PERPUSTAKAAN ONLINE Menara Pengawal
PERPUSTAKAAN ONLINE
Menara Pengawal
Indonesia
  • ALKITAB
  • PUBLIKASI
  • PERHIMPUNAN
  • g80_No3 hlm. 10-15
  • Bagaimana Caranya Supaya Keluarga Anda Bahagia

Tidak ada video untuk bagian ini.

Maaf, terjadi error saat ingin menampilkan video.

  • Bagaimana Caranya Supaya Keluarga Anda Bahagia
  • Sedarlah!—1980 (No. 3)
  • Subjudul
  • Bahan Terkait
  • KASIHILAH ISTERI ANDA
  • TUNJUKKANLAH RESPEK KEPADA SUAMI ANDA
  • SETIALAH SATU SAMA LAIN
  • SENANGKANLAH TEMAN HIDUP ANDA
  • SEDIAKANLAH WAKTU UNTUK ANAK-ANAK ANDA
  • BERIKANLAH DISIPLIN YANG DIPERLUKAN
  • KAUM MUDA—TOLAKLAH CARA-CARA DUNIAWI
  • PELAJARILAH ALKITAB BERSAMA-SAMA
  • Keluarga-Keluarga Yang Bahagia Di Seluruh Dunia
  • Membina Keluarga yang Sukses
    Saudara Dapat Hidup Kekal dalam Firdaus di Bumi
  • Cara Membina Keluarga Bahagia
    Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
  • Nikmati Kehidupan Keluarga
    Nikmati Kehidupan Keluarga
  • Kehidupan Keluarga—Caranya agar Dapat Sukses
    Kebahagiaan—Cara Memperolehnya
Lihat Lebih Banyak
Sedarlah!—1980 (No. 3)
g80_No3 hlm. 10-15

Bagaimana Caranya Supaya Keluarga Anda Bahagia

SUATU resep yang baik, apabila diikuti dengan cermat akan menghasilkan kue yang lezat. Demikian pula, suatu resep, atau petunjuk yang baik penting untuk menciptakan keluarga yang bahagia.

Tentu, masuk akal jika kita mengharapkan bahwa Pencipta dari keluarga menyediakan resep seperti itu. Dan memang demikian. Allah telah menyediakan petunjuk dan bimbingan dalam Alkitab mengenai cara yang harus ditempuh supaya kehidupan keluarga berhasil.

Namun banyak orang mungkin membantah: ”Penduduk negeri-negeri ’Kristen’ sudah dari dulu punya Alkitab. Ternyata problem-problem keluarga mereka tidak terpecahkan. Angka perceraian di sana sering kali termasuk yang tertinggi.”

Ini benar. Berjuta-juta keluarga yang tidak bahagia memang memiliki Alkitab. Tetapi apakah mereka membacanya? Yang lebih penting lagi, apakah mereka menerapkan prinsip-prinsipnya dalam kehidupan mereka? Kenyataannya ialah bahwa kebanyakan pemilik Alkitab tidak membaca dan menerapkan prinsip-prinsip dan hukum-hukum yang terdapat di dalamnya.

Sebaliknya, beberapa orang membantah: ”Ada keluarga-keluarga bahagia walaupun Alkitab tidak dipakai sebagai pembimbing, dan bahkan tak satupun dari antara para anggota keluarga-keluarga tersebut percaya kepada Allah.”

Hal ini benar juga. Maka mengapa mereka dapat berbahagia? Karena meskipun tidak sengaja, para anggota keluarga tersebut sebenarnya mengikuti patokan yang serupa dengan yang dinyatakan dalam Alkitab. Sebenarnya, manusia diciptakan oleh Allah dengan suatu hati nurani, dan beberapa orang tanpa mengetahuinya, mengikuti suatu cara hidup yang hampir selaras dengan hukum-hukum dan prinsip-prinsip Allah untuk kehidupan keluarga.—Rm. 2:14, 15.

