PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • Akhir dari Semua Problem
    Jalan Menuju Kedamaian dan Kebahagiaan
    • Akhir dari Semua Problem

      Semua informasi yang Benny sampaikan tentang Yehuwa benar-benar mengesankan Chandra, tetapi ada sesuatu yang masih mengganggu pikirannya. Ia bertanya kepada Benny, ”Kalau Yehuwa itu memang Pribadi yang penuh kuasa dan pengasih, yang menciptakan segala sesuatu, mengapa ada begitu banyak kesusahan di bumi? Mengapa kita mempunyai begitu banyak problem?”

      ”Pertanyaanmu masuk akal, dan banyak orang juga bertanya-tanya tentang hal itu,” kata Benny. ”Kalau kita memikirkan sifat-sifat Allah Yehuwa, seharusnya jelas bahwa keadaan yang buruk dewasa ini pastilah bukan yang Ia inginkan bagi anak-anak-Nya di bumi. Maka, untuk mengerti mengapa keadaan bisa seperti ini, kita perlu memahami dulu apa sebenarnya maksud-tujuan Allah yang semula bagi bumi dan apa kelanjutannya.”

      Lalu, Benny menjelaskan bagaimana perasaan Allah Yehuwa ketika Ia selesai menciptakan bumi dan isinya. Ini ayat yang dibacakan:

      ”Allah melihat segala sesuatu yang telah ia buat dan lihat! semuanya itu sangat baik.”​—Kejadian 1:31.

      Karya ciptaan Yehuwa yang teramat menakjubkan adalah pasangan manusia pertama. Mereka dinamai Adam dan Hawa. Allah menciptakan mereka sempurna, sama seperti ciptaan-Nya yang lain, agar mereka dapat hidup selama-lamanya di bumi. Allah menaruh mereka di sebuah taman yang indah yang disebut Taman Eden. Di sana, mereka diberi segala sesuatu yang mereka butuhkan untuk hidup bahagia. Mereka tidak kekurangan apa pun. (Kejadian 2:8, 9) Selain itu, Yehuwa memerintahkan agar mereka mempunyai banyak anak, memenuhi bumi dan menaklukkannya. (Kejadian 1:28) Ini berarti bahwa akhirnya seluruh bumi akan menjadi satu Firdaus yang luas, dipenuhi keluarga manusia yang sempurna dan berbahagia. Alangkah menakjubkannya prospek itu!

      Tetapi, mengapa kenyataannya berbeda sekarang? Benny memperlihatkan penjelasan yang sederhana dari Alkitab:

      ”Dosa masuk ke dalam dunia melalui satu orang dan kematian, melalui dosa, demikianlah kematian menyebar kepada semua orang karena mereka semua telah berbuat dosa.”​—Roma 5:12.

      Sebagai Bapak yang pengasih, Allah Yehuwa memberi Adam dan Hawa peraturan-peraturan, atau standar-standar, tertentu sebagai pedoman bagi mereka agar dapat terus hidup dan mengurus firdaus. (Kejadian 2:15-17) Dan, sebagai Bapak yang bijaksana, Yehuwa tidak memaksa mereka melakukan apa yang Ia katakan; Ia membuka kesempatan bagi mereka untuk menunjukkan kasih kepada-Nya dengan memilih menjadi anak-anak-Nya yang taat. Seperti kita, Adam dan Hawa bebas memilih. Apa yang mereka lakukan?

      Sayang sekali, Adam dan Hawa memilih untuk tidak mengikuti petunjuk Pencipta mereka dan berjalan menurut keinginan mereka sendiri. Dengan demikian, mereka berbuat dosa, yang berarti mereka tidak sempurna lagi. Tidak lama setelah itu, Adam dan Hawa mulai menjadi tua dan mati. Hal itu persis seperti yang Yehuwa katakan bakal terjadi apabila mereka tidak mengikuti standar-standar-Nya.​—Kejadian 2:17.

