manusia II
-
-
Pasal Sembilan Belas
Kemunafikan Disingkapkan!
1. Bagaimana Yesus dan Yehuwa memandang kemunafikan, dan bentuk kemunafikan apa yang ada pada zaman Yesaya?
”DARI luar memang, [kamu] tampak adil-benar bagi manusia,” kata Yesus kepada para pemimpin agama pada zamannya, ”tetapi di dalamnya, kamu penuh kemunafikan dan pelanggaran hukum.” (Matius 23:28) Kutukan Yesus atas kemunafikan mencerminkan pandangan Bapak surgawinya. Pasal 58 dari nubuat Yesaya secara spesifik mengarahkan perhatian kepada kemunafikan yang merajalela di Yehuda. Pertikaian, penindasan, dan kekerasan sudah dianggap biasa, dan peringatan Sabat telah merosot mutunya menjadi suatu ritual yang tak bermakna. Bangsa itu memberikan pelayanan yang asal-asalan kepada Yehuwa dan memamerkan kesalehan dengan berpuasa. Tidak heran, Yehuwa menyingkapkan siapa mereka sebenarnya!
’Beri tahukanlah kepada Umat Itu Dosa-Dosa Mereka’
2. Semangat apa yang Yesaya perlihatkan seraya ia mengumumkan berita Yehuwa, dan siapa dewasa ini yang seperti dia?
2 Sekalipun Yehuwa merasa muak terhadap ulah Yehuda, kata-kata-Nya mencakup imbauan yang sepenuh hati agar bangsa itu bertobat. Namun, Yehuwa tidak ingin teguran-Nya kurang jelas. Oleh karena itu, Ia menyuruh Yesaya, ”Berserulah dengan sekuat-kuatnya; jangan menahan diri. Nyaringkan suaramu seperti suara tiupan tanduk, dan beri tahukanlah kepada umatku pemberontakan mereka, dan kepada keturunan Yakub, dosa-dosa mereka.” (Yesaya 58:1) Keberanian Yesaya mengumumkan kata-kata Yehuwa dapat membuat bangsa itu kesal terhadapnya, tetapi hatinya tidak menciut. Semangat pengabdiannya masih seperti yang ia perlihatkan ketika ia mengatakan, ”Ini aku! Utuslah aku.” (Yesaya 6:8) Alangkah bagus teladan ketekunan Yesaya bagi Saksi-Saksi Yehuwa pada zaman modern, yang juga menerima amanat untuk memberitakan Firman Allah dan menyingkapkan kemunafikan agama!—Mazmur 118:6; 2 Timotius 4:1-5.
3, 4. (a) Orang-orang pada zaman Yesaya menampilkan sikap pura-pura apa? (b) Bagaimana situasi Yehuda yang sebenarnya?
3 Orang-orang pada zaman Yesaya berpura-pura mencari Yehuwa dan menyatakan kesukaan akan keputusan hukum-Nya yang adil-benar. Kita membaca kata-kata Yehuwa, ”Hari demi hari, akulah yang terus mereka cari, dan atas pengetahuan tentang jalan-jalanku mereka menyatakan kesukaan, seperti suatu bangsa yang melakukan keadilbenaran dan tidak meninggalkan keadilan dari Allah mereka, dengan terus bertanya kepadaku mengenai keputusan hukum yang adil-benar, dan dengan mendekat kepada Allah yang mereka senangi.” (Yesaya 58:2) Apakah pengakuan bahwa mereka menyukai jalan-jalan Yehuwa itu tulus? Tidak. Mereka ”seperti suatu bangsa yang melakukan keadilbenaran”, tetapi kesamaannya itu hanya di permukaan saja. Kenyataannya, bangsa ini telah ”meninggalkan keadilan dari Allah mereka”.
4 Situasi itu sangat mirip dengan situasi yang disingkapkan belakangan kepada nabi Yehezkiel. Yehuwa memberi tahu Yehezkiel bahwa orang-orang Yahudi berkata seorang kepada yang lain, ”Datanglah dan dengarlah firman yang keluar dari Yehuwa.” Akan tetapi, Allah memperingatkan Yehezkiel tentang ketidaktulusan mereka, ”Mereka akan datang kepadamu, . . . dan mereka pasti akan mendengar perkataanmu tetapi mereka tidak akan melakukannya, karena mulut mereka menyatakan keinginan yang penuh hawa nafsu dan hati mereka mengejar keuntungan yang tidak benar. Dan lihat! bagi mereka, engkau hanyalah seperti nyanyian cinta yang nikmat, seperti orang yang bersuara indah dan pandai memainkan alat musik bersenar. Mereka pasti akan mendengar perkataanmu, tetapi tidak seorang pun yang melakukannya.” (Yehezkiel 33:30-32) Orang-orang yang sezaman dengan Yesaya juga mengaku terus mencari Yehuwa, tetapi mereka tidak menaati kata-kata-Nya.
Puasa yang Munafik
5. Bagaimana orang Yahudi berupaya memperoleh perkenan ilahi, dan bagaimana reaksi Yehuwa?
5 Dalam upaya memperoleh perkenan ilahi, orang Yahudi secara formal menjalankan puasa, tetapi kesalehan pura-pura itu akhirnya mengasingkan mereka dari Yehuwa. Dalam kebingungan mereka bertanya, ”Apa sebabnya kami berpuasa dan engkau tidak melihat, dan kami membuat jiwa kami menderita dan engkau tidak memperhatikan?” Yehuwa menjawab dengan terus terang, ”Sesungguhnya pada waktu berpuasa kamu merasa senang, sementara semua pekerjamu yang berjerih lelah terus kamu pacu untuk bekerja. Sesungguhnya untuk perselisihan dan perkelahian kamu berpuasa, dan untuk memukul dengan tinju kefasikan. Tidakkah kamu seharusnya berpuasa seperti pada hari itu, agar suaramu terdengar di tempat yang tinggi? Haruskah puasa yang kupilih menjadi seperti ini, yaitu sebagai hari untuk manusia menyiksa jiwanya? Menundukkan kepalanya seperti tangkai kercut, dan bahwa ia harus menghamparkan kain goni dan abu sebagai pembaringannya? Inikah yang kamu sebut puasa dan hari yang diperkenan Yehuwa?”—Yesaya 58:3-5.
6. Perbuatan apa saja yang dilakukan orang Yahudi yang menyingkapkan kemunafikan mereka dalam hal berpuasa?
6 Sementara berpuasa, berpura-pura adil-benar, dan bahkan meminta penghakiman yang adil-benar dari Yehuwa, orang-orang itu sibuk dengan kesenangan dan urusan bisnis yang mementingkan diri. Mereka melakukan pertikaian, penindasan, dan kekerasan sesuka hati mereka. Untuk menyembunyikan kelakuan buruk mereka, secara mencolok mereka mempertunjukkan perkabungan—menundukkan kepala seperti tangkai kercut dan duduk beralaskan kain goni dan abu—seolah-olah bertobat dari dosa-dosa mereka. Apa gunanya semua ini jika mereka terus memberontak? Mereka tidak memperlihatkan kesedihan dan pertobatan yang saleh yang seharusnya menyertai puasa yang tulus. Ratapan mereka—sekalipun riuh rendah—tidak terdengar di surga.
7. Bagaimana orang-orang Yahudi pada zaman Yesus berlaku munafik, dan bagaimana banyak orang dewasa ini melakukan hal yang sama?
7 Orang Yahudi pada zaman Yesus memamerkan ritual puasa yang sama, bahkan ada yang melakukannya dua kali seminggu! (Matius 6:16-18; Lukas 18:11, 12) Banyak pemimpin agama juga meniru generasi Yesaya dengan berlaku bengis dan sewenang-wenang. Oleh karena itu, Yesus dengan berani menyingkapkan kedok keagamaan orang-orang munafik itu, dan mengatakan kepada mereka bahwa bentuk ibadat mereka sia-sia. (Matius 15:7-9) Demikian juga dewasa ini, jutaan orang ’menyatakan di depan umum bahwa mereka mengenal Allah, tetapi mereka menyangkal dia dengan perbuatan mereka, karena mereka menjijikkan, tidak taat, tidak pantas melakukan pekerjaan baik apa pun’. (Titus 1:16) Orang-orang seperti itu mungkin mengharapkan belas kasihan Allah, tetapi tingkah laku mereka menyingkapkan ketidaktulusan mereka. Sebaliknya, Saksi-Saksi Yehuwa menunjukkan pengabdian saleh yang sejati dan kasih persaudaraan yang tulus.—Yohanes 13:35.
Apa yang Tercakup dalam Pertobatan yang Benar
8, 9. Perbuatan-perbuatan positif apa yang harus menyertai pertobatan yang tulus?
8 Yehuwa ingin agar umat-Nya berbuat lebih dari sekadar berpuasa karena dosa mereka; Ia ingin agar mereka bertobat. Dengan demikian, mereka akan memperoleh perkenan-Nya. (Yehezkiel 18:23, 32) Ia menjelaskan bahwa agar tidak sia-sia, puasa harus disertai buah-buah pertobatan dari dosa-dosa masa lampau. Perhatikan pertanyaan-pertanyaan yang Yehuwa ajukan untuk menyelidik hati, ”Bukankah ini puasa yang aku pilih? Yaitu melepaskan belenggu kefasikan, melepaskan pengikat kayu kuk, dan membebaskan orang yang remuk, dan bahwa kamu harus mematahkan semua kayu kuk menjadi dua?”—Yesaya 58:6.
9 Belenggu dan kayu kuk sangat cocok untuk melambangkan perbudakan yang bengis. Jadi, sebaliknya dari berpuasa dan pada waktu yang sama menindas rekan-rekan seiman mereka, orang-orang itu harus menaati perintah, ”Engkau harus mengasihi sesamamu seperti dirimu sendiri.” (Imamat 19:18) Mereka harus membebaskan semua orang yang mereka tindas dan perbudak secara tidak adil.a Perbuatan keagamaan yang mencolok, seperti berpuasa, tidak dapat menggantikan pengabdian saleh yang sejati dan perbuatan-perbuatan yang merupakan bukti kasih persaudaraan. Nabi Mikha, yang sezaman dengan Yesaya, menulis, ”Apa yang Yehuwa minta sebagai balasan darimu selain menjalankan keadilan dan mengasihi kebaikan hati dan bersahaja dalam berjalan dengan Allahmu?”—Mikha 6:8.
10, 11. (a) Bagi orang Yahudi, apa yang lebih baik daripada berpuasa? (b) Bagaimana orang Kristen dewasa ini dapat menerapkan nasihat Yehuwa untuk orang Yahudi?
10 Keadilan, kebaikan hati, dan kesahajaan menuntut adanya perbuatan baik kepada orang lain; hal ini merupakan inti sari Hukum Yehuwa. (Matius 7:12) Berbagi kekayaan dengan orang miskin jauh lebih baik daripada berpuasa. Yehuwa bertanya, ”Bukankah [puasa yang aku pilih adalah] saat bagimu untuk membagi-bagikan rotimu kepada orang yang lapar, dan bahwa kamu harus membawa ke rumahmu orang-orang yang menderita dan tidak mempunyai tempat tinggal? Yaitu, apabila engkau melihat seseorang telanjang, engkau harus menutupi dia, dan kamu tidak boleh menyembunyikan diri dari orang yang sedarah daging denganmu?” (Yesaya 58:7) Ya, sebaliknya dari memamerkan puasa mereka, orang-orang yang mampu harus memberikan makanan, pakaian, atau tempat tinggal kepada sesama penduduk Yehuda yang miskin—darah daging mereka sendiri.
11 Prinsip-prinsip yang indah dari kasih persaudaraan dan keibaan hati yang dinyatakan oleh Yehuwa ini tidak hanya berlaku bagi orang Yahudi pada zaman Yesaya. Semua prinsip itu juga membimbing orang Kristen. Oleh sebab itu, rasul Paulus menulis, ”Maka, sebenarnya, selama kita mempunyai waktu yang baik untuk itu, biarlah kita melakukan apa yang baik untuk semua orang, tetapi teristimewa untuk mereka yang adalah saudara kita dalam iman.” (Galatia 6:10) Sidang Kristen harus menjadi tempat berlabuh yang penuh dengan kasih sayang persaudaraan, terutama mengingat bahwa kita hidup pada masa kritis yang semakin sulit dihadapi.—2 Timotius 3:1; Yakobus 1:27.
Ketaatan Mendatangkan Berkat yang Limpah
12. Apa yang akan Yehuwa lakukan jika umat-Nya menaati Dia?
12 Seandainya saja umat Yehuwa memahami pentingnya mengindahkan teguran-Nya yang pengasih! Yehuwa mengatakan, ”Jika demikian, terangmu akan memancar seperti fajar; dan kesembuhan akan segera datang bagimu. Keadilbenaran akan berjalan di depanmu; dan kemuliaan Yehuwa akan menjadi barisan pengawal belakangmu. Jika demikian, engkau akan memanggil, dan Yehuwa akan menjawab; engkau akan berseru meminta tolong, dan ia akan mengatakan, ’Inilah aku!’” (Yesaya 58:8, 9a) Kata-kata yang benar-benar hangat dan menggugah hati! Yehuwa memberkati dan melindungi orang-orang yang menyukai kebaikan hati yang penuh kasih dan keadilbenaran. Kalau umat Yehuwa bertobat dari kebengisan serta kemunafikan dan taat kepada-Nya, situasi mereka akan membaik. Yehuwa akan memberikan ”kesembuhan”, pemulihan secara rohani dan jasmani bagi bangsa itu. Ia juga akan menjaga mereka, sebagaimana yang Ia lakukan bagi bapak leluhur mereka sewaktu mereka meninggalkan Mesir. Dan, Ia akan segera menanggapi seruan mereka meminta tolong.—Keluaran 14:19, 20, 31.
13. Berkat apa saja yang menanti orang Yahudi jika mereka menyambut anjuran Yehuwa?
13 Kemudian, Yehuwa memberikan anjuran tambahan, ”Jika engkau menyingkirkan dari tengah-tengahmu kayu kuk [perbudakan yang bengis dan tidak adil], tidak lagi menunjuk-nunjuk dengan jari [mungkin sambil menista atau melontarkan tuduhan palsu] dan membicarakan hal yang membawa celaka; dan engkau memberikan kepada orang yang lapar apa yang menjadi hasrat jiwamu, dan memuaskan jiwa yang menderita, maka terangmu pasti akan memancar bahkan dalam kegelapan, dan kesuramanmu akan menjadi seperti tengah hari.” (Yesaya 58:9b, 10) Egoisme dan kebengisan merugikan diri sendiri dan mendatangkan murka Yehuwa; sedangkan kebaikan hati dan kemurahan hati, terutama terhadap orang-orang yang lapar dan menderita, mendatangkan berkat yang limpah dari Allah. Seandainya saja orang Yahudi mencamkan kebenaran-kebenaran ini! Maka, cahaya serta kemakmuran rohani mereka akan membuat mereka bersinar seperti surya pada tengah hari, menghilangkan segala kesuraman. Di atas segalanya, mereka akan membawa hormat dan pujian kepada Yehuwa, Sumber kemuliaan dan berkat mereka.—1 Raja 8:41-43.
Suatu Bangsa Dipulihkan
14. (a) Bagaimana reaksi orang-orang yang sezaman dengan Yesaya terhadap kata-katanya? (b) Apa yang terus Yehuwa tawarkan?
14 Sangat disesalkan, bangsa itu mengabaikan imbauan Yehuwa dan bahkan terjerumus lebih jauh lagi ke dalam kefasikan. Akhirnya, Yehuwa terpaksa mengirimkan mereka ke pembuangan, sebagaimana yang telah Ia peringatkan. (Ulangan 28:15, 36, 37, 64, 65) Sekalipun demikian, kata-kata Yehuwa yang berikutnya melalui Yesaya terus menawarkan pengharapan. Allah meramalkan bahwa suatu sisa yang telah menyambut disiplin dan bertobat akan kembali dengan sukacita ke tanah Yehuda, sekalipun negeri itu sudah telantar.
15. Apa pemulihan yang mendatangkan sukacita yang Yehuwa nubuatkan?
15 Seraya menunjuk kepada pemulihan umat-Nya pada tahun 537 SM, Yehuwa, melalui Yesaya, mengatakan, ”Yehuwa tentu akan menuntun engkau senantiasa dan memuaskan jiwamu bahkan di tanah yang kering, dan ia akan menguatkan tulang-tulangmu; dan engkau akan menjadi seperti kebun yang disirami dengan baik, dan seperti sumber air, mata air yang tidak berdusta [”mengecewakan”, Terjemahan Baru].” (Yesaya 58:11) Yehuwa akan memulihkan tanah asal Israel yang kering menjadi tanah subur yang produktif. Yang lebih menakjubkan lagi, Ia akan memberkati umat-Nya yang bertobat, menguatkan ’tulang-tulang’ mereka dari keadaan tak bernyawa secara rohani menjadi penuh vitalitas. (Yehezkiel 37:1-14) Bangsa itu sendiri akan menjadi seperti ”kebun yang disirami dengan baik” yang penuh dengan buah-buah rohani.
16. Bagaimana negeri itu akan dipulihkan?
16 Pemulihan akan mencakup pembangunan kembali kota-kota yang dihancurkan oleh para penyerbu dari Babilon pada tahun 607 SM. ”Atas keinginanmu orang akan membangun tempat-tempat yang telah lama hancur; engkau akan mendirikan bahkan fondasi yang ada dari generasi ke generasi. Engkau akan disebut orang yang memperbaiki celah, orang yang memperbaiki jalan raya di tempat yang akan didiami.” (Yesaya 58:12) Ungkapan ”tempat-tempat yang telah lama hancur” yang sejajar dengan ungkapan ”fondasi yang ada dari generasi ke generasi” (atau, fondasi yang berada dalam keadaan hancur selama beberapa generasi) memperlihatkan bahwa kaum sisa yang pulang akan membangun kembali kota-kota Yehuda yang telah hancur, terutama Yerusalem. (Nehemia 2:5; 12:27; Yesaya 44:28) Mereka akan memperbaiki ”celah”—istilah kolektif yang memaksudkan lubang-lubang pada tembok Yerusalem dan tentunya pada tembok kota-kota lain juga.—Yeremia 31:38-40; Amos 9:14.
Berkat sebagai Hasil Kesetiaan Menjalankan Sabat
17. Bagaimana Yehuwa mengimbau umat-Nya untuk menaati hukum Sabat?
17 Sabat adalah perwujudan minat Allah yang dalam terhadap kesejahteraan jasmani dan rohani umat-Nya. Yesus mengatakan, ”Hari sabat diadakan demi manusia.” (Markus 2:27) Hari yang dikhususkan Yehuwa ini memberikan kesempatan istimewa bagi orang Israel untuk memperlihatkan kasih mereka kepada Allah. Sayangnya, pada zaman Yesaya Sabat telah merosot menjadi suatu hari untuk menjalankan ritual yang tak berarti dan untuk memuaskan diri dengan hasrat-hasrat yang mementingkan diri. Jadi sekali lagi, Yehuwa menegur umat-Nya dengan keras. Dan, Ia kembali berupaya mencapai hati mereka. Ia mengatakan, ”Jika karena sabat kakimu berbalik dan tidak melakukan kesenanganmu sendiri pada hariku yang kudus, dan engkau menyebut hari sabat sebagai sesuatu yang sangat menyenangkan, hari kudus Yehuwa, hari yang dimuliakan, dan engkau benar-benar memuliakannya sebaliknya daripada melakukan jalan-jalanmu sendiri, sebaliknya daripada mencari apa yang menyenangkan dirimu dan berkata omong kosong; maka engkau akan mendapatkan kesenangan yang besar karena Yehuwa, dan aku akan membuat engkau berkendara di tempat-tempat yang tinggi di bumi; dan aku akan membuatmu makan dari milik pusaka Yakub, bapak leluhurmu, sebab mulut Yehuwa-lah yang telah mengatakannya.”—Yesaya 58:13, 14.
18. Apa akibat kegagalan Yehuda dalam menghormati Sabat?
18 Sabat adalah hari untuk renungan, doa, dan ibadat bersama keluarga. Sabat seharusnya membantu orang Yahudi mengingat kembali perbuatan-perbuatan Yehuwa yang menakjubkan yang dilakukan demi mereka dan merenungkan keadilan dan kasih yang tercermin dalam Hukum-Nya. Oleh sebab itu, kesetiaan memperingati hari yang kudus ini seharusnya membantu untuk mendekatkan bangsa itu kepada Allah mereka. Sebaliknya, mereka menyimpangkan arti Sabat dan, oleh karena itu, mereka terancam kehilangan berkat Yehuwa.—Imamat 26:34; 2 Tawarikh 36:21.
19. Apa saja berkat limpah yang menanti umat Allah jika mereka kembali menjalankan Sabat?
19 Akan tetapi, jika orang Yahudi mengindahkan disiplin, lalu menghormati penyelenggaraan Sabat, berkat yang limpah menanti di hadapan mereka. Ibadat sejati dan respek terhadap Sabat akan memberikan pengaruh yang positif terhadap segala aspek kehidupan mereka. (Ulangan 28:1-13; Mazmur 19:7-11) Misalnya, Yehuwa akan membuat umat-Nya ”berkendara di tempat-tempat yang tinggi di bumi”. Ungkapan ini memaksudkan keamanan dan kemenangan atas musuh-musuh. Siapa pun yang menguasai tempat-tempat tinggi—bukit-bukit dan gunung-gunung—menguasai negeri. (Ulangan 32:13; 33:29) Dahulu, Israel menaati Yehuwa, dan bangsa itu menikmati perlindungan-Nya dan direspek, bahkan ditakuti, bangsa-bangsa lain. (Yosua 2:9-11; 1 Raja 4:20, 21) Jika mereka memperlihatkan ketaatan dengan sekali lagi berpaling kepada Yehuwa, sebagian kemuliaan mereka yang dahulu akan diperoleh kembali. Yehuwa akan memberi umat-Nya bagian yang penuh dari ”milik pusaka Yakub”—berkat yang dijanjikan melalui perjanjian-Nya dengan bapak-bapak leluhur mereka, terutama berkat tentang kepemilikan yang pasti atas Tanah Perjanjian.—Mazmur 105:8-11.
20. ”Peristirahatan sabat” apa yang tersedia bagi orang Kristen?
20 Dalam hal ini, adakah pelajaran yang dapat diperoleh orang-orang Kristen? Setelah kematian Yesus Kristus, Hukum Musa tidak berlaku lagi, termasuk tuntutannya untuk menjalankan Sabat. (Kolose 2:16, 17) Akan tetapi, semangat peringatan Sabat yang seharusnya ada di Yehuda—mendahulukan kepentingan rohani dan mendekatkan diri kepada Yehuwa—masih penting bagi para penyembah Yehuwa. (Matius 6:33; Yakobus 4:8) Selain itu, Paulus, dalam suratnya kepada orang Ibrani, mengatakan, ”Masih ada peristirahatan sabat bagi umat Allah.” Orang Kristen memasuki ”peristirahatan sabat” ini dengan menaati Yehuwa dan mengejar keadilbenaran berdasarkan iman akan darah Yesus Kristus yang dicurahkan. (Ibrani 3:12, 18, 19; 4:6, 9-11, 14-16) Orang Kristen menjalankan Sabat dengan cara ini, bukan hanya satu hari seminggu, melainkan setiap hari.—Kolose 3:23, 24.
Israel Rohani ”Berkendara di Tempat-Tempat yang Tinggi di Bumi”
21, 22. Bagaimana Yehuwa membuat Israel milik Allah ”berkendara di tempat-tempat yang tinggi di bumi”?
21 Sejak pembebasan mereka dari penawanan yang bersifat Babilon pada tahun 1919, orang-orang Kristen terurap dengan setia telah menjalankan apa yang digambarkan oleh Sabat. Sebagai hasilnya, Yehuwa telah membuat mereka ”berkendara di tempat-tempat yang tinggi di bumi”. Dalam arti apa? Pada tahun 1513 SM, Yehuwa mengadakan perjanjian dengan keturunan Abraham bahwa jika mereka taat, mereka akan menjadi suatu kerajaan imam dan bangsa yang kudus. (Keluaran 19:5, 6) Selama 40 tahun di padang belantara, Yehuwa membawa mereka dengan selamat, seperti burung elang menggendong anak-anaknya, dan memberkati mereka dengan persediaan-persediaan yang limpah. (Ulangan 32:10-12) Namun, bangsa itu tidak beriman dan akhirnya kehilangan semua hak istimewa yang sebenarnya bisa mereka miliki. Sekalipun demikian, Yehuwa mempunyai suatu kerajaan imam dewasa ini, yaitu Israel milik Allah.—Galatia 6:16; 1 Petrus 2:9.
22 Selama ”zaman akhir”, bangsa rohani ini telah melakukan apa yang gagal dilakukan oleh Israel zaman dahulu. Mereka tetap beriman kepada Yehuwa. (Daniel 8:17) Karena para anggotanya dengan teguh menjalankan standar-standar Yehuwa yang tinggi dan mengikuti jalan-jalan-Nya yang luhur, secara rohani Yehuwa meninggikan mereka. (Amsal 4:4, 5, 8; Penyingkapan 11:12) Karena terlindung dari kenajisan di sekeliling mereka, mereka menikmati gaya hidup yang lebih luhur, dan sebaliknya dari mengikuti jalan-jalan mereka sendiri, mereka memperoleh ”kesenangan yang luar biasa akan Yehuwa” dan Firman-Nya. (Mazmur 37:4) Yehuwa telah melindungi mereka secara rohani dalam menghadapi tentangan keras seluas dunia. Sejak tahun 1919, tembok ”negeri” rohani mereka tidak pernah dibobol. (Yesaya 66:8) Mereka terus menjadi suatu umat bagi nama-Nya yang mulia, yang dengan sukacita mereka beritakan di seluas dunia. (Ulangan 32:3; Kisah 15:14) Selain itu, semakin banyak orang yang lembut hati dari segala bangsa kini turut bersama mereka menikmati hak istimewa yang besar untuk diajar tentang jalan-jalan Yehuwa dan dibantu untuk berjalan di jalan-jalan-Nya.
23. Bagaimana Yehuwa membuat hamba-hamba-Nya yang terurap ”makan dari milik pusaka Yakub”?
23 Yehuwa membuat hamba-hamba-Nya yang terurap ”makan dari milik pusaka Yakub”. Ketika Ishak memberkati Yakub, dan bukan Esau, kata-kata sang patriark menubuatkan berkat bagi semua orang yang memperlihatkan iman akan Benih Abraham yang dijanjikan. (Kejadian 27:27-29; Galatia 3:16, 17) Seperti Yakub—dan bukan seperti Esau—orang-orang Kristen terurap dan rekan-rekan mereka ”menghargai perkara-perkara suci”, terutama makanan rohani yang Allah berikan dengan limpah. (Ibrani 12:16, 17; Matius 4:4) Makanan rohani ini—yang mencakup pengetahuan tentang apa yang Yehuwa sedang laksanakan melalui Benih yang dijanjikan dan rekan-rekan Benih itu—menguatkan, menyegarkan, dan sangat penting bagi kehidupan rohani mereka. Oleh sebab itu, sangat penting bagi mereka untuk senantiasa menyantap makanan rohani dengan membaca dan merenungkan Firman Allah. (Mazmur 1:1-3) Mereka sangat perlu bergaul dengan rekan-rekan seiman dalam perhimpunan-perhimpunan Kristen. Dan, mereka harus menjunjung standar-standar ibadat murni yang luhur seraya mereka dengan sukacita membagikan makanan itu kepada orang lain.
24. Bagaimana perilaku orang-orang Kristen sejati dewasa ini?
24 Sambil menanti-nantikan penggenapan janji-janji Yehuwa, semoga orang-orang Kristen sejati terus membuang segala jenis kemunafikan. Seraya ditunjang oleh ”milik pusaka Yakub”, semoga mereka terus menikmati keamanan rohani di ”tempat-tempat yang tinggi di bumi”.
[Catatan Kaki]
a Yehuwa membuat pengaturan bagi orang-orang dari antara umat-Nya yang terlilit utang untuk menjual diri sebagai budak—pada dasarnya, menjadi buruh upahan—untuk melunasi utang mereka. (Imamat 25:39-43) Akan tetapi, Hukum menuntut agar budak diperlakukan dengan baik. Budak yang diperlakukan dengan kejam harus dibebaskan.—Keluaran 21:2, 3, 26, 27; Ulangan 15:12-15.
[Gambar di hlm. 278]
Orang Yahudi berpuasa dan menundukkan kepala mereka, pura-pura bertobat—tetapi tidak berubah haluan
[Gambar di hlm. 283]
Orang yang mampu memberikan tempat tinggal, pakaian, atau makanan kepada orang miskin
[Gambar di hlm. 286]
Jika Yehuda bertobat, ia akan membangun kembali kota-kotanya yang telah hancur
-
-
Tangan Yehuwa Tidak PendekNubuat Yesaya—Terang bagi Seluruh Umat Manusia II
-
-
Pasal Dua Puluh
Tangan Yehuwa Tidak Pendek
1. Bagaimana keadaan di Yehuda, dan pertanyaan apa yang dimiliki banyak orang?
BANGSA Yehuda mengaku mempunyai hubungan perjanjian dengan Yehuwa. Namun, terdapat masalah di mana-mana. Keadilan sangat jarang dijalankan, kejahatan dan penindasan merajalela, dan harapan untuk perbaikan tak kunjung terwujud. Ada yang benar-benar tidak beres. Banyak orang bertanya-tanya apakah Yehuwa akan membereskan masalah ini. Itulah keadaan di zaman Yesaya. Namun, catatan Yesaya tentang masa itu lebih dari sekadar catatan sejarah kuno. Kata-katanya mengandung peringatan nubuat bagi siapa pun yang mengaku menyembah Allah, tetapi mengabaikan hukum-hukum-Nya. Dan, nubuat terilham yang dicatat dalam Yesaya pasal 59 ini menyediakan anjuran yang hangat bagi semua yang berupaya melayani Yehuwa meskipun hidup pada zaman yang sulit dan berbahaya.
Terasing dari Allah yang Benar
2, 3. Mengapa Yehuwa tidak melindungi Yehuda?
2 Coba bayangkan—umat perjanjian Allah jatuh ke dalam kemurtadan. Mereka telah menolak Pembuat mereka, dan dengan demikian menarik diri dari tangan perlindungan-Nya. Itulah sebabnya mereka mengalami penderitaan yang hebat. Apakah mereka mungkin mempersalahkan Yehuwa untuk masa-masa sulit mereka? Yesaya memberi tahu mereka, ”Lihat! Tangan Yehuwa tidak menjadi terlalu pendek sehingga tidak dapat menyelamatkan, juga telinganya tidak menjadi terlalu berat sehingga tidak dapat mendengar. Tidak, tetapi kesalahan kamu sekalian telah menjadi penyebab perpecahan antara kamu dan Allahmu, dan dosa-dosamu telah menyebabkan ia menyembunyikan mukanya darimu agar tidak mendengar.”—Yesaya 59:1, 2.
3 Kata-kata ini terus terang, tetapi benar. Yehuwa tetap adalah Allah keselamatan. Sebagai ”Pendengar doa”, Ia mendengarkan doa hamba-hamba-Nya yang setia. (Mazmur 65:2) Namun, Ia tidak memberkati pelaku kesalahan. Orang-orang itu sendiri yang bertanggung jawab atas keterasingan mereka dari Yehuwa. Kefasikan mereka sendiri telah menyebabkan Ia menyembunyikan muka-Nya dari mereka.
4. Tuduhan apa dilontarkan kepada Yehuda?
4 Yehuda sebenarnya memiliki riwayat yang sangat buruk. Nubuat Yesaya menyebutkan beberapa tuduhan terhadap mereka, ”Telapak tanganmu telah tercemar oleh darah, dan jari-jarimu tercemar oleh kesalahan. Bibirmu mengucapkan dusta. Lidahmu terus menggumamkan hal-hal yang tidak adil-benar semata.” (Yesaya 59:3) Orang-orang berdusta dan berbicara tentang hal-hal yang tidak adil-benar. Disebutkannya ’telapak tangan . . . tercemar oleh darah’ menunjukkan bahwa beberapa orang bahkan melakukan pembunuhan. Sungguh suatu penghinaan terhadap Allah, yang Hukum-Nya tidak hanya melarang pembunuhan, tetapi juga melarang untuk ”membenci saudaramu dalam hatimu”! (Imamat 19:17) Kefasikan yang tidak terkendali yang dilakukan penduduk Yehuda dan akibatnya yang tak terelakkan hendaknya mengingatkan kita masing-masing dewasa ini bahwa kita perlu mengendalikan pikiran dan perasaan kita yang berdosa. Jika tidak, kita dapat melakukan tindakan-tindakan fasik yang akan memisahkan kita dari Allah.—Roma 12:9; Galatia 5:15; Yakobus 1:14, 15.
5. Seberapa jauhkah kebejatan Yehuda?
5 Kefasikan mereka telah menjangkiti seluruh bangsa. Nubuat itu mengatakan, ”Tidak ada yang berseru demi keadilbenaran, dan tidak seorang pun pergi ke pengadilan demi kesetiaan. Orang percaya kepada kesia-siaan, dan membicarakan hal-hal yang tidak berguna. Mereka mengandung kesusahan, dan melahirkan apa yang mencelakakan.” (Yesaya 59:4) Tidak ada yang berbicara soal keadilbenaran. Bahkan di pengadilan, jarang ditemukan orang yang dapat diandalkan atau setia. Yehuda telah memalingkan diri dari Yehuwa dan menaruh kepercayaannya kepada persekutuan dengan bangsa-bangsa, bahkan kepada berhala-berhala yang tidak bernyawa. Semua itu adalah ”kesia-siaan”, yang sama sekali tidak bernilai. (Yesaya 40:17, 23; 41:29) Akibatnya, terdapat banyak pembicaraan, tetapi semuanya tidak berguna. Rencana dibuat, tetapi semuanya menghasilkan kesusahan dan celaka.
6. Bagaimana riwayat Susunan Kristen serupa dengan riwayat Yehuda?
6 Ada kesejajaran yang mencolok antara ketidakadilbenaran serta kekerasan yang terdapat di Yehuda dan yang terdapat di Susunan Kristen. (Lihat ”Yerusalem yang Murtad—Padanan Susunan Kristen”, di halaman 294.) Dua perang dunia yang ganas telah melibatkan bangsa-bangsa yang disebut Kristen. Sampai saat ini, agama Susunan Kristen telah terbukti tak sanggup menghentikan sapu bersih etnik dan pembantaian antarsuku di kalangan anggota-anggotanya sendiri. (2 Timotius 3:5) Meskipun Yesus mengajarkan kepada para pengikutnya untuk percaya akan Kerajaan Allah, bangsa-bangsa Susunan Kristen terus mengandalkan persenjataan militer dan persekutuan politik untuk memperoleh keamanan. (Matius 6:10) Malahan, kebanyakan negara penghasil senjata yang terbesar di dunia ada di kalangan bangsa-bangsa Susunan Kristen! Ya, sewaktu Susunan Kristen mengandalkan upaya dan lembaga manusia untuk memperoleh masa depan yang sentosa, ia juga mempercayai ”kesia-siaan”.
Menuai Buah yang Pahit
7. Mengapa siasat Yehuda hanya mendatangkan bencana?
7 Penyembahan berhala dan ketidakjujuran tidak dapat menghasilkan masyarakat yang sehat. Karena melakukan tindakan-tindakan demikian, orang Yahudi yang tidak setia kini menuai masalah yang mereka tabur sendiri. Kita membaca, ”Mereka menetaskan telur ular berbisa, dan mereka terus menenun sarang labah-labah. Siapa pun yang memakan telur mereka, akan mati, dan telur yang dipecahkan akan menetaskan ular berbisa.” (Yesaya 59:5) Siasat Yehuda—sejak dirancang sampai diwujudkan—tidak menghasilkan sesuatu yang berguna. Cara berpikir mereka yang salah hanya mendatangkan bencana, sebagaimana telur ular berbisa menghasilkan ular berbisa saja. Dan, bangsa itu menderita.
8. Apa yang memperlihatkan bahwa cara berpikir Yehuda keliru?
8 Ada penduduk Yehuda yang mungkin menggunakan kekerasan dalam upaya melindungi diri, tetapi mereka akan gagal. Kekuatan fisik tidak dapat menggantikan kepercayaan akan Yehuwa dan perbuatan-perbuatan keadilbenaran sebagai perlindungan sebagaimana sarang labah-labah tidak dapat menggantikan kain untuk melindungi diri dari cuaca buruk. Yesaya menyatakan, ”Sarang labah-labah mereka tidak dapat digunakan sebagai pakaian, mereka juga tidak dapat menutupi diri dengan perbuatan-perbuatan mereka. Perbuatan mereka adalah perbuatan yang membawa celaka, dan tindak kekerasan ada di telapak tangan mereka. Kaki mereka terus berlari menuju kejahatan semata, dan mereka bergegas untuk menumpahkan darah orang yang tidak bersalah. Pikiran mereka adalah pikiran yang membawa celaka; penjarahan dan penghancuran ada di jalan-jalan raya mereka.” (Yesaya 59:6, 7) Cara berpikir Yehuda sudah rusak. Dengan menggunakan kekerasan untuk menyelesaikan problem-problemnya, ia memperlihatkan sikap yang tidak saleh. Ia tidak peduli bahwa banyak dari antara korban-korbannya adalah orang yang tidak bersalah dan beberapa di antaranya adalah hamba Allah yang sejati.
