-
Kebiasaan Itu Menyingkirkan PerlawananSedarlah!—1986 (No. 17) | Sedarlah!—1986 (No. 17)
-
-
Iklan dan perang! Hal tersebut merupakan ”dua cara yang paling penting untuk menyebarluaskan penggunaan rokok”, menurut sejarawan Robert Sobel.
Penggunaan rokok naik pesat dengan bangkitnya ’bangsa melawan bangsa’ dalam perang dunia pertama. (Matius 24:7) Apa yang telah menyebabkan produksi Amerika naik dari 18 milyar rokok pada tahun 1914 menjadi 47 milyar menjelang 1918? Suatu kampanye besar-besaran dengan memberikan rokok gratis kepada para prajurit! Efek narkotikanya dianggap dapat membantu mengatasi rasa kesepian di garis depan.
”Pack up your troubles in your old kit bag/While you’ve a lucifer [match] to light your fag [cigarette]” (Masukkan problem-problem anda ke dalam tas barang anda/Sementara itu anda mempunyai [korek api] untuk menyulut [rokok]), demikian anjuran sebuah nyanyian Inggris pada masa perang. Karena perwakilan-perwakilan pemerintah dan kelompok-kelompok swasta yang patriotik menyediakan rokok gratis untuk orang-orang yang berjuang, para pemrotes yang anti rokok sekalipun tidak berani mengritik.
Memperkuat Cengkeraman
Para perokok pemula menjadi langganan yang baik setelah perang. Pada tahun 1925 saja, orang-orang Amerika menghabiskan rata-rata hampir 700 rokok per orang. Yunani pada masa setelah perang mengkonsumsi sebanyak separuh dari jumlah per kapita di Amerika Serikat. Rokok Amerika menjadi populer di banyak negeri, tetapi negeri-negeri lain seperti India, Cina, Jepang, Italia, dan Polandia bergantung pada tembakau yang ditanam di negeri sendiri untuk memenuhi permintaan dalam negeri mereka.
Untuk memperkuat cengkeraman pada pasaran Amerika, para pemasang iklan mengarahkan sasaran kepada kaum wanita. ”Iklan rokok menjelang akhir tahun 1920-an dikatakan ’telah menjadi gila’,” demikian laporan Jerome E. Brooks. Tetapi iklan mengakibatkan orang-orang Amerika terus membeli rokok selama dan setelah masa depresi ekonomi tahun 1929. Anggaran yang besar sekali (kira-kira $75.000.000 pada tahun 1931) mempromosikan rokok sebagai bantuan untuk tetap langsing, sebagai pengganti dari permen. Film-film yang mengagung-agungkan bintang-bintang yang merokok, seperti misalnya Marlene Dietrich, membantu menciptakan suatu citra modern. Sehingga pada tahun 1939, sebelum perang dunia yang baru, kaum wanita Amerika ikut bersama kaum pria mengkonsumsi 180 milyar rokok.
Perang lagi! Para prajurit sekali lagi mendapat rokok gratis, bahkan dalam ransum mereka di lapangan. ”Lucky Strike Green ke Medan Perang!” merupakan iklan yang laris dipromosikan dengan memanfaatkan kesempatan suasana perang yang patriotis. Dengan konsumsi rokok di Amerika Serikat setiap tahun diperkirakan 400 milyar pada akhir Perang Dunia II, siapa yang dapat meragukan tempat tembakau di dunia?
Sesungguhnya, siapa yang dapat meragukan pentingnya rokok bagi jaman pasca-perang Eropa, di mana pernah suatu ketika berkarton-karton rokok menggantikan mata uang di pasaran gelap? Para prajurit Amerika yang ditempatkan di Eropa membeli rokok yang mendapat subsidi dengan harga hanya lima sen satu bungkus dan dengan itu membiayai segala sesuatu—dari sepatu baru sampai gadis-gadis. Penjualan rokok kepada kalangan militer, yang bebas pajak, meningkat dari 5.400 per kapita pada tahun 1945 menjadi 21.250 dalam dua tahun saja.
Selama puluhan tahun segi-segi apapun yang tidak disetujui dari merokok telah berhasil disingkirkan dari sorotan masyarakat—bukan disangkal melainkan hanya dialihkan oleh perkembangan yang tak terbendung dari suatu kebiasaan yang populer. Tetapi, secara pribadi, tetap timbul pertanyaan, Apakah merokok itu merugikan? Apakah itu bersih atau meracuni?