Apakah beberapa dari antara hukum-hukum dan prinsip-prinsip Allah ini? Periksalah halaman-halaman berikut ini dan cari tahulah apakah tidak benar bahwa kebahagiaan dalam keluarga anda akan bertambah bila hal-hal tersebut dipraktekkan.

KASIHILAH ISTERI ANDA

Alkitab, dengan hikmat ilahi menyatakan: ”Suami harus mengasihi istrinya sama seperti tubuhnya sendiri.” (Ef. 5:28-30) Berkali-kali, pengalaman membuktikan bahwa agar istri berbahagia ia harus merasa bahwa dirinya dikasihi. Ini berarti bahwa seorang suami harus memberikan perhatian istimewa kepada istrinya, termasuk kelembutan, pengertian dan perasaan aman. Ia harus ’menghormati istrinya’ seperti yang dikatakan oleh Alkitab, tidak mengabaikan istri dalam setiap hal yang ia lakukan. Dengan demikian ia akan dihormati istrinya.—1 Ptr. 3:7.

TUNJUKKANLAH RESPEK KEPADA SUAMI ANDA

Dan bagaimana dengan para istri? ”Istri hendaklah menghormati suaminya,” kata Alkitab. (Ef. 5:33) Kegagalan untuk mengindahkan nasihat ini menjadi sebab utama mengapa suami tidak senang terhadap istri. Seorang istri memperlihatkan respek dengan mendukung keputusan suaminya, dan bekerja sama sepenuh jiwa dengan dia untuk mencapai tujuan-tujuan keluarga. Bila ia memenuhi peranan yang ditugaskan oleh Alkitab kepadanya sebagai ’penolong yang sepadan’ bagi suaminya, akan lebih mudah bagi sang suami untuk mengasihi dia.—Kej. 2:18.

SETIALAH SATU SAMA LAIN

Alkitab mengatakan: ”Hendaklah suami-istri setia satu sama lain.” Kepada para suami Alkitab mengatakan: ’Berbahagialah dengan istrimu dan bersukacitalah dengan gadis yang kaukawini . . mengapa engkau memberikan kasihmu kepada seorang wanita lain? Mengapa engkau harus lebih menyukai kecantikan istri orang lain?’—Ibr. 13:4, (BIS); Ams. 5:18-20.

’Perkawinan kelompok,’ ’perkawinan terbuka,’ yang sebenarnya adalah perzinahan, telah dicoba untuk menggantikan perkawinan dan keluarga, tetapi sama sekali tidak membawa kebahagiaan yang sejati. ”Ketidak-setiaan tidak ada hasilnya,” demikian kesimpulan seorang peneliti perkawinan. ”Banyak orang mengira bahwa cinta gelap akan membumbui perkawinan, tetapi kenyataannya hubungan demikian selalu menjadi tanda bahwa ada hal-hal yang tidak beres.”

SENANGKANLAH TEMAN HIDUP ANDA

Alkitab mengajar: Kebahagiaan akan diperoleh bukan dengan mencari kesenangan seks hanya untuk diri sendiri, melainkan dengan usaha untuk memberikannya pula kepada teman hidup. Alkitab berkata: ”Hendaklah suami memberikan apa yang berhak diterima istrinya, demikianlah pula istri terhadap suaminya.” Yang ditekankan ialah memberikan. Dan dengan memberi, pemberi itu juga mendapat kesenangan yang sejati, seperti yang dinyatakan Yesus Kristus: ”Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.”—1 Kor. 7:3, NW; Kis. 20:35.

SEDIAKANLAH WAKTU UNTUK ANAK-ANAK ANDA

Seorang anak kelas tiga menulis: ”Ayah saya bekerja sepanjang hari. Ia tidak pernah ada di rumah. Ia memberi saya uang dan banyak mainan, tetapi saya hampir tidak pernah melihat dia. Aku sayang ayah dan ingin agar ia tidak bekerja sepanjang hari sehingga saya dapat lebih sering bertemu dengannya.”