9. Mengapa perdamaian yang sejati berada di luar jangkauan para pemimpin Susunan Kristen?
9 Kata-kata terilham ini mengingatkan kita akan riwayat Susunan Kristen yang bersimbah darah. Tentu saja, Yehuwa akan menuntut pertanggungjawabannya karena ia benar-benar telah menyalahgambarkan Kekristenan! Seperti orang-orang Yahudi pada zaman Yesaya, Susunan Kristen telah mengejar haluan yang bejat secara moral karena para pemimpinnya percaya bahwa itulah satu-satunya cara yang praktis. Pada waktu berbicara tentang perdamaian, mereka bertindak secara tidak adil. Benar-benar bermuka dua! Karena para pemimpin Susunan Kristen terus menggunakan taktik ini, perdamaian sejati tidak akan pernah mereka jangkau. Keadaannya seperti yang selanjutnya dikatakan nubuat ini, ”Jalan damai mereka abaikan, dan tidak ada keadilan di jalan setapak mereka. Jalan-jalan raya mereka telah mereka bengkokkan. Tidak seorang pun yang menginjakkan kaki di sana akan mengenal damai.”—Yesaya 59:8.
Meraba-raba dalam Kegelapan Rohani
10. Pengakuan apa yang dibuat Yesaya atas nama Yehuda?
10 Yehuwa tidak dapat memberkati jalan-jalan Yehuda yang licik dan merusak. (Mazmur 11:5) Jadi, sewaktu berbicara atas nama seluruh bangsa, Yesaya mengakui kesalahan Yehuda, ”Keadilan jauh dari kami, dan keadilbenaran tidak dapat menyusul kami. Kami mengharapkan terang, tetapi, lihat! kegelapan; mengharapkan cahaya, tetapi kami terus berjalan dalam kesuraman. Kami terus mencari-cari tembok seperti orang buta, dan seperti orang yang tidak punya mata, kami terus meraba-raba. Kami tersandung pada rembang tengah hari seperti pada kegelapan malam; di antara orang-orang yang kekar, kami seperti orang-orang mati. Kami terus mengerang, kami semua, seperti beruang; dan seperti merpati, kami mendekut dengan pilu.” (Yesaya 59:9-11a) Orang-orang Yehuda tidak menjadikan Firman Allah sebagai pelita bagi kaki mereka dan terang bagi jalan mereka. (Mazmur 119:105) Akibatnya, segala sesuatu tampak gelap. Bahkan pada rembang tengah hari, mereka meraba-raba seperti di malam hari. Seolah-olah mereka sudah mati. Seraya mendambakan kelegaan, mereka mengerang dengan keras seperti beruang yang lapar atau terluka. Beberapa mendekut dengan memelas, seperti merpati yang kesepian.
11. Mengapa harapan Yehuda untuk keadilan dan keselamatan sia-sia?
11 Yesaya sadar betul bahwa alasan di balik penderitaan Yehuda adalah pemberontakan melawan Allah. Ia mengatakan, ”Kami terus mengharapkan keadilan, tetapi tidak ada; mengharapkan keselamatan, tetapi itu tetap jauh dari kami. Karena pemberontakan kami telah menjadi banyak di hadapanmu; dan mengenai dosa-dosa kami, masing-masing memberikan kesaksian tentang kami. Karena pemberontakan kami ada pada kami; dan mengenai kesalahan kami, itu semua kami kenal dengan baik. Orang melanggar hukum dan menyangkal Yehuwa; orang mundur dari Allah kami, membicarakan penindasan dan pemberontakan, mengandung dan menggumamkan perkataan dusta dari hati.” (Yesaya 59:11b-13) Karena penduduk Yehuda belum bertobat, dosa-dosa mereka tidak diampuni. Keadilan telah meninggalkan negeri itu karena bangsa tersebut telah meninggalkan Yehuwa. Mereka telah berulang-ulang berlaku curang, bahkan menindas saudara-saudara mereka. Alangkah serupanya mereka dengan Susunan Kristen dewasa ini! Mereka tidak hanya mengabaikan keadilan, tetapi juga dengan aktif menindas Saksi-Saksi Yehuwa yang setia, yang berupaya melakukan kehendak Allah.
Yehuwa Melaksanakan Penghukuman
12. Bagaimana sikap orang-orang yang bertanggung jawab untuk menjalankan keadilan di Yehuda?
12 Tampaknya tidak ada keadilan, keadilbenaran, atau kebenaran di Yehuda. ”Keadilan dipaksa mundur, dan keadilbenaran terus berdiri jauh-jauh. Karena kebenaran telah tersandung di lapangan, dan apa yang benar tidak dapat masuk.” (Yesaya 59:14) Di balik gerbang-gerbang kota di Yehuda, ada lapangan tempat para tua-tua bertemu untuk mempertimbangkan kasus-kasus hukum. (Rut 4:1, 2, 11) Pria-pria ini harus mengadili dalam keadilbenaran dan mengejar keadilan, tidak menerima suap. (Ulangan 16:18-20) Sebaliknya, mereka menghakimi menurut gagasan mereka sendiri yang mementingkan diri. Yang lebih buruk lagi, mereka memandang siapa pun yang dengan tulus berupaya berbuat baik sebagai mangsa empuk. Kita membaca, ”Kebenaran pun hilang, dan siapa pun yang berpaling dari kejahatan, dijarah.”—Yesaya 59:15a.
13. Karena hakim-hakim Yehuda lalai dalam tugas mereka, apa yang Yehuwa akan lakukan?
13 Orang-orang yang tidak berani berbicara menentang penyimpangan moral lupa bahwa Allah tidak buta, bodoh, atau tak berdaya. Yesaya menulis, ”Yehuwa melihatnya, dan tidak adanya keadilan adalah jahat dalam pandangannya. Pada waktu ia melihat bahwa tidak ada orang, ia heran karena tidak ada yang menjadi penengah. Lalu lengannya menyelamatkan dia, dan keadilbenarannya mendukung dia.” (Yesaya 59:15b, 16) Karena hakim-hakim yang dilantik lalai dalam tugas mereka, Yehuwa akan turun tangan. Sewaktu menangani hal itu, Ia akan bertindak dalam keadilbenaran dan dengan kuasa.
14. (a) Sikap apa yang dimiliki banyak orang dewasa ini? (b) Bagaimana Yehuwa mempersiapkan diri-Nya untuk bertindak?
14 Keadaannya serupa dewasa ini. Kita hidup dalam dunia yang banyak penduduknya ”tidak memiliki perasaan moral”. (Efesus 4:19) Sedikit orang yang percaya bahwa Yehuwa akan turun tangan untuk menghapuskan kejahatan dari bumi. Namun, nubuat Yesaya memperlihatkan bahwa Yehuwa dengan saksama mengamati urusan-urusan manusia. Ia membuat keputusan hukum, dan pada waktu yang ditentukan-Nya, Ia bertindak menurut keputusan itu. Apakah penghakiman-Nya adil? Yesaya memperlihatkan bahwa halnya memang demikian. Dalam kasus bangsa Yehuda, ia menulis, ”Kemudian [Yehuwa] mengenakan keadilbenaran sebagai baju perang, dan ketopong keselamatan di kepalanya. Selanjutnya, ia mengenakan pakaian pembalasan sebagai pakaian luar dan membungkus dirinya dengan kegairahan, seakan-akan itu sebuah mantel.” (Yesaya 59:17) Kata-kata nubuat ini menggambarkan Yehuwa sebagai seorang pejuang yang mempersiapkan diri untuk pertempuran. Ia bertekad untuk memberikan ”keselamatan” dalam arti bahwa Ia pasti akan melaksanakan keadilan-Nya. Ia yakin akan keadilbenaran-Nya yang mutlak dan tak tertaklukkan. Dan, tanpa gentar Ia akan bergairah dalam tindakan penghukuman-Nya. Tidak ada keraguan bahwa keadilbenaran akan berjaya.
15. (a) Bagaimana sikap orang-orang Kristen sejati sewaktu Yehuwa melaksanakan penghukuman? (b) Apa yang dapat dikatakan tentang penghukuman Yehuwa?
15 Di beberapa negeri dewasa ini, musuh-musuh kebenaran berupaya merintangi pekerjaan hamba-hamba Yehuwa dengan menyebarkan propaganda yang palsu dan mencemarkan nama baik. Orang-orang Kristen sejati tidak segan-segan membela kebenaran, tetapi mereka tidak pernah melakukan pembalasan sendiri. (Roma 12:19) Bahkan sewaktu Yehuwa mengadakan perhitungan dengan Susunan Kristen yang murtad, para penyembah-Nya di bumi tidak akan turut campur dalam pembinasaannya. Mereka tahu bahwa Yehuwa-lah yang akan melakukan pembalasan dan bahwa Ia akan mengambil tindakan yang tepat bila waktunya tiba. Nubuat ini meyakinkan kita, ”Sesuai dengan perbuatannya, ia akan memberikan upah yang sepadan, murka kepada lawan-lawannya, perlakuan yang setimpal kepada musuh-musuhnya. Kepada pulau-pulau ia akan memberikan balasan yang setimpal.” (Yesaya 59:18) Seperti pada zaman Yesaya, penghukuman Allah tidak hanya adil, tetapi juga lengkap. Penghukuman-Nya bahkan akan mencapai ”pulau-pulau”, ke tempat-tempat yang jauh. Tidak ada yang terlalu jauh atau terpencil sehingga tidak terjangkau oleh penghukuman Yehuwa.
16. Siapa yang akan selamat dari tindakan penghukuman Yehuwa, dan apa yang akan mereka pelajari dari keselamatan mereka?
16 Orang-orang yang mengerahkan diri untuk melakukan yang benar dihakimi secara adil-benar oleh Yehuwa. Yesaya menubuatkan bahwa dari satu cakrawala ke cakrawala lain—di seluruh bumi—orang-orang demikian akan selamat. Dan, perlindungan Yehuwa yang mereka terima akan sangat memperkuat rasa hormat dan respek mereka kepada-Nya. (Maleakhi 1:11) Kita membaca, ”Mereka akan takut kepada nama Yehuwa di tempat matahari terbenam, dan kepada kemuliaannya di tempat matahari terbit, karena ia akan datang seperti sungai yang menimbulkan penderitaan, yang didorong oleh roh Yehuwa.” (Yesaya 59:19) Seperti badai angin yang dahsyat mendorong dinding air yang berbahaya di hadapannya dan menyingkirkan segala sesuatu di jalannya, roh Yehuwa akan melenyapkan semua yang menghalangi penggenapan kehendak-Nya. Roh-Nya lebih dahsyat daripada kekuatan apa pun yang manusia miliki. Sewaktu Ia menggunakan roh-Nya untuk melaksanakan penghukuman atas manusia dan bangsa-bangsa, keberhasilan-Nya akan pasti dan lengkap.
Harapan dan Berkat bagi Orang-Orang yang Bertobat
17. Siapa Pribadi Yang Membeli Kembali Zion, dan kapan Ia membeli kembali Zion?
17 Di bawah Hukum Musa, seorang Israel yang menjual dirinya ke dalam perbudakan dapat dibeli kembali dari perbudakan oleh orang yang berhak membeli kembali. Sebelumnya, dalam kitab nubuat Yesaya, Yehuwa telah digambarkan sebagai Pribadi Yang Membeli Kembali orang-orang yang bertobat. (Yesaya 48:17) Kini, Ia kembali dilukiskan sebagai Pribadi Yang Membeli Kembali orang-orang yang bertobat. Yesaya mencatat janji Yehuwa, ”’Kepada Zion, Pribadi Yang Membeli Kembali pasti akan datang, dan kepada mereka yang berbalik dari pelanggaran di Yakub,’ demikian ucapan Yehuwa.” (Yesaya 59:20) Janji yang membesarkan hati ini digenapi pada tahun 537 SM. Namun, janji ini memiliki penggenapan lebih lanjut. Rasul Paulus mengutip kata-kata ini dari terjemahan Septuaginta dan menerapkannya pada orang-orang Kristen. Ia menulis, ”Dengan cara ini seluruh Israel akan diselamatkan. Sebagaimana ada tertulis, ’Pembebas itu akan datang dari Zion dan membuang praktek-praktek yang tidak saleh dari Yakub. Inilah perjanjianku dengan mereka, pada waktu aku menyingkirkan dosa mereka.’” (Roma 11:26, 27) Sebenarnya, nubuat Yesaya memiliki penerapan yang jauh lebih luas—penerapan yang jangkauannya sampai ke zaman kita dan sesudahnya. Dengan cara bagaimana?
18. Kapan dan bagaimana Yehuwa menciptakan ”Israel milik Allah”?
18 Pada abad pertama, sekelompok kecil sisa bangsa Israel menerima Yesus sebagai Mesias. (Roma 9:27; 11:5) Pada hari Pentakosta 33 M, Yehuwa mencurahkan roh kudus-Nya ke atas kira-kira 120 orang yang percaya dan membawa mereka ke dalam perjanjian baru yang diperantarai Yesus Kristus. (Yeremia 31:31-33; Ibrani 9:15) Pada hari itu, muncullah ”Israel milik Allah”, suatu bangsa baru yang anggota-anggotanya dikenali karena mereka diperanakkan oleh roh Allah, bukan karena mereka keturunan jasmani Abraham. (Galatia 6:16) Dimulai dari Kornelius, orang-orang Kafir yang tidak bersunat disertakan dalam bangsa baru ini. (Kisah 10:24-48; Penyingkapan 5:9, 10) Dengan demikian, mereka diangkat oleh Allah Yehuwa dan menjadi anak-anak rohani-Nya, sesama ahli waris bersama Yesus.—Roma 8:16, 17.
19. Perjanjian apa yang Yehuwa adakan dengan Israel milik Allah?
19 Yehuwa kemudian mengadakan perjanjian dengan Israel milik Allah. Kita membaca, ”’Mengenai aku, inilah perjanjianku dengan mereka,’ kata Yehuwa. ’Rohku yang ada padamu dan firmanku yang telah kutaruh dalam mulutmu—itu semua tidak akan disingkirkan dari mulutmu atau dari mulut keturunanmu atau dari mulut keturunan mereka, mulai dari sekarang sampai waktu yang tidak tertentu,’ kata Yehuwa.” (Yesaya 59:21) Tidak soal apakah kata-kata ini berlaku atas diri Yesaya atau tidak, tetapi yang pasti, semua itu tergenap dalam diri Yesus, yang merasa yakin bahwa ”dia akan melihat keturunannya”. (Yesaya 53:10) Yesus mengucapkan kata-kata yang ia pelajari dari Yehuwa, dan roh Yehuwa ada padanya. (Yohanes 1:18; 7:16) Sepantasnyalah saudara-saudara dan sesama ahli warisnya, anggota-anggota Israel milik Allah, juga menerima roh kudus Yehuwa dan mengabarkan berita yang mereka pelajari dari Bapak surgawi mereka. Mereka semua adalah ”orang-orang yang diajar oleh Yehuwa”. (Yesaya 54:13; Lukas 12:12; Kisah 2:38) Melalui Yesaya atau melalui Yesus, yang digambarkan secara nubuat oleh Yesaya sendiri, Yehuwa kini berjanji untuk tidak pernah menggantikan mereka, tetapi menggunakan mereka sampai waktu yang tidak tertentu sebagai saksi-saksi-Nya. (Yesaya 43:10) Namun, siapakah ”keturunan” mereka yang juga mendapatkan manfaat dari perjanjian ini?
20. Bagaimana janji Yehuwa kepada Abraham digenapi pada abad pertama?
20 Pada zaman dahulu, Yehuwa berjanji kepada Abraham, ”Melalui benihmu, semua bangsa di bumi pasti akan memperoleh berkat.” (Kejadian 22:18) Selaras dengan hal ini, sejumlah kecil kaum sisa Israel jasmani yang menerima Mesias pergi kepada banyak bangsa, memberitakan kabar baik tentang Kristus. Dimulai dengan Kornelius, banyak orang Kafir yang tidak bersunat ”memperoleh berkat” melalui Yesus, Benih Abraham. Mereka menjadi bagian dari Israel milik Allah dan bagian sekunder dari benih Abraham. Mereka menjadi bagian dari ’bangsa kudus’ Yehuwa, yang memiliki tugas untuk ”menyiarkan keluhuran pribadi yang memanggil [mereka] keluar dari kegelapan ke dalam terangnya yang menakjubkan”.—1 Petrus 2:9; Galatia 3:7-9, 14, 26-29.
21. (a) Apa ”keturunan” yang telah dihasilkan Israel milik Allah pada zaman modern? (b) Bagaimana ”keturunan” ini dikuatkan oleh perjanjian, atau kontrak, yang Yehuwa adakan dengan Israel milik Allah?
21 Dewasa ini, Israel milik Allah tampaknya telah dikumpulkan dalam jumlah yang lengkap. Meskipun begitu, bangsa-bangsa terus diberkati—dan dalam skala yang besar. Bagaimana? Dalam arti bahwa Israel milik Allah memiliki ”keturunan”, murid-murid Yesus yang memiliki harapan hidup abadi dalam firdaus di bumi. (Mazmur 37:11, 29) ”Keturunan” ini juga dididik oleh Yehuwa dan diajar jalan-jalan-Nya. (Yesaya 2:2-4) Meskipun tidak dibaptis dengan roh kudus atau tidak dianggap sebagai peserta dalam perjanjian baru ini, mereka dikuatkan oleh roh kudus Yehuwa untuk mengatasi semua rintangan Setan dalam pekerjaan pengabaran mereka. (Yesaya 40:28-31) Jumlah mereka kini sudah jutaan dan terus meningkat seraya mereka sendiri menghasilkan keturunan. Perjanjian, atau kontrak, Yehuwa dengan kaum terurap memberikan keyakinan kepada ”keturunan” ini bahwa Yehuwa akan senantiasa menggunakan mereka juga sebagai juru bicara-Nya untuk waktu yang tak tertentu.—Penyingkapan 21:3, 4, 7.
22. Kita dapat memiliki keyakinan apa akan Yehuwa, dan bagaimana hal ini hendaknya mempengaruhi kita?
22 Oleh karena itu, semoga kita semua memelihara iman kita kepada Yehuwa. Ia bersedia dan sanggup menyelamatkan kita! Tangan-Nya tidak pernah pendek; Ia akan selalu memberikan kelepasan kepada umat-Nya yang setia. Semua yang percaya kepada-Nya akan terus membawa firman-Nya yang baik dalam mulut mereka ”mulai dari sekarang sampai waktu yang tidak tertentu”.
[Kotak di hlm. 294]
Yerusalem yang Murtad—Padanan Susunan Kristen
Yerusalem, ibu kota bangsa pilihan Allah, menggambarkan organisasi surgawi Allah yang terdiri dari makhluk-makhluk roh dan juga kelompok orang-orang Kristen terurap yang dibangkitkan ke surga sebagai pengantin Kristus. (Galatia 4:25, 26; Penyingkapan 21:2) Namun, sering kali penduduk Yerusalem berlaku tidak setia kepada Yehuwa, dan kota tersebut digambarkan sebagai pelacur dan pezina. (Yehezkiel 16:3, 15, 30-42) Dalam keadaan itu, Yerusalem menjadi padanan yang cocok untuk Susunan Kristen yang murtad.
Yesus menyebut Yerusalem ’pembunuh nabi-nabi dan yang merajam orang-orang yang diutus kepadanya’. (Lukas 13:34; Matius 16:21) Seperti Yerusalem yang tidak setia, Susunan Kristen mengaku melayani Allah yang benar, tetapi menyimpang jauh dari jalan-jalan-Nya yang adil-benar. Kita dapat merasa yakin bahwa Yehuwa akan menghakimi Susunan Kristen dengan standar-standar adil-benar yang sama dengan yang Ia gunakan untuk menghakimi Yerusalem yang murtad.
[Gambar di hlm. 296]
Seorang hakim harus mengadili demi keadilbenaran, mencari keadilan, dan tidak menerima suap
[Gambar di hlm. 298]
Seperti sungai yang meluap, penghukuman Yehuwa akan menyapu bersih segala yang menghalangi pelaksanaan kehendak-Nya
[Gambar di hlm. 302]
Yehuwa berjanji bahwa umat-Nya tidak akan pernah kehilangan hak istimewa menjadi saksi-saksi-Nya
-
-
Ibadat Sejati Meluas ke Seluruh DuniaNubuat Yesaya—Terang bagi Seluruh Umat Manusia II
-
-
Pasal Dua Puluh Satu
Ibadat Sejati Meluas ke Seluruh Dunia
1. Berita apa yang membesarkan hati yang dimuat dalam Yesaya pasal 60?
PASAL 60 dari buku Yesaya ditulis sebagai drama yang sangat menggugah. Ayat-ayat pembukaannya menarik perhatian kita kepada suatu adegan yang mengharukan. Runtunan peristiwa terjadi dengan cepat, membawa kita kepada akhir yang menggugah hati. Dengan berbagai kata kiasan yang menarik, pasal ini menggambarkan pemulihan ibadat sejati di Yerusalem pada zaman dahulu dan perluasan ibadat sejati di seluruh dunia dewasa ini. Selain itu, pasal ini menunjukkan berkat-berkat kekal yang tersedia bagi semua penyembah Allah yang loyal. Kita masing-masing dapat berperan dalam penggenapan bagian nubuat Yesaya yang menakjubkan ini. Oleh karena itu, marilah kita memeriksanya dengan teliti.
Terang Bersinar dalam Kegelapan
2. Apa yang diperintahkan kepada wanita yang terbaring dalam kegelapan, dan mengapa hal ini mendesak untuk ia lakukan?
2 Kata-kata pembukaan pasal berikut ini dalam buku Yesaya ini ditujukan kepada seorang wanita yang berada dalam keadaan yang menyedihkan. Ia terbaring tertelungkup di lantai dalam kegelapan. Tiba-tiba, terang menembus kesuraman itu sewaktu Yehuwa, melalui Yesaya, berseru, ”Bangkitlah, hai, wanita, pancarkan terang, karena terangmu telah datang dan ke atasmu kemuliaan Yehuwa telah bersinar.” (Yesaya 60:1) Ya, ”wanita” itu harus bangkit berdiri dan memancarkan kemuliaan Allah! Mengapa hal ini mendesak untuk dilakukan? Nubuat itu selanjutnya mengatakan, ”Lihat! kegelapan akan menutupi bumi, dan kesuraman menutupi kelompok-kelompok bangsa; tetapi ke atasmu Yehuwa akan bersinar, dan di atasmu kemuliaannya akan terlihat.” (Yesaya 60:2) Demi manfaat orang-orang di sekitarnya yang masih meraba-raba dalam kegelapan, ”wanita” itu harus ’memancarkan terang’. Apa hasilnya kelak? ”Bangsa-bangsa pasti akan pergi kepada terangmu, dan raja-raja kepada terang dari cahaya yang kaupancarkan.” (Yesaya 60:3) Kata-kata pembukaan ini memuat inti sari berita yang akan dibahas secara lebih terperinci dalam ayat-ayat berikutnya—ibadat sejati pasti meluas ke seluruh dunia!
3. (a) Siapakah ”wanita” itu? (b) Mengapa ”wanita” itu terbaring dalam kegelapan?
3 Sekalipun sedang berbicara mengenai peristiwa-peristiwa di kemudian hari, Yehuwa mengatakan kepada ”wanita” itu bahwa terangnya ”telah datang”. Hal ini menandaskan kepastian bahwa nubuat tersebut akan digenapi. ”Wanita” yang dimaksudkan adalah Zion, atau Yerusalem, ibu kota Yehuda. (Yesaya 52:1, 2; 60:14) Kota itu mewakili seluruh bangsa. Sewaktu nubuat ini digenapi untuk pertama kalinya, ”wanita” itu didapati terbaring dalam kegelapan; demikianlah keadaannya sejak Yerusalem dihancurkan pada tahun 607 SM. Namun, pada tahun 537 SM suatu sisa orang-orang Yahudi buangan yang setia kembali ke Yerusalem dan memulihkan ibadat sejati. Akhirnya, Yehuwa menyebabkan terang bersinar atas ”wanita”-Nya, dan umat-Nya yang telah dipulihkan menjadi sumber penerangan di antara bangsa-bangsa yang berada dalam kegelapan rohani.
Penggenapan yang Lebih Besar
4. Dewasa ini, siapa yang mewakili ”wanita” itu di bumi, dan atas siapa lagi kata-kata nubuat itu berlaku?
4 Berkenan dengan kata-kata nubuat ini, kita tidak hanya berminat akan penggenapannya yang pertama atas Yerusalem zaman dahulu. Dewasa ini di bumi, ”wanita” surgawi Yehuwa diwakili oleh ”Israel milik Allah”. (Galatia 6:16) Selama keberadaannya, sejak Pentakosta 33 M, bangsa rohani ini telah mencapai jumlah 144.000 anggota yang diurapi dengan roh, ”yang telah dibeli dari bumi” dengan prospek untuk memerintah dengan Kristus di surga. (Penyingkapan 14:1, 3) Penggenapan Yesaya pasal 60 pada zaman modern berpusat pada anggota-anggota kelompok 144.000 orang yang masih hidup di bumi selama ”hari-hari terakhir”. (2 Timotius 3:1) Nubuat ini juga berkaitan dengan rekan-rekan orang-orang Kristen terurap ini, yakni ”kumpulan besar” dari ”domba-domba lain”.—Penyingkapan 7:9; Yohanes 10:11, 16.
5. Kapan anggota-anggota Israel milik Allah yang masih hidup di bumi terbaring dalam kegelapan, dan kapan terang Yehuwa bersinar atas mereka?
5 Untuk waktu yang singkat pada awal tahun 1900-an, orang-orang dari Israel milik Allah yang masih ada di bumi dapat dikatakan tertelungkup dalam kegelapan. Menjelang akhir perang dunia pertama, mereka berada dalam situasi yang secara simbolis digambarkan dalam buku Penyingkapan—mayat mereka terbaring ”di jalan raya kota besar yang dalam pengertian rohani disebut Sodom dan Mesir”. (Penyingkapan 11:8) Namun, pada tahun 1919 Yehuwa memancarkan terang-Nya ke atas mereka. Sebagai tanggapan, mereka bangkit berdiri dan memancarkan terang Allah, tanpa gentar memberitakan kabar baik Kerajaan Allah.—Matius 5:14-16; 24:14.
6. Bagaimana dunia pada umumnya menanggapi pengumuman kehadiran Yesus sebagai raja, tetapi siapa yang ditarik untuk datang ke terang Yehuwa?
6 Karena dipengaruhi Setan, kepala ”para penguasa dunia dari kegelapan ini”, umat manusia secara keseluruhan tidak mau menyambut pengumuman kehadiran Raja Yesus Kristus, sang ”terang dunia”. (Efesus 6:12; Yohanes 8:12; 2 Korintus 4:3, 4) Meskipun demikian, jutaan orang telah ditarik untuk datang ke terang Yehuwa, termasuk ”raja-raja” (orang-orang yang menjadi ahli waris terurap Kerajaan surgawi) dan ”bangsa-bangsa” (kumpulan besar dari domba-domba lain).
Perluasan Menyebabkan Sukacita Besar
7. Apa pemandangan yang menghangatkan hati yang ”wanita” itu lihat?
7 Sewaktu mengembangkan tema yang dikemukakan di Yesaya 60:3, Yehuwa memberi ”wanita” itu perintah lain, ”Layangkan pandanganmu ke sekelilingmu dan lihatlah!” Pada waktu ”wanita” itu menaatinya, ia disambut oleh suatu pemandangan yang menghangatkan hati—anak-anaknya pulang! ”Mereka semua telah dikumpulkan; mereka telah datang kepadamu. Dari jauh putra-putramu berdatangan, juga putri-putrimu yang akan diasuh dan digendong.” (Yesaya 60:4) Pemberitaan Kerajaan secara internasional yang dimulai pada tahun 1919 menghasilkan tambahan ribuan ’putra’ dan ’putri’ terurap yang bergabung dengan Israel milik Allah. Dengan cara ini, Yehuwa mengambil langkah-langkah untuk melengkapi jumlah yang telah dinubuatkan, yaitu 144.000, yang akan memerintah bersama Kristus.—Penyingkapan 5:9, 10.
8. Sejak tahun 1919, apa yang menyebabkan Israel milik Allah berbahagia?
8 Pertambahan ini mendatangkan sukacita. ”Pada waktu itu engkau akan melihat dan berseri-seri, dan hatimu akan tergetar dan engkau akan berbesar hati, karena kekayaan laut akan menghampirimu; dan kekayaan bangsa-bangsa akan datang kepadamu.” (Yesaya 60:5) Pengumpulan kaum terurap selama dekade 1920-an dan 1930-an mendatangkan kesukaan besar bagi Israel milik Allah. Namun, mereka masih mempunyai alasan tambahan untuk bersukacita. Terutama sejak pertengahan dekade 1930-an, orang-orang yang semula adalah bagian dari ”laut” umat manusia yang terasing dari Allah telah keluar dari segala bangsa untuk beribadat bersama Israel milik Allah. (Yesaya 57:20; Hagai 2:7) Orang-orang ini tidak menyembah Allah menurut cara mereka sendiri. Sebaliknya, mereka datang kepada ”wanita” Allah dan menjadi bagian dari kawanan Allah yang bersatu. Sebagai hasilnya, semua hamba Allah turut dalam perluasan ibadat sejati.
Bangsa-Bangsa Berkumpul di Yerusalem
9, 10. Siapa yang tampak datang berkumpul di Yerusalem, dan bagaimana Yehuwa menyambut mereka?
9 Dengan ilustrasi-ilustrasi yang tidak asing bagi orang-orang yang sezaman dengan Yesaya, Yehuwa melukiskan perluasan itu. ”Wanita” itu, yang memandang dari tempatnya yang strategis di Gunung Zion, pertama-tama melayangkan pandang ke cakrawala sebelah timur. Apa yang dilihatnya? ”Pasukan unta yang bergerak bagaikan gelombang naik turun akan menutupi engkau, unta-unta jantan muda dari Midian dan dari Efa. Semua dari Syeba—itu semua akan datang. Emas dan kemenyan akan mereka bawa; dan pujian bagi Yehuwa akan mereka umumkan.” (Yesaya 60:6) Kafilah-kafilah pedagang keliling dari berbagai suku melakukan perjalanan menuju Yerusalem. (Kejadian 37:25, 28; Hakim 6:1, 5; 1 Raja 10:1, 2) Unta tampak di mana-mana, bagaikan banjir yang menutupi permukaan negeri itu! Kafilah-kafilah itu membawa pemberian yang mahal-mahal, yang menunjukkan bahwa para pedagang ini datang dengan maksud damai. Mereka ingin menyembah Yehuwa dan memberikan yang terbaik kepada-Nya.
10 Bukan hanya pedagang-pedagang ini yang datang berbondong-bondong. ”Kambing-domba dari Kedar—semuanya akan dikumpulkan kepadamu. Domba-domba jantan dari Nebayot—semuanya akan melayani engkau.” Ya, suku-suku penggembala juga datang ke Yerusalem. Mereka datang dengan membawa pemberian berupa milik mereka yang paling berharga—kawanan-kawanan domba—dan memberikan diri mereka sebagai pelayan. Bagaimana Yehuwa akan menyambut mereka? Ia mengatakan, ”Dengan perkenan, mereka akan datang ke mezbahku, dan aku akan menghiasi rumahku yang indah.” (Yesaya 60:7) Yehuwa menerima pemberian-pemberian mereka, yang akan digunakan dalam ibadat sejati.—Yesaya 56:7; Yeremia 49:28, 29.
11, 12. (a) Pemandangan apa yang menyongsong ”wanita” itu sewaktu ia melayangkan pandang ke arah barat? (b) Mengapa banyak orang bergegas datang ke Yerusalem?
11 Yehuwa sekarang menyuruh ”wanita” itu memandang ke cakrawala sebelah barat, dan Ia bertanya, ”Siapakah itu yang datang, terbang bagaikan awan, dan bagaikan burung-burung merpati ke pintu kandangnya?” Yehuwa sendiri menjawab, ”Kepadaku pulau-pulau akan berharap, juga kapal-kapal Tarsyis seperti sebelumnya, untuk membawa putra-putramu dari jauh, perak dan emas mereka ada bersama mereka, bagi nama Yehuwa, Allahmu, dan bagi Pribadi Kudus Israel, karena ia akan membuatmu indah.”—Yesaya 60:8, 9.
12 Bayangkan diri Saudara berdiri di samping ”wanita” itu dan melayangkan pandang ke arah barat melintasi Laut Tengah. Apa yang Saudara lihat? Sekumpulan titik putih yang melayang di permukaan air. Kelihatannya seperti burung, tetapi seraya mereka datang mendekat, Saudara melihat bahwa semua itu adalah kapal-kapal yang layarnya terkembang. Kapal-kapal itu datang ”dari jauh”.a (Yesaya 49:12) Banyak sekali kapal yang melaju menuju Zion sehingga kelihatan seperti sekawanan merpati yang terbang menuju kandang. Mengapa kapal-kapal itu begitu tergesa-gesa? Mereka sangat antusias untuk mengirimkan muatan mereka berupa para penyembah Yehuwa yang datang dari pelabuhan-pelabuhan yang jauh. Memang, semua orang yang baru tiba—orang Israel maupun orang asing, dari timur atau barat, dan dari negeri yang dekat ataupun jauh—bergegas datang ke Yerusalem untuk membaktikan diri mereka maupun semua milik mereka demi nama Yehuwa, Allah mereka.—Yesaya 55:5.
13. Pada zaman modern, siapakah ’putra-putra’ dan ’putri-putri’, dan siapakah ”kekayaan bangsa-bangsa”?
13 Betapa jelas gambaran yang dilukiskan Yesaya 60:4-9 tentang perluasan di seluruh dunia yang telah terjadi sejak ”wanita” Yehuwa mulai memancarkan terang di tengah-tengah kegelapan dunia ini! Mula-mula, datanglah ’putra-putra’ dan ’putri-putri’ Zion surgawi, yaitu orang-orang yang menjadi orang Kristen terurap. Pada tahun 1931, mereka memperkenalkan diri di hadapan umum sebagai Saksi-Saksi Yehuwa. Kemudian, sekumpulan orang yang lembut hati, ”kekayaan bangsa-bangsa” dan ”kekayaan laut”, bergegas untuk bergabung dengan yang tersisa dari saudara-saudara Kristus.b Dewasa ini, semua hamba Yehuwa ini datang dari empat penjuru bumi dan dari berbagai lapisan masyarakat untuk bergabung dengan Israel milik Allah dalam memuji Tuan mereka Yang Berdaulat, Yehuwa, dan memuliakan nama-Nya sebagai nama yang paling agung di seluruh alam semesta.
14. Bagaimana orang-orang yang baru tiba ”datang ke mezbah [Allah]”?
14 Namun, apa maksudnya orang-orang yang baru tiba dari bangsa-bangsa ”datang ke mezbah [Allah]”? Korban biasanya diletakkan di atas mezbah. Rasul Paulus menggunakan ungkapan yang berkaitan dengan korban sewaktu ia menulis, ”Aku memohon . . . agar kamu, saudara-saudara, mempersembahkan tubuhmu sebagai korban yang hidup, kudus, diperkenan Allah, dinas suci dengan daya nalarmu.” (Roma 12:1) Orang Kristen sejati bersedia mengerahkan diri mereka. (Lukas 9:23, 24) Mereka membaktikan waktu, energi, dan keterampilan mereka untuk memajukan ibadat murni. (Roma 6:13) Dengan demikian, mereka mempersembahkan korban-korban pujian yang diperkenan kepada Allah. (Ibrani 13:15) Sungguh menghangatkan hati melihat bahwa jutaan penyembah Yehuwa dewasa ini, muda maupun tua, telah mendahulukan kepentingan Kerajaan Allah di atas hasrat-hasrat pribadi mereka! Mereka mempertunjukkan semangat rela berkorban yang tulus.—Matius 6:33; 2 Korintus 5:15.
Orang-Orang yang Baru Tiba Turut dalam Perluasan
15. (a) Pada zaman dahulu, bagaimana belas kasihan Yehuwa dinyatakan sehubungan dengan orang-orang asing? (b) Pada zaman modern, bagaimana ”orang-orang asing” turut membangun ibadat sejati?
15 Orang-orang yang baru tiba merelakan milik dan tenaga mereka untuk mendukung ”wanita” Yehuwa. ”Orang-orang asing akan membangun tembok-tembokmu, dan raja-rajanya akan melayani engkau; karena dalam kemarahanku aku telah memukul engkau, tetapi dengan kemauan baikku aku akan berbelaskasihan kepadamu.” (Yesaya 60:10) Belas kasihan Yehuwa dinyatakan pada abad keenam SM ketika orang-orang asing membantu dalam pekerjaan pembangunan di Yerusalem. (Ezra 3:7; Nehemia 3:26) Dalam penggenapannya yang lebih besar dewasa ini, ”orang-orang asing”, kumpulan besar, mendukung kaum sisa terurap dalam membangun ibadat sejati. Mereka membantu membangun sifat-sifat Kristen dalam diri para pelajar Alkitab mereka dan dengan demikian membangun sidang-sidang Kristen dan menguatkan ”tembok-tembok” organisasi Yehuwa yang seperti kota. (1 Korintus 3:10-15) Mereka juga membangun dalam arti harfiah, dengan bekerja keras dalam pembangunan Balai Kerajaan, Balai Kebaktian, dan fasilitas Betel. Dengan demikian, mereka bergabung dengan saudara-saudara terurap mereka dalam memenuhi kebutuhan organisasi Yehuwa yang sedang mengalami perluasan.—Yesaya 61:5.
16, 17. (a) Bagaimana ’pintu-pintu gerbang’ organisasi Allah dibiarkan terbuka? (b) Bagaimana ”raja-raja” melayani Zion? (c) Apa yang akan terjadi atas para penentang yang berupaya menutup ’pintu-pintu gerbang’, yang Yehuwa inginkan agar tetap terbuka?
16 Setiap tahun, sebagai hasil program pembangunan rohani, ratusan ribu ’orang asing’ mulai bergabung dengan organisasi Yehuwa, dan jalan terbuka untuk lebih banyak orang lagi. Yehuwa mengatakan, ”Pintu-pintu gerbangmu akan senantiasa terbuka, tidak ditutup baik siang ataupun malam, agar kekayaan bangsa-bangsa dibawa kepadamu, dan raja-raja mereka mengambil pimpinan.” (Yesaya 60:11) Namun, siapakah ”raja-raja” yang mengambil pimpinan dalam membawa kekayaan bangsa-bangsa ke Zion? Pada zaman dahulu, Yehuwa menggerakkan hati penguasa-penguasa tertentu untuk ”melayani” Zion. Kores, misalnya, mengambil inisiatif untuk memulangkan orang Yahudi ke Yerusalem guna membangun kembali bait. Belakangan, Artahsasta menyumbangkan kekayaan alam dan mengirim Nehemia untuk membangun kembali tembok Yerusalem. (Ezra 1:2, 3; Nehemia 2:1-8) Sesungguhnya, ”hati seorang raja bagaikan aliran air di tangan Yehuwa”. (Amsal 21:1) Allah kita dapat menggerakkan bahkan para penguasa yang sangat berpengaruh untuk bertindak selaras dengan kehendak-Nya.