      Karena kita semua keturunan Adam dan Hawa, kita mewarisi ketidaksempurnaan mereka, dan itulah sebabnya kita juga menjadi tua dan mati. Tetapi, Benny menenteramkan hati Chandra dengan menunjukkan bahwa maksud-tujuan Yehuwa bagi manusia tidak berubah. Sebagai Bapak yang pengasih, Yehuwa tetap ingin agar manusia menikmati kehidupan di bumi firdaus.

  • Kedamaian dan Kebahagiaan Segera Datang!
    Jalan Menuju Kedamaian dan Kebahagiaan
    • Kedamaian dan Kebahagiaan Segera Datang!

      Chandra dan Novie senang sekali mengetahui bahwa pada suatu saat bumi akan didiami oleh orang-orang yang baik dan jujur yang akan memperlakukan satu sama lain dengan pengasih. Alangkah senangnya hidup di dunia yang bebas dari kelaparan, penyakit, atau kematian, dan semua orang menikmati kedamaian serta kebahagiaan. Mereka ingin sekali semuanya bisa segera terwujud!

      ”Kapan semua itu akan terjadi?” Chandra ingin tahu.

      ”Nah, itu pokok yang menarik! Mari kita lihat jawabannya,” kata Benny. ”Saya ingin bertanya dulu, Chandra, apakah kamu pernah mendengar tentang seorang pria yang bernama Yesus?”

      ”Ya, pernah,” jawab Chandra. ”Saya tahu bahwa kata-katanya sangat bijaksana. Tetapi, apa hubungannya dengan pertanyaan saya?”

      ”Begini, kira-kira 2.000 tahun yang lalu, ketika Yesus berada di bumi, para pengikutnya, atau murid-muridnya, menanyakan hal yang sama,” jelas Benny. ”Sebagai jawaban, Yesus memberi mereka sebuah ’tanda’ yang terdiri dari banyak peristiwa. Ia memberi tahu mereka bahwa kalau semua peristiwa yang menjadi bagian dari tanda itu muncul bersamaan, berarti perubahan yang dijanjikan itu sudah dekat.”​—Matius 24:3.

      ”Sebuah tanda?” tanya Chandra. ”Tanda apakah itu?”

      ”Berbagai aspek dari tanda itu tertulis dalam Alkitab,” kata Benny. Sambil membuka Alkitab, ia berkata, ”Ini beberapa di antaranya.”

      ”Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan.”​—Matius 24:7.

      ”Akan ada kekurangan makanan.”​—Matius 24:7.

      ”Bertambahnya pelanggaran hukum.”​—Matius 24:12.

      ”Gempa bumi yang hebat.”​—Lukas 21:11.

      ”Di berbagai tempat akan ada sampar.”​—Lukas 21:11.

      Chandra dan Novie langsung mengatakan bahwa semua hal itu tampaknya terjadi dewasa ini. Malah, hal-hal itulah yang menyebabkan mereka merasa susah dan khawatir akan masa depan.

      ”Digenapinya tanda itu berarti bahwa Allah Yehuwa akan segera memerintah atas bumi,” kata Benny. ”Dalam Alkitab, pemerintahan yang baru ini disebut Kerajaan Allah.” Lalu, Benny membacakan ayat Alkitab yang menunjukkan apa yang tidak lama lagi akan dilakukan Kerajaan ini:

      ”Pada zaman raja-raja itu, Allah yang berkuasa atas surga akan mendirikan suatu kerajaan yang tidak akan pernah binasa. Dan kerajaan itu tidak akan beralih kepada bangsa lain. Kerajaan itu akan meremukkan dan mengakhiri semua kerajaan ini, dan akan tetap berdiri sampai waktu yang tidak tertentu.”​—Daniel 2:44.

      ”Apabila Kerajaan Allah memerintah atas bumi,” lanjut Benny, ”semua kejahatan, ketidakadilan, dan kebejatan akan disingkirkan untuk selama-lamanya. Benar-benar hal yang luar biasa untuk direnungkan!”

Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
Log Out
Log In
  • Indonesia
  • Bagikan
  • Pengaturan
  • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Pengaturan Privasi
  • JW.ORG
  • Log In
Bagikan