Memang menyedihkan, tetapi keadaan yang serupa ada dalam banyak keluarga, dengan akibat-akibat yang merusak. Betapa berbedanya jika orang tua mengikuti nasihat Alkitab untuk mengajar anak-anak mereka ’apabila mereka duduk di rumah, dan apabila mereka sedang dalam perjalanan, apabila mereka berbaring dan apabila mereka bangun’! Sediakanlah diri untuk anak-anak anda, gunakanlah waktu dengan sebaik-baiknya bersama mereka, sebab hal-hal ini pasti menambah kebahagiaan keluarga anda.—Ul. 11:19.

BERIKANLAH DISIPLIN YANG DIPERLUKAN

Mungkin kebanyakan anak-anak ingin agar orang tua membiarkan mereka melakukan apa saja yang mereka sukai. Tetapi seorang muda yang orang tuanya tidak memberikan disiplin berkata: ”Hal itu tak menyenangkan. Hal itu membuat saya merasa bersalah dan tidak enak. Saya khawatir bahwa suatu waktu saya akan melakukan sesuatu yang mengerikan.”

Sadar akan kebutuhan ini, Alkitab menganjurkan: ”Dan kamu, bapa-bapa, . . . didiklah [anak-anakmu] di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.” Memberikan disiplin, bahkan mungkin termasuk memberikan pukulan atau membatasi hak-hak tertentu, adalah bukti dari kasih orang tua. Alkitab mengatakan: ”Siapa mengasihi anaknya, menghajar [mendisiplin, NW] dia pada waktunya.”—Ef. 6:4; Ams. 13:24; 22:15; 23:13, 14.

KAUM MUDA—TOLAKLAH CARA-CARA DUNIAWI

Dunia ini menekan kaum muda untuk ’berbuat semaunya,’ untuk memberontak terhadap wewenang. Juga seperti yang dinyatakan oleh Alkitab, ”kebodohan melekat pada hati orang muda.” (Ams. 22:15) Jadi perlu berjuang untuk melakukan apa yang benar.

Namun Alkitab mengatakan: ”Anak-anak! Sebagai pengikut Kristus, taatilah orang tuamu karena itulah yang patut dilakukan.” Besar keuntungannya. Perhatikan nasihat ini: ”Ingatlah akan Penciptamu pada masa mudamu.” Lawanlah godaan untuk memakai narkotika, mabuk-mabukan, berzinah dan melakukan hal-hal lain yang melanggar hukum-hukum Allah.—Ef. 6:1-4, BIS; Pkh. 12:1.

PELAJARILAH ALKITAB BERSAMA-SAMA

Jika salah satu anggota keluarga belajar dan mempraktekkan prinsip-prinsip Alkitab maka keluarga akan bertambah bahagia. Tetapi jika semuanya berbuat demikian—suami, istri dan anak-anak—betapa penuh berkat keluarga itu! Akan ada hubungan yang hangat dan erat, dengan komunikasi yang terbuka, karena tiap anggota keluarga mencoba membantu yang lainnya untuk melayani Allah Yehuwa. Maka, jadikanlah kegiatan belajar Alkitab bersama-sama suatu kebiasaan keluarga!

Jika suatu resep telah terbukti berhasil baik, bukankah bijaksana untuk menggunakannya pula? Jika suatu peta telah membimbing pelancong-pelancong lain sampai ke tujuan yang diinginkan, bukankah anda juga dapat bersandar pada peta tersebut untuk sampai ke tempat yang sama dengan selamat? Alkitab telah terbukti sebagai resep atau petunjuk yang berhasil untuk kebahagiaan keluarga.

Bekas Presiden Amerika, Thomas Jefferson, berkata: ”Belajar kitab Suci dengan rajin dan sungguh-sungguh akan membuat seseorang menjadi warganegara yang lebih baik, ayah yang lebih baik, suami yang lebih baik . . . Alkitab menghasilkan orang-orang yang paling baik di dunia.” Alkitab menghasilkan orang-orang yang menyenangkan dalam pergaulan, yang menyebabkan keluarga-keluarga menjadi hangat dan akrab.