17 Pada zaman modern banyak ’raja’, atau kalangan berwenang duniawi, telah berupaya menutup ’pintu-pintu gerbang’ organisasi Yehuwa. Namun, yang lainnya melayani Zion dengan membuat keputusan yang memungkinkan ’pintu-pintu gerbang’ itu tetap terbuka. (Roma 13:4) Pada tahun 1919, kalangan berwenang duniawi membebaskan Joseph F. Rutherford serta rekan-rekannya dari pemenjaraan yang tidak adil. (Penyingkapan 11:13) Pemerintahan manusia ”menelan habis” banjir penindasan yang dilepaskan oleh Setan setelah kejatuhannya dari surga. (Penyingkapan 12:16) Beberapa pemerintahan mempromosikan toleransi agama, kadang-kadang secara khusus demi Saksi-Saksi Yehuwa. Pelayanan seperti ini mempermudah orang-orang yang lembut hati untuk memasuki ’pintu-pintu gerbang’ yang terbuka menuju organisasi Yehuwa. Dan, bagaimana dengan para penentang yang berupaya menutup ’pintu-pintu gerbang’ itu? Mereka tidak akan berhasil. Mengenai mereka, Yehuwa mengatakan, ”Bangsa dan kerajaan yang tidak mau melayani engkau akan binasa; dan bangsa-bangsa itu pasti akan hancur.” (Yesaya 60:12) Semua penentang ”wanita” Allah—baik perorangan atau organisasi—akan binasa, selambat-lambatnya dalam perang Armagedon yang akan datang.—Penyingkapan 16:14, 16.
18. (a) Apa yang dimaksudkan dengan janji bahwa pepohonan akan tumbuh subur di Israel? (b) Apa yang menjadi ’tumpuan kaki Yehuwa’ dewasa ini?
18 Setelah peringatan tentang penghakiman itu, nubuat tersebut kembali ke janji-janji tentang keadaan yang ditinggikan dan kemakmuran. Berbicara mengenai ”wanita”-Nya, Yehuwa mengatakan, ”Kemuliaan Lebanon akan datang kepadamu, yaitu pohon juniper, pohon as dan juga cemara, untuk membuat indah tempat suciku; dan aku akan memuliakan tumpuan kakiku.” (Yesaya 60:13) Pepohonan yang rimbun melambangkan keindahan dan kesuburan. (Yesaya 41:19; 55:13) Ungkapan ’tempat suci’ dan ’tumpuan kaki’ di ayat ini memaksudkan bait Yerusalem. (1 Tawarikh 28:2; Mazmur 99:5) Namun, rasul Paulus menjelaskan bahwa bait di Yerusalem adalah gambaran simbolis untuk bait rohani yang lebih agung, yaitu penyelenggaraan untuk menghampiri Yehuwa dalam ibadat yang didasarkan atas korban Kristus. (Ibrani 8:1-5; 9:2-10, 23) Dewasa ini, Yehuwa memuliakan ’tumpuan kaki-Nya’, yaitu halaman-halaman bait rohani yang agung itu di bumi. Halaman-halaman ini menjadi sangat menarik sehingga menggerakkan orang-orang dari segala bangsa untuk ambil bagian dalam ibadat yang sejati di sana.—Yesaya 2:1-4; Hagai 2:7.
19. Para penentang akan terpaksa mengakui apa, dan selambat-lambatnya, kapan hal ini akan terjadi?
19 Kemudian Yehuwa mengarahkan perhatian-Nya kembali kepada para penentang dan mengatakan, ”Putra-putra dari mereka yang membuat engkau menderita akan datang kepadamu dengan membungkuk; dan mereka semua yang memperlakukan engkau dengan tidak hormat akan bertekuk lutut di telapak kakimu, dan mereka akan menyebut engkau: kota Yehuwa, Zion milik Pribadi Kudus Israel.” (Yesaya 60:14) Ya, karena melihat pertambahan yang limpah dan jalan hidup yang lebih unggul sebagai berkat Yehuwa bagi umat-Nya, beberapa penentang terpaksa membungkuk dan memanggil ”wanita” itu dengan lantang. Maksudnya, mereka akan terpaksa mengakui—selambat-lambatnya, di Armagedon—bahwa kaum sisa terurap dan rekan-rekan mereka benar-benar mewakili organisasi surgawi Allah, ”kota Yehuwa, Zion milik Pribadi Kudus Israel”.
Menggunakan Kekayaan yang Ada
20. Perubahan besar apa yang dialami ”wanita” itu sehubungan dengan keadaannya?
20 Betapa besar perubahan keadaan yang dialami ”wanita” Yehuwa! Yehuwa mengatakan, ”Sebagai ganti keadaanmu yang ditinggalkan sama sekali dan dibenci, tanpa seorang pun yang melewatimu, aku akan membuat engkau menjadi sesuatu yang dibanggakan sampai waktu yang tidak tertentu, suatu kesukaan besar dari generasi ke generasi. Engkau akan mengisap susu bangsa-bangsa, dan buah dada raja-raja akan kauisap; dan engkau pasti akan mengetahui bahwa aku, Yehuwa, adalah Juru Selamatmu, dan Pribadi Yang Penuh Kuasa bagi Yakub adalah Pribadi Yang Membelimu Kembali.”—Yesaya 60:15, 16.
21. (a) Bagaimana Yerusalem zaman dahulu menjadi ”sesuatu yang dibanggakan”? (b) Berkat apa saja yang dinikmati hamba-hamba Yehuwa yang terurap sejak tahun 1919, dan bagaimana mereka mengisap ”susu bangsa-bangsa”?
21 Selama 70 tahun, Yerusalem zaman dahulu dapat dikatakan tidak ada, atau ’tanpa seorang pun yang melewati’. Akan tetapi, sejak tahun 537 SM, Yehuwa mengisi kembali kota itu dengan penghuni, membuatnya sebagai ”sesuatu yang dibanggakan”. Demikian pula menjelang akhir perang dunia pertama, Israel milik Allah mengalami masa penelantaran manakala mereka merasa ”ditinggalkan sama sekali”. Namun, pada tahun 1919 Yehuwa membeli kembali hamba-hamba-Nya yang terurap dari penawanan, dan sejak itu Ia telah memberkati mereka dengan perluasan dan kemakmuran rohani yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Umat-Nya mengisap ”susu bangsa-bangsa”, yaitu menggunakan kekayaan materi bangsa-bangsa untuk memajukan ibadat sejati. Misalnya, teknologi modern digunakan secara bijaksana sehingga Alkitab dan lektur Alkitab dapat diterjemahkan dan diterbitkan dalam ratusan bahasa. Sebagai hasilnya, ratusan ribu orang setiap tahun mempelajari Alkitab dengan Saksi-Saksi Yehuwa dan belajar bahwa Yehuwa, melalui Kristus, adalah Juru Selamat dan Pribadi Yang Membeli Kembali mereka.—Kisah 5:31; 1 Yohanes 4:14.
Kemajuan dalam Pengorganisasian
22. Khususnya, kemajuan dalam hal apa yang Yehuwa janjikan?
22 Pertambahan dalam jumlah umat Yehuwa disertai kemajuan dalam pengorganisasian. Yehuwa mengatakan, ”Sebagai ganti tembaga aku akan mendatangkan emas, dan sebagai ganti besi, aku akan mendatangkan perak, sebagai ganti kayu, tembaga, sebagai ganti batu, besi; dan atasmu aku akan mengangkat damai sebagai pengawas dan keadilbenaran sebagai pemberi tugas.” (Yesaya 60:17) Menggantikan tembaga dengan emas adalah suatu kemajuan, dan demikian juga dengan bahan-bahan lain yang disebutkan dalam ayat ini. Selaras dengan hal ini, umat Yehuwa telah menikmati pengorganisasian yang lebih baik selama hari-hari terakhir.
23, 24. Kemajuan apa saja dalam pengorganisasian yang dinikmati umat Yehuwa sejak tahun 1919?
23 Sampai tahun 1919, penatua dan diaken di sidang-sidang dipilih secara demokratis. Sejak tahun itu, direktur dinas secara teokratis dilantik untuk mengawasi kegiatan dinas pengabaran di sidang, tetapi ada kalanya beberapa penatua yang terpilih menolak direktur dinas tersebut. Pada tahun 1932, ada beberapa perubahan. Melalui majalah Watchtower, sidang-sidang diinstruksikan untuk menghentikan pemilihan penatua dan diaken. Sebagai gantinya, mereka akan memilih panitia dinas untuk bekerja sama dengan direktur dinas. Ini merupakan suatu kemajuan besar.
24 Pada tahun 1938, lebih banyak lagi ”emas” yang dibawa masuk sewaktu ditetapkan bahwa hamba-hamba dalam sidang harus dilantik secara teokratis. Administrasi sidang diurus oleh hamba paguyuban (belakangan disebut hamba sidang) dan berbagai hamba yang membantu dia, semuanya dilantik di bawah pengawasan ”budak yang setia dan bijaksana”.c (Matius 24:45-47) Namun, pada tahun 1972 dipahami bahwa metode pengawasan sidang yang berdasarkan Alkitab dilakukan melalui suatu badan penatua, dan bukan melalui satu orang. (Filipi 1:1) Ada perubahan-perubahan lain di sidang-sidang maupun dalam Badan Pimpinan. Misalnya di tingkat Badan Pimpinan, ada perubahan yang diumumkan pada tanggal 7 Oktober 2000, yaitu anggota-anggota Badan Pimpinan yang melayani sebagai direktur Watch Tower Society of Pennsylvania dan badan-badan hukum yang berafiliasi dengannya telah mengundurkan diri secara sukarela. Dengan demikian, Badan Pimpinan, yang mewakili budak yang setia dan bijaksana, dapat memberikan lebih banyak perhatian kepada kepengawasan rohani ”sidang jemaat Allah” dan rekan-rekannya, domba-domba lain. (Kisah 20:28) Semua pengaturan seperti ini merupakan langkah-langkah maju. Semua hal ini telah memperkuat organisasi Yehuwa dan menjadi berkat bagi para penyembah-Nya.
25. Siapa yang berada di balik kemajuan pengorganisasian umat Yehuwa, dan manfaat apa saja yang telah dituai?
25 Siapa yang berada di balik semua kemajuan ini? Apakah semuanya ini dicapai karena keterampilan berorganisasi atau gagasan cemerlang orang-orang tertentu? Bukan, karena Yehuwa mengatakan, ”Aku akan mendatangkan emas.” Semua kemajuan ini adalah hasil bimbingan ilahi. Seraya umat Yehuwa tunduk kepada bimbingan-Nya dan membuat berbagai penyesuaian, mereka menuai manfaat-manfaatnya. Ada perdamaian di antara mereka, dan kasih terhadap keadilbenaran mendorong mereka untuk melayani Dia.
26. Apa ciri orang Kristen sejati yang bahkan disadari para penentang?
26 Perdamaian yang Allah berikan sanggup menghasilkan perubahan. Yehuwa berjanji, ”Di negerimu tidak akan terdengar lagi tentang kekerasan, penjarahan atau kehancuran dalam batas-batas daerahmu. Engkau pasti akan menyebut tembokmu: Keselamatan dan gerbang-gerbangmu: Pujian.” (Yesaya 60:18) Benar sekali! Bahkan para penentang mengakui bahwa perdamaian adalah ciri yang menonjol dari orang Kristen sejati. (Mikha 4:3) Perdamaian dengan Allah dan di antara Saksi-Saksi Yehuwa sendiri menjadikan tempat pertemuan Kristen seperti oasis yang menyegarkan di tengah-tengah dunia yang penuh kekerasan. (1 Petrus 2:17) Hal ini merupakan gambaran pendahuluan tentang limpahnya perdamaian kelak pada waktu seluruh penduduk bumi menjadi ”orang-orang yang diajar oleh Yehuwa”.—Yesaya 11:9; 54:13.
Terang Perkenan Ilahi yang Cemerlang
27. Terang apa yang terus bersinar atas ”wanita” Yehuwa?
27 Intensitas terang yang bersinar atas Yerusalem dilukiskan Yehuwa sewaktu Ia mengatakan, ”Bagimu matahari tidak akan lagi menjadi penerang pada siang hari, dan cahaya bulan tidak akan lagi memberikan terang kepadamu. Yehuwa akan menjadi terang bagimu sampai waktu yang tidak tertentu, dan Allahmu menjadi keindahanmu. Mataharimu tidak akan terbenam lagi, bulanmu juga tidak akan memudar; karena Yehuwa-lah yang akan menjadi terang bagimu sampai waktu yang tidak tertentu, dan hari-hari perkabunganmu akan selesai.” (Yesaya 60:19, 20) Yehuwa akan terus menjadi ’terang sampai waktu yang tidak tertentu’ bagi ”wanita”-Nya. Ia tidak akan pernah ”terbenam” seperti matahari atau ”memudar” seperti bulan.d Terang perkenan-Nya terus bersinar atas orang-orang Kristen terurap, wakil-wakil manusia dari ”wanita” Allah. Mereka, bersama kumpulan besar, menikmati pancaran terang rohani yang tak dapat diredupkan oleh kegelapan yang menutupi panggung politik atau ekonomi dunia ini. Dan, mereka yakin akan hari depan yang cemerlang yang Yehuwa sediakan di hadapan mereka.—Roma 2:7; Penyingkapan 21:3-5.
28. (a) Apa yang dijanjikan sehubungan dengan penduduk Yerusalem yang kembali? (b) Apa yang dimiliki orang-orang Kristen terurap pada tahun 1919? (c) Untuk berapa lama orang-orang yang adil-benar akan memiliki negeri?
28 Sehubungan dengan penduduk Yerusalem, Yehuwa selanjutnya mengatakan, ”Mengenai rakyatmu, mereka semua akan menjadi adil-benar; sampai waktu yang tidak tertentu mereka akan tetap memiliki tanah itu, tunas dari tanamanku, pekerjaan tanganku, agar aku menjadi indah.” (Yesaya 60:21) Sewaktu Israel jasmani kembali dari Babilon, mereka ”memiliki tanah itu”. Namun, dalam kasus mereka, ”sampai waktu yang tidak tertentu” hanya berlangsung sampai abad pertama M, pada waktu bala tentara Roma menghancurkan Yerusalem dan negeri orang Yahudi. Pada tahun 1919, kaum sisa orang Kristen terurap keluar dari penawanan rohani dan memiliki suatu negeri rohani. (Yesaya 66:8) Negeri, atau wilayah kegiatan ini, bercirikan kemakmuran firdaus rohani yang tidak akan pudar. Berbeda dengan Israel zaman dahulu, Israel rohani secara kelompok tidak akan didapati tidak setia. Selain itu, nubuat Yesaya juga akan digenapi secara jasmani sewaktu bumi menjadi firdaus harfiah yang bercirikan ’kedamaian yang melimpah’. Pada waktu itu, orang-orang yang adil-benar dengan harapan untuk hidup di bumi akan memiliki negeri untuk selama-lamanya.—Mazmur 37:11, 29.
29, 30. Bagaimana ”yang sedikit” menjadi ”seribu”?
29 Pada penutup Yesaya pasal 60 terdapat janji yang sungguh-sungguh, yang Yehuwa jamin dengan nama-Nya sendiri. Ia mengatakan, ”Yang sedikit akan menjadi seribu, dan yang kecil akan menjadi bangsa yang perkasa. Aku, Yehuwa, akan mempercepatnya pada waktunya.” (Yesaya 60:22) Sewaktu orang-orang terurap yang tercerai-berai dipulihkan untuk giat kembali pada tahun 1919, jumlah mereka ”sedikit”.e Akan tetapi, jumlah mereka berlipat ganda seraya yang tersisa dari orang-orang Israel rohani dibawa masuk. Dan, pertambahan menjadi sangat pesat sewaktu kumpulan besar dikumpulkan.
30 Tidak lama kemudian, perdamaian dan keadilbenaran yang terdapat di kalangan umat Allah menarik banyak sekali orang yang berhati jujur sehingga ”yang kecil” ini secara harfiah bertumbuh menjadi ”bangsa yang perkasa”. Sekarang, bangsa ini lebih banyak penduduknya daripada cukup banyak negara berdaulat di dunia. Jelaslah, Yehuwa, melalui Yesus Kristus, telah memimpin pekerjaan Kerajaan dan mempercepatnya. Sungguh mendebarkan hati untuk melihat perluasan ibadat sejati di seluruh dunia dan untuk mengambil bagian di dalamnya! Ya, sungguh menyenangkan melihat bahwa pertambahan ini mendatangkan kemuliaan kepada Yehuwa, yang telah menubuatkan semua hal ini jauh di waktu lampau.
[Catatan Kaki]
a Kemungkinan besar, Tarsyis terletak di tempat yang sekarang dikenal sebagai Spanyol. Namun, menurut beberapa karya referensi, ungkapan ”kapal-kapal Tarsyis” memaksudkan jenis kapal—”kapal-kapal laut bertiang tinggi”—yang ”laik laut untuk berlayar sampai ke Tarsyis”, dengan kata lain, kapal-kapal yang dianggap memenuhi syarat untuk melakukan perjalanan jauh.—1 Raja 22:48.
b Meskipun ada orang-orang Kristen yang aktif dan bergairah dengan harapan untuk hidup di bumi, yang bergabung dengan Israel milik Allah sebelum tahun 1930, jumlah mereka baru mulai bertambah dengan pesat pada dekade 1930-an.
c Pada waktu itu, sidang setempat disebut paguyuban.
d Rasul Yohanes menggunakan gaya bahasa yang sama sewaktu menggambarkan ”Yerusalem baru”, ke-144.000 dalam kemuliaan surgawi mereka. (Penyingkapan 3:12; 21:10, 22-26) Hal ini cocok, karena ”Yerusalem baru” menggambarkan semua anggota Israel milik Allah setelah mereka menerima pahala surgawi mereka, yaitu bersama Yesus Kristus menjadi bagian utama dari ”wanita” Allah, ”Yerusalem yang di atas”.—Galatia 4:26.
e Pada tahun 1918, jumlah rata-rata orang yang ambil bagian dalam pengabaran firman setiap bulan kurang dari 4.000.
[Gambar di hlm. 305]
”Wanita” itu diperintahkan untuk ”bangun”
[Gambar di hlm. 312, 313]
”Kapal-kapal Tarsyis” membawa muatan mereka berupa para penyembah Yehuwa
-
-
Keadilbenaran Bertunas di ZionNubuat Yesaya—Terang bagi Seluruh Umat Manusia II
-
-
Pasal Dua Puluh Dua
Keadilbenaran Bertunas di Zion
1, 2. Perubahan apa yang akan terjadi di Israel, dan siapa yang akan mewujudkannya?
BIARLAH kebebasan diumumkan! Yehuwa telah bertekad untuk membebaskan umat-Nya dan memulangkan mereka ke tanah leluhur mereka. Seperti benih yang bertunas setelah hujan gerimis, ibadat sejati akan muncul sekali lagi. Sewaktu hari itu tiba, keputusasaan akan berganti menjadi pujian yang penuh sukacita, dan kepala-kepala yang sebelumnya ditutupi abu perkabungan akan dimahkotai perkenan ilahi.
2 Siapa yang akan mewujudkan transformasi yang menakjubkan ini? Hanya Yehuwa yang dapat melakukan hal semacam itu. (Mazmur 9:19, 20; Yesaya 40:25) Dalam nubuatnya, nabi Zefanya memerintahkan, ”Bersoraklah dengan sukacita, hai, putri Zion! Meluaplah dengan sorak-sorai, hai, Israel! Bersukacita dan bersukarialah dengan segenap hati, hai, putri Yerusalem! Yehuwa telah menyingkirkan keputusan penghakiman atasmu.” (Zefanya 3:14, 15) Betapa besar sukacita pada saat itu! Sewaktu Yehuwa mengumpulkan kaum sisa yang pulang dari Babilon pada tahun 537 SM, hal itu akan seperti impian yang menjadi kenyataan.—Mazmur 126:1.
3. Apa saja penggenapan kata-kata Yesaya pasal 61?
3 Pemulihan ini dinubuatkan dalam Yesaya pasal 61. Namun, meskipun jelas digenapi pada tahun 537 SM, nubuat ini digenapi dengan lebih terperinci pada waktu belakangan. Penggenapan yang lebih terperinci menyangkut Yesus dan para pengikutnya pada abad pertama dan umat Yehuwa pada zaman modern. Oleh karena itu, betapa pentingnya kata-kata terilham ini!
”Tahun Perkenan”
4. Siapa yang mendapat tugas untuk menyampaikan kabar baik pada penggenapan pertama Yesaya 61:1, dan siapa yang mendapat tugas ini pada penggenapan kedua?
4 Yesaya menulis, ”Roh Tuan Yang Berdaulat Yehuwa ada padaku, karena Yehuwa telah mengurapi aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang yang lembut hati. Ia telah mengutus aku untuk membalut orang yang patah hati, untuk mengumumkan kebebasan kepada mereka yang ditawan dan membuka lebar-lebar mata para tahanan.” (Yesaya 61:1) Siapakah pribadi yang mendapat tugas untuk menyampaikan kabar baik? Tampaknya, pada penggenapannya yang pertama pribadi itu adalah Yesaya, yang diilhami Allah untuk mencatat kabar baik bagi para tawanan di Babilon. Namun, Yesus menunjuk kepada penggenapannya yang paling penting sewaktu ia menerapkan kata-kata Yesaya pada dirinya. (Lukas 4:16-21) Ya, Yesus diutus untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang yang lembut hati, dan untuk tujuan ini, ia diurapi dengan roh kudus pada saat pembaptisannya.—Matius 3:16, 17.
5. Siapa yang telah memberitakan kabar baik selama kira-kira 2.000 tahun?
5 Selain itu, Yesus mengajar para pengikutnya untuk menjadi penginjil, atau pemberita kabar baik. Pada Pentakosta 33 M, sekitar 120 orang dari antara para pengikutnya ini diurapi roh kudus dan menjadi putra-putra rohani Allah. (Kisah 2:1-4, 14-42; Roma 8:14-16) Mereka juga diperintahkan untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang yang lembut hati dan patah hati. Ke-120 orang tersebut adalah yang pertama dari antara 144.000 orang yang diurapi dengan cara ini. Orang-orang yang terakhir dari kelompok tersebut kini masih aktif di bumi. Dengan demikian, selama kira-kira 2.000 tahun, para pengikut Yesus yang terurap telah memberikan kesaksian ”tentang pertobatan kepada Allah dan iman kepada Tuan kita Yesus”.—Kisah 20:21.
6. Siapa yang mendapat kelegaan karena mendengarkan kabar baik pada zaman dahulu, dan bagaimana dengan sekarang?
6 Berita Yesaya yang terilham memberikan kelegaan kepada orang-orang Yahudi yang bertobat di Babilon. Pada zaman Yesus dan murid-muridnya, berita itu melegakan orang-orang Yahudi yang patah hati karena kefasikan di Israel dan yang merana karena ditawan tradisi-tradisi agama palsu dari Yudaisme pada abad pertama. (Matius 15:3-6) Dewasa ini, jutaan orang yang terjerat kebiasaan-kebiasaan kafir Susunan Kristen dan tradisi-tradisi yang tidak menghormati Allah sedang ”berkeluh kesah dan mengerang” karena perkara memuakkan yang dilakukan dalam sistem agama tersebut. (Yehezkiel 9:4) Orang-orang yang menyambut kabar baik dibebaskan dari keadaan yang menyedihkan ini. (Matius 9:35-38) Mata pengertian mereka dibuka lebar-lebar sewaktu mereka belajar menyembah Yehuwa ”dengan roh dan kebenaran”.—Yohanes 4:24.
7, 8. (a) Sebutkan dua masa yang dimaksudkan dengan ”tahun perkenan”. (b) Sebutkan dua masa yang dimaksudkan dengan ”hari pembalasan” Yehuwa.
7 Ada jadwal waktu untuk pemberitaan kabar baik. Yesus dan para pengikutnya mendapat tugas untuk ”mengumumkan tahun perkenan Yehuwa dan hari pembalasan Allah kita; untuk menghibur semua orang yang berkabung”. (Yesaya 61:2) Satu tahun adalah waktu yang lama, tetapi ada awal dan akhirnya. ”Tahun perkenan” Yehuwa adalah masa manakala Ia memberi orang-orang yang lembut hati kesempatan untuk menyambut pengumuman-Nya tentang kebebasan.
8 Pada abad pertama, tahun perkenan untuk bangsa Yahudi dimulai pada tahun 29 M sewaktu Yesus memulai pelayanannya di bumi. Ia memberi tahu orang-orang Yahudi, ”Bertobatlah, kamu sekalian, sebab kerajaan surga sudah dekat.” (Matius 4:17) Tahun perkenan itu berlangsung sampai ”hari pembalasan” Yehuwa, yang mencapai puncaknya pada tahun 70 M sewaktu Yehuwa membiarkan bala tentara Roma menghancurkan Yerusalem dan baitnya. (Matius 24:3-22) Kita sekarang hidup pada tahun perkenan lain, yang dimulai dengan berdirinya Kerajaan Allah di surga pada tahun 1914. Tahun perkenan ini akan diakhiri dengan hari pembalasan lain yang lebih menyeluruh sewaktu Yehuwa mendatangkan kebinasaan atas segenap sistem dunia ini pada waktu ”kesengsaraan besar”.—Matius 24:21.
9. Dewasa ini, siapa yang mendapatkan manfaat dari tahun perkenan Yehuwa?
9 Dewasa ini, siapa yang mendapatkan manfaat dari tahun perkenan Allah? Mereka adalah orang-orang yang menyambut berita itu, memperlihatkan kelembutan hati, dan dengan bergairah mendukung pemberitaan Kerajaan Allah kepada ”semua bangsa”. (Markus 13:10) Mereka mendapati bahwa kabar baik mendatangkan penghiburan sejati. Namun, orang-orang yang menolak berita itu, yang tidak mau memanfaatkan tahun perkenan Yehuwa, akan segera menghadapi kenyataan hari pembalasan-Nya.—2 Tesalonika 1:6-9.
Buah-Buah Rohani yang Memuliakan Allah
10. Bagaimana orang-orang Yahudi yang kembali dari Babilon dipengaruhi oleh perbuatan Yehuwa yang besar untuk kepentingan mereka?
10 Orang Yahudi yang kembali dari Babilon sadar bahwa Yehuwa telah melakukan perbuatan yang besar untuk kepentingan mereka. Perkabungan mereka sebagai orang tawanan berganti menjadi kesukaan besar dan pujian karena mereka akhirnya bebas. Jadi, Yesaya menunaikan tugasnya sebagai nabi, yaitu ”untuk mengaruniakan kepada mereka yang berkabung atas Zion, memberikan kepada mereka tudung kepala yang indah sebagai ganti abu, minyak kesukaan besar sebagai ganti perkabungan, mantel pujian sebagai ganti semangat yang patah; dan mereka akan disebut pohon besar keadilbenaran, tanaman Yehuwa, agar ia dibuat indah”.—Yesaya 61:3.
11. Pada abad pertama, siapa yang memiliki alasan yang baik untuk memuji Yehuwa karena perbuatan-Nya yang besar?
11 Pada abad pertama, orang-orang Yahudi yang menerima kebebasan dari belenggu agama palsu juga memuji Allah karena perbuatan-Nya yang besar untuk kepentingan mereka. Semangat mereka yang patah digantikan dengan ”mantel pujian” sewaktu mereka dibebaskan dari suatu bangsa yang mati secara rohani. Perubahan demikian pertama-tama dialami murid-murid Yesus sewaktu perkabungan mereka atas kematiannya berganti dengan sukacita karena mereka diurapi dengan roh kudus oleh Tuan mereka yang dibangkitkan. Tidak lama kemudian, perubahan yang serupa dialami oleh 3.000 orang yang lembut hati yang menyambut pengabaran orang-orang Kristen yang baru diurapi, dan mereka pun dibaptis pada Pentakosta 33 M. (Kisah 2:41) Betapa senangnya mereka karena yakin akan mendapatkan berkat Yehuwa! Sebaliknya dari ”berkabung atas Zion”, mereka menerima roh kudus dan disegarkan oleh ”minyak kesukaan besar”, yang melambangkan kesukaan besar yang dimiliki orang-orang yang diberkati dengan limpah oleh Yehuwa.—Ibrani 1:9.
12, 13. (a) Siapa sajakah ”pohon besar keadilbenaran” di antara orang-orang Yahudi yang kembali pada tahun 537 SM? (b) Siapa sajakah yang menjadi ”pohon besar keadilbenaran” sejak Pentakosta 33 M?
12 Yehuwa memberkati umat-Nya dengan ’pohon-pohon besar keadilbenaran’. Siapakah pohon-pohon besar ini? Pada tahun-tahun setelah 537 SM, mereka adalah orang-orang yang mempelajari dan merenungkan Firman Allah dan menjunjung standar-standar Yehuwa yang adil-benar. (Mazmur 1:1-3; Yesaya 44:2-4; Yeremia 17:7, 8) Pria-pria seperti Ezra, Hagai, Zakharia, dan imam besar Yosua terbukti sebagai ’pohon-pohon besar’ yang menonjol—orang-orang yang membela kebenaran dan menentang pencemaran rohani dalam bangsa itu.
13 Sejak Pentakosta 33 M, Allah menanam ”pohon besar keadilbenaran” yang serupa—orang-orang Kristen terurap yang berani—di kawasan rohani milik bangsa baru-Nya, ”Israel milik Allah”. (Galatia 6:16) Selama berabad-abad, ”pohon” yang berjumlah 144.000 ini, menghasilkan buah-buahan yang adil-benar untuk memperindah, atau mendatangkan kemuliaan kepada, Allah Yehuwa. (Penyingkapan 14:3) Orang-orang yang terakhir dari ’pohon-pohon’ yang besar ini telah tumbuh subur pada tahun-tahun sejak 1919, sewaktu Yehuwa memulihkan kaum sisa Israel milik Allah dari ketidakaktifan yang sifatnya sementara. Dengan memberi mereka air rohani yang limpah, Yehuwa menghasilkan semacam hutan pohon keadilbenaran yang menghasilkan buah.—Yesaya 27:6.
14, 15. Proyek-proyek apa saja yang dilaksanakan para penyembah Yehuwa yang dibebaskan, mulai pada tahun (a) 537 SM? (b) 33 M? (c) 1919?
14 Seraya menonjolkan pekerjaan ’pohon-pohon’ ini, Yesaya melanjutkan, ”Mereka akan membangun kembali tempat-tempat yang telah lama hancur; mereka akan mendirikan kembali tempat-tempat yang dahulu telantar, dan mereka pasti akan memperbarui kota-kota yang hancur, tempat-tempat yang telantar dari generasi ke generasi.” (Yesaya 61:4) Di bawah dekret Raja Kores dari Persia, orang-orang Yahudi setia yang kembali dari Babilon membangun kembali Yerusalem dan baitnya, yang telah sekian lama dibiarkan telantar. Proyek-proyek pemulihan juga menandai tahun-tahun setelah 33 M dan 1919.
15 Pada tahun 33 M, murid-murid Yesus menjadi sangat sedih karena ia ditangkap, diadili, dan mati. (Matius 26:31) Namun, pandangan mereka berubah sewaktu ia muncul di hadapan mereka setelah kebangkitannya. Dan, setelah roh kudus dicurahkan ke atas mereka, mereka sibuk dalam pekerjaan pemberitaan kabar baik, ”di Yerusalem maupun di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke bagian yang paling jauh di bumi”. (Kisah 1:8) Demikianlah mereka mulai memulihkan ibadat murni. Dengan cara yang serupa, sejak tahun 1919 Yesus Kristus menyebabkan kaum sisa saudara-saudara terurapnya membangun kembali ”tempat-tempat yang telantar dari generasi ke generasi”. Selama berabad-abad, para pemimpin agama Susunan Kristen tidak berhasil menanamkan pengetahuan tentang Yehuwa; mereka menggantikannya dengan tradisi buatan manusia dan doktrin-doktrin yang tidak berdasarkan Alkitab. Orang-orang Kristen yang terurap membersihkan sidang mereka dari praktek-praktek yang dicemari oleh agama palsu agar pemulihan ibadat sejati dapat terus maju. Dan, mereka memulai apa yang terbukti sebagai kampanye kesaksian yang terbesar dalam sejarah dunia.—Markus 13:10.
16. Siapa yang membantu orang-orang Kristen terurap dalam pekerjaan pemulihan mereka, dan tugas apa yang dipercayakan kepada mereka?
16 Ini adalah tugas yang sangat besar. Bagaimana mungkin kaum sisa Israel milik Allah yang relatif kecil jumlahnya dapat merampungkan tugas semacam itu? Yehuwa mengilhami Yesaya untuk menyatakan, ”Orang-orang luar akan berdiri dan menggembalakan kambing-dombamu, dan orang-orang asing akan menjadi petani dan tukang kebun anggurmu.” (Yesaya 61:5) Orang-orang luar dan orang-orang asing kiasan ternyata adalah ”kumpulan besar” dari ”domba-domba lain” Yesus.a (Penyingkapan 7:9; Yohanes 10:11, 16) Mereka tidak diurapi roh kudus dengan tujuan menerima warisan surgawi. Sebaliknya, mereka memiliki harapan kehidupan abadi di bumi firdaus. (Penyingkapan 21:3, 4) Namun, mereka mengasihi Yehuwa dan telah dipercayakan dengan tugas-tugas penggembalaan, perladangan, dan mengurus kebun anggur rohani. Kegiatan-kegiatan demikian bukan tugas sepele. Di bawah pengarahan kaum sisa Israel milik Allah, para pekerja ini membantu menggembalakan, mengurus, dan memanen orang-orang.—Lukas 10:2; Kisah 20:28; 1 Petrus 5:2; Penyingkapan 14:15, 16.
17. (a) Anggota-anggota Israel milik Allah akan mendapat sebutan apa? (b) Apa satu-satunya korban yang dibutuhkan untuk pengampunan dosa?
17 Bagaimana dengan Israel milik Allah? Yehuwa memberi tahu mereka melalui Yesaya, ”Mengenai kamu, kamu akan disebut imam-imam Yehuwa; kamu akan disebut pelayan-pelayan Allah kita. Kekayaan bangsa-bangsa akan kamu makan, dan kamu akan berbicara dengan sukaria tentang dirimu karena kemuliaan mereka.” (Yesaya 61:6) Di Israel zaman dahulu, Yehuwa menyediakan keimaman Lewi untuk mempersembahkan korban bagi para imam itu sendiri dan sesama bangsa Israel. Namun, pada tahun 33 M, Yehuwa tidak lagi menggunakan keimaman Lewi dan Ia secara resmi memulai penyelenggaraan yang lebih baik. Ia menerima kehidupan Yesus yang sempurna sebagai korban bagi dosa umat manusia. Sejak itu, tidak ada korban lain yang dibutuhkan. Korban Yesus berlaku untuk sepanjang waktu.—Yohanes 14:6; Kolose 2:13, 14; Ibrani 9:11-14, 24.
18. Israel milik Allah merupakan keimaman macam apa, dan apa tugas mereka?
18 Kalau begitu, bagaimana dengan anggota-anggota Israel milik Allah, ”imam-imam Yehuwa”? Sewaktu menulis kepada rekan-rekan Kristennya yang terurap, rasul Petrus mengatakan, ”Kamu adalah ’ras yang dipilih, keimaman kerajaan, bangsa yang kudus, umat untuk milik yang istimewa, agar kamu menyiarkan keluhuran’ pribadi yang memanggilmu keluar dari kegelapan ke dalam terangnya yang menakjubkan.” (1 Petrus 2:9) Oleh karena itu, sebagai satu kelompok, orang-orang Kristen terurap merupakan suatu keimaman dengan tugas spesifik: memberi tahu bangsa-bangsa tentang kemuliaan Yehuwa. Mereka harus menjadi saksi-saksi-Nya. (Yesaya 43:10-12) Selama hari-hari terakhir, orang-orang Kristen yang terurap telah dengan setia menunaikan tugas penting ini. Sebagai hasilnya, jutaan orang kini mengambil bagian bersama mereka dalam pekerjaan memberi kesaksian tentang Kerajaan Yehuwa.
19. Orang-orang Kristen terurap akan mendapatkan hak istimewa dinas apa?
19 Selain itu, anggota-anggota Israel milik Allah memiliki prospek untuk melayani sebagai imam dengan cara lain. Setelah meninggal, mereka dibangkitkan kepada kehidupan roh yang tidak berkematian di surga. Di sana, mereka melayani tidak hanya sebagai penguasa bersama Yesus dalam Kerajaannya tetapi juga sebagai imam-imam Allah. (Penyingkapan 5:10; 20:6) Dengan demikian, mereka akan diberi hak istimewa untuk memberlakukan manfaat korban tebusan Yesus pada umat manusia yang setia di bumi. Dalam penglihatan rasul Yohanes yang dicatat di Penyingkapan pasal 22, mereka kembali digambarkan sebagai ”pohon-pohon”. Ke-144.000 ’pohon’ tampak di surga, menghasilkan ”dua belas panenan buah, ya, menghasilkan buah setiap bulan. Dan daun pohon-pohon itu adalah untuk penyembuhan bangsa-bangsa”. (Penyingkapan 22:1, 2) Sungguh luar biasa dinas keimaman ini!