Pada tahun 1952 pertanyaan yang bertubi-tubi mengenai kesehatan tiba-tiba muncul. Dokter-dokter Inggris menerbitkan hasil penelitian yang baru yang menunjukkan bahwa para korban penyakit kanker cenderung adalah perokok berat. Readerˈs Digest mengangkat cerita itu, dan setelah itu publikasi yang luas menyusul. Menjelang 1953 suatu kampanye anti rokok nampaknya akan berhasil. Apakah dunia ini akan membuang kebiasaan itu?
Industri Rokok yang Mengerikan
Di muka umum, industri rokok berkeras bahwa kasus terhadap rokok tidak dapat dibuktikan, hanya bersifat statistik belaka. Tetapi tiba-tiba—dan ironis sekali—mereka menyingkapkan senjata rahasianya, yaitu rokok dengan kadar getah tembakau rendah (low tar). Produk baru ini memberikan gambaran kepada para perokok yang merasa kuatir namun tidak ingin menghentikan kebiasaan itu, bahwa merokok itu aman dan tidak mengganggu kesehatan, sedangkan iklan sekali lagi membuktikan kemampuannya untuk menjual sebuah citra.
Sebenarnya, merk-merk dari rokok dengan kadar getah tembakau rendah lebih menenangkan hati perokok itu dan bukan kesehatannya. Para ilmuwan belakangan mendapati bahwa banyak perokok mengimbangi hal itu dengan menghirup asapnya lebih dalam dan menahan asap itu lebih lama dalam paru-paru sampai mereka mendapatkan nikotin sebanyak yang biasa mereka peroleh. Namun baru setelah seperempat abad berlalu para peneliti dapat membuktikan hal ini. Sementara itu, rokok muncul sebagai salah satu industri dunia yang paling menguntungkan, kini mencatat rekor penjualan setiap tahun lebih dari $40 milyar (A.S.).
Secara ekonomi industri ini sekarang lebih kuat dari pada sebelumnya. Langganan-langganan tetap membeli. Konsumsi setiap tahun naik hampir 1 persen per tahun di negara-negara industri dan hampir lebih dari 3 persen di negara-negara berkembang dari Dunia Ketiga. Di Pakistan dan Brasilia, perkembangannya berturut-turut enam dan delapan kali lebih cepat dari pada di kebanyakan negara-negara Barat. Seperlima dari pendapatan pribadi di Thailand digunakan untuk membeli rokok.
-
-
Menghadapi Fakta-Faktanya: Tembakau Dewasa IniSedarlah!—1986 (No. 17) | Sedarlah!—1986 (No. 17)
-
-
Dapatkah Dunia Membuang Kebiasaan Tersebut?
Keadaan tidak menunjukkan adanya harapan bahwa dunia akan membuang kebiasaan merokoknya. Pada tahun 1962 British Royal College of Physicians (Sekolah Tinggi Kedokteran Diraja Inggris) mula-mula memperingatkan terhadap merokok, tetapi pada tahun 1981 ternyata orang-orang Inggris membeli 110 milyar rokok. Kepala Dinas Kesehatan Amerika Serikat mula-mula memperingatkan mengenai bahayanya atas kesehatan pada tahun 1964. Tetapi tahun berikut penjualannya mencapai rekor. Menjelang tahun 1980 orang-orang Amerika membeli 135 milyar rokok lebih banyak setiap tahun dibanding tahun 1964, meskipun adanya peringatan dari Kepala Dinas Kesehatan mengenai risiko atas kesehatan yang ditulis pada tiap bungkus rokok! Kenyataannya ialah, dunia kini membeli empat trilyun rokok setahun.
Tidak soal apakah anda secara pribadi merokok atau tidak, uang dalam bisnis tembakau dewasa ini seharusnya menyadarkan anda bahwa pemerintahan-pemerintahan dan para politikus kemungkinan besar tidak akan mengakhiri perdagangan tembakau. Di Amerika Serikat, misalnya, meskipun 350.000 orang meninggal tiap tahun karena merokok, tembakau telah menghasilkan $21 milyar dalam bentuk pajak. Tembakau juga memberikan pekerjaan, secara langsung atau tidak langsung, kepada dua juta orang. Dan perusahaan-perusahaan tembakau paling banyak menggunakan uang.
-