Tetapi adakah bukti dewasa ini bahwa kebahagiaan keluarga dapat bertambah bila nasihat-nasihat Alkitab diterapkan? Tentu ada. Saksi-Saksi Yehuwa percaya bahwa Alkitab diilhamkan Allah dan karena itu memandangnya sebagai pembimbing. Seorang wartawan, yang menulis tentang kebaktian mereka di Eropa berkata: ”Mereka tahu isi Alkitab luar kepala sampai mereka mengalahkan ahli teologia yang terpandai. Alkitab adalah buku yang paling mereka gemari, dapat dikatakan sebagai satu-satunya pilihan.”—Journal d’Europe, 14 Agustus 1973.

Apakah hasilnya setelah nasihat Alkitab diterapkan dalam kehidupan keluarga mereka? Hasil tersebut sering terbukti dengan jelas pada kebaktian-kebaktian dari Saksi-Saksi Yehuwa. Press-Gazette, dari Green Bay, Wisconsin, melaporkan tentang salah satu kebaktian besar pada tahun 1976, sebagai berikut:

”Keluarga-keluarga kelihatan di mana-mana, jarang ada yang sendiri-sendiri. Dan kehadiran anak-anak itu semua, dari bayi yang masih digendong sampai kaum remaja, tidak mengganggu suasana yang tenang dan khidmat dari Saksi-Saksi lainnya.

”Sebaliknya, mereka memperkuat perasaan bersatu, suasana serius namun riang, yang meliputi lautan manusia yang berkumpul di gelanggang Brown County Veterans’ Memorial.”

Kebahagiaan keluarga benar-benar bertambah setelah hukum-hukum dan prinsip-prinsip Alkitab diterapkan! Para suami dan istri tetap bersatu dalam kasih, anak-anak mendapat disiplin yang bijaksana, dan kaum muda menyambutnya dengan sikap hormat terhadap orang tua. Pada waktunya bumi akan dipenuhi dengan keluarga-keluarga bahagia. Semuanya menerapkan hukum-hukum Allah. Bagaimana kita dapat mengatakan dengan begitu pasti?

Keluarga-Keluarga Yang Bahagia Di Seluruh Dunia

Karena Allah Yehuwa sendirilah yang telah membentuk keluarga. Ia mempersatukan pasangan manusia pertama dalam perkawinan, dan memerintahkan mereka: ”Beranak-cuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu.”—Kej. 1:28.

Maksud Allah adalah agar keluarga-keluarga di bumi ini berbahagia. Anak-anak seharusnya tidak menjadi sakit dan orang dewasa tidak menjadi tua dan akhirnya mati. Semula Allah bermaksud agar umat manusia hidup kekal dalam kesempurnaan, dan agar seluruh bumi, pada waktunya dikelola menjadi firdaus yang indah.

Maksud Allah semula inilah yang masih akan dipenuhi. Sebagai jawaban atas doa supaya kerajaan Allah datang untuk melaksanakan kehendakNya di bumi seperti di surga, pemerintahan surgawi Allah segera akan bertindak untuk menyapu bersih semua pemerintahan dunia yang bobrok yang ada sekarang ini. (Mat. 6:9, 10; Dan. 2:44) Seperti yang Alkitab janjikan: ”Ia [Allah] akan diam bersama-sama dengan [umat manusia]. . . . Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi . . . segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.”—Why. 21:3, 4.

Apakah anda benar-benar menginginkan kehidupan keluarga yang bahagia? Saksi-Saksi Yehuwa telah membaktikan diri untuk membantu orang lain mempelajari Alkitab. Mereka akan senang untuk mempelajari bersama anda apa yang Alkitab katakan perihal membina keluarga yang bahagia. Untuk ini, tulislah surat kepada penerbit majalah ini atau hubungilah Saksi-Saksi Yehuwa di tempat anda.

    Publikasi Menara Pengawal Bahasa Indonesia (1971-2025)
    Log Out
    Log In
    • Indonesia
    • Bagikan
    • Pengaturan
    • Copyright © 2025 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
    • Syarat Penggunaan
    • Kebijakan Privasi
    • Pengaturan Privasi
    • JW.ORG
    • Log In
    Bagikan