Rasa Malu dan Kehinaan, kemudian Sukacita
20. Meskipun ada tentangan, keimaman-raja ini menantikan berkat apa?
20 Sejak tahun 1914, sewaktu tahun perkenan Yehuwa dimulai, keimaman-raja ini terus-menerus menghadapi tentangan dari para pemimpin agama Susunan Kristen. (Penyingkapan 12:17) Akan tetapi, semua upaya untuk menghentikan pemberitaan kabar baik pada akhirnya gagal. Nubuat Yesaya meramalkan hal ini, dengan mengatakan, ”Sebagai ganti rasa malumu, akan ada bagian dua kali lipat, dan sebagai ganti kehinaan, mereka akan bersorak dengan gembira atas bagian mereka. Karena itu, mereka akan memiliki bagian dua kali lipat di negeri mereka. Sukacita sampai waktu yang tidak tertentu, itulah yang akan menjadi milik mereka.”—Yesaya 61:7.
21. Bagaimana orang-orang Kristen terurap dapat menikmati berkat berlipat ganda?
21 Selama Perang Dunia I, kaum sisa terurap menderita rasa malu dan kehinaan di tangan Susunan Kristen yang nasionalistis. Anggota-anggota golongan pemimpin agama turut memberikan tuduhan palsu bahwa delapan saudara yang setia dari kantor pusat di Brooklyn melakukan penghasutan. Saudara-saudara ini secara tidak adil dipenjara selama sembilan bulan. Akhirnya pada musim semi tahun 1919, mereka dibebaskan, dan belakangan semua tuduhan terhadap mereka dicabut. Jadi, siasat untuk menghentikan pekerjaan pengabaran membawa hasil yang tidak diharapkan. Sebaliknya daripada membiarkan para penyembah-Nya terus menderita rasa malu, Yehuwa membebaskan mereka dan memulihkan mereka ke kawasan rohani, ”negeri mereka”. Di sana, mereka menerima berkat berlipat ganda. Berkat dari Yehuwa sudah lebih dari cukup untuk mengkompensasikan semua yang telah mereka derita. Mereka benar-benar memiliki alasan untuk bersorak dengan gembira!
22, 23. Bagaimana orang-orang Kristen terurap meniru Yehuwa, dan bagaimana Ia telah mengupahi mereka?
22 Apa yang Yehuwa katakan selanjutnya menyediakan alasan lain bagi orang Kristen dewasa ini untuk bersukacita, ”Karena aku, Yehuwa, mencintai keadilan, membenci perampokan dan apa yang tidak adil-benar. Aku akan memberikan upah mereka dengan benar, dan dengan mereka aku akan mengadakan perjanjian yang berlaku sampai waktu yang tidak tertentu.” (Yesaya 61:8) Melalui pelajaran Alkitab mereka, kaum sisa terurap belajar mengasihi keadilan dan membenci kefasikan. (Amsal 6:12-19; 11:20) Mereka belajar ”menempa pedang-pedang mereka menjadi mata bajak”, tetap bersikap netral dalam peperangan dan pergolakan politik manusia. (Yesaya 2:4) Mereka juga meninggalkan praktek-praktek yang tidak menghormati Allah, seperti fitnah, perzinaan, pencurian, dan kemabukan.—Galatia 5:19-21.
23 Karena orang-orang Kristen terurap memiliki kasih akan keadilan seperti yang dimiliki Pencipta mereka, Yehuwa telah memberi mereka ”upah mereka dengan benar”. Salah satu ”upah” itu adalah suatu perjanjian sampai waktu yang tidak tertentu—perjanjian baru—yang Yesus beri tahukan kepada para pengikutnya pada malam sebelum kematiannya. Berdasarkan perjanjian inilah mereka menjadi suatu bangsa rohani, umat istimewa Allah. (Yeremia 31:31-34; Lukas 22:20) Di bawah perjanjian ini, Yehuwa akan memberlakukan semua manfaat korban tebusan Yesus, termasuk pengampunan dosa baik bagi kaum terurap maupun bagi semua orang yang setia di antara umat manusia.
Bersukacita atas Berkat-Berkat Yehuwa
24. Dari antara bangsa-bangsa, siapa ”keturunan” yang diberkati, dan bagaimana mereka menjadi ”keturunan”?
24 Beberapa orang di antara bangsa-bangsa telah mengenali berkat Yehuwa atas umat-Nya. Hal ini dinubuatkan oleh janji Yehuwa, ”Anak cucu mereka akan dikenal di antara bangsa-bangsa, dan keturunan mereka, di antara suku-suku bangsa. Semua yang melihat mereka akan mengenali mereka, bahwa mereka adalah keturunan yang diberkati Yehuwa.” (Yesaya 61:9) Anggota-anggota Israel milik Allah, orang-orang Kristen terurap, telah melakukan banyak kegiatan di antara bangsa-bangsa selama tahun perkenan Yehuwa. Dewasa ini, orang-orang yang menyambut pelayanan mereka berjumlah jutaan. Berkat kerja sama yang erat dengan Israel milik Allah, orang-orang dari bangsa-bangsa ini menerima hak istimewa untuk menjadi ”keturunan yang diberkati Yehuwa”. Keadaan mereka yang berbahagia nyata bagi seluruh umat manusia.
25, 26. Bagaimana semua orang Kristen memiliki perasaan yang sama dengan yang dinyatakan di Yesaya 61:10?
25 Semua orang Kristen, yang terurap maupun domba-domba lain, berharap untuk memuji Yehuwa selama-lamanya. Dengan segenap hati mereka setuju dengan nabi Yesaya, yang berkata di bawah ilham, ”Aku sangat bersukacita karena Yehuwa. Jiwaku bergembira karena Allahku. Karena ia telah mengenakan pakaian keselamatan padaku; dengan mantel keadilbenaran ia membungkus aku, bagaikan pengantin laki-laki yang, seperti seorang imam, mengenakan tudung kepala yang indah, dan bagaikan pengantin perempuan yang mendandani diri dengan perhiasannya.”—Yesaya 61:10.
26 Dengan mengenakan ”mantel keadilbenaran”, orang-orang Kristen terurap bertekad untuk menjaga diri tetap murni dan bersih di mata Yehuwa. (2 Korintus 11:1, 2) Karena dinyatakan adil-benar oleh Yehuwa dengan tujuan untuk mewarisi kehidupan surgawi, mereka tidak akan pernah kembali ke kawasan Babilon Besar yang telantar, yang darinya mereka telah dibebaskan. (Roma 5:9; 8:30) Pakaian keselamatan sangatlah berharga bagi mereka. Rekan-rekan mereka dari domba-domba lain juga memiliki tekad serupa untuk menaati standar-standar Allah Yehuwa yang luhur dalam ibadat murni. Setelah ”mencuci jubah mereka dan membuatnya putih dalam darah Anak Domba”, mereka dinyatakan adil-benar dan akan selamat melampaui ”kesengsaraan besar”. (Penyingkapan 7:14; Yakobus 2:23, 25) Sampai hal ini terjadi, mereka terus meniru rekan-rekan mereka yang terurap dalam menghindari pencemaran apa pun dari Babilon Besar.
27. (a) Selama Pemerintahan Milenium, apa yang akan tampak jelas ”bertunas”? (b) Bagaimana keadilbenaran telah bertunas di antara umat manusia?
27 Dewasa ini, para penyembah Yehuwa senang berada di firdaus rohani. Segera, mereka juga akan menikmati Firdaus secara jasmani. Kita dengan sepenuh hati menantikan saat itu, yang digambarkan dengan jelas melalui kata-kata penutup Yesaya pasal 61, ”Seperti bumi mengeluarkan tunasnya, dan kebun membuat apa yang ditabur di situ bertunas, dengan cara yang sama Tuan Yang Berdaulat Yehuwa akan menyebabkan keadilbenaran dan pujian bertunas di hadapan segala bangsa.” (Yesaya 61:11) Selama Pemerintahan Milenium Kristus, bumi akan menikmati ’bertunasnya keadilbenaran’. Manusia akan bersorak dengan penuh kemenangan, dan keadilbenaran akan berkembang sampai ke ujung-ujung bumi. (Yesaya 26:9) Akan tetapi, untuk memberikan pujian di hadapan semua bangsa, kita tidak perlu menunggu sampai hari yang mulia itu datang. Keadilbenaran telah bertunas di antara jutaan orang yang memuliakan Allah di surga dan memberitakan kabar baik tentang Kerajaan-Nya. Bahkan sekarang, iman dan harapan kita menyediakan alasan yang kuat untuk bersukacita atas berkat-berkat Allah kita.
[Catatan Kaki]
a Yesaya 61:5 mungkin saja digenapi pada zaman dahulu, karena orang-orang non-Yahudi menyertai orang-orang Yahudi asli pada waktu mereka pulang ke Yerusalem dan kemungkinan membantu memulihkan negeri itu. (Ezra 2:43-58) Namun, mulai ayat 6, nubuat tersebut tampaknya hanya berlaku atas Israel milik Allah.
[Gambar di hlm. 323]
Yesaya memiliki kabar baik untuk diberitakan kepada orang Yahudi tawanan
[Gambar di hlm. 331]
Mulai tahun 33 M, Yehuwa telah menanam 144.000 ”pohon besar keadilbenaran”
[Gambar di hlm. 334]
Keadilbenaran akan bertunas di bumi
-
-
’Sebuah Nama Baru’Nubuat Yesaya—Terang bagi Seluruh Umat Manusia II
-
-
Pasal Dua Puluh Tiga
’Sebuah Nama Baru’
1. Yesaya pasal 62 meyakinkan kita tentang hal apa?
KEPASTIAN, penghiburan, harapan akan pemulihan—itulah yang dibutuhkan orang-orang Yahudi yang sedang putus asa di Babilon. Beberapa puluh tahun telah berlalu sejak Yerusalem dan baitnya dihancurkan. Yehuda, yang terletak kira-kira 800 kilometer dari Babilon, dibiarkan gersang, dan orang Yahudi seolah-olah telah dilupakan Yehuwa. Apa yang dapat memperbaiki keadaan mereka? Janji-janji dari Yehuwa bahwa Ia akan membawa mereka pulang dan mengizinkan mereka untuk memulihkan ibadat murni. Pada waktu itu, kata-kata seperti ”ditinggalkan” dan ”gersang” akan diganti dengan sebutan-sebutan yang memaksudkan perkenan Allah. (Yesaya 62:4; Zakharia 2:12) Buku Yesaya pasal 62 penuh dengan janji-janji ini. Akan tetapi, seperti nubuat-nubuat lain tentang pemulihan, pasal ini bukan hanya membahas pembebasan orang Yahudi dari penawanan di Babilon, melainkan lebih dari hal itu. Dalam penggenapan utamanya, Yesaya pasal 62 meyakinkan kita bahwa keselamatan bangsa rohani Yehuwa, ”Israel milik Allah”, sudah pasti.—Galatia 6:16.
Yehuwa Tidak Tinggal Diam
2. Bagaimana Yehuwa kembali memperlihatkan perkenan kepada Zion?
2 Babilon digulingkan pada tahun 539 SM. Setelah itu, Raja Kores dari Persia mengeluarkan dekret yang memungkinkan orang-orang Yahudi yang takut akan Allah kembali ke Yerusalem dan memulihkan ibadat kepada Yehuwa. (Ezra 1:2-4) Pada tahun 537 SM, orang-orang Yahudi yang pertama-tama kembali akhirnya tiba di tanah asal mereka. Sekali lagi, Yehuwa memperlihatkan perkenan kepada Yerusalem, sebagaimana tercermin dalam kehangatan pernyataan nubuat-Nya, ”Demi Zion aku tidak akan berdiam diri, dan demi Yerusalem aku tidak akan tinggal diam sampai keadilbenarannya tampil seperti cahaya yang cemerlang, dan keselamatannya, seperti obor yang menyala.”—Yesaya 62:1.
3. (a) Mengapa Zion di bumi akhirnya ditolak oleh Yehuwa, dan siapa yang menggantikannya? (b) Penyimpangan apa yang terjadi, dan kapan, dan kita hidup dalam masa apa dewasa ini?
3 Pada tahun 537 SM, Yehuwa menggenapi janji-Nya untuk memulihkan Zion, atau Yerusalem. Penduduknya menikmati penyelamatan yang dilakukan oleh-Nya, dan keadilbenaran mereka pun bersinar dengan terang. Namun, belakangan mereka kembali menyimpang dari ibadat murni. Akhirnya, mereka menolak Yesus sebagai Mesias, dan Yehuwa pun meninggalkan mereka sebagai bangsa pilihan-Nya. (Matius 21:43; 23:38; Yohanes 1:9-13) Yehuwa menyebabkan lahirnya suatu bangsa baru, ”Israel milik Allah”. Bangsa baru ini menjadi umat-Nya yang istimewa, dan pada abad pertama, para anggotanya dengan bergairah memberitakan kabar baik di seluruh dunia yang sudah dikenal pada waktu itu. (Galatia 6:16; Kolose 1:23) Sungguh menyedihkan bahwa setelah kematian para rasul, terjadilah penyimpangan dari agama yang benar. Sebagai akibatnya, berkembanglah Kekristenan dalam bentuk yang murtad seperti yang terdapat di Susunan Kristen dewasa ini. (Matius 13:24-30, 36-43; Kisah 20:29, 30) Selama berabad-abad, Susunan Kristen telah dibiarkan mendatangkan cela ke atas nama Yehuwa. Namun, akhirnya pada tahun 1914, ”tahun perkenan” Yehuwa dimulai, bersama dengan penggenapan utama bagian nubuat Yesaya ini.—Yesaya 61:2.
4, 5. (a) Siapa yang dilambangkan Zion dan anak-anaknya dewasa ini? (b) Bagaimana Yehuwa menggunakan Zion untuk membuat ’keselamatannya seperti obor yang menyala’?
4 Dewasa ini, janji Yehuwa untuk memulihkan Zion telah digenapi atas organisasi surgawi-Nya, ”Yerusalem yang di atas”, yang diwakili di bumi oleh anak-anaknya, orang-orang Kristen yang diurapi dengan roh. (Galatia 4:26) Organisasi surgawi Yehuwa berperan sebagai penolong yang setia—berjaga-jaga, pengasih, dan rajin. Saat manakala ia melahirkan Kerajaan Mesianik pada tahun 1914 sungguh mendebarkan hati! (Penyingkapan 12:1-5) Khususnya sejak tahun 1919, anak-anaknya di bumi telah memberitakan keadilbenarannya dan keselamatannya kepada bangsa-bangsa. Sebagaimana dinubuatkan Yesaya, anak-anak ini telah bercahaya dalam kegelapan seperti obor, membiarkan terang mereka bersinar.—Matius 5:15, 16; Filipi 2:15.
5 Yehuwa sangat berminat pada para penyembah-Nya dan tidak akan beristirahat, atau tinggal diam, sampai Ia menggenapi semua janji yang Ia buat dengan Zion dan anak-anaknya. Kaum sisa terurap serta rekan-rekan mereka, ”domba-domba lain”, juga tidak mau tinggal diam. (Yohanes 10:16) Mereka terus berbicara seraya menunjukkan kepada orang-orang jalan satu-satunya menuju keselamatan.—Roma 10:10.
”Nama Baru” yang Yehuwa Berikan
6. Apa rencana Yehuwa bagi Zion?
6 Apa rencana Yehuwa bagi Zion, ”wanita” surgawi-Nya, yang digambarkan oleh Yerusalem pada zaman dahulu? Ia mengatakan, ”Bangsa-bangsa pasti akan melihat keadilbenaranmu, hai, wanita, dan semua raja akan melihat kemuliaanmu. Engkau akan dipanggil dengan nama baru, yang akan ditentukan oleh mulut Yehuwa sendiri.” (Yesaya 62:2) Pada waktu orang Israel bertindak dalam keadilbenaran, bangsa-bangsa terpaksa menyaksikan dengan penuh perhatian. Bahkan raja-raja terpaksa mengakui bahwa Yehuwa menggunakan Yerusalem dan bahwa kekuasaan mana pun tidak ada artinya bila dibandingkan dengan Kerajaan Yehuwa.—Yesaya 49:23.
7. Nama baru Zion menunjukkan apa?
7 Yehuwa kini meneguhkan keadaan Zion yang sudah berubah dengan memberi dia sebuah nama baru. Nama baru itu menunjukkan keadaan diberkati dan status terhormat yang dinikmati anak-anak Zion di bumi mulai tahun 537 SM.a Hal ini memperlihatkan bahwa Yehuwa mengakui kepemilikan-Nya atas Zion. Dewasa ini, Israel milik Allah sangat bersukacita karena Yehuwa menyatakan kesenangan-Nya atas mereka dengan cara itu, dan domba-domba lain bergembira bersama mereka.
8. Dengan cara apa saja Yehuwa menghormati Zion?
8 Setelah memberikan nama baru kepada Zion, Yehuwa kini berjanji, ”Engkau akan menjadi mahkota yang indah di tangan Yehuwa, dan serban kerajaan di telapak tangan Allahmu.” (Yesaya 62:3) Yehuwa mengangkat istri simbolis-Nya, Zion surgawi, agar dipandang dengan kagum. (Mazmur 48:2; 50:2) Mahkota yang indah dan ”serban kerajaan” menunjukkan bahwa kehormatan dan wewenang diberikan kepadanya. (Zakharia 9:16) Sebagai wakil Zion surgawi, atau ”Yerusalem yang di atas”, Israel milik Allah merupakan hasil menakjubkan dari bekerjanya tangan Allah—kuasa yang Ia kerahkan. (Galatia 4:26) Dengan bantuan Yehuwa, bangsa rohani itu telah mengukir riwayat integritas dan pengabdian yang luar biasa. Jutaan orang, baik kaum terurap maupun domba-domba lain, dikuatkan untuk mempertunjukkan iman dan kasih yang luar biasa. Selama Pemerintahan Milenium Kristus, kaum terurap, setelah memperoleh pahala surgawi mereka yang mulia, akan menjadi alat di tangan Yehuwa untuk mengangkat ciptaan yang sedang mengerang kepada kehidupan abadi.—Roma 8:21, 22; Penyingkapan 22:2.
’Yehuwa Senang kepadamu’
9. Lukiskan transformasi Zion.
9 Pemberian nama baru merupakan bagian dari transformasi yang menyenangkan bagi Zion surgawi yang diwakili anak-anaknya di bumi. Kita membaca, ”Engkau tidak akan disebut lagi wanita yang ditinggalkan; dan negerimu tidak akan lagi dikatakan gersang; tetapi engkau akan disebut Kesenanganku Ada Padanya, dan negerimu akan disebut Dimiliki Seperti Seorang Istri. Karena Yehuwa akan senang kepadamu, dan negerimu akan dimiliki seperti seorang istri.” (Yesaya 62:4) Zion di bumi sudah gersang sejak kehancurannya pada tahun 607 SM. Namun, kata-kata Yehuwa meyakinkan dia bahwa negerinya akan dipulihkan dan dihuni kembali. Zion yang pernah dihancurkan tidak akan lagi menjadi wanita yang ditinggalkan, dan negerinya tidak akan gersang lagi. Pemulihan Yerusalem pada tahun 537 SM adalah suatu keadaan yang baru baginya, yang sama sekali berbeda dengan keadaannya yang hancur dahulu. Yehuwa menyatakan bahwa Zion akan disebut ”Kesenanganku Ada Padanya”, dan negerinya akan disebut, ”Dimiliki Seperti Seorang Istri”.—Yesaya 54:1, 5, 6; 66:8; Yeremia 23:5-8; 30:17; Galatia 4:27-31.
10. (a) Bagaimana Israel milik Allah diubah? (b) Apa yang dimaksud dengan ”negeri” Israel milik Allah?
10 Mulai tahun 1919, perubahan yang sama dialami Israel milik Allah. Selama perang dunia pertama, orang-orang Kristen terurap tampaknya ditolak oleh Allah. Namun, pada tahun 1919 status mereka dipulihkan, dan cara mereka beribadat pun dimurnikan. Hal ini mempengaruhi ajaran-ajaran mereka, organisasi mereka, dan kegiatan mereka. Israel milik Allah memasuki ”negeri”-nya, kawasan rohani, atau wilayah kegiatannya.—Yesaya 66:7, 8, 20-22.
11. Bagaimana orang-orang Yahudi dapat mengambil ibu mereka sebagai milik bagaikan seorang istri?
11 Yehuwa lebih lanjut menandaskan kedudukan diperkenan yang baru dinikmati umat-Nya dengan mengatakan, ”Sebagaimana seorang pemuda mengambil seorang perawan sebagai milik, menjadi istrinya, putra-putramu akan mengambil engkau sebagai milik bagaikan seorang istri. Sebagaimana kesukaan besar pengantin laki-laki atas pengantin perempuannya, demikianlah Allahmu akan sangat bersukacita atasmu.” (Yesaya 62:5) Bagaimana orang-orang Yahudi, ’putra-putra’ Zion, dapat mengambil ibu mereka sebagai milik bagaikan seorang istri? Yaitu ketika putra-putra Zion yang kembali, setelah dibebaskan dari pembuangan Babilon, mengambil ibu kota lama mereka sebagai milik dan kembali mendiaminya. Sewaktu hal itu terjadi Zion tidak gersang lagi, tetapi penuh dengan putra.—Yeremia 3:14.
12. (a) Bagaimana Yehuwa membuat jelas bahwa orang-orang Kristen terurap adalah bagian dari organisasi yang dipersatukan dengan-Nya dalam ikatan perkawinan? (b) Bagaimana cara Yehuwa berurusan dengan umat-Nya memberikan pola perkawinan yang mulia untuk kita dewasa ini? (Lihat kotak pada halaman 342.)
12 Dengan cara yang serupa, sejak tahun 1919 anak-anak Zion surgawi telah memiliki negeri mereka, kawasan rohani mereka, yang mempunyai nama nubuat ”Dimiliki Seperti Seorang Istri”. Kegiatan Kristen mereka di negeri tersebut telah membuktikan bahwa orang-orang Kristen terurap ini adalah ”umat bagi nama [Yehuwa]”. (Kisah 15:14) Jelaslah bahwa kegiatan mereka dalam menghasilkan buah-buah Kerajaan dan memberitakan nama Yehuwa telah membuat Yehuwa senang kepada orang-orang Kristen ini. Ia telah menjelaskan bahwa mereka adalah bagian dari organisasi yang dipersatukan dengan-Nya dalam ikatan yang tak terpatahkan. Dengan mengurapi orang-orang Kristen ini dengan roh kudus, membebaskan mereka dari penawanan rohani, dan menggunakan mereka untuk memberitakan harapan Kerajaan kepada seluruh umat manusia, Yehuwa telah menunjukkan bahwa Ia bersukacita atas mereka dengan kesukaan seorang pengantin laki-laki kepada pengantin perempuan.—Yeremia 32:41.
”Janganlah Kamu Berdiam Diri”
13, 14. (a) Pada zaman dahulu, bagaimana Yerusalem menjadi sebuah kota yang memberikan keamanan? (b) Pada zaman modern, bagaimana Zion telah menjadi ”pujian di bumi”?
13 Nama baru simbolis yang diberikan Yehuwa membuat umat-Nya merasa aman. Mereka tahu bahwa Ia mengakui mereka dan bahwa mereka adalah milik-Nya. Kemudian, dengan ilustrasi lain, Yehuwa berbicara kepada umat-Nya seperti kepada sebuah kota yang bertembok, ”Di atas tembok-tembokmu, hai, Yerusalem, aku telah menugasi penjaga-penjaga. Sepanjang hari dan sepanjang malam, senantiasa, biarlah mereka tidak tinggal diam. Hai, kamu yang menyebut-nyebut Yehuwa, janganlah kamu berdiam diri, dan jangan membuat dia berdiam diri sampai ia menetapkan dengan kokoh, ya, sampai ia menjadikan Yerusalem sebagai pujian di bumi.” (Yesaya 62:6, 7) Pada waktu yang Yehuwa tetapkan, yaitu setelah kembalinya kaum sisa yang setia dari Babilon, Yerusalem memang menjadi ”pujian di bumi”—sebuah kota bertembok yang memberikan keamanan kepada penduduknya. Siang dan malam, para penjaga di atas tembok-tembok itu bersiaga untuk menjaga keamanan kota dan untuk menyampaikan berita peringatan kepada penduduknya.—Nehemia 6:15; 7:3; Yesaya 52:8.
14 Pada zaman modern, Yehuwa telah menggunakan para penjaga terurap-Nya untuk menunjukkan kepada orang-orang yang lembut hati jalan menuju kebebasan dari belenggu agama palsu. Orang-orang ini telah diundang untuk memasuki organisasi-Nya, tempat mereka mendapat perlindungan dari pencemaran rohani, pengaruh yang tidak saleh, dan ketidaksenangan Yehuwa. (Yeremia 33:9; Zefanya 3:19) Tersedianya perlindungan seperti itu tidak lepas dari peranan penting yang dijalankan golongan penjaga, ”budak yang setia dan bijaksana”, yang memberikan ”makanan [rohani] pada waktu yang tepat”. (Matius 24:45-47) Dengan bekerja bersama golongan penjaga, ”kumpulan besar” juga memainkan peranan yang penting dalam menjadikan Zion ”pujian di bumi”.—Penyingkapan 7:9.
15. Bagaimana golongan penjaga dan rekan-rekan mereka senantiasa melayani Yehuwa?
15 Pelayanan golongan penjaga dan rekan-rekan mereka terus berlangsung! Sikap mereka yang sepenuh jiwa terlihat dari kegiatan bergairah yang dilakukan jutaan orang setia yang didukung oleh para pengawas keliling dan istri mereka; para relawan di rumah-rumah Betel dan fasilitas percetakan Saksi-Saksi Yehuwa; para utusan injil; serta para perintis istimewa, biasa dan ekstra. Selain itu, mereka bekerja keras dalam membangun Balai-Balai Kerajaan baru, menjenguk orang sakit, membantu orang-orang yang menghadapi situasi medis yang pelik, dan memberikan bantuan yang tepat waktu kepada korban-korban bencana dan kecelakaan. Sering kali, banyak dari antara orang-orang yang rela berkorban ini secara harfiah melayani ”siang dan malam”!—Penyingkapan 7:14, 15.
16. Bagaimana hamba-hamba Yehuwa ’tidak membuat Dia berdiam diri’?
16 Hamba-hamba Yehuwa dianjurkan untuk berdoa tanpa henti, untuk memohon kepada Allah agar ’kehendak-Nya terjadi, seperti di surga, demikian pula di atas bumi’. (Matius 6:9, 10; 1 Tesalonika 5:17) Mereka dinasihati, ”Jangan membuat [Yehuwa] berdiam diri” sampai keinginan dan harapan yang berkaitan dengan pemulihan ibadat sejati diberikan. Yesus menandaskan perlunya senantiasa berdoa, dengan mendesak para pengikutnya untuk ”berseru kepada [Allah] siang dan malam”.—Lukas 18:1-8.
Pelayanan kepada Allah Akan Diberi Imbalan
17, 18. (a) Bagaimana penduduk Zion berharap untuk menikmati hasil kerja keras mereka? (b) Bagaimana umat Yehuwa dewasa ini menikmati hasil kerja keras mereka?
17 Nama baru yang Yehuwa berikan kepada umat-Nya meyakinkan mereka bahwa segala upaya mereka tidak sia-sia. ”Yehuwa telah bersumpah dengan tangan kanannya dan dengan lengannya yang kuat, ’Aku tidak akan lagi memberikan biji-bijianmu menjadi makanan musuh-musuhmu, dan orang asing juga tidak akan meminum anggur barumu, yang untuknya engkau berjerih lelah. Tetapi orang-orang yang mengumpulkannya akan memakannya, dan mereka pasti akan memuji Yehuwa; dan orang-orang yang memanennya akan meminumnya di halaman-halaman kudusku.’” (Yesaya 62:8, 9) Tangan kanan Yehuwa dan lengan-Nya yang kuat adalah lambang kuasa dan kekuatan-Nya. (Ulangan 32:40; Yehezkiel 20:5) Sumpah-Nya demi hal-hal ini menunjukkan bahwa Ia bertekad untuk mengubah keadaan Zion. Pada tahun 607 SM, Yehuwa mengizinkan musuh-musuh Zion merampok dan menjarah harta miliknya. (Ulangan 28:33, 51) Namun, sekarang harta milik Zion akan dinikmati hanya oleh orang-orang yang berhak atasnya.—Ulangan 14:22-27.
18 Dalam penggenapan janji ini di zaman modern, umat Yehuwa yang dipulihkan mengalami kemakmuran rohani yang luar biasa. Mereka sepenuhnya menikmati hasil kerja keras mereka—pertambahan jumlah murid-murid Kristen dan makanan rohani yang berlimpah. (Yesaya 55:1, 2; 65:14) Karena umat-Nya berlaku setia, Yehuwa tidak membiarkan musuh-musuh mengganggu kemakmuran rohani mereka atau merampok hasil yang diperoleh dari pelayanan mereka yang sepenuh jiwa. Tidak ada pekerjaan yang sia-sia dalam pelayanan kepada Yehuwa.—Maleakhi 3:10-12; Ibrani 6:10.
19, 20. (a) Bagaimana jalan dikosongkan bagi orang Yahudi untuk kembali ke Yerusalem? (b) Pada zaman modern, bagaimana jalan telah dikosongkan bagi orang-orang yang lembut hati untuk memasuki organisasi Yehuwa?
19 Nama baru itu juga membuat organisasi Yehuwa menarik bagi orang-orang yang berhati jujur. Orang berduyun-duyun datang ke organisasi tersebut, dan jalannya terbuka bagi mereka. Nubuat Yesaya mengatakan, ”Keluarlah, keluarlah melalui gerbang-gerbang, hai, kamu sekalian. Kosongkan jalan bagi bangsa itu. Uruklah, uruklah jalan raya. Singkirkanlah batu-batu dari situ. Angkatlah tanda bagi bangsa-bangsa.” (Yesaya 62:10) Pada penggenapannya yang pertama, kemungkinan besar nubuat ini adalah panggilan untuk keluar dari gerbang kota-kota Babilon dan kembali ke Yerusalem. Orang-orang yang kembali harus menyingkirkan batu-batu untuk mempermudah perjalanan dan mengangkat tanda sebagai penunjuk arah.—Yesaya 11:12.
20 Sejak tahun 1919, orang-orang Kristen terurap telah dikhususkan untuk melakukan pelayanan ilahi dan berjalan pada ”Jalan Kekudusan”. (Yesaya 35:8) Merekalah orang-orang yang pertama keluar dari Babilon Besar dan berjalan pada jalan raya rohani. (Yesaya 40:3; 48:20) Allah memberi mereka hak istimewa untuk mengambil pimpinan dalam menyatakan perbuatan-perbuatan-Nya yang perkasa dan dalam menunjukkan kepada orang lain jalan menuju jalan raya tersebut. Menyingkirkan batu-batu dari situ—menyingkirkan batu-batu sandungan—terutama adalah demi kebaikan mereka sendiri. (Yesaya 57:14) Mereka perlu melihat maksud-tujuan dan ajaran-ajaran Allah dengan jelas. Kepercayaan palsu adalah batu sandungan di jalan menuju kehidupan, tetapi Firman Yehuwa ”seperti palu penempa yang menghancurkan tebing batu”. Dengannya, orang-orang Kristen terurap menghancurkan batu-batu sandungan bagi orang-orang yang ingin melayani Yehuwa.—Yeremia 23:29.
21, 22. Tanda apa yang telah Yehuwa tetapkan bagi orang-orang yang meninggalkan agama palsu, dan bagaimana kita mengetahuinya?
21 Pada tahun 537 SM, Yerusalem menjadi tanda yang menarik perhatian kaum sisa Yahudi untuk kembali dan membangun bait. (Yesaya 49:22) Pada tahun 1919, ketika kaum sisa terurap dibebaskan dari belenggu agama palsu, mereka tidak berjalan tanpa tujuan. Mereka mengetahui tujuan mereka karena Yehuwa telah menetapkan suatu tanda bagi mereka. Tanda apa? Tanda yang sama yang dinubuatkan di Yesaya 11:10, yang mengatakan, ”Pasti terjadi pada hari itu bahwa akar Isai akan tampil dan berdiri sebagai tanda bagi bangsa-bangsa.” Rasul Paulus menerapkan kata-kata ini pada diri Yesus. (Roma 15:8, 12) Ya, tanda itu adalah Kristus Yesus, yang memerintah sebagai Raja di Gunung Zion surgawi!—Ibrani 12:22; Penyingkapan 14:1.
22 Orang-orang Kristen terurap maupun domba-domba lain dikumpulkan di sekitar Yesus Kristus untuk bergabung dalam ibadat yang mempersatukan, yang ditujukan kepada Allah Yang Mahatinggi. Pemerintahannya berfungsi untuk membenarkan kedaulatan universal Yehuwa dan untuk memberkati orang yang berhati jujur dari semua bangsa di bumi. Bukankah hal ini merupakan alasan bagi kita masing-masing untuk ikut serta dalam mengagungkan Dia dengan puji-pujian?
”Keselamatanmu Akan Datang”!
23, 24. Bagaimana keselamatan akan datang kepada orang-orang yang memiliki iman akan Allah?
23 Nama baru yang Yehuwa berikan kepada organisasi-Nya yang bagaikan istri berkaitan dengan keselamatan kekal anak-anaknya. Yesaya menulis, ”Lihat! Yehuwa telah membuatnya terdengar sampai ke bagian yang paling jauh di bumi, ’Hai, kamu sekalian, katakanlah kepada putri Zion, ”Lihat! Keselamatanmu akan datang. Lihat! Imbalan yang ia berikan ada padanya, dan upah yang ia bayarkan ada di hadapannya.”’” (Yesaya 62:11) Keselamatan datang kepada orang Yahudi ketika Babilon jatuh dan mereka kembali ke tanah asal mereka. Akan tetapi, kata-kata ini memaksudkan sesuatu yang lebih besar. Pernyataan Yehuwa mengingatkan kepada nubuat Zakharia tentang Yerusalem, ”Nikmatilah sukacita besar, hai, putri Zion. Bersoraklah dalam kemenangan, hai, putri Yerusalem. Lihat! Rajamu datang kepadamu. Ia adil-benar, ya, diselamatkan; ia rendah hati, dan menunggang seekor keledai jantan, ya, binatang yang sudah dewasa anak keledai betina.”—Zakharia 9:9.
24 Tiga setengah tahun setelah dibaptis dalam air dan diurapi dengan roh Allah, Yesus menunggang keledai ke Yerusalem dan membersihkan baitnya. (Matius 21:1-5; Yohanes 12:14-16) Dewasa ini, Yesus Kristus adalah pribadi yang membawa keselamatan dari Yehuwa kepada semua orang yang memiliki iman akan Allah. Sejak ia naik takhta pada tahun 1914, Yesus juga adalah Hakim dan Eksekutor yang dilantik Yehuwa. Pada tahun 1918, tiga setengah tahun setelah ia naik takhta, ia membersihkan bait rohani Yehuwa, yang diwakili oleh sidang orang Kristen terurap di bumi. (Maleakhi 3:1-5) Diangkatnya Yesus sebagai tanda menunjukkan dimulainya pengumpulan orang secara besar-besaran di seluruh bumi, dalam upaya mendukung Kerajaan Mesianik. Sesuai dengan pola pada zaman dahulu, ’keselamatan’ datang kepada Israel milik Allah sewaktu mereka dibebaskan dari Babilon Besar pada tahun 1919. ”Imbalan” atau ”upah” yang tersedia bagi para pemanen yang rela berkorban adalah kehidupan tak berkematian di surga atau kehidupan kekal di bumi. Semua orang yang tetap setia dapat yakin bahwa ’kerja keras mereka tidak sia-sia sehubungan dengan Tuan’.—1 Korintus 15:58.
25. Jaminan apa yang diberikan kepada umat Yehuwa?
25 Alangkah bagusnya prospek bagi organisasi surgawi Yehuwa, bagi wakil-wakil terurapnya di bumi, dan bagi siapa pun yang secara aktif bergabung dengan mereka! (Ulangan 26:19) Yesaya bernubuat, ”Orang-orang akan menyebut mereka bangsa kudus, orang-orang yang dibeli kembali oleh Yehuwa; dan engkau pun akan disebut Yang Dicari, Kota Yang Tidak Ditinggalkan.” (Yesaya 62:12) ”Yerusalem yang di atas”, yang diwakili Israel milik Allah, pernah merasa ditinggalkan. Ia tidak akan pernah merasa seperti itu lagi. Umat Yehuwa akan senantiasa mendapatkan perlindungan-Nya, dan terus menikmati senyum perkenan-Nya.
[Catatan Kaki]
a Dalam nubuat Alkitab, ”sebuah nama baru” dapat menunjukkan suatu kedudukan atau hak istimewa baru.—Penyingkapan 2:17; 3:12.
[Kotak di hlm. 342]
Sebuah Pola Perkawinan yang Mulia
Pada waktu seseorang menikah, ada hal-hal tertentu yang ia harapkan dari perkawinannya. Akan tetapi, apa yang Allah harapkan? Lembaga perkawinan berasal dari Dia. Apa maksud-tujuan-Nya sehubungan dengan perkawinan?
Sebuah petunjuk mengenai pandangan Allah tentang hal ini dapat dilihat dari hubungan-Nya dengan bangsa Israel. Yesaya melukiskan hubungan ini sebagai suatu perkawinan. (Yesaya 62:1-5) Perhatikanlah apa yang Allah Yehuwa lakukan sebagai ”suami” untuk ”pengantin perempuan”-Nya. Ia melindungi dan menyucikan dia. (Yesaya 62:6, 7, 12) Ia menghormati dan menghargai dia. (Yesaya 62:3, 8, 9) Dan, Ia mendapatkan kesenangan dari pengantin perempuan-Nya, sebagaimana ditunjukkan oleh nama-nama baru yang Ia berikan kepadanya.—Yesaya 62:4, 5, 12.
Dalam Kitab-Kitab Yunani Kristen, Paulus menggemakan penjelasan Yesaya tentang hubungan antara Yehuwa dan Israel sewaktu ia membandingkan hubungan antara suami dan istri dengan hubungan antara Kristus dan sidang orang Kristen terurap.—Efesus 5:21-27.
Sehubungan dengan perkawinan, Paulus menganjurkan agar orang Kristen meniru hubungan antara Yesus dan sidang Kristen. Tidak ada kasih yang lebih besar daripada yang diperlihatkan Yehuwa kepada Israel dan yang diperlihatkan Kristus kepada sidang Kristen. Hubungan simbolis itu memberikan pola yang mulia bagi perkawinan yang sukses dan bahagia di kalangan orang Kristen.—Efesus 5:28-33.
[Gambar di hlm. 339]
Yehuwa akan memanggil Zion surgawi dengan sebuah nama baru
[Gambar di hlm. 347]
Pada zaman modern, golongan penjaga yang dilantik Yehuwa tidak tinggal diam
-
-
Yehuwa Membuat Sebuah Nama yang Indah bagi Diri-NyaNubuat Yesaya—Terang bagi Seluruh Umat Manusia II
-
-
Pasal Dua Puluh Empat
Yehuwa Membuat Sebuah Nama yang Indah bagi Diri-Nya
1, 2. (a) Orang Kristen mempunyai kepentingan pribadi apa atas ”hari Yehuwa” yang akan datang? (b) Masalah penting apa yang terkait dengan kedatangan hari Yehuwa?
SELAMA hampir dua ribu tahun, orang Kristen telah ”menantikan dan terus menaruh kehadiran hari Yehuwa dalam pikiran”. (2 Petrus 3:12; Titus 2:13) Dapat dipahami bahwa mereka sangat mengharapkan kedatangan hari itu. Bagi mereka, hari itu akan menandai awal kelegaan dari kerusakan akibat ketidaksempurnaan. (Roma 8:22) Hari itu juga berarti akhir dari tekanan yang mereka derita selama ”masa kritis yang sulit dihadapi” ini.—2 Timotius 3:1.
2 Akan tetapi, meskipun hari Yehuwa akan mendatangkan kelegaan bagi orang yang adil-benar, hari itu juga berarti kebinasaan bagi ”orang-orang yang tidak mengenal Allah dan yang tidak menaati kabar baik tentang Tuan kita, Yesus”. (2 Tesalonika 1:7, 8) Ini adalah hal yang serius untuk dipertimbangkan. Apakah Allah akan benar-benar melaksanakan kebinasaan orang fasik hanya untuk menyelamatkan umat-Nya dari keadaan yang menyesakkan? Buku Yesaya pasal 63 memperlihatkan bahwa ada sengketa yang jauh lebih penting yang tersangkut, yaitu penyucian nama Allah.
Seorang Pejuang yang Berkemenangan Maju
3, 4. (a) Apa latar belakang nubuat di Yesaya pasal 63? (b) Siapa yang Yesaya lihat berjalan menuju Yerusalem, dan menurut beberapa pakar, siapakah dia?
3 Dalam Yesaya pasal 62, kita telah membaca tentang pembebasan orang Yahudi dari penawanan di Babilon dan pemulihan mereka ke tanah asal mereka. Sewajarnyalah jika pertanyaan ini muncul: Apakah kaum sisa Yahudi yang dipulihkan perlu khawatir bahwa bangsa-bangsa musuh akan kembali mendatangkan kehancuran? Penglihatan Yesaya sangat membantu menghilangkan rasa takut mereka. Nubuat itu dimulai dengan, ”Siapakah dia yang datang dari Edom, orang dari Bozra dengan pakaian yang berwarna menyala, dia yang pakaiannya terhormat, yang berjalan dengan kebesaran kuasanya?”—Yesaya 63:1a.
4 Yesaya melihat seorang pejuang, yang energik dan berkemenangan, berjalan menuju Yerusalem. Pakaian kebesarannya memperlihatkan bahwa ia berpangkat sangat tinggi. Ia datang dari arah kota yang paling terkemuka di Edom, Bozra, yang merupakan petunjuk bahwa ia telah mendapatkan kemenangan besar atas negeri musuh itu. Siapakah pejuang ini? Beberapa pakar mengidentifikasinya sebagai Yesus Kristus. Yang lain percaya bahwa ia adalah pemimpin militer Yahudi, Yudas Makabe. Akan tetapi, sang pejuang sendiri menunjukkan identitasnya sewaktu ia menjawab pertanyaan di atas dengan mengatakan, ”Aku, Pribadi yang berbicara dengan keadilbenaran, Pribadi dengan kuasa yang berlimpah untuk menyelamatkan.”—Yesaya 63:1b.
5. Siapakah sang pejuang yang dilihat Yesaya, dan mengapa Saudara menjawab demikian?
5 Tidak diragukan bahwa pejuang ini adalah Allah Yehuwa sendiri. Di ayat-ayat lain, Ia digambarkan memiliki ’energi dinamis yang berlimpah’ dan ”mengatakan apa yang adil-benar”. (Yesaya 40:26; 45:19, 23) Pakaian indah sang pejuang mengingatkan kita akan kata-kata pemazmur, ”Oh, Yehuwa, Allahku, engkau terbukti sangat agung. Engkau yang berpakaian kehormatan dan semarak.” (Mazmur 104:1) Meskipun Yehuwa adalah Allah kasih, Alkitab memperlihatkan bahwa Ia menjadi seorang pejuang bilamana perlu.—Yesaya 34:2; 1 Yohanes 4:16.
6. Mengapa Yehuwa kembali dari pertempuran di Edom?
6 Namun, mengapa Yehuwa kembali dari pertempuran di Edom? Orang Edom, yang terus memendam kebencian yang dimulai bapak leluhur mereka, Esau, adalah musuh bebuyutan umat perjanjian Allah. (Kejadian 25:24-34; Bilangan 20:14-21) Dalamnya kebencian Edom terhadap Yehuda semakin nyata ketika orang-orang Edom menyoraki para prajurit Babilon sewaktu Yerusalem ditelantarkan. (Mazmur 137:7) Yehuwa menganggap kebencian demikian ditujukan kepada diri-Nya sendiri. Tidak heran, Ia bertekad untuk menghunus pedang pembalasan-Nya melawan Edom!—Yesaya 34:5-15; Yeremia 49:7-22.
7. (a) Bagaimana nubuat tentang Edom pertama kali digenapi? (b) Apa yang dilambangkan Edom?
7 Oleh karena itu, penglihatan Yesaya sangat menguatkan orang Yahudi yang kembali ke Yerusalem. Penglihatan ini memberikan keyakinan bahwa mereka akan tinggal dengan aman di rumah baru mereka. Sebenarnya, pada zaman nabi Maleakhi, Allah membuat ”gunung-gunung [Edom] menjadi tempat yang tandus dan telantar dan milik pusakanya menjadi tempat tinggal anjing hutan dari padang belantara”. (Maleakhi 1:3) Kalau begitu, apakah ini berarti bahwa nubuat Yesaya telah digenapi sepenuhnya pada zaman Maleakhi? Tidak, karena sekalipun keadaannya tandus dan telantar, Edom bertekad membangun kembali tempat-tempatnya yang hancur, dan Maleakhi selanjutnya menyebut Edom sebagai ”daerah kefasikan” dan ”bangsa yang dikecam Yehuwa sampai waktu yang tidak tertentu”.a (Maleakhi 1:4, 5) Namun, dalam nubuat, Edom tidak hanya mencakup keturunan Esau. Edom juga melambangkan semua bangsa yang terbukti menjadi musuh para penyembah Yehuwa. Bangsa-bangsa Susunan Kristen khususnya menonjol dalam hal ini. Apa yang akan terjadi atas Edom zaman modern ini?
Tempat Pemerasan Anggur
8, 9. (a) Kegiatan apa yang dilakukan sang pejuang yang dilihat Yesaya? (b) Bagaimana dan kapan tempat pemerasan anggur simbolis ini diinjak-injak?
8 Yesaya bertanya kepada pejuang yang kembali tersebut, ”Apa sebabnya pakaianmu merah, dan bajumu seperti pakaian orang yang menginjak-injak tempat pemerasan anggur?” Yehuwa menjawab, ”Wadah anggur kuinjak-injak sendiri, karena tidak ada seorang pun dari antara bangsa-bangsa yang bersama aku. Aku terus menginjak-injaknya dalam kemarahanku, dan aku terus menginjak-injaknya dalam kemurkaanku. Darah mereka yang menyembur terciprat pada bajuku, dan seluruh pakaianku telah kucemari.”—Yesaya 63:2, 3.
9 Kata-kata ini dengan jelas menggambarkan pertumpahan darah. Pakaian Allah yang anggun pun ternoda, seperti pakaian orang yang menginjak-injak tempat pemerasan anggur! Tempat pemerasan anggur cocok untuk melambangkan keadaan terjebak yang dialami musuh-musuh Allah Yehuwa sewaktu Ia membinasakan mereka. Kapankah tempat pemerasan anggur simbolis ini akan diinjak-injak? Nubuat Yoel dan rasul Yohanes juga berbicara tentang tempat pemerasan anggur simbolis. Dalam nubuat-nubuat tersebut, tempat-tempat pemerasan anggur akan diinjak-injak sewaktu Yehuwa menginjak-injak musuh-musuh-Nya sampai binasa di Armagedon. (Yoel 3:13; Penyingkapan 14:18-20; 16:16) Tempat pemerasan anggur dalam nubuat Yesaya menunjuk kepada waktu yang sama.
10. Mengapa Yehuwa mengatakan bahwa hanya Ia sendiri yang menginjak-injak pemerasan anggur?
10 Namun, mengapa Yehuwa mengatakan bahwa hanya Ia sendiri yang menginjak-injak tempat pemerasan anggur karena tidak ada seorang pun dari antara bangsa-bangsa yang bersama-Nya? Bukankah Yesus Kristus, sebagai wakil Allah, yang akan mengambil pimpinan dalam menginjak-injak tempat pemerasan anggur ini? (Penyingkapan 19:11-16) Itu benar, tetapi yang Yehuwa maksudkan adalah manusia, bukan makhluk-makhluk roh. Ia mengatakan bahwa tidak seorang manusia pun yang sanggup menyingkirkan para pengikut Setan di bumi. (Yesaya 59:15, 16) Hanya Allah Yang Mahakuasa yang akan terus menginjak-injak mereka dalam kemarahan-Nya, sampai mereka benar-benar dihancurkan.
11. (a) Mengapa Yehuwa mendatangkan ”hari pembalasan”? (b) Siapakah ’orang-orang yang dibeli kembali’ pada zaman dahulu, dan siapakah mereka pada zaman modern?
11 Yehuwa selanjutnya menjelaskan mengapa Ia sendiri yang melakukan tugas ini, dengan mengatakan, ”Hari pembalasan ada di hatiku, dan telah tiba tahun bagi orang-orangku yang dibeli kembali.” (Yesaya 63:4)b Hanya Yehuwa yang berhak melaksanakan pembalasan terhadap orang-orang yang mencelakakan umat-Nya. (Ulangan 32:35) Pada zaman dahulu, ’orang-orang yang dibeli kembali’ adalah orang Yahudi yang menderita di tangan orang Babilon. (Yesaya 35:10; 43:1; 48:20) Pada zaman modern, mereka adalah kaum sisa terurap. (Penyingkapan 12:17) Seperti padanan mereka pada zaman dahulu, mereka telah dibeli kembali dari penawanan rohani. Dan seperti orang Yahudi, kaum terurap serta rekan-rekan mereka, ”domba-domba lain”, telah menjadi korban penganiayaan dan tentangan. (Yohanes 10:16) Oleh karena itu, nubuat Yesaya meyakinkan orang Kristen dewasa ini bahwa pada waktu yang Allah tetapkan, Ia akan turun tangan untuk kepentingan mereka.
12, 13. (a) Dalam arti apa dapat dikatakan bahwa tidak ada penolong bagi Yehuwa? (b) Bagaimana lengan Yehuwa memberikan keselamatan, dan bagaimana murka-Nya mendukung Dia?
12 Yehuwa melanjutkan, ”Aku terus melihat, tetapi tidak ada penolong, dan aku heran, tetapi tidak seorang pun menawarkan dukungan. Maka lenganku memberi aku keselamatan, dan kemurkaan, itulah yang mendukungku. Aku terus menginjak-injak bangsa-bangsa dalam kemarahanku, lalu kubuat mereka mabuk dengan kemurkaanku dan darah mereka yang menyembur kualirkan ke tanah.”—Yesaya 63:5, 6.
13 Tidak ada manusia yang dapat mengaku telah membantu Yehuwa pada hari pembalasan-Nya yang agung. Yehuwa pun tidak membutuhkan dukungan manusia untuk melaksanakan kehendak-Nya.c Lengan kekuatan-Nya yang sangat dahsyat sudah cukup untuk melaksanakan hal ini. (Mazmur 44:3; 98:1; Yeremia 27:5) Selain itu, murka-Nya mendukung Dia. Bagaimana? Dalam arti bahwa murka Allah bukanlah perasaan yang tidak terkendali melainkan kemarahan yang adil-benar. Karena Yehuwa senantiasa bertindak berdasarkan prinsip-prinsip keadilbenaran, murka-Nya mendukung dan memotivasi Dia untuk membuat ’darah yang menyembur’ dari musuh-musuh-Nya mengalir ”ke tanah”, dan dengan demikian, merendahkan dan mengalahkan mereka.—Mazmur 75:8; Yesaya 25:10; 26:5.
Kebaikan Hati Allah yang Penuh Kasih
14. Pengingat yang cocok apa kini diberikan Yesaya?
14 Di masa lampau, orang Yahudi cepat sekali kehilangan penghargaan mereka akan hal-hal yang Yehuwa lakukan untuk kepentingan mereka. Oleh karena itu, dengan tepat Yesaya mengingatkan mereka tentang mengapa Yehuwa melakukan hal-hal tersebut. Yesaya menyatakan, ”Aku akan menyebutkan kebaikan-kebaikan hati Yehuwa yang penuh kasih, pujian bagi Yehuwa, sesuai dengan segala sesuatu yang dilakukan Yehuwa bagi kita, yaitu kebaikannya yang limpah kepada keturunan Israel yang telah ia berikan kepada mereka sesuai dengan belas kasihannya dan sesuai dengan limpahnya kebaikan hatinya yang penuh kasih. Selanjutnya ia berfirman, ’Sesungguhnya mereka adalah umatku, putra-putra yang tidak akan berlaku curang.’ Maka bagi merekalah ia menjadi Juru Selamat. Selama kesesakan mereka, hal itu menyesakkan baginya. Utusan pribadinya menyelamatkan mereka. Karena kasih dan keibaan hatinya ia membeli mereka kembali, lalu ia mengangkat dan membawa mereka sepanjang masa lampau.”—Yesaya 63:7-9.
15. Bagaimana dan mengapa Yehuwa memperlihatkan kebaikan hati yang penuh kasih kepada keturunan Abraham di Mesir?
15 Sungguh luar biasa teladan yang Yehuwa berikan dalam mempertunjukkan kebaikan hati yang penuh kasih, atau kasih yang loyal! (Mazmur 36:7; 62:12) Yehuwa pernah menjalin ikatan yang penuh kasih dengan Abraham. (Mikha 7:20) Ia berjanji kepada sang patriark bahwa melalui benih, atau keturunannya, semua bangsa di bumi akan memperoleh berkat. (Kejadian 22:17, 18) Yehuwa memegang janji itu, dengan melimpahi keturunan Israel dengan kebaikan. Yang menonjol di antara tindakan-tindakan-Nya yang loyal adalah penyelamatan yang Ia lakukan atas keturunan Abraham dari perbudakan di Mesir.—Keluaran 14:30.
16. (a) Pandangan apa yang Yehuwa miliki sewaktu Ia mengadakan perjanjian-Nya dengan Israel? (b) Bagaimana Allah berurusan dengan umat-Nya?
16 Setelah Eksodus, Yehuwa membawa Israel ke Gunung Sinai dan membuat janji ini, ”Jika kamu dengan sungguh-sungguh menaati perkataanku dan benar-benar berpegang pada perjanjianku, kamu pasti akan menjadi milikku yang istimewa . . . Dan kamu akan menjadi bagiku suatu kerajaan imam dan suatu bangsa yang kudus.” (Keluaran 19:5, 6) Apakah Yehuwa berlaku curang dalam membuat tawaran ini? Tidak, karena Yesaya menyingkapkan apa yang Yehuwa katakan kepada diri-Nya sendiri, ”Sesungguhnya mereka adalah umatku, putra-putra yang tidak akan berlaku curang.” Seorang pakar berpendapat, ”Kata ’sesungguhnya’ digunakan bukan karena mutlaknya kedaulatan atau kesanggupan-Nya untuk melihat masa depan, melainkan karena harapan dan keyakinan yang timbul dari kasih.” Ya, Yehuwa membuat perjanjian-Nya berdasarkan keinginan yang tulus agar umat-Nya berhasil. Meskipun mereka memiliki kelemahan yang mencolok, Ia mempertunjukkan keyakinan akan mereka. Alangkah senangnya menyembah Allah yang menaruh kepercayaan demikian pada para penyembah-Nya! Dewasa ini, para penatua mempunyai banyak andil dalam menguatkan orang-orang yang dipercayakan kepada mereka apabila mereka memperlihatkan keyakinan yang serupa bahwa umat Allah memiliki kebaikan dasar.—2 Tesalonika 3:4; Ibrani 6:9, 10.
17. (a) Bagaimana Yehuwa membuktikan kasih-Nya kepada orang Israel? (b) Keyakinan apa dapat kita miliki dewasa ini?
17 Meskipun demikian, sang pemazmur mengatakan tentang orang Israel, ”Mereka melupakan Allah, Juru Selamat mereka, Pribadi yang melakukan perkara-perkara besar di Mesir.” (Mazmur 106:21) Sikap mereka yang tidak taat dan tegar tengkuk sering kali menjerumuskan mereka ke dalam keadaan yang berbahaya. (Ulangan 9:6) Apakah Yehuwa berhenti memperlihatkan kebaikan hati yang penuh kasih? Sebaliknya, Yesaya mengatakan bahwa ”selama kesesakan mereka, hal itu menyesakkan baginya”. Betapa dalamnya empati yang Yehuwa miliki! Seperti seorang ayah yang pengasih, Allah sedih melihat anak-anak-Nya menderita, meskipun penderitaan itu adalah akibat kebodohan mereka sendiri. Seperti yang sudah dinubuatkan dan sebagai bukti kasih-Nya, Ia mengirimkan ’utusan pribadi’-Nya, kemungkinan Yesus dalam eksistensi pramanusianya, untuk menuntun mereka ke Tanah Perjanjian. (Keluaran 23:20) Dengan demikian, Yehuwa mengangkat bangsa ini dan membawa mereka ”seperti seseorang mendukung anaknya”. (Ulangan 1:31; Mazmur 106:10) Dewasa ini, kita dapat yakin bahwa Yehuwa juga menyadari penderitaan kita dan bahwa Ia menyelami perasaan kita apabila kita berada dalam kesulitan. Kita dapat dengan yakin ’melemparkan semua kekhawatiran kita kepada-Nya, karena Ia memperhatikan kita’.—1 Petrus 5:7.
Allah Menjadi Musuh
18. Mengapa Yehuwa menjadi musuh umat-Nya?
18 Namun, kita hendaknya tidak pernah menyalahgunakan kebaikan hati Allah yang penuh kasih. Yesaya melanjutkan, ”Mereka memberontak dan menyakiti hati roh kudusnya. Sekarang ia berubah menjadi musuh mereka; ia sendiri berperang melawan mereka.” (Yesaya 63:10) Yehuwa memperingatkan bahwa meskipun Ia adalah Allah yang berbelaskasihan dan murah hati, Ia ”sekali-kali tidak akan membebaskan orang dari hukuman”. (Keluaran 34:6, 7) Dengan suka memberontak, orang Israel membuat diri mereka pantas dihukum. ”Jangan lupa bagaimana engkau telah membangkitkan kemarahan Yehuwa, Allahmu, di padang belantara,” demikian Musa mengingatkan. ”Sejak hari engkau keluar dari tanah Mesir sampai kedatanganmu ke tempat ini, kamu telah menentang Yehuwa dengan perilakumu.” (Ulangan 9:7) Dengan melawan pengaruh yang sehat dari roh Allah, mereka menyakiti, atau mendukakan, roh ini. (Efesus 4:30) Mereka memaksa Yehuwa menjadi musuh mereka.—Imamat 26:17; Ulangan 28:63.
19, 20. Hal apa saja yang diingat orang Yahudi, dan mengapa?
19 Di tengah-tengah penderitaan mereka, beberapa orang Yahudi tergerak untuk merenungkan masa lalu. Yesaya mengatakan, ”Orang mulai mengingat hari-hari di masa lampau, Musa, hambanya, ’Di manakah Pribadi yang membawa mereka keluar dari laut bersama para gembala kawanannya? Di manakah Pribadi yang menaruh roh kudus-Nya di dalam dirinya? Pribadi yang membuat lengan-Nya yang indah menyertai tangan kanan Musa; Pribadi yang membelah air di hadapan mereka untuk membuat bagi dirinya suatu nama yang akan bertahan sampai waktu yang tidak tertentu; Pribadi yang membuat mereka berjalan melintasi air yang bergelora, sehingga seperti kuda di padang belantara, mereka tidak tersandung? Sama seperti apabila binatang turun ke lembah, roh Yehuwa membuat mereka beristirahat.’”—Yesaya 63:11-14a.d
20 Ya, orang Yahudi yang menderita akibat ketidaktaatan kini merindukan masa ketika Yehuwa menjadi Pembebas mereka, dan bukan musuh mereka. Mereka mengenang bagaimana ”para gembala” mereka, Musa dan Harun, membawa mereka dengan selamat melewati Laut Merah. (Mazmur 77:20; Yesaya 51:10) Mereka mengingat waktu manakala mereka dipimpin oleh roh Allah melalui bimbingan yang diberikan Musa dan para tua-tua lain yang dilantik dengan roh, dan bukannya menyakiti roh itu. (Bilangan 11:16, 17) Mereka juga ingat bahwa mereka pernah melihat ’lengan kekuatan Yehuwa yang indah’ yang digunakan untuk kepentingan mereka melalui Musa! Pada akhirnya, Allah membawa mereka keluar dari padang belantara yang membangkitkan rasa takut dan menuntun mereka ke suatu negeri yang berlimpah dengan susu dan madu—suatu tempat yang damai. (Ulangan 1:19; Yosua 5:6; 22:4) Namun sekarang, orang Israel menderita karena kehilangan hubungan mereka yang baik dengan Allah!
’Sebuah Nama yang Indah bagi Diri-Nya’
21. (a) Hak istimewa besar apa yang dapat dimiliki Israel sehubungan dengan nama Allah? (b) Apa alasan utama Allah membebaskan keturunan Abraham dari Mesir?
21 Meskipun begitu, kerugian Israel secara materi tidak seberapa dibandingkan dengan hilangnya hak istimewa yang telah mereka sia-siakan, yaitu keikutsertaan dalam memuliakan nama Allah. Musa berjanji kepada orang-orang Yahudi, ”Yehuwa akan menetapkan engkau sebagai umat yang kudus baginya, sebagaimana yang ia janjikan kepadamu dengan sumpah, karena engkau terus melaksanakan perintah Yehuwa, Allahmu, dan engkau berjalan di jalan-jalannya. Maka semua bangsa di bumi pasti akan melihat bahwa nama Yehuwa telah disebut atasmu, dan mereka akan takut kepadamu.” (Ulangan 28:9, 10) Sewaktu Yehuwa bertindak membela keturunan Abraham, menyelamatkan mereka dari perbudakan di Mesir, Ia tidak melakukannya semata-mata untuk membuat kehidupan mereka lebih nyaman atau menyenangkan. Ia bertindak demi sesuatu yang jauh lebih penting—nama-Nya. Ya, Ia memastikan bahwa nama-Nya ”dinyatakan di seluruh bumi”. (Keluaran 9:15, 16) Dan, sewaktu Allah memperlihatkan belas kasihan setelah Israel memberontak di padang belantara, Ia melakukan hal itu bukan karena sekadar hanyut oleh perasaan semata. Yehuwa sendiri mengatakan, ”Aku bertindak demi namaku sendiri agar itu tidak dinodai di hadapan mata bangsa-bangsa.”—Yehezkiel 20:8-10.
22. (a) Di masa depan, mengapa Allah sekali lagi akan bertempur demi umat-Nya? (b) Bagaimana kasih kita kepada nama Allah mempengaruhi tindakan kita?
22 Alangkah ampuhnya kata penutup yang Yesaya kemudian berikan untuk nubuat ini! Ia mengatakan, ”Demikianlah engkau menuntun umatmu untuk membuat suatu nama yang indah bagi dirimu.” (Yesaya 63:14b) Sekarang jelaslah mengapa Yehuwa bertempur dengan perkasa demi umat-Nya. Alasannya adalah untuk membuat sebuah nama yang indah bagi diri-Nya. Oleh karena itu, nubuat Yesaya menjadi pengingat yang ampuh bahwa menyandang nama Yehuwa adalah hak istimewa yang luar biasa dan tanggung jawab yang besar. Dewasa ini, orang Kristen sejati mengasihi nama Yehuwa lebih daripada kehidupan mereka sendiri. (Yesaya 56:6; Ibrani 6:10) Mereka tidak ingin melakukan sesuatu yang bisa jadi mendatangkan cela ke atas nama yang kudus itu. Mereka menyambut kasih Allah yang loyal dengan terus loyal kepada-Nya. Dan, karena mereka mengasihi nama Yehuwa yang indah, mereka menantikan hari manakala Ia akan menginjak-injak musuh-Nya dalam tempat pemerasan anggur kemarahan-Nya—bukan semata-mata karena hal itu akan mendatangkan manfaat bagi mereka, tetapi karena hal itu akan membawa kemuliaan bagi nama Allah yang mereka kasihi.—Matius 6:9.
[Catatan Kaki]
a Dinasti Herodes pada abad pertama M adalah orang-orang Edom.
b Pernyataan ”tahun bagi orang-orangku yang dibeli kembali” mungkin menunjuk ke periode yang sama dengan yang dimaksudkan istilah ”hari pembalasan”. Perhatikan bagaimana istilah-istilah yang sama digunakan secara sejajar di Yesaya 34:8.
c Yehuwa merasa heran bahwa tidak seorang pun menawarkan bantuan. Memang mengherankan jika hampir 2000 tahun setelah kematian Yesus, orang-orang yang berkuasa dari antara umat manusia masih menentang kehendak Allah.—Mazmur 2:2-12; Yesaya 59:16.
d Ayat ini dapat juga diawali dengan kata-kata berikut ini, ”Ia mulai mengingat.” (Yesaya 63:11, catatan kaki NW Ref.) Namun, tidak harus berarti bahwa orang yang mengingat itu adalah Yehuwa. Kata-kata selanjutnya menyatakan perasaan umat Allah dan bukan perasaan Yehuwa. Itulah sebabnya, Soncino Books of the Bible menerjemahkan ayat ini, ”Kemudian, umat-Nya mengingat masa lampau.”
[Gambar di hlm. 359]
Yehuwa memiliki harapan yang tinggi bagi umat-Nya
-
-
Sebuah Doa PertobatanNubuat Yesaya—Terang bagi Seluruh Umat Manusia II
-
-
Pasal Dua Puluh Lima
Sebuah Doa Pertobatan
1, 2. (a) Apakah tujuan disiplin ilahi? (b) Pilihan apa yang akan dihadapi orang Yahudi setelah menerima disiplin Yehuwa?
KEBINASAAN Yerusalem dan baitnya pada tahun 607 SM merupakan disiplin dari Yehuwa, pernyataan ketidaksenangan-Nya yang sangat kuat. Bangsa Yehuda yang tidak taat pantas mendapat hukuman yang keras. Namun, Yehuwa tidak bermaksud membasmi orang Yahudi. Rasul Paulus menyinggung tujuan disiplin Yehuwa ketika ia mengatakan, ”Memang, tampaknya setiap disiplin pada saat diberikan tidak mendatangkan sukacita tetapi memedihkan hati; namun setelah itu, bagi mereka yang telah dilatih olehnya, itu akan menghasilkan buah suka damai, yakni keadilbenaran.”—Ibrani 12:11.
2 Bagaimana reaksi orang Yahudi terhadap pengalaman yang pahit itu kelak? Apakah mereka akan membenci disiplin Yehuwa? (Mazmur 50:16, 17) Atau, apakah mereka akan menerimanya sebagai didikan? Apakah mereka akan bertobat dan disembuhkan? (Yesaya 57:18; Yehezkiel 18:23) Nubuat Yesaya menunjukkan bahwa setidaknya ada bekas penduduk Yehuda yang akan menyambut disiplin. Mulai ayat-ayat terakhir pasal 63 sampai pasal 64, bangsa Yehuda digambarkan sebagai bangsa yang sangat menyesal dan yang menghampiri Yehuwa dengan permohonan yang sepenuh hati. Nabi Yesaya memanjatkan doa pertobatan demi orang-orang sebangsanya yang kelak berada di tempat pembuangan mereka. Dalam doanya, ia berbicara tentang peristiwa-peristiwa di masa depan yang seakan-akan sedang terjadi di depan matanya.
Bapak yang Beriba Hati
3. (a) Bagaimana doa nubuat Yesaya mengagungkan Yehuwa? (b) Bagaimana doa Daniel memperlihatkan bahwa doa nubuat Yesaya mewakili perasaan orang Yahudi yang bertobat di Babilon? (Lihat kotak di halaman 362.)
3 Yesaya berdoa kepada Yehuwa, ”Pandanglah dari surga dan lihatlah dari tempat tinggalmu yang mulia, kudus dan indah.” Sang nabi sedang berbicara tentang surga, tempat tinggal Yehuwa dan makhluk-makhluk roh yang tidak kelihatan. Selanjutnya Yesaya mengungkapkan apa yang dipikirkan orang Yahudi di pembuangan, ”Di manakah gairahmu dan keperkasaanmu, gejolak dari bagian-bagian dalammu, dan belas kasihanmu? Terhadapku semuanya menahan diri.” (Yesaya 63:15) Yehuwa memang telah menahan kuasa-Nya dan mengendalikan perasaan-perasaan-Nya yang dalam—”gejolak dari bagian-bagian dalam[-Nya], dan belas kasihan[-Nya]”—terhadap umat-Nya. Namun, Yehuwa adalah ”Bapak” bangsa Yahudi. Abraham dan Israel (Yakub) adalah bapak leluhur jasmani bangsa itu, tetapi seandainya mereka ini hidup kembali, mereka mungkin cenderung menolak keturunan mereka yang murtad. Namun, Yehuwa memiliki keibaan hati yang lebih besar. (Mazmur 27:10) Oleh karena itu, Yesaya dengan penuh syukur mengatakan, ”Engkau, oh, Yehuwa, adalah Bapak kami. Pribadi Yang Membeli Kembali kami sejak masa lampau, itulah namamu.”—Yesaya 63:16.
4, 5. (a) Apa maksudnya Yehuwa membuat umat-Nya meninggalkan jalan-jalan-Nya? (b) Ibadat macam apa yang dikehendaki Yehuwa?
4 Selanjutnya, Yesaya dengan sepenuh hati mengatakan, ”Oh, Yehuwa, mengapa engkau terus membuat kami menyimpang dari jalan-jalanmu? Mengapa engkau mengeraskan hati kami sehingga tidak takut akan engkau? Kembalilah demi hamba-hambamu, suku-suku milik pusakamu.” (Yesaya 63:17) Ya, Yesaya berdoa agar Yehuwa kembali mengarahkan perhatian-Nya kepada hamba-hamba-Nya. Namun, apa maksudnya Yehuwa membuat orang-orang Yahudi menyimpang dari jalan-jalan-Nya? Apakah Yehuwa bertanggung jawab atas kekerasan hati mereka yang membuat mereka tidak takut akan Dia? Tidak, tetapi Ia mengizinkan hal itu, dan dalam keputusasaan mereka, orang-orang Yahudi menyesal bahwa Yehuwa memberi mereka kebebasan seperti itu. (Keluaran 4:21; Nehemia 9:16) Mereka menyesal bahwa Yehuwa tidak turun tangan untuk mencegah mereka dari perbuatan yang salah.
5 Tentu saja, Yehuwa tidak menggunakan cara demikian dalam berurusan dengan manusia. Kita adalah insan-insan yang bebas memilih, dan Yehuwa mengizinkan kita mengambil keputusan sendiri, menaati-Nya atau tidak. (Ulangan 30:15-19) Yehuwa menginginkan ibadat yang berasal dari hati dan pikiran yang dimotivasi oleh kasih yang sejati. Oleh karena itu, Ia mengizinkan orang Yahudi untuk menggunakan kebebasan memilih, sekalipun hal itu berarti mengizinkan mereka untuk memberontak terhadap-Nya. Dengan cara inilah Ia telah mengeraskan hati mereka.—2 Tawarikh 36:14-21.
6, 7. (a) Apa saja akibat yang dituai orang Yahudi karena meninggalkan jalan-jalan Yehuwa? (b) Keinginan apa yang dinyatakan orang Yahudi, tetapi mereka tidak berhak untuk mengharapkan apa?
6 Apa akibatnya? Yesaya menubuatkan, ”Untuk sedikit waktu bangsamu yang kudus mempunyai hak milik. Lawan-lawan kami telah menginjak-injak tempat sucimu. Untuk waktu yang lama kami telah menjadi seperti orang-orang yang tidak pernah berada di bawah pemerintahanmu, seperti mereka yang atasnya namamu tidak disebut.” (Yesaya 63:18, 19) Untuk sedikit waktu, umat Yehuwa mempunyai hak milik atas tempat suci-Nya. Kemudian, Yehuwa membiarkan tempat suci itu dihancurkan dan bangsa-Nya dibawa ke pembuangan. Ketika hal itu terjadi, seolah-olah tidak ada perjanjian antara Dia dan keturunan Abraham dan seolah-olah mereka tidak menyandang nama-Nya. Kini, sebagai tawanan di Babilon, orang Yahudi berseru dalam keadaan tanpa harapan, ”Oh, seandainya engkau mengoyakkan langit, dan engkau turun, sehingga oleh karena engkau gunung-gunung berguncang, seperti apabila api membakar belukar, dan api itu membuat air mendidih, agar namamu dikenal oleh lawan-lawanmu, sehingga oleh karena engkau bangsa-bangsa menjadi resah!” (Yesaya 64:1, 2) Sesungguhnya, Yehuwa mempunyai kuasa untuk menyelamatkan. Ia tentu dapat turun dan berperang bagi umat-Nya, mengoyakkan semua sistem pemerintahan yang bagaikan langit dan menghancurkan imperium-imperium yang bagaikan gunung. Yehuwa dapat membuat nama-Nya dikenal dengan memperlihatkan gairah-Nya yang berkobar demi umat-Nya.
7 Yehuwa telah melakukan hal-hal demikian di waktu lampau. Yesaya menceritakan, ”Pada waktu engkau melaksanakan hal-hal yang membangkitkan rasa takut, yang tidak dapat kami harapkan, engkau turun. Oleh karena engkau, gunung-gunung berguncang.” (Yesaya 64:3) Tindakan-tindakan besar demikian mempertunjukkan kekuatan Yehuwa dan Keilahian-Nya. Namun, orang Yahudi yang tidak setia pada zaman Yesaya tidak berhak mengharapkan Yehuwa bertindak dengan cara seperti itu untuk kepentingan mereka.
Hanya Yehuwa yang Dapat Menyelamatkan
8. (a) Apa salah satu hal yang membuat Yehuwa berbeda dari allah-allah palsu bangsa-bangsa? (b) Mengapa Yehuwa tidak bertindak untuk menyelamatkan umat-Nya sekalipun Ia sanggup melakukannya? (c) Bagaimana Paulus mengutip dan menerapkan Yesaya 64:4? (Lihat kotak di halaman 366.)
8 Allah-allah palsu tidak pernah melakukan tindakan penyelamatan yang penuh kuasa bagi para penyembah mereka. Yesaya menulis, ”Sejak masa lampau tidak seorang pun pernah mendengar, ataupun memberi telinga, dan tidak ada mata yang pernah melihat Allah, selain engkau, yang bertindak bagi orang yang terus menantikan dia. Engkau menyongsong orang yang bersukaria dan melakukan keadilbenaran, mereka yang terus mengingat engkau dengan jalan-jalanmu.” (Yesaya 64:4, 5a) Yehuwa sajalah yang ”memberikan upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari dia”. (Ibrani 11:6) Ia bertindak untuk melindungi orang yang melakukan keadilbenaran dan yang mengingat Dia. (Yesaya 30:18) Apakah orang Yahudi berlaku demikian? Tidak. Yesaya berkata kepada Yehuwa, ”Lihat! Engkau menjadi marah, sementara kami terus berbuat dosa—untuk waktu yang lama, maka apakah kami patut diselamatkan?” (Yesaya 64:5b) Karena umat Allah memiliki catatan panjang berkenaan dengan perbuatan dosa yang terus-menerus, tidak ada alasan bagi Yehuwa untuk menahan kemarahan-Nya dan bertindak demi keselamatan mereka.
9. Apa yang dapat diharapkan orang Yahudi yang bertobat, dan apa yang dapat kita pelajari dari hal ini?
9 Orang Yahudi tidak dapat mengubah masa lalu, tetapi jika mereka bertobat dan kembali kepada ibadat murni, mereka dapat berharap untuk mendapatkan pengampunan dan berkat di kemudian hari. Pada waktu yang telah ditetapkan-Nya, Yehuwa akan mengupahi orang yang bertobat dengan membebaskan mereka dari penawanan Babilon. Namun, mereka perlu bersabar. Sekalipun mereka bertobat, Yehuwa tidak akan mengubah jadwal-Nya. Akan tetapi, jika mereka tetap tanggap akan kehendak Yehuwa dan menyambutnya, mereka dapat yakin bahwa pembebasan akan datang pada waktunya. Demikian juga dewasa ini, orang Kristen dengan sabar tetap menantikan Yehuwa. (2 Petrus 3:11, 12) Kita mencamkan kata-kata rasul Paulus berikut ini, ”Biarlah kita tidak menyerah dalam melakukan apa yang baik, sebab jika kita tidak lelah kita akan menuai pada saat musimnya tiba.”—Galatia 6:9.
10. Ketidakberdayaan apa yang secara terus terang diakui dalam doa Yesaya?
10 Doa nubuat Yesaya bukan sekadar suatu pengakuan dosa yang formal. Doa ini mengungkapkan pengakuan yang tulus tentang ketidakberdayaan bangsa itu untuk menyelamatkan diri sendiri. Sang nabi mengatakan, ”Kami menjadi seperti orang yang najis, kami semua, dan semua tindakan keadilbenaran kami adalah seperti pakaian untuk masa haid; dan kami akan menjadi layu seperti daun, kami semua, dan kesalahan kami akan membawa kami pergi seperti angin.” (Yesaya 64:6) Pada akhir masa pembuangan, orang Yahudi yang bertobat mungkin tidak lagi mempraktekkan kemurtadan. Mereka mungkin telah berpaling kepada Yehuwa dengan melakukan tindakan-tindakan keadilbenaran. Namun, mereka masih tidak sempurna. Sehubungan dengan pendamaian atas dosa, perbuatan-perbuatan baik mereka, sekalipun terpuji, sama saja dengan pakaian yang bernoda. Pengampunan Yehuwa adalah pemberian yang tidak selayaknya diperoleh yang dimotivasi oleh belas kasihan-Nya. Hal itu tidak dapat diperoleh sebagai imbalan.—Roma 3:23, 24.
11. (a) Apa saja kondisi rohani yang tidak sehat yang terdapat di kalangan orang Yahudi di pembuangan, dan mengapa keadaannya demikian? (b) Siapa saja yang memberikan teladan iman yang sangat bagus selama masa pembuangan?
11 Sewaktu Yesaya melihat ke masa depan, apa yang dilihatnya? Sang nabi berdoa, ”Tidak ada yang berseru kepada namamu, tidak ada yang bangun untuk berpegang kepadamu; karena engkau menyembunyikan mukamu dari kami, dan engkau menyebabkan kami mencair karena kuasa kesalahan kami.” (Yesaya 64:7) Keadaan rohani bangsa itu sangat parah. Mereka tidak berseru kepada nama Allah dalam doa. Meskipun mereka tidak lagi bersalah karena melakukan dosa besar penyembahan berhala, mereka ternyata masih melalaikan ibadat mereka, dan ”tidak ada yang bangun untuk berpegang” pada Yehuwa. Jelaslah, mereka tidak menikmati hubungan yang sehat dengan Sang Pencipta. Mungkin ada yang merasa tidak layak untuk berbicara dengan Yehuwa dalam doa. Yang lain-lainnya mungkin menjalani rutin sehari-hari mereka tanpa mengingat Yehuwa. Tentu saja, ada pria-pria seperti Daniel, Hanania, Misyael, Azaria, dan Yehezkiel di antara orang-orang buangan, dan mereka memberikan teladan iman yang bagus. (Ibrani 11:33, 34) Menjelang akhir 70 tahun masa penawanan, pria-pria seperti Hagai, Zakharia, Zerubabel, dan Imam Besar Yosua telah siap untuk menjadi pemimpin-pemimpin yang cakap dalam berseru kepada nama Yehuwa. Namun, doa nubuat Yesaya rupanya melukiskan keadaan mayoritas orang buangan.
”Menaati Lebih Baik daripada Korban”
12. Bagaimana Yesaya menyatakan kesediaan orang Yahudi yang bertobat untuk mengubah tingkah laku mereka?
12 Orang Yahudi yang bertobat bersedia membuat perubahan. Mewakili mereka, Yesaya berdoa kepada Yehuwa, ”Sekarang, oh, Yehuwa, engkaulah Bapak kami. Kami adalah tanah liat, dan engkaulah Tukang Tembikar kami; dan kami semua adalah buatan tanganmu.” (Yesaya 64:8) Kata-kata ini sekali lagi mengakui wewenang Yehuwa sebagai Bapak, atau Pemberi-Kehidupan. (Ayub 10:9) Orang Yahudi yang bertobat disamakan dengan tanah liat yang mudah dibentuk. Orang yang menyambut disiplin Yehuwa, secara kiasan dapat dibentuk sesuai dengan standar-standar Allah. Namun, hal ini dapat dilakukan hanya jika Yehuwa, Sang Tukang Tembikar, memberikan pengampunan. Oleh karena itu, dua kali Yesaya memohon kepada-Nya untuk mengingat bahwa orang Yahudi adalah umat-Nya, ”Janganlah marah secara luar biasa, oh, Yehuwa, dan janganlah mengingat kesalahan kami untuk selama-lamanya. Lihatlah: kami semua adalah umatmu.”—Yesaya 64:9.
13. Bagaimana keadaan negeri Israel sewaktu umat Allah berada di pembuangan?
13 Selama masa pembuangan, orang Yahudi tidak sekadar menderita penawanan di negeri kafir. Keadaan Yerusalem dan baitnya yang telantar mendatangkan cela kepada mereka dan Allah mereka. Dalam doa pertobatan yang Yesaya panjatkan, ia menyebutkan beberapa hal yang menyebabkan cela ini, ”Kota-kotamu yang kudus telah menjadi padang belantara. Zion telah menjadi padang belantara, Yerusalem telah menjadi tempat yang tandus dan telantar. Rumah kami yang kudus dan indah, tempat bapak-bapak leluhur kami memujimu, telah menjadi umpan api; dan semua barang kami yang berharga telah hancur.”—Yesaya 64:10, 11.
14. (a) Bagaimana Yehuwa memberi peringatan tentang keadaan pada saat itu? (b) Meskipun Yehuwa berkenan akan bait-Nya dan korban-korban yang dipersembahkan di sana, apa yang lebih penting?
14 Tentu saja, Yehuwa tahu betul tentang keadaan negeri warisan dari bapak leluhur orang-orang Yahudi ini. Kira-kira 420 tahun sebelum Yerusalem dihancurkan, Ia memperingatkan umat-Nya bahwa jika mereka berpaling dari perintah-perintah-Nya dan melayani allah-allah lain, Ia akan ”memusnahkan [mereka] dari permukaan tanah”, dan bait yang indah akan ”menjadi timbunan puing”. (1 Raja 9:6-9) Memang benar, Yehuwa berkenan akan negeri yang telah Ia berikan kepada umat-Nya, bait agung yang dibangun untuk menghormati-Nya, dan korban-korban yang dipersembahkan kepada-Nya. Akan tetapi, keloyalan dan ketaatan lebih penting daripada hal-hal materi, bahkan lebih penting daripada korban. Nabi Samuel dengan tepat mengatakan kepada Raja Saul, ”Apakah Yehuwa senang akan persembahan bakaran dan korban sama seperti akan menaati perkataan Yehuwa? Lihat! Menaati lebih baik daripada korban, memperhatikan lebih baik daripada lemak domba jantan”.—1 Samuel 15:22.
15. (a) Dalam nubuat, permohonan apa yang Yesaya ajukan kepada Yehuwa, dan bagaimana hal itu dijawab? (b) Peristiwa-peristiwa apa mengarah kepada penolakan Yehuwa yang terakhir terhadap bangsa Israel?
15 Meskipun demikian, sanggupkah Allah Israel melihat malapetaka umat-Nya yang bertobat dan tidak merasa kasihan kepada mereka? Dengan pertanyaan itulah Yesaya menutup doa nubuatnya. Demi orang Yahudi buangan, ia memohon, ”Mengingat hal-hal ini, apakah engkau akan terus menahan diri, oh, Yehuwa? Apakah engkau akan tinggal diam dan membiarkan kami menderita dengan hebat?” (Yesaya 64:12) Pada akhirnya, Yehuwa memang mengampuni umat-Nya, dan pada tahun 537 SM, Ia membawa mereka pulang ke negeri mereka sehingga mereka dapat memulai lagi ibadat murni di sana. (Yoel 2:13) Namun, berabad-abad kemudian Yerusalem dan baitnya sekali lagi dihancurkan, dan bangsa perjanjian Allah akhirnya ditolak-Nya. Mengapa? Karena umat Yehuwa telah meninggalkan perintah-perintah-Nya dan telah menolak Mesias. (Yohanes 1:11; 3:19, 20) Sewaktu hal itu terjadi, Yehuwa menggantikan Israel dengan suatu bangsa baru, bangsa rohani, yakni ”Israel milik Allah”.—Galatia 6:16; 1 Petrus 2:9.
Yehuwa, ”Pendengar Doa”
16. Apa yang Alkitab ajarkan sehubungan dengan pengampunan Yehuwa?
16 Beberapa pelajaran penting dapat diperoleh dari pengalaman bangsa Israel. Kita melihat bahwa Yehuwa ”baik dan siap mengampuni”. (Mazmur 86:5) Sebagai makhluk yang tidak sempurna, kita bergantung pada belas kasihan dan pengampunan-Nya untuk menerima keselamatan. Tidak satu pun perbuatan kita yang dapat menjadikan kita layak memperoleh berkat-berkat ini. Namun, Yehuwa tidak sembarangan memberikan pengampunan. Hanya orang-orang yang bertobat dari dosa mereka dan berbalik yang dapat menerima pengampunan ilahi.—Kisah 3:19.
17, 18. (a) Bagaimana kita tahu bahwa Yehuwa memiliki minat yang tulus pada pikiran dan perasaan kita? (b) Mengapa Yehuwa memperlihatkan kesabaran terhadap manusia yang berdosa?
17 Kita juga belajar bahwa Yehuwa sangat berminat pada pikiran dan perasaan kita yang dinyatakan kepada-Nya dalam doa. Ia adalah ”Pendengar doa”. (Mazmur 65:2, 3) Rasul Petrus meyakinkan kita, ”Mata Yehuwa tertuju kepada orang-orang yang adil-benar, dan telinganya kepada permohonan mereka.” (1 Petrus 3:12) Selain itu, kita belajar bahwa doa pertobatan harus disertai pengakuan yang rendah hati atas dosa-dosa kita. (Amsal 28:13) Namun, bukan berarti kita dapat menganggap bahwa belas kasihan Allah itu sudah semestinya. Alkitab memperingatkan agar orang Kristen ”tidak menerima kebaikan hati Allah yang tidak selayaknya diperoleh namun melalaikan tujuannya”.—2 Korintus 6:1.
18 Akhirnya, kita belajar tentang tujuan kesabaran Allah terhadap umat-Nya yang berdosa. Rasul Petrus menjelaskan bahwa Yehuwa bersabar ”karena ia tidak ingin seorang pun dibinasakan tetapi ingin agar semuanya bertobat”. (2 Petrus 3:9) Sekalipun demikian, orang yang terus-menerus menyalahgunakan kesabaran Allah akhirnya akan dihukum. Tentang hal ini, kita membaca, ”[Yehuwa] akan membalas setiap orang sesuai dengan perbuatannya: kehidupan abadi kepada mereka yang mencari kemuliaan, kehormatan, dan ketidakfanaan dengan bertekun melakukan apa yang baik; tetapi, bagi mereka yang suka bertengkar dan tidak menaati kebenaran melainkan menaati ketidakadilbenaran, akan ada kemurkaan dan kemarahan.”—Roma 2:6-8.
19. Sifat-sifat apa yang selalu Yehuwa perlihatkan?
19 Itulah cara Allah berurusan dengan Israel pada zaman dahulu. Dewasa ini, hubungan kita dengan Yehuwa diatur oleh prinsip-prinsip yang sama karena Ia tidak berubah. Meskipun Ia memberikan hukuman dengan sepantasnya, Ia senantiasa adalah ”Yehuwa, Allah yang berbelaskasihan dan murah hati, lambat marah dan berlimpah dengan kebaikan hati yang penuh kasih dan kebenaran, yang terus memberikan kebaikan hati yang penuh kasih kepada ribuan orang, mengampuni kesalahan dan pelanggaran dan dosa”.—Keluaran 34:6, 7.
[Kotak/Gambar di hlm. 362]
Doa Pertobatan Daniel
Nabi Daniel tinggal di Babilon selama 70 tahun masa penawanan orang Yahudi. Suatu waktu pada tahun ke-68 dari masa pembuangan, Daniel memahami dari nubuat Yeremia bahwa masa pembuangan orang Israel sudah hampir berakhir. (Yeremia 25:11; 29:10; Daniel 9:1, 2) Daniel menghampiri Yehuwa dalam doa—sebuah doa pertobatan demi seluruh bangsa Yahudi. Daniel menceritakan, ”Kemudian aku mengarahkan mukaku kepada Yehuwa, Allah yang benar, untuk mencarinya dengan doa dan permohonan, dengan puasa, kain goni, dan abu. Dan aku mulai berdoa kepada Yehuwa, Allahku, dan membuat pengakuan.”—Daniel 9:3, 4.
Daniel memanjatkan doanya kira-kira dua ratus tahun setelah Yesaya menuliskan doa nubuat yang terdapat dalam buku Yesaya pasal 63 dan 64. Tidak diragukan, banyak orang Yahudi yang tulus berdoa kepada Yehuwa selama masa pembuangan yang sulit. Namun, Alkitab menonjolkan doa Daniel yang tampaknya mewakili perasaan banyak orang Yahudi yang setia. Oleh karena itu, doanya menunjukkan bahwa perasaan dalam doa nubuat Yesaya benar-benar mencerminkan perasaan orang-orang Yahudi yang setia di Babilon.
Perhatikan beberapa persamaan antara doa Daniel dan doa Yesaya.
Yesaya 64:10, 11 Daniel 9:16-18
[Kotak di hlm. 366]
”Mata Tidak Melihat”
Dalam suratnya kepada orang Korintus, rasul Paulus mengutip dari buku Yesaya ketika ia menulis, ”Sebagaimana ada tertulis, ’Mata tidak melihat dan telinga tidak mendengar, dan tidak pernah timbul dalam hati manusia, perkara-perkara yang telah Allah siapkan bagi mereka yang mengasihi dia.’” (1 Korintus 2:9)a Pernyataan Paulus maupun pernyataan Yesaya tidak memaksudkan hal-hal yang telah Yehuwa persiapkan bagi umat-Nya yang menerima warisan surgawi ataupun yang tinggal dalam firdaus di bumi kelak. Paulus menerapkan kata-kata Yesaya untuk berkat-berkat yang sudah dinikmati orang Kristen pada abad pertama, seperti mendapatkan pengertian akan hal-hal yang lebih dalam tentang Allah dan pencerahan rohani dari Yehuwa.
Kita dapat mengerti hal-hal rohani yang dalam hanya jika Yehuwa menyingkapkan semua itu pada waktu yang Ia tetapkan—dan hal itu pun, hanya jika kita adalah manusia rohani yang memiliki hubungan yang akrab dengan Yehuwa. Kata-kata Paulus berlaku bagi orang-orang yang kerohaniannya kurang baik atau tidak baik. Mata mereka tidak dapat melihat, atau memahami, kebenaran-kebenaran rohani, dan telinga mereka tidak dapat mendengar, atau mengerti, hal-hal seperti itu. Pengetahuan tentang hal-hal yang telah Allah persiapkan bagi orang yang mengasihi Dia bahkan tidak masuk ke dalam hati mereka. Namun, kepada orang yang mengabdi kepada Allah, seperti Paulus, Allah menyingkapkan hal-hal ini melalui roh-Nya.—1 Korintus 2:1-16.
[Catatan Kaki]
a Paulus tidak mengutip persis kata-kata yang terdapat dalam Kitab-Kitab Ibrani. Rupanya, ia menggabungkan gagasan yang terdapat di Yesaya 52:15; 64:4; dan 65:17.
[Gambar di hlm. 367]
”Untuk sedikit waktu” umat Allah mempunyai hak milik atas Yerusalem dan baitnya
-
-
’Bersukacitalah Selamanya atas Apa yang Aku Ciptakan’Nubuat Yesaya—Terang bagi Seluruh Umat Manusia II
-
-
Pasal Dua Puluh Enam
’Bersukacitalah Selamanya atas Apa yang Aku Ciptakan’
1. Kata-kata yang menenteramkan apa ditulis rasul Petrus, dan pertanyaan apa timbul?
APAKAH kita akan pernah melihat akhir ketidakadilan dan penderitaan? Lebih dari 1.900 tahun yang lalu, rasul Petrus menulis kata-kata yang menenteramkan ini, ”Ada langit baru dan bumi baru yang kita nantikan sesuai dengan janji [Allah], dan keadilbenaran akan tinggal di dalamnya.” (2 Petrus 3:13) Selama berabad-abad, Petrus serta banyak hamba Allah yang setia menantikan hari yang luar biasa ini manakala pelanggaran hukum, penindasan, dan kekerasan akan lenyap dan keadilbenaran akan berjaya. Dapatkah kita yakin bahwa janji ini akan digenapi?
2. Siapakah nabi yang berbicara tentang ”langit baru dan bumi baru”, dan apa saja penggenapan yang dimiliki nubuat zaman dahulu ini?
2 Ya, kita dapat! Sewaktu Petrus berbicara tentang ”langit baru dan bumi baru”, ia tidak memperkenalkan suatu gagasan baru. Sekitar 800 tahun sebelumnya, Yehuwa melalui nabi Yesaya mengucapkan kata-kata yang sama. Janji ini tergenap dalam skala kecil pada tahun 537 SM sewaktu orang Yahudi dibebaskan dari penawanan Babilon sehingga mereka dapat pulang ke tanah asal mereka. Namun, nubuat Yesaya digenapi secara besar-besaran dewasa ini, dan kita menantikan penggenapan yang bahkan lebih menggetarkan lagi dalam dunia baru Allah kelak. Nubuat yang menghangatkan hati melalui Yesaya ini sebenarnya menyediakan pandangan sekilas akan berkat-berkat yang Allah sediakan bagi orang yang mengasihi Dia.
Yehuwa Memohon kepada ”Suatu Bangsa yang Keras Kepala”
3. Pertanyaan apa yang dijawab untuk kita dalam Yesaya pasal 65?
3 Ingatlah bahwa Yesaya 63:15–64:12 memuat doa nubuat Yesaya untuk kepentingan orang Yahudi buangan di Babilon. Sebagaimana yang dijelaskan kata-kata Yesaya, banyak orang Yahudi tidak menyembah Yehuwa dengan sepenuh jiwa, tetapi ada yang bertobat dan berpaling kepada-Nya. Apakah Yehuwa sekarang akan memulihkan bangsa itu demi kaum sisa yang sedih dan menyesal? Kita menemukan jawabannya dalam Yesaya pasal 65. Namun, sebelum mengucapkan janji pembebasan bagi segelintir orang yang setia, Yehuwa menggambarkan penghukuman yang menanti banyak orang yang tidak beriman.
4. (a) Sebagai kontras dengan umat-Nya yang memberontak, siapa yang akan mencari Yehuwa? (b) Bagaimana rasul Paulus menerapkan Yesaya 65:1. 2?
4 Sampai saat itu, Yehuwa telah membiarkan pemberontakan yang terus-menerus dilakukan umat-Nya. Namun, waktunya akan tiba manakala Ia menyerahkan mereka kepada musuh-musuh mereka dan dengan baik hati menyambut orang-orang lain ke dalam perkenan-Nya. Melalui Yesaya, Yehuwa mengatakan, ”Aku membiarkan diriku dicari oleh mereka yang tidak menanyakan aku. Aku membiarkan diriku ditemukan oleh mereka yang tidak mencari aku. Aku mengatakan, ’Ini aku, ini aku!’ kepada bangsa yang tidak berseru kepada namaku.” (Yesaya 65:1) Ini adalah pernyataan yang menyedihkan tentang umat perjanjian Yehuwa bahwa orang-orang dari bangsa-bangsa akan datang kepada Yehuwa kecuali Yehuda yang keras kepala, yang secara kolektif tidak mau berbuat demikian. Yesaya bukan satu-satunya nabi yang menubuatkan bahwa Allah pada akhirnya akan memilih suatu umat yang sebelumnya tidak dikenal. (Hosea 1:10; 2:23) Rasul Paulus mengutip Yesaya 65:1, 2 dari Septuaginta untuk membuktikan bahwa orang-orang dari bangsa-bangsa akan memperoleh ”keadilbenaran yang dihasilkan oleh iman” meskipun orang Yahudi jasmani menolaknya.—Roma 9:30; 10:20, 21.
5, 6. (a) Keinginan yang sungguh-sungguh apa diperlihatkan Yehuwa, tetapi bagaimana tanggapan umat-Nya? (b) Apa yang dapat kita pelajari dari cara Yehuwa berurusan dengan Yehuda?
5 Yehuwa menjelaskan mengapa Ia akan membiarkan umat-Nya sendiri menderita malapetaka, ”Aku telah membentangkan tanganku sepanjang hari kepada suatu bangsa yang keras kepala, yang berjalan di jalan yang tidak baik, mengikuti pikiran mereka.” (Yesaya 65:2) Membentangkan tangan berarti mengundang atau memohon. Yehuwa telah membentangkan tangan-Nya, tidak hanya sebentar, tetapi sepanjang hari. Keinginan-Nya yang tulus adalah agar Yehuda kembali kepada-Nya. Namun, bangsa yang keras kepala ini tidak menyambut.
6 Sungguh suatu pelajaran yang menghangatkan hati yang dapat kita peroleh dari kata-kata Yehuwa! Ia ingin agar kita mendekat kepada-Nya karena Ia adalah Allah yang mudah didekati. (Yakobus 4:8) Kata-kata ini juga memperlihatkan kepada kita bahwa Yehuwa rendah hati. (Mazmur 113:5, 6) Malah, Ia secara kiasan terus membentangkan tangan-Nya, memohon agar umat-Nya kembali meskipun sikap keras kepala mereka ”menyakiti hatinya”. (Mazmur 78:40, 41) Setelah memohon kepada mereka selama berabad-abad, barulah Ia menyerahkan mereka kepada musuh-musuh mereka. Meskipun begitu, Ia tidak menolak orang-orang yang rendah hati di antara mereka.
7, 8. Bagaimana umat Yehuwa yang keras kepala membangkitkan kemarahan-Nya?
7 Orang Yahudi yang keras kepala telah berulang-ulang membangkitkan kemarahan Yehuwa melalui tingkah laku mereka yang tercela. Yehuwa menggambarkan tindakan mereka yang menyakitkan, ”Bangsa yang terdiri dari orang-orang yang senantiasa menyakiti hatiku di depan mukaku, yang mempersembahkan korban di taman-taman dan membuat asap korban di atas batu-batu bata, yang duduk di antara kuburan-kuburan, yang juga melewatkan waktu malam di pondok-pondok jaga, sambil makan daging babi, bahkan kaldu dari perkara-perkara menjijikkan yang ada di dalam bejana mereka; mereka yang mengatakan, ’Tetaplah di tempatmu. Jangan mendekati aku, karena aku pasti akan menularkan kekudusan kepadamu.’ Ini adalah asap di lubang hidungku, api yang menyala sepanjang hari.” (Yesaya 65:3-5) Orang-orang yang berlagak saleh ini menyakiti hati Yehuwa ’di depan muka-Nya’—suatu pernyataan yang menyiratkan sikap kurang ajar dan tidak respek. Mereka tidak berupaya menyembunyikan tindakan mereka yang menjijikkan. Bukankah sangat tercela apa bila melakukan dosa di hadapan Pribadi yang seharusnya dihormati dan ditaati?
8 Para pedosa yang menganggap diri adil-benar ini tampaknya mengatakan kepada orang Yahudi lain, ’Menjauhlah, karena saya lebih kudus daripadamu.’ Benar-benar munafik! Orang-orang yang ”saleh” ini mempersembahkan korban dan membakar dupa kepada dewa-dewa palsu, yang dikecam Hukum Allah. (Keluaran 20:2-6) Mereka duduk di antara kuburan-kuburan, yang membuat mereka najis menurut Hukum. (Bilangan 19:14-16) Mereka makan daging babi, makanan yang haram.a (Imamat 11:7) Namun, kegiatan agama mereka membuat mereka merasa lebih kudus daripada orang Yahudi lain, dan mereka ingin agar orang lain menjauh dari mereka agar seolah-olah orang itu tidak menjadi suci, atau tahir, hanya dengan berada bersama mereka. Akan tetapi, itu sama sekali bukan pandangan Allah yang menuntut ”pengabdian yang eksklusif”!—Ulangan 4:24.
9. Bagaimana Yehuwa memandang para pedosa yang menganggap diri adil-benar?
9 Sebaliknya daripada memandang mereka sebagai orang yang kudus, Yehuwa mengatakan tentang orang-orang yang menganggap diri adil-benar itu, ”Ini adalah asap di lubang hidungku.” Kata Ibrani untuk ”hidung” atau ”lubang hidung” sering digunakan secara simbolis untuk kemarahan. Asap juga dihubungkan dengan kemarahan Yehuwa yang menyala-nyala. (Ulangan 29:20) Penyembahan berhala yang menjijikkan yang dilakukan umat-Nya telah membangkitkan kemarahan Yehuwa yang menyala-nyala.
10. Bagaimana Yehuwa akan membalas orang-orang di Yehuda atas dosa-dosa mereka?
10 Dalam keadilan-Nya, Yehuwa tidak dapat membiarkan orang-orang yang melakukan dosa ini luput dari hukuman. Yesaya menulis, ”’Lihat! Hal itu tertulis di hadapanku. Aku tidak akan tinggal diam, tetapi aku akan memberikan ganjaran; aku akan memberikan ganjaran ke dada mereka, karena kesalahan mereka sendiri dan juga kesalahan bapak-bapak leluhur mereka,’ kata Yehuwa. ’Sebab mereka telah membuat asap korban di atas gunung-gunung, dan di atas bukit-bukit mereka mencela aku, maka pertama-tama aku juga akan menakar upah ke dalam dada mereka.’” (Yesaya 65:6, 7) Dengan ambil bagian dalam ibadat palsu, orang Yahudi mencela Yehuwa. Mereka menjadikan ibadat kepada Allah yang benar tampak sama saja dengan ibadat bangsa-bangsa di sekitar mereka. ”Karena kesalahan mereka sendiri”, termasuk penyembahan berhala dan spiritisme, Yehuwa akan membalas mereka ”ke dada mereka”. Pernyataan ”dada” tampaknya memaksudkan lipatan pakaian bagian atas yang membentuk sebuah kantong tempat para penjual menuangkan barang yang telah ditakar. (Lukas 6:38) Bagi orang Yahudi yang murtad, artinya sudah jelas—Yehuwa akan menakar ”ganjaran” atau hukuman mereka. Allah keadilan akan menuntut hukuman. (Mazmur 79:12; Yeremia 32:18) Karena Yehuwa tidak berubah, kita dapat yakin bahwa pada waktu yang ditetapkan-Nya, Ia akan menakar hukuman dengan cara yang sama untuk sistem fasik ini.—Maleakhi 3:6.
”Demi Hamba-hambaku”
11. Bagaimana Yehuwa memperlihatkan bahwa Ia akan menyelamatkan kaum sisa yang setia?
11 Apakah Yehuwa akan memperlihatkan belas kasihan kepada orang-orang yang setia di antara umat-Nya? Yesaya menjelaskan, ”Inilah firman Yehuwa, ’Sama seperti anggur baru ada pada tandan dan orang akan mengatakan, ”Jangan binasakan itu, karena ada berkat padanya,” demikianlah yang akan kulakukan demi hamba-hambaku agar tidak semua orang binasa. Aku akan menerbitkan suatu keturunan dari Yakub, dan dari Yehuda, pemilik gunung-gunungku, secara turun-temurun; dan orang-orang pilihanku akan memilikinya, dan hamba-hambaku akan berdiam di sana.’” (Yesaya 65:8, 9) Dengan membandingkan umat-Nya dengan setandan anggur, Yehuwa menggunakan ilustrasi yang mudah mereka pahami. Anggur berlimpah di negeri itu, dan air anggur adalah berkat bagi umat manusia. (Mazmur 104:15) Ilustrasi tersebut menggambarkan sebuah tandan yang mungkin beberapa buah anggurnya baik, sekalipun tidak semuanya baik. Atau, ilustrasi itu mungkin menunjukkan bahwa satu tandan baik, sedangkan tandan-tandan yang lain belum matang atau busuk. Bagaimanapun keadaannya, tukang kebun anggur tidak akan membuang anggur yang baik. Demikianlah Yehuwa meyakinkan umat-Nya bahwa Ia tidak akan membinasakan bangsa itu seluruhnya, tetapi Ia akan meluputkan kaum sisa yang setia. Ia menyatakan bahwa kaum sisa yang diperkenan ini akan memiliki ’gunung-gunung-Nya’, yaitu Yerusalem dan tanah Yehuda, daerah berbukit yang Yehuwa nyatakan sebagai milik-Nya sendiri.
12. Berkat-berkat apa yang menanti kaum sisa yang setia?
12 Berkat-berkat apa menanti kaum sisa yang setia ini? Yehuwa menjelaskan, ”Syaron akan menjadi tanah penggembalaan bagi domba dan Lembah Akhor menjadi tempat beristirahat bagi ternak, bagi umatku yang mencari aku.” (Yesaya 65:10) Ternak mempunyai peranan penting dalam kehidupan banyak orang Yahudi, dan padang rumput yang subur turut menciptakan kemakmuran pada masa damai. Yehuwa menyebutkan dua daerah terjauh di negeri itu untuk menggambarkan perdamaian dan kemakmuran. Di sebelah barat ada Dataran Syaron, yang terkenal dengan keindahan dan kesuburannya, di sepanjang Pantai Laut Tengah. Lembah Akhor merupakan daerah perbatasan di sebelah timur laut negeri itu. (Yosua 15:7) Pada masa pembuangan kelak, kedua daerah ini akan telantar, bersama dengan daerah-daerah lain di negeri itu. Namun, Yehuwa berjanji bahwa setelah pembuangan, kedua daerah itu akan menjadi tanah penggembalaan yang permai bagi kaum sisa yang kembali.—Yesaya 35:2; Hosea 2:15.
Percaya kepada ”Allah Keberuntungan”
13, 14. Praktek-praktek apa yang memperlihatkan bahwa umat Allah telah meninggalkan Dia, dan sebagai akibatnya, apa yang akan terjadi atas mereka?
13 Nubuat Yesaya kini kembali ditujukan kepada orang-orang yang telah meninggalkan Yehuwa dan berkeras dalam penyembahan berhala. Nubuat itu mengatakan, ”Kamu sekalian adalah orang-orang yang meninggalkan Yehuwa, yang melupakan gunung kudusku, yang menata meja bagi allah Keberuntungan dan mengisi cawan dengan anggur campuran bagi allah Nasib.” (Yesaya 65:11) Dengan menyajikan makanan dan minuman di meja ”allah Keberuntungan” dan ”allah Nasib”, orang-orang Yahudi yang menyeleweng ini telah jatuh ke dalam praktek-praktek penyembahan berhala yang dilakukan bangsa-bangsa yang tidak beradab.b Apa yang akan terjadi atas orang-orang yang dengan naif percaya kepada allah-allah ini?
14 Yehuwa memperingatkan mereka dengan terus terang, ”Aku akan menentukan kamu sekalian bagi pedang, dan kamu semua akan membungkuk untuk dibantai; karena pada waktu aku memanggil, kamu tidak menjawab; aku berbicara, tetapi kamu tidak mendengarkan; dan kamu terus melakukan apa yang jahat di mataku, dan memilih perkara yang tidak kusenangi.” (Yesaya 65:12) Dengan permainan kata menggunakan nama allah Nasib dalam bahasa aslinya, bahasa Ibrani, Yehuwa mengatakan bahwa orang yang menyembah dewa palsu ini akan ’ditentukan bagi pedang’, yaitu bagi kebinasaan. Melalui nabi-nabi-Nya, Yehuwa telah berkali-kali meminta orang-orang ini untuk bertobat, tetapi mereka tidak mengacuhkan Dia dan telah berkukuh memilih untuk melakukan apa yang mereka tahu jahat di mata-Nya. Penghinaan yang sungguh besar terhadap Allah! Sebagai penggenapan atas peringatan Allah, bangsa ini akan menderita malapetaka yang hebat pada tahun 607 SM sewaktu Yehuwa membiarkan orang Babilon membinasakan Yerusalem dan baitnya. Pada waktu itu, ”allah Keberuntungan” tidak dapat melindungi para penyembahnya di Yehuda dan Yerusalem.—2 Tawarikh 36:17.
15. Bagaimana orang Kristen sejati dewasa ini mencamkan peringatan yang terdapat di Yesaya 65:11, 12?
15 Dewasa ini, orang Kristen sejati menaati peringatan yang terdapat di Yesaya 65:11, 12. Mereka tidak percaya akan ”Keberuntungan” yang seolah-olah adalah suatu jenis kekuatan adikodrati yang dapat mengulurkan pertolongan. Karena tidak ingin menghamburkan sumber daya materi mereka untuk menenangkan hati ”allah Keberuntungan”, mereka menghindari segala bentuk perjudian. Mereka yakin bahwa orang yang mengabdikan diri kepada allah ini akhirnya akan kehilangan segala sesuatu, karena kepada orang-orang itu Yehuwa mengatakan, ”Aku akan menentukan kamu sekalian bagi pedang.”
”Lihat! Hamba-hambaku Akan Bersukacita”
16. Bagaimana Yehuwa akan memberkati hamba-hamba-Nya yang setia, tetapi apa yang akan terjadi atas orang-orang yang meninggalkan Dia?
16 Sewaktu menegur orang yang meninggalkan Yehuwa, nubuat itu menggambarkan hasil akhir yang kontras bagi orang yang menyembah Allah dengan tulus dan bagi mereka yang melakukannya dengan munafik, ”Inilah firman Tuan Yang Berdaulat Yehuwa, ’Lihat! Hamba-hambaku akan makan, tetapi kamu akan kelaparan. Lihat! Hamba-hambaku akan minum, tetapi kamu akan kehausan. Lihat! Hamba-hambaku akan bersukacita, tetapi kamu akan menderita malu. Lihat! Hamba-hambaku akan bersorak dengan gembira karena keadaan hati yang baik, tetapi kamu akan menjerit karena hati yang menderita dan kamu akan menangis meraung-raung karena patah semangat.’” (Yesaya 65:13, 14) Yehuwa akan memberkati hamba-hamba-Nya yang setia. Dengan hati yang meluap penuh sukacita, mereka akan bersorak dengan gembira. Makan, minum, dan bersukacita adalah istilah-istilah yang memperlihatkan bahwa Yehuwa akan benar-benar memuaskan kebutuhan para penyembah-Nya. Sebaliknya, orang yang memilih untuk meninggalkan Yehuwa akan lapar dan haus secara rohani. Kebutuhan mereka tidak akan dipuaskan. Mereka akan menjerit dan menangis meraung-raung karena penderitaan dan kesusahan yang menimpa mereka.
17. Mengapa umat Allah dewasa ini memiliki alasan yang kuat untuk bersorak kegirangan?
17 Kata-kata Yehuwa dengan cocok menggambarkan keadaan rohani orang-orang dewasa ini yang sekadar mengaku melayani Allah. Namun, sementara jutaan orang dari Susunan Kristen mengalami patah semangat, para penyembah Yehuwa bersorak kegirangan. Dan, mereka memiliki alasan yang kuat untuk bergembira. Mereka dikenyangkan secara rohani. Yehuwa menyediakan makanan rohani yang limpah kepada mereka melalui publikasi-publikasi yang berdasarkan Alkitab serta pertemuan-pertemuan Kristen. Sebenarnya, kebenaran yang membina dan janji-janji yang menghibur dari Firman Allah memberi kita ”keadaan hati yang baik”!
18. Apa yang akan tersisa dari orang yang telah meninggalkan Yehuwa, dan apa yang mungkin dimaksudkan dengan penggunaan nama mereka dalam sumpah?
18 Yehuwa terus berbicara kepada orang-orang yang meninggalkan Dia, ”Kamu akan meninggalkan namamu untuk dijadikan kata-kata sumpah oleh orang-orang pilihanku, dan Tuan Yang Berdaulat Yehuwa akan membunuh kamu secara perorangan, tetapi hamba-hambanya akan dipanggilnya dengan nama lain; sehingga siapa pun yang memperoleh berkat di bumi akan memperoleh berkat melalui Allah yang setia, dan siapa pun yang membuat pernyataan di bawah sumpah di bumi akan bersumpah demi Allah yang setia; karena kesesakan yang dahulu akan dilupakan dan karena itu semua akan disembunyikan dari mataku.” (Yesaya 65:15, 16) Yang akan tersisa dari orang yang telah meninggalkan Yehuwa hanyalah nama mereka, yang akan digunakan hanya dalam sumpah, atau kutuk. Ini mungkin berarti bahwa orang-orang yang ingin mengikat diri secara khidmat dengan sumpah tampaknya akan mengatakan, ’Jika saya tidak memenuhi janji ini, biarlah saya mengalami hukuman yang diterima orang-orang murtad itu.’ Bahkan, nama mereka mungkin akan digunakan secara ilustratif, seperti Sodom dan Gomora, untuk melambangkan penghukuman Allah atas orang fasik.
19. Bagaimana hamba-hamba Allah akan dipanggil dengan nama lain, dan mengapa mereka memiliki keyakinan akan Allah yang setia? (Lihat juga catatan kaki.)
19 Alangkah berbedanya keadaan hamba-hamba Allah kelak! Mereka akan dipanggil dengan nama lain. Hal itu menunjukkan keadaan penuh berkat dan kehormatan yang akan dinikmati di tanah asal mereka. Mereka tidak akan mencari berkat dari allah palsu mana pun atau bersumpah demi berhala yang tidak bernyawa. Sebaliknya, sewaktu mereka mengucapkan berkat atau bersumpah, mereka akan melakukannya demi nama Allah yang setia. (Yesaya 65:16, catatan kaki NW Ref.) Penduduk negeri itu akan memiliki alasan untuk yakin sepenuhnya kepada Allah, karena Ia akan membuktikan bahwa Ia menepati janji-janji-Nya.c Setelah merasa aman di tanah asal mereka, orang Yahudi akan segera melupakan penderitaan mereka sebelumnya.
”Aku Menciptakan Langit Baru dan Bumi Baru”
20. Bagaimana janji Yehuwa tentang ”langit baru dan bumi baru” digenapi pada tahun 537 SM?
20 Yehuwa kini meluaskan janji-Nya untuk memulihkan kaum sisa yang bertobat setelah mereka pulang dari pembuangan di Babilon. Melalui Yesaya, Yehuwa mengatakan, ”Lihat, aku menciptakan langit baru dan bumi baru; dan hal-hal yang dahulu tidak akan diingat lagi, ataupun timbul lagi di dalam hati.” (Yesaya 65:17) Janji Yehuwa tentang pemulihan pasti akan digenapi, maka sewaktu Ia berbicara tentang pemulihan di masa depan, hal itu seolah-olah telah terjadi. Nubuat ini pertama-tama digenapi pada tahun 537 SM, sewaktu kaum sisa Yahudi dipulihkan ke Yerusalem. Apa yang membentuk ”langit baru” pada waktu itu? Pemerintahan Zerubabel yang didukung oleh Imam Besar Yosua dan yang berpusat di Yerusalem. Kaum sisa orang Yahudi yang dipulihkan membentuk ”bumi baru”, masyarakat yang dibersihkan yang tunduk kepada pemerintahan tersebut dan membantu menegakkan kembali ibadat yang murni di negeri itu. (Ezra 5:1, 2) Sukacita karena pemulihan itu jauh melebihi semua penderitaan yang silam; kesusahan yang dahulu bahkan tidak diingat lagi.—Mazmur 126:1, 2.
21. Langit baru apa muncul pada tahun 1914?
21 Akan tetapi, ingatlah bahwa Petrus menggemakan kembali nubuat Yesaya dan memperlihatkan bahwa hal itu memiliki penggenapan di masa depan. Rasul ini menulis, ”Ada langit baru dan bumi baru yang kita nantikan sesuai dengan janjinya, dan keadilbenaran akan tinggal di dalamnya.” (2 Petrus 3:13) Pada tahun 1914, langit baru yang telah lama dinantikan pun muncullah. Kerajaan Mesianik yang lahir pada tahun itu memerintah dari surga, dan Yehuwa telah memberi kerajaan itu wewenang atas seluruh bumi. (Mazmur 2:6-8) Pemerintahan Kerajaan ini, di bawah Kristus dan 144.000 rekan penguasanya, adalah langit baru.—Penyingkapan 14:1.
22. Siapa yang akan menjadi bumi baru, dan bagaimana orang-orang dipersiapkan bahkan sekarang untuk menjadi inti dari penyelenggaraan itu?
22 Bagaimana dengan bumi baru? Mengikuti pola penggenapan pada zaman dahulu, bumi baru akan terdiri dari orang-orang yang dengan senang tunduk kepada kekuasaan pemerintahan surgawi yang baru. Bahkan sekarang, jutaan orang yang memiliki kecenderungan yang benar menundukkan diri kepada pemerintahan ini dan berupaya mengikuti hukum-hukumnya yang terdapat dalam Alkitab. Orang-orang ini datang dari segala bangsa, bahasa, dan ras, dan mereka bekerja sama untuk melayani Raja Yesus Kristus yang memerintah. (Mikha 4:1-4) Setelah berlalunya sistem sekarang yang fasik, kelompok ini akan menjadi inti bumi baru yang pada akhirnya akan menjadi masyarakat global yang terdiri dari orang-orang yang takut akan Allah yang kelak mewarisi wilayah bumi dalam Kerajaan Allah.—Matius 25:34.
23. Keterangan apa yang kita dapatkan dalam buku Penyingkapan sehubungan dengan ”langit baru dan bumi baru”, dan bagaimana nubuat ini akan digenapi?
23 Buku Penyingkapan menggambarkan penglihatan rasul Yohanes tentang hari Yehuwa yang akan datang, manakala sistem ini akan disingkirkan. Setelah itu, Setan akan dicampakkan ke dalam jurang yang tak terduga dalamnya. (Penyingkapan 19:11–20:3) Setelah menjelaskan hal itu, Yohanes menggemakan kembali kata-kata nubuat Yesaya dalam tulisannya, ”Aku melihat langit baru dan bumi baru.” Ayat-ayat yang mengikuti catatan tentang penglihatan yang mulia ini menceritakan saat manakala Allah Yehuwa secara radikal akan mengubah keadaan bumi ini menjadi lebih baik. (Penyingkapan 21:1, 3-5) Jelaslah, janji Yesaya akan ”langit baru dan bumi baru” akan digenapi secara menakjubkan dalam dunia baru Allah! Di bawah langit pemerintahan yang baru ini, masyarakat bumi yang baru akan menikmati firdaus rohani maupun jasmani. Alangkah menghiburnya janji yang mengatakan bahwa ”hal-hal yang dahulu [penyakit, penderitaan, dan banyak kesengsaraan lain yang dihadapi manusia] tidak akan diingat lagi, ataupun timbul lagi di dalam hati”. Apa pun yang mungkin kita ingat pada waktu itu tidak akan menimbulkan luka, atau rasa sakit, yang dalam, yang kini membebani hati banyak orang.
24. Mengapa Yehuwa akan bersukacita atas pemulihan Yerusalem, dan apa yang tidak akan terdengar lagi di jalan-jalan kota itu?
24 Nubuat Yesaya selanjutnya berbunyi, ”Bersukarialah, hai, kamu sekalian, dan bersukacitalah untuk selama-lamanya atas apa yang aku ciptakan. Sebab, lihat, aku menciptakan Yerusalem menjadi alasan untuk bersukacita dan penduduknya menjadi alasan untuk kesukaan besar. Aku akan bersukacita karena Yerusalem dan bersukaria karena umatku; dan di dalamnya tidak akan terdengar lagi suara tangis atau suara teriakan kesedihan.” (Yesaya 65:18, 19) Bukan hanya orang-orang Yahudi yang akan bersuka cita karena dipulihkan ke tanah asal mereka, melainkan Allah sendiri pun akan bersukacita karena Ia akan membuat Yerusalem indah—sekali lagi sebagai pusat ibadat yang benar di bumi. Suara tangis karena malapetaka, yang terdengar di jalan-jalan kota itu puluhan tahun sebelumnya, tidak akan terdengar lagi.
25, 26. (a) Pada zaman kita, bagaimana Yehuwa menjadikan Yerusalem ”alasan untuk bersukacita”? (b) Bagaimana Yehuwa akan menggunakan Yerusalem Baru, dan mengapa dewasa ini kita dapat bersukaria?
25 Demikian pula dewasa ini, Yehuwa membuat Yerusalem ”menjadi alasan untuk bersukacita”. Bagaimana? Seperti yang telah kita lihat, langit baru yang muncul pada tahun 1914 pada akhirnya akan mencakup 144.000 rekan penguasa, yang ambil bagian dalam pemerintahan surgawi. Secara nubuat mereka digambarkan sebagai ”Yerusalem Baru”. (Penyingkapan 21:2) Sehubungan dengan Yerusalem Baru itulah Allah mengatakan, ”Lihat, aku menciptakan Yerusalem menjadi alasan untuk bersukacita dan penduduknya menjadi alasan untuk kesukaan besar.” Yerusalem Baru akan digunakan oleh Allah untuk melimpahkan berkat-berkat yang tidak terkatakan ke atas umat manusia yang taat. Tidak akan terdengar lagi suara tangis atau teriakan kesedihan, karena Yehuwa akan memuaskan ”permohonan hati [kita]”.—Mazmur 37:3, 4.
26 Dewasa ini, kita benar-benar memiliki alasan yang kuat untuk bersukacita! Tidak lama lagi, Yehuwa akan menyucikan nama-Nya yang termasyhur dengan membinasakan semua penentang. (Mazmur 83:17, 18) Kemudian, langit yang baru ini akan memegang kendali penuh. Alasan yang sungguh luar biasa untuk bersukaria dan bersukacita selama-lamanya atas apa yang Allah ciptakan!
Janji akan Masa Depan yang Aman
27. Bagaimana Yesaya melukiskan keamanan yang akan dinikmati orang-orang Yahudi yang kembali di tanah asal mereka?
27 Dalam penggenapan yang pertama, bagaimana keadaan orang Yahudi yang kembali di bawah langit yang baru itu? Yehuwa mengatakan, ”Di tempat itu tidak akan ada lagi anak yang masih menyusu yang hanya hidup beberapa hari, atau orang tua yang hari-hari kehidupannya tidak sampai suntuk; sebab meskipun mati pada usia seratus tahun, orang itu masih dianggap sebagai anak muda; dan mengenai orang yang berbuat dosa, meskipun berusia seratus tahun, ia akan disumpahi.” (Yesaya 65:20) Betapa indahnya gambaran tentang keamanan yang akan dinikmati orang-orang buangan yang kembali di tanah asal mereka yang dipulihkan! Kematian dini tidak akan merenggut bayi yang baru lahir, yang baru beberapa hari umurnya. Juga, tidak akan ada kematian dini yang merenggut kehidupan orang-orang yang belum sepenuhnya menjalani masa kehidupan mereka.d Alangkah menenteramkannya kata-kata Yesaya bagi orang Yahudi yang akan kembali ke Yehuda! Karena aman di tanah mereka, mereka tidak perlu khawatir bahwa musuh-musuh akan merenggut bayi-bayi mereka atau membantai pria-pria mereka.
28. Apa yang kita pelajari dari kata-kata Yehuwa tentang kehidupan dalam dunia baru di bawah Kerajaan-Nya?
28 Apa yang diberitahukan oleh kata-kata Yehuwa kepada kita tentang kehidupan dalam dunia baru yang akan datang? Di bawah Kerajaan Allah, setiap anak akan memiliki prospek masa depan yang aman. Kematian tidak akan lagi merenggut orang yang takut akan Allah pada masa puncak kehidupan mereka. Sebaliknya, umat manusia yang taat akan hidup dengan tenteram, aman, dan akan dapat menikmati kehidupan. Bagaimana dengan orang yang memilih untuk memberontak terhadap Allah? Mereka akan kehilangan hak istimewa kehidupan. Bahkan bila si pedosa yang memberontak berumur ”seratus tahun”, ia akan mati. Dalam hal ini, ia akan seperti ”anak muda” dibandingkan dengan prospek yang bisa ia miliki, yakni menjadi orang yang kehidupannya tanpa akhir.
29. (a) Sukacita apa yang akan dialami umat Allah yang taat di negeri Yehuda yang dipulihkan? (b) Mengapa pohon adalah ilustrasi yang cocok untuk umur panjang? (Lihat catatan kaki.)
29 Yehuwa melanjutkan penjelasan-Nya tentang keadaan di tanah Yehuda yang dipulihkan, ”Mereka akan membangun rumah dan menghuninya; dan mereka akan membuat kebun anggur dan memakan buahnya. Mereka tidak akan membangun dan orang lain yang menghuni; mereka tidak akan menanam dan orang lain yang makan. Karena umur umatku akan seperti umur pohon; dan orang-orang pilihanku akan menggunakan sepenuhnya hasil karya tangan mereka.” (Yesaya 65:21, 22) Setelah kembali ke tanah Yehuda yang telantar dan yang pasti tidak ada rumahnya ataupun pohon anggurnya, umat Allah yang taat akan bersukacita karena mereka dapat tinggal di rumah sendiri dan makan buah dari pohon anggur mereka sendiri. Allah akan memberkati pekerjaan mereka, dan mereka akan berumur panjang—seperti umur pohon—dan menikmati hasil kerja keras mereka.e
30. Keadaan yang menggembirakan apa dinikmati hamba-hamba Yehuwa dewasa ini, dan apa yang akan mereka nikmati dalam dunia baru?
30 Pada zaman kita, nubuat ini juga sudah ada penggenapannya. Umat Yehuwa keluar dari pembuangan secara rohani pada tahun 1919 dan mulai memulihkan ”negeri” mereka, atau wilayah kegiatan dan ibadat mereka. Mereka membangun sidang-sidang dan memupuk kesuburan rohani. Sebagai hasilnya, bahkan sekarang umat Yehuwa menikmati firdaus rohani dan perdamaian dari Allah. Kita dapat yakin bahwa perdamaian itu akan berlanjut sampai ke Firdaus jasmani. Kita bahkan tidak dapat membayangkan apa yang Yehuwa akan capai dengan hati dan tangan yang rela milik para penyembah-Nya dalam dunia baru. Alangkah senangnya dapat membangun rumah Saudara sendiri dan tinggal di dalamnya! Di bawah pemerintahan Kerajaan, tidak akan ada kekurangan pekerjaan yang menyenangkan. Alangkah puasnya kita karena senantiasa dapat ”menikmati” hasil kerja keras sendiri! (Pengkhotbah 3:13) Apakah kita akan memiliki cukup waktu untuk menikmati sepenuhnya hasil karya tangan kita? Ya, tentu saja! Kehidupan yang tak ada akhirnya bagi manusia yang setia akan ”seperti umur pohon”—ribuan tahun, dan lebih!
31, 32. (a) Berkat-berkat apa akan dinikmati orang-orang buangan yang kembali? (b) Dalam dunia baru, prospek apa akan dinikmati manusia yang setia?
31 Yehuwa menguraikan lebih banyak berkat yang menanti orang-orang buangan yang kembali, ”Mereka tidak akan berjerih lelah dengan percuma, ataupun melahirkan hanya untuk menderita kecemasan; karena mereka adalah anak cucu yang terdiri dari orang-orang yang diberkati Yehuwa, dan keturunan mereka akan tetap bersama mereka.” (Yesaya 65:23) Orang Yahudi yang dipulihkan akan diberkati Yehuwa, sehingga kerja keras mereka tidak akan sia-sia. Orang tua tidak akan melahirkan anak hanya untuk mengalami kematian dini. Dengan demikian, orang-orang yang pernah dibuang ini tidak akan menikmati berkat-berkat pemulihan itu sendiri; keturunan mereka akan bersama mereka. Allah sangat antusias untuk memenuhi kebutuhan umat-Nya sehingga Ia berjanji, ”Sebelum mereka memanggil, aku akan menjawab; sementara mereka masih berbicara, aku akan mendengar.”—Yesaya 65:24.
32 Bagaimana Yehuwa akan menggenapi janji-janji ini dalam dunia baru yang akan datang? Kita harus menunggu dan melihatnya nanti. Yehuwa belum memberitahukan semua perinciannya, tetapi kita dapat merasa pasti bahwa manusia yang setia tidak akan pernah lagi ”berjerih lelah dengan percuma”. Kumpulan besar orang yang selamat dari Armagedon dan anak-anak yang lahir dari mereka akan memiliki prospek untuk kehidupan yang sangat panjang dan memuaskan—kehidupan abadi! Orang-orang yang kembali melalui kebangkitan dan yang hidup selaras dengan standar-standar Allah juga akan menikmati sukacita dalam dunia baru. Yehuwa akan mendengar dan menanggapi kebutuhan mereka, bahkan mengantisipasinya. Ya, Yehuwa akan membuka tangan-Nya dan memuaskan ”keinginan segala yang hidup”.—Mazmur 145:16.
33. Sewaktu orang Yahudi kembali ke tanah asal mereka, dalam arti apa binatang-binatang akan berdamai?
33 Seberapa jauhkah pengaruh janji tentang perdamaian dan keamanan ini kelak? Yehuwa mengakhiri bagian nubuat ini dengan kata-kata, ”’Serigala dan anak domba akan makan bersama-sama, dan singa akan makan jerami seperti lembu; dan mengenai ular, debu akan menjadi makanannya. Mereka tidak akan melakukan apa pun yang membawa celaka atau yang menimbulkan kerusakan di seluruh gunung kudusku,’ kata Yehuwa.” (Yesaya 65:25) Sewaktu kaum sisa Yahudi yang setia kembali ke tanah asal mereka, Yehuwa-lah yang memelihara mereka. Seekor singa dapat dikatakan makan jerami seperti lembu karena singa tidak akan membahayakan orang Yahudi atau ternak mereka. Janji ini pasti, karena diakhiri dengan pernyataan, ”kata Yehuwa”. Dan, firman-Nya selalu menjadi kenyataan!—Yesaya 55:10, 11.
34. Bagaimana kata-kata Yehuwa mendapatkan penggenapan yang menggetarkan hati dewasa ini dan di dunia baru?
34 Penggenapan kata-kata Yehuwa di antara para penyembah-Nya yang sejati dewasa ini sangatlah menggetarkan hati. Sejak tahun 1919, Allah telah memberkati negeri rohani umat-Nya, mengubahnya menjadi suatu firdaus rohani. Orang-orang yang datang ke firdaus rohani ini membuat perubahan yang luar biasa dalam kehidupan mereka. (Efesus 4:22-24) Dengan bantuan roh Allah, orang-orang yang sebelumnya memiliki kepribadian seperti binatang buas—yang mungkin mengeksploitasi atau menindas sesamanya—membuat kemajuan dalam menaklukkan sifat-sifat yang tidak diinginkan. Sebagai hasilnya, mereka menikmati perdamaian dan persatuan ibadat dengan rekan-rekan seiman mereka. Berkat-berkat yang kini dinikmati umat Yehuwa dalam firdaus rohani mereka akan berlanjut sampai ke Firdaus jasmani, tempat perdamaian antarmanusia akan disertai perdamaian dengan binatang. Kita dapat yakin bahwa pada waktu yang ditentukan Allah, amanat-Nya yang mula-mula kepada umat manusia akan dilaksanakan dengan sepatutnya, ”Taklukkanlah [bumi], tundukkanlah ikan-ikan di laut dan makhluk-makhluk terbang di langit dan segala makhluk hidup yang merayap di bumi.”—Kejadian 1:28.
35. Mengapa kita memiliki alasan yang kuat untuk ’bersukacita selama-lamanya’?
35 Alangkah bersyukurnya kita atas janji Yehuwa untuk menciptakan ”langit baru dan bumi baru”! Janji itu telah digenapi pada tahun 537 SM dan sedang digenapi lebih jauh dewasa ini. Dua penggenapan ini membuka jalan menuju masa depan yang mulia bagi umat manusia yang taat. Melalui nubuat Yesaya, Yehuwa dengan baik hati telah memberi kita suatu pandangan pendahuluan tentang apa yang tersedia bagi orang-orang yang mengasihi Dia. Sesungguhnya, kita memiliki alasan yang kuat untuk mengindahkan kata-kata Yehuwa, ”Bersukacitalah untuk selama-lamanya atas apa yang aku ciptakan”!—Yesaya 65:18.
[Catatan Kaki]
a Banyak yang mengira bahwa para pedosa ini berada di kuburan untuk berupaya berkomunikasi dengan orang mati. Tindakan mereka memakan daging babi mungkin ada hubungannya dengan penyembahan berhala.
b Sewaktu mengomentari ayat ini, Yerome, seorang penerjemah Alkitab (yang lahir pada abad keempat M), menceritakan kebiasaan zaman dahulu yang dilakukan para penyembah berhala pada hari terakhir dari bulan terakhir tahun mereka. Ia menulis, ”Di atas meja, mereka akan menyajikan berbagai jenis makanan dan secangkir anggur manis guna memastikan keberuntungan untuk kesuburan pada tahun yang telah berlalu atau tahun yang akan datang.”
c Menurut Yesaya 65:16 dalam teks Masoretik Ibrani, Yehuwa adalah ”Allah Amin”. ”Amin” berarti ”terjadilah demikian”, atau ”sudah pasti”, dan adalah suatu pernyataan atau jaminan bahwa sesuatu itu benar atau pasti akan terwujud. Dengan melaksanakan semua yang Ia janjikan, Yehuwa memperlihatkan bahwa apa yang Ia katakan adalah benar.
d The Jerusalem Bible menerjemahkan Yesaya 65:20, ”Tidak akan ada lagi bayi yang hidup hanya beberapa hari, atau orang tua yang tidak hidup sampai akhir hari-harinya.”
e Pohon adalah ilustrasi yang cocok untuk umur panjang karena pohon adalah salah satu benda hidup yang dikenal berumur sangat panjang. Misalnya, pohon zaitun menghasilkan buah selama ratusan tahun dan mungkin dapat hidup sampai seribu tahun.
[Gambar di hlm. 389]
Dalam dunia baru Allah, kita akan memiliki banyak waktu untuk menikmati hasil karya tangan kita
-
-
Yehuwa Memberkati Ibadat MurniNubuat Yesaya—Terang bagi Seluruh Umat Manusia II
-
-
Pasal Dua Puluh Tujuh
Yehuwa Memberkati Ibadat Murni
1. Tema-tema apa yang ditonjolkan di pasal terakhir buku Yesaya, dan pertanyaan apa saja yang dijawab?
DI PASAL terakhir buku Yesaya, beberapa tema utama buku nubuat ini dibawa kepada suatu klimaks yang mengesankan, dan sejumlah pertanyaan penting dijawab. Tema-tema yang ditonjolkan antara lain adalah keagungan Yehuwa, kebencian-Nya akan kemunafikan, tekad-Nya untuk menghukum orang fasik, dan kasih serta kepedulian-Nya terhadap orang yang setia. Selain itu, pertanyaan-pertanyaan berikut dijawab: Apa yang membedakan ibadat sejati dari yang palsu? Bagaimana kita dapat yakin bahwa Yehuwa akan mendatangkan ganjaran ke atas orang munafik yang berlagak suci padahal mereka menindas umat Allah? Dan, bagaimana Yehuwa akan memberkati orang yang tetap setia kepada-Nya?
Kunci menuju Ibadat Murni
2. Pernyataan apa yang Yehuwa buat sehubungan dengan keagungan-Nya, dan pernyataan ini tidak menyiratkan apa?
2 Pada awalnya, nubuat itu menandaskan keagungan Yehuwa, ”Inilah firman Yehuwa, ’Surga adalah takhtaku, dan bumi adalah tumpuan kakiku. Maka, di manakah rumah yang dapat kamu dirikan bagiku, dan di manakah tempat yang akan menjadi tempat istirahat bagiku?’” (Yesaya 66:1) Ada yang berpendapat bahwa sang nabi tidak menganjurkan orang Yahudi untuk membangun kembali bait bagi Yehuwa sewaktu bangsa itu dipulihkan ke tanah asal mereka. Pendapat ini tidak benar; Yehuwa sendiri akan memerintahkan agar bait itu dibangun kembali. (Ezra 1:1-6; Yesaya 60:13; Hagai 1:7, 8) Kalau begitu, apa maksud ayat ini?
3. Mengapa tepat jika bumi digambarkan sebagai ”tumpuan kaki” Yehuwa?
3 Pertama-tama, kita perlu mempertimbangkan mengapa bumi digambarkan sebagai ”tumpuan kaki” Yehuwa. Ini bukanlah istilah yang meremehkan. Di antara miliaran benda angkasa di alam semesta, hanya bumi yang diberi sebutan khusus ini. Planet kita ini akan selalu unik, karena di sinilah satu-satunya Putra Yehuwa yang diperanakkan membayar tebusan, dan di sinilah Yehuwa akan membenarkan kedaulatan-Nya melalui Kerajaan Mesianik. Alangkah tepatnya jika bumi disebut tumpuan kaki Yehuwa! Seorang raja mungkin menggunakan tumpuan kaki sewaktu ia melangkah naik ke takhtanya yang tinggi dan kemudian menggunakannya sebagai tempat istirahat bagi kakinya.
4. (a) Mengapa bangunan mana pun di bumi ini tidak mungkin menjadi tempat istirahat bagi Allah Yehuwa? (b) Apa yang dimaksudkan dengan ungkapan ”segala sesuatu”, dan apa yang harus kita simpulkan tentang ibadat Yehuwa?
4 Tentu saja, seorang raja tidak akan tinggal di atas tumpuan kakinya; Yehuwa pun tidak tinggal di atas bumi ini. Ya, bahkan langit yang sangat luas tidak dapat memuat Dia! Apalagi bangunan yang ada di bumi ini, tidak satu pun yang dapat menampung Yehuwa dan secara harfiah berfungsi sebagai rumah bagi-Nya. (1 Raja 8:27) Takhta Yehuwa dan tempat istirahat-Nya ada di alam roh; itulah yang dimaksudkan oleh kata ”surga” di Yesaya 66:1. Ayat berikutnya membantu kita mengerti hal tersebut dengan jelas, ”’Segala sesuatu adalah buatan tanganku, sehingga semuanya menjadi ada,’ demikian ucapan Yehuwa.” (Yesaya 66:2a) Bayangkan Yehuwa merentangkan lengan-Nya untuk memperlihatkan ”segala sesuatu”, setiap hal yang ada di langit dan di bumi. (Yesaya 40:26; Penyingkapan 10:6) Sebagai Pencipta Agung seluruh alam semesta, Ia layak menerima lebih dari sebuah bangunan yang dibaktikan kepada-Nya. Ia layak mendapatkan lebih dari sekadar ibadat lahiriah.
5. Bagaimana kita memperlihatkan bahwa kita ”menderita dan sangat menyesal”?
5 Ibadat macam apa yang sepatutnya diberikan kepada Sang Penguasa Universal? Ia sendiri memberi tahu kita, ”Maka, kepada orang ini aku akan memandang, yaitu kepada orang yang rohnya menderita dan sangat menyesal, dan yang gemetar karena perkataanku.” (Yesaya 66:2b) Ya, sikap hati yang benar di pihak si penyembah sangatlah penting dalam ibadat yang murni. (Penyingkapan 4:11) Penyembah Yehuwa harus memiliki ’roh yang menderita dan sangat menyesal’. Apakah ini berarti bahwa Yehuwa ingin agar kita tidak bahagia? Tidak, Ia adalah ”Allah yang bahagia”, dan Ia ingin agar para penyembah-Nya juga bersukacita. (1 Timotius 1:11; Filipi 4:4) Akan tetapi, kita semua sering berbuat dosa, dan kita tidak boleh menganggap ringan dosa kita. Kita harus ”menderita” karena dosa kita, menjadi sedih karena tidak mengenai sasaran dalam memenuhi standar-standar Yehuwa yang adil-benar. (Mazmur 51:17) Kita perlu memperlihatkan bahwa kita ”sangat menyesal” dengan bertobat, berjuang melawan berbagai kecenderungan berdosa, dan berdoa kepada Yehuwa memohon pengampunan.—Lukas 11:4; 1 Yohanes 1:8-10.
6. Dalam arti apa para penyembah sejati hendaknya ’gemetar karena perkataan Allah’?
6 Selain itu, Yehuwa memperhatikan orang yang ’gemetar karena perkataan-Nya’. Apakah hal ini berarti bahwa Ia ingin agar kita gemetar ketakutan setiap kali kita membaca pernyataan-Nya? Tidak, Ia ingin agar kita memandang apa yang Ia katakan dengan rasa hormat yang dalam. Dengan tulus kita mencari nasihat-Nya, menggunakannya sebagai pembimbing dalam segala urusan kita. (Mazmur 119:105) Juga, kita mungkin ”gemetar” dalam arti bahwa kita bahkan takut tidak menaati Allah, mencemari kebenaran-Nya dengan tradisi manusia, atau kurang menghargainya. Sikap rendah hati demikian sangatlah penting dalam ibadat yang murni—tetapi sayang sekali, sikap demikian jarang terdapat di dunia dewasa ini.
Yehuwa Membenci Ibadat yang Munafik
7, 8. Bagaimana Yehuwa memandang formalitas ibadat yang dilakukan orang-orang beragama yang munafik?
7 Seraya Yesaya memikirkan orang-orang sezamannya, ia sadar sepenuhnya bahwa tidak banyak yang memiliki kecenderungan hati yang dicari Yehuwa dalam diri para penyembah-Nya. Karena alasan inilah, Yerusalem yang murtad pantas menerima penghukuman yang akan datang. Perhatikan bagaimana Yehuwa memandang ibadat yang dilakukan di sana, ”Orang yang menyembelih lembu jantan adalah seperti orang yang membunuh manusia. Orang yang mengorbankan domba adalah seperti orang yang mematahkan leher anjing. Orang yang mempersembahkan pemberian—seperti orang yang mempersembahkan darah seekor babi! Orang yang mempersembahkan kemenyan peringatan adalah seperti orang yang mengucapkan berkat dengan kata-kata gaib. Mereka juga adalah orang-orang yang memilih jalan mereka sendiri, dan jiwa mereka menyukai perkara-perkara mereka yang menjijikkan.”—Yesaya 66:3.
8 Kata-kata ini mengingatkan kita akan kata-kata Yehuwa yang ditulis dalam buku Yesaya pasal satu. Di pasal itu, Yehuwa memberi tahu umat-Nya yang suka melawan bahwa formalitas ibadat mereka bukan hanya tidak menyenangkan Dia, melainkan juga menyebabkan kemarahan-Nya yang adil-benar berkobar karena para penyembah-Nya berlaku munafik. (Yesaya 1:11-17) Sekarang, Yehuwa juga menyamakan persembahan mereka dengan kejahatan yang memuakkan. Sama halnya dengan pembunuhan, persembahan korban mereka berupa lembu jantan yang mahal tidak dapat menenangkan Yehuwa! Korban-korban lain disamakan dengan persembahan anjing atau babi, binatang-binatang yang haram menurut Hukum Musa dan tentunya tidak pantas dijadikan korban persembahan. (Imamat 11:7, 27) Apakah Yehuwa membiarkan kemunafikan dalam ibadat berlangsung tanpa dihukum?
9. Bagaimana kebanyakan orang Yahudi menanggapi pengingat-pengingat yang Yehuwa berikan melalui Yesaya, dan apa akibatnya yang tak terelakkan?
9 Yehuwa kini mengatakan, ”Maka aku pun akan memilih cara untuk memperlakukan mereka dengan sewenang-wenang; dan perkara-perkara yang mengerikan bagi mereka akan kutimpakan ke atas mereka; karena pada waktu aku memanggil, tidak ada yang menjawab; aku berbicara, tetapi tidak ada yang mendengarkan; dan mereka terus melakukan apa yang jahat di mataku, dan memilih perkara yang tidak kusenangi.” (Yesaya 66:4) Yesaya pasti dapat mengucapkan kata-kata ini dengan penuh keyakinan. Selama bertahun-tahun ia telah menjadi alat Yehuwa, untuk ”memanggil” dan ”berbicara” kepada umat-Nya. Sang nabi tahu betul bahwa, pada umumnya, tidak ada yang mendengarkan. Karena mereka terus melakukan apa yang jahat, hukuman pun tak terelakkan. Sesungguhnya, Yehuwa akan memilih cara untuk menghukum mereka dan mendatangkan peristiwa-peristiwa yang mengerikan ke atas umat-Nya yang murtad.
10. Dari cara Yehuwa berurusan dengan Yehuda, apa yang dapat kita ketahui tentang pandangan-Nya mengenai Susunan Kristen?
10 Demikian juga, Susunan Kristen pada zaman modern telah mempraktekkan hal-hal yang tidak disenangi Yehuwa. Penyembahan berhala berkembang di gereja-gerejanya, filsafat dan tradisi yang tidak berdasarkan Alkitab dijunjung dari mimbarnya, dan upayanya mengejar kekuasaan politik telah menjerumuskannya lebih jauh ke dalam hubungan perzinaan rohani dengan bangsa-bangsa dunia. (Markus 7:13; Penyingkapan 18:4, 5, 9) Seperti halnya Yerusalem zaman dahulu, hukuman yang setimpal untuk Susunan Kristen—perkara ”yang mengerikan”—pasti akan menimpanya. Salah satu alasan mengapa ia pasti dihukum adalah caranya ia telah memperlakukan umat Allah.
11. (a) Apa yang memperparah dosa orang-orang murtad pada zaman Yesaya? (b) Dalam arti apa orang-orang yang sezaman dengan Yesaya mengucilkan orang yang setia ’oleh karena nama Allah’?
11 Yesaya melanjutkan, ”Dengarlah firman Yehuwa, hai, kamu sekalian yang gemetar karena perkataannya, ’Saudara-saudaramu yang membenci kamu, yang mengucilkan kamu oleh karena namaku, mengatakan, ”Kiranya Yehuwa dimuliakan!” Ia juga akan datang dan membuatmu bersukacita, dan merekalah yang akan dipermalukan.’” (Yesaya 66:5) ’Saudara-saudara’ Yesaya, orang-orang sebangsanya, memikul tanggung jawab yang Allah berikan, yaitu untuk mewakili Allah Yehuwa dan tunduk kepada kedaulatan-Nya. Kegagalan mereka untuk melakukannya merupakan dosa yang benar-benar serius. Akan tetapi, yang memperparah dosa mereka adalah kebencian mereka terhadap orang yang setia dan rendah hati seperti Yesaya. Orang-orang murtad ini membenci dan mengucilkan orang yang setia karena mereka ini mewakili Allah Yehuwa dengan cara yang benar. Dalam arti inilah pengucilan tersebut dilakukan ’oleh karena nama Allah’. Pada waktu yang sama, hamba-hamba palsu Yehuwa ini mengaku mewakili Dia, dan dengan berlagak saleh menggunakan ungkapan keagamaan seperti ”Kiranya Yehuwa dimuliakan!”a
12. Apa beberapa contoh penganiayaan yang dilakukan orang-orang beragama yang munafik terhadap hamba-hamba setia Yehuwa?
12 Kebencian yang dimiliki agama palsu terhadap para pemeluk ibadat murni bukanlah sesuatu yang baru. Hal ini merupakan penggenapan lebih jauh atas nubuat di Kejadian 3:15, yang meramalkan adanya permusuhan yang panjang antara benih Setan dan Benih wanita Allah. Yesus memberi tahu para pengikutnya yang terurap pada abad pertama bahwa mereka juga akan menderita di tangan rekan-rekan sebangsa mereka—dikucilkan dari sinagoga dan dianiaya bahkan sampai mati. (Yohanes 16:2) Dan, bagaimana keadaannya pada zaman modern? Pada awal ”hari-hari terakhir”, umat Allah melihat bahwa penganiayaan yang sama akan terjadi. (2 Timotius 3:1) Pada tahun 1914, majalah The Watch Tower mengutip Yesaya 66:5, sewaktu menulis, ”Hampir semua penganiayaan yang menimpa umat Allah datangnya dari orang-orang yang mengaku diri Kristen.” Artikel yang sama juga mengatakan, ”Kita tidak tahu apakah orang-orang ini akan melakukan yang terburuk pada zaman kita—mengucilkan kita dari masyarakat, menghambat gerak maju organisasi, mungkin membunuh secara fisik.” Kata-kata ini terbukti benar! Tidak lama setelah pernyataan ini diterbitkan, penganiayaan yang disulut para pemimpin agama mencapai puncaknya pada Perang Dunia I. Namun sebagaimana dinubuatkan, Susunan Kristen dipermalukan. Bagaimana?
Pemulihan yang Cepat dan Mendadak
13. Pada penggenapannya yang pertama, apa yang dimaksud dengan ”bunyi huru-hara di kota” itu?
13 Yesaya bernubuat, ”Ada bunyi huru-hara di kota, suara dari bait! Itulah suara Yehuwa yang melakukan pembalasan yang setimpal kepada musuh-musuhnya.” (Yesaya 66:6) Pada penggenapan pertama kata-kata ini, ”kota” yang dimaksud adalah Yerusalem, lokasi bait Yehuwa. ”Bunyi huru-hara” menyiratkan hiruk pikuk perang, yang terdengar di kota pada waktu para penyerbu Babilon datang menyerang pada tahun 607 SM. Namun, bagaimana dengan penggenapannya pada zaman modern?
14. (a) Apa yang Maleakhi ramalkan tentang kedatangan Yehuwa ke bait-Nya? (b) Menurut nubuat Yehezkiel, apa yang dihasilkan ketika Yehuwa datang ke bait-Nya? (c) Kapan Yehuwa dan Yesus memeriksa bait rohani, dan bagaimana pengaruhnya terhadap orang-orang yang mengaku mewakili ibadat murni?
14 Kata-kata Yesaya tersebut selaras dengan dua nubuat lain, yang satu dicatat di Yehezkiel 43:4, 6-9 dan yang lain di Maleakhi 3:1-5. Yehezkiel maupun Maleakhi meramalkan suatu masa manakala Allah Yehuwa datang ke bait-Nya. Nubuat Maleakhi menunjukkan bahwa Yehuwa datang untuk memeriksa rumah-Nya, pusat ibadat murni, dan untuk bertindak sebagai Pemurni, menolak orang-orang yang mewakili Dia dengan cara yang tidak benar. Penglihatan Yehezkiel menggambarkan Yehuwa sedang memasuki bait dan menuntut agar semua bekas perbuatan amoral dan penyembahan berhala disingkirkan.b Dalam penggenapan zaman modern atas nubuat-nubuat ini, ada perkembangan rohani yang penting pada tahun 1918 sehubungan dengan ibadat Yehuwa. Yehuwa dan Yesus tampaknya melakukan pemeriksaan atas semua orang yang mengaku mewakili ibadat murni. Sebagai hasil pemeriksaan itu, Susunan Kristen yang bejat dicampakkan untuk seterusnya. Bagi para pengikut Kristus yang terurap, pemeriksaan tersebut berarti masa pemurnian singkat, yang dengan cepat disusul oleh suatu pemulihan rohani pada tahun 1919.—1 Petrus 4:17.
15. Kelahiran apa yang diramalkan, dan bagaimana hal ini digenapi pada tahun 537 SM?
15 Pemulihan ini dengan tepat digambarkan oleh ayat-ayat berikutnya dalam buku Yesaya, ”Sebelum ia mengalami sakit bersalin, ia sudah melahirkan. Sebelum nyeri bersalin menimpanya, ia sudah melahirkan anak laki-laki. Siapakah yang pernah mendengar hal seperti ini? Siapakah yang pernah melihat hal-hal seperti ini? Apakah suatu negeri akan dihasilkan dengan sakit bersalin dalam satu hari? Atau apakah suatu bangsa akan dilahirkan dalam sesaat? Karena Zion telah mengalami sakit bersalin dan juga melahirkan anak-anak lelakinya.” (Yesaya 66:7, 8) Bagi orang Yahudi buangan di Babilon, kata-kata ini memiliki penggenapan pertama yang menggetarkan. Zion, atau Yerusalem, kembali digambarkan sebagai seorang wanita yang sedang melahirkan, tetapi kelahiran tersebut sungguh aneh! Proses itu begitu cepat, begitu mendadak, sehingga sudah terjadi sebelum nyeri bersalin mulai dirasakan! Gambaran ini sangat cocok. Kelahiran kembali umat Allah sebagai suatu bangsa pada tahun 537 SM terjadi dengan sangat cepat dan mendadak, seolah-olah secara mukjizat. Coba bayangkan, kurun waktu antara peristiwa Kores membebaskan orang Yahudi dari penawanan dan peristiwa kaum sisa yang setia tiba di tanah asal mereka adalah beberapa bulan saja! Betapa jauh bedanya dengan kejadian-kejadian menjelang kelahiran semula bangsa Israel! Pada tahun 537 SM, mereka tidak perlu memohon kebebasan dari raja yang keras kepala, mereka tidak perlu melarikan diri dari bala tentara yang kejam, mereka tidak perlu tinggal di padang belantara selama 40 tahun.
16. Pada penggenapan modern atas Yesaya 66:7, 8, apa yang digambarkan oleh Zion, dan bagaimana keturunannya mengalami kelahiran kembali?
16 Dalam penggenapannya pada zaman modern, Zion menggambarkan ”wanita” surgawi Yehuwa, organisasi surgawi-Nya yang terdiri dari makhluk-makhluk roh. Pada tahun 1919 ”wanita” ini bersukacita melihat kelahiran putra-putra terurapnya di bumi sebagai umat yang terorganisasi, ”suatu bangsa”. Kelahiran kembali tersebut terjadi dengan sangat cepat dan mendadak.c Dalam waktu beberapa bulan saja, kaum terurap secara kelompok berubah dari keadaan tanpa kegiatan, seperti mati, menjadi keadaan yang sangat aktif dan penuh semangat di ”negeri” mereka, yaitu wilayah kegiatan rohani yang Allah berikan. (Penyingkapan 11:8-12) Pada musim gugur tahun 1919, mereka bahkan mengumumkan terbitnya sebuah jurnal baru sebagai pelengkap The Watch Tower. Dengan nama The Golden Age (sekarang Sedarlah!), publikasi baru ini merupakan bukti bahwa umat Allah sudah digiatkan kembali dan sekali lagi diorganisasi untuk melakukan pelayanan.
17. Bagaimana Yehuwa meyakinkan umat-Nya bahwa tidak ada yang dapat mencegah Dia dalam melaksanakan maksud-tujuan-Nya sehubungan dengan Israel rohani?
17 Tidak ada kekuatan di alam semesta yang dapat mencegah kelahiran kembali secara rohani ini. Ayat berikutnya dengan jelas berbicara tentang kelahiran tersebut, ”’Mengenai aku, apakah aku akan membuat rahim terbuka tetapi tidak membuatnya melahirkan?’ kata Yehuwa. ’Atau apakah aku membuat orang melahirkan dan apakah aku yang menutup rahim?’ kata Allahmu.” (Yesaya 66:9) Sebagaimana proses kelahiran tidak dapat dihentikan setelah mulai, demikian juga kelahiran kembali Israel rohani, begitu mulai, proses itu tak dapat dihentikan. Memang, ada tentangan, dan kemungkinan besar akan ada lebih banyak tentangan di kemudian hari. Hanya Yehuwa yang dapat menghentikan apa yang dimulai-Nya, tetapi tidak pernah Ia berbuat demikian! Lalu, bagaimana Yehuwa memperlakukan umat-Nya yang digiatkan kembali?
Pemeliharaan Yehuwa yang Lembut
18, 19. (a) Ilustrasi apa yang menyentuh hati yang Yehuwa gunakan, dan bagaimana hal ini berlaku bagi umat-Nya yang dibuang? (b) Bagaimana kaum sisa terurap dewasa ini memperoleh manfaat dari makanan dan pemeliharaan yang diberikan dengan pengasih?
18 Empat ayat berikutnya memberikan gambaran yang menyentuh hati tentang pemeliharaan Yehuwa yang lembut. Pertama-tama, Yesaya mengatakan, ”Bersukacitalah dengan Yerusalem dan bergembiralah bersamanya, hai, kamu para kekasihnya. Bersukarialah dengannya, hai, kamu yang terus berkabung untuknya; karena kamu akan mengisap buah dada penghiburan penuh yang diberikan olehnya, dan akan kenyang; karena kamu akan menyesap dan mengalami kesenangan yang luar biasa karena puting susu kemuliaannya.” (Yesaya 66:10, 11) Di sini, Yehuwa menggunakan ilustrasi seorang wanita yang menyusui bayinya. Sewaktu seorang bayi merasa lapar, ia terus menangis. Akan tetapi, bila ia didekatkan ke buah dada ibunya untuk disusui, kesedihannya berubah menjadi kebahagiaan dan kepuasan. Demikian juga, kaum sisa orang Yahudi yang setia di Babilon dengan cepat akan dibawa dari keadaan berkabung kepada keadaan berbahagia dan puas pada waktu kelepasan dan pemulihan tiba. Mereka akan bersukacita. Kemuliaan Yerusalem akan diperbarui seraya kota itu dibangun dan dihuni kembali. Selanjutnya, kemuliaan kota itu akan menyambut penduduknya yang setia. Sekali lagi, mereka akan mendapatkan makanan rohani melalui keimaman yang aktif.—Yehezkiel 44:15, 23.
19 Israel rohani juga diberkati dengan makanan yang berlimpah setelah pemulihannya pada tahun 1919. Sejak saat itu, makanan rohani yang disalurkan melalui ”budak yang setia dan bijaksana” akan mengalir secara teratur. (Matius 24:45-47) Inilah masa penghiburan dan sukacita bagi kaum sisa terurap. Akan tetapi, masih ada berkat-berkat lain.
20. Bagaimana Yerusalem telah diberkati dengan ”aliran deras yang meluap”, baik pada zaman dahulu maupun pada zaman modern?
20 Nubuat itu selanjutnya mengatakan, ”Inilah firman Yehuwa, ’Lihat, aku mengulurkan damai kepadanya seperti sungai dan kemuliaan bangsa-bangsa, seperti aliran deras yang meluap, dan kamu pasti akan mengisapnya. Kamu akan digendong, dan kamu akan dibelai di atas lutut.’” (Yesaya 66:12) Di sini, gambaran bayi yang menyusu digabungkan dengan gambaran aliran berkat yang limpah—”sungai” dan ”aliran deras yang meluap”. Yerusalem akan diberkati bukan hanya dengan damai yang limpah dari Yehuwa, melainkan juga dengan ”kemuliaan bangsa-bangsa”, yang mengalir kepada umat Allah dan memberkati mereka. Ini berarti bahwa bangsa-bangsa akan mengalir deras kepada umat Yehuwa. (Hagai 2:7) Dalam penggenapannya pada zaman dahulu, sejumlah orang dari berbagai bangsa memang menggabungkan diri dengan Israel, menjadi proselit Yahudi. Namun, penggenapan yang jauh lebih besar telah terjadi pada zaman kita sewaktu ”suatu kumpulan besar . . . dari semua bangsa dan suku dan umat dan bahasa”—benar-benar aliran deras manusia yang meluap—telah menggabungkan diri dengan kaum sisa Yahudi rohani.—Penyingkapan 7:9; Zakharia 8:23.
21. Melalui sebuah gambaran yang menggugah hati, penghiburan macam apa yang diramalkan?
21 Yesaya 66:12 juga berbicara tentang ungkapan kasih seorang ibu—membelai seorang anak di atas lutut dan menggendongnya. Di ayat berikutnya, gagasan yang sama diungkapkan dengan peralihan perspektif yang menarik. ”Seperti seorang pria yang ibunya terus menghiburnya, demikianlah aku akan terus menghibur kamu sekalian; dan dalam hal Yerusalem, kamu akan dihibur.” (Yesaya 66:13) Sekarang, sang anak adalah ”seorang pria”, seorang dewasa. Namun, ibunya masih mau memberikan penghiburan kepadanya pada waktu kesesakan.
22. Bagaimana Yehuwa memperlihatkan kelembutan dan kekuatan kasih-Nya?
22 Dengan cara yang menggugah hati ini, Yehuwa mengilustrasikan kekuatan dan kelembutan kasih-Nya bagi umat-Nya. Bahkan kasih yang paling besar dari seorang ibu hanyalah gambaran kecil-kecilan dari kasih Yehuwa yang dalam bagi umat-Nya yang setia. (Yesaya 49:15) Sungguh penting bagi semua orang Kristen untuk mencerminkan sifat Bapak surgawi mereka ini! Rasul Paulus telah melakukannya, dan dengan demikian telah meninggalkan teladan yang bagus bagi para penatua di sidang Kristen. (1 Tesalonika 2:7) Yesus mengatakan bahwa kasih persaudaraan akan menjadi tanda pengenal utama para pengikutnya.—Yohanes 13:34, 35.
23. Lukiskan kebahagiaan umat Yehuwa yang telah dipulihkan.
23 Yehuwa menyatakan kasih-Nya melalui tindakan. Oleh karena itu, Ia melanjutkan, ”Kamu akan melihat, dan hatimu akan sangat bersukacita, dan tulang-tulangmu akan bertunas seperti rumput yang lembut. Dan perbuatan tangan Yehuwa pasti akan diberitahukan kepada hamba-hambanya, tetapi ia akan mengecam musuh-musuhnya.” (Yesaya 66:14) Seorang pakar tata bahasa Ibrani berpendapat bahwa ungkapan ”kamu akan melihat” menyiratkan bahwa ke mana pun orang-orang buangan yang kembali itu memandang di negeri mereka yang dipulihkan, ”mereka hanya akan melihat sukacita”. Sesungguhnya, mereka akan sangat bersukacita dan bersukaria bahwa mereka telah dipulihkan ke tanah asal mereka yang tercinta. Mereka akan merasa muda kembali, seolah-olah tulang-tulang mereka menjadi kuat kembali, disegarkan bagaikan rumput di musim semi. Semua akan tahu bahwa keadaan diberkati ini terwujud bukan karena upaya manusia melainkan berkat ”tangan Yehuwa”.
24. (a) Apa yang dapat kita simpulkan bila mengingat peristiwa-peristiwa yang mempengaruhi umat Yehuwa dewasa ini?(b) Apa yang hendaknya menjadi tekad kita?
24 Dapatkah Saudara melihat tangan Yehuwa sedang bekerja di antara umat-Nya sekarang ini? Tidak ada manusia yang dapat mewujudkan pemulihan ibadat murni. Tidak mungkin ada manusia yang dapat menyebabkan jutaan orang yang berharga dari segala bangsa berduyun-duyun menggabungkan diri dengan kaum sisa yang setia di negeri rohani mereka. Allah Yehuwa sajalah yang dapat melakukan hal-hal seperti itu. Semua pernyataan kasih Yehuwa ini memberi kita alasan untuk memiliki sukacita yang teramat dalam. Semoga kita selalu menghargai kasih-Nya. Biarlah kita selalu ’gemetar karena perkataan-Nya’. Marilah kita bertekad untuk hidup berdasarkan prinsip-prinsip Alkitab dan mendapatkan kesenangan karena melayani Yehuwa.
[Catatan Kaki]
a Dewasa ini, banyak orang dalam Susunan Kristen yang tidak mau menggunakan nama pribadi Yehuwa, bahkan sampai menyingkirkan nama itu dari banyak terjemahan Alkitab. Ada yang mengejek umat Allah karena menggunakan nama pribadi-Nya. Sedangkan banyak dari antara orang-orang ini berlagak saleh dengan menggunakan istilah ”Haleluya”, yang berarti ”Pujilah Yah”.
b Ungkapan ”mayat raja-raja mereka”, yang digunakan di Yehezkiel 43:7, 9, memaksudkan berhala-berhala. Para pemimpin dan penduduk Yerusalem yang suka memberontak telah mencemari bait Allah dengan berhala-berhala dan, dapat dikatakan, telah menjadikan berhala-berhala ini raja.
c Kelahiran yang dinubuatkan di sini tidak sama dengan yang digambarkan di Penyingkapan 12:1, 2, 5. Dalam pasal di buku Penyingkapan itu, ”putra, seorang laki-laki” menggambarkan Kerajaan Mesianik, yang mulai berfungsi pada tahun 1914. Namun, ”wanita” yang disebutkan di kedua nubuat tersebut sama.
[Gambar di hlm. 395]
”Segala sesuatu adalah buatan tanganku”
[Gambar di hlm. 402]
Yehuwa akan mengulurkan kepada Zion ”kemuliaan bangsa-bangsa”
-
-
Terang bagi Bangsa-BangsaNubuat Yesaya—Terang bagi Seluruh Umat Manusia II
-
-
Pasal Dua Puluh Delapan
Terang bagi Bangsa-Bangsa
1, 2. Mengapa terang sangat penting, dan kegelapan macam apa menyelubungi bumi dewasa ini?
YEHUWA adalah Sumber terang, ”Pemberi matahari untuk penerangan pada siang hari, ketetapan bagi bulan dan bintang-bintang untuk penerangan pada malam hari”. (Yeremia 31:35) Atas dasar ini saja, Ia harus diakui sebagai Sumber kehidupan, karena terang berarti kehidupan. Jika bumi tidak terus mendapatkan kehangatan dan terang matahari, kehidupan sebagaimana yang kita ketahui adalah mustahil. Planet kita tidak akan dapat dihuni.
2 Oleh karena itu, yang menjadi perhatian utama kita adalah Yehuwa menubuatkan suatu masa kegelapan, bukan terang, untuk zaman kita. Di bawah ilham, Yesaya menulis, ”Lihat! kegelapan akan menutupi bumi, dan kesuraman menutupi kelompok-kelompok bangsa.” (Yesaya 60:2) Tentu saja, kata-kata ini ber kaitan dengan kegelapan rohani, bukan jasmani, tetapi keseriusan kata-kata ini hendaknya tidak disepelekan. Pada akhirnya, kehidupan menjadi mustahil bagi orang yang tidak memiliki terang rohani, sebagaimana hal itu mustahil bagi orang yang tidak mendapatkan terang matahari.
3. Pada masa-masa gelap ini, di mana kita dapat mencari terang?
3 Selama masa-masa gelap ini, kita tidak dapat mengabaikan terang rohani yang Yehuwa sediakan bagi kita. Penting agar kita berpaling kepada Firman Allah untuk menerangi jalan kita, membaca Alkitab setiap hari jika mungkin. (Mazmur 119:105) Perhimpunan-perhimpunan Kristen menyediakan kesempatan bagi kita untuk saling menganjurkan agar tetap berada di ”jalan orang-orang adil-benar”. (Amsal 4:18; Ibrani 10:23-25) Kekuatan yang kita peroleh dari pelajaran Alkitab yang rajin dan pergaulan Kristen yang sehat membantu kita agar tidak ditelan kegelapan ”hari-hari terakhir” ini, yang akan memuncak pada ”hari kemarahan Yehuwa” yang besar. (2 Timotius 3:1; Zefanya 2:3) Hari itu datang dengan cepat! Kedatangan hari itu sama pastinya dengan kedatangan hari kemarahan Allah ke atas penduduk Yerusalem zaman dahulu.
Yehuwa ”Memulai Persengketaan”
4, 5. (a) Bagaimana Yehuwa datang ke Yerusalem? (b) Mengapa kita dapat menyimpulkan bahwa hanya relatif sedikit yang akan selamat dari pembinasaan Yerusalem pada tahun 607 SM? (Lihat catatan kaki.)
4 Dalam ayat-ayat penutup nubuat Yesaya yang mendebarkan ini, Yehuwa dengan jelas menggambarkan peristiwa-peristiwa yang mengarah ke hari kemarahan-Nya. Kita membaca, ”Yehuwa datang seperti api, dan kereta-keretanya seperti angin badai, untuk membalaskan kemarahannya dengan murka yang hebat dan hardikannya dengan nyala api. Sebab seperti api, Yehuwa akan memulai persengketaan, ya, dengan pedangnya, melawan semua makhluk; dan orang yang dibunuh Yehuwa pasti akan banyak jumlahnya.”—Yesaya 66:15, 16.
5 Kata-kata ini seharusnya membantu orang-orang yang hidup sezaman dengan Yesaya untuk menyadari seriusnya keadaan mereka. Saatnya sudah semakin dekat manakala orang Babilon, sebagai eksekutor Yehuwa, akan menyerang Yerusalem, kereta-kereta mereka menimbulkan awan debu seperti angin badai. Pemandangan yang benar-benar membangkitkan rasa takut! Yehuwa akan menggunakan para penyerbu ini untuk melaksanakan penghukuman-Nya yang bernyala-nyala atas semua ”makhluk” Yahudi yang tidak setia. Pada waktu itu, seakan-akan Yehuwa sendiri yang berperang melawan umat-Nya. ’Murka-Nya yang hebat’ tidak dapat dihalau. Banyak orang Yahudi akan ”dibunuh Yehuwa”. Pada tahun 607 SM, nubuat ini digenapi.a
6. Praktek-praktek menjijikkan apa yang terjadi di Yehuda?
6 Apakah Yehuwa dapat dibenarkan dalam ”memulai persengketaan” terhadap umat-Nya? Tentu saja! Sering kali dalam pembahasan kita tentang buku Yesaya, kita melihat bahwa orang Yahudi, meskipun telah berbakti kepada Yehuwa, sangat dipengaruhi ibadat palsu—dan Yehuwa tidak menutup mata terhadap tindakan mereka. Hal itu kita lihat kembali dalam kata-kata nubuat berikut ini, ”’Mereka yang menyucikan diri dan mentahirkan diri demi taman-taman, di belakang dia yang ada di tengah, sambil memakan daging babi dan sesuatu yang sangat menjijikkan, bahkan hewan-pengerat loncat, mereka semua akan sampai pada kesudahan mereka,’ demikian ucapan Yehuwa.” (Yesaya 66:17) Apakah orang-orang Yahudi itu ”menyucikan diri dan mentahirkan diri” guna mempersiapkan diri untuk ibadat murni? Jelas tidak. Sebaliknya, mereka melakukan ritus pentahiran gaya kafir di taman-taman khusus. Setelah itu, mereka dengan rakus melahap daging babi dan binatang-binatang lain yang dianggap najis oleh Hukum Musa.—Imamat 11:7, 21-23.
7. Bagaimana Susunan Kristen mirip dengan Yehuda yang menyembah berhala?
7 Keadaan yang benar-benar menjijikkan bagi suatu bangsa yang berada dalam hubungan perjanjian dengan satu-satunya Allah yang benar! Namun pertimbangkanlah: Keadaan yang menjijikkan seperti itu juga ada dewasa ini di antara agama-agama Susunan Kristen. Mereka juga mengaku melayani Allah, dan banyak di antara para pemimpin mereka yang berlagak saleh. Namun, mereka mencemarkan diri dengan ajaran-ajaran dan tradisi kafir yang memperlihatkan bahwa mereka berada dalam kegelapan rohani. Alangkah pekatnya kegelapan itu!—Matius 6:23; Yohanes 3:19, 20.
’Mereka Akan Melihat Kemuliaan-Ku’
8. (a) Apa yang akan menimpa Yehuda dan Susunan Kristen? (b) Dalam arti apa bangsa-bangsa akan ’melihat kemuliaan Yehuwa’?
8 Apakah Yehuwa mengamati tindakan yang tercela dan ajaran-ajaran palsu Susunan Kristen? Bacalah kata-kata Yehuwa berikut ini, yang dicatat Yesaya, lalu perhatikan kesimpulan Saudara, ”Sehubungan dengan hasil karya mereka dan pikiran mereka, aku datang untuk mengumpulkan semua bangsa dan bahasa; dan mereka akan datang dan melihat kemuliaanku.” (Yesaya 66:18) Yehuwa mengetahui dan siap menghukum bukan saja hasil karya, yaitu perbuatan, orang-orang yang mengaku sebagai hamba-hamba-Nya, melainkan juga pikiran mereka. Yehuda mengaku percaya kepada Yehuwa, tetapi penyembahan berhalanya dan praktek-praktek kafirnya memungkiri pengakuan itu. Sia-sia saja penduduknya ”memurnikan” diri mereka menurut ritus-ritus kafir. Bangsa itu akan dibinasakan, dan sewaktu itu terjadi, para tetangganya yang menyembah berhala akan melihat kejadiannya dengan lengkap. Mereka ini akan ’melihat kemuliaan Yehuwa’, yang berarti bahwa mereka akan menyaksikan peristiwa itu dan terpaksa mengakui bahwa firman Yehuwa telah tergenap. Bagaimana semua ini terjadi atas Susunan Kristen? Ketika ajalnya tiba, banyak di antara bekas teman dan mitra bisnisnya akan terpaksa berdiri saja dan melihat dengan tidak berdaya seraya firman Yehuwa digenapi.—Yeremia 25:31-33; Penyingkapan 17:15-18; 18:9-19.
9. Kabar baik apa yang Yehuwa beritakan?
9 Apakah pembinasaan Yerusalem pada tahun 607 SM mengartikan bahwa Yehuwa tidak akan lagi memiliki saksi-saksi di bumi? Tidak. Para pemelihara integritas yang terpuji, seperti Daniel dan ketiga temannya, akan terus melayani Yehuwa bahkan sebagai orang buangan di Babilon. (Daniel 1:6, 7) Ya, barisan saksi-saksi Yehuwa yang setia tidak akan terputus, dan pada akhir 70 tahun, pria dan wanita yang setia akan meninggalkan Babilon dan kembali ke Yehuda untuk memulihkan ibadat murni di sana. Itulah yang Yehuwa bicarakan selanjutnya, ”Aku akan memasang suatu tanda di antara mereka, dan aku akan mengutus beberapa orang yang terluput kepada bangsa-bangsa, yaitu ke Tarsyis, Pul, dan Lud, orang-orang yang menarik busur, ke Tubal dan Yawan, pulau-pulau yang jauh sekali, yang belum pernah mendengar laporan tentang aku atau melihat kemuliaanku; dan mereka pasti akan menceritakan kemuliaanku di antara bangsa-bangsa.”—Yesaya 66:19.
10. (a) Bagaimana orang Yahudi yang setia yang dibebaskan dari Babilon menjadi suatu tanda? (b) Siapa dewasa ini yang berperan sebagai tanda?
10 Sekumpulan pria dan wanita setia yang kembali ke Yerusalem pada tahun 537 SM akan menjadi tanda yang luar biasa, bukti bahwa Yehuwa telah membebaskan umat-Nya. Siapa yang pernah membayangkan bahwa orang Yahudi tawanan pada suatu hari akan bebas menjalankan ibadat murni di bait Yehuwa? Dengan cara yang serupa pada abad pertama, orang-orang yang menjadi ”tanda-tanda dan mukjizat-mukjizat” adalah orang-orang Kristen terurap, dan kepada merekalah orang-orang yang lembut hati yang ingin melayani Yehuwa datang berkumpul. (Yesaya 8:18; Ibrani 2:13) Dewasa ini, orang-orang Kristen terurap, yang menjadi sejahtera di negeri mereka yang dipulihkan, berperan sebagai tanda yang luar biasa di bumi. (Yesaya 66:8) Mereka adalah bukti hidup akan kuasa roh Yehuwa sehingga menarik orang-orang yang lembut hati yang terdorong untuk melayani Yehuwa.
11. (a) Setelah pemulihan, bagaimana orang-orang dari bangsa-bangsa akan belajar tentang Yehuwa? (b) Bagaimana Zakharia 8:23 pertama kali digenapi?
11 Namun, setelah pemulihan pada tahun 537 SM, apakah orang-orang dari bangsa-bangsa yang belum mendengar laporan tentang Yehuwa dapat mengenal Dia? Nah, tidak semua orang Yahudi yang setia akan kembali ke Yerusalem pada akhir penawanan Babilon. Beberapa orang, seperti Daniel, akan tetap tinggal di Babilon. Yang lain-lain akan menyebar ke empat penjuru bumi. Pada abad kelima SM, ada orang-orang Yahudi yang tinggal di berbagai tempat di Imperium Persia. (Ester 1:1; 3:8) Pastilah, beberapa di antara mereka bercerita tentang Yehuwa kepada tetangga-tetangga kafir mereka, karena banyak orang dari bangsa-bangsa itu menjadi proselit Yahudi. Itulah yang tampaknya terjadi dengan sida-sida Etiopia, yang mendengar pengabaran murid Kristen Filipus pada abad pertama. (Kisah 8:26-40) Semua ini terjadi sebagai penggenapan pertama kata-kata nabi Zakharia, ”Akan terjadi pada hari-hari tersebut bahwa sepuluh pria dari segala bahasa bangsa-bangsa akan memegang, ya, mereka akan memegang punca baju seorang pria, yaitu seorang Yahudi, dengan mengatakan, ’Kami mau pergi bersama kamu sekalian, karena kami telah mendengar bahwa Allah menyertai kamu sekalian.’” (Zakharia 8:23) Yehuwa benar-benar mengirimkan terang kepada bangsa-bangsa!—Mazmur 43:3.
Membawa ”Pemberian bagi Yehuwa”
12, 13. Bagaimana ’saudara-saudara’ dibawa ke Yerusalem pada awal tahun 537 SM?
12 Setelah Yerusalem dibangun kembali, orang-orang Yahudi yang tersebar jauh dari tanah asal mereka akan memandang kota itu serta keimamannya yang dipulihkan sebagai pusat ibadat murni. Banyak dari antara mereka akan mengadakan perjalanan jauh untuk menghadiri festival-festival tahunan di sana. Di bawah ilham, Yesaya menulis, ”’Mereka pasti akan membawa semua saudaramu keluar dari semua bangsa sebagai pemberian bagi Yehuwa, di atas kuda, kereta, pedati tertutup, bagal, dan unta betina yang cepat, sampai ke gunung kudusku, Yerusalem,’ kata Yehuwa, ’sama seperti pada waktu putra-putra Israel membawa pemberian dalam bejana yang tahir ke dalam rumah Yehuwa. Juga dari mereka aku akan mengambil beberapa untuk menjadi imam-imam dan orang-orang Lewi.’”—Yesaya 66:20, 21.
13 Beberapa di antara ’saudara-saudara yang keluar dari semua bangsa’ hadir pada hari Pentakosta sewaktu roh kudus dicurahkan ke atas murid-murid Yesus. Catatannya berbunyi, ”Adapun di Yerusalem tinggal orang-orang Yahudi, orang-orang saleh, dari setiap bangsa di bawah langit.” (Kisah 2:5) Mereka datang ke Yerusalem untuk beribadat menurut kebiasaan Yahudi, tetapi ketika mereka mendengar kabar baik tentang Yesus Kristus, banyak yang memperlihatkan iman kepadanya dan dibaptis.
14, 15. (a) Bagaimana orang-orang Kristen terurap mengumpulkan lebih banyak ’saudara’ rohani mereka setelah Perang Dunia I, dan bagaimana mereka dibawa kepada Yehuwa sebagai suatu ”pemberian dalam bejana yang tahir”? (b) Bagaimana Yehuwa ”mengambil beberapa untuk menjadi imam-imam”? (c) Siapakah beberapa orang Kristen terurap yang turut dalam pengumpulan saudara-saudara rohani mereka? (Lihat kotak di halaman ini.)
14 Apakah nubuat ini memiliki penggenapan pada zaman modern? Ya, benar. Setelah Perang Dunia I, hamba-hamba Yehuwa yang terurap memahami dari Alkitab bahwa Kerajaan Allah telah berdiri di surga pada tahun 1914. Melalui pelajaran Alkitab yang saksama, mereka mengetahui bahwa ahli waris tambahan, atau ’saudara-saudara’, dari Kerajaan itu, harus dikumpulkan. Para pelayan Allah yang tak kenal gentar pergi ke ”bagian yang paling jauh di bumi”, menggunakan segala macam sarana angkutan, dalam mencari calon-calon anggota kaum sisa, yang kebanyakan dari antara mereka sebelumnya bergabung dengan gereja-gereja Susunan Kristen. Ketika orang-orang ini ditemukan, mereka dibawa masuk sebagai pemberian bagi Yehuwa.—Kisah 1:8.
15 Kaum terurap yang dikumpulkan pada tahun-tahun awal tidak berharap bahwa Yehuwa akan menerima mereka dalam keadaan mereka sebelum mengetahui kebenaran Alkitab. Mereka mengambil langkah-langkah untuk membersihkan diri dari pencemaran rohani dan moral sehingga mereka dapat dipersembahkan sebagai suatu ”pemberian dalam bejana yang tahir”, atau seperti yang dikatakan rasul Paulus, ”perawan yang murni kepada Kristus”. (2 Korintus 11:2) Selain menolak kesalahan doktrin, kaum terurap juga belajar caranya untuk tetap sepenuhnya netral dalam urusan-urusan politik dunia ini. Pada tahun 1931, ketika hamba-hamba-Nya sudah dibersihkan secukupnya, Yehuwa dengan murah hati memberi mereka hak istimewa untuk menyandang nama-Nya sebagai Saksi-Saksi Yehuwa. (Yesaya 43:10-12) Namun, bagaimana Yehuwa ”mengambil beberapa untuk menjadi imam-imam”? Secara kolektif, orang-orang terurap ini telah menjadi bagian dari ”keimaman kerajaan, bangsa yang kudus”, mempersembahkan korban pujian kepada Allah.—1 Petrus 2:9; Yesaya 54:1; Ibrani 13:15.
Pekerjaan Pengumpulan Berlanjut
16, 17. Siapakah yang dimaksud dengan ”keturunan kamu sekalian” setelah Perang Dunia I?
16 Jumlah lengkap ”keimaman kerajaan” itu adalah 144.000, dan pada waktunya, pengumpulan mereka selesai. (Penyingkapan 7:1-8; 14:1) Apakah hal itu berarti akhir dari pekerjaan pengumpulan? Tidak. Nubuat Yesaya melanjutkan, ”’Sama seperti langit baru dan bumi baru yang kubuat, tetap ada di hadapanku, demikianlah keturunan kamu sekalian dan nama kamu sekalian akan tetap ada,’ demikian ucapan Yehuwa.” (Yesaya 66:22) Dalam penggenapan pertama kata-kata ini, orang Yahudi yang kembali dari penawanan Babilon akan mulai membesarkan anak-anak. Oleh karena itu, kaum sisa Yahudi yang dipulihkan, ”bumi baru”, di bawah pemerintahan Yahudi yang baru, ”langit baru”, akan berdiri dengan kokoh. Namun, nubuat ini memiliki penggenapan yang paling menakjubkan pada zaman kita.
17 ”Keturunan” dari bangsa saudara-saudara rohani adalah ”kumpulan besar”, yang memiliki harapan kehidupan abadi di bumi. Mereka datang ”dari semua bangsa dan suku dan umat dan bahasa”, dan mereka berdiri ”di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba”. Mereka ”telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih dalam darah Anak Domba”. (Penyingkapan 7:9-14; 22:17) Dewasa ini, ”kumpulan besar” berpaling dari kegelapan rohani kepada terang yang Yehuwa sediakan. Mereka memperlihatkan iman akan Yesus Kristus, dan seperti saudara-saudari terurap mereka, mereka berupaya untuk tetap bersih secara rohani dan moral. Sebagai suatu kelompok, mereka terus melayani di bawah pengarahan Kristus dan akan ”tetap ada” selama-lamanya!—Mazmur 37:11, 29.
18. (a) Seperti saudara-saudara terurap mereka, apa yang dilakukan anggota-anggota kumpulan besar? (b) Bagaimana kaum terurap dan rekan-rekan mereka menyembah Yehuwa ”dari bulan baru ke bulan baru dan dari sabat ke sabat”?
18 Pria dan wanita yang bekerja keras dan memiliki harapan di bumi ini tahu bahwa meskipun penting untuk tetap bersih secara moral dan rohani, masih banyak yang dibutuhkan untuk dapat menyenangkan Yehuwa. Pekerjaan pengumpulan sedang gencar-gencarnya, dan mereka ingin ambil bagian di dalamnya. Tentang mereka, buku Penyingkapan bernubuat, ”Mereka berada di hadapan takhta Allah; dan mereka memberikan dinas suci kepadanya siang dan malam dalam baitnya.” (Penyingkapan 7:15) Kata-kata itu mengingatkan kita kepada ayat kedua terakhir dalam nubuat Yesaya, ”’Pasti terjadi bahwa dari bulan baru ke bulan baru dan dari sabat ke sabat, semua makhluk akan datang untuk membungkuk di hadapanku,’ kata Yehuwa.” (Yesaya 66:23) Hal itu sedang terjadi dewasa ini. ”Dari bulan baru ke bulan baru dan dari sabat ke sabat”—yaitu, secara tetap tentu, setiap minggu setiap bulan—orang-orang Kristen terurap dan rekan-rekan mereka, kumpulan besar, datang bersama untuk menyembah Yehuwa. Mereka melakukan hal ini, antara lain, dengan menghadiri perhimpunan Kristen dan ikut serta dalam pelayanan kepada umum. Apakah Saudara termasuk di antara orang-orang yang dengan tetap tentu ’datang dan membungkuk di hadapan Yehuwa’? Umat Yehuwa mendapatkan sukacita besar dengan melakukan hal ini, dan orang-orang dari kumpulan besar menantikan saatnya manakala ”semua makhluk”—semua manusia yang hidup—akan melayani Yehuwa ”dari bulan baru ke bulan baru dan dari sabat ke sabat” untuk selama-lamanya.
Musuh-Musuh Allah Menemui Ajal
19, 20. Apa fungsi Gehena pada zaman Alkitab, dan apa yang dilambangkannya?
19 Hanya ada satu ayat lagi dalam pelajaran kita tentang nubuat Yesaya. Buku ini diakhiri dengan kata-kata berikut, ”Mereka akan keluar dan melihat bangkai-bangkai orang yang mendurhaka kepadaku; karena belatung-belatungnya tidak akan mati dan apinya tidak akan dipadamkan, dan semuanya akan menjadi sesuatu yang membuat semua makhluk merasa mual.” (Yesaya 66:24) Kemungkinan besar Yesus Kristus mengingat nubuat ini sewaktu ia menganjurkan murid-muridnya untuk menyederhanakan kehidupan mereka dan mendahulukan Kerajaan. Ia mengatakan, ”Jika matamu membuat engkau tersandung, buanglah itu; lebih baik engkau masuk dengan satu mata ke dalam kerajaan Allah daripada dengan dua mata dilemparkan ke dalam Gehena, di mana belatung-belatungnya tidak mati dan apinya tidak dipadamkan.”—Markus 9:47, 48; Matius 5:29, 30; 6:33.
20 Apa sebenarnya tempat yang disebut Gehena ini? Berabad-abad yang lalu, seorang pakar Yahudi bernama David Kimhi menulis, ”Ini adalah tempat . . . yang bersebelahan dengan Yerusalem, dan tempat ini sangat menjijikkan, dan mereka membuang hal-hal najis dan bangkai-bangkai. Juga, ada api yang tak kunjung padam di sana untuk membakar hal-hal najis dan tulang belulang bangkai-bangkai. Oleh karena itu, secara simbolis, penghukuman atas orang fasik disebut Gehinom.” Jika Gehena, seperti yang dikatakan pakar Yahudi ini, digunakan untuk pembuangan sampah dan bangkai orang-orang yang dianggap tidak pantas untuk dikubur, api adalah sarana yang tepat untuk menyingkirkan sampah seperti itu. Apa yang tidak dilalap api akan dilahap belatung. Gambaran yang sungguh tepat untuk akhir semua musuh Allah!b
21. Bagi siapa akhir buku Yesaya bernada positif, dan mengapa?
21 Dengan menyebutkan bangkai, api, dan belatung, bukankah nubuat Yesaya yang menggetarkan hati diakhiri dengan nada yang mengerikan? Orang yang terang-terangan mengaku sebagai musuh Allah pasti menganggapnya demikian. Akan tetapi, bagi sahabat-sahabat Allah, gambaran Yesaya tentang kebinasaan abadi atas orang fasik justru sangat membesarkan hati. Umat Yehuwa membutuhkan jaminan bahwa musuh-musuh mereka tidak akan berkuasa lagi. Musuh-musuh itu, yang telah mendatangkan banyak penderitaan bagi para penyembah Allah dan banyak cela ke atas nama-Nya, akan dibinasakan selama-lamanya. Pada waktu itu, ”kesesakan tidak akan timbul kedua kali”.—Nahum 1:9.
22, 23. (a) Jelaskanlah beberapa cara Saudara dapat memperoleh manfaat dari mempelajari buku Yesaya. (b) Setelah mempelajari buku Yesaya, apa tekad Saudara, dan apa harapan Saudara?
22 Seraya kita mengakhiri pelajaran kita tentang buku Yesaya, kita tentu menghargai bahwa buku Alkitab ini bukan sejarah mati. Sebaliknya, buku ini mengandung pesan bagi kita dewasa ini. Bila kita merenungkan masa kegelapan pada zaman Yesaya, kita dapat melihat persamaan antara periode itu dengan zaman kita. Pergolakan politik, kemunafikan agama, penyimpangan dalam sistem peradilan, dan penindasan atas orang-orang yang setia dan miskin mencirikan zaman Yesaya, dan itu juga mencirikan zaman kita. Orang Yahudi yang setia pada abad keenam SM pastilah sangat bersyukur atas nubuat Yesaya, dan sekarang kita pun terhibur seraya mempelajarinya.
23 Pada masa yang kritis ini sewaktu kegelapan menutupi bumi dan kegelapan yang pekat menutupi kelompok-kelompok bangsa, kita semua sangat bersyukur bahwa Yehuwa, melalui Yesaya, telah menyediakan terang bagi seluruh umat manusia! Terang rohani itu berarti kehidupan abadi bagi semua orang yang dengan sepenuh hati menerimanya, tidak soal latar belakang nasional atau etnis mereka. (Kisah 10:34, 35) Oleh karena itu, marilah kita terus berjalan dalam terang Firman Allah, membacanya setiap hari, merenungkannya, dan menghargai beritanya. Hal ini kita lakukan demi berkat kekal kita dan demi kepujian nama kudus Yehuwa